Ligagame Megaxus olimpiade 2013

Main Menu
Ninjakita
Wavegame
Razer Indonesia
Creative soundblaster - Sarandra
Nvidia GTX 780
Ligaponsel
May 26, 2013, 03:44:33 AM
Pages: [1] 2 3 4 5 ... 55   Go Down
Print
Author Topic: [Internasional]Ekonomi,Bisnis & Investasi  (Read 33334 times)
0 Members and 1 Guest are viewing this topic.
| Maverick |
Recruit


Respect: +0/-0
Offline Offline

Posts: 8



« on: September 22, 2008, 09:16:54 AM »

Thread ini di buat untuk menampung berita-berita international yg berhubungan dengan Ekonomi,Bisnis dan Investasi.

[ No Junk and No Flame ]
« Last Edit: September 22, 2008, 01:33:49 PM by | Carlitos | » Logged

| Maverick |
Recruit


Respect: +0/-0
Offline Offline

Posts: 8



« Reply #1 on: September 22, 2008, 09:19:06 AM »

Senin, 22 September 2008
Wall Street Diproyeksi Masuk Jalur Hijau



NEW YORK - Wall Street akan bergerak ke arah sentimen positif terhadap perdagangan di lantai bursa lokal Senin ini (22/9/2008), seperti yang terjadi akhir pekan lalu.

Seperti yang dikutip dari AP, Wall Street mengalami rebound sangat tajam pada penutupan perdagangan Jumat (19/9/2008) setelah sejumlah besar investor kembali membanjiri lantai bursa setelah mendengar adanya program penyelamatan ekonomi dari pemerintah AS.

Kondisi itu membuat indeks Dow Jones rebound 370 poin, setidaknya� dalam dua hari perdagangan ini indeks industri raksasa itu sudah menguat sekitar 780 poin.

Program penyelamatan yang akan menangani aset-aset bermasalah milik lembaga keuangan itu sedikit banyak telah menciptakan ketenangan di kalangan investor.

Belum lagi kebijakan baru badan pengawas setempat SEC yang melarang investor melakukan short selling, atau bertaruh bahwa saham tertentu akan jatuh, membuat pelaku pasar makin yakin untuk masuk kembali ke lantai bursa.

Sejumlah analis mengatakan, kebijakan pemerintah itu adalah langkah pertama yang cukup ampuh untuk mengembalikan kepercayaan di pasar.

Pemerintah juga melakukan langkah kebijakan untuk mengembalikan stabilitas di sistem keuangan. Federal Reserve mengatakan bank sentral itu akan meningkatkan program pinjaman darurat dan mengizinkan bank-bank komersial membeli surat utang yang didukung aset dari pasar uang.

The Fed setidaknya menyuntikkan dana lagi USD20 miliar dalam bentuk dana cadangan temporer ke siste keuangan AS, selain juga akan membeli obligasi utang jangka pendek yang diterbitkan oleh Fannie Mae, Freddie Mac dan Federal Home Loan Banks.

Seperti dilansir Reuters, bank dari Inggris Barclays Plc juga Lembaga perdagangan terbesar di Jepang Nomura Holdings, berminat untuk membeli Lehman di Eropa. Sebelumnya, Barclays sudah membeli unit Lehman di Amerika Utara dan bisnis pasar modalnya sekira USD1,7 miliar.

Selain itu, sentimen positif berikutnya adalah pergerakan harga minyak mentah dunia yang pada Jumat (19/9/2008) menyentuh level psikologis USD100 per barel setelah sejumlah pasar di AS diramaikan oleh kembalinya investor menyusul rencana pemerintah tentang program penyelamatan ekonomi.

Tak hanya di lantai bursa saham yang sibuk menyambut kedatangan kembali investor, pasar komoditas, termasuk minyak, juga kebanjiran investor yang kembali ingin mencari untung.

Hasilnya, harga minyak mentah jenis light sweet untuk pengiriman Oktober menguat USD6,67 menjadi USD104,55 per barel di New York Mercantile Exchange, setelah sebelumnya sempat berada di level USD105,25. Itu merupakan kali pertama minyak ditutup di atas USD100 dalam sepekan ini.


Code:
http://economy.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/09/22/213/148049/wall-street-diproyeksi-masuk-jalur-hijau
Logged

| Maverick |
Recruit


Respect: +0/-0
Offline Offline

Posts: 8



« Reply #2 on: September 22, 2008, 12:56:16 PM »

Senin, 22/09/2008

Morgan Stanley dan Goldman Bukan Lagi Bank Investasi


Washington DC - Bank sentral AS, The Federal Reserve memberikan izin bagi dua bank investasi besar yang masih tersisa di Wall Street yakni Goldman Sachs dan Morgan Stanley untuk menjadi holding bank. Dengan perubahan ini, kedua bank ini bisa memperoleh akses kredit yang lebih luas dan membantu mereka selamat dari krisis keuangan.

Seperti dikutip AFP, Senin (22/9/2008) keputusan itu telah disetujui The Fed pada Minggu malam waktu Washington. Dalam pernyataannya, The Fed mengatakan dewan gubernur The Fed telah menyepakati proposal Goldman Sachs dan Morgan Stanley untuk menjadi perusahaan holding bank.

Dengan menjadi holding bank, perusahaan itu melepaskan status sebagai bank investasi di Wall Street dan menjadi perusahaan yang lebih gampang diaudit oleh pengawas perbankan. Selama ini bank investasi ini hanya diawasi oleh Bapepam AS yakni Securities and Exchange Commission (SEC).

Kini dengan bank holding, maka perusahaan itu mirip dengan bank komersial lainnya, dengan lebih banyak keterbukaan, cadangan modal lebih tinggi, pengambilan risiko yang lebih kecil, dan diperbolehkan membeli bank komersial. Sebagai balasannya kedua bank itu memperoleh akses lebih gampang terhadap kredit bank sentral .

Goldman Sachs dalam pernyataannya mengatakan perusahaan itu akan menjadi perusahaan bank holding terbesar keempat di AS yang diregulasi oleh Federal Reserve.

"Kami melihat kebijakan yang diambil dewan bank sentral sebagai langkah yang tepat dan merupakan langkah yang terbaik untuk melindungi dan menumbuhkan bisnis kami," ujar pernyataan Goldman.

Goldman Sachs lewat institusinya yakni Goldman Sachs Bank USA and Goldman Sachs Bank Europe PLC kini memiliki dana simpanan sekitar US$ 20 miliar dolar. Sedangkan Morgan Stanley memiliki dana deposit sekitar US$ 36 miliar.

"Kami yakin dengan masuknya Goldman Sachs dalam pengawasan Federal Reserve, merupakan langkah untuk membuat institusi yang aman dengan neraca keuangan yang bersih dan beragamnya sumber dana," ujar CEO Goldman Sachs Lloyd C. Blankfein seperti dikutip New York Times.

Sementara itu Morgan Stanley mempunyai cara untuk meningkatkan modalnya antara lain dengan bekerja sama dengan perusahaan investasi milik pemerintah China. Selain itu Morgan Stanley juga tengah membahas merger dengan Wachovia, bank komersial terbesar di Charlotte.

Dengan adanya transisi menjadi perusahaan bank holding, kedua pembicaraan itu akan sedikit berbeda karena Morgan Stanley sekarang bisa membeli bank komersial.


Code:
http://www.detikfinance.com/read/2008/09/22/124037/1010232/5/morgan-stanley-dan-goldman-bukan-lagi-bank-investasi
Logged

tszuname.-
Soccer Enthusiast
Global Moderator
Senator
******

Respect: +2964/-381
Offline Offline

Posts: 26977



« Reply #3 on: September 23, 2008, 10:10:34 AM »

Harga Minyak Dunia Kembali Meroket


Akhirnya, setelah sempat anjlok di bawah level USD100 per barel, harga minyak kembali naik ke level USD120,92. Harga minyak sempat lesu karena pengaruh ekonomi global.

Seperti dikutip dari AP, Selasa (23/9/2008), pada perdagangan Senin (22/9/2008) di bursa New York, harga minyak sempat melambung lebih dari USD25 per barel. Itu lonjakan harga terbesar dalam sehari perdagangan.

Melompatnya harga minyak dipicu oleh keragu-raguan di kalangan pelaku pasar terhadap program penyelamatan perbankan oleh pemerintah AS yang nilainya mencapai hingga USD700 miliar. Selain itu, juga dipicu melemahnya dolar AS dan kontrak minyak mentah yang sudah habis masa berlakunya.

Harga minyak mentah jenis light sweet untuk pengiriman Oktober melejit USD25,45 menjadi USD130 per barel di New York Mercantile Exchange sebelum akhirnya ditutup di level USD120,92, atau naik sebesar USD16,37.

Kontrak pembelian minyak habis masa berlakunya Senin kemarin, dan kondisi itu membuat gonjang-ganjing di pasar sehingga membuat para investor ramai-ramai melakukan posisi beli.

Harga minyak kembali meroket tajam pada akhir perdagangan. Namun, situasi demikian wajar ketika masa kontrak pembelian minyak mentah mendekati kedaluwarsa.

Sementara, harga kontrak November ditetapkan di level USD109,37, atau naik USD6,62, kenaikan yang masih cukup tinggi.

Phil Flynn, analis dan pelaku pasar di Alaron Trading Corp. di Chicago, mengatakan, lonjakan harga di akhir sesi perdagangan di akhir masa kontrak itu sebagai imbas dari besarnya investasi yang ditanamkan untuk melakukan pembelian jangka pendek. Atau melakukan spekulasi dengan kemungkinan harga akan jatuh.

Sedangkan di pasar komoditas lainnya, harga emas naik lebih dari USD44,30 menjadi USD909 per ons, dan harga komoditas lainnya juga menguat, di tengah kecemasan pasar mengenai arah ekonomi dan kecemasan bakal munculnya kejatuhan ekonomi di masa mendatang.

Di London, harga minyak mentah jenis Brent untuk pengiriman November naik USD6,43 menjadi USD106,04 per barel.

Code:
http://economy.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/09/23/213/148418/harga-minyak-dunia-kembali-meroket
Logged



| Carlitos |
■ v N c ■ Prime º C o E ™ º Carlitos
Colonel
**********

Respect: +80/-18
Offline Offline

Posts: 4528


■ v N c ■ makes your days!


« Reply #4 on: September 24, 2008, 09:27:31 AM »

Rabu, 24/09/2008

Warren Buffet Suntik Goldman Sachs US$ 5 Miliar


Washington - Warren Buffet membuat surprise dengan mengumumkan rencananya membeli saham Goldman Sachs senilai US$ 5 Miliar. Pemilik Berkshire Hathaway itu juga berjanji akan menaikkan kepemilikannya di Goldman dalam 5 tahun ke depan.

Buffet yang pernah bertahta sebagai orang terkaya di dunia ini, akan memiliki opsi untuk membeli saham biasa Goldman senilai US$ 5 miliar pada harga 115 dolar kapanpun, dalam jangka waktu 5 tahun ke depan.

Goldman Sachs juga mengumumkan rencananya untuk meningkatkan paling tidak 2,5 miliar dolar saham biasa melalui public offering. Goldman mengaku mencapai kesepakatan dengan Berkshire Hathaway melalui private offering.

"Kami sangat senang dengan adanya hubungan yang berlangsung lama, Warren Buffet, seorang investor sukses dan sangat diidamkan, telah memutuskan untuk memberikan investasi yang signifikan di Goldman Sachs," ujar Lloyd Blankfein, pimpinan Goldman dalam pernyataannya seperti dikutip dari AFP, Rabu (24/9/2008).

"Investasi ini selanjutnya akan membantu kami untuk memperkuat permodalan dan posisi likuiditas," tambahnya.

Pada perdagangan elektronik setelah pasar tutup, saham Goldman langsung naik 8,12% menjadi 135,20 dolar.

"Goldman adalah institusi yang luar biasa. Goldman memiliki franchise global yang tak tertandingi, tim manajemen yang terbukti dan handal serta modal finansial dan intelektual yang akan meneruskan jejak rekam dari kinerjanya," jelas Buffet.

Goldman, bersama dengan Morgan Stanley merupakan dua bank investasi terakhir yang masih bertahan setelah Lehman Brothers bangkrut dan Merrill Lynch diambil alih Bank of America.

Namun kemarin Federal Reserve menyetujui Goldman Sachs dan Morgan Stanley untuk tak lagi menjadi bank investasi.

Pengumuman dari Buffet ini diharapkan bisa memulihkan kondisi pasar, setelah rencana penyelamatan krisis finansial belum mendapatkan persetujuan dari anggota kongres.

Menteri Keuangan AS Henry Paulson dan Gubernur Federal Reserve Ben Bernanke sebelumnya sudah mendesak agar kongres segera memberikan persetujuan atas rencana penyelamatan tersebut, demi memberikan ketenangan di pasar.

Paulson dalam laporannya di depan kongres mengakui bahwa rencana bailout senilai US$ 700 miliar sangat 'menyedihkan' dan 'memalukan', namun diperlukan untuk menghindari terjadinya resesi sekaligus memulihkan kepercayaan pasar.


Code:
http://www.detikfinance.com/read/2008/09/24/081003/1011420/5/warren-buffet-suntik-goldman-sachs-us$-5-miliar
Logged



| AngelTouch |
° C o E ™ ° Founder and ■ v N c ■ Breaker
Moderator
Ambassador
******

Respect: +538/-132
Offline Offline

Posts: 18736


no price vs £ 32jt ,n who's the winner ? that #7


WWW
« Reply #5 on: September 24, 2008, 05:07:37 PM »

Minyak Naik Lagi, Dekati 110 Dollar AS

Rabu, 24 September 2008 | 15:28 WIB

SINGAPURA, RABU — Harga minyak di pasar Asia, Rabu (24/9), kembali menguat di atas 108 dollar AS per barrel, di tengah-tengah penantian persetujuan Kongres AS terhadap paket 700 miliar dollar AS yang diajukan Presiden George Bush untuk membeli aset-aset busuk dan menstabilkan sistem finansial AS.

Harga minyak mentah jenis light sweet untuk pengiriman November naik 1,91 dollar AS ke posisi 108,52 dollar AS per barrel.

Para investor minyak mengkaji kemungkinan paket tersebut berdampak terhadap perekonomian global dan permintaan minyak. "Kondisi pasar seperti duduk di atas pedang sampai kita tahu risiko paket tersebut," kata Mark Pervan, Senior Commodity Strategist ANZ Bank di Melbourne.

Kekhawatiran akan pelambatan pertumbuhan ekonomi dunia menyebabkan harga minyak jatuh dari rekor tertinggi dalam sejarah pada 147 dollar AS, Juli 2008 lalu. "Masih ada isu lemahnya permintaan di pasar. Dalam waktu dekat dan menengah ini, sepertinya harga akan cenderung turun dibanding naik," tambahnya.

Code:
http://kompas.com/index.php/read/xml/2008/09/24/15283944/minyak.naik.lagi.dekati.110.dollar.as
Logged





| Carlitos |
■ v N c ■ Prime º C o E ™ º Carlitos
Colonel
**********

Respect: +80/-18
Offline Offline

Posts: 4528


■ v N c ■ makes your days!


« Reply #6 on: September 25, 2008, 07:45:57 AM »

Kamis, 25/09/2008
Rencana Bailout Masih 'Panas', Wall Street Kian Gamang


Rencana penyelamatan krisis finansial AS senilai US$ 700 miliar belum mendapat persetujuan dari kongres AS. Investor pun semakin dilanda kegamangan, dengan saham-saham bergerak melemah.

Pada perdagangan Rabu (24/9/2008), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup turun 29 poin (0,27%) ke level 10.825,17. Nasdaq naik tipis 2,35 poin (0,11%) ke level 2.155,68 dan Standard & Poor's 500 turun 2,35 poin (0,20%) ke level 1.185,87.

Indeks Dow Jones terus bergerak maju mundur dalam kisaran yang sempit. Investor sepertinya sangat ragu-ragu untuk memilih langkah.

"Dengan pasar yang bergerak antara teritori positif dan negatif, hasilnya adalah melemah di sesi akhir. Faktanya, aksi beli pada menit-menit akhir membantu mengurangi penurunan yang tajam hari ini," kata Mark Fightmaster, analis dari Schaeffer's Investment Research.

Investor masih fokus pada respons hari kedua dari anggota kongres yang mendapatkan penjelasan dari pemerintah AS tentang rencana penyelamatan massal krisis keuangan AS itu. Keterangan diberikan oleh Menteri Keuangan Henry Paulson dan Gubernur Federal Reserve Ben Bernanke.

Kedua pejabat penting yang kini sedang duduk di 'kursi panas' itu berusaha meyakinkan anggota kongres bahwa persetujuan atas rencana bailout besar-besaran itu sangat diperlukan untuk menyelamatkan AS dari jurang depresi.

"Sejauh ini pasar sudah seharusnya tidak terkesan dengan dengar pendapat itu.  Ini tidak seperti memberlakukan Menkeu dan Gubernur Fed sedang menjual rencana ataupun para pemimpin kongres sedang bernegosiasi untuk menggolkan rencana itu," kata Patrick O'Hare, analis dari briefing.com.

"Pengertian yang bisa dilakukan sekarang dengan respek pada rencana itu adalah adanya ketidakpastian, dan ketidakpastian itulah yang ada di balik keinginan untuk terus menjual," tambahnya, seperti dikutip dari AFP, Kamis (25/9/2008).

Investor juga kembali mendapatkan kabar buruk dari sektor real estate AS, yang kembali terpuruk di level terendahnya dalam satu dekade. Sektor inilah yang menjadi jantung dari krisis finansial AS saat ini.

National Association of Realtors melaporkan, penjuala rumah yang sudah dibangun turun 2,2% selama Agustus, setelah dua bulan sebelumnya mengalami kenaikan.

Sementara rencana Warren Buffet membeli saham Goldman Sachs senilai US$ 5 miliar, sedikit membawa kelegaan di pasar. Saham Goldman akhirnya bisa naik 6,36% menjadi 133 dolar.


Code:
http://www.detikfinance.com/read/2008/09/25/070648/1012076/6/rencana-bailout-masih-panas-wall-street-kian-gamang
Logged



| Carlitos |
■ v N c ■ Prime º C o E ™ º Carlitos
Colonel
**********

Respect: +80/-18
Offline Offline

Posts: 4528


■ v N c ■ makes your days!


« Reply #7 on: September 25, 2008, 07:46:46 AM »

25/09/08

Harga Minyak Turun



New York, (ANTARA News) - Harga minyak mentah turun pada Rabu waktu setempat, setelah pemerintah AS melaporkan sebuah penurunan tajam dalam konsumsi.

Hal itu memicu kekhawatiran tentang permintaan konsumen energi terbesar dunia tersebut.

Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman November, turun 88 sen per barrel menjadi ditutup pada 105,73 dolar AS.

Di London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman November merosot 63 sen menjadi mantap pada 102,45 dolar AS.

Kontrak berjangka New York memulai awal sesi pada teritorial positif, namun menurun setelah departemen energi AS (DoE) menerbitkan laporan mingguan cadangan dan konsumsi energi.

Laporan DoE mengindikasikan sebuah akselerasi penurunan dalam permintaan AS dibandingkan dengan pekan-pekan sebelumnya.

Sesuai perkiraan, dilaporkan cadangan minyak AS turun tajam setelah Badai Gustav dan Ike menerja Teluk Meksiko baru-baru ini, pusat utama industri minyak AS. Stok minyak mentah AS turun 1,5 juta barrel dalam pekan yang berakhir 19 September.

Cadangan bensin AS turun untuk kali kesembilan bulan berturut-turut, sebesar 5,9 juta barrel, sementara minyak sulingan (destilasi) -- bahan bakar disel dan minyak pemanas -- merosot 4,2 juta barrel.

Bart Melek dari BMO Capital Markets mengatakan: "Itu sebuah cerita permintaan yanga esensial."

Meski jumlah cadangan "secara jujur menunjukkan gejala meningkat," ia mengatakan, "pasar mengkhawatirkan tentang permintaan untuk jangka panjang."

Angka-angka DoE memperlihatkan penurunan lain dalan konsumsi minyak mentah di Amerika Serikat. Ekonomi terbesar dunia itu sedang berjuang keras menghadapi krisis kredit dan real estat serta meningkatnya angka pengangguran.

Dalam empat pekan terakhir, rata-rata konsumsi Amerika mencapai 19,5 juta barrel per hari, turun 5,3 persen dari periode sama tahun lalu, DoE melaporkan.

Konsumsi bensin turun 3,5 persen dibanding setahun lalu karena para pengemudi mengurangi konsumsinya akibat tingginya harga bensin di SPBU.

Para anggota kongres AS berjuang Rabu, untuk mendapatkan sebuah kompromi dalam paket penyelamatan Wall Street yang diusulkan pemerintah. Usulan sebesar 700 miliar dolar AS untuk bailout sektor finansial memasuki hari kedua perdebatan di Capitol Hill di tengah keberatan dari beberapa anggota kongres dalam ukuran dan cakupan paket tersebut.

David Johnson, seorang analis minyak dari Macquarie Securities, mengatakan harga minyak akan terus rapuh dan memberikan ketidakpastian ekonomi.

"Meski seluruh paket penyelamatan itu telah kami lihat, prang masih belum yakin hal itu akan membawa kami keluar dari keterpurukan," kata Johnson dari Hong Kong.

Para pedagang mencemaskan tekanan terhadap aktivitas ekonomi akan berlanjut hingga tahun depan dan mendorong melemahnya permintaan untuk minyak dan selanjutnya menurunkan harga, kata Johnson.

Harga minyak telah turun tajam dari rekor tertingginya di atas 147 dolar AS pada awal Juli, di tengah kekhawatiran pelambatan ekonomi global


Code:
http://antara.co.id/arc/2008/9/25/harga-minyak-turun/
Logged



| Carlitos |
■ v N c ■ Prime º C o E ™ º Carlitos
Colonel
**********

Respect: +80/-18
Offline Offline

Posts: 4528


■ v N c ■ makes your days!


« Reply #8 on: September 25, 2008, 08:20:25 AM »

Kamis, 25/09/2008

Dampak Krisis Finansial AS Bisa Semakin Serius


Washington - Dampak krisis finansial yang kini sedang melanda Amerika Serikat (AS) bisa semakin serius. China, yang kini merupakan negara dengan cadangan terbesar di dunia sekaligus pemegang surat utang terbesar kedua AS, menyatakan kesiapannya untuk mengatasi krisis.

Perdana Menteri China Wen Jiabao mengingatkan, krisis di AS bisa memberi dampak yang lebih serius kepada masyarakat internasional. Ia juga mengingatkan perlunya kerjasama untuk mengatasi krisis tersebut.

"Gejolak finansial yang masih berlanjut, sesungguhnya telah memberi dampak pada banyak negara dan dampaknya kemungkinan menjadi lebih serius," kata Wen seperti dikutip dari AFP, Kamis (25/9/2008).

"Untuk mengatasi masalah ini, kita semua harus membuat semua usaha secara bersama," kata Wen dalam pidatonya di depan PBB.

Presiden AS, George Walker Bush yang juga menghadiri telah menelepon Presiden China Hu Jintao untuk menjelaskan tentang masalah krisis finansial termasuk rencana penyelamatan bernilai US$ 700 miliar.

Menurut laporan media China, Presiden Hu mengatakan kepada Bush bahwa China menyambut baik rencana Washington untuk menstabilkan pasar finansial AS dan berharap bisa sukses.

PM Wen menambahkan, China juga siap untuk membantu masyarakat internasional yang kemungkinan terkena dampak dari krisis di AS. Ia menekankan, saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk 'permusuhan' dan 'penuh prasangka'.

"China sebagai negara berkembang besar yang bertanggung jawab, siap untuk bekerja dengan komunitas internasional lain untuk memperkuat kerjasama, membagi kesempatan, memenuhi tantangan dan berkontribusi secara harmonis untuk mencapai pertumbuhan dunia yang berkesinambungan," katanya lagi.

China kini tercatat sebagai negara paling besar dan paling cepat pertumbuhan ekonominya. China memiliki cadangan devisa hingga US$ 1,8 triliun dan sebagian besar diinvestasikan dalam surat berharga AS.

Congressional Research Service dalam laporannya di bulan Januari mengungkapkan, China kemungkinan memegang sekitar surat berharga AS senilai US$ 700 miliar per Juni 2006. China menjadi pemegang surat berharga terbesar AS setelah Jepang.


Code:
http://www.detikfinance.com/read/2008/09/25/073254/1012080/5/dampak-krisis-finansial-as-bisa-semakin-serius
Logged



| Carlitos |
■ v N c ■ Prime º C o E ™ º Carlitos
Colonel
**********

Respect: +80/-18
Offline Offline

Posts: 4528


■ v N c ■ makes your days!


« Reply #9 on: September 25, 2008, 09:58:30 AM »

Kamis, 25/09/2008

Malaysia Kembali Turunkan Harga BBM


Kuala Lumpur - Menyambut Idul Fitri, pemerintah Malaysia kembali menurunkan harga BBM. Penurunan ini kembali dilakukan menyusul turunnya harga minyak dunia belakangan ini.

Perdana Menteri (PM) Malaysia Abdullah Ahmad Badawi mengumumkan penurunan sebesar 3,9 persen harga BBM. Harga bensin akan turun 10 sen menjadi 2,45 ringgit. Begitu pula dengan harga diesel akan dipangkas 10 sen menjadi 2,40 ringgit.

Kebijakan ini berlaku mulai Kamis, 25 September ini. Demikian seperti diberitakan harian Malaysia, The Star, Kamis (25/9/2008).

Ini merupakan kedua kalinya pemerintah Malaysia menurunkan harga BBM sejak menaikkan harga sebesar 41 persen pada Juni lalu. Kenaikan tersebut dikarenakan melonjaknya harga minyak mentah dunia saat itu. Namun pada bulan Agustus lalu, pemerintah Malaysia menurunkan harga BBM sebesar 5,6 persen seiring turunnya harga minyak dunia.

Kenaikan BBM pada Juni lalu telah menimbulkan aksi protes warga. Bahkan seruan agar PM Badawi mundur gencar dilakukan. PM Badawi kemudian menyatakan akan meninjau harga BBM secara berkala berdasarkan harga minyak dunia.

"Dalam sebulan terakhir harga minyak global berfluktuasi namun secara rata-rata harganya lebih rendah dari rata-rata harga sebelumnya (pada Agustus)," kata Badawi dalam statemennya.

"Pemerintah sadar bahwa banyak yang akan pulang ke kota asal mereka untuk musim liburan akhir pekan ini. Kami harap pengurangan harga ini akan meringankan beban rakyat, khususnya saat merayakan Idul Fitri," kata Badawi.


Code:
http://www.detiknews.com/read/2008/09/25/095049/1012179/10/malaysia-kembali-turunkan-harga-bbm
Logged



| Carlitos |
■ v N c ■ Prime º C o E ™ º Carlitos
Colonel
**********

Respect: +80/-18
Offline Offline

Posts: 4528


■ v N c ■ makes your days!


« Reply #10 on: September 25, 2008, 04:10:21 PM »

Kamis, 25/09/2008
Krisis Finansial AS Ingatkan Memori Buruk 'Great Depression'


Krisis finansial yang menyapu Wall Street atau bahkan keseluruhan perekonomian AS membangkitkan memori buruk tentang peristiwa Great Depression di tahun 1929. Ketika itu, masyarakat AS hidup dalam kesulitan keuangan bahkan sampai harus kelaparan.

Misalnya Helen Haas, yang harus kehilangan uang yang ditabungnya ketika krisis melanda di tahun 1929. Haas ketika itu bersama dengan ibunya ingin menarik US$ 50 di sebuah bank di Chicago, namun ia hanya berhasil mendapatkan US$ 2.

Sementara Emerson Colaw harus kehilangan ladang pertaniannya ketika bank-bank ditutup. Ayah Colaw akhirnya tak punya uang untuk menanam lagi kebunnya.

Dan seiring meledaknya jumlah PHK, jumlah warga AS yang kelaparan pun semakin banyak. Carl Oles bahkan mengingat dirinya harus antre untuk mendapatkan sebuah roti basi di Baltimore.

"Kami tidak bisa mendapatkan roti yang baru dan tidak ada toko kue di sepanjang jalan. Cara terbaik yang bisa kita lakukan adalah mendapatkan roti yang sudah berumur seminggu, membawanya ke rumah dan menghangatkannya," kenang Oles seperti dikutip dari Reuters, Kamis (25/9/2008).

Great Depression tersebut sekaligus mengubah gaya hidup masyarakat 'generasi tua' di AS. Mereka umumnya lebih berhati-hati dalam menggunakan uangnya.

Haas dan suaminya selalu menabung setiap dolar yang mereka bisa. Mereka juga mengatur uang untuk bisa membayar cicilan rumah dan membeli barang lain, termasuk menabung.

"Tidak pernah ada lagi barang seperti kartu kredit kemudian. Suami saya tidak akan membeli sesuatu kecuali membayarnya dengan tunai," ujarnya.

Colaw, yang kini sudah pensiun menyatakan, ia tidak memiliki kartu kredit hingga tahun 1948. Dan setelah itu, ia selalu mengatur untuk mendapatkan keuangan yang berimbang.

"Karena saya enggan untuk berutang. Saya tidak pernah membawa kartu kredit saya, dan selalu membayarnya dengan penuh," katanya.

Great Depression atau Depresi Besar merupakan sebuah peristiwa kehancuran bursa yang paling besar dalam sejarah AS. Kehancuran bursa itulah yang selanjutnya ikut meruntuhkan perekonomian AS.

Pada saat terjadinya kehancuran tersebut, kota New York sedang bertumbuh menjadi ibukota finansial yang utama dan metropolis. New York Stock Exchange (NYSE) ketika itu merupakan bursa efek yang terbesar di dunia. Dan pasar yang sedang sedemikian bullish runtuh seketika pada 24 Oktober 1929 yang dikenal dengan Black Thursday.

Harga-harga saham di NYSE berjatuhan semuanya pada hari itu dan berlangsung terus selama sebulan mencapai nilai terendah yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Terjadi kepanikan dimana semua orang menjual saham yang dimilikinya.

Setelah keruntuhan tersebut, Dow Jones Industrial Average (DJIA) pulih lebih awal pada tahun 1930, lalu jatuh kembali mencapai titik terendah pada tahun 1932. Hingga akhir tahun 1954, pasar bursa tidak pernah kembali seperti pada saat sebelum tahun 1929.

Dan pekan lalu, sebuah kejatuhan bursa saham yang paling buruk kembali menerpa Wall Street pada pekan lalu. Indeks Dow Jones pada 15 September terpuruk 4,42% ke bawah level 11.000, atau merupakan kejatuhan terbesar sejak serangan teroris September 2001.

Kejatuhan saham-saham di Wall Street beriringan dengan ambruknya raksasa-raksasa lembaga investasi yang selama ini menjadi maskot Wall Street. Lehman Brothers bangkrut, diikuti dengan Merrill Lynch yang harus diakuisisi Bank of America, sementara American International Group (AIG) harus dinasionalisasi melalui suntikan dana hingga US$ 85 miliar. Terakhir, sang legenda Warren Buffet akhirnya menyuntikkan US$ 5 miliar ke Goldman Sachs untuk membantu meningkatkan modalnya.

Maury Klein, profesor dari University of Rhode Island dan penulis "Rainbow's End: The Crahs of 1929" mengungkapkan, banyak hal yang terjadi saat ini menyerupai dengan peristiwa yang terjadi 79 tahun silam itu.

"Hal yang sama dalam setiap kasus adalah Anda memiliki situasi dimana Anda mulai bermain-main bahkan dengan bagian yang lebih besar pada masalah yang Anda tidak mengerti," katanya.

Pemerintah AS akhirnya mengajukan rencana penyelamatan dari krisis finansial yang nilainya mencapai US$ 700 miliar atau sekitar Rp 6.500 triliun. Jika rencana ini disetujui oleh kongres, maka total biaya yang harus digelontorkan oleh pemerintah AS untuk penanganan krisis ini mencapai US$ 1,8 triliun.

Presiden George Walker Bush telah mendesak kongres untuk menyetujui rencana penyelamatan krisis tersebut, untuk menghindari kejatuhan ekonomi AS. Namun para anggota kongres masih tarik ulur, dengan tetap menekankan agar rencana tersebut tidak sampai merugikan para pembayar pajak di AS.

Hingga kini, belum jelas kapan masalah krisis finansial yang telah menimbulkan keguncangan di seluruh dunia ini akan berakhir. Namun setidaknya, masyarakat AS seperti Colaw ataupun Haas berharap tak mau peristiwa Great Depression itu terulang lagi sekarang
ini.


Code:
http://www.detikfinance.com/read/2008/09/25/143837/1012467/5/krisis-finansial-as-ingatkan-memori-buruk-great-depression
Logged



| Carlitos |
■ v N c ■ Prime º C o E ™ º Carlitos
Colonel
**********

Respect: +80/-18
Offline Offline

Posts: 4528


■ v N c ■ makes your days!


« Reply #11 on: September 25, 2008, 04:53:58 PM »

Kamis, 25/09/2008
AS akan Kehilangan Status Superpower di Sektor Finansial


Berlin - Amerika Serikat akan segera kehilangan status sebagai superpower dalam sistem finansial dunia. AS juga harus segera kerjasama dengan negara-negara lain untuk menyepakati sebuah aturan internasional yang lebih kuat dalam mengatur pasar.

Demikian disampaikan Menteri Keuangan Jerman, Peer Steinbrueck dalam pidatonya di majelis rendah parlemen, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (25/9/2008).

"Dunia tidak akan pernah sama lagi dibandingkan masa sebelum krisis. AS akan kehilangan status superpower-nya di sistem finansial dunia. Sistem finansial dunia akan menjadi lebih multi-polar," ujarnya.

Steinbrueck menambahkan, krisis finansial saat ini akan menimbulkan tanda yang jelas dan harus ada 8 langkah untuk mengatasinya. Termasuk di dalamnya adalah melarang short-selling yang sifatnya spekulatif serta meningkatkan Giro Wajib Minimum bank untuk mengatasi risiko kredit.

Ia juga menuding krisis finansial yang terjadi saat ini dipicu oleh laba yang melonjak hingga dua kali lipat, serta bonus besar-besaran untuk para bankir dan eksekutif perusahaan-perusahaan.

Pemerintah AS kini sedang meminta persetujuan dari Kongres untuk rencana penyelamatan krisis senilai US$ 700 miliar. Steinbrueck mengatakan, Jerman tidak perlu meniru rencana AS untuk institusi finansialnya sendiri.

Namun ia menekankan, terjadinya krisis kali ini menunjukkan perlunya peran yang lebih besar untuk mengatur pasar.


Code:
http://www.detikfinance.com/read/2008/09/25/162323/1012549/5/as-akan-kehilangan-status-superpower-di-sektor-finansial
Logged



| Carlitos |
■ v N c ■ Prime º C o E ™ º Carlitos
Colonel
**********

Respect: +80/-18
Offline Offline

Posts: 4528


■ v N c ■ makes your days!


« Reply #12 on: September 25, 2008, 06:52:42 PM »

Kamis, 25/09/2008

Lampu Merah Bagi Korporasi AS


Chicago - Jauh sebelum Wall Street babak belur akibat bank investasi yang rugi besar, di sektor riilnya, banyak perusahaan AS yang terpaksa harus mengurangi belanja, pengeluaran proyek dan atau mem-PHK karyawannya.

Hanya sedikit pihak yang berpikir kalau situasi ini akan membaik sebelum akhir tahun 2009.

"Sepertinya kita akan terus berhemat, dengan mengurangi belanja baik di konsumsi maupun bisnis. Peristiwa yang akhir-akhir ini terjadi akan mempercepat pemotongan jumlah pekerja pada waktu mendatang," ujar Frank Badillo, Ekonomi Senior dari lembaga konsultan ritel TNS Retail Forward seperti dikutip Reuters, Kamis (25/9/2008).

Perusahaan-perusahaan di AS kini mengalami kesulitan untuk memperoleh kredit dari perbankan. Selain itu, kredit kini semakin mahal. Hal ini diperparah oleh situasi ekonomi yang melambat.

Menurut data triwulanan dari bank sentral AS, pada Juli, responden perbankan mengatakan mereka telah meningkatkan standar kredit bagi usaha berskala menengah dan besar hingga 58 persen, lebih tinggi dari sebelumnya 55 persen pada bulan April. Dan lebih dari 80 persen responden mengatakan nasabah mereka harus membayar lebih untuk pinjaman mereka.

Akibatnya, perusahaan di AS kini hanya bisa melakukan belanja dengan seadanya namun mereka sudah menyiapkan bantalan krisis yang cukup.

"Berita bagusnya adalah banyak perusahaan AS di tengah krisis ini memiliki cadangan kas yang sangat besar, dan banyak perusahaan AS yang masih oke, tidak bagus, tapi oke," ujar Nariman Behravesh, Senior Ekonomi dari Global Insight.

Behravesh mengatakan perusahaan yang memiliki perpanjangan ke pasar internasional akan memiliki pendapatan yang lebih bagus ketimbang mereka yang hanya berusaha di pasar domestik AS, terutama mereka yang bergerak di sektor perumahan, mobil, dan sektor keuangan. Perusahaan ini akan lebih menderita.


Code:
http://www.detikfinance.com/read/2008/09/25/171503/1012607/4/lampu-merah-bagi-korporasi-as
Logged



| Carlitos |
■ v N c ■ Prime º C o E ™ º Carlitos
Colonel
**********

Respect: +80/-18
Offline Offline

Posts: 4528


■ v N c ■ makes your days!


« Reply #13 on: September 26, 2008, 10:14:32 AM »

Jumat, 26 September 2008
Beli Lehman Hanya Dua Dollar AS


TOKYO, JUMAT — Broker (pedagang perantara) terkemuka Jepang, Nomura Holdings Inc, hanya akan membayar dua dollar AS untuk raksasa Wall Street yang bangkrut, Lehman Brothers, yang beroperasi di Eropa dan Timur Tengah.

Nomura merundingkan sebuah harga rendah karena hanya akan mengakuisisi pegawai Lehman di kawasan itu, dan tidak saham-sahamnya, obligasi, atau aset-aset lainnya. Demikian berita pada harian bisnis Nikkei, Jumat (26/9), melaporkan tanpa menyebutkan nama sumbernya.
   
"Broker Jepang itu membayar 225 juta dollar AS untuk Lehman yang beroperasi di Asia, mengakuisisi stafnya, sistem perdagangan, dan peralatan lainnya," sebut surat kabar tersebut.
   
Nomura diperkirakan membelanjakan "puluhan miliar yen" (ratusan juta dollar AS) dalam biaya personalia untuk menguasai staf  Lehman di Asia, Eropa, dan Timur Tengah. Karena tidak mengakuisisi aset-asetnya, Nomura tidak dapat mengambil alih rekening nasabah Lehman sehingga secepatnya harus menyusun rekening baru untuk para mantan nasabah raksasa Wall Street yang gagal tersebut.

Broker Jepang itu mengatakan, awal pekan ini pihaknya akan menawarkan pekerjaan  kepada seluruh 3.000 pegawai Lehman Brothers di Asia dan menahan "sebuah proporsi signifkan" 2.500 staf di kawasan Eropa dan Timur Tengah. Pihaknya tidak mengungkapkan berapa banyak yang harus dibayar untuk operasional Lehman.

Menurut Nikkei, Nomura rupanya ditawarkan untuk mempertahankan karyawan Lehman daripada pembeli potensial lainnya, seperti Barclays PLC, Inggris, yang membidik operasional Lehman, termasuk gedung pencakar langit Manhattan.


Code:
http://www.kompas.com/read/xml/2008/09/26/09502880/beli.lehman.hanya.dua.dollar.as
Logged



| Carlitos |
■ v N c ■ Prime º C o E ™ º Carlitos
Colonel
**********

Respect: +80/-18
Offline Offline

Posts: 4528


■ v N c ■ makes your days!


« Reply #14 on: September 26, 2008, 11:39:00 AM »

Jumat, 26 September 2008
HSBC PHK 1.100 Karyawannya



HONG KONG, JUMAT - Raksasa perbankan global, HSBC melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 1.100 pegawainya di seluruh dunia karena lingkungan keuangan global yang mudah berubah. PHK dilakukan pada divisi perbankan global dan pemasaran, dengan sekitar separuhnya dari jumlah yang di-PHK tersebut di HSBC yang beroperasi di Inggris.

"Tahapan itu telah kami ambil hari ini dalam  pandangan dari lingkungan ekonomi dan bisnis saat ini dan kehati-hatian prospek kami  untuk 2009," kata kata juru bicara Gareth Hewett yang berbasis di Hong Kong, dalam sebuah pernyataannya.
   
Dikatakan Hewett, sekitar 100 orang pegawainya akan keluar di Hong Kong.  Sedangkan menurut Finacial Times sekitar 500 pegawai di London menjadi korban PHK, sedang sisanya mayoritas para karyawan di Amerika Serikat dan negara Eropa lainnya.


Code:
http://www.kompas.com/read/xml/2008/09/26/11270550/hsbc.phk.1.100.karyawannya
Logged



| Carlitos |
■ v N c ■ Prime º C o E ™ º Carlitos
Colonel
**********

Respect: +80/-18
Offline Offline

Posts: 4528


■ v N c ■ makes your days!


« Reply #15 on: September 26, 2008, 11:55:40 AM »

26/09/08
Ketidakpastian Paket Penyelamatan AS Tekan Harga Minyak



Singapura (ANTARA News) - Harga minyak dunia turun lebih dari satu dolar, Jumat, menyusul meredupnya harapan Kongres AS akan meloloskan paket penyelamatan (bailout) besar-besaran sektor finansial, para dealer menyatakan.

Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman November turun 1,30 dolar menjadi 106,72 dolar per barel.

Kontrak naik 2,29 dolar menjadi 108,02 pada penutupan di lantai perdagangan Kamis di New York Mercantile Exchange (Nymex).

Minyak mentah Laut Utara Brent untuk pengiriman November turun 1,12 sen menjadi 103,48 dolar setelah kenaikan 2,15 dolar menjadi 104,60 pada Kamis di London.

Ketidakmenentuan baru mendorong harga turun, kata Dave Ernsberger, direktur penyedia informasi energi global Platts untuk kawasan Asia.

Harga minyak telah mengalami penurunan dari rekor tinggi di atas 147 dolar AS per barel pada awal Juli lalu, di tengah kekhawatiran ekonomi global menuju pelemahan dan permintaan energi dunia akan menurun.

Harga minyak melejit tinggi pada Kamis di tengah tanda Kongres telah mencapai suatu kesepakatan mengenai usulan Departemen Keuangan AS untuk membeli hingga senilai 700 miliar dolar atas berbagai aset yang terkait kredit perumahan bermasalah sebagai akar masalah krisis finansial global.


Code:
http://antara.co.id/arc/2008/9/26/ketidakpastian-paket-penyelamatan-as-tekan-harga-minyak/
Logged



| Carlitos |
■ v N c ■ Prime º C o E ™ º Carlitos
Colonel
**********

Respect: +80/-18
Offline Offline

Posts: 4528


■ v N c ■ makes your days!


« Reply #16 on: September 27, 2008, 04:08:30 PM »

Sabtu, 27/09/2008
Bantah Kesulitan Likuiditas, Fortis Jual Aset US$ 10 Miliar


Brussels - Eropa mulai dilanda kecemasan akan tertular krisis finansial di AS. Fortis NV, salah perusahaan keuangan terbesar di Eropa juga dikabarkan mengalami likuiditas.

Saham perusahaan yang bergerak di sektor perbankan dan asuransi itu telah turun hingga 21% karena kecemasan investor bahwa Fortis mengalami kesulitan likuidtas.

Pada perdagangan Jumat (26/9/2008) saham perusahaan Belgia-Belanda ini tumbang ke level 5,18 euros (US$ 7,56) yang merupakan posisi terendah dalam satu dekade terakhir.

Pasca-jatuhnya saham perseroan, Fortis NV juga menunjuk pimpinan (CEO) baru Filip Dierckx (52 tahun) menggantikan Herman Verwilst. Verwilst sebelumnya menjabat CEO sementara sejak Juli 2008 setelah perginya Jean-Paul Votron.

Fortis, juga mempercepat penjualan sebagian aset senilai 10 miliar euro guna meyakinkan publik bahwa perseroan tidak terkena masalah likuiditas.

"Fortis telah mengumumkan akan mempercepat proses penjualan sebagian asetnya," demikian dilansir BBCNews, Sabtu (27/9/2008).

Langkah bank Belanda-Belgia ini disinyalir bertujuan untuk mengembalikan tingkat kepercayaan yang dinilai sedang mengalami krisis likuiditas.

"Fortis membantah ada masalah likuiditas," ujar Herman Verwilst sebelum pengunduran dirinya.

Menurut Herman, memang sejak perseroan memaparkan keadaan pasca krisis Subprime Mortgage, memunculkan sentimen negatif.

Kinerja saham Fortis pun mengalami penurunan tajam selama 5 hari terakhir. Herman cukup terkejut dengan keadaan pasar belakangan ini.

"Saya sangat terheran-heran dengan apa yang direfleksikan di pasar. Penuh keraguan dan emosi," ujar Herman.

Namun terkait penjualan sebagian aset tersebut, pemerintah Belgia telah memberi jaminan keamanan pada para nasabah bahwa dana yang mereka tanamkan di Fortis.

Data nasabah Fortis menunjukkan bahwa tingkat penarikan dana nasabah terjadi dalam volume yang rendah, tidak sampai 3%.


Code:
http://www.detikfinance.com/read/2008/09/27/150131/1013448/5/bantah-kesulitan-likuiditas-fortis-jual-aset-us$-10-miliar
Logged



| Carlitos |
■ v N c ■ Prime º C o E ™ º Carlitos
Colonel
**********

Respect: +80/-18
Offline Offline

Posts: 4528


■ v N c ■ makes your days!


« Reply #17 on: September 27, 2008, 06:39:53 PM »

Sabtu, 27/09/2008
Wachovia Ajukan Merger ke Citigroup


Wachovia Corp, bank terbesar keenam berdasarkan aset di Amerika Serikat, sedang menjajaki merger dengan Citigroup Inc. Realisasi aksi tersebut masih menunggu keputusan kongres AS mengenai program bail-out US$ 700 miliar yang diusung oleh Bush.

Pasca Lehman Brother's menyatakan kebangkrutan, Wachovia mengadakan pembicaraan mendalam dengan Morgan Stanley terkait kemungkinan merger dilakukan antara keduanya.

Namun rupanya, Morgan Stanley kini telah berubah status dari sebelumnya sebagai bank investasi, menjadi bank umum. The Fed menyetujui perubahan status tersebut.

Seperti dilansir Reuters, Sabtu (27/9/2008) Wachovia kemudian mengadakan pembicaraan dengan Citigroup Inc terkait kemungkinan merger. Selain dengan Citigroup, Wachovia juga dikabarkan mengajukan merger dengan Banco Santander SA dan Wells Fargo & Co.

Wachovia saat ini termasuk pihak yang menunggu segera diputuskannya program bail-out oleh kongres AS. Lantaran realisasi aksi tersebut masih belum juga diputuskan, manajemen Wachovia mendapat tekanan cukup besar dari investor-investornya.

Pada triwulan II lalu, Wachovia menderita kerugian mencapai US$ 9,11 miliar. Beberapa analis mengatakan bahwa Wachovia masih membutuhkan kucuran dana tambahan, meski pada April lalu perseroan telah menambah modalnya sebesar US$ 8,05 miliar.


Code:
http://www.detikfinance.com/read/2008/09/27/140220/1013401/5/wachovia-ajukan-merger-ke-citigroup
Logged



| Carlitos |
■ v N c ■ Prime º C o E ™ º Carlitos
Colonel
**********

Respect: +80/-18
Offline Offline

Posts: 4528


■ v N c ■ makes your days!


« Reply #18 on: September 27, 2008, 08:38:42 PM »

Sabtu, 27/09/2008
Bush Yakin Program Bailout Disetujui


Washington - Perdebatan sengit di Kongres AS soal program penyelamatan dana krisis senilai US$ 700 miliar belum berakhir. Namun Presiden George W Bush yakin kongres akan memberikan persetujuan untuk program penting bagi perekonomian AS itu.

Seperti dilansir BBCNews, Sabtu (27/9/2008), Bush mengatakan belum disetujuinya proposal itu karena nilainya sangat besar, dan banyak alasan yang dipertanyakan karena permasalahannya juga sangat besar.

Pemerintah AS diperkirakan akan terus melanjutkan pembahasan program tersebut hingga akhir pekan ini. Bush sendiri mendesak kongres untuk memberikan persetujuan karena ekonomi AS dalam bahaya.

Pihak Republik sendiri khawatir pemerintah akan semakin terlibat pada permasalahan perusahaan-perusahaan yang ditanggung kredit macetnya.
   
Sedangkan pihak Demokrat mengatakan jika program ini disetujui maka perusahaan-perusahaan yang ditolong harus membatasi bayaran untuk para eksekutifnya dan memperhatikan masalah kredit macet perumahan oleh warga AS.

Namun baik Demokrat maupun Republik terlihat memberikan lampu hijau kepada program Buh tersebut meski masih akan menuntaskan beberapa hal lagi kepada pemerintah.           

Sementara itu dua kandidat calon presiden Amerika Serikat, Barrack Obama dan John McCain dalam debat perdana hari ini di Oxford, Mississippi, Amerika Serikat, sepakat dengan rencana suntikan dana US$ 700 miliar sebagai langkah penyelamatan ekonomi AS. Meski keduanya menyadari bahwa siapa pun yang terpilih nanti akan menanggung beban keuangan yang cukup berat.


Code:
http://www.detikfinance.com/read/2008/09/27/121758/1013372/5/bush-yakin-program-bailout-disetujui
Logged



| Carlitos |
■ v N c ■ Prime º C o E ™ º Carlitos
Colonel
**********

Respect: +80/-18
Offline Offline

Posts: 4528


■ v N c ■ makes your days!


« Reply #19 on: September 29, 2008, 10:04:46 AM »

Senin, 29 September 2008
Merrill Linch Sewa Orang Lehman


HONG KONG, SENIN - Demi menjaga investasi di Asia, Merrill Linch Asia  menyewa enam bankir asal Lehman Brothers. Tim ini dipimpin James Chapman dan berkedudukan di Hong Kong. Demikian informasi yang diterima Dow Jones Newswires, Senin (29/9).

Selain Chapman, lima nama yang ada dalam jajarannya adalah Anoop Chaudhry. Sama dengan tempatnya yang baru, di Lehman, Chaudhry adalah wakil presiden. Lalu, ada Ken Ng yang juga menjabat sebagai wakil presiden. Sementara, Raymond Yu dan Robert Smith, masing-masing sebagai anggota. Satu lagi, Brian Kelly yang menjabat sebagai analis.

Usia pernyataan bangkrut dua minggu lalu, Lehman Brothers bakal dibeli oleh Bank of America. Sementara, Merrill Linch menjual divisi Asianya ke Nomura.


Code:
http://www.kompas.com/read/xml/2008/09/29/0916479/merrill.linch.sewa.orang.lehman
Logged



| Carlitos |
■ v N c ■ Prime º C o E ™ º Carlitos
Colonel
**********

Respect: +80/-18
Offline Offline

Posts: 4528


■ v N c ■ makes your days!


« Reply #20 on: September 29, 2008, 12:30:46 PM »

Senin, 29 September 2008
Beragam Respon Saham Asia ke Kesepakatan Bailout


TOKYO, SENIN - Nilai saham Asia beragam Senin (29/9) ini setelah dana talangan senilai 700 miliar dollar AS disetujui oleh beberapa pemimpin Kongres di Washington. Kesepakatan tentatif yang masih membutuhkan persetujuan dari 2 majelis Kongres ini akan memberikan pemerintah George W. Bush wewenang yang lebih besar untuk menggunakan uang pembayar pajak dalam menalangi kredit macet senilai miliaran dollar AS terkait kredit kepemilikan rumah.

Dari bursa saham Tokyo, indeks Nikkei 225 sempat naik 0,46 persen serta berada pada posisi 11.947,65. Namun, kenaikan tersebut dibatasi oleh keraguan pasar terhadap efektivitas dana talangan dan keprihatinan terhadap kelesuan ekonomi global. 

Indeks Hang Seng di Hong Kong turun 2 persen sementara indeks Kospi Korea Selatan merosot 0,8 persen. Indeks saham di Australia dan Singapura juga merosot sementara indeks saham di Filipina dan Selandia Baru melonjak.

Transaksi di bursa keuangan China ditutup hari ini karena berlaku liburan nasional. Bursa keuangan di Taiwan juga ditutup Senin ini karena kondisi cuaca buruk menjelang datangnya Topan Jangmi.

Saham produsen kendaraan Jepang, Toyota Motor Corp. dan Mazda Motor Corp. anjlok setelah harian keuangan Nikkei melaporkan 2 perusahaan itu mengurangi produksinya di China akibat melemahnya permintaan produksi. Sementara sejumlah bank di Tokyo berharap paket dana talangan terbesar dalam sejarah di AS itu segera disetujui dan menciptakan kestabilan bagi sistem keuangan global. Harapan tersebut setidaknya mendongkrak nilai saham Mitsubishi UFJ Financial Group Inc. sebesar 2,5 persen dan saham Mizuho Financial Group Inc. sebesar 0,9 persen.


Code:
http://www.kompas.com/read/xml/2008/09/29/12041365/beragam.respon.saham.asia.ke.kesepakatan.bailout
« Last Edit: September 29, 2008, 12:47:56 PM by | Carlitos | » Logged



| Carlitos |
■ v N c ■ Prime º C o E ™ º Carlitos
Colonel
**********

Respect: +80/-18
Offline Offline

Posts: 4528


■ v N c ■ makes your days!


« Reply #21 on: September 29, 2008, 01:06:48 PM »

Senin, 29/09/2008
Olimpiade China Bawa Untung Besar bagi Perusahaan China



Jakarta - Majalah Forbes merilis daftar baru perusahaan-perusahaan terbaik di Asia dengan nilai penjualan di bawah US$ 1 miliar. Perusahaan-perusahaan asal China dan Hong Kong terus merajai daftar.

Seperti dikutip Forbes, Senin (29/9/2008), beberapa perusahaan di China memperoleh untung besar-besaran dari Olimpiade yang digelar tahun ini di China. Antara lain perusahaan periklanan  Hong Kong's Focus Media dan Li Ning serta China Hongxing Sports.

Itulah salah satu alasan yang membuat lebih dari 40 perusahaan asal China mendominasi daftar 200 perusahaan terbaik di Asia dengan angka penjualan di bawah US$ 1 miliar.

Sementara itu, daftar perusahaan terbaik sisanya dari India sebanyak 18 perusahaan, Indonesia diwakili oleh Global Mediacom dan PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk

Kemudian Australia menempatkan 10 perusahaannya di daftar, Jepang 23 perusahaan, Malaysia 13 perusahaan, Selandia Baru 2 perusahaan, Pakistan 2 perusahaan, Filipina 2 perusahaan,  Singapura 13 perusahaan, Korsel 12 perusahaan, Sri Lanka 2 perusahaan, Taiwan 24 perusahaan dan Thailand 7 perusahaan.


Code:
http://www.detikfinance.com/read/2008/09/29/123023/1014027/4/olimpiade-china-bawa-untung-besar-bagi-perusahaan-china
Logged



| Carlitos |
■ v N c ■ Prime º C o E ™ º Carlitos
Colonel
**********

Respect: +80/-18
Offline Offline

Posts: 4528


■ v N c ■ makes your days!


« Reply #22 on: September 29, 2008, 07:29:48 PM »

Senin, 29/09/2008
Fortis Group Diselamatkan, Reksa Dana Fortis Aman


Jakarta - Pemerintah Belgia, Luxemburg dan Belanda mengamankan Fortis Group melalui suntikan modal hingga EUR 11,2 miliar, dalam rangka menepis keraguan akan solvabilitas dan likuiditas perusahaan.

Dengan pemberian modal ini, pemerintah ketiga negara tersebut menjadi pemegang 49 persen saham Fortis Bank di masing-masing negara.

Bagi para pemegang reksa dana Fortis, langkah penyelamatan tersebut menjadi berita baik. Investor di Indonesia juga tidak perlu khawatir akan nasib reksa dananya.

Demikian disampaikan Presiden Direktur PT Fortis Investments Eko P Pratomo dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Senin (29/9/2008).

"Ini adalah berita yang sangat penting untuk klien kami. Berita ini menepis kekhawatiran akan stabilitas grup kami. Berita ini juga sekaligus menegaskan keberadaan Fortis Investments sebagai manajer investasi yang independen serta senantiasa mengutamakan kepentingan nasabah. Fortis Investments akan terus beroperasi dengan otonomi di
bawah Fortis Group," urai Eko.

Ia menambahkan, PT Fortis Investments tetap optimistis pada bisnis pengelolaan dana di Indonesia didukung oleh beberapa faktor kunci:

Pertama, Fortis masih mencatat net subscription (pembelian netto) lebih dari Rp 1,5 triliun sepanjang tahun 2008.

Kedua, Fortis percaya bahwa investor reksa dana saat ini telah jauh lebih dewasa dan memiliki pandangan investasi yang cukup panjang.

"Itu sebabnya, penurunan pasar yang terjadi tidak berdampak signifikan namun justru dimanfaatkan oleh sebagian investor untuk melakukan pembelian. Hal ini yang menyebabkan terjadinya net subscription, yang artinya mereka yang membeli lebih banyak dari yang menjual," kata Eko.

Data ini terlihat dari lebih banyaknya jumlah dana yang masuk daripada dana yang ditarik oleh investor.

"Kami juga melihat penurunan Nilai Aktiva Bersih (NAB) yang terjadi di industri lebih dikarenakan oleh menurunnya harga-harga saham akibat pasar yang terkoreksi dalam beberapa minggu terakhir, bukan karena penarikan dana," jelas Eko.

Ketiga, Indonesia memiliki peraturan yang cukup jelas untuk melindungi dana investasi investor. Reksa dana merupakan entitas yang terpisah dari Manajer Investasi dan Bank Kustodian.

"Reksa dana dibentuk berdasarkan Kontrak Investasi Kolektif (KIK), sehingga seluruh aset investor adalah sepenuhnya milik investor secara kolektif dan disimpan di bank kustodian yang juga terpisah serta tidak menjadi bagian dari aset bank tersebut," imbuhnya.

Oleh karena itu, tegas Eko, aset dari reksa dana terlindungi dari klaim kreditur, sebagaimana dijelaskan dalam Undang-Undang Pasar Modal dan Peraturan Bapepam.

PT Fortis Investments merupakan salah satu manajer investasi  terbesar dengan total dana kelolaan sebesar Rp 19,9 triliun hingga akhir Agustus 2008.

Sementara induknya, Fortis Investments merupakan Manajer Investasi global dengan total dana kelolaan sebesar Euro 209 miliar (per 30 Juni 2008) dan beroperasi di 31 negara di seluruh dunia. Fortis Investments memandang Indonesia sebagai salah satu negara penting di Asia yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi dalam jangka panjang.

"Pertambahan modal yang baru saja dilakukan oleh Fortis Group akan meningkatkan kepercayaan para pemangku kepentingan pada Fortis Group secara keseluruhan," pungkas Eko.
Logged



| Carlitos |
■ v N c ■ Prime º C o E ™ º Carlitos
Colonel
**********

Respect: +80/-18
Offline Offline

Posts: 4528


■ v N c ■ makes your days!


« Reply #23 on: September 29, 2008, 08:26:55 PM »

Senin, 29 September 2008
Tunggu Keputusan Bailout, Saham Wall Street Menukik Tajam


NEW YORK, SENIN - Pelaku pasar di bursa saham Wall Street masih belum yakin apakah paket dana talangan senilai 700 miliar dollar AS dari pemerintah George W. Bush dapat memulihkan krisis yang terjadi di bursa keuangan AS. Sebagai akibatnya nilai saham Wall Street anjlok menjelang diadakannya voting terhadap paket dana talangan itu di kalangan Dewan Perwakilan Rakyat AS.

Presiden George W. Bush dan beberapa pemimpin kongres berupaya mengumpulkan dukungan bagi paket dana talangan yang dinilai banyak pihak dan pelaku pasar di Wall Street merupakan langkah sulit, namun menjadi pilihan yang perlu untuk memulihkan bursa kredit yang mengalami keguncangan.  Beberapa bank dan badan keuangan AS lainnya bersikap ragu untuk saling memberikan pinjaman karena catatan kredit macet untuk kredit kepemilikan rumah di antara institusi keuangan tersebut.

Indeks industrial Dow Jones merosot 166 poin atau 1,49 persen serta dibuka pada 10.981. Indeks Standard & Poor’s 500 anjlok 20,40 poin atau 1,68 persen serta dibuka pada 1.194,10. Sementara indeks Nasdaq 100 turun 28,50 poin atau 1,70 persen serta dibuka pada 1.646,25.


Code:
http://www.kompas.com/read/xml/2008/09/29/20102823/tunggu.keputusan.bailout.saham.wall.street.menukik.tajam
Logged



| Carlitos |
■ v N c ■ Prime º C o E ™ º Carlitos
Colonel
**********

Respect: +80/-18
Offline Offline

Posts: 4528


■ v N c ■ makes your days!


« Reply #24 on: September 30, 2008, 10:10:06 AM »

Senin, 29/09/2008
Krisis Finansial Menular ke Eropa


London - Krisis finansial di Amerika Serikat telah menular ke Eropa. Pemerintah di sejumlah negara di Eropa terpaksa melakukan aksi penyelamatan lembaga-lembaga keuangan untuk mencegah kejatuhan yang lebih buruk.

Pemerintah Inggris, Jerman, Belgia dan sejumlah negara Eropa lain terpaksa menyuntikkan miliaran dolar untuk lembaga keuangannya. Langkah itu mengikuti langkah penyelamatan senilai US$ 700 miliar yang diumumkan pemerintah AS.

Rencana tersebut kini sedang dibahas oleh DPR AS, dan rencananya anggota kongres akan melakukan votingnya pada Senin (29/9/2008) waktu setempat. Kongres diharapkan bisa menyetujui langkah penyelamatan yang dikonsep untuk menghindarkan AS dari krisis terburuk sejak peristiwa Great Depresion era 1930-an silam.

Langkah penyelamatan terbesar dilakukan oleh trio Belanda, Belgia dan Luxemburg yang menyuntikkan EUR 11,2 miliar atau setara dengan US$ 16,4 miliar untuk Fortis Group. Penyelamatan Fortis dilakukan setelah ada pembicaraan darurat dengan Gubernur Bank Sentral Eropa Jean-Claude Trichet.

Di Inggris, pemerintah terpaksa melakukan nasionalisasi sebagian dari aset Bradford & Bingley untuk menghindari kerusakan sistemik. Sebagian aset dari B&B juga dijual kepada bank Spanyol, Santander.  Nasionalisasi ini merupakan kelanjutan dari pengambilalihan HBOS dan nasionalisasi Northern Rock pada Februari lalu.

Pemerintah Jerman dan konsorsium bank juga harus menyediakan US$ 51,2 miliar dalam bentuk jaminan kredit kepada Hypo Real Estate.

"Tujuan dari seluruh operasi ini adalah untuk memberi nafas kepada Hypo Real Estate," ujar juru bicara Depkeu Jerman, seperti dikutip dari Reuters, Senin (29/9/2008).

Islandia pun harus melakukan langkah serupa. Pemerintah Islandia akhirnya mengambil alih 75% saham dari bank terbesar ketiganya, Glitnir.

Semua langkah penyelamatan ini belum termasuk miliaran dolar uang yang digelontorkan bank sentral di Eropa untuk mencegah keringnya likuiditas.

Ditengah semua kekisruhan tersebut, bursa-bursa dunia berjatuhan lagi. Bursa-bursa Asia sudah terlebih dulu berguguran. Indeks saham di Hong Kong anjlok 4,3%, Tokyo melorot 1,26%, Sydney turun 2% dan Seoul turun 1,35%.

Setelah itu giliran bursa Eropa yang mengalami penurunan tajam di awal pekan ini. Indeks FTSE turun 3,25%, Paris turun 3,23% dan Frankfurt anjlok 2,55%.

Sementara Wall Street juga dibuka langsung melemah. Indeks Dow Jones dibuka langsung turun 1,49% ke level 10.977,30.

"Bailout oleh pemerintah di Eropa memberikan petunjuk penting bahwa gejolak finansial yang bermula dari AS kini jelas sekali sudah menjadi masalah global," ujar Lee Hardman, analis dari Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ di London seperti dikutip dari AFP.

Saham-saham finansial di Eropa terus berjatuhan. Hypo Real Estate terpangkas hingga 70%, Commerzbank anjlok 18%, Fortis melorot 12%.

"Dalam pandangan kami, sementara rencana bailout akan mengurangai risiko kolaps secara sistemik, masih akan ada risiko penurunan. Paling tidak semua yang berhubungan dengan pelemahan yang berlarut-larut dalam perekonomian global," kata David Woo, analis dari Barclays Capital.


Code:
http://www.detikfinance.com/read/2008/09/29/213907/1014161/5/krisis-finansial-menular-ke-eropa
Logged



Pages: [1] 2 3 4 5 ... 55   Go Up
Print
Jump to:  



Â