|
dewaloki1989
|
 |
« on: September 24, 2007, 09:46:04 AM » |
|
By Pan7her, dikutip dari www.rf-club.comThe Story of NovusPart 1 - The Story Of NovusPart 2 - Zinn's Side StoryPart 3 - TherMiaN's Side StoryPart 4 - Desiny's Way Part 5a - TherMiaN's HesitationPart 5b - TherMiaN's Hesitation(2)Part 6 - When love & Hate CollidePart 7 - Me, Myself & I Part 8 - Withouth you by my side Part 9 - I'm Sorry Goodbye Part 10 - Last Resort Part 11 - I'll Be over youPart 12 - Human NaturePart 13 - Crazy Little Thing Called LovePart 14 - Behind This Hazel Eyes..Part 15 - Broken WingsPart 16 - Like An AngelPart 17 - Careless WhisperPart 18 - Barely BreathingPart 19 - Heaven KnowsPart 20 - SomeWhere I BelongPart 21 - Show me the meaning of being lonenlyPart 22 - The Story Of Novus "The Finale One"Story Of Novus Side Story - Hate That I Love U The Story Of Novus Nama gw Ravi... gw mau cerita tentang tragedi kehidupan gw di galaksi Novus ini... Dulu gw punya sahabat-sahabat sejati... Zinn dan TherMiaN. kita bertiga sama-sama ditempatin di pos Lunar. gw dan Zinn adalah anak yatim piatu. ortu gw dibunuh accretia waktu gw kecil, trus gw dirawat oleh pemerintah di bagian militer. ortunya Zinn udah ga ada dari kecil n dia tinggal bersama keluarga tantenya di desa, orang paling baik yang gw kenal, mungkin orang paling pendek se-Cora dan sering jadi ledekan gw dan TherMian. Lain lagi halnya dengan TherMiaN, dia ini bagian elitenya Cora. dari keluarga tob banget deh. dia ini Cora paling berbakat yang gw tau (n rada-rada songong kadang2) udah gitu kidal pula, bikin makin repot aja klo lagi latihan tanding lawan dia, sementaranya dia sendiri haus banget akan kekuatan. Kita mengambil posisi berbeda dalam training. gw ngambil kearah Black Knight, Zinn ke arah Ranger dan TherMian ke arah Templar. Kekompakan kita bertiga saat latihan perang paling terkenal. kombinasi serangan kita merupakan salah satu rangking tertinggi di training camp. Pada dasarnya emang berbakat, TherMian di panggil ke garis depan untuk perang berikutnya. kehebatannya sudah diakui DECEM. wajahnya terlihat puas dan semangat sekali mendengar pemanggilan ini, tentunya gw dan Zinn juga ikut kesenengan. berada di garis depan adalah impian kita dari dulu. dan TherMian mendapatkan kesempatan ini duluan. "Hei, sisain bagian buat gw ya nanti!", kata gw dalam kamar kita malam itu. "Ogah! gw abisin semua itu Belatung n Kaleng-kaleng di jalanan!! biar pas lu masuk ke garis depan kerjaannya tinggal ngopi doang!" tawa TherMian. "bawain kepala kaleng dong satu buat lampu kamar!" canda Zinn. Kita merayakan keberangkatan TherMian malam itu dengan penuh keceriaan. besoknya pada saat berangkat, kami berpelukan (berpelukaaaann...). dan kata-kata yang terakhir diucapkan TherMian adalah.. "jangan bikin gw nunggu terlalu lama.." dengan senyum sombong khasnya. kata-kata terakhir itu rupanya benar-benar kata-kata terakhir yang kami dengar dari dia. Cora kalah total hari itu karena keabsenan Archon yang entah apa sebabnya. dari 300 yang berangkat, yang kembali hanya 91, dan TherMian tidak termasuk diantaranya. gw dan Zinn yang menunggu berdebar-debar di portal akhirnya terduduk lemas begitu patriot Cora terakhir melewati portal dan kemudian portal tersebut ditutup. gw berdua melaporkan hal ini kepada ortunya TherMiaN yang merupakan salah satu petinggi Cora, dan mereka bilang sudah tau karena diberitahukan oleh komandan lapangannya duluan. mereka berdua menumpahkan air mata, dan membuat gw berdua juga tidak kuat nahan air mata kita. Setelah kepergian TherMiaN itu, gw dan Zinn jadi jarang ngobrol. kita berdua lebih banyak fokus ningkatin PT dan level masing-masing....berminggu-minggu, hingga suatu saat, Zinn memulai pembicaraan. "hari ini gw ketemu Bellato di Rawa Kabut" katanya pelan. "oya?! nyesel dong dia ketemu lu?" sahut gw. "dia lagi diserang sama 5 Vafer..." katanya lagi, masih pelan. "......." gw mandang dia dan berkata "jangan bilang lu tolong dia?!" dia diem... dengan menampar muka gw sendiri, gw bilang "ampun den Zinn...dia kan musuh. gw tau lu baik, tapi ga perlu juga kali ditolongin?!" dan gw tiba-tiba menyadari kalo tangan kanannya di balut sama kain warna biru muda. sekarang kita berdua diem... "cewe?" kata gw. dan dia masih tetep diem. jadi bingung gw mo ngomong apa. tapi akhirnya dia yang ngomong duluan. "Vi, gw mau ke markas Bellato". Sesaat gw seneng, dan berseru "wues, gaya amat lu mo nyerang markas bellato sendirian doang demi cewe?!", tapi sesaat kemudian gw menyadari kalo yang dimaksud bukan itu.. "jangan bilang klo..." Zinn berdiri dan berkata, "ya. gw mau jadi pasukan Bellato". yang namanya didikan militer dari kecil, emosi suka ga kejaga. dalam kejapan mata, gw udah nonjok Zinn sampe jatuh ke lantai. "LU GILA YA?!! LU MAU KHIANATIN BANGSA LU SENDIRI DEMI SEORANG CEWE??!!". Zinn tidak melawan. dia menyapu darah dari bibirnya yang sobek oleh pukulan gw dan berdiri. "Vi, lu tau kenapa ortu gw ga ada dari kecil?". gw terdiem, dan emosi gw menurun dengan sendirinya. gw belom pernah tau kenapa ortu Zinn meninggal. karena ortu gw sendiri juga dah ga ada, gw juga ga berminat berbagi cerita soal itu. "gw bukan keturunan murni Cora", kata Zinn dengan jelas. di dalam kebengongan gw, dia melanjutkan, "Nyokap gw orang Bellato. karena itu tinggi gw dibawah rata-rata orang Cora". Shock. gw terduduk di tempat tidur. sementara Zinn melanjutkan ceritanya "Ortu gw dihukum oleh pengadilan Cora. karena pernikahan mereka diharamkan oleh DECEM", terdiam sebentar, dia duduk disamping gw. "orang tua gw ga pernah diakui eksis di Cora, yang menyebut nama ortu gw akan dihukum berat" dia mengambil nafas panjang, "om dan tante yang gw tinggal sekarang sayang banget sama bokap gw karena dia orangnya baik banget katanya, makanya mereka berani cerita ini ke gw". dia berdiri, "gw ke Bellato bukan demi cewe itu Vi, demi orang tua gw...", entah kenapa tiba-tiba airmata gw keluar tanpa gw sadari. gw berdiri, "apa lu mengerti Zinn?!" kata-kata keluar dari mulut gw dengan tersendat-sendat "kalo lu pergi kesana, pertemuan kita berikutnya, gw akan bunuh lu tanpa ragu-ragu...!!!" tegas gw disela airmata yang ga berhenti. Zinn terdiam membelakangi gw, dia menoleh balik ke arah gw dan berkata "gw juga..." dengan linangan airmata yang ga kalah deras sama gw. diapun keluar dari pintu meninggalkan gw sendiri. sebuah perpisahan lagi dengan sahabat gw... ........ Berbulan-bulan sudah lewat. gw udah jadi pasukan garis depan. hari ini tugas pertama gw di lapangan. Chip war jam 9 Malem. dengan Perisai kebanggan gw yang gw dapet dari para petinggi Cora, gw berangkat. Formasi sudah disiapkan, dan gw bertugas untuk bagian pertahanan. Serangan pertama yang dateng dari Accretia. bangsa kaleng yang paling gw benci. karena intensitas peperangan, entah bagaimana mulanya, formasi udah berantakan. gw terpisah dari tim. dan dihadapan gw sekaleng robot yang siap melumat gw. tapi gw ga takut. gw hadapi makhluk itu dengan sepenuh hati. hingga kita beradu pedang jarak dekat, kaleng itu berbicara, "kemampuan lu masih segini aja...", katanya dengan suara mekanis yang entah keluar dari mana. gw mundur sedikit dan merasa terhina, "kaleng kayak lu ngerti apa soal gw?! lu ngeremehin bangsa Cora HAH?!!" dan melakukan Buff Power Up. tiba-tiba kaleng itu mengucapkan sesuati yang mengejutkan gw. "Sampe kapanpun lu ga bakal menang dari gw, Vi.." suara paraunya memanggil nama gw. dan dia mengangkat tangan kirinya tinggi-tinggi dan mengacungkan pedangnya kearah gw. di pundak kirinya gw liat name-tag makhluk itu : "TherMiaN". bagaikan tersambar petir, pedang yang gw pegang hampir jatoh. "Ther....MiaN...?" kata gw terbata-bata. kaleng ber namakan TherMiaN itu terbahak-bahak melihat ketidakpercayaan gw "wahahahaha... lu sedemikian takutnya liat gw Vi?!". di berjalan pelan kearah gw, "Lu liat? kekuatan ini, sekarang ga ada satupun bangsa di dunia ini yang bisa mengalahkan gw!" dan serta merta dia mengayunkan pedangnya ke kepala gw. entah bagaimana gw masih sempet mundur hingga jatuh terduduk mengindari tebasan itu. masih dalam tawanya, TherMian mendekati gw lagi dan sepertinya kli ini tidak ragu-ragu lagi untuk membelah badan gw. badan gw ga bisa bergerak karena masih dalam kondisi shock. saat pedang yang dibawa TherMian sudah terangkat tinggi mengarah sekali lagi ke kepala gw, tiba-tiba sesuatu menyeruduk badan TherMian yang terbuat dari baja itu menjauh dari gw. sebuah BMAU menghantam keras tubuh TherMiaN. di hadapan gw BMAU itu menoleh kearah gw, dan sekali lagi gw liat Name-Tagnya : "Zinn". BMAU itupun meneruskan serangannya kearah TherMian. gw yang terduduk terbengong-bengong melihat pemandangan didepan gw dimana kedua sahabat gw bertarung dalam wujud yang berbeda. tiba-tiba dari belakang, 2 orang Spiritualist menarik badan gw kembali ke pos untuk dibawa kembali ke markas. ........................ sudah 1 bulan dari kejadian itu. sekarang gw udah kembali ke garis depan. kali ini serangan datang dari 2 arah. Accretia dan Bellato. di deretan terdepan masing-masing bangsa gw bisa lihat sosok TherMian dan Zinn yang datang menyerang kearah kami. kli ini tidak ada keraguan di diri gw. dan gw ga melihat keraguan di diri mereka. gw akan menyelesaikan semuanya HARI INI!! KITA akan SELESAIKAN, DISINI!!!! ================================ END
|
|
|
|
« Last Edit: July 03, 2008, 12:04:37 AM by dewaloki1989 »
|
Logged
|
Just 1 way 2 says those 3 words 4 u, I love U I am simply a Boy.. whatever you think I am.. is what I am. It's My life.. and it's for you to judge Me.. if you know Me.. 
|
|
|
|
dewaloki1989
|
 |
« Reply #1 on: September 24, 2007, 09:47:25 AM » |
|
The Story of Novus Part 2 [Zinn's Side Story] ========================================= Nama gw Zinn...saat ini gw berada di Markas Bellato pos Lunar untuk persiapan ke garis depan. yang pertama buat gw...
Mungkin beberapa dari kalian udah kenal gw, gw adalah mantan Cora yang menyebrang ke Bellato. Alasannya adalah, gw ga bisa menerima aturan yang sempit yang dibuat oleh bangsa Cora. Dan betapa kagetnya saat gw mengetahui bahwa gw bukan satu-satunya bangsa Cora yang menyeberang ke Bellato. Di Bellato, banyak sekali penganut Holy Force Cora yang bermukim disini (baca Sejarah Cora). Awalnya gw takut dijadikan bulan-bulanan disini bila para Bellato tidak bisa menerima alasan kedatangan gw kesini. Tapi ternyata mereka sangat berpikiran terbuka sekali. Mereka Menerima gw dengan hati yang tu...
"WUUEEYYY!!", Sebuah suara yang nyaring mengagetkan gw dari lamunan. "Ngapain kamu bengong-bengong aja?! ayo siapin BMAU kamu, kita mo berangkat dikit lagi!" cewe ini namanya Cindy. Dialah salah satu alasan kenapa gw menyeberang ke Bellato. Sambil naik ke BMAU gw, gw flash back ke pertemuan kita.
Hari itu adalah hari yang cerah, gw dikasih tugas buat bersihin Rawa Kabut dari Vafer Nipper. gw heran sama itu monster, udah berkali-kali dibantaiin sama anak-anak training Cora kok ga abis2?...
Setelah gw membereskan Vafer ke-7, gw mendengar suara sayup-sayup dari jauh berteriak... gw bergegas mendatangi sumber suara itu. dibalik beberapa pohon yang menghalangi sudut pandang gw, gw liat seorang cewe dikerubuti oleh 5 Vafer. Kenapa dia diem aja? lagi naikin PT def? tapi klo lagi gb PT ngapain juga teriak2? yang ada malah disampahin orang nanti. Gw perhatiin dari jarak tertentu dengan seksama, terlihat sekali ekspresi cewe itu ketakutan banget. Dan gw perhatiin lagi sekelilingnya dan gw liat pistol yang sepertinya punya dia tergeletak ditanah. hmm.. keabisan amunisi kayaknya. Jadilah gw tolong tuh cewe. gw memanah satu vafer untuk membuka jalan, trus gw teriak,
"Lari!!", dan dari celah yang gw buat, dia berlari kearah gw. gw terus memanah ke barisan Vafer yang ngejar dia dari belakang. Setengah jalan dia berlari kearah gw, tiba2 dia berhenti dan memandang gw dengan ketakutan. Gw pun baru memperhatikan bahwa cewe itu bukan bangsa Cora. Dari bajunya... "Bellato?! kenapa bisa ada disini?!", pikir gw, kecerobohan gw terbengong sesaat itu rupanya di manfaatkan dengan baik oleh Vafer yang entah sejak kapan ada dibelakang gw. Dalam sekejap badan gw terlempar ke arah cewe itu oleh terjangan monster itu, yang pada saat yang sama sekaligus menghancurkan persediaan panah gw sekalian melukai tangan kanan gw.
Gubrak!! gw menimpa cewe itu dengan sukses. Saat akan mencoba berdiri untuk antisipasi serangan berikutnya, tanpa sengaja gw tangan kiri gw berpegangan kepada sesuatu yang 'lembut'. gw perhatiin cewe Bellato itu mau nangis tapi cuma menggigit bibirnya aja ga teriak. Saat gw menyadari lokasi tangan gw, langsung aja gw teriak sambil melepaskan tangan gw.
"WOAAW!! SORRy!! SORRY!!", dalam keadaan canggung *censored gitu si Vafer yang nyerang gw langsung aja manfaatin kesempatan lagi, dalam sekejap berkat equip Ranger gw, menghindar sambil membopong cewe itu. Lokasi penghindaran gw pas banget kesebelah pistol dia yang jatuh di tanah. Untung gw bawa Ammo buat senjata model ini buat jaga2 kalo ada dropan pistol bagus. Langsung aja kayak film Rush Hour 3 gw masukkin Ammo itu ke Slotnya dan menghabisi Vafer yang daritadi gangguin aja. Sesaat gw menghela nafas panjang karena lega. Sedetik kemudian gw menyadari ada masalah yang lebih penting. Dalam satu gerakan pasti, gw mengarahkan moncong senjata yang gw ambil tadi kearah pemiliknya.
"Siapa lu?! kenapa bisa ada disini?!", gw berbicara dengan bahasa Bellato yang gw pelajari dari perpus militer. si cewe dengan tatapan tajam memandang gw dengan heran. Tampangnya boleh juga, cute-cute gimana gitu.
"Lu bisa bahasa gw?", tanyanya.
"JAWAB AJA PERTANYAAN GW!!" bentak gw tanpa ampun.
Mulai sedikit terlihat takut, si cewe menjawab dengan agak gemetar "nama gw Cindy, dari guild •SupReMacY•, yang ditempatin di Pos Lunar" dia terdiam sebentar menunggu reaksi gw dan melanjutkan "gw bisa ada disini karena salah masuk portal". Gw mo tampar juga nih cewe, orang *censored mah ada batesannya. ini mah GILA! alesan yang ga masuk akal!
dengan nada kesel, gw bentak lagi "Jangan Bo'ong!!" sambil ngacungin pistol kearah dia pake tangan kanan gw. entah kenapa tiba-tiba perhatian dia tertuju pada tangan kanan gw, gw mencoba liat apa yang dia perhatiin, ternyata tangan kanan gw ngocor darah lumayan banyak karena serangan Vafer tadi, gw ga perhatiin, sekarang setelah gw perhatiin malah jadi berasa sakit. sial.
Si Cindy ini tiba2 megang tangan gw, reflek, gw tarik tangan gw dan kembali menodong dia dengan mata gw menyampaikan bahasa non-verbal "lu coba lagi kayak gitu gw tembak beneran nih!". Tapi tatapan mata dia sejuk banget dan kayaknya membales bahasa non-verbal gw, "tenang aja, gw ga bakal macem2". dia mencoba lagi memegang tangan gw, tapi kali ini pelan-pelan menunggu reaksi gw, gw diem, tapi todongan gw ga gw lepas. dia ngeliatin luka gw sebentar, dan tiba-tiba menyobek sedikit bagian lengan bajunya dan berusaha melepaskan pistol dari tangan gw sambil terus menatap gw, lagi, bahasa non-verbal dari matanya bagai berkata "Please..?". Entah kenapa gw jadi nurut sementara dia membalut luka yang disebabkan Vafer tadi. Sambil mengikatkan kain ditangan gw, dia berkata,
"makasi ya dah nolong gw", katanya tanpa melihat ke gw. gw jadi malu-malu sendiri, waktu berjalan cukup lama buat kita berdua ngobrol dinaungi sejuknya hutan Rawa Kabut. gw menceritakan bahwa gw ada keturunan Bellato, dan dia langsung minta gw untuk ikut dia ke Bellato dan tinggal disana, kita argumen cukup seru yang menyatakan pendirian masing-masing. sampai akhirnya dia menangis dan mengucapkan kata-kata terakhir sebelum meninggalkan gw.
"Bangsa Bellato adalah bangsa yang berpikiran terbuka! tidak akan menghalangi cinta yang sesungguhnya!!", gw terdiam dan ga mampu mengejar dia. gw ngelamun beberapa saat sampe gw nyadar sendiri, "dia baliknya gimana?!" pikir gw. akhirnya gw kembali ke markas malam itu dan bertemu Ravi lagi di kamar kita lalu...
"SEMUANYAA SIAP!!" Teriakan komando Archon Bellato menyadarkan gw dari lamunan gw, ternyata gw tanpa disadari udah sampe area war. gw bener-bener harus kurangi kebiasaan ngelamun ini. kemudian dari salah satu monitor gw muncul cam-nya Cindy di BMAUnya.
"Sayang, kmu jangan bengong ya ntar di sana.. ntar kenapa2 lagi" celotehnya dengan centil, yup, kita udah pacaran sejak gw dateng ke Bellato. Gw senyum doang denger kata2 dia itu. Layar monitor berganti ke cam-nya Archon,
"Semuanya, hari ini kita akan rebut kejayaan lagi!! SEMANGAT!!" titahnya, dan seluruh patriot Bellato menjawabnya dengan penuh keyakinan. Gw ditempatin di paling depan. Formasi kali ini agak aneh, kita nerapin formasi agak longgar, entah apa maksudnya. Yang pertama kali gw temuin dilapangan ada seorang Cora dan sekaleng Accretia lagi duel berdua aja. tapi kayaknya si Cora agak terdesak, entah mungkin masih ada kenangan sama bangsa gw dulu, gw melaju untuk bantuin itu Cora dudud.
"Cyn, aku dapet target, kmu hati-hati ya.." seru gw ke kekasih hati gw melalui Cam.
Seperti biasa, dia menjawab dengan centilnya "Ok, Baby... semangat yaaa... luv u..." sambil meniupkan ciuman, lagi-lagi gw nyengir akan kespontanan dia. Maka melaju lah gw menerjang Accretia yang dikit lagi mampusin itu Cora yang sekarang lagi duduk nyantai di tanah. BRAAAKK!! Terjangan gw cukup kuat buat mentalin tuh kaleng, saat gw melihat ke monitor siapa Cora yang lagi duduk ditanah gw kaget,
"Ravi?!" mukanya kayak ga percaya ngeliat gw, dan dia kayak abis ngeliat hantu...mangnya gw segitu nyeremin apa? gw tinggalin Ravi duduk disitu sementara gw terjang lagi itu kaleng yang udah kuda-kuda lagi menyambut gw, Braakk!! Klaaangg!! suara pertempuran kita berisik banget sampe kedengeran di dalem kokpit BMAU yang harusnya kedap suara. Tiba-tiba transmisi dari luar masuk tapi formatnya SOUND ONLY, siapa nih?! pikir gw. tiba-tiba suara parau seperti suara mesin tedengar didalem kokpit gw.
"Hmmm..?? Rupanya Zinn...", Kaget gw! siapa nih?! gw liat ga ada siapa2 dalam radius medium selain gw dan kaleng itu. masa sih.....?! lagi, suara itu memenuhi kokpit gw "Ternyata lu membelot ke Bellato ya?!! wuahahahaha... apa rasanya jadi Ravi dikhianatin sama kita berdua ya?!", gw dibikin kebingungan sama Accretia didepan gw, kenapa dia bisa tau soal gw dan Ravi? dan kenapa dia bilang 'kita berdua'? kata-kata selanjutnya menjawab semua pertanyaan gw.
"Ini gw Zinn, TherMiaN...!!" Bagai geledek yang menyambar, suara si kaleng itu membuat gw hilang konsentrasi. "bo'ong!" pikir gw. Sampai gw liat Name Tag di pundak kirinya, TherMiaN... lengkap dengan huruf kapitalnya diposisi yang sama. sambil teriak kesetanan gw menerjang dia lagi,
"BOHOOOONGGG!!!", terjangan gw kali ini penuh keraguan dan kali ini dia cukup sigap dalam menerima serangan gw, dia berhasil menghindar dan bersiap mengayunkan pedangnya untuk membelah kokpit gw....
BRAAAKK!!! dalam sekejap tubuh robot TherMiaN mental oleh terjangan sebuah BMAU yang tiba-tiba hadir disamping gw. monitor gw menampilkan wajah yang menyejukkan hati gw. "kmu gapapa sayang?!", Cindy baru aja nyelamatin nyawa gw.
Setelah memperbaiki posisi berdirinya dari kondisi terjatuh, TherMian nyeletuk "hohoho.. rupanya udah punya pacar ya...emang pantes buat lu Zinn... kli ini gw mundur dulu. hehehhe", Dan TherMiaN pun mundur dengan wujud yang gw ga kenal.
Cewe gw sepertinya ga bisa denger percakapan 1 on 1 gw sama TherMiaN, "Huh! pengecut!! baru 2 BMAU aja udah ngibrit!", gw tersenyum mendengar celotehan dia yang suka ga tau malu. Hati gw yang dipenuhi kebingungan tentang TherMiaN bagai disapu oleh aura ceria dia.
"Makasi ya sayang..." kata gw lembut.
Mata cewe gw ini langsung berbinar-binar "waaa.. sama-sama honey!! kapan lagi nyelamatin pacar aku kan?! hehehe... I Luv..."
BLAARRRRRRR!!!! gw menyaksikan didepan mata gw sendiri bagaimana BMAU Cindy meledak. gw yang terbengong ga percaya apa yang terjadi melihat tidak jauh disamping ada seorang Summoner Cora dengan Isisnya, sekali lagi gw memandang ke BMAU Cindy yang sudah terbakar tidak berbentuk dan serta merta air mata gw ga tertahan, langsung gw menerjang Cora ... yang membunuh Cindy!
"HOOAAAAA!!! BAJINGAANNN!!!", gw langsung hajar Isisnya tanpa ampun walaupun BMAU gw juga sekarat bertarung sama itu Isis, tapi akhirnya gw menang, dan Cora ga tau diri yang jadi pemiliknya mencoba kabur, gw yang masih kalap ga kasih kesempatan sama sekali dia untuk lari. Dalam sekejap mata gw bantai Cora yang namanya aja gw ga mau tau itu sampai ga berbentuk.
Dalam nafas yang terengah-engah dan emosi yang belom turun, gw memandang seonggok daging dan tulang dihadapan gw bekas Cora tadi, rupanya beberapa temennya dateng dan mencoba bales dendam buat dia. tapi semuanya berakhir dengan kematian mereka semua menghadapi kemurkaan gw.
.......................................
Sudah sebulan sejak kejadian itu, hari dimana gw membantai satu kompi Cora itu gw diangkat menjadi komandan pasukan. Hari ini gw kembali ke lapangan untuk menyerang Cora yang udah mengambil kekasih hati gw dari sisi gw dengan BMAU modif gw yang gw ukir di dadanya 'Cindy', gw siap memporak-porandakan bangsa Cora, lalu menghancurkan bangsa Accretia sampe sekrup-sekrupnya
Gw akan selesaiin semuanya DISINI!! HARI INI!!
===================================================== End
|
|
|
|
|
Logged
|
Just 1 way 2 says those 3 words 4 u, I love U I am simply a Boy.. whatever you think I am.. is what I am. It's My life.. and it's for you to judge Me.. if you know Me.. 
|
|
|
|
dewaloki1989
|
 |
« Reply #2 on: September 24, 2007, 09:48:22 AM » |
|
The Story of Novus...(part 3) TherMiaN's side story ============================================ Nama gw TherMiaN... saat ini gw...... mati.....
Gw adalah salah satu anggota training Cora yang akhirnya mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan gw di garis depan. Pada saat telah tiba untuk merebut kejayaan, Archon kita belum juga dateng, seluruh patriot Cora diliputi ketakutan dan/atau keraguan di hati masing-masih apakah sanggup untuk menjalani perang ini. Gw denger-denger banyak patriot Cora yang mencaci-maki Archon dan para wakilnya saat kekalahan perang beberapa waktu lalu. Gw masih juga ga ngerti alesan mereka absen di perang ini. Saat itu gw ga peduli, gw udah nafsu mo unjuk gigi. Klo perlu biar gw yang dipilih jadi Archon berikutnya.
Karena kekurangan komando yang baik, seluruh pasukan terpecah belah, masing-masing mengikuti perintah komandannya, atau mengikuti kata hati sendiri. gw? jelas lah ngikutin maunya gw sendiri. Walaupun perang ini berantakan buat Cora, gw tetep enjoy membantai musuh yang ada dihadapan gw. udah gw itungin dari tadi, 3 Belatung dan 1 kaleng yang udah gw beresin, gw masih belom puas. Ditengah-tengah area peperangan yang acak adut, gw berteriak,
"HoAAAAA... SEGINI DOANG KEMAMPUAN KALIAANN??!!!", rupanya ada yang ga terima gw kata-katain gitu, gw menghindar tipis dari tembakan Bellato dari jarak 57m di samping gw, "haha... satu lagi buat hari ini!!" kata gw menatap tajam kearah belatung yang kayaknya masih emosi. Terlalu penuh dengan kecongkakan gw, tiba-tiba JLEBB... Sebuah pedang intense dari metal menembus dada gw dari belakang, gw menoleh ke belakang dan mendapatkan sekaleng Warrior Accretia yang berdiri sambil menghunus pedangnya menembus gw. Entah kenapa gw bisa liat dia seolah-olah berekspresi tertawa. sial..... sakit banget....... gw pun terjatuh ditanah merejang maut.
sakitt.... tiap tarikan nafas gw bikin gw minta langsung dicabut nyawanya saat itu juga. hingga akhirnya pandangan gw memudar.....sampai hilang semuanya....
.........................................
Gelap....
Dingin...
Ini ya rasanya mati?
Not bad juga...
Mana malaikatnya?
Tiba-tiba gw membuka mata, "Dimana gw? ....neraka?" Sekeliling gw yang bisa gw liat robot-robot Accretian semua di dalem sebuah ruangan yang cukup besar. "gw blom mati? sekarang gw jadi tawanan ya?". Salah satu kaleng itu menyadari kalo gw udah bangun. Lalu dia berkata "Prof, no. 7391 bangun" katanya dengan suara mesin yang aneh. Gw baru tau ini kaleng-kaleng bisa pada ngomong?? kirain selama ini cuma ngomong "*@(^#" ato apa lah itu. Mereka ngerti darimana bahasa Cora? Mulai banyak kaleng-kaleng yang ngerubutin gw, seolah-olah mereka lagi liat show striptease. Yah, wajar aja dengan kehadiran seorang Cora yang ganteng diantara kaleng-kaleng ini gitu kan...
Entah darimana, ada seseorang yang berbentuk seperti bangsa Cora dan Bellato dateng, tapi... kupingnya beda?? aneh...mahkluk apa ini? Makhluk itu membuka pembicaraan.
"Salam kenal, 7391. kamu sudah terbangun dengan baik", Gw ga terima dikasih nama gitu, yah sebagai bangsa Cora gitu loh, enak aja..
"Nama gw TherMiaN!! se-enaknya aja lu panggil gw....", ada yang janggal? suara gw serak? kok suara gw aneh gini? padahal di Cora gw jago nyanyi lho..... Makhluk yang dipanggil 'Prof' itu menatap gw keheranan. Dia bertanya kepada kaleng disebelah dia,
"Aneh, kalian tidak melakukan pen-cucian dengan baik ya?" sungut dia kepada kaleng yang di pundak kanannya gw baca ada tulisan "tukangjagal" hue? itu profesi dia apa namanya?
"Tidak Prof, semua sesuai dengan prosedur. Data laporannya juga ada. Buktinya dia mengerti bahasa kita", si tukangjagal itu membela diri, tapi setelah si Prof itu ngecek sendiri dia makin heran.
"hmm... kita dapet spesies yang langka klo gitu" dan senyumnya merekah. Lalu perhatiannya kembali tertuju ke gw. "Kalau begitu, selamat datang di Markas Accretia, TherMiaN. Senang sekali mendapatkan kamu sebagai anggota kami", HAH?! Anggota dia? gila apa?! gw gitu jadi anggota kaleng2 ga jelas ini?!
gw menunjukk si Prof saking marahnya dan mo maki-maki dia, tapi kata-kata gw terhenti begitu yang gw liat menunjuk si prof bukan tangan gw, tapi tangan dari metal, yang berbentuk seperti...Accretia!! gw dengan penuh kepanikan memperhatikan seluruh tubuh gw yang ternyata sudah berubah menjadi sama seperti kaleng2 disekeliling gw.
"uUAAAAA!! APA INI?!!! APA YANG LU LAKUKAN KE GW?!!" dikepanikan itu gw mau nangis, tapi tidak ada air mata yang tumpah, karena mata gw sekarang adalah sebuah kamera yang solid. Harga diri gw tercabik-cabik, gw memukul semua Accretia-Accretia yang ada di depan gw sambil berteriak kesetanan, hingga akhirnya gw berhasil mencengkram badan si Prof itu yang terhitung kecil dengan dua tangan,
"Kembalikan gw seperti semula!!" Ancem gw sambil mempererat genggaman gw. si Prof dengan senyum menahan sakit hanya menunjuk ke samping, gw melihat arah tangannya dan melihat, gw! tubuh gw berbaring disalah satu tempat tidur diruangan itu dengan lubang yang gede banget di dada gw.
"Kamu sudah mati TherMiaN...", gw yang ga percaya akan kenyataan itu hampir saja meremukkan tubuh si Prof dengan satu gerakan, seandainya salah satu Accretia disitu mementalkan gw dengan hantaman tangannya. Gumbrangg!! badan metal gw menghantam beberapa peralatan elektronik disitu sampai gw mentok di tembok. Rupanya si kaleng yang mentalin gw blom puas dan niat melanjutkan serangannya.
"BIARKAN, VERDEBUSTER!!" teriak si Prof, si kaleng yang bernama Verdebuster itupun berhenti dan membatalkan niatnya. si Prof menghampiri gw dan duduk disamping tubuh gw yang males berdiri.
"Bunuh aja gw... gw ogah perang buat Accretia", ketus gw. si Prof tersenyum dan membalas dengan lembut.
"TherMiaN... kamu tau sejarah Accretia?", si Prof menceritakan asal muasal kekaisaran Accretia (Baca sejarah Accretia). Entah kenapa gw reflek dengerin dengan seksama karena biasa dirumah dapet pelajaran tata krama. Gw baru tau kalau kaleng-kaleng ini awalnya berbentuk seperti si Prof, Ras yang disebut dengan 'Manusia'. kayak nama makanan... dan gw baru tau juga tragedi ras Manusia ini yang hampir punah oleh virus, dan adanya ras luar angkasa bernama Herodian yang berniat membasmi seluruh jenis kehidupan di semesta. Lagi, si Prof bertanya kepada gw, "TherMian, kenapa kamu berperang?"
Tanpa ragu gw jawab, "Untuk menunjukkan kekuatan saya!!" ....Saya?? gw kayak ngomong ke guru tata krama gw.. si Prof senyum lagi,
"Kalau kami, berperang agar tetap eksis di dunia..." katanya singkat "Demi bertahan hidup, kami rela mengubah diri kami menjadi robot agar bisa bertahan menghadapi serangan-serangan bangsa luar seperti Cora, Bellato dan Herodian..."
"Cora tidak pernah menyerang bangsa manapun!!!" kata gw agak tersinggung.. si Prof memandang gw sebentar. dan tersenyum lagi. kemudian dia meminta gw berdiri dan mengikuti dia. Accretia yang lain memberikan jalan buat kita, lalu beberapa mengikuti sedang yang lainnya kembali pada kesibukkannya masing2.
Gw dibawa ke ruangan yang ada robot-robot seperti MAU yang berdiri diam. "ini adalah pusat latihan kami. Didepan kamu itu adalah cloning dari robot-robot ciptaan Bellato yang dibuat untuk menghancurkan musuh-musuhnya" dia kemudian memberikan ruangan kepada gw dan berdiri bersandar pada tembok. "coba hancurkan salah satu..". Gw ga ngerti apa maksudnya, tapi gw coba juga (gw klo dihadapin sama musuh pasti jadi semangat). Dengan tangan kosong gw pukul salah satu MAU itu dengan kekuatan penuh. BRUAAKK!!! waw... MAU yang gw hantam lansung mental dengan bagian kokpitnya hancur lebur.
Prof tersenyum, dan berseru, "Apakah kekuatan seperti ini yang kau cari?". Entah kenapa kebanggaan Cora yang selama ini jadi pegangan hidup gw hilang gitu aja dengan kekuatan luar biasa di tangan gw saat ini. dan dia mendekati gw lalu berkata, "Bantulah kami agar bisa tetap bertahan hidup".
Akhirnya gw mengikuti pelatihan bangsa Accretia dan menjadi pasukan Accretia. Ternyata para bangsa Accretia ini tidak sedingin yang gw kira, orangnya asik-asik, gw juga cukup nyambung dengan orang-orang disini karena kita sama-sama doyan kekuatan.
.........
Sudah berbulan-bulan sejak gw menjadi anggota Accretia, dan sekarang gw udah siap di garis depan lagi, kembali ke tempat kematian gw, tempat gw menemukan kehidupan baru. Kali ini gw bener-bener merajalela, ga seperti waktu gw masih berwujud darah dan daging, gw membantai para belatung2 dan coro2 level cupu udah kayak tanpa usaha.
Diantara coro2 yang lagi berantakan itu, gw ngeliat sosok yang gw kenal banget. Ravi. hooo? udah sampe di garis depan dia? udah jago doong? langsung aja gw terjang dia dengan penuh semangat. TRAANGGG!!! Pedang kita beradu terus, gw liat muka Ravi lucu banget klo lagi serius, jadi mo ketawa gw. Tapi masih seperti dulu, dia tetep aja lemah. Gw jadi nyesel pernah temenan sama dia klo sampe sekarang dia masih secupu ini. Dia keliatan shock banget setelah mengetahui siapa gw sebenernya. Tenang aja Vi, gw lepaskan lu dari segala kebingungan ini dengan mengirim lu ke pangkuan DECEM!!
BRAAKKkk!! Ga ada angin ga ada apa, ada BMAU yang nyodok gw kenceng banget sampe mundur gw. Langsung aja gw lupain si Ravi itu karena udah ada musuh gw yang lebih pantes di depan gw. Dalam pertarungan itu gw menyadari bahwa si kaleng bajakan itu yang jadi pilotnya si Zinn.. Lucu banget... apa rasanya jadi si Ravi ya?? gw ketawa sendiri. Baru aja gw mo belah BMAU Zinn jadi dua, lagi2 gw diganggu. BMAU yang lain nerjang gw kenceng banget, ampe mundur lagi gw. Baru gw mo bales, dari transmisi markas kita diminta balik ke Control Center karena ada serangan Bellato disana.
Gw pun mundur dulu untuk kali ini. Seampainya di Control Center, gw liat udah hancur lebur ga berbentuk lagi Control Center Accretia. Di antara puing-puing gw liat sesuatu yang gw kenal. si Prof!! gw langsung menghampiri tubuh si Prof yang tertindih diantara puing2, gw mau menyingkirkan puing2 tersebut dari atas si Prof, tapi dia tiba2 berteriak,
"JANGAN!! organ dalam tubuh saya sudah hancur TherMiaN. Tidak ada yang bisa kamu lakukan lagi, saya akan mati", gw ga terlalu sedih.
"Tenang aja prof, nanti kita hidupin prof lagi di wujud baru ya!", tegas gw.
"Tidak usah, TherMian. Saya ingin mengakhiri hidup saya sebagai manusia biasa. Saya tidak menyukai peperangan, tapi perang ini harus dilakukan agar menjaga bangsa Accretia bisa tetap eksis" Dia terbatuk darah disela kata-katanya. Gw bingung mau berbuat apa, si Prof memegang tangan gw dan menatap gw.
"TherMiaN, kamu adalah kebanggaan saya, janganlah berperang untuk menguasai, berperanglah untuk
bertahan hidup..... dengan kekuatan.... kamu.." dan Prof pun menghembuskan nafas terakhirnya. Teriakan gw menggema hingga membuat rekan-rekan Accretia yang lain menghampiri gw. Gw pun membawa jasad Prof kembali ke markas. Para ilmuwan disana ingin melakukan transplantasi otak Prof ke wujud baru. Tapi gw menghalanginya dengan keras, hingga hampir dibawa pengadilan militer, untungya ada Verdebuster yang membantu menjelaskan. Akhirnya Prof pun dikuburkan dengan layak...
..........................
Sudah sebulan sejak kejadian itu, sekarang gw udah kembali di garis depan. Kali ini gw kembali dengan ketetapan hati yang berbeda. Kali ini gw akan berperang dengan idealisme titipan dari Prof. Dan untuk itu, bangsa Cora dan Bellato harus disingkirkan agar Accretia bisa terus eksis.
Lihatlah Prof, gW akan selesaikan semuanya, HARI INI!! ======================================= End
|
|
|
|
|
Logged
|
Just 1 way 2 says those 3 words 4 u, I love U I am simply a Boy.. whatever you think I am.. is what I am. It's My life.. and it's for you to judge Me.. if you know Me.. 
|
|
|
|
dewaloki1989
|
 |
« Reply #3 on: September 24, 2007, 09:51:00 AM » |
|
The Story of Novus (part 4) Destiny's way =========================================== Pada akhir Chip War yang mempertemukan kembali ketiga sahabat yang dipermainkan oleh takdir, Ravi kembali ke kamarnya di markas Cora. Hari itu, mereka bertiga tidak sempat beradu pedang sama sekali. Padahal Ravi sangat-sangat nafsu untuk menyelesaikan konflik mereka hari itu juga. Tapi di hati yang terdalam dia merasa sedikit lega.
..............
"Akhirnya kita tidak beradu pedang juga tadi.... hhh... Bodo ah, gw mo mandi". Setelah mandi, baru mau duduk, gw teringat sesuatu. Gw pake baju santai, trus gw berjalan ke Ruang Perawatan. Sesampainya disana gw ketemu sama Spiritualis yang bertugas. Gw memberi salam lalu bertanya, "Gimana kondisinya dok?" (Dok? mangnya di Cora pake dokter yee?).
Spritualis tadi tersenyum ramah kepada gw, Dia cewek luar biasa cantik n sexy yang mengkuncir rambut pirangnya seperti ekor kuda, terkenal kok di Cora, "Dia sedang dalam masa pemulihan", katanya, lalu dia memberi salam dan meninggalkan gw.
Setelah memperhatikan bagian 'belakang'-nya yang bergoyang menjauh dari gw sampe hilang dari pandangan sambil berpikir dalem hati "ckckck... bahagianya gw jadi bangsa Cora..", gw masuk ke dalam ruang perawatan. Setelah menutup pintu dibelakang gw, gw memperhatikan sesosok wanita yang berbaring lemah dengan balutan dimana-mana. Dia seorang bangsa Bellato. Begini ceritanya...
Sewaktu gw ditarik kembali ke Pos setelah pertemuan kembali gw dengan sahabat2 lama gw, karena kita hampir memenangi War, gw disuruh tunggu dulu di Control Center. Gak lama setelah itu gw udah mulai pulih dari shock gw dan mengangkat kembali perisai gw untuk kembali ke formasi. Rupanya seluruh pasukan sedang sibuk menyerang Control Center Bellato hingga yang tersisa di dekat Control Center Cora sedikit sekali. Sesuatu menarik gw untuk kembali ke posisi dimana gw bertemu TherMiaN dan Zinn, disana gw melamun mengingat kembali situasi beberapa puluh menit yang lalu. Kelebatan bayangan pertemuan itu berkecamuk di benak gw. Gw menggeleng2kan kepala untuk mengusir bayangan2 yang mengganggu itu. Dan gw melihat sesuatu.
Di kejauhan, terhalang oleh semak-semak dan pohon yang tumbang, gw melihat sesuatu yang mencurigakan. gw mendekati lokasi itu dengan sangat hati-hati. Sepertinya benda itu adalah sebuah bagian dari BMAU yang hancur berkeping-keping. Tapi gede amat ya? gw deketin lagi pelan-pelan, siapa tau dia gigit kan? gw liat dari celah-celah yang ada di benda itu ternyata di dalemnya ada orang? ini bagian kokpit BMAU ya? kok bisa sampe kesini? kasian banget tuh pilot, mengenaskan banget matinya sampe mental ke tempat tersembunyi kayak gini. Gw coba cari cara buat buka kokpitnya sampe pusing, akhirnya sebodo teuing lah, gw belah lah itu benda biar kebuka pake pedang gw. Musti berkali-kali juga sih, ternyata BMAU alot juga yahh?? Akhirnya gw berhasil membuka benda itu untuk melihat mayat didalemnya.
Ternyata cewe, bajunya udah sobek sana-sini dengan darah ngocor dimana2. Wuih... sadis juga nih. Tiba-tiba gw memperhatikan kalau tangannya bergerak!! dan setelah dilihat baik2, ternyata dia masih bernafas meskipun pelan. Gw berpikiran untuk membiarkannya mati begitu aja, tapi gw ga bisa.....gw ga bisa..... MEMBIARKAN CEWE CANTIK MATI!! klo cowo mah bodo amad. Lalu gw serta merta berusaha mengeluarkan cewe itu dengan sangat hati-hati. Dan buru-buru berlari ke arah Control Center.
Orang-orang disana kaget karena gw bawa-bawa orang Bellato sekarat ke sana. Tapi melihat kondisi yang gw bawa mengenaskan, akhirnya mereka bantuin gw bawa cewe ini ke Markas untuk dirawat.
Setelah yakin klo tuh cewe udah aman, gw langsung memenuhi panggilan dari komandan gw untuk bertemu dengan pengadilan militer. Gw tau sih klo yang kayak gini itu ga bakalan didiemin aja sama para petinggi Cora. Tapi ternyata setelah gw menjalani proses sidang dengan semua penjelasan gw, para petinggi melepaskan gw begitu aja dengan berkhotbah, "DECEM akan menerima siapapun yang mempercayai dirinya. Ajaklah Belatun...eh maksud saya Bellato itu untuk mengikuti ajarannya!!", gw meninggalkan pengadilan dengan sedikit heran, kalau keberadaan Bellato di Cora tidak dilarang, kenapa ortunya Zinn dulu bisa dihukum?...ahhh... ga tau ah, pusing gw.
Gw duduk disamping si Bellato yang sedang tertidur itu. Satu-satunya yang gw tau saat ini cuma namanya yang ada di seragam dia sebelumnya yang hampir hancur semua, "Cindy". Gw perhatiin dia bernafas dengan teratur... gw perhatiin 'ehem'-nya yang naik turun dengan konstan. ternyata untuk ukuran badannya yang kecil sebagai bangsa Bellato, lumayan ge...
PLAKK!! Spiritualis cewe yang tadi udah balik dan ngeplak kepala gw pake buku yang dia bawa. "liatin apa kmu?!", gw nyengir.
"Ga, dok...kayaknya dia udah makin sehat yaa..", Cengir gw sambil nahan sakit coz bagian buku yang dikeplak ke kepala gw tadi ada clipnya. lumayan cooyyy...
"Besok pagi dia pasti udah bangun" katanya lagi sambil meletakkan buku2 tadi di mejanya. "Kamu tinggal aja dulu, daripada ga guna disini ngelamun yang enggak2!", sambil menatap gw dengan ganas.
Ciut juga gw, meskipun dia tambah sexy keliatannya. Akhirnya dengan permisi gw keluar dari ruangan, tapi baru gw buka, si cewe ber'aset' besar bernama Cindy tersebut bersuara "..@#$%....", gw dan dokter liat-liatan, tapi akhirnya tuh cewe tidur lagi so gw keluar aja n balik ke kamar mo istirahat.
Cape man abis perang.
........................
Besok paginya gw kebetulan dapet jadwal off. Jadi habis mandi ku gosok gigi, gw balik lagi ke Ruang Perawatan,
tanpa ngetok gw langsung buka pintunya "Permi.......SIII!!" gw terkejut melihat si cewe itu lagi duduk tanpa busana sedikitpun sementara si spiritualist lagi bukain balutan-balutan dia. Langsung gw tutup lagi pintunya dengan dada berdebar-debar. Gilaa.... MUANTAAAAB!!! "terima kasih DECEM, atas berkah mu memberikanku off hari ini!!!", panjat gw sambil melihat ke langit-langit,
sebelum bogem dari si Spiritualis nan sexy itu menghantam dagu gw dengan sukses.
"DASAR PORNO KAMU!! KALAU MASUK KETOK DULU DONG!!" makinya kepada gw yang terjembab ke lantai. Kali ini dia menggunakan kacamata yang bikin dia berlipat2 makin sexy.
"Maaf dok..", cuma yang bisa gw katakan kepada dia. Akhirnya gw dipersilahkan masuk setelah si cewe itu berpakaian. Setelah gw masuk, si cewe yang gw sangka imut-imut n pendiem, ternyata malah cewewed bo', judes pula. Ampun deh. Tapi karena 'perlengkapan'nya bagus, gw biarin aja dia cerewet. Rupanya si cewe yang betul bernama Cindy itu hilang ingatan, yang ingetin ke dia nama dia sendiri aja si dokter. Selain dari itu, dia sama sekali ga tau apa2, ga tau dia berasal darimana, ga tau apa itu Chip War. Bagus deh, karena persyaratan supaya dia ga diapa-apain, dia harus menganut DECEM.
Akhirnya gw melalui hari2 selanjutnya mengajari dia ajaran DECEM, karena diserah tugaskan langsung oleh para petinggi. yah, mau diapain? siapa tau gw 'beruntung'...wkwkwk..
"HEY!! lu denger ga sih?!" si Cindy ngagetin gw, setelah keputusan para petinggi Cora, seorang Spritiualist Elite ditugaskan untuk memberikan sihir kepada Cindy agar dia bisa mengerti dan mampu berbicara bahasa Cora.
"Apaan sih?! ngagetin gw aja??!!" Gw sekarang lagi nemenin dia gb PT Dark Force dan Holy Force. Cindy sama sekali tidak pernah diberitahu bahwa dia adalah bangsa Bellato. Dan setelah 2 bulan ini, dia bener2 udah keliatan seperti Cora sejati. Meskipun agak pendek. Entah kenapa setiap kali gb, dia minta ditemenin di Rawa kabut mlulu. Katanya tempat itu familiar buat dia. Emangnya di Bellato ada tempat kayak gini ya?
Sekarang dia lagi gb elemen angin, sampe pake kacamata gw, abisnya ngeliatin efek petirnya bikin pusing. Dia lagi keasyikan nyerang2in Vafer sambil ngoceeehh aja sendirian. Setelah abis Vafer2 yang ada, dia menghadap ke arah gw, dan berpose sok keren gitu deh,
"Keren kan gw?!" dan dengan sotoy, meledakan aura anginnya biar keliatan keren. Tapi siapa yang mau ngomong klo ternyata hempasan aura tadi membuat salah satu pohon patah dan jatuh menimpa dia.
GUBRAAAAKKK!!! Pohon gede itu menghempas tanah dengan keras. Gw berhasil menyelamatkan dia dengan tipis banget sampai ranting dari pohon itu merobek punggung gw. Cindy langsung merasa bersalah gitu, ampun deh nih cewe, udah feel guilty masih aja tetep cerewed yaa.. makin parah malah kayaknya?
"Aduh, Vi. Sory..Soryy..!! aduhh gimana dong..?? ini... aduuhhh..", celoteh dia penuh kekhawatiran. Gw berdiri menahan sakit, dan tersenyum.
"gw gapapa kok, Cin. Santai aja" Kata gw sok cool, padahal perihnya ampun dehhh... Dia ga percaya dengan kata2 gw dan maksa gw untuk ke Ruang Kesehatan. Sampe ditarik2 tangan gw, pingin gw tonjok kali nih cewe?! dia narik2 tangan gw malah bikin perih di punggung gw tambah sakit!! Gw bersikukuh klo gw gapapa dan langsung menuju kamar gw untuk nyuci luka itu dikamar mandi. Si Cindy ngebuntutin gw terus sampe ke depan pintu kamar gw. Abis buka pintu lalu gw nyengir sambil masuk ke dalem.
"Makasi ya dah nganter ampe depan kamar... daa.." kata gw sambil menutup pintu, tau-tau dia nahan pintunya. Dia ngeliatin gw dengan mata yang mo nangis, tapi sok galak.
"Gw yang bikin lu luka, paling ga, biar gw yang bersihin luka lu. klo cuma lu doang lukanya ga akan bersih bener!", kata dia sambil menerobos masuk. oi..oi...enak aja nih cewe masuk ke kamar gw kagak permisi.
Dia langsung ke kamar mandi dan ngambil baskom berisi air serta handuk yang ada disitu. Bener2 deh nih cewe. Ga takut gw apa2in apa?! Dia langsung berdiri di depan gw.
"Buka baju lu! duduk di tempat tidur situ!", bentaknya. weiiii... dia yang salah kok malah galakan dia sih?! Tapi mo diapain lagi? gw ngelawan malah tambah berisik nanti dia, jadi gw nurut aja. Gw membuka baju gw dan duduk dipinggir tempat tidur. Dia naik ke atas tempat tidur dan berlutut di belakang gw, lalu mulai ngebersihin luka punggung gw pake handuk yang dibasahin.
Gw denger dia berkata pelan, "maaf ya Vi...". n gw rasa dia nangis, karena ada yang netes di punggung gw, dan rasanya bukan air dari baskom itu, gw pun menengok untuk memastikan, ternyata beneran dia nangis. Gw senyum2 sendiri, ternyata bisa kelihata manis juga dia klo situasi gini. Gw mengangkat dagunya dengan jari gw.
"hei... gapapa kok, tenang aja. Klo lagi perang, biasanya luka gw jauh lebih parah daripada ini", kata gw berusaha menenangkan dia. Tapi dia masih memandang gw dengan linangan air mata, nafasnya tersendat-sendat. gw ketawa dalem hati. kayak anak kecil... entah kenapa, gw langsung memajukan muka gw dan mengecup bibir dia. Dia terkaget tapi ga bergerak, matanya terus menatap gw dengan kaget, tapi lama2 matanya menutup sendiri, dan gw melanjutkan aksi gw tadi, sambil merebahkan tubuh mungil dia di atas ranjang gw.
...........................
Begitu pagi, gw dibangunkan dengan hujan ciuman di seluruh muka gw. Menyerah, akhirnya gw membuka mata gw,
"Pagiii.....", Cindy menyapa gw, masih berbaring disamping gw dengan senyuman manisnya, tanpa busana. Kita berdua hanya dibalut oleh selimut. "tukang tidur niiiyyhhh.. bangun dooongg", katanya dengan manja. Dia menempelkan punggungnya ke dada gw sambil meraih tangan gw untuk memeluk dia dari belakang. "Vi... mau tanya dooong.."
Masih setengah sadar, gw menjawab "apaaaa...", dia menunjuk sebuah foto di atas meja di samping tempat tidur gw. Foto itu adalah foto gw bersama Zinn dan TherMiaN. Sahabat-sahabat gw... dulu....
"Itu siapa? temen2 kamu?" tanyanya. Dia memperhatikan foto2 tersebut dengan seksama. Tampang TherMiaN... tampang Zinn.....
Gw terdiam sebentar dan menghela nafas panjang. "Iya.. dulu..", Dia sepertinya heran dengan jawaban gw, dan mau bertanya lagi, tapi gw potong dengan melumat kembali bibirnya, sementara dia tertawa kecil.
Untung hari ini gw dapet jadwal off....
.................................
Sementara itu di Markas Bellato sana, Zinn sedang memperhatikan fotonya berdua dengan Cindy, dengan cincin pertunangan melingkar di jari Cindy...
=================================================== END
|
|
|
|
|
Logged
|
Just 1 way 2 says those 3 words 4 u, I love U I am simply a Boy.. whatever you think I am.. is what I am. It's My life.. and it's for you to judge Me.. if you know Me.. 
|
|
|
|
dewaloki1989
|
 |
« Reply #4 on: September 24, 2007, 09:53:38 AM » |
|
The Story of Novus (Part 5a) TherMiaN's Hesitation... ================================================
TRRRR.....
gelap...di mata gw keluar tulisan2 yang cepet banget lewatnya ampe males baca gw. Yo'i, TherMian is in the house yo... Sekarang gw lagi loading abis tidur. Udah berbulan-bulan jadi Accretian gw masih aja suka ketawa sendiri klo bangun tidur. Kapan lagi kan mau tidur tinggal senderan ke tembok? trus sarapannya pake bensin n oli. Mantap banget deh... Udah gitu briefing tiap misi ga perlu ribet2 ngumpul di ruangan dulu rame2. Tiap bangun, kalo ada tugas pasti langsung keliatan di monitor (a.k.a mata gw).
Anyway, tugas gw sekarang patroli di Craig Mine. Secara gitu kan abis menang war. So berangkatlah gw, bertiga, sama Verdebuster n r3v0lv3r. Padahal gw sendiri aja cukup. Ngapain pake rame-rame sih? kan bagian gw berkurang nantinya. Tapi mo diapain lagi? udah perintah atasan, mereka juga dah gw kasih duid oli supaya mereka kemana kek gitu jangan barengan gw, merekanya ga mau. Takut katanya. piff... yawdah kalo gitu.
Akhirnya sampelah kita di Craig Mine. Dulu, sewaktu gw masih jadi bangsa Cora n masih muda (remaja maksudnya...), gw suka dateng kesini sama seseorang... *ehem* cewe. Namanya Monica. Dia selalu ngajak gw kesini kalo lagi ga war, karena katanya seru. Orang gila tuh anak, kita masih level cupu malah jalan-jalan kesini. Mending mau ngapain, sampe kesini cuman mau kasih tanda di satu tempat tertentu, Tepatnya di 90 65, abis itu pulang lagi. Udah gitu gw ga boleh liat lagi apa yang di bikin disitu. Padahal gw suka males banget kalo diajak, dan biasanya gw suka pura-pura tidur, tapi dia pasti pake segala cara buat bangunin gw. Ortu gw sama Ortu dia udah sohib berat, makanya dia gampang banget masuk ke rumah n kamar gw dengan santai. Pokoknya kalo dia lagi mau kesana, gw ga bisa lari deh. Pasti dia ketemu aja dimanapun gw ngumpet. geblek.
Lagi asik-asik nostalgia, si Verdebuster nepuk pundak gw, sambil nunjuk jauh ke depan. Ini orang males ngomong apa emang bisu ya? dari dulu kayaknya gw ga pernah denger dia ngomong..? anyway, didepan sana ada 3 MAU yang berbaris menghadap dinding tebing. Mereka lagi disetrap ato lagi lomba pipis?? Sebodo amat ngapain mereka disana, yang pasti tugas gw udah jelas, habisin semua musuh di sekitar wilayah Accre. Si Verdebuster udah pasang kuda-kuda mau nembakin Launchernya. Gw ngeliatnya ngiri juga, secara gw Mercenary gitu kan... So tanpa ba-bi-bu, gw 'rampok' Launchernya dia "Pinjem!" bentak gw. Dia mo protes, tapi gw pelototin ampe nyala mata kamera gw. Ga jadi ngomong2 apa2 dia.
So langsung aja gw arahin Launcher itu ke arah salah satu MAU itu. TUIIIINGGGG... Launcher itu loading gitu pas gw pencet pelatuknya, dan DHUAAARRR!!! gw mental ke belakang sampe terguling-guling gara-gara tendangan itu Launcher kenceng banget. si Verdebuster nyamperin gw yang ketindihan Launchernya, ternyata dia bisa ngomong,
"Makanya jangan sotoy jadi orang...PT Launcher masih satu aja mau sok-sokan. Rasain deh tuh", ketusnya. Gondok, tapi mo ngomong apa gw sama dia? jadi kesel gw mo gw lampiasin aja ke MAU-MAU kurang beruntung itu. Begitu gw lompat berdiri, menghunus pedang gw dan berancang-ancang mo nyerbu ke arah kaleng bajakan itu.... ternyata disana udah sepi.
"Mo ngapain lu? mereka udah pada cabut abis tembakan lu kena ke tebing disana tuh", kata r3v0lv3r sambil nunjuk ke salah satu tebing yang jaraknya sekitar 300m dari posisi MAU-MAU tadi yang ambrol kena tembakkan gw. Tapi para dewa masih berpihak kepada gw, karena ternyata ditempat MAU-MAU tadi itu ada 2 orang Cora. Bwahahha... masih ada yang sisa! kalo mereka ga ngabur harusnya jago dong?!! Serta merta gw lari dengan gembira menghampiri Cora-Cora itu. Verdebuster dan r3v0lv3r liat-liatan doang sambil jalan pelan2 ngikutin gw.
Udah ampir deket ke Cora itu, gw Zoom kamera gw buat liat, siapa tau gw kenal sama ini Cora kan, jadi gw bisa nakut-nakutin dia dulu. Gw bakal bilang.. "I am your father..." dengan nafas mesin yang berat... wkwkwk...
Ternyata nyesel gw pake zoom-zooman. Gw terlalu kenal Cora itu... dia.. Monica. Cewe yang sering ngajak gw kesini, tapi kebetulan juga, gw kesel banget waktu dulu dia pernah sekali nendang 'anu' gw buat bangunin gw supaya nganter dia kesini!! Sekarang gw akan bales dendam!!! gw injek dia semua-muanya sekalian sama anu-itunya...!!! Begitu fokus lensa gw udah bener-bener fokus, ternyata keadaan dia menyedihkan sekali.
Dia terduduk, Rambut pirangnya yang biasanya diikat kuncir kuda udah berantakan, kacamata yang dia biasa pake dari dulu bahkan sebelum jadi dokter di Cora juga udah retak-retak (yup, you know this girl). Dari dahi kanannya keluar darah yang menutupi sebagian wajah cantiknya. Baju-baju dia juga udah tinggal dikit lagi sama aja ga pake baju. Dengan nafas yang terengah-engah, dia melihat gw dengan tajam, sesuatu yang ga pernah berubah dari dia sampe sekarang kelihatannya.
Hingga gw berdiri di hadapannya, dia tidak bereaksi apa-apa, hanya menatap gw tanpa henti bagaikan berkata "Ayo selesaikan, gw ga takut!". Disampingnya gw liat ada satu lagi bangsa Cora, cewe juga, kalo ga salah temen dia waktu di pelatihan Spiritualis dulu. Cewe itu udah ga bernafas.... Coba dia jadi Accre, kan ga perlu pake nafas...Kelihatannya mereka abis bertarung sama MAU-MAU itu. Dan kalah. Seandainya gw telat sedikit tadi, mungkin Monica juga udah bernasib sama sama temennya itu. Verdebuster dan r3v0lv3r udah sampe disamping gw.
"Wah, Cora ini udah sekarat bro, tinggal aja deh", kata Verdebuster. r3v0lv3r mengamini. Gw pun setuju dengan mereka, maka kita pun berbalik arah dan meninggalkan Monica sendiri. Dengan satu tatapan terakhir sebelum berbalik badan, gw pun berjalan menjauhi dia. Baru 7 meter kita jalan, tiba-tiba.... DHUAAARRR!!
Kilatan cahaya lewat persis di depan gw, dan menghantam dinding tebing yang ada disamping gw. Sedikit menggores punggung Verdebuster, sementara r3v0lv3r yang lebih didepan tidak apa-apa. Begitu kita menoleh arah sinar itu, kita lihat kalau tembakan itu berasal dari sebuah BMAU yang dikelilingi oleh MAU-MAU yang tadi. wohoho.. ngadu rupanya mereka?! bagus...bagus... jadi gw ga akan bosen!
Verdebuster dan r3v0lv3r mempersiapkan Launcher masing-masing dan mencari posisi yang strategis untuk menggunakan SiegeKit. Dan gw pun kembali menghunuskan pedang gw dan menerjang kearah mereka. Tapi sebelum gw sempat bergerak, gw denger bunyi gemuruh. Begitu gw nengok, ternyata bunyi gemuruh itu berasal dari atas tebing, tembakkan BMAU tadi membuat tebing itu longsor. Cih! gw langsung bersiap manuver menghindar, begitu gw liat Monica masih berada di posisinya yang tadi. Persis dibawah longsoran itu!
BRUUAAKKKK....GUBRAAKAKkk... Longsoran itu menghantam tanah dengan keras. berbeda tipis, gw berhasil menyelamatkan Monica. Gw menutupi badan dia dibawah gw dengan badan gw sendiri. Muka dia gak percaya gitu kalo gw baru aja nyelamatin nyawa dia. Akhirnya gw pun mencoba berdiri dan menghalau semua runtuhan-runtuhan longsor itu agar tidak menimpa dia. Begitu sukses berdiri, gw liat Verdebuster dan r3v0lv3r khawatir akan keadaan gw dan r3v0lv3r berteriak,
"TherMiaN!! lu gapapa?!!", seketika gw tersentak. Kenapa lu manggil nama gw, bodoh?!! Cora yang ada didepan gw ini adalah satu-satunya orang diseluruh dunia yang gw ga mau dia tau kalo gw udah menjadi seorang Accretian sekarang!! Tapi klo dipikir-pikir, dia kan ga bakal ngerti bahasa Accretia, jadi gw sedikit tenang. Lalu Monica berdiri dan menatap dengan heran.
"TherMiaN..??" katanya pelan. WUAK!! Shock gw!! kok dia bisa ngerti?!! jangan-jangan yang dia denger kayak gini : "TherMiaN!! @#$%^&*)(?!!" . Mata Monica menunjukkan ketidak-percayaan yang aneh, ga takut, ga sedih, ga seneng.... gw pun diam ga bergerak... ============================== To be continued...
|
|
|
|
|
Logged
|
Just 1 way 2 says those 3 words 4 u, I love U I am simply a Boy.. whatever you think I am.. is what I am. It's My life.. and it's for you to judge Me.. if you know Me.. 
|
|
|
|
dewaloki1989
|
 |
« Reply #5 on: September 24, 2007, 09:56:49 AM » |
|
The Story of Novus (Part 5b) TherMiaN's Hesitation =====================================================
Monica memperhatikan wujud kaleng gw dengan seksama, gerak-geriknya seakan-akan berkata : "pantesaan... kayaknya kenal..", entah apa yang dia kenali dari bentuk gw sekarang... Belom sempet dia ngomong, dari sudut kamera gw keliatan sinar terang mendatangi kita... dalam hitungan 0.039 detik menurut alat pengukur kecepatan gerak gw, gw udah berada di depan sinar itu, menghalanginya dari tubuh Monica. BLAAARRR!!!
KKZZKZZTTTT..... ugh... tembakan ini BMAU pedes juga. Sirkuit-sirkuit gw sempet error sesaat setelah gw menerima tembakan itu langsung dari depan. Untung blackoutnya cuma sekejap. Begitu online lagi, yang pertama gw lakukan adalah ngeliat kondisi Monica, begitu gw udah konfirmasi kalo dia baik2 aja, gw langsung pake Chaos Pot, abis itu lari secepet ... ke arah MAU-MAU n BMAU geblek itu.
"Bust! V0lv!! COVER SHOT!!", dengan seenak jidat kaleng, gw instruksiin Verdebuster dan r3v0lv3r untuk kasih tembakan pelindung supaya gw leluasa ngedeketin mereka. DHUUAARR..DHUARRR... mereka berdua nembakkin Launcher mereka masing-masing ke arah temen-temen main gw itu. Salah satu tembakkan mereka berhasil meledakkan salah satu MAU yang kayaknya palin cupu itu.
"GEBLEKK!! gw bilang COVER SHOT!! jangan dikenain DONGG!!", maki gw sambil terus lari. Verdebuster ngangkat tangannya sambil bilang, "Sory... ga sengaja!!", swt tuh orang... berkurang satu deh mainan gw. Salah satu MAU yang ada disitu terbengong-bengong melihat gw udah ada didepan mukanya. "Halo.." kata gw sambil senyum (yang ga keliatan tentunya karena gw ga punya mulut). Sebelom dia bales salam gw, MAUnya udah terbelah jadi dua dengan sekali tebasan pedang SI gw. Berbarengan dengan ledakan MAU itu, gw lompat ke arah MAU yang satu lagi dan bersiap menancapkan pedang gw dari atas kepalanya (yup, gw doyan matiin yang paling cupu dulu klo musuh lagi rame). Untuk yang satu ini, gw salamnya beda, "Bye..".
BRANGGG!! BMAU yang ada disitu rupanya ga rela temen-temennya gw abisin duluan, dia menghalau serangan gw dengan mengayunkan senjatanya. Dalam kondisi sedikit kehilangan keseimbangan, si BMAU itu memanfaatkan kesempatannya dengan sangat baik. Dia menabrak badan gw sekuat tenaga sampe gw mental terguling-guling. Dan kesempatan kedua itu dia sepertinya menginstruksikan MAU yang tinggal satu itu untuk lari. Tanpa bertanya lagi, MAU cupu itu langsung ngibrit balik ke portalnya. Gw yang belom dalam kondisi siap battle lagi, berteriak ke Verdebuster dan r3v0lv3r.
"Guyss, abisin yang cupu itu sebelom dia kabur!!", dua anak itu keliatan banget muka ga percayanya kalo gw baru aja minta mereka buat ancurin mainan gw. Tapi gw tau BMAU yang ada didepan gw ga bakal kasih gw gitu aja buat matiin temen dia, sementara, gw udah gondok banget sama itu MAU dari tadi gw dateng kesini. Mereka berdua pun ngarahin senjatanya masing-masing ke arah MAU itu. Tapi kenapa mereka ga nembak-nembak juga?! "Woiii!! Tembak buruan!!" bentak gw. Mereka berkata dengan takut-takut...
"Ammonya abis...", Gubrakk! gila ya?! mo patroli tapi kaga bawa Ammo?!! itu MAU yang lagi kabur juga klo ga takut mati udah ikutan gubrak barusan. Akhirnya tuh MAU pun dengan sukses ngabur. Bodo lah. yang penting masih ada BMAU yang bisa me'layani' gw. BMAU ini lumayan canggih juga. Kuat n cepet. bole..bole.. Tapi dia mau ngomong apa setelah salah satu kakinya berhasil gw potong? Duel pun gw selesaikan dengan satu tusukkan di kokpit. BLARRR... dan diapun meledak dengan indahnya.
Setelah mainan gw abis, gw kembali melihat ke arah Monica.... lho? kok dia ga keliatan? ternyata dia udah tiduran dengan santai setelah keabisan darah cukup banyak. Sekali lagi gw berlari balik ke tempat Monica, dan sesampainya disana gw sedikit lega menemukan dia masih bernafas. Masih bisa ditolong, gw pun berlutut untuk mengangkat tubuh Monica. Sebelom sempet gw sentuh, r3v0lv3r berteriak,
"TherMiaN!! Cora!!", ha? emang gw dulu mantan Cora.. kenapa dibahas sekarang? ternyata yang dimaksud dia, ada beberapa orang Cora yang dateng, kayaknya kenal...
oouww.. ternyata si Archon dan wakil-wakilnya. Gw dalam kondisi biasa pasti seneng banget ada musuh kuat yang baru dateng lagi, tapi berhubung Monica lagi dalam kondisi kritis, gw memutuskan untuk mundur dulu agar Monica bisa diselamatkan, mungkin penyembuhan ala Cora lebih manjur daripada teknologi Accretia. Verdebuster dan r3v0lv3r pun mengikuti gw untuk mundur sementara.
................
Besoknya gw masih tugas patroli. Kali ini Verdebuster dan r3v0lv3r dilarang patroli karena kemaren gw laporin kalo mereka keabisan ammo padahal baru keluar. Tatapan mereka tajem banget kearah gw waktu gw minta permisi dari komandan sementara mereka disuruh diem ditempat. Dan akhirnya sekarang gw bisa patroli sendirian.. wkwkwkw...
Kembali di Craig Mine, suasananya masih sepi-sepi aja, ngebosenin juga. Dari tadi nyari musuh kenapa ga ketemu-ketemu juga ya? entah sejak kapan, gw sekarang udah nyampe di koordinat 90 65. Gw terdiem sebentar, dan iseng-iseng nyari tempat si Monica dulu sering coret-coret sesuatu. Sambil nyari, gw teringat lagi jaman-jaman gw masih jadi bangsa Cora. Gw dan Monica terpisah sejak gw masuk militer, dan Monica lebih fokus ke Holy Force. Ravi dan Zinn ga pernah tau masa lalu gw berdua. Dan gw juga ga pernah kasih tau, gengsi bo.. Perpisahan kita pun ga pernah ada 'goodbye', karena pemanggilan gw ke militer sangat mendadak.
Akhirnya gw nemuin juga tempat itu. Di deket sebuah pohon, dulu waktu dia lagi corat-coret entah apa, gw pasti disuruh duduk dibawah pohon itu dan ga boleh kemana-mana. Masih ada ga ya itu tulisan? gw mendekat ke lokasi coretan Monica, dan berlutut didepannya, abis sekarang gw tinggi sih, klo sambil berdiri susah, klo mo zoom kayaknya kurang asik aja. Akhirnya setelah sekian tahun gw pun membaca tulisan Monica di situ :
"Monica & TherMiaN, Countdown for love", dan dibawahnya ada coretan angka-angka. "2580 2589 21478963 14863 4563214789 14" maksudnya apa nih?
"itu belom selesai.." Sebuah suara dari belakang mengagetkan gw dan reflek untuk menghunus pedang gw dan berputar ke belakang sambil mengarahkan pedang gw. Ujung pedang gw cuma berjarak 10 cm dari leher Monica yang sedang berdiri disana. Tangan kanannya di gips dan di dikaitkan ke penopang di lehernya. Kepalanya dibalut perban. Bibir tipisnya melebarkan senyum. "Halo TherMiaN...", Sapanya. Gw mencoba ngeles, "Sepertinya lu salah orang..." Dan gw berdiri dan mencoba pergi dari tempat itu.
"Yang tau tempat ini selain aku cuma satu orang lagi... dan itu hanya kamu, Themmy..", Wuaks! Monica manggil gw pake panggilan kecil gw... NOOO..!!! gw celingak-celinguk untuk mastiin ga ada makhluk hidup (ataupun mati tapi bisa denger) yang ada dalam radius suara dia. Langsung aja gw samperin dia dan deketin muka dia.
"Manggil gw kayak gitu sekali lagi, gw bunuh lu disini!!", Ancem gw. Ternyata salah besar gw ngomong gitu...gw lupa satu hal yang gw takutin dari dia. Dia tersenyum galak ke gw dan berkata, "Oya? mangnya kenapa kalau aku panggil Themmy? hah..?! Themmy kecil?? Themmy yang waktu kecil selalu..."
"WUAAA!!! OK!! OK!! LU MENANG!!" Potong gw sambil menutup kuping gw (yang entah dimana letaknya), dan akhirnya pun gw berlutut didepan dia dan momohon, "Plisss jangan manggil gw kayak gitu lagi...? pliss?"
Senyum kemenangan yang dia pasang disaat-saat seperti ini yang selalu bikin gw mo nyeburin dia di laut sambil gw kasih pemberat dikakinya... Dia berjalan pelan ke arah coretan dia. Disana dia mengambil sebuah batu, dan mencoret-coret2 lagi dinding tebing itu di bagian angka-angkanya. "Kamu tau maksud dari coret2an ini?"
Saat itu ekspresi dia terlihat senang...tapi sedih... "angka-angka ini aku ukir satu-persatu setiap kali kita datang kesini berdua", dia berhenti berbicara dan menatap gw, melihat gw cengo aja dengan ekspresi "truss...?", dia tersenyum dan melanjutkan, "Aku berniat untuk melakukan sesuatu saat angka-angka ini selesai aku ukir", Setelah dia selesai, gw memperhatikan coret2an dibagian angka itu udah bertambah menjadi :
"2580 2589 21478963 14863 4563214789 147863"
Apaan tuh? cuma nambah 4 angka terakhir doang. Tapi gw masih tetep ga ngerti artinya. Gw menatap dia kembali dengan ekspresi "truss..?" dia cekikikan. Dan berkata.
"Aku akan kasih tau kalau kamu udah bisa mengerti arti dari angka-angka itu..", tantangnya dengan penuh senyum. Gw masih ga bisa ngomong... Dia menatap gw sebentar dan berkata, "Oia aku lupa!" lalu menginstruksiin gw untuk mendekatkan kepala gw supaya dia bisa bisik-bisik sama gw. Gw pun mendekat dan kemudian dia berkata, "Makasi ya kemaren kamu selamatin aku", lalu mencium pipi metal gw.
BUSSSHHHH!! indikator panas mesin gw tiba-tiba mencapai batas overheat. GILA YA!?! gw udah jadi mesin dari ujung ke ujung masih bisa kayak gini dicium sama cewe?!!
Dia pun berbalik dan berjalan menjauhi gw, tapi kemudian membalik badannya dan berkata, "oia, petunjuknya : lihat dengan jari kamu!! kalau kamu udah tau, tulis disitu ya jawaban kamu..bye.." sambil melemparkan cium 'kiss-bye' kepada gw... sambil dia berjalan pulang dengan riang, ga seperti biasanya....
Alhasil gw pun nongkrong disitu sampe malem....... =========================================== END
|
|
|
|
|
Logged
|
Just 1 way 2 says those 3 words 4 u, I love U I am simply a Boy.. whatever you think I am.. is what I am. It's My life.. and it's for you to judge Me.. if you know Me.. 
|
|
|
|
dewaloki1989
|
 |
« Reply #6 on: September 24, 2007, 09:59:58 AM » |
|
The Story of Novus (Part 6) When Love & Hate Collide... =============================================================== Nama gw Cindy... Udah lebih dari sebulan gw kehilangan ingatan. Rumah ga inget dimana, keluarga sama aja. Satu-satunya yang tersisa dari masa lalu gw adalah cincin yang melingkar di jari manis tangan kiri gw. Kalo gw buka, didalemnya ada tulisan C.Z, entah apa artinya? mungkin nama lengkap gw? Cindy Zeta-Jones? Cindy Zulkarnain? entah lah. Saat ini gw blom tau, tapi suatu saat nanti gw yakin gw akan inget sendiri.
Malam ini gw bermimpi tentang sesorang. Mukanya ga jelas, tapi gw inget suaranya. Suaranya menghadirkan kesejukan dan aura kebaikannya pun memancar dengan kuat. Di mimpi itu cowo itu memasangkan cincin yang gw pake sekarang di jari gw, dan berkata sesuatu yang kurang jelas. Anehnya meskipun suaranya terdengar jelas, tapi kata-katanya sama sekali ga jelas, cuma ada satu yang bisa gw tangkep "lindungi kamu..". Siapa ya orang itu? dan kenapa dia masang cincin ini disini? jangan-jangan gw udah punya suami? Tapi kalo udah ada, kenapa ga ada yang nyari gw? apa mungkin dia udah meninggal ya? kasian amat kalo gw janda muda...
Saat ini gw lagi mandi di kamar seorang cowo yang saat ini gw sayang banget. Namanya Ravi. Malam tadi kita baru saja melakukan sesuatu yang sangat luar biasa, pengalaman pertama gw (yang meyakinkan gw kalo gw belom nikah). Sebenernya gw agak minder sama cewe-cewe lain di Cora ini, karena mereka tinggi-tinggi n sexy2. Tapi waktu gw liat di kaca, selain tinggi, gw ga kalah kok sama mereka. Justru gw menang di satu hal... eh salah.... DUA 'hal'. wkwkwkwk...
Begitu gw keluar dari kamar mandi, Ravi terlihat sudah siap dengan pakaian perangnya. Hari ini adalah jadwal Chip War dia. Dia ngeliat gw dari kamar mandi yang hanya dibalut dengan handuk, dan ekspresinya langsung aja mupeng.
"waaaww... kayaknya aku salah ya mandi duluan? tau gitu kan biar kamu yang mandi duluan, abis itu aku temenin. hehehe", katanya dengan mulut yang ampir jatoh ke lantai.
"huu... maunyaaa... aku kan udah menduga, makanya ak suruh kamu mandi duluan! bee..!!", gw melet sambil tutup mata
Tiba-tiba di kepala gw terdengar suara, rupanya telepati dari petinggi Cora. Gw terdiam sejenak yang membuat Ravi agak heran.
"Kenapa?" tanyanya heran, dan lebih heran lagi setelah melihat ekspresi gw yang tiba-tiba kesenengan.
Gw langsung meluk dia yang lagi *censored sambil berteriak, "Aku ditugasin ke garis depan hari ini!!", kata gw girang. Tapi reaksi Ravi sangat ga gw duga. Dia meremas pundak gw dengan keras dan melihat tajem ke mata gw.
"Serius?!!", katanya pelan tapi keras (bingung ga lu?). Gw mengangguk dengan agak ketakutan karena baru pertama kali liat dia kayak gitu. Dia langsung ngeloyor keluar pintu. Gw yang gantian bingung langsung aja ngejar dia. Rupanya dia pergi ke tempat para petinggi, ngapain? Begitu sampai di ruangan yang berisi meja besar dan dikelilingi beberapa petinggi (yang gw sendiri ga tau), dia memberi hormat dan langsung berkata.
"Mohon Maaf, Saya tidak setuju bila Cindy disertakan dalam perang kali ini!!", protes dia. Gw tambah heran liat reaksi dia, kalo bukan petinggi yang nanya, gw yang bakal nanya duluan.
"Alasannya?", kata salah satu petinggi.
"Dengan segala hormat, Cindy baru 1 bulan belajar Dark Force, dan saya selalu menemani dia latihan di luar, dan saya bisa menilai bahwa dia belum siap untuk terjun langsung!!", Ravi serius sekali kali ini, kayak bukan dia aja. Gw bisa liat beberapa petinggi itu tersenyum, lalu salah satunya berkata,
"Berarti dia menjalankan perintahnya dengan baik..", katanya, membuat Ravi berekspresi heran. Terdiam sejenak, si petinggi melanjutkan kata-katanya "Corite yang ada disamping kamu itu telah mampu menguasai isis dalam waktu kurang dari 1 bulan. Dan kami telah perintahkan agar tidak ada yang diberitahukan selain para pelatih Summoner!!". Wah? kok mereka yang bocorin? gw liat Ravi masang ekspresi aneh banget waktu ngeliat gw, apa emang segitu susahnya ya nguasain isis? gw kok gampang..?
"Perintah dari kami telah diturunkan, laksanakanlah dengan baik!", kata petinggi yang lain, Ravi hanya terdiam dan memberi hormat lalu membalikkan badan keluar dari ruangan, gw dengan agak kagok kasih hormat dan ngikutin dia. Diluar, dia berhenti membelakangi gw. Gw pun ga bergerak.
"Sejak kapan?", katanya. Tetap membelakangi gw.
"sudah hampir 2 minggu", jawab gw pelan.
Gw terkaget waktu Ravi tiba-tiba membalikkan badannya dan meremas bahu gw. "Kenapa kamu ga bilang sama aku?!", mukanya kelihatan marah.
"kamu kan denger kata-kata dari para petinggi?!", jawab gw agak gemeteran "Aku ga boleh kasih tau siapa2!!", akhirnya dia pun melepaskan tangannya. Kemudian menatap gw lagi, tapi kali ini matanya lebih sejuk.
"kamu tau...? orang lain butuh waktu berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun untuk menguasai isis..", tuturnya sambil menatap gw tajam, kita berdua terdiam sejenak tanpa melepas kontak mata.
Tiba-tiba dia tersenyum dan memeluk gw. "Kamu hebat! kita perang bersama ya! jangan jauh-jauh dari aku..", gw pun membalas peluknya dengan penuh senyum.
"pasti!!", kata gw dengan sedikit mata yang berkaca-kaca.
.................................
Gw dipanggil ke dalem ruangan khusus Summoner dan diberikan equip dan senjata secukupnya. Setelah semuanya beres, gw pun keluar dari ruangan ketempat Ravi menunggu dengan penuh senyuman. Dia mendekati gw trus ngebisikin gw.
"Nanti malem baju ini pake lagi ya dikamar aku", bisiknya, seketika gw bisa ngerasain klo pipi gw memerah, dan gw menampar pelan pipinya (ga pelan-pelan amat juga).
"heh! nakal!", cetus gw. Tapi gw ga nyalahin dia, baju summoner ini memang keren banget. Bikin semua cowo pasti ngelirik. Kemudian kita dipanggil ke ruangan khusus job masing-masing untuk brief perang.
Setelah beberapa lama, kita semua rame-rame menuju lokasi. Sampe sana sesuai strategi, para summoner dibagi-bagi untuk bagian def dan nyerang, gw kebagian nyerang. Artinya gw bisa jalan sama Ravi.. hihi senangnyaa.. Sebelum kita melaksanakan tugas, Ravi menarik gw ketempat yang sepi.
"Hati-hati ya. Kalo ada apa-apa teriak aja! Aku pasti dateng sebelom kamu sempet berhenti teriak", katanya dengan penuh senyum.
"Maksud kamu aku kalo teriak lama, gitu?!", kata gw dengan sedikit cemberut.
"Lah?! maksud kamu aku datengnya lama gitu?!", balas dia.
"yah?! kamu kan orang paling ngaret yang aku tau! udah gitu mmmmm.....", Ravi mencium gw sebelum gw bisa menyelesaikan kata-kata gw. Gw pun membalas ciuamannya sambil memeluknya. Setelah kita melepaskan bibir, masih dalam peluk, kita saling menatap penuh arti. Hingga akhirnya Ravi menggandeng gw kembali ke pasukan.
Hari ini Cora inisiatif untuk menyerang Bellato. Tim advance bertugas untuk memancing beberapa musuh untuk keluar kandang biar kita ga kalah jumlah, sementara tim satunya lagi nunggu dari jarak tertentu. Ravi kebagian jadi tim advance, sementara gw termasuk tim yang nunggu. Anehnya, meskipun ini perang pertama gw (yg gw inget, paling ga), gw sama sekali ga grogi ataupun deg-degan, seolah-olah gw udah biasa banget menghadapi situasi perang seperti ini.
Dalam hitungan menit, tim Advance udah kembali dengan membawa beberapa hasil pancingan. Langsung aja kita yang lagi nunggu nyerbu semua dan dalam waktu singkat, para Bellato yang terpancing udah berkurang setengahnya. Tapi kejayaan itu ga berlangsung lama karena backup Bellato yang lain udah pada berdatangan. Sekarang perang yang sesungguhnya! langsung seluruh tim membentuk formasi, gw sediri ngambil formasi yang bisa deket-deket Ravi supaya kalo dia kenapa2 gw bisa bantu.
Ga jauh dari posisi gw, gw liat Ravi lagi by 1 sama sebuah BMAU. Kasian amat sih tuh anak, pukulannya cuma 1 1 1 1 1, swt deh, harusnya dia yang teriak sekarang biar gw cepet-cepet tolongin dia. hiihi. akhirnya gw bantu dengan beberapa buff yang gw bisa, tapi sepertinya ga terlalu ngaruh. Gw liat hp Ravi udah kritis banget, dengan segala keterpaksaan gw keluar dari formasi untuk summon isis yang baru-baru ini gw kuasai.
Dengan mantera-mantera yang keluar dengan lancar dari mulut gw, gw pun memanggil isis. Sebelom supir BEMO itu sadar, gw akan memerintahkan isis untuk menyerang dari belakangnya. Saat isis udah dalam posisi yang bagus, Ravi udah terjembab ke tanah, kayaknya dia keabisan pot dan udah tinggal secolek lagi modar. Langsung gw teriak,
"Ravi!! minggir!!", Ravi pun baru menyadari kehadiran gw disana, sama seperti BMAU yang tiba-tiba menghentikan serangannya dan melihat ke arah gw. Dengan satu perintah, gw suruh isis untuk melakukan serangan mematikan. Hanya berselang beberapa saat sebelum isis menyerang, gw denger dari speaker eksternal BMAU itu sebuah suara yang sangat gw kenal.
"CINDY?!!", kata BMAU itu tanpa bergerak. Sebuah suara yang begitu hangat, begitu baik... persis seperti yang gw denger di mimpi gw. Seketika itu juga seluruh kenangan-kenangan yang ada di benak gw berkelebat. Bayangan Ravi dan bayangan seseorang dari mimpi gw bertumpuk hingga akhirnya menjadi satu gambar. Orang itu.... Suara itu... suara.... Zinn... tunangan gw.... cinta pertama gw yang gw temui di Cora.... orang yang melingkarkan cincin di jari gw.... orang yang pernah bersumpah akan melindungi gw kapan aja.... Zinn... Zinn...
"ZIIIIIIIINNNNNN....!!!?!?!", teriakan gw ga mampu menghentikan isis yang pada saat bersamaan membelah sebagian sebelah kiri dari BMAU itu. BLAARR!! Serpihan dari bagian BMAU yang dihancurkan isis itu berserakan dihadapan gw.... bersama dengan sepotong lengan... yang di jari manisnya melingkar cincin yang persis sama seperti cincin gw... dengan inisial di luarnya, Z.C, Zinn.... Cindy....
Gw berteriak histeris yang membuat summon isis gw menghilang. Gw pelan-pelan mengambil lengan yang terputus dari pemiliknya itu dan melepaskan cincinnya. Lalu melihat kearah BMAU yang sebagian sebelah kirinya telah hilang dan mulai terbakar itu. Ravi pun langsung bergegas melarikan gw dari tempat itu walaupun gw berontak. Gw mencoba meraih BMAU itu, mencoba meraih Zinn...
"ZIINNN...!!! ZINNNN..!!!! UWAAAAAAAAA.....!!!!!", teriak gw histeris. ============================================== To be continued
|
|
|
|
|
Logged
|
Just 1 way 2 says those 3 words 4 u, I love U I am simply a Boy.. whatever you think I am.. is what I am. It's My life.. and it's for you to judge Me.. if you know Me.. 
|
|
|
loyz-tetsu
Kamen Rider Fans
1st Lieutenant
    
Respect: +21/-21
Offline
Posts: 1152
HENSHIN!!!!
|
 |
« Reply #7 on: September 24, 2007, 10:03:25 AM » |
|
bah ini dari rf-club ya om loki?? he2
|
|
|
|
|
Logged
|
|
|
|
|
dewaloki1989
|
 |
« Reply #8 on: September 24, 2007, 10:04:44 AM » |
|
The Story of Novus (Part 7) Me, Myself and I ====================================================== Nama gw Monica, Saat ini gw lagi berada di Craig Mine, tepatnya di 90 65. Tempat spesial gw. Tempat yang hanya gw yang tau. Gw dan TherMiaN tau maksudnya... Orang spesial gw. Seseorang yang gw sayangi, lebih dari segalanya di dunia ini. Yang kemaren baru gw temuin lagi setelah sekian lama gw denger kabar kematian dia. Gw seneng banget menemui dia masih hidup, meskipun dalam wujud yang berbeda.
Saat ini gw menatap ke dinding tebing yang selalu gw ukir kata per kata tiap kali gw dan TherMiaN dateng kesini. Dengan maksud untuk menyatakan cinta gw ke dia pada akhir dari ukiran ini, karena gw tau dia ga bakal nyatain cinta ke gw. TherMiaN itu orangnya gila kekuatan, tapi punya hati yang baik, gw tau itu karena sejak kecil gw selalu bersama dia, dan dia selalu melindungi gw tiap kali gw diganggu cowo2 jail di deket rumah, padahal gw juga bisa menghadapi mereka. Orangnya kaku, susah bergaul dan keras.
Kenapa gw bisa jatuh cinta sama orang kayak gitu? gw yang super supel, gw yang orangnya mudah bergaul kemana-mana? yang sama cuma kita sama-sama keras... alesannya cuma satu. Gw suka banget ngeliat dia klo lagi latihan sendiri, matanya begitu hidup, ekspresi dia saat latihan ga pernah gw liat dimana-mana. Tapi gw tau itu dirinya yang sebenernya. Dia bener-bener terlihat bahagia setiap kali berantem sama orang-orang yang ngejailin gw, apalagi kalo orang yang dia lawan lebih kuat daripada dia, seolah-olah dia menemukan arti hidupnya disitu. Temen-temen gw suka nanya apa gw ga takut deket-deket orang kasar kayak gitu? Gw cuma tersenyum, karena cuma gw yang pernah liat TherMiaN waktu kecil nolongin seekor Flem yang kakinya luka dan mau diterkam sama Lunker, udah gitu dia minta gw pulang n ambilin plester sama obat buatan spiritualis dirumah. Waktu balik lagi kesitu, gw liat ekspresi dia lembuuuuuttt banget sambil mengelus-elus Flem yang terluka itu, kayak bukan dia aja. Satu hal yang cuma gw yang tau. Bahwa TherMiaN adalah seseorang dengan hati yang lembut.
Gw senyum-senyum sendiri waktu inget hal itu. Gw liat TherMiaN menuliskan balesannya atas ukiran gw agak keatas dari tulisan gw, dan gw mendapat jawaban yang udah gw duga sebelumnya...
Dia menulis...
"Mon, gw ga tau ah! lu bikin gw pusing aja! tar gw tanya temen gw dulu artinya apaan!"
DUASAARR GUEBLEEKK!! ini orang o'on-nya masih ga berubah dari dulu. Dia slalu bilang klo kekuatan itu lebih penting daripada pengetahuan, dan dia berkali-kali tidur kalo lagi sekolah dulu. Padahal dia dari keluarga elit! huh!! Akhirnya gw pun pulang dengan kesel.
Masih kesel, gw mendobrak pintu ruang praktek gw dengan kasar. Dan orang yang ada didalemnya berteriak yang membuat gw berteriak juga.
"HUuaaaAA!!", teriak orang itu.
"KyaaAA!!", teriak gw.
Ternyata orang didalemnya itu adalah si elVampire, seorang Templar yang udah sebulan ini ngedeketin gw mlulu sejak dia dirawat disini abis war. fuuhh...cabe dee..
"Duh, kamu ngagetin aku aja!", kata si El (gitu dia dipanggil temen2nya). Seketika gw sewot,
"Gw udah bilang, JANGAN pake aku-kamu klo ngomong sama GW!!", bentak gw. Dia tersenyum,
"hehe.. gw paling suka klo lu lagi marah2 kayak gini, manis banget..", balesnya. Ugh! nih orang tau banget kelemahan gw klo dipuji. Gw ngerasa pipi gw memerah, buru-buru gw balikkin badan dan mengalihkan pembicaraan.
"Ngapain lu disini?", tanya gw.
"Kan gw kangen sama lu, Mon", jawabnya, dibales dengan tatapan membunuh dari gw... "emm.. ga kok, gw disuruh petinggi minta obat dari lu", lanjutnya.
"Obat apa?", tanya gw sambil berjalan menuju lemari obat.
"Ambeyen", jawab si El pasti. Setelah gw kasih obatnya, dia keliatan masih betah berlama-lama disini, langsung aja gw usir tanpa kata-kata. Bagus ini orang ga batu, jadi gw liatin aja udah ngerti. (Padahal saat itu si El berpikiran 'Tuh kan dia jatuh cinta ama gw, tatapannya aja penuh arti gitu' wkwkwk). Setelah dia keluar, gw terduduk di kursi gw, dan pikiran gw melayang lagi ke TherMiaN. Sebelom gw terlalu lama ngelamun, beberapa pasien datang untuk dirawat.
Malem itu, persis sebelom jadwal praktek gw abis, whisp dari Petinggi nyampe ke gw, menginstruksikan gw untuk ikut war kali ini karena kekurangan jasa heal (emang RO?). So gw pun bersiap-siap dengan peralatan gw untuk berangkat ke lokasi.
Karena spiritualis bagian heal ga ada instruksi khusus (tinggal klik ke orang yang sekarat trus pencet F1, beres), gw pun jalan ke lokasi duluan. Sampe sana masih sepi. Gw kadang-kadang heran, kok perang pake jam-jam tertentu ya? udah kayak makan. Sebodo ah. Karena masih blom waktunya, gw pun iseng jalan-jalan ke 90 65 lagi, siapa tau si *censored itu udah balik lagi karena dah dikasih tau temennya yang pinter (smoga ada yang pinter disana). Serem juga malem-malem jalan disini, gelap banget. Gw pun ngumpulin force di tongkat gw supaya nyala buat nerangin jalan.
Sampai disana gw liat TherMiaN belom balik lagi kayaknya, karena ga ada yang berubah di dinding tebing itu. Akhirnya dengan sedikit kecewa, gw membalikkan badan untuk kembali ke Control Center.
Begitu gw balik badan, gw terkejut dengan sebuah sosok robot dihadapan gw, karena gelap, gw ga bisa mengenali siapa yang berdiri di depan gw. Dengan agak takut-takut gw pun coba konfirmasi,
"Ther...", belom sempet gw menyelesaikan kata-kata gw, si Accre yang bawa kapak itu menyerang gw. Ok, dia bukan TherMiaN! Gw pun menghindar semampu gw, Dia ngejar-ngejar gw sambil ngomong bahasa ga jelas. "Lu ngomong apa sih?! GW GA NGERTI!!", cela gw sambil lari-larian. Bagusnya ini kaleng gerakannya pelan, jadi gw masih bia ngeles. Sampe akhirnya si kaleng ini berhasil memojokkan gw di lokasi yang strategis banget. Cih, bagus dia robot. Klo wujudnya orang (elf?) pasti gw udah diapa2in disini. Saat itu stamina gw abis, dan gw pun udah pasrah. Biarlah mati ditempat favorit gw, kalo nungguin si TherMiaN dapet jawaban gw pun nanti gw keburu mati juga....gw pun menutup mata...
Si kaleng rombeng itupun mengayunkan kapaknya ke arah gw, saat gw nutup mata gw berpikir...... GILA APA GW MATI DISINI?! MASIH MUDA N CANTIK GINI?! BLOM KAWIN PULA?!! gw pun melompat menghindar melalui sela-sela kaki itu kaleng. JDARRR!! kapaknya menghantam dinding tebing dengan sukses, dan gw pun berlari menjauhi dia, beruntungnya lagi hantaman kapaknya membuat tebing itu longsor dan menjatuhkan sebongkah batu besar tepat diatasnya. BRUAAAAAGG!! dan dia pun terkuburkan dengan sebuah batu nisan yang sangat besaaarr. Gw pun kucuk-kucuk nyamperin itu batu dan mengukirkan tanda tangan gw di batu itu, 'By Monica'...wkwkwkwk.... Gw pun berbalik untuk ngibrit ke Control Center daripada ketemu yang ginian lagi. Ternyata emang hari ini lagi apes gw, Lagi-lagi didepan gw nongol Accretia yang lain.
Gw pun berteriak frustasi, "Ampun dehhh! udahlah abisin buruan! gw cape lari-lari mulu dari tadi!!", kata gw sambil menjatohkan tongkat gw dan melebarkan kedua tangan gw dengan gaya 'Come on!".
"Gila ya lu, Mon? bener-bener ga berubah lu. Ngadepin Accre sendirian...", Ternyata kaleng didepan gw kali ini beneran si TherMiaN. Langsung gw terduduk lemes abis lepas ketegangan yang sangat kuat, gw menundukkan kepala dan air mata mulai tumpah. TherMiaN mendekati gw pelan-pelan.
"Oi..oi.. kenapa lu Mon? ga kayak biasanya sih?", kata dia sambil menunduk didepan gw. Serta Merta gw tendang dagunya dengan kuat, mencoba menjungkirkan dia, dasar emang lagi *censored, dagu dia kan sekarang dari baja.. jelas lah kaki gw yang sakit sekarang, gw pun meringis kesakitan di tanah. Si TherMiaN juga ga bereaksi apa-apa. Gw yakin dia kebingungan sendiri, tapi setelah sakit gw mereda, gw menatap dia dan bertanya,
"Ngapain lu kesini? sekarang kan belom jamnya war?", tanya gw penuh harap. Dia menghindari tatapan gw malu-malu, kayaknya dugaan gw bener, dia udah tau artinya. "jadi jawabannya apa?", desak gw.
Dia masih salting gitu dan akhirnya berbicara pelan sekali, "i love u". Sebenernya gw denger, tapi gw seneng aja bikin dia salting gitu,
"apa? apa?", desak gw lagi. Dibales tatapan dia yang mengisyaratkan 'GW TAU LU DENGER!! JANGAN MACEM-MACEM DEH!!' Gw pun cekikian, dan berdiri. lalu gw menghirup nafas panjang. Lalu sambil meletakkan kedua tangan gw dibelakang, gw berkata dengan tegas,
"TherMiaN, aku sayang sama kamu dari dulu. Boleh aku tau perasaan kamu ke aku??", itu adalah kata-kata yang gw simpen selama bertahun-tahun untuk diucapkan ke satu orang yang sekarang sedang berada didepan gw. Sebutan 'aku' dan 'kamu' hanya akan gw berikan kepada dia. Gw menduga reaksi dia akan seperti 'wuak?! apa tuh 'aku' 'kamu'?! kok lu jadi nyeremin gitu sih?!'. Dugaan gw meleset... jauh. Dia terdiam, berlutut di depan gw, tertunduk bagaikan tak bernyawa, gw agak terheran, sedikit menunduk untuk mengubah sudut pandang gw untuk melihat matanya. Jangan-jangan batrenya abis dia?
Tiba-tiba dia berdiri, menatap gw dengan dingin dan berkata, "Gw ga pernah punya perasaan apapun sama lu. Lu dari dulu gw anggep parasit yang ga henti-hentinya mengganggu gw", katanya tanpa keraguan. Kalo ada satu orang wanita di dunia ini yang ga shock mendapakan jawaban kayak gitu dari orang yang paling dicintainya, tolong ketemuin gw sama dia, karena gw mau berguru sama dia. TherMiaN membalikkan badannya dan menjauhi gw, gw ingin memanggil dia untuk kembali,
"gw tau itu bukan perasaan lu yang sebenernya! gw tau lu ngomong gitu karena wujud lu udah berbeda! gw ga perduli!! yang gw cintai bukan wujud lu!! yang gw cintai adalah hati lu!!", teriak gw dengan air mata yang mulai tumpah lagi. Dia berhenti dan menatap gw tanpa membalikkan tubuhnya.
"Lu lupa? gw sekarang udah ga punya hati lagi... yang tersisa dari gw tinggal otak gw ini", katanya lalu kembali berjalan menjauhi gw. Dasar *censored!! kalo gitu sama aja ga ada yang bersisa dari lu! karena dari dulu lu juga GA PUNYA OTAK!!
gw terduduk menangis dengan hebatnya di tengah malam yang sangat dingin ini... =========================================================================== END
|
|
|
|
|
Logged
|
Just 1 way 2 says those 3 words 4 u, I love U I am simply a Boy.. whatever you think I am.. is what I am. It's My life.. and it's for you to judge Me.. if you know Me.. 
|
|
|
|
dewaloki1989
|
 |
« Reply #9 on: September 24, 2007, 10:05:52 AM » |
|
ho o hahaha keren ya~ andaikan namaku masuk jadi aktor hahaa  btr lg ngampus... tugas blom kerja  lanjut dl ah copy2nya
|
|
|
|
|
Logged
|
Just 1 way 2 says those 3 words 4 u, I love U I am simply a Boy.. whatever you think I am.. is what I am. It's My life.. and it's for you to judge Me.. if you know Me.. 
|
|
|
|
dewaloki1989
|
 |
« Reply #10 on: September 24, 2007, 10:07:52 AM » |
|
The Story of Novus (Part  ... Without you by my side ======================================================= Saat ini, Zinn sedang dirawat di salah satu rumah sakit militer di markas Bellato. Kondisinya dalam keadaan sangat mengenaskan, tangan kirinya terputus, dan luka bakar tingkat 4 di beberapa bagian besar tubuhnya. .................... ?? Gw membuka mata dan menatap langit-langit yang sangat terang. Setelah penglihatan gw kembali normal, gw menyadari kalo gw sekarang sedang berada di dalam rumah sakit. Badan gw rasanya sakit semua, dari ujung ke ujung. Sesaat kemudian gw teringat sesuatu. Cindy! Cindy masih hidup!! gw melihat dia di depan gw dengan mata kepala sendiri!! Semua rasa sakit dibadan gw rasanya tersapu oleh kenyataan bahwa satu-satunya orang terpenting di dunia buat gw masih hidup. Mengingat itu, air mata bahagia keluar perlahan dari sudut mata gw. Dan gw agak merasa bersalah juga sama Cora yang gw bunuh waktu itu, tapi kenapa Cindy bisa ada di Cora ya? udah gitu make baju spiritualis pula?? Hal yang terakhir kali gw inget, gw diserang dari belakang, entah sama siapa. Kaget banget gw, tau-tau BMAU gw pecah sebelah kirinya, udah gitu kerasa sakit banget gw, abis itu BMAU gw kebakar, untuk ada BMAU lain deket situ yang sempet nolongin gw, karena gw saat itu udah kesakitan setengah pingsan gara-gara tangan gw putus............. ?? TANGAN GW PUTUS??!! langsung aja gw terduduk untuk melihat kondisi tangan gw, tapi pas bangun, WUADOOWW!!! seluruh tubuh gw kayak disengat listrik sangking sakitnya... ampe mo nangis.. begitu sakitnya mereda, gw liat ternyata tangan kiri gw udah digantiin sama tangan mekanik yang masih berbentuk rangkanya. Rupanya teknologi Bellato emang luar biasa ya? gw bisa menggerakkan jari2 jari mekanis itu serta memutar-mutar lengan gw. Jadi berasa kayak bangsa kaleng gw..wkwk... dan gw memperhatikan hampir seluruh tubuh gw dibalut, termasuk muka, ga lama kemudian seorang dokter masuk ke kamar gw dan mengecek kondisi gw. "harusnya kamu jangan duduk dulu, kamu udah pingsan 3 hari" katanya sambil mendorong tubuh gw supaya kembali tiduran. Setelah dia mengecek data-data vital gw di mesin sebelah gw, dia melanjutkan. "Lengan kiri kamu untuk sementara belom dikasih kulit dulu ya, karena sekarang di lab lagi di sesuaiin dulu bentuk kulitnya sama DNA kamu, paling lusa udah jadi", hoo? canggih juga yaa.. meskipun udah agak lama gw di Bellato, tapi gw masih aja suka kagum sama teknologi2 mereka. "Ok dok, tapi saya boleh pulang dulu ga? ga betah nih di rumah sakit..", tanya gw. Dia memperhatikan gw sejenak lalu kembali mencatat data-data vital gw, "boleh aja sih pulang, tapi balutan kamu blom boleh dibuka ya. Paling ga butuh waktu seminggu agar obat yang bekerja supaya memulihkan struktur kulit kamu yang terbakar", dia berhenti lagi untuk menegaskan kepada gw dengan matanya. "Kalau kamu buka sebelum seminggu, luka itu mungkin tidak akan pernah bisa sembuh!". Gw ngangguk2 aja sambil tersenyum, yang penting gw bisa pulang. Asli deh gw ga betah di Rumah sakit gini. Setelah si dokter selesai, dia pun memperbolehkan gw pulang, katanya dia yang akan urus administrasinya nanti karena gw lom bisa menulis dengan benar. Gw ucapkan terima kasih kepada dia, lalu setelah berpakaian biasa lagi yang susahnya setengah mati, gw pun pulang. Sampai dirumah, gw masih terus aja kepikiran soal Cindy, akhirnya entah ... apa yang lagi lewat, gw pun berniat untuk dateng ke wilayah Cora untuk bertemu Cindy. Setelah ngobrak-ngabrik lemari baju nyari baju Cora gw yang dulu, untung masih ada! gw pun masukkin baju itu ke tas (dan semuanya tentu aja dengan SANGAT2 SUSAH dengan kondisi gw sekarang!), akhirnya gw pun meninggalkan markas Bellato dan pergi menuju Cora. Sesampainya gw di wilayah Cora, gw langsung ganti baju pake baju Ranger Cora gw yang dulu, yang untungnya makenya ga sesusah make baju Bellato. Gw pun menyembunyikan lengan kiri gw dengan selembar kain panjang yang udah gw siapin buat gw lilitkan di lengan gw. Gw jalan berhati-hati banget dan berusaha untuk ga ketemu sama temen-temen satu angkatan yang mungkin kenalin gw. Untung saat itu di Markas Cora kebanyakan anak2 baru semua, jadi ga ada yang kenalin gw, so gw aman deh... gw bingung mo nyari Cindy kemana, jadi gw memutuskan untuk pergi ke Rawa Kabut tempat gw dan Cindy pertama kali ketemu. Dengan was-was karena sempet papasan sama senior gw waktu di pelatihan, kk lilsquall, udah jadi BK dia? untungnya dia ga ngenalin gw (mungkin karena muka gw sebagian dibalut?), gw pun sampe di Rawa Kabut. Seperti biasa, disini sepi banget, jarang banget ada yang keliatan nongkrong disini, padahal disini sejuk. Gw pun mengenang masa-masa gw tinggal di Cora. Tiba-tiba didepan, gw liat sesosok bidadari sedang menengadah ke langit. Cindy!! Cindy yang gw cintai ada di depan gw, gw bergerak selangkah, dan... KRAK! kaki gw menginjak ranting. Cindy terkaget dan melihat kearah gw. Dia terpana sejenak, lalu meneteskan air mata. Gw tersenyum, dan memanggil namanya. "Cindy...", Cindy pun langsung berlari kearah gw dan langsung memeluk gw. WUADAWWW!! luka gw masih pada sakit bo'!! tapi karena senengnya melebihi sakit gw, jadi gw pun bisa tersenyum dengan tulus.. "Zinn... kamu masih hidup...", tangis dia didalam pelukan gw. Gw menjitak pelan kepalanya, "Harusnya aku yang bilang gitu, tau...", kata gw, tiba-tiba terasa pelukannya meregang, dan tiba-tiba menjauh dari gw, lalu menatap gw dengan ketakutan, gw kebingungan sendiri. "Kenapa, Cin?" Cindy terdiam dan menghindari tatapan heran gw, "Maaf Zinn... aku... udah bukan Cindy yang kamu cintai..", katanya. Gw ga ngerti maksudnya, "Maksud kamu apa Cin? ak cinta kamu apa adanya kok...beneran deh, meskipun kamu cerewet, meskipun kamu suka ngomongnya asal nyerocos, tapi aku tetep cinta kamu kok!", ups, gw berlebihan ga ya? tapi maksud gw kan baik!?? Reaksi Cindy ga seperti dugaan gw, dia hanya terdiam dan masih mengalihkan pandangannya dari gw. "Bukan itu Zinn... aku... aku... udah.. ga utuh lagi...", katanya terbata-bata. Ini anak ngomong apaan sih?? gw ga pernah ngerti bahasa cewe... Gw melepaskan kain yang melilit di lengan gw dan memperlihatkannya kepada Cindy, "Aku juga udah ga utuh lagi kok, Cin. Waktu kita ketemu itu ada yang nyerang aku dari belakang, jadinya gini deh", dia memperhatikan lengan gw dengan pandangan bersalah. "yang nyerang kamu itu aku... dengan isis punya aku.. yang aku suruh menyelinap di belakang kamu..", jawabnya. Gw makin bingung dengan semuanya..Cindy menguasai Isis?! dalam waktu sesingkat ini?! "Aku ga ngerti, Cin..?! maksud kamu apa klo kamu udah 'ga utuh'? mana mungkin kamu menguasai Isis dalam waktu sesingkat ini??", tanya gw kebingungan. Cindy menggigit bibirnya sendiri dan membentak gw, "BAGIAN MANA YANG KAMU GA NGERTI?!! AKU UDAH MILIK ORANG LAINN!!", air matanya mengalir deras, dan langsung berlari meninggalkan gw, dan meninggalkan gw yang shock berdiri sendirian disitu. "Siapa orang yang memiliki kamu sekarang Cin?! sampai rela meninggalkan aku?", Gw berkata sendiri dengan pelan. "Gw..!", kata seseorang dibelakang gw. Dengan reflek, gw langsung membalikkan badan dengan kuda-kuda untuk melihat siapa yang dibelakang gw. Ravi! Ravi sejak kapan dia berdiri dibelakang gw? Ravi melanjutkan penjelasannya. "Cindy kehilangan ingatannya setelah BMAU yang dikendarainya rusak berat, dia dirawat disini dan diajarkan ajaran DECEM, lalu dengan keinginannya sendiri, dia belajar untuk menjadi spiritualis. Dan dia sekarang udah jadi pacar gw... yang dia maksud 'ga utuh lagi', gw sama dia udah...", sebelom Ravi sempat menyelesaikan kalimatnya, gw udah menghajar muka Ravi dengan sekuat tenaga yang membuat dia terjembab ke tanah. Gw menjadi kalap dengan sendirinya, gw langsung menduduki tubuh Ravi yang telah terjatuh dan meneruskan pukulan-pukulan gw kearah dia. Semua rasa sakit ditubuh gw akibat luka-luka gw rasanya lenyap ditelan kemurkaan gw. "BANGSATT LU VI!! CINDY ITU TUNANGAN GW TAUU!!", maki gw ditengah kekalapan. Tiba-tiba Ravi menangkap tangan gw dan membalas pukulan gw dengan telak, cukup untuk membuat gw kehilangan keseimbangan, dan membuat Ravi membalikkan situasi. "DASAR *censored LU!! MANA GW TAU KALO DIA ITU TUNANGAN LU!!! MAKANYA KIRIM SURAT!!!", teriaknya sambil memukuli gw terus. Kita pun berguling-guling saling memukuli. Emang hari ini gw lagi apes kali ya? tiba-tiba dateng dua orang, yang rupanya salah satunya adalah kk lilsquall, kali ini dia mengenali gw karena balutan gw udah banyak yang terbuka karena berantem sama Ravi. "Kamu.. Zinn?!! kalo ga salah kamu kan dilaporin desersi dan membelot ke Bellato?! kenapa bisa ada disini?!", tanyanya. Gw dan Ravi ga bergerak dari posisi kita masih mengepalkan tangan, cuma bisa terdiam. Akhirnya gw digiring oleh lilsquall dan satu lagi templar cewe namanya Arcueid klo ga salah, gw jarang liat.. ga pake ba-bi-bu, gw langsung dibawa ke pengadilan militer. Disana gw disidang dengan tuntutan tingkat tinggi bahwa gw menyalahi aturan DECEM dan telah menjadi seorang pengkhianat, dan vonisnya adalah hukuman mati. Satu hal yang bikin gw murka adalah waktu salah satu petinggi yang ada disitu berkata ke petinggi yang disebelahnya. "Bapak sama anak sama aja..", Bagus gw masih bisa ditahan sama lilSquall, kalo ga, itu orang udah mati disini juga!! toh gw bakal dihukum mati?! apa bedanya?! "BAJINGAN LU!! JANGAN BAWA-BAWA BOKAP GW!!", maki gw sambil berusaha mendekati dia wat matahin lehernya. Keadaan mereda setelah tangan gw diborgol dengan sihir, gw pun digiring keluar ruangan. Saat digiring, gw melihat Ravi diantara para penonton bersama... Cindy!! mereka menata gw dengan penuh iba. Kurang ajar!! Sampainya di sel, borgol sihir gw ga juga dilepas, gw denger salah satu penjaganya bilang 'besok juga mati..', Huh! dasar, seorang tahanan punya hak untuk dibebaskan dalam selnya tau! tapi gw tau kalopun gw berontak disini ga akan guna, so gw diem aja tiduran di kasur gw yang bau apek, dan merenungi keadaan gw sekarang... Cindy...Ravi...Mati... hehe.. lengkap banget penderitaan gw hari ini... bakal lebih buruk seperti apa lagi sekarang? dalam hati gw berseru 'Hei DECEM, kalau kau memang marah sama gw, kenapa ga cabut nyawa gw sekarang aja?', begitu gw selesai ngomong di dalem hati, tiba-tiba gw denger bunyi, GUBRAK...! Gw bangun dari tempat tidur gw wat ngeliat ada apa, ternyata 2 penjaga yang tadi ngejaga gw sekarang udah bobo di lantai, sementara ada seorang Cora yang berdiri diantara mereka. Dia menghampiri sel gw trus membuka pintunya. "?? siapa lu?!", tanya gw hati-hati. "Dasar *censored emang lu! ngapain lu dateng ke markas Cora trus bikin masalah?! bikin repot gw aja!", katanya sambil menginstruksikan gw wat ngikutin dia. Meskipun gw ga ngerti ada apa, tetep aja gw ikutin dia. Kita pelan-pelan berjalan keluar dengan sangat waspada, sambil berjalan dia memperkenalkan dirinya. "Nama gw Sev7nth, job gw pemulung", katanya, ?? mang ada job pemulung di Bellato ya? pikir gw, dia ngeliat gw sebentar dan bilang "gw becanda, o'on..", katanya bagaikan membaca pikiran gw, ooo...yaya... gw nyengir. "gw lagi dikasih tugas wat mata-matain bangsa Cora untuk ngeliat gimana persiapan mereka buat perang berikutnya", trus dia ngeliat tangan gw yang masih terikat dan dia nanya, "itu borgol gimana? gw ga tau cara bukanya". "Tenang aja, klo kita udah keluar dari wilayah Cora, borgol ini lepas sendiri kok", jawab gw. Dia ngangguk... trus geleng-geleng...(??). Kita pun berlari-lari ditengah malem sambil berusaha menghindari semua jenis makhluk yang kita temuin. Sampe disuatu tempat, gw ngeliat lagi Ravi sama Cindy! gila ya?! udah mo kabur gw masih aja diketemuin sama ginian?! dikau emang the best deh DECEM... gw melangkah kearah mereka untuk ngehajar Ravi trus bawa Cindy pulang, tapi Sev7nth menahan gw, "Lu cari mati?! baru ngabur udah mo bikin masalah lagi?! kalo lu masih ada masalah, selesaiin nanti pada saat war!", bentaknya dengan suara tertahan. Gw meskipun masih gondok sama Ravi, tapi untung masih bisa berpikiran jernih, dan kitapun ngabur. Akhirnya kita berhasil keluar dari markas Cora setelah memasuki portal dengan sukses, dan seperti dugaan gw, borgolnya hilang. Sesampainya di markas Bellato, gw kembali kekamar dan melihat ke cermin, hampir semua balutan gw terlepas, termasuk yang di muka, rasa sakit yang gw rasain tadi pagi kayaknya ga ada bandingannya sama sakit hati gw sekarang. Dan gw liat yang berdiri di depan cermin itu seperti bukan gw, seseorang dengan wajah setengah terbakar, tangan mekanik, dan luka bakar lainnya dimana-mana. Gw pun tertawa seperti orang gila, dan disela tawa itu gw ngeliat foto gw bersama Cindy yang menggunakan frame pilihan Cindy, gw ambil foto itu dan gw genggam di tangan gw, "tenang aja Cin, aku pasti akan bawa kamu pulang... karena kalau aku ga bisa milikin kamu, ga ada lagi yang boleh!!", dan frame foto itu pun pecah dalam remasan tangan gw... ===================================================================== END
|
|
|
|
|
Logged
|
Just 1 way 2 says those 3 words 4 u, I love U I am simply a Boy.. whatever you think I am.. is what I am. It's My life.. and it's for you to judge Me.. if you know Me.. 
|
|
|
loyz-tetsu
Kamen Rider Fans
1st Lieutenant
    
Respect: +21/-21
Offline
Posts: 1152
HENSHIN!!!!
|
 |
« Reply #11 on: September 24, 2007, 10:08:19 AM » |
|
wkwkwkw....gw dah baca di rf-club....terharu banget..seru abis e,amg tuh cerita..accre,bellato,dan cora damai dan malah mebelot gt...seru abiz....he3... andai aja kita di RF damai
|
|
|
|
|
Logged
|
|
|
|
|
dewaloki1989
|
 |
« Reply #12 on: September 24, 2007, 10:11:19 AM » |
|
The Story of Novus (Part 9)... I'm sorry goodbye ====================================================== Ravi sedang berbaring di kamarnya sedang merenungi pertemuannya yang tak terduga dengan Zinn hari itu. ............... Zinn... Cindy... tunangan..? .... huff.... gile yaa... takdir apa yang udah ngerjain kita bertiga sampe sejauh ini. Cindy itu tunangan Zinn, tapi sekarang dia pacar gw, dan udah tidur bareng pula. Gw harus gimana? apa yang Cindy pikirin? waktu gw nganter dia balik ke kamarnya tadi, dia 'ngebuang' banget, ngomongnya ga nyambung, jalan nabrak mlulu. AAhhh..!! lagi banyak pikiran gini gw ga bisa tidur! jalan-jalan dulu ah keluar... entah gimana ceritanya, tau-tau pas gw sadar, gw udah sampe di Pantai. Fuhh.. mungkin angin yang lagi berhembus kencang ini bisa membawa beban pikiran gw jauh-jauh. Langit keliatan indah banget dengan taburan bintang, yang bikin gw merasa kecil banget di dunia ini, pikir gw sambil berjalan menyusuri pantai dan membiarkan air laut sekali2 mencuci kaki gw. Tidak terlalu jauh gw berjalan, gw ngeliat sesosok orang lagi duduk di pasir, kayaknya gw kenal..? oouw si dokter sexy.. knapa ya hari ini gw ga terlalu mood liat cewe cantik? klo biasanya sih langsung gw samperin n mengeluarkan jurus-jurus maut deh pokoknya. dan gw PASTI 'beruntung' wkwkwk. Tapi hari ini asli lagi ga mood banget. Mungkin karena banyak pikiran, tapi dasar naluri cowo, gw samperin juga tuh dokter penasaran. "Halo dok.." sapa gw, dia diem... "Dok..?" gw ulangi, masih diem juga.. "Haloo.." kata gw sambil melambaikan tangan, masih juga ga bereaksi. Akhirnya dengan kesel gw pun teriak, "WOOOIII!!!", baru dia kaget ngeliat gw. "oh kamu.... Ravi ya? lagi ngapain disini?", tanya dia melempar kagok. "Harusnya saya yang nanya kali dok, ngapain cewe kaya dokter malem-malem nongkrong di pantai ga jelas kayak gini? tar di caplok Lizard loh?", jawab gw sambil duduk agak jauh dari dia. Dia diem lagi, gw ngeliat mukanya sedih banget, jadi penasaran gw. "mmm... sory nih ya dok ga sopan, tapi kayaknya dokter lagi ada masalah? mungkin saya bisa bantu? hanya sekedar jadi pendengar yang baik saya jagonya loh...", kata gw menawarkan. Dia ngeliat gw trus tersenyum, utsukushiiiii... cantiiiikk..., dan dia pun berbicara, "mungkin ini hal yang aneh buat kamu... tapi..... ah, ga jadi deh", gw paling sebel klo cerita dipotong pas mulai. "gapapa lagi dok, saya sih orangnya open minded kok.. atau saya udah melanggar privasi dokter ya?", pancing gw. "oh, enggak kok...", katanya dengan nada bersalah, yesss kena! wkwkw "kalau seandainya yang saya ceritain ini ga enak didenger bilang yaa..", lanjutnya. Dia diem nungguin reaksi gw, tapi karena gw juga diem aja ngeliatin dia, dia pun melanjutkan, "kamu pernah jatuh cinta?". Dess.. gw aja skarang lagi pusing gara2 lagi urusan cinta, dia pake nanya lagi gw pernah jatuh cinta apa ga. "Pernah lah dok.. hari gini gitu?", jawab gw. Diselipi 'antara' yang panjang, dia pun membuka inti masalahnya, "kalau jatuh cinta sama seseorang dari bangsa yang lain gimana?" Dhuarrr!! kena lagi gw. Lah mang lu pikir sekarang gw lagi ada masalah cintanya sama siapa?? cabe deh.. "huiih.. susah juga tuh ya dok? saya ngerti kok rasanya..", NGERTI BANGET!! kita berdua terdiam sebentar. Akhirnya gw memecah kesunyian "emang segitu cintanya sama orang itu dok?", tanya gw. Dia cuma mengangguk, tapi sejenak kemudian berkata "Satu-satunya orang yang berarti buat saya... seperti apapun bentuk dan wujudnya dia akan berubah, saya tidak perduli...", wuiw..dalem banget nih dokter. "Vi, kamu tau asal mula summon isis?", tanya dia sambil menatap gw. Gw agak cengo juga. Secara gw dasarnya warrior kan? jadi ga tau juga tuh sejarahnya isis, jadi gw geleng-geleng aja. si dokterpun melanjutkan, "Isis dihadirkan oleh DECEM untuk mendampingi orang pertama didunia ini, Veda", jelasnya. Gw sih diem aja, karena biasanya pas pelajaran sejarah gw sama TherMiaN pasti tidur, klo si Zinn pasti tau soal ini. "Dan menurut legenda, para isis yang dimiliki oleh para summoner yang dulunya cowo semua, adalah perwujudan cinta dari kekasihnya yang sudah tiada", wew berlebihan amat, pikir gw, karena sekarang isis banyak aja tuh berkeliaran, entah yang megang cewe ato cowo. "Dan para guru-guru di akademi spiritualis selalu menceritakan tentang hal ini kepada murid2, dan membuat kita terbuai dengan romantisme", wew? cowo2 spirtualis pada kemayu-kemayu dong? wkwkwk... Tiba-tiba angin kencang menerpa kita dan mengangkat roknya sedikit, WAW!..... sayangnya terlalu sedikit, pahanya cuma keliatan dikit banget. huh...sial. Setelah merapikan rambutnya, dia kembali mendongeng (abis apa dong? gw mulai ngantuk nih denger cerita dia..). "kamu kenal kok orangnya, Vi", ha?? jangan bilang kalo orangnya Zinn?!! GILA KALI!!?! sempit amat dunia! "dulu kalian satu angkatan di pelatihan", lanjutnya, TUH KAN?! pasti si Zinn!! melihat muka gw yang berekspresi aneh, dia cekikikan. "Dulu kan kalian bertiga lumayan terkenal di pelatihan, kita para ade-ade kelas yang cewe selalu nonton kalo kalian lagi latihan peran, masing-masing punya favorit sendiri-sendiri", hah.. ya iyalah.. gw kan juga selalu ngeliat klo ade2 kelas lagi pada nonton, dan...... HAH?!! ADE KELAS?!! "Ka..kamu ade kelas??", tanya gw histeris. "ia kk.. saya 2 angkatan dibawah kk, hehe.. maaf yaa suka ga sopan", katanya sambil melet dan kasih hormat. gweblek, kok mukanya boros yaa? gw kirain diatas gw 2 tahunan gitu deh. ternyataaa.. brondong bo'. "ia, saya suka banget ngeliat kalian waktu latihan, kayaknya kombinasi kalian itu hidup banget...", lanjutnya, "dan itulah yang saya suka dari TherMian sejak kecil..". oo.. si TherMiaN.. bagus deh bukan si Zinn, gw kira dunia sempit amat. Baguslah dia demennya sama TherMiaN, sayang ya dia udah jadi.......... WUAAAKS?!!! gw berdiri dan terkaget. "Di..dia kan.. udah... jadi...", kata gw terbata-bata ga percaya apa yang baru aja gw denger. si dokter (yang lebih muda 2 angkatan dari gw), melihat gw dengan muka penuh arti. Gw pun kediem juga ngeliat dia yang keliatan banget ga ada keraguan sama sekali di matanya. Akhirnya gw pun duduk lagi. diem. Si dokter ngeliatin gw yang keabisan kata-kata, dan mencoba menyadarkan gw "Cinta ga harus memiliki... tapi cinta juga ga akan bisa dihalangi oleh perbedaan... apapun bentuknya...", dia berdiri, "kk pernah denger kata-kata kayak gini? cinta bisa datang, cinta bisa pergi, dan cinta bisa memilih. Tapi.... cinta tidak akan pernah menunggu", kata-kata dia menyadarkan gw akan kenyataan bahwa gw sama sekali belom memberitahu Cindy kalo gw bener-bener jatuh cinta sama dia. Bahwa gw merasakan bahwa dia adalah belahan jiwa yang selama ini gw tunggu-tunggu. Si dokter membuyarkan lamunan gw, "Saya udah menyatakan cinta saya kepada TherMian kemaren, dan meskipun jawabannya ga sesuai harapan, tapi saya belum menyerah", dia mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi ke atas, "Uaaahhh... leganya... makasi ya kk udah dengerin cerita saya. Sekarang saya lebih lega dan tau apa yang musti saya lakukan!", dia memberi hormat dan meninggalkan gw dan berjalan balik ke markas. haha.. sebenernya siapa sih yang dibantu disini? kok rasanya kayak gw yang disadarin akan kekurangan gw sendri. Akhirnya gw terdiem sendirian di pantai itu untuk beberapa saat sebelom gw juga balik. Gw cinta Cindy. Ga perduli masa lalunya dengan Zinn, sisanya tergantung Cindy sendiri. ............................. Besoknya panggilan war dateng lagi, Cindy juga dipanggil. Setelah briefing tugas, gw menghampiri Cindy. "Cin..", kata gw menatap mata dia dalem-dalem. "Kenapa Vi?, dia membalas tatapan gw dengan penuh tanya. Gw tau perasaan dia masih terombang-ambing dengan semua kejadian tentang Zinn. Dimana dia hampir membunuh Zinn dengan tangannya sendiri, hingga akhirnya bertemu lagi dengannya. Gw mencuri pandang ke tangan kirinya....  cincin di jari manisnya ga ada? Cindy sepertinya menyadari arah pandangan gw. Dia menyembunyikan tangannya dibelakang. "mm.. aku... semalem udah banyak berpikir", kata dia sambil menghindari pandangan gw. "aku udah betah tinggal di Cora... meskipun dulu aku sangat menentang ke-kaku-an peraturan di Cora", dia kembali menatap gw, "karena aku menemukan kamu disini...". Gw jadi ga bisa ngomong apa-apa... "Bersama kamu aku seperti menemukan bagian diri aku yang hilang... Zinn emang baik... mungkin orang terbaik yang pernah aku temuin. Tapi... dia bukan belahan jiwa aku..", Dia tiba-tiba menundukan kepalanya, "Tapi kalau kamu ga sesayang itu sama aku, aku ngerti kok, kamu kan lebih suka cewe-cewe yang tinggi dan sexy kan?", katanya lirih. Dengan satu jurus kemudian, gw memeluk dia, "aku cinta kamu Cin.. aku ga akan lepasin kamu", Cindy membalas pelukan gw dengan tangis bahagia. "Zinn tidak akan ragu-ragu saat bertemu kita nanti, apakah kamu masih mau ikut dan melawan dia?", tanya gw, "Aku akan lindungi kamu dari Zinn..", jawab dia pasti. Dan kitapun berangkat ke medan perang. ................................. Strategi kali ini lumayan susah. Setiap job ditugaskan berpasangan dengan job lainnya dan menjadi satu tim. Sebenernya gw dan Cindy berbeda tim, tapi karena gw ga mau jauh dari dia, gw minta tukeran sama kk lilsquall yang jadi partner dia. Untungnya dia setuju... bagus deh. Seperti biasa, incaran pertama Cora adalah Chip Bellato, artinya bertemu lagi dengan Zinn. Sesaat sebelom nyerang, gw menatap Cindy dengan penuh ragu, tapi dia membalas tatapan gw dengan sangat yakin, membuat pede gw balik lagi. Akhirnya perintah dari Archon pun turun, kita semua menyerang dengan penuh semangat. Bener aja Zinn ada di barisan paling depan. BMAUnya berdiri tegak bagaikan sebuah monster yang bersiap menerkam gw, Dengan buff2 yang diberikan dari Cindy, kita berduapun dengan yakin menyerang BMAU Zinn, sialnya, serangan gw masih terlalu cupu untuk BMAUnya Zinn, masih aja 1 1 1 1 1 yang keluar. Zinn menyerang gw dengan membabi buta, seolah ingin menghancurkan gw sampe ke tulang yang terakhir. Gila nih si Zinn, gw tau dia cemburu, tapi sampe segininya?! Dibelakang gw, Cindy sedang mempersiapkan diri untuk summon isis, sayangnya gw udah mulai kepayahan, lagi-lagi gw dihempaskan oleh Zinn, sementara Cindy belom bisa bergerak karena sedang persiapan. Untung gw ditolong sama kk Arcueid, si templar cewe. Mantap juga serangannya bisa bikin itu BEMO cape juga. Tapi ternyata ga bertahan lama juga dia, dan Zinn pun dengan sukses mementalkan dia. Saat Zinn berbalik arah untuk mendatangi gw lagi, BLAARR!!! Rupanya isisnya Cindy sudah siap dan menghancurkan lengan kanan BMAU itu. Keliatan banget kalo si Zinn shock, Cindy belom berhenti disitu, dia memerintahkan isis menyerang lagi, kali ini serangan dilancarkan ke tangan kiri BMAUnya. BLARRR!!! Keliatan banget kalo Cindy ga mau membunuh Zinn dan tidak mengarahkan serangannya kebagian vital BMAU Zinn. Zinn mulai bergerak ke arah Cindy, oi..oi..?! masa sih dia mau nyerang Cindy?! Cindy keliatan aneh...dia... pucat?? dan keliatan lemes?? kenapa dia?? apa dia belom bisa nguasain isis seutuhnya?? hei!! sadar! Cindy sekali lagi memerintahkan isis untuk menyerang Zinn, kali ini kearah kokpitnya. DARR!! Serangannya kali ini tidak bertenaga, ga bisa apa sengaja?? Tapi serangannya cukup membuat kokpit Zinn hancur sebagian, dan gw rasa cukup untuk gw tembus dengan pedang gw. Saat Zinn udah cukup deket dengan Cindy, Cindy udah ga bisa bergerak dan terduduk di tanah, sementara isisnya udah menghilang. Zinn terus mendekati Cindy, sepertinya dengan maksud buat nginjek Cindy. Sebelom Zinn sempet deket sama Cindy, gw udah bisa sampe ke depan dia dan berdiri diantara Zinn dan Cindy, gw bisa liat tampang Zinn di celah yang dibuat oleh isisnya Cindy pada kokpit BMAU itu. Gw pun melancarkan jurus andalan 'Thrust' untuk menghentikan Zinn untuk selamanya! saat gw menusukkan pedang gw ke arah kokpit Zinn, tiba-tiba ada sekelebat bayangan dari belakang gw, dan sebelom gw menyadari apa yang terjadi, JLEBB.....!! Cindy hadir di antara gw dan Zinn, dia melompat untuk menutupi jalur pedang gw yang mengarah ke kokpit Zinn, Dan pedang gw baru aja menembus perutnya. "Cin.....dy..??", kata gw penuh tanya dengan air mata yang tumpah ga tertahan. Cindy tersenyum dan jatuh ke pelukan gw. Gw ga percaya akan kejadian yang baru aja terjadi. Gw terduduk bersama Cindy yang gw rebahkan di pelukan gw. Zinn ga bergerak untuk beberapa saat dari tempatnya, tapi akhirnya dia berbalik dan meninggalkan gw dan Cindy. Gw menangis melihat Cindy dengan pedang gw yang masih tertancap di perutnya. Gw ga bisa berkata apa-apa... ga ada kata-kata yang bisa keluar dari mulut gw. Cindy mengelus pipi gw yang bersimbah air mata. "Maafin aku Vi... kamu... adalah orang yang... paling aku cintai... belahan jiwa.. aku", kata dia sambil menahan sakit, yang membuat air mata gw tambah deras. "Tapi aku ga mau.... kamu membunuh seorang sahabat.... yang udah kamu sayangi selama.... bertahun-tahun hanya demi aku...", aku mencoba mengatakan sesuatu, tapi Cindy menutup mulut gw dengan jarinya. "Kamu adalah.. cinta sejati aku... aku bahagia bisa dipertemukan... sama kamu.. maafin aku ya, Vi... aku akan selalu mendampingi kamu... meskipun dari dunia lain....aku.... cinta.... kamu...", dan diapun menghembuskan nafasnya yang terakhir di pelukkan gw. Gw pun berteriak histeris ke langit... "UWWAAAAAAAA....!!!", tiba-tiba badan Cindy bersinar dengan terang seiring teriakan gw, dan perlahan-lahan tubuhnya menghilang menjadi butir-butir sinar yang melayang ke langit. Gw memperhatikan dengan penuh takjub pemandangan itu, karena gw belom pernah ngeliat hal seperti itu sebelomnya, para patriot Cora yang berada disekeliling gw pun menghampiri gw dan melihat pemandangan menakjubkan itu. Dalam beberapa saat, sinar-sinar itu membentuk lagi sebuah wujud yang bersinar terang. Dan dihadapan gw hadir sesosok isis! dengan wajah dan tubuh Cindy!! Cindy yang berubah wujud itu membuka matanya dan tersenyum kepada gw. Gw jadi teringat kata-kata si dokter kepada gw, 'menurut legenda, para isis yang dimiliki oleh para summoner yang dulunya cowo semua, adalah perwujudan cinta dari kekasihnya yang sudah tiada...', gw pun berdiri dihadapan Cindy dan wujud isisnya. Gw menyentuh pipinya, dan terasa hangat sekali, bukan hangat orang biasa... Cindy dalam senyumnya berkata, "aku akan tetap berada disisi kamu... selama kamu mau..", setelah dia berkata itu, tiba-tiba tubuhnya bercahaya terang kembali membuat gw menutup mata, saat itu gw merasakan sesuatu merasuki tubuh gw. Dan setelah gw membuka mata, Cindy sudah tidak ada, tapi gw merasaka, sesuatu yang hangat didada gw...... Cindy... orang yang paling gw cintai... adalah summmon isis gw sekarang...... ========================================================================== To be continued
|
|
|
|
|
Logged
|
Just 1 way 2 says those 3 words 4 u, I love U I am simply a Boy.. whatever you think I am.. is what I am. It's My life.. and it's for you to judge Me.. if you know Me.. 
|
|
|
|
dewaloki1989
|
 |
« Reply #13 on: September 24, 2007, 10:15:02 AM » |
|
The Story of Novus (Part 10) Last Resort ======================================================== TherMiaN sedang menjalani persiapan untuk CW. Dalam persiapannya, briefing tugas dari masing-masing patriot ditampilkan pada layar matanya...
................
Hmm... kali ini formasinya berpasang-pasangan. cih! gw paling males banget pasang-pasangan. Tugas utama wat ngancurin chip dengan strategy pemaksimalan para Dementer untuk menjebol Chip musuh. Pasangan gw.... Q1r1n?? itu nama apa plat nomor?? wkwk.. Setelah persiapan selesai, gw berjalan menuju point pertemuan untuk bertemu sama si Q1r1n itu. Gw jalannya agak males-malesan, siapa tau klo gw lama, dia jadi ninggalin gw kan? jadi gw bisa alesan buat perang sendirian.
Sambil berjalan, gw ngelamun soal pertemuan terakhir gw dengan Monica. Sebuah pernyataan cinta... hehe.. Cinta... apa itu cinta? Dia itu sebenernya masih waras ga sih? menyatakan cinta kepada gw yang udah berbentuk seperti ini, di bangsa ini. Gw ga akan menyangkal klo gw punya perasaan khusus ke dia. Tapi gw rasa perasaan itu cuma akan menghambat kemampuan gw yang masih bisa berkembang.
Lamunan gw melayang ke masa kecil kita. Dimana dia selalu hadir di semua kegiatan gw. Dimana ada gw, pasti ada dia. Tapi dimana ada dia, belom tentu ada gw. Sampe gw inget banget pernah ngehajar bocah yang ngeledek, "Cieeehh.. ditemenin istri nih yee...". Gw jadi kepekirian, apa yang sebenernya dia liat dari gw dulu hingga dia bisa jatuh cinta sama gw? Ahh... pusing gw. sebodo ah.
Sampe disana, yang namanya Q1r1n itu masih nungguin gw. Sial. Gw pun menyapa dengan males, "yoo.. lu...".
"DASAR GUOBLOK!! KAMU TERLAMBAT 7,23 MENIT!!! KAMU TAU DAMPAKNYA UNTUK OPERASI INI??!!!", ga ada angin, ga ada ujan, dia ngebentak gw kenceng banget sampe orang lain pada ngeliatin gw. Bikin tengsin aja! Gw mo balik ngebentak dia karena gengsi,
"WOI LU KIRA..", tapi sebelom gw sempet menyelesaikan, dia ngebentak gw lagi,
"KALO SEMUA ANGKATAN BARU ACCRETIA KAYAK LU, MATI AJA SEMUANYA!! KITA INI BUKAN MAIN-MAIN!!! KITA INI LAGI PERANG!!! KALO KAMU DISIPLIN AJA GA BISA, GIMANA MAU BANTUIN TEMEN2 KAMU, HAHHH??!!", wuew... ampe ga bisa ngomong gw. Tapi gw kan ga perang buat temen, gw perang buat diri gw sendiri. Jadi hubungannya sama disiplin apaan coba?! Tapi gw udah keburu kalah set, gw jadi diem sendiri. Dia berbalik dan menuju portal sambil bentak gw sekali lagi, "AYO JALAN!! JANGAN LELET!!". Gila ya? dia pikir dia ini siapa? Sebelom sampe di portal, si r3v0lv3r narik pundak gw dan berkata,
"Bro, jangan terlalu diambil hati ya. Dia itu pernah kehilangan seorang atasan yang dia kagumi banget. Namanya kk ZOTHIC klo ga salah... dan itu gara-gara ketidak disiplinan dia yang membuat kk ZOTHIC harus mengorbankan dirinya sendiri demi rekan-rekan satu timnya", jelasnya kepada gw. Hmm... sok melankolis banget sih? tapi yawdah lah, kali ini gw ngertiin. Tapi sekali lagi dia bentak gw, gw jitak dulu ah sekali. wkwkwk
So akhirnya gw pun jalan ke lokasi dengan si kaleng menyebalkan itu, yang dari tadi ngomeeeeelll mlulu ke gw. Gw bener-bener dibuat kayak junior banget didepan dia, padahal gw bacok sekali juga mewek dia. Tapi entah kenapa gw ga bisa marah balik ke dia (apa karena semua kata2nya bener?).
Gelombang serangan pertama, tim penyerang maju duluan, mereka mo rusuhin chipnya Bellato. Karena denger2 bangsa Cora juga lagi ngincer chip itu. Yang paling gila dari strategi ini... GW DISURUH DEF!!! UOGGGHH!!! GILA KALI INI PETINGGI ACCRE?!? GW DISURUH DEFF!??!!! sebenernya klo ga gara-gara si kuririn ini gw udah ngumpet di barisan penyerang dari tadi, tapi ini orang bener2 ga ngelepasin penjagaannya dari gw. Sebenernya dia mo def Chip apa mo ngedef gw sih?? hii.. jangan-jangan homo lagi...hii...
Lumayan lama setelah itu (yang rasa gw udah kayak seharian), salah satu unit Phantom Shadow balik dan melaporkan kalo tim def udah bisa ikut maju setelah barisan pertahanan Bellato udah melemah. Aahh... akhirnya udah saatnya. Entah kenapa gw reflek ngeliatin si plat nomor dan dia mengangguk. Yoshh!! berangkat kita!! Para patriot Accre pun berbondong-bondong mendatangi chip Bellato. Sampai disana keliatan pertempuran masih panas-panasnya. wuiihh.. ini dia yang gw tunggu-tunggu! saking hotnya, gw inisiatif meninggalkan formasi, lupa sama sekali gw sama si Q1r1n.
Incaran pertama gw adalah MAU-MAU yang lagi bergerombol nyolek-nyolek si Verdebuster yang lagi Siege Mode. Bruaaaakkk!! 1 MAU kebelah sama gw, si Verdebuster yang keliatan udah mo nangis karena ga bisa gerak kaget liat gw dateng.
"Halo, pak! ngapain diem aja disitu? kecepirit ya? wkwkwk", sapa gw.
"Kurang ajar lu! liat aja ntar!!", balas Verdebuster sewot.
DUANGGG!!! gw menghajar satu MAU lagi sampe kokpitnya ga berbentuk, "Maksud lu, liat gimana lu nangis? wkwkwkwk", sahut gw. si Verdebuster makin emosi aja. Pas banget salah satu MAU yang ada disitu karena teralihkan perhatiannya ke gw, berdiri tepat di depan Bazookanya dia. DHUUARRRR!!! habis ga berwujud itu MAU di goreng sama Verdebuster.
"Liat?", katanya.
"Liat paan? liat lu nembak anak kecil yang ga tau apa2? malu lu..!!!", ledek gw. Si Verde makin sewot aja. wkwkwk... seru nih. Karena area sekitar itu udah bersih dari musuh, gw bergerak ke tempat lain yang lebih rame. Tapi baru aja gw mo jalan, DUAKK!! kepala gw dihajar dari belakang. Pas gw liat kebelakang, taunya si plat nomor itu udah berdiri dibelakang gw.
"KAMU INII!!! BARU SAYA BILANG JANGAN SAMPE MACEM2!!! MALAH MECAH DARI FORMASI!!! KAMU TAU GA SIH APA TUGAS KITA DI PERANG KALI INI??!!", cerocosnya. si Verdebuster yang udah lepas dari siege kitnya bengong ngeliatin kita, abis itu dia cekikikan n liatin gw dengan matanya berkata 'kikikiki... mampus lu! makan deh tuh omelan!', dan diapun ngeloyor pergi. Gw kediem dengan tololnya dengerin dia nyerocos.
WuuuSShhhh!! JLEB! Sebuah panah menancap di tangan gw dan, DHUAR!! panah itu meledak. Wuaaa?!! apa nih??!! dan gw melihat dari arah penembak panah itu seorang Bellato yang keliatannya udah lvl tinggi, keliatan nicknya : FeeNa (entah apa jobnya) berdiri dengan sombongnya sambil nunjukkin jari tengahnya ke gw. Langsung aja gw spanning!! Gw mau hajar itu Ranger, tapi ditahan sama si Q1r1n. Gw ngeliatin dia dengan pandangan penuh tanya, dan keliatan serius banget liatin itu Ranger, gw liat lagi apa yang aneh dari itu Ranger, ternyata desekelilingnya udah ada belasan BMAU dan puluhan Bellato2 yang lain, dan gw baru nyadar klo kita udah terpisah lumayan jauh dari teman-teman yang lain. Wew, gawat juga nih.
Para belatung itu mengelilingi gw dan Q1r1n. Gw pribadi sih ga yakin bisa selamet dari serangan ini, tapi mo ngomong apa? mau ga mau sebagai badak, gw harus buka jalan paling ga buat si Q1r1n bisa kabur. Akhirnya gw pun mencoba membabat beberapa belatung yang bisa gw hajar, sementara BEMO2nya bikin gw lumayan babak belur juga. Ngebelah satu Shield miller didepan, dari samping di hajar BEMO, dari belakang disodok-sodok sama Infiltrator. Kelemahan jadi Punisher berasa juga kalo lagi di keroyok kayak gini. Akhirnya gw ga kuat lagi, bensin gw mulai tiris, dan ini belatung ga abis-abis kayaknya, si Q1r1n juga udah nge-res kayaknya bensinnya. Fuihh... sampe sini aja rupanya ya... Gw udah sebodo amat deh mo diapain.
Tapi sebelom para Belatung itu sempet bergerak, tiba-tiba ada sekilat cahaya dan DHUUARRR!!! sebarisan belatung mental oleh geledek yang turun entah darimana. Sewaktu gw liat di belakangnya, ternyata ada sejumlah Cora yang menyerang chip Bellato juga. Para Belatung yang mengelilingi kita pun terpecah untuk mengurus Cora-cora yang baru dateng. Huh.. gw hampir berterima kasih sama bangsa Cora kali ini.
Q1r1n mencoba menopang tubuh gw di pundaknya, "Kamu gapapa?", wue? tumben kali ini ga pake narik kabel ngomongnya?.
"Baru gini doang.." jawab gw, padahal bisa berdiri aja udah sukur. Entah dateng darimana, didepan kita nongol satu MAU tipe Goliath yang siap menerjang kita. WUAK! gawat nih, meskipun itu MAU cupu, tapi dengan kondisi kita sekarang, bisa K.O juga kita!! begitu MAU itu ngambil ancang-ancang, BLUARRR!!! Lagi-lagi sekilat petir menyelamatkan kita dan menghanguskan MAU itu, dari belakangnya gw liat ada sesosok Cora.... Monica!!
"Heii.. gw udah tolongin lu 2x! makasih knapa?!", serunya dari agak jauh. Gw klo bisa nyengir udah nyengir denger kata2 dia. si Q1r1n heran ngeliat tuh cewe ngomong ga jelas.
"Dia ngomong apaan?", tanyanya.
"Panjang ceritanya.. tar kapan2 klo ga males gw ceritain", jawab gw.
Tapi begitu kita sadar, disekeliling kita udah rame lagi Bellato2 dan beberapa BEMO pada ngumpul. Kok bisa? pada kemana itu Cora2?? waktu gw liat ke arah pasukan Cora yang dateng tadi, ternyata udah pada bobo semua. Langsung aja gw bentak si Monica.
"WUEI!! YANG LU BAWA ANAK2 AKADEMI SEMUA YAA??!! MASA BARU SEBENTAR UDAH PADA BOBO GITU?!?!", teriak gw kesel.
Si Monica yang terbengong-bengong lalu menatap gw, "hehe.. abis yang level gede lagi pada mogok perang, ga tau knapa... hehe..", tawanya lemes. Akhirnya dia pun mencoba memukul mundur barisan Bellato yang makin mendekat ke kita dengan sihirnya. Tapi bukannya mereka yang mundur, malah kita bertiga yang mepet ke tembok. Keliatan banget Force Power Monica udah melemah. Semua serangannya ga ada yang bertenaga. Q1r1n membantu sebisanya dengan Loncher dia yang seadanya.
Sampe terduduk lemes juga dia, dan seorang Sentinel mengincar kesempatan itu dengan baik. Dia melepaskan tembakan ke arah Monica.
"Mon, AWASS!!!", Teriak gw. Gw mau nolong dia, tapi gw buat bergerak aja susah setengah mati. Wuusshhhh!! JLEB!! didepan Monica udah berdiri si Q1r1n yang menutupi jalur panah yang ditembakkan Sentinel tadi.
"Huh.. siapa yang nyangka klo saya bakalan nolong seorang Cora seumur-umur hidup saya?", Q1r1n memandang ke Monica yang udah pucet banget. "Hei, Cora. Saya tidak tahu tujuan kamu membantu kita. Tapi saya berterima kasih kepada kamu dari lubuk mesin yang paling dalam karena sudah menyelamatkan salah satu aset paling penting untuk Accretia", sambil dia memandang gw pada akhir kalimatnya.
Monica tersenyum seolah dia mengerti. Padahal gw tau banget yang dia denger cuma "*&!*)%!&*!" dst... Q1r1n memalingkan kepalanya untuk melihat gw. Dia berkata "Kamu sebenarnya punya potensi tinggi untuk jadi yang terbaik, THerMiaN. Sayangnya catatan perang kamu selalu buruk dengan keputusan kamu yang selalu berperang sendirian", Wussshhhh!! JLEBB!! Sebatang lagi panah menancap di tubu Q1r1n.
"Saya dulu juga seperti kamu... tapi suatu hari keadaan tidak sesuai dengan harapan saya. Kira-kira situasi saat itu sama seperti saat ini. Akhirnya seorang pimpinan yang sangat disegani saat itu harus mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan beberapa pasukan yang terjebak karena ulah saya", JLEBB!! JLEBB!! semakin banyak panah yang menancap di badan Q1rin. Gw ga tega banget ngeliat kondisi dia. Mulai banyak korsleting di tubuhnya yang gw yakin pasti membuat dia untuk berdiri aja setengah mati. Dia kemudian memandang lagi ke barisan Bellato yang terus-terusan menghujani dia dengan panah2 dan tembakkan pistol beam. "Sekarang saatnya saya membayar hutang kepada kk ZOTHIC", dan diapun membuang Launchernya dan berjalan dengan susah payah mendekati barisan Bellato itu sementara dirinya terus menerus di bombardir dengan serangan. Begitu sampai cukup dekat, gw liat badannya mengeluarkan sinar merah. Dia berteriak,
"HIDUP ACCRETIAAAAaaaa...!!", dan sekejap kemudian, tubuhnya mengeluarkan ledakan yang sangat hebat. BLEGAAARRRRR!!! gw berusaha sebisa mungkin melindungi Monica dari ledakan yang terjadi. Begitu gw melihat kondisi si Q1r1n, dihadapan kita berdua sudah tidak ada apa-apa lagi. Hanya tersisa bekas ledakan yang hebat. Ledakannya menghabiskan seluruh Bellato yang berada di depan kita, bersama dengan Q1r1n sekalian.
Klontang! didepan gw terjatuh sebuah name tag yang bertuliskan Q1r1n. Gw pungut name tag itu dari tanah. Pada saat yang bersamaan, Monica pingsan di samping gw. Gw mengangkat tubuh Monica untuk gw bawa ke markas.
Perang hari ini berdampak cukup kuat buat gw. Bagaimana gw disadarkan oleh jiwa patriotik Q1r1n. Sebelom meninggalkan lokasi, gw memberikan hormat terakhir gw kepada seseorang yang menjunjung tinggi arti dari pengorbanan. Selamat tinggal kk Q1r1n....
Hari itu Accretia menang perang... Sebuah kebanggaan untuk Q1r1n yang udah mengorbankan dirinya demi menyelamatkan gw dan Monica. ================================================================== To be continued
|
|
|
|
|
Logged
|
Just 1 way 2 says those 3 words 4 u, I love U I am simply a Boy.. whatever you think I am.. is what I am. It's My life.. and it's for you to judge Me.. if you know Me.. 
|
|
|
loyz-tetsu
Kamen Rider Fans
1st Lieutenant
    
Respect: +21/-21
Offline
Posts: 1152
HENSHIN!!!!
|
 |
« Reply #14 on: September 24, 2007, 10:19:26 AM » |
|
anjir... pgn nangis gw.. pengorbanan seorang accretia demi menolong cora dan bellato.. akhirnya tuh accre mati bunuh diri dan meledak.. andai aja kita di RF bener2 seperti ini...
|
|
|
|
|
Logged
|
|
|
|
|
dewaloki1989
|
 |
« Reply #15 on: September 24, 2007, 10:19:59 AM » |
|
buat kakak pengarang saya copy karangannya ya~ biar dikenal all over the word~ cerita nice gini sayang kalo cuma dikid yg baca  ceritanya blom dilanjutin~ kalo ada lanjutannya tak post lagi da~ @ om binus senior gw~ ho o wah lu uda baca gue blom !! br baca part 1  ni lg mo baca 
|
|
|
|
|
Logged
|
Just 1 way 2 says those 3 words 4 u, I love U I am simply a Boy.. whatever you think I am.. is what I am. It's My life.. and it's for you to judge Me.. if you know Me.. 
|
|
|
loyz-tetsu
Kamen Rider Fans
1st Lieutenant
    
Respect: +21/-21
Offline
Posts: 1152
HENSHIN!!!!
|
 |
« Reply #16 on: September 24, 2007, 10:24:28 AM » |
|
wkwkwkw junior gw...wkkwkw.. jgn2 lu di empo ya?? gw juga lagi di eMp anggrek neh.. nunggu maitenance... lanjut lg ceritanya juragann!!
|
|
|
|
|
Logged
|
|
|
|
|
*Ikari Yamato*
|
 |
« Reply #17 on: September 24, 2007, 10:36:27 AM » |
|
keren cui, ap lg kl emg dibikin anime ;)6 (ngarep)
|
|
|
|
|
Logged
|
Perwira Pets AION Official [Siel Server / Elyos]: - Nightglow (Gladiator)[40]
|
|
|
babyhiu
Sergeant Major
  
Respect: +0/-1
Offline
Posts: 384
Thirteenity Family
|
 |
« Reply #18 on: September 24, 2007, 10:57:23 AM » |
|
KERENNNNNNNNNNNNNN tapi capek bacanya. keren2 nunggu maintance ada cerita keren
hoahoahoa ;)6
|
|
|
|
|
Logged
|
|
|
|
|
dewaloki1989
|
 |
« Reply #19 on: September 24, 2007, 11:21:31 AM » |
|
pengarangnya blom posting cerita lanjutannya  ah ga bisa selese neh bacanya.. gw musti kull booo @ om senpai gw serng ke empo maen dota  tp rmh gw jauh di taman palem~ gw tidur di net cc gw jadi op net 
|
|
|
|
|
Logged
|
Just 1 way 2 says those 3 words 4 u, I love U I am simply a Boy.. whatever you think I am.. is what I am. It's My life.. and it's for you to judge Me.. if you know Me.. 
|
|
|
|
- J 0 K E R - 2nd
|
 |
« Reply #20 on: September 24, 2007, 01:33:16 PM » |
|
parah mata gw berkunang" liat ini cerita...
udah gitu sambil nunggu kelar patchnya pula.... soundtracknya RF itu loh...
aduh... mak nyus..... :'( :'( :'(
|
|
|
|
|
Logged
|
- ZEr0S Jr# - Bocah Petualang @Freya
forever freya never be THOR Rf: ZEr0S Cora Warlock Eris @ Poseidon EviLZEr0S Black Knight Cora Eris @ Poseidon
Rohan : ZEr0S Warlock 52 @Ares
|
|
|
Archangelring
Mini Boss
2nd Lieutenant
   
Respect: +0/-0
Offline
Posts: 659
|
 |
« Reply #21 on: September 24, 2007, 03:31:12 PM » |
|
Btw di part ini
"The Story of Novus (Part 5b) TherMiaN's Hesitation =====================================================
KKZZKZZTTTT..... ugh... tembakan ini BMAU pedes juga. Sirkuit-sirkuit gw sempet error sesaat setelah gw menerima tembakan itu langsung dari depan. Untung blackoutnya cuma sekejap. Begitu online lagi, yang pertama gw lakukan adalah ngeliat kondisi Monica, begitu gw udah konfirmasi kalo dia baik2 aja, gw langsung pake Chaos Pot, abis itu lari secepet ... ke arah MAU-MAU n BMAU geblek itu."
Kan accre hajar MAU, maksud dia pake chaos pot buat apa ya?
Awalnya gw males2 an bacanya, tapi lama2 ga bisa berenti baca sampe abis. Two thumbs up! ;)6
|
|
|
|
« Last Edit: September 24, 2007, 03:36:47 PM by Archangelring »
|
Logged
|
Guildless ex KM Evolution
|
|
|
push
Eldárwen Narmolanya
Corpral

Respect: +2/-0
Offline
Posts: 117
|
 |
« Reply #22 on: September 24, 2007, 03:52:32 PM » |
|
anjritttt sampe senam perut gw kena joke2 yg diselipin!!!! nih novel ceritanya serius tapi bahasanya kayak log chat gim onlen gitu ancorrr dah perut gw nahan ngakak wkwkwkwkwkwkw
|
|
|
|
|
Logged
|
|
|
|
jakbing
Winner Online
Moderator Group
Major
    
Respect: +2/-46
Offline
Posts: 1897
H Collector
|
 |
« Reply #23 on: September 24, 2007, 03:55:30 PM » |
|
anjret real name gw dibawa2 
|
|
|
|
|
Logged
|
KonaaaaaaaaYukiiiiiii Neee...
|
|
|
andispensix
Corpral

Respect: +0/-0
Offline
Posts: 55
|
 |
« Reply #24 on: September 24, 2007, 06:47:57 PM » |
|
gila...
keren broo...
btuh the next episode...
bikin novel tu...
kerennya soalnya dari char yang itu² doang ceritanya malah keren kek gitu...
gw suka banget ma post ini...
keren kk...
tx yah...
|
|
|
|
|
Logged
|
ProtoSaberGD<>Destroyer3*<>Eris ProtoSaberDG<>Scouter3*<>Eris
"Glory for the Emperor, Die to His Enemies"
|
|
|
|