Ligagame Megaxus olimpiade 2013

Main Menu
Ninjakita
Wavegame
Razer Indonesia
Creative soundblaster - Sarandra
Quiz Nvidia
Bloody Gaming Mouse
Ligaponsel
May 22, 2013, 11:11:53 AM
Sorry Guest, you are banned from posting or sending personal messages on this forum.
Pages: 1 2 3 4 [5]   Go Down
Print
Author Topic: Konsultasi Umum Masalah2 Psikologis  (Read 12670 times)
0 Members and 1 Guest are viewing this topic.
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-83
Offline Offline

Posts: 13849



« Reply #100 on: February 21, 2010, 09:23:32 AM »

apa pikiran2 negatif itu hanya terbatas pd orang lain, atau juga pd diri sendiri?
Logged

Farewell..
|**Ashburton**|
Are You •Moderatør•??
Colonel
**********

Respect: +220/-132
Offline Offline

Posts: 5166


| SNSD | SooYoung


« Reply #101 on: February 21, 2010, 10:58:29 AM »

apa pikiran2 negatif itu hanya terbatas pd orang lain, atau juga pd diri sendiri?
terbatas pada orang lain dok..jadi dia selalu curiga atau posesif gt lah...dulunya sih enggak cuma emang pernah ada masalah dia pernah dibohongin cw na tp dah lama amat dan abis gara2 itu dia berubah jd posesif banget
Logged






TRY HARD FOR NEXT AWARD
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-83
Offline Offline

Posts: 13849



« Reply #102 on: February 21, 2010, 11:35:47 AM »

apa pikiran2 negatif itu hanya terbatas pd orang lain, atau juga pd diri sendiri?
terbatas pada orang lain dok..jadi dia selalu curiga atau posesif gt lah...dulunya sih enggak cuma emang pernah ada masalah dia pernah dibohongin cw na tp dah lama amat dan abis gara2 itu dia berubah jd posesif banget

Berarti dia pernah mengalami trauma sebelumnya.

Jika berbicara tentang tindak kekerasan dan trauma, ada suatu istilah yang dikenal sebagai Post Traumatic Stress Disorder atau PTSD (gangguan stres pasca trauma). Yaitu gangguan stres yang timbul berkaitan dengan peristiwa traumatis luar biasa. Misalnya, melihat orang dibunuh, disiksa secara sadis, korban kecelakaan, bencana alam, dan lain-lain.

PTSD merupakan gangguan kejiwaan yang sangat berat, karena biasanya penderita mengalami gangguan jiwa yang mengganggu kehidupannya. Secara umum gejala PTSD dibagi menjadi tiga macam, yaitu:

Pertama, Reexperiencing. Perderita seperti mengalami kembali kejadian traumatis yang pernah dialami. Biasanya kondisi ini akan muncul ketika penderita sedang melamun atau melihat suasana yang mirip dengan pengalaman traumatisnya. Penderita dapat berperilaku mengejutkan, tiba-tiba berteriak, menangis, atau berlari ketakutan.

Fenomena lain juga dapat muncul seperti takut untuk tidur, karena begitu ia tidur peristiwa traumatis muncul kembali. Misalnya, peristiwa diperkosa atau pembunuhan yang berlangsung didepan mata.

Kedua, Hyperarousal. Suatu keadaan waspada berlebihan, seperti mudah kaget, tegang, curiga menghadapi gejala sesuatu, benda yang jatuh dia anggap seperti jatuhnya sebuah bom, dan tidur sering terbangun-bangun.

Ketiga, Avoidance. Seseorang akan selalu menghindari situasi yang mengingatkan ia pada kejadian traumatis. Seandainya kejadiannya saat suasana ramai, dia akan menghindari mall atau pasar. Begitu juga sebaliknya jika ia mengalami pada waktu sendiri, maka ia akan menghidari tempat-tempat sepi.

Jika PSTD tidak ditangani dengan benar, maka mempengaruhi kepribadian seseorang (perubahan kepribadian). Seperti paranoid (mudah curiga) misalnya. Kesulitan hal ini adalah jarang sekali penderita dengan kesadaranya datang ke para ahli. Apalagi stigma yang beredar dimasyarakat bahwa psikiater identik dengan orang sakit jiwa atau gila.

Lalu bagaimana cara mengatasi dan menghilangkan masalah trauma? Berbagai model psikoterapi telah dikembangakan untuk mengatasi PTSD, seperti, terapi perilaku, desensitisasi, hipnoterapi, semuanya cukup efektif asal penderita juga mendapatkan dukungan dari masyarakat lingkunganya dan juga orang terdekatnya.

Perlu untuk dibedakan, apakah seseorang sudah mengarah pada PTSD atau masih PTS (post traumatic sympton). Kalaupun masih PTS tidak akan sampai menimbulkan gangguan berat, masih dapat ditangani oleh psikolog yang terlatih. Yang perlu dilakukan adalah jangan sampai PTS menjadi PTSD.

Untuk kasus teman anda, kalau sikapnya sudah sangat berlebihan dan menganggu org lain, baik dlm sikap posesifnya,curiganya,dsb, sebaiknya sih menurutku dia diajak untuk berkonsultasi dengan psikolog.
Logged

Farewell..
deepeyes
Guest
« Reply #103 on: February 21, 2010, 12:59:01 PM »

Hmmmmm ... kalo introvert ... ga suka keramai'an ... suka tempat sepi ... suka ruangan gelap ... ga suka bergaul ... sulit percaya dengan orang lain ... itu normal ga yah ?
Logged
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-83
Offline Offline

Posts: 13849



« Reply #104 on: February 21, 2010, 03:24:09 PM »

Hmmmmm ... kalo introvert ... ga suka keramai'an ... suka tempat sepi ... suka ruangan gelap ... ga suka bergaul ... sulit percaya dengan orang lain ... itu normal ga yah ?

tergantung.....apa dia dulunya tidak spt itu dan jd spt itu krn mengalami trauma atau masalah2 psikis sebelumnya, atau memang dari dulu dia sudah mempunyai kepribadian spt itu.
Kl memang hasil dr trauma/masalah psikis yah itu bisa dibilang ga normal, tp kl memang sudah memiliki kepribadian spt itu,yah bisa dibilang itu normal.
Kepribadian sendiri bisa dibagi beberapa tipe:

Mengenal Tipe Kepribadian

Galen, seorang ahli fisiolog Romawi yang hidup di abad ke-2 Masehi , yang pertama kali memperkenalkan teori empat kepribadian. Ia menyatakan bahwa kepribadian manusia bisa dibagi menjadi empat kelompok besar: sanguin (populer), koleris (kuat), melankolis (sempurna), dan phlegmatis (damai). Meski teori ini tergolong sangat kuno, para psikolog masa sekarang mengakui, teori kepribadian ini banyak benarnya.

Teori empat kepribadian tersebut yaitu:

Tipe pertama adalah sanguin
Tipe yang mempunyai energi yang besar, suka bersenang-senang, dan supel. Mereka suka mencari perhatian, sorotan, kasih sayang, dukungan, dan penerimaan orang-orang di sekelilingnya. Orang bertipe sanguin suka memulai percakapan dan menjadi sahabat bagi semua orang. Orang tipe ini biasanya optimis dan selalu menyenangkan. Namun, ia tidak teratur, emosional, dan sangat sensitif terhadap apa yang dikatakan orang terhadap dirinya. Dalam pergaulan, orang sanguin sering dikenal sebagai “si tukang bicara”.

Tipe kedua adalah koleris
Tipe yang suka berorientasi pada sasaran. Aktivitasnya dicurahkan untuk berprestasi, memimpin, dan mengorganisasikan. Orang bertipe koleris menuntut loyalitas dan penghargaan dari sesama, berusaha mengendalikan dan mengharapkan pengakuan atas prestasinya, serta suka ditantang dan mau menerima tugas-tugas sulit. Tapi mereka juga suka merasa benar sendiri, suka kecanduan jika melakukan sesuatu, keras kepala, dan tidak peka terhadap perasaan orang lain. Orang koleris seperti ini sering diidentifikasi sebagai “si pelaksana”.

Tipe ketiga adalah melankolis
Tipe yang cenderung diam dan pemikir. Ia berusaha mengejar kesempurnaan dari apa yang menurutnya penting. Orang dalam tipe ini butuh ruang dan ketenangan supaya mereka bisa berpikir dan melakukan sesuatu. Orang bertipe melankolis berorientasi pada tugas, sangat berhati-hati, perfeksionis, dan suka keteraturan. Karenanya, orang melanklolis sering kecewa dan depresi jika apa yang diharapkannya tidak sempurna. Orang melankolis sering diidentifikasi sebagai “si perfeksionis” atau “si pemikir”.

Tipe keempat adalah phlegmatis
Tipe yang seimbang, stabil, merasa diri sudah cukup, dan tidak merasa perlu merubah dunia. Ia juga tak suka mempersoalkan hal-hal sepele, tidak suka risiko atau tantangan, dan butuh waktu untuk menghadapi perubahan. Orang bertipe ini kurang disiplin dan motivasi sehingga suka menunda-nunda sesuatu. Kadang, ia dipandang orang lain sebagai lamban. Bukannya karena ia kurang cerdas, tapi justru karena ia lebih cerdas dari yang lain. Orang phlegmatis tak suka keramaian ataupun banyak bicara. Namun, ia banyak akal dan bisa mengucapkan kata yang tepat di saat yang tepat, sehingga cocok menjadi negosiator. Orang phlegmatis kadang diidentifikasi sebagai “si pengamat” atau “si manis”.

Setiap orang mempunyai kombinasi dari dua kepribadian. Umumnya salah satunya lebih dominan, kadang juga keduanya seimbang. Sanguin dan koleris bisa berkombinasi secara alami karena keduanya ekstrovert, optimis dan terus terang. Kombinasi ini menghasilkan individu yang sangat energik. Mereka punya daya tarik serta banyak bicara sambil menyelesaikan pekerjaan mereka, entah melakukannya sendiri atau menyuruh orang lain untuk mengerjakannya.

Phlegmatis dan melankolis bisa berkombinasi karena keduanya introvert, pesimis, dan lembut. Mereka melakukan segala sesuatu dengan sempurna dan tepat waktu, tidak mau mengambil sikap konfrontatif. Namun anak tipe ini akan mudah terkuras energinya jika berurusan dengan orang lain.

Kombinasi koleris-melankolis dan sanguin-phlegmatis menggabungkan optimis dan pesimis, yang suka hura-hura dengan yang tidak suka hura-hura, dan yang supel dengan yang suka menarik diri. Akibatnya anak cenderung tidak seimbang dan berubah-ubah kepribadiannya tergantung keadaan.
Kombinasi koleris-melankolis menghasilkan individu yang sangat berorientasi pada tugas. Kombinasi ini akan menjadi peraih prestasi tertinggi, melakukan segala sesuatu dengan cepat dan sesempurna mungkin. Namun mereka bisa menjadi nge-boss dan manipulatif sekaligus mudah stres jika orang lain tak bisa melakukan segalanya dengan benar dan tepat waktu.

Kepribadian sanguin dan phlegmatis juga bisa berkombinasi, menghasilkan orang yang berorientasi pada hubungan. Kombinasi ini menjadikannya teman bagi semua orang. Ia dikagumi karena sifat humornya, selalu rileks, dan menerima orang lain apa adanya. Namun ia cenderung tidak disiplin, tidak suka melakukan apapun, mudah lupa tanggung jawabnya, dan selalu dapat merayu orang lain untuk mengerjakannya bagi mereka.
Logged

Farewell..
deepeyes
Guest
« Reply #105 on: February 21, 2010, 10:04:52 PM »

Itu sifat gue ... bokap gue sampai mo manggil psikiater ...


Tipe kedua adalah koleris
Tipe yang suka berorientasi pada sasaran. Aktivitasnya dicurahkan untuk berprestasi, memimpin, dan mengorganisasikan. Orang bertipe koleris menuntut loyalitas dan penghargaan dari sesama, berusaha mengendalikan dan mengharapkan pengakuan atas prestasinya, serta suka ditantang dan mau menerima tugas-tugas sulit. Tapi mereka juga suka merasa benar sendiri, suka kecanduan jika melakukan sesuatu, keras kepala, dan tidak peka terhadap perasaan orang lain. Orang koleris seperti ini sering diidentifikasi sebagai “si pelaksana”.

Kombinasi koleris-melankolis menghasilkan individu yang sangat berorientasi pada tugas. Kombinasi ini akan menjadi peraih prestasi tertinggi, melakukan segala sesuatu dengan cepat dan sesempurna mungkin. Namun mereka bisa menjadi nge-boss dan manipulatif sekaligus mudah stres jika orang lain tak bisa melakukan segalanya dengan benar dan tepat waktu.

Seperti nya penjelasan ini sesuai ma gue ... temen gue ada yang psikiater ... dia bilang gue KOLERIS ... yang ada di pikiran gue ngerja'in tugas ... tugas ... tugas ... tugas ... sesempurna mungkin ...
Logged
brondong
The Cigarette
Senator
****************

Respect: +308/-178
Offline Offline

Posts: 22730


« Reply #106 on: February 22, 2010, 03:57:15 PM »

sepertinya lu butuh sedikit hiburan, sekali2 den..  Cheesy Smile
Logged
deepeyes
Guest
« Reply #107 on: February 22, 2010, 06:30:41 PM »

Nge'junk di forum Admin trus bikin Guyon di situ cukup menghibur ... Too Funny
Logged
marumecloud
so happy
Moderator Group
Major
******

Respect: +112/-23
Offline Offline

Posts: 2653


\ ^_^ /


« Reply #108 on: February 25, 2010, 01:35:43 PM »

hayayh...
udah lama gk ngunjungin trid ini,


Hmmmmm ... kalo introvert ... ga suka keramai'an ... suka tempat sepi ... suka ruangan gelap ... ga suka bergaul ... sulit percaya dengan orang lain ... itu normal ga yah ?

dua point terakhir gw rasa gk seharus nya deh,
bukan nya gk normal yah, cuma kyk gitu harus dirubah,

gw sendiri g suka keramaian, agak2 introvert, lbh suka menyendiri, suka nya ruangan yg gk terlalu terang dan gk brisik, agak2 skeptis juga, tapi g sampe gk suka bergaul. tapi sukur2 gw masih punya temen2 baik yg bisa dibilang udah akrab,

gw sii liat nya cuma dari kaca mata orang awam aja ya, kl emang agak mengganggu, kenapa gk disingkirin aja sifat2 itu
Logged



For Bellato Comet....

post ke 1500
http://www.ligagame.com/forum/index.php/topic,106440.0.html
(13 September 2010)
aiRa-fluff
Moderator
Captain
******

Respect: +108/-14
Offline Offline

Posts: 1559



« Reply #109 on: August 06, 2010, 04:22:06 PM »

Kepribadian Seseorang Terlihat Saat Menilai Orang


North Carolina, Orang yang memberikan penilaian positif pada orang lain menunjukkan dirinya punya kepribadian yang positif. Sebaliknya orang yang sering menilai negatif pertanda tidak mau dikalahkan dan anti sosial.

Kecenderungan seseorang untuk menggambarkan orang lain dalam ucapan positif merupakan indikator penting dari kepribadian positif orang itu sendiri.

Peneliti menemukan hubungan yang sangat kuat antara menilai secara positif dengan perilaku bersemangat, bahagia, baik hati, ramah, stabil secara emosi.

"Persepsi Anda mengenai orang lain sangat mengungkapkan kepribadian Anda," kata Profesor Dustin Wood, seorang psikolog di Wake Forest University, North Carolina, yang juga merupakan pemimpin dalam penelitian tersebut seperti dikutip dari Telegraph, Rabu, (4/8/2010).

Peneliti menemukan bahwa cara seseorang menilai orang lain sama saja dengan menceritakan kesehatan mental diri mereka sendiri, seperti halnya menggambarkan orang yang mereka bicarakan.

Penelitian tersebut juga menemukan bahwa seberapa positif Anda melihat orang lain menunjukkan seberapa puas Anda dengan kehidupan Anda, dan seberapa banyak Anda disukai oleh orang lain.

Berlawanan dengan hal itu, perspektif negatif mengenai orang lain dihubungkan dengan tingginya tingat narsisisme dan perilaku anti-sosial.

"Kepribadian negatif dihubungkan dengan cara melihat orang lain secara negatif. Kecenderungan dalam melihat orang lain secara negatif mengindikasikan kemungkinan besar depresi dan berbagai gangguan kepribadian," kata Profesor Wood.

Profesor Wood menjelaskan, persepsi negatif mengenai orang lain mungkin menandakan beberapa gangguan kepribadian. Penelitian tersebut dimuat dalam the Journal of Personality and Social Psychology.

Persepsi yang diutarakan seseorang mengenai orang lain tidak selalu berarti mengungkapkan karakteristiknya sendiri, jika persepsi (baik persepsi positif maupun negatif) yang disampaikan tersebut disetujui atau dibenarkan oleh orang lain.

Namun, memang tidak menutup kemungkinan bahwa orang tersebut turut memiliki salah satu atau beberapa hal dari yang dibicarakannya.
Logged

i've recognized it from the beginning. if i don't struggle nor fight for my existence, then no one will remember me as one of them nor a human. what "true friends" mean anyway? i hv thought i always alone. and maybe it happened now n then
aiRa-fluff
Moderator
Captain
******

Respect: +108/-14
Offline Offline

Posts: 1559



« Reply #110 on: August 06, 2010, 04:24:42 PM »

Orang Ambisius Paling Sering Kena Penyakit Jantung


Jakarta, Punya sifat ambisius memang menguntungkan dalam segi karier dan ekonomi. Tapi tidak dari segi kesehatan, karena orang dengan sifat ini lebih rentan terkena penyakit jantung dan pembuluh darah alias stroke.

Berdasarkan penelitian Friedman dan Rosenman, ada dua tipe sifat yang dimiliki manusia, yaitu tipe A dan tipe B.

Tipe A merupakan orang-orang yang memiliki sifat ambisius, kompetitif, tidak sabaran, agresif, terburu-buru dan mudah marah. Sedangkan orang tipe B memiliki sifat mudah bergaul dan lebih santai.

"Orang yang punya sifat tipe A, salah satunya orang yang ambisius dan kompetitif, umumnya tidak pernah mau kalah sehingga mereka akan lebih mudah frustasi dan cenderung mudah mengalami stres," ujar dr Santoso Karo Karo, MD, MPH, SpJp, Ketua Yayasan PERKI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia), dalam acara konferensi pers Jakarta Red Run 10 K, di Kantor Yayasan Jantung Indonesia, Jakarta, Rabu (4/8/2010).

Nah, stres merupakan salah satu faktor memicu penyakit jantung. Pola hidup dan kerja yang penuh stres karena manajemen waktu yang buruk, juga bukan tidak mungkin meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah yang sering dirasakan sebagai nyeri dada atau angina pektoris.

Pada saat orang mengalami stres, hipotalamus dalam otak akan memicu hormon stres, baik yang adrenalin maupun non-adrenalin, yang kemudian akan memicu peningkatan denyut jantung, peningkatan tekanan darah yang mengakibatkan cedera pada dinding arteri dan pembentukan bekuan dalam pembuluh darah, serta aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah arteri).

"Orang bahkan bisa tiba-tiba meninggal karena penyakit jantung, karena pecahnya pembuluh darah yang dipicu oleh stres. Ini disebut dengan penyakit jantung akut,"
tutur dokter yang juga anggota Kolegium Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah Indonesia.

dr Santoso juga menjelaskan pada beberapa penelitian terakhir, ditemukan adanya hubungan antara stres dan perubahan dalam kadar kolesterol total, yang secara nyata menunjukkan peningkatan pesat dalam kadar lemak darah yang mengganggu mekanisme kliring lemak tubuh.

"Meski stres bukan merupakan faktor utama penyabab penyakit jantung, tapi stres paling banyak dialami orang, terutama orang dengan sifat tipe A," tambah dr Santoso yang telah pensiun sebagai spesialis jantung di RS Harapan Kita.

Untuk mengatasi hal itu, orang yang memiliki sifat tipe A seharusnya mampu menjaga pola makan dan gaya hidup yang sehat. Karena kemungkinan mengalami stres akan semakin meningkat bila orang tersebut memiliki faktor risiko utama penyakit jantung, yaitu perokok, kolesterol dan diabetes.

"Kami melihat bahwa rutinitas sehari-hari atau kesibukan kantor bisa mengaburkan kesadaran ini. Sehingga satu-satunya cara adalah kemampuan mengelola waktu dengan baik sehingga dapat menyelesaikan pekerjaan tanpa menimbulkan stres berlebih, disamping tentu hidup sehat," tutur dr Dewi Andang Joesoef, Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia.

Tak lupa dr Santoso memberikan beberapa tips untuk menghindari stres, yaitu sebagai berikut:

   1. Selalu berdoa, berserah kepada Tuhan
   2. Jangan ngoyo
   3. Mau memaafkan
   4. Jangan terburu-buru
   5. Harus punya hobi
Logged

i've recognized it from the beginning. if i don't struggle nor fight for my existence, then no one will remember me as one of them nor a human. what "true friends" mean anyway? i hv thought i always alone. and maybe it happened now n then
Pages: 1 2 3 4 [5]   Go Up
Print
Jump to:  



Â