Ligagame Megaxus olimpiade 2013

Main Menu
Lyto
Ninjakita
Wavegame
Razer Indonesia
Creative soundblaster - Sarandra
Nvidia GTX 780
Ligaponsel
June 20, 2013, 05:51:08 PM
Sorry Guest, you are banned from posting or sending personal messages on this forum.
Pages: 1 [2]   Go Down
Print
Author Topic: [Mitologi] Yunani Kuno  (Read 7331 times)
0 Members and 1 Guest are viewing this topic.
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-83
Offline Offline

Posts: 13849



« Reply #25 on: December 24, 2008, 01:59:40 PM »

Luna

Luna, dewi bulan yang pucat, tiap malam melintasi angkasa dari istana emasnya di timur dengan mengendarai keretanya yang dihela dua ekor sapi jantan bertanduk sabit. Dia memberikan cahayanya yang lembut keperakan bagi bumi di malam hari. Dalam perjalanan dia selalu disertai bintang-bintang yang dipimpin oleh Vesper, Bintang Senja. Kala fajar menyingsing, bersama mereka dia akan menuju ke Sungai Ocean di sebelah barat dan kembali ke istananya di timur dengan mengendarai perahu.
Di wajah Luna yang cantik dan murni selalu membayang kabut duka Konon suatu malam, saat dia sedang menjalankan tugasnya menerangi bumi, dia berjumpa seorang pemuda gembala yang tampan bernama Endymion di Gunung Latmos. Luna jatuh cinta pada Endymion. Namun sayang Endymion yang dianugerahi keabadian oleh Jupiter juga memohon agar diizinkan tidur selamanya. Maka dia tak akan pernah terbangun oleh sentuhan lembut jemari Luna yang membelai wajahnya untuk mengatakan pada Luna bahwa dia juga mencintainya.
Luna dilukiskan sebagai wanita cantik bergaun dan berkerudung keperakan, wajahnya pucat oleh duka.

Aurora

Aurora adalah dewi fajar keemasan yang berjari-jari merah bagai mawar.
Tiap pagi, saat Luna hampir menuntaskan perjalanannya, Aurora akan membuka gerbang istana emasnya di timur lalu terbang dengan sayap-sayapnya yang bercahaya redup namun makin lama makin terang, diikuti oleh Lucifer, Bintang Fajar, melintasi angkasa dari timur ke barat sambil menghalau bintang-bintang memasuki Sungai Ocean, kecuali rasi Ursa Mayor dan Minor yang tak pernah tenggelam dan terbit di ufuk saat fajar menyingsing maupun senja menjelang. Aurora membawa sekendi air dingin dalam perjalanannya dan memercikkan air tersebut ke atas permukaan rerumputan, dedaunan, dan bunga-bunga sebagai embun pagi.

Meski menikah dengan Aeolus, dewa angin, Aurora juga menjalin cinta dengan Orion.
Orion adalah seorang pemburu bangsa Boetia yang tampan dan perkasa. Ketika menjalin cinta dengan Aurora, Orion pernah sesumbar akan memusnahkan semua hewan buas di muka bumi dan mempersembahkannya bagi Aurora. Apollo yang mendengar hal tersebut kemudian mengirim seekor kalajengking raksasa untuk membunuh Orion. Aurora memohon bantuan Diana agar menyelamatkan Orion. Diana yang menyayangi Orion sebagai sesama pemburu bersedia menyelamatkan Orion. Pada saat Orion sedang dikejar-kejar oleh kalajengking raksasa tersebut, Diana bersiap-siap membidikkan panahnya untuk membunuh kalajengking tersebut. Tiba-tiba Apollo muncul dan mengaburkan pandangan Diana sehingga anak panahnya meleset, justru mengenai Orion yang tewas seketika. Diana yang berduka karena tak dapat menepati janjinya pada Aurora kemudian menempatkan Orion di angkasa sebagai rasi bintang Orion, sedangkan kalajengking rakasasa tersebut oleh Apollo juga ditempatkan di angkasa sebagai rasi bintang Scorpio dalam posisi sedang memburu Orion.

Selain Orion, Aurora juga pernah menjalin cinta dengan Tithonus, putra Raja Laomedon dari Troy. Tithonus yang mencintai Aurora selalu bangun saat fajar merekah untuk menyaksikan kekasihnya tersebut menjalankan tugasnya mengumumkan kepada bumi bahwa sebentar lagi matahari akan kembali memberikan cahaya dan kehangatan bagi bumi. Dari hasil hubungan mereka lahirlah seorang putra bernama Memnon. Sayang sekali saat Jupiter menganugerahkan keabadian bagi Tithonus, Aurora lupa memohon kemudaan abadi bagi kekasihnya tersebut, sehingga seiring berjalannya waktu Tithonus menjadi renta sementara ajalnya tak kunjung tiba. Akhirnya karena iba melihat Tithonus yang telah semakin lemah dalam kerentaannya, Aurora mengubahnya menjadi belalang, makhluk yang selalu bangun di saat fajar menyingsing.
Aurora dilukiskan sebagai wanita jelita berambut keemasan dengan jari-jari yang berwarna kemerahan bagai mawar serta bersayap.
Logged

Farewell..
christof3r
■ v N c ■ Member Heart Break Kid
Ambassador
****************

Respect: +84/-221
Offline Offline

Posts: 18244


The Icon


« Reply #26 on: December 24, 2008, 02:03:33 PM »

nama2 yg digunakan di versi romawi
bener2 jauh beda
malah ama sekali gw ga tau

yg gw tau cm yg versi yunani
soalnya lbh akrab ama yg versi yunani

tp di versi romawi
zeus = jupiter
ares = mars
Logged

Lineage ][ Indo :
Sieghardt - FengLei [Eva Templar]


qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-83
Offline Offline

Posts: 13849



« Reply #27 on: December 24, 2008, 02:03:55 PM »

Bacchus

Bacchus, dewa anggur dan keriangan, adalah putra Jupiter dengan Semele putri Raja Cadmus dari Thebes. Meski memiliki ibu seorang manusia biasa, namun Bacchus menjadi dewa karena dia terlahir sampai dua kali. Kelahirannya yang pertama dari rahim ibunya, tentu saja. Namun kelahirannya yang kedua, yang membuatnya menjadi dewa, adalah dari paha Bapa Semesta Alam.

Kisah kelahirannya yang aneh adalah sebagai berikut:

Juno yang mengetahui bahwa Jupiter menjalin cinta dengan Putri Semele dari Thebes menjadi murka Namun dia tak berdaya mencelakai Semele karena takut kepada Jupiter. Dia memutar otak mencari akal untuk mencelakai Semele tanpa perlu turun tangan sendiri. Akhirnya dia menemukan suatu siasat.
Segere dia melayang turun dari Olympus menuju istana Thebes. Di sana dia mengubah dirinya menjadi Beroe, inang pengasuh Semele yang telah lanjut usia. Dia berkata kepada Semele bahwa dia meragukan kasih Jupiter kepada Semele, karena meskipun Jupiter telah menyatakan dirinya yang sesungguhnya pada Semele namun dia selalu datang pada Semele dalam wujud pria muda yang gagah dan tampan, bukan dalam wujud kedewaannya. Semele terpengaruh ucapannya tersebut.

Ketika Jupiter datang lagi padanya, Semele merajuk meragukan cintanya. Dia membujuk agar Jupiter mau menampakkan wujud kedewaannya. Jupiter menolak karena dia tahu bahwa tak ada manusia yang mampu melihat wujud kedewaannya, namun Semele terus bersikeras agar Jupiter menunjukkan wujud aslinya.
Akhirnya dalam murkanya Jupiter menampakkan wujud aslinya lengkap dengan senjata petir tergenggam di tangannya. Semele sempat melihat wujud asli kekasihnya sesaat sebelum dia menutup mata selamanya dan bayi yang ada dikandungannya lahir sebelum waktunya. Jupiter iba melihat putranya yang baru lahir harus kehilangan ibunya. Kemudian dia merobek pahanya sendiri dan memasukkan bayi kecil tersebut ke dalamnya. Ketika genap waktunya bayi tersebut terlahir kembali namun kali ini dari paha Bapa Semesta Alam.

Jupiter menyerahkan perawatan putranya kepada peri-peri di lereng Gunung Nysea. Bacchus pun tumbuh menjadi seorang pemuda yang tampan dan gagah berani dalam asuhan para peri tersebut. Untuk membalas kasih mereka, Jupiter menempatkan para peri tersebut di angkasa menjadi rasi bintang Hyades.

Konon Bacchuslah yang menemukan bahwa buah anggur dapat diolah sarinya, dibuat menjadi minuman yang nikmat tiada tara. Sejak saat itu minuman anggur menjadi minuman di setiap pesta dan suasana gembira lainnya. Jadilah Bacchus dewa anggur dan keriangan.
Namun Juno yang membencinya mengutuknya menjadi gila sehingga dia harus meninggalkan Olympus. Cybele, ibu Jupiter, yang merasa iba padanya kemudian menyembuhkannya. Setelah sembuh Cybele menyuruhnya mengembara ke seluruh penjuru dunia untuk mengajarkan cara menanam buah anggur dan membuat minuman dari sari buah tersebut pada umat manusia, agar dapat menyemarakkan pesta-pesta mereka. Maka diikuti oleh rombongannya yang terdiri dari para Maenad atau Bacchante, yaitu peri-peri yang riang gembira; para satyr, yaitu makhluk yang berwujud separuh pria separuh kambing; dan gurunya yang sudah tua Silenus, Bacchus mengembara ke seluruh penjuru dunia dengan menaiki seekor keledai yang dibebani bergentong-gentong anggur. Konon dalam pengembaraannya Bacchus sampai ke negeri-negeri di Timur Jauh yang berbeda budaya dengan bangsa Yunani Kuno, termasuk India, di mana dia dipuja sebagai Soma.

Dalam salah satu pengembaraannya Bacchus berjumpa dengan Raja Midas dari Phrygia, yang menyambutnya dengan tangan terbuka. Untuk membalas keramahannya Bacchus kemudian berjanji akan mengabulkan satu permohonan Midas, apapun yang dimintanya. Midas kemudian meminta kepada Bacchus agar apapun yang tersentuh oleh tangannya menjadi emas. Dia berpikir dengan memiliki banyak emas dia akan bahagia. Bacchus mengabulkan permohonan tersebut dengan hati sedih karena dia tahu hal tersebut adalah suatu kebodohan.

Memang kemudian Midas memiliki sentuhan emas di tangannya, namun hal tersebut tidak membuatnya bahagia. Makanan dan minuman yang disentuhnya berubah menjadi emas sehingga dia tak dapat menikmatinya. Bahkan ketika tanpa sengaja dia memeluk putrinya, gadis tersebut berubah menjadi patung emas. Midas kemudian menangis menyesali keserakahannya dan memohon pada dewata agar dia boleh terbebas dari sentuhan emasnya. Tiba-tiba Bacchus muncul di hadapannya dan menyuruhnya mencuci tangannya di Sungai Pactolus. Midas menuruti perintah Bacchus. Konon sejak saat itu sampai sekarang pasir di dasar Sungai Pactolus berubah menjadi emas. Setelah terbebas dari sentuhan emasnya Midas menjadi raja yang berbahagia bersama keluarganya.

Bacchus menikah dengan Arianna, putri Raja Minos dari Crete. Arianna bertemu Bacchus di Pulau Naxos, pulau suci Bacchus, setelah ditinggal oleh kekasihnya, Theseus, putra Raja Aegeus dari Athena, yang telah dibantunya membunuh Minotaur, makhluk setengah manusia setengah banteng yang dipelihara Minos. Arianna kemudian melarikan diri bersama Theseus yang meninggalkannya saat tidur atas perintah Minerva karena Arianna memang bukan jodohnya. Ketika Arianna sedang meratapi nasibnya muncullah Bacchus yang menghibur dan memintanya menjadi istrinya. Arianna bersedia, maka dia bergabung dengan rombongan yang riang gembira tersebut mengembara ke seluruh penjuru bumi.

Bacchus dilukiskan sebagai pria muda tampan mengenakan mahkota dari sulur-suluran anggur. Di tangannya tergenggam tongkat berujung kerucut pinus yang dililiti sulur-suluran tumbuhan ivy yang disebut thrysus. Sering juga dia dilukiskan sedang menunggangi keledainya sambil mengangkat piala yang berisi anggur di tangannya dikelilingi para Bachante dan satyr yang riang gembira sedang menari ria.

Bacchus juga menjadi pelindung drama karena dalam tiap upacara sucinya selalu dipentaskan drama yang mengambil cerita dari petualangannya. Salah satu cerita yang paling sering dipentaskan adalah cerita tentang Raja Icarius dari Attica yang mati dibunuh oleh para penggembala ternaknya sendiri ketika mereka mabuk oleh anggur yang disuguhkan oleh sang raja. Putri Erigone yang dengan bantuan anjingnya Marea menemukan mayat ayahnya dibuang di kebun kemudian menggantung diri dalam dukanya. Bacchus kemudian menghukum penduduk Attica dengan membuat seluruh gadis-gadisnya mengalami kegilaan sehingga mereka semua menggantung diri sebagaimana yang dilakukan Erigone. Pada saat drama tersebut dipentaskan sekelompok aktor yang tergabung dalam koor para satyr akan mengawali pertunjukan dengan nyanyian mereka sehingga kemudian pertunjukan tersebut dikenal sebagai tragi odi yang berarti 'nyanyian kambing' (para satyr berwujud setengah manusia setengah kambing) dan kemudian menjadi tragedi.
Theatre pertama yang dibangun di Acropolis dipersembahkan bagi Bacchus.
Logged

Farewell..
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-83
Offline Offline

Posts: 13849



« Reply #28 on: December 24, 2008, 02:04:49 PM »

nama2 yg digunakan di versi romawi
bener2 jauh beda
malah ama sekali gw ga tau

yg gw tau cm yg versi yunani
soalnya lbh akrab ama yg versi yunani

tp di versi romawi
zeus = jupiter
ares = mars

iya, tp versi romawi memang lebih populer, tp nanti tak muat jg yg versi yunaninya lagi.
Logged

Farewell..
christof3r
■ v N c ■ Member Heart Break Kid
Ambassador
****************

Respect: +84/-221
Offline Offline

Posts: 18244


The Icon


« Reply #29 on: December 24, 2008, 02:06:18 PM »

kenapa bisa ampe beda jauh gtu ya nama2 dewanya
jadi bikin salah kaprah yg ada @_@
Logged

Lineage ][ Indo :
Sieghardt - FengLei [Eva Templar]


qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-83
Offline Offline

Posts: 13849



« Reply #30 on: December 24, 2008, 02:08:24 PM »

The Parcae (dibaca par-se)

Para Parcae atau Fata yang disebut juga para Moira adalah dewi-dewi takdir yang keras hati, putri Jupiter dari Justitia, dan saudari para Horae, dewi-dewi musim, serta Astrea, dewi kesucian.

Jumlah mereka tiga orang dan nama-nama mereka adalah Clotho, Lachesis dan Atropos. Mereka bertiga diberi wewenang penuh untuk menentukan jalan hidup setiap makhluk yang ada di bumi ini, bahkan para dewa pun tak luput dari kekuasaan mereka. Hidup atau mati, suka atau duka yang dialami tiap makhluk merekalah yang menentukan. Jupiter sendiri pun tak berkuasa mengubah keputusan yang mereka ambil.
Mereka bertiga dilukiskan sebagai tiga gadis bergaun hitam sedang memintal, menjalin, dan memotong benang, yakni benang kehidupan. Clotho yang memintal benang, Lachesis menjalinnya, dan Atropos akan memotong benang tersebut, yang menandakan akhir hidup dari suatu makhluk.

The Muses and Graces

Para Muse yang berjumlah sembilan orang adalah putri-putri Jupiter dari titanid Mnemosyne, dewi memori. Mereka menjadi dewi-dewi seni pelindung musik, puisi, tari, drama, dan astronomi.

Mereka adalah :
- Calliope, dewi puisi epic yang menggenggam pena bulu angsa di tangannya;
- Euterpe, dewi puisi lirik yang meniup seruling kembar;
- Erato, dewi puisi cinta yang memetik lira; Clio, pelindung sejarah yang membawa gulungan manuskrip dan pedang;
- Terpsichore, 'dia yang girang oleh seribu tarian' juga membawa lira;
- Thalia, dewi drama komedi dan pastoral yang membawa topeng tersenyum dan tongkat gembala;
- Melpomene, dewi drama tragedi yang membawa topeng murung dan memakai mahkota dari rangkaian dedaunan laurel;
- Polyhymnia, dewi hymne suci yang berwajah serius;
- Urania pelindung astronomi yang membawa globe langit di tangannya.

Tempat suci bagi mereka adalah lereng Gunung Parnassus, di dekat mata air Castalia, di mana mereka sering bersama Apollo memberi inspirasi bagi para seniman. ‘Cintailah hanya yang baik dan tepiskanlah yang buruk’, demikian nasihat mereka. Juga hutan di lereng Gunung Helicon di mana terdapat mata air Pirene yang airnya sejernih kristal. Di tengah hutan tersebut, ditingkah kicau burung-burung dan bunyi gemercik air, di bawah naungan pepohonan cedar mereka bersama-sama melagukan pujian terhadap Caelus dan Terra yang telah melahirkan alam yang permai dan menurunkan dewa-dewi yang perkasa, serta memuji orang-orang besar yang prestasinya patut dicatat dalam lembaran sejarah manusia dengan tinta emas.

Di samping para Muse, masih ada dewi-dewi yang bertugas mempermanis hidup, yaitu tiga Grace yang menjadi pelindung festival dan pesta. Mereka adalah putri-putri Jupiter dari Eurynome, dewi laut. Nama-nama mereka, yang disebut dengan penuh cinta dan hormat, adalah Aglaia yang anggun, Thalia yang menawan, dan Euphrosyne yang memuja bunga. Mereka menyemarakkan setiap festival dan pesta serta event-event membahagiakan lainnya. Tugas mereka sungguh mulia. Tak heran apabila umat manusia mencintai mereka.
Mereka dilukiskan sebagai tiga gadis cantik memakai gaun yang semarak sedang menari dengan taburan bunga berwarna-warni. Mereka elok bagai musim semi yang berkembang, polos bagai anak-anak, murni bagai bunga lily di kala fajar.
Logged

Farewell..
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-83
Offline Offline

Posts: 13849



« Reply #31 on: December 24, 2008, 02:10:12 PM »

kenapa bisa ampe beda jauh gtu ya nama2 dewanya
jadi bikin salah kaprah yg ada @_@

hahaha emang dr sananya gitu  LoL gpp buat nambah2 pengetahuan  Cheesy
dah sampe sini dulu,mau siap2 sore ke gereja,nanti tak lanjutin sekalian sama gambar2nya  Cheesy
« Last Edit: December 24, 2008, 02:12:36 PM by qiqi » Logged

Farewell..
KecoakSalto91
Corpral
**

Respect: +1/-0
Offline Offline

Posts: 68

I TRY TO FIX IT BUT I CAN'T


« Reply #32 on: December 24, 2008, 06:17:11 PM »

Ia...
Wa main God of War juga ceritanya kan dari Romawi...
Jadi bingung...
Logged
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-83
Offline Offline

Posts: 13849



« Reply #33 on: March 11, 2010, 05:05:55 PM »

diterusin lagi yah,gara2 abis nonton Percy Jackson  LoL

buat yg mau tau silsilah dewa dewi yunani kuno,bisa diliat disini : http://id.wikipedia.org/wiki/Silsilah_Dewa-Dewi_Yunani

1. Dewa Ares
Dengan nafsu untuk menghancurkan secara bengis dan kejam pada legendanya, merupakan cerminan sifat manusia yang paling buruk. Ia menjelajahi bumi menebar kehancuran dan kekejaman hingga nyanyian ratapan korbannya membahana di langit. Dalam perang Troya, dengan kekuatannya ia membantu prajurit Troya, Hector. Tapi Ares bukanlah pahlawan, ia tidak lebih merupakan pengecut yang lari dari medan laga saat terluka. Bahkan tangisnya terdengar di Gunung Olympia.
Kini, berabad-abad setelah kejatuhan Troya, Ares masih menebarkan bayang-bayangnya diseluruh dunia. Nafsunya akan kehancuran dan kepedihan bergema di sepanjang zaman.




2. Dewa Hephaestus
Di atas gunung Olympia, semua dewa lain berparas tampan. Kecuali Hephaestus yang digambarkan buruk rupa. Menurut legenda, karena ada perselisihan, Zeus melemparkan Hephaestus ke bumi dan membuat kakinya menjadi pincang selamanya. Apapun kekurangan yang ada dalam dirinya, ditutupi Hephaestus dengan kekuatan yang luar biasa. Dan meski ia cacat, atau mungkin justru karena itu ia ahli menciptakan objek-objek yang sangat indah. Dari bengkel kerjanya jauh di dalam bumi, penguasa api dan tempaan ini menciptakan istana, makam dan baju dewa-dewi, seperti: halilintar Zeus dan baju baja Athena.
Dalam perang Troya, ia juga menciptakan baju baja baru bagi Achilles. Tapi pengabdian sebenarnya tidak terwujud dalam perang tapi perdamaian, sebab ia juga dewa pelindung bagi seniman dan pengrajin. Hephaetus yang baik hati telah melimpahkan keindahan dan keahliannya pada umat manusia. Watak lemah lembutnya nampak dalam detil desain artistik dan pertasi manusia yang besar terhadap seni.




3. Dewa Dionysus
satu-satunya dewa yang memiliki orang tua manusia adalah Dionysus. Anugerah ajaibnya, air suling buah anggur adalah pembawa kegembiraan maupun penyebab kegilaan. Ciptaannya yang memabukkan itu bisa membuat heboh peminumnya dan juga menyulut kekacauan akibat mabuk.
Pada masa kuno, pemujanya berkumpul di hutan dan menari untuk menghormatinya dan minum hingga mabuk. Prajurit Troya ingin terbebas dari kegelisahan dengan ramuan mujarabnya. Sungguh, itulah kenyataannya sepanjang zaman sampai saat ini.
Tapi Dionysus juga dikenal sebagai dewa teater dan beberapa puisi kuno terbesar dipersembahkan baginya. Dan semua yang terlibat, mulai dari penulis, aktor dan penyanyi, dianggap sebagai pelanyannya.
Jadi lain kali kalau anda minum anggur, bersulanglah untuk Dionysus. Tapi ingatlah garis tipis antara BERKAT dan KEHANCURAN yang terdapat dalam kenikmatan anggur tersebut.




4. Dewi Demeter
Demeter, Dewi Pertanian dan Kesuburan dianggap yang pertama mengajar manusia menggarap tanah dan memanen. Diberkahi kuasa mendatangkan kemakmuran dan kelaparan bagi manusia. Dikisahkan ia mempunyai kemampuan mengontrol musim dan merubah permukaan alam. Kini, lahan pertanian tumbuh subur di atas tanah dimana dipercaya perang Troya terjadi. Mungkin bukti kekuasaan Demeter untuk melahirkan kehidupan baru bahkan dibekas daerah perang legendaris dimana terjadinya pertempuran yang gagah berani.




5. Dewa Poseidon
Dengan air lebih dari 70 persen menutupi permukaan bumi adalah wajar apabila ditunjuk seorang dewa yang bertugas mengatur laut dan semua keajaibannya. Poseidon-lah yang bertugas untuk itu. Seperti laut yang temperamental, ia mengatur daerah kekuasaannya jauh dibawah permukaannya. Selama perang, Poseidon memihak Yunani, kaum pelaut. Tapi saat berlayar pulang, karena sombong atas kemenangan mereka, Poseidon menurunkan badai dan memporak-porandakan armada mereka.
Apakah melalui hembusan angin lembut maupun ombak ganas, Poseidon dengan trisula ditangan masih berbicara pada kita saat ini, sebuah kekuatan yang sama abadinya dengan gelombang pasang.


Logged

Farewell..
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-83
Offline Offline

Posts: 13849



« Reply #34 on: March 11, 2010, 05:11:45 PM »

6. Dewa Zeus
Dari tahtanya di Gunung Olympia, Zeus mengatur dewa dan manusia dan menjaga alam semesta agar tetap tertib dan adil. Dengan senjata petir ditangannya, senjata yang paling ditakuti dibumi dan dikahyangan. Saat Troya genting, dewa-dewa lain memilih pahlawannya diantara prajurit tapi Zeus menolah berpihak. Ia menggunakan timbangan emasnya untuk menyeimbangkan takdir pahlawan-pahlawan Troya.
Dewa segala dewa ini sama sekali bukan teladan kebajikan. Suami yang paling tidak setia, mengejar dewi-dewi, meninggalkan jejak kecurangan, kesedihan dan kekerasan di masa lampau.
Dari perayaan internasional Olimpiade, kuil yang menakjubkan dan monumen untuk menghormatinya, legenda Zeus tetap kuat sebagaimana dewa itu sendiri.




7. Dewi Hera
Sebagai saudari sekaligus istri Zeus, Hera adalah ratu dikahyangan dan menjadi sumber keirian dan kecemburuan bagi dewi lain di Gunung Olympia. Dia cantik dan juga licik. Hera adalah pelindung yang waspada bagi wanita yang sudah menikah karena ia sangat mengerti kepedihan pahit akibat ketidaksetiaan. Dan meskipun ia sangat sopan, ia sering mendendam pada mereka yang menghalangi niatnya. Karena Paris memutuskan dewi Aphrodite lebih cantik darinya, ia menjadi musuh besar bagi Troya yang tanpa ampun menggunakan kekuatannya bagi prajurit Yunani hingga Troya luluh lantak.
Legenda Hera mengungkapkan arti pepatah: "Amarah neraka tak seberapa panas dibandingkan amarah wanita yang terhina".




8. Dewa Hermes
Hermes adalah dewa yang selalu bergerak. Terompah bersayap dengan tongkat perlindungan ditangannya, ia paling dikenal sebagai utusan Zeus dan pelindung para pengelana. Sesuai dengan itu, ia juga dewa pencuri dan perniagaan. Dikisahkan pada masa kecilnya ia mencuri kawanan ternak Apollo kemudian membuat harpa dari rumah kura-kura sebagai permohonan maafnya. Dikisahkan ia menolong Odysseus saat pulang dari Troya, dan sejak itu ia dihargai sebagai penolong para pengelana. Terkenal karena kekuatan fisiknya, ia juga dikenal sebagai pencipta olahraga balap lari karena ia selalu berlari cepat untuk menyampaikan pesan para dewa.
Sebagai pembawa keberuntungan dan kemakmuran, Hermes lebih sering muncul dalam mitos dibandingkan dewa-dewa lain sehingga membuatnya paling disukai selain dewa lain di Gunung Olympia.




9. Dewi Athena
Athena, dewi kerajinan tangan, keterampilan rumah tangga dan perang. Sebagai dewi perang ia membanggakan kepandaian dewatanya dan kekuatannya yang luar biasa. Menurut legenda, ia muncul dalam keadaan dewasa lengkap dengan baju baja, sebagai anak Zeus. Dari semua anaknya, Zeus memilih Athena sebagai pembawa tameng dan halilintar. Musuh yang dhsyat bagi Troya, ia berperang di pihak prajurit Yunani dan dikisahkan ia berduka atas kematian Achilles. Tapi saat Troya jatuh dan Yunani mencemari kuilnya, ia menuntut balas. Dia meminta Poseidon menurunkan badai yang mengacaukan pulangnya kapal-kapal Yunani.
Penuh keberanian di medan perang, ia juga paham nilai utama perdamaian dan dikenal sebagai pelindung dan keterampilan dalam rumah tangga. Tak seperti lainnya yang lebih suka menyebut alam sebagai rumahnya, Athena sangat menyukai kota. Kota favoritnya adalah Athena, seperti namanya, dan dimana kuilnya, Parthenon, masih berdiri sebagai salah satu keajaiban dunia.




10. Dewi Artemis
Artemis, Dewi berburu. Sama liarnya dengan alam itu sendiri. Merupakan dewi suci bagi pemburu dan pelindung kaum muda yang dengan tenang mengatur tempat-tempat bumi yang liar. Saudari kembar Apollo ini terampil dalam memanah melebihi semua dewa di Gunung Olympia. Ia selalu membawa busur perak dan anak panahnya. Ia memihak Troya saat perang berlangsung. Ia turunkan angin utara yang dahsyat yang menghambat mereka untuk berlayar ke Troya. Baru setelah Yunani mengorbankan putri sulung Agamemnon bagi Artemis angin tersebut mereda.
Kini peninggalan Artemis terlihat pada wanita yang menentang tradisi dan menjalani hidup yang lebih individual dan bebas. Secara samar diceritakan, bahwa ia masih berdiam di hutan.


Logged

Farewell..
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-83
Offline Offline

Posts: 13849



« Reply #35 on: March 11, 2010, 05:16:54 PM »

11. Dewa Apollo
Apollo, Dewa nubuatan, musik dan penyembuhan, memberikan kebijaksanaan sebagai perantara antara dewa dan manusia. Dengan kepandaian yang tinggi, bagai anak panah yang lepas dari busurnya, dikisahkan dia adaalah dewa pertama yang mengajar manusia seni pengobatan dan penyembuhan termasuk lewat musik. Ia dianggap membantu manusia mencapai potensi sepenuhnya dengan anugerah pencerahannya. Selama perang Troya, dipercaya bahwa Apollo berpihak dan menolong prajurit Hector di medan laga. Saat genting, ia lepaskan anak panah berapi ke orang-orang Yunani dari kereta perangnya di langit.
Berabad-abad kemudian, ketika manusia menjelajahi angkasa dengan tepat mereka menamakan misi ke bulan: Apollo, nama dewa yang mengilhami manusia untuk mencapai angkasa.




12. Dewi Aphrodite
Aphrodite, dewi asmara dan kecantikan. Aphrodite yang sangat menarik, menggoda dewa dan manusia dengan kecantikannya yang menghipnotis. Ada yang mengatakan ia anak Zeus. Kisah lain, ia bangkit dari gelombang samudera terbentuk secara sempurna dan luar biasa menarik. Kecantikannya begitu mendebarkan dan membuat iri semua dewi lain di Gunung olympia. Dikisahkan Paris menentukan ia sebagai yang tercantik diantara semua dewi dan menghadiahkan padanya apel emas. Sebagai balasannya, Aphrodite memberikan Helen, wanita tercantik dibumi. Tapi tindakannya membangkitkan amarah Menelaus, Raja Sparta. Itulah penyebab terjadinya Perang Troya.
Aphrodite berpihak pada Troya dan setelah kekalahan mereka, dengan kekuatannya ia melindungi Aeneas, prajurit Troya. Dengan tawanya yang memikat dan kecantikan yang tak tertandingi ia bisa merayu dewa atau manusia manapun yang begitu ia dambakan. Dan dalam cinta segitiga, ia nikahi Hephaestus, dewa Gunung Olympia yang paling bersahaja. Sementara ia terus berselingkuh dengan Ares, dewa yang paling brutal.
Aphrodite: sensual, misterius, perayu yang berbahaya ini telah salah satu sifat mendasar dari wanita sepanjang zaman.
Logged

Farewell..
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-83
Offline Offline

Posts: 13849



« Reply #36 on: March 12, 2010, 03:54:06 PM »

Orpheus & Eurydice



Orpheus, raja Thrace, adalah putra Apollo, dewa terang, dengan Calliope, dewi musik dan puisi epik. Di zamannya tak ada orang yang dicintai oleh semua makhluk lebih daripada Orpheus. Sebab selain tampan dan berbudi luhur, Orpheus merupakan pemusik yang handal. Apabila jari-jarinya yang terampil telah diayunkan pada dawai-dawai liranya dan suaranya yang merdu bersenandung, tak satupun yang tidak terpesona dibuatnya. Bahkan hewan-hewan buas akan berbaring berdampingan dengan mangsanya dan pepohonan seolah tercabut dari akarnya untuk mendengarkan permainan lira dan suara Orpheus yang memikat.
Suatu hari, ketika sedang berjalan-jalan dalam hutan, Orpheus berjumpa dengan Eurydice, seorang peri hutan yang jelita. Mereka berdua saling terpesona dan jatuh cinta. Hati Orpheus tertawan oleh sinar mata Eurydice yang lembut dan gerai rambut hitamnya yang lincah berayun, sedangkan Eurydice terpesona oleh sosok Orpheus yang gagah.

Mereka kemudian mengikrarkan diri untuk menjadi pasangan yang abadi. Sungguh pasangan yang serasi. Sebab selain kejelitaan Eurydice sebanding dengan ketampanan Orpheus, hanya Eurydicelah yang mampu menari dengan indahnya diiringi permainan musik Orpheus. Berdua mereka hidup dalam kebahagiaan yang berakar pada cinta sejati yang telah dianugerahkan dan mereka pelihara bersama.

Sayang sekali kebahagiaan mereka tidaklah sekekal cinta mereka. Para Parcae, dewi-dewi takdir, yang keras hati telah memutuskan riwayat Eurydice harus berakhir sampai di sini saja.

Pada suatu hari, sebagaimana layaknya pasangan-pasangan yang saling mencintai lainnya, mereka melewatkan waktu berdua saja, berjalan-jalan menikmati keindahan pemandangan alam di Lembah Tempe. Bunga-bunga liar semarak bermekaran mengundang kupu-kupu beraneka warna untuk singgah mencicipi madu mereka. Dari jauh tampak puncak Olympus yang berselimut salju berdampingan dengan puncak Gunung Osa, sementara di antara keduanya mengalir dengan tenang air Sungai Peneus yang berkilau ditimpa sinar sang surya.
Menyaksikan pemandangan yang indah tak terperi tersebut, Orpheus segera memetik dawai-dawai liranya dan bernyanyi memuji keindahan alam diiringi celoteh riang burung-burung yang berloncatan di antara dahan-dahan pepohonan sycamore yang tumbuh di sana, sementara Eurydice menari dengan gemulainya.
Tiba-tiba dari balik semak-semak muncul seekor ular yang menancapkan taring-taringnya yang berbisa pada pergelangan kaki Eurydice. Eurydice menjerit pelan sebelum kemudian roboh dalam pelukan Orpheus yang segera menyongsongnya menyaksikan kejadian tersebut. Tapi terlambat! Eurydice telah menghembuskan nafasnya yang terakhir, bahkan sebelum Orpheus sempat menanyakan keadaannya. Sementara ular berbisa tersebut telah lenyap entah ke mana seolah tak peduli betapa kebahagiaan sepasang anak manusia telah dihancurkannya

Dunia seakan kiamat bagi Orpheus. Hari-hari dan mimpi malamnya dihantui oleh bayangan Eurydice yang seolah mengajaknya melanjutkan nyanyian dan tarian yang tak sempat terselesaikan di lembah tersebut.
Akhirnya timbul tekad yang sungguh berani dalam diri Orpheus. Dia memutuskan pergi ke Hades, kerajaan orang-orang mati, untuk menjemput kembali jiwa Eurydice.

Orpheus memang bukan pahlawan seperti Hercules yang sanggup menyelesaikan dua belas tugas raksasa. Bukan pula Theseus yang membunuh Minotaur, makhluk setengah manusia setengah banteng yang memangsa rakyatnya. Dia juga bukan Jason yang memimpin para pahlawan mengambil bulu domba emas di Colchis. Namun cintanya yang besar pada Eurydice dan derita berat yang harus ditanggung karena kehilangan dirinya telah memberi Orpheus keberanian dan kekuatan seluruh pahlawan.

Banyak orang berusaha membujuk agar dia mengurungkan niatnya.
"Jangan pergi Orpheus! Ingatlah kekerasan hati Pluto penguasa Hades dan Hakim-hakim di Hades yang keputusannya tak terubahkan!"
"Memang menyakitkan kehilangan orang yang kita kasihi. Tetapi waktu jualah yang akan menyembuhkan luka di hatimu."
Namun Orpheus tetap tak bergeming dari niatnya. Keputusannya sudah bulat. Dia pergi meninggalkan kerajaannya untuk menuju ke Hades.
Baru saja kakinya melangkah masuk ke dalam kegelapan gua di kaki Gunung Avernus yang berhubungan dengan Hades ketika seseorang menepuk pundaknya.
Ternyata orang tersebut adalah Mercury, duta dewata yang bertugas mengantar jiwa-jiwa menuju ke Hades. Seperti yang lain, Mercury juga membujuk Orpheus membatalkan niatnya.



"Kukagumi keberanianmu mencoba melakukan hal yang bahkan membuat pahlawan seperkasa Hercules pun berpikir dua kali sebelum bertindak, Orpheus. Namun tidakkah kau tahu bahwa kau mencoba meraih yang tak teraih, mengharapkan sesuatu yang mustahil? Tidak tahukah kau bahwa Pluto penguasa Hades buta terhadap penderitaan manusia dan tuli terhadap isak tangis mereka? Hanya kekecewaanlah yang akan menantikan di penghujung perjalananmu Orpheus, karena itu urungkanlah niatmu! Mari kuantar kau kembali ke atas sana."
Tetapi keteguhan hati Orpheus tak tergoyahkan.

"Antarkan aku menghadap Pluto Penguasa Hades!" adalah jawaban Orpheus kepada Mercury. Ada sesuatu dalam suaranya yang membuat Mercury berdiam diri sejenak sebelum kemudian maju memimpin langkah-langkah Orpheus menuju Hades.

Akhirnya setelah berjam-jam menembus kesenyapan dan kegelapan di sekeliling mereka, tibalah mereka di tepian Sungai Styx, sungai suci yang harus diseberangi para jiwa agar sampai di Hades. Terdengar bunyi gemercik air yang jatuh di atas bebatuan.

Dari jauh tampak sosok kurus Charon, dewa yang bertugas menyeberangkan jiwa-jiwa, menepikan perahunya. Mulanya dia menolak menyeberangkan Orpheus karena Orpheus adalah makhluk hidup yang tidak boleh masuk ke dalam kegelapan Hades.

"Tidak tahukah bahwa aku hanya membawa jiwa-jiwa saja menyeberangi sungai ini dengan perahuku? Kau makhluk fana yang berdaging dan berdarah pulanglah! Tunggulah giliranmu mati untuk kuseberangkan ke sana!"
Orpheus hanya terdiam, kemudian disapukannya jari-jarinya pada dawai-dawai liranya.

Ting-a ling-a-ling! Suara yang demikian jernih bergema di kesunyian Hades.
Mata Charon terbelalak takjub mendengarkan nada-nada mempesona yang belum pernah didengarnya sebelumnya.
"Suara apa ini?" tanyanya.

Orpheus melangkahkan kakinya dengan mantap menaiki perahu sambil terus memainkan liranya diikuti oleh Mercury.

Charon terus mendengarkan nada-nada indah yang mempesonakan dirinya, sehingga kemudian tanpa disadarinya direngkuhnya dayung. Dan perahu tersebut meluncur di atas permukaan sungai suci yang tenang tersebut sampai ke seberang, di depan gerbang Hades.

Hal yang sama terjadi pada Cerberus. *Censored penjaga gerbang Hades, yang termashyur karena kegarangannya terhadap makhluk yang mencoba memasuki atau jiwa-jiwa yang berusaha keluar dari Hades, tersebut demikian terbuai oleh musik Orpheus sehingga mengizinkannya lewat

Di Hades Orpheus menjumpai pemandangan yang suram tak menyenangkan. Tampak olehnya jiwa-jiwa berbaris menunggu keputusan dijatuhkan oleh Justitia, dewi keadilan, dan Hakim-hakim Hades bagi mereka apakah mereka harus melanjutkan hidup di Tartarus (neraka) atau di Padang Elysium (surga) sesuai dengan perbuatan mereka semasa hidup.

Duduk di atas tahta Hades yang bertatahkan batu-batu mulia Pluto, penguasa Hades yang keras hati, dewa yang ditakuti setiap makhluk hidup. Di sampingnya duduk Proserpine, ratu Hades sendiri. Di sekeliling mereka berdirilah tiga Fury atau Eumenides: Tisiphone, Megaera, dan Alecto, yaitu dewi-dewi pembalasan yang bertugas menghukum jiwa-jiwa yang semasa hidupnya berbuat jahat.
Wajah Pluto yang sudah menakutkan tersebut tampak lebih seram ketika dilihatnya Mercury datang beserta Orpheus.

"Mercury, siapakah makhluk kurang ajar ini yang merasa dunia berada dalam genggaman tangannya sehingga tanpa menyayangkan hidupnya sendiri berani datang kemari, ke kerajaan orang-orang matiku?" geram Pluto kepada Mercury.

Segera Orpheus menjelaskan siapa dirinya dan maksud kedatangannya.
"Penguasa Hades yang agung, aku Orpheus, putra Apollo dari Calliope, datang kemari untuk menjemput jiwa istriku."
"Istrimu?"
"Peri hutan Eurydice. Kami hidup berbahagia di atas sana sampai pada hari saat takdir kejam merenggutnya dari sisiku. Kini aku memohon kemurahan hatimu agar bersedia mengembalikan jiwa Eurydice pada kehidupan. Sebab kurasakan terlalu singkat kebahagiaan yang telah kami nikmati, terlampau pendek hari-hari yang telah kami jalani bersama."
"Lancang! Kesombongan macam apa yang kau pertontonkan di hadapanku ini? Tak tahukah kau bahkan Jupiter Penguasa Semesta, sendiri enggan untuk meminta padaku mengembalikan jiwa orang yang telah mati kembali pada kehidupan? Dan kau! Atas nama siapa yang telah membuatmu berani mengajukan permohonan yang mustahil ini?"
"Atas nama Cinta yang telah melahirkan kehidupan, yang kuasanya mencakupi seluruh makhluk dan mengatasi kita semua, bahkan para dewa-dewi. Atas namanyalah aku datang kemari dan berdiri memohon di hadapanmu."
"Cinta!" ujar Plutodingin, "untuk apa kaubawa-bawa Cinta dalam hal ini? Apa urusannya Cinta dengan orang-orang mati? Terangkan padaku, Orpheus, apa arti Cinta!"
"Penguasa Hades yang agung, sungguh aku tak pernah berkehendak mengguruimu tentang makna Cinta, tetapi dengarlah apa arti cintaku pada Eurydice! Panjang jarak yang harus kutempuh kemari, bukannya sedikit bahaya yang menghadang di perjalananku, Sungai Styx telah kuseberangi, dan Cerberus kuhadapi. Segala derita kutanggung dan susah payah kuabaikan hanya dengan harapan agar Eurydice boleh kembali ke sisiku. Dialah belahan jiwaku dan pangkal kebahagiaan hidupku. Jika ini tak layak disebut Cinta, maka aku tak tahu lagi apa yang dimaksud dengan Cinta."
Logged

Farewell..
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-83
Offline Offline

Posts: 13849



« Reply #37 on: March 12, 2010, 03:55:20 PM »

Orpheus menyampaikan semua hal tersebut dalam nyanyian diiringi petikan dawai-dawai liranya. Dalam sekejap semua makhluk di Hades terdiam. Tak ada satupun yang bersuara. Semuanya seakan terbius oleh permainan lira Orpheus dan suaranya yang mengalun merdu.

Pluto sendiri, yang telinganya terbiasa oleh ratapan jiwa-jiwa yang menangisi orang-orang yang mereka tinggalkan, tersentuh hatinya oleh nyanyian Orpheus. Terlebih-lebih bagi Proserpine yang juga merupakan dewi musim semi. Nyanyian tersebut menembus jiwanya. Teringat olehnya hari-hari bahagianya di atas sana sebelum diperistri Pluto. Teringat olehnya akan hangatnya sinar matahari, akan kicau burung yang merdu, gemercik air sungai yang sebening kristal dalam perjalanannya menuju ke hilir, dan akan pasangan-pasangan kekasih yang berlarian di padang bunga yang bermandikan cahaya matahari yang keemasan, sehingga tanpa disadari air matanya telah berderai membasahi pipinya
"Orpheus, oh, Orpheus! Kasih!" tiba-tiba terdengar satu suara menyeruak keheningan di antara yang hadir

Nyanyian Orpheus terhenti. Dari barisan para jiwa muncullah Eurydice yang segera berlari mendapatkan kekasihnya. Orpheus berusaha merengkuh bayangan Eurydice dalam pelukannya. Namun karena sebagai jiwa Eurydice tak dapat disentuh makhluk hidup, akhirnya mereka hanya dapat saling memandang ke dalam mata mereka yang penuh kerinduan akan satu sama lain.
Semua yang hadir terkejut campur cemas menyaksikan hukum yang telah digariskan dewata dilanggar. Yang mati bersatu dengan yang hidup. Tak ada yang dapat membayangkan kemurkaan Pluto penguasa Hades dan hukuman yang akan dijatuhkannya. Mercury buru-buru, memisahkan Eurydice dari Orpheus.
Pluto penguasa Hades terdiam menyaksikan adegan tersebut. Namun hanya sekejap. Ketika dilihatnya air mata mengalir di wajah Proserpine hatinya yang keras pun melunak. Dia bangkit dari tahtanya dan dengan suara berat bersumpah akan mengabulkan apapun permohonan Orpheus.
"Demi air Sungai Styx yang mengalir di kerajaan ini, katakan kepadaku apa yang kau kehendaki, dan aku akan memberikannya kepadamu!"
Orpheus memohon agar jiwa Eurydice boleh kembali bersamanya ke dunia untuk melanjutkan hari-hari bahagia mereka.
"Penguasa Hades yang agung, semoga kau mengizinkan Eurydice kembali bersamaku ke atas sana melanjutkan hari-hari penuh cinta kami. Tak kuasa aku membayangkan dia harus berada di tempat ini tanpa diriku atau aku di atas sana tanpa dirinya. Biarkan dia kembali agar aku boleh menghayati lagi kebahagiaan yang ditimbulkan oleh cintanya dan dia oleh cintaku. Bila hal ini tidaklah mungkin, semoga engkau berbelas kasih mengizinkan aku tinggal di sini di sisinya."
"Biarlah terjadi seperti kehendakmu Orpheus. Tetapi sebagaimana aku menepati sumpahku, kau juga harus berjanji padaku untuk memenuhi syarat yang kuberikan," kata Pluto.
"Katakan saja, Penguasa Hades yang agung! Bersama Eurydice di sampingku, tak ada syarat yang terlalu berat untuk kujalani ."

Kemudian Pluto bersabda, "Biarlah jiwa Eurydice berjalan mengikutimu kembali ke dunia atas sana. Namun pantang bagimu menengok ke belakang, ke arahnya, selama kau berada dalam kegelapan Hades. Jika syarat ini kau langgar, maka Eurydice akan kembali berada di sini, di antara jiwa-jiwa yang lain, saat itu juga."

Orpheus menyanggupi syarat yang tampaknya ringan tersebut. Kemudian pasangan kekasih tersebut meninggalkan Hades.
Gerbang Hades yang dijaga Cerberus telah mereka lewati, demikian pula Sungai Styx telah mereka seberangi. Sejauh itu Orpheus sanggup menahan diri untuk tidak menengok ke belakang.
Namun semakin jauh mereka meninggalkan kegelapan di belakang, semakin gelisahlah hati Orpheus diusik keragu-raguan. Apakah jiwa Eurydice mengikutinya? Apakah raungan Cerberus tidak membuat gentar jiwa Eurydice melangkah keluar dari gerbang Hades? Apakah Charon tidak menolak menyeberangkan jiwa Eurydice? Oh dewa! Kalau saja dia boleh yakin bahwa Eurydice ada bersamanya.
Pertanyaan-pertanyaan tersebut mengusik batin Orpheus. Semakin jauh langkahnya menuju terang, semakin gelaplah pikirannya.
Akhirnya, tak tahan oleh keragu-raguan yang mengusik hatinya, Orpheus melanggar syarat yang diberikan oleh penguasa Hades. Dia menoleh ke belakang untuk melihat jiwa Eurydice.

"...pantang bagimu menengok ke belakang, ke arahnya, selama kau berada dalam kegelapan Hades...."

Maka...
"Orpheus, ah, Orpheus! Ketidaksabaranmukah? Keragu-raguanmukah? Atau takdir kejamkah yang mengkhianati cinta kita dan membuatmu melanggar syarat yang telah diberikan padamu atas kesempatan bagi kita untuk bersatu kembali? Kuulurkan tanganku padamu namun kutahu aku tak mungkin lagi menjadi milikmu di dunia atas sana?" desah jiwa Eurydice memilukan.
Dan Orpheus melihat bayangan Eurydice memudar dalam kegelapan Hades. Sia-sia lengannya terulur mencoba menggapai jiwa Eurydice. Bayangan Eurydice telah sirna.

Dia berlari kembali mencoba mengejarnya. Sampai di tepian Sungai Styx dia memohon dengan ratapan pada Charon agar bersedia menyeberangkannya. Namun kesempatan kedua tak pernah ada bagi Orpheus. Charon menulikan telinganya terhadap permohonan Orpheus.
Akhirnya karena lelah meratap dan memohon Orpheus kembali ke tempatnya kehilangan Eurydice untuk kedua kalinya. Sungguh kehilangan yang sekali ini lebih berat dirasanya daripada kehilangan yang pertama. Dan sungguh ironis! Ditemukannya liranya menggeletak hanya dua langkah dari tempat yang disinari matahari

Orpheus kembali ke dunianya. Hari-harinya dijalaninya dengan murung dan penuh duka. Tak ada lagi yang mampu mengembalikan gairah hidupnya. Bahkan bayangan Eurydice pun tak mampu membuatnya bersemangat kembali, karena dia tahu betapa sia-sia mengharapkan kemurahan dewata agar Eurydice kembali ke sisinya.

Dia memutuskan untuk tidak kembali ke Thrace melainkan mengembara membawa luka di hatinya. Seolah ingin disuarakannya kepedihan hatinya dan ketidakadilan dewata terhadapnya ke seluruh pelosok dunia. Dan dawai-dawai liranya pun tak pernah lagi mengalunkan lagu suka.
Suatu ketika tibalah Orpheus di suatu desa yang sedang merayakan festival untuk menghormati Bacchus, dewa anggur dan keriangan. Para wanita yang hadir dalam festival tersebut membujuk Orpheus agar memainkan liranya untuk mengiringi hymne suci bagi Bacchus. Dalam dukanya Orpheus menolak. Rupanya penolakan tersebut menimbulkan amarah bagi wanita-wanita pemuja Bacchus. Dalam keadaan mabuk oleh anggur yang mereka minum dalam festival, mereka menyerang Orpheus dengan golok dan sabit dan mencabik-cabiknya beramai-ramai. Terlalu berat dibebani duka di hatinya Orpheus tidak berusaha melawan.
Ketika sadar para wanita tersebut terkejut dengan apa yang telah mereka perbuat. Namun terlambat! Orpheus telah mereka bunuh Kepalanya hanyut dibawa arus Sungai Hebrus sementara bibirnya masih terus menggumamkan sebuah nama. Nama yang hidup abadi dalam hatinya, Eurydice. Para peri yang menemukan kepala Orpheus kemudian menguburkannya di Libethra di lereng Olympus Di sana burung-burung penyanyi berkicau lebih merdu daripada burung-burung di tempat lain sejak saat itu.

Jiwa Orpheus yang meninggalkan tubuhnya meluncur ke kegelapan Hades. Di sana jiwanya bertemu dan bersatu dengan jiwa Eurydice. Meskipun kegembiraan dan keceriaan tak dikenal di Hades yang suram, namun jiwa Orpheus berbahagia dengan jiwa Eurydice, sebab cinta mereka telah mengalahkan maut itu sendiri
Dan lira Orpheus? Lira tersebut terbawa ombak sampai ke Pulau Lesbos dan terdampar di pantainya. Berhari-hari bahkan berbulan-bulan alat musik itu tergeletak di sana. Ketika debur ombak terus menyentuh dawai-dawainya dengan berirama, terciptalah melodi-melodi indah yang mengalun sampai ke telinga Apollo yang lalu memungut lira putranya tersebut dan meletakkannya di angkasa, di antara bintang-bintang, menjadi rasi bintang Lira.
Logged

Farewell..
buahpait
Cara OK bolos kantor
2nd Lieutenant
*****

Respect: +12/-12
Offline Offline

Posts: 607


Kurang Dewa apa Coba ??


« Reply #38 on: March 21, 2011, 12:31:11 AM »

wah keren nih kk.. ntar share cerita lagi ya..

saya masih menunggu  ;)6
Logged



BY ONE SINI !!

•ArchConqueror•
you will be my mine, always !!
1st Lieutenant
******

Respect: +100/-57
Offline Offline

Posts: 972


ternyata idup tuh ga gampang !!!


« Reply #39 on: May 02, 2011, 09:27:57 AM »

eehmmmm mau nanya . .

klo ni cuma cerita , tapi kok ada fotonya dari semua dewa n dewi segala??
mereka terinspirasi dari mana tuh  Bingung  Bingung
Logged



Pages: 1 [2]   Go Up
Print
Jump to:  



Â