Ligagame Megaxus olimpiade 2013

Main Menu
Ninjakita
Wavegame
Razer Indonesia
Creative soundblaster - Sarandra
Quiz Nvidia
Bloody Gaming Mouse
Ligaponsel
May 22, 2013, 01:45:32 PM
Sorry Guest, you are banned from posting or sending personal messages on this forum.
spammer block 184
Pages: 1 2 3 [4] 5   Go Down
Print
Author Topic: Kanker dan cara penanggulangan nya.  (Read 37523 times)
0 Members and 3 Guests are viewing this topic.
aiRa-fluff
Moderator
Captain
******

Respect: +108/-14
Offline Offline

Posts: 1559



« Reply #75 on: September 12, 2009, 01:35:29 PM »

Ariyanti Temukan Senyawa Antikanker


Peneliti dari Badan Riset Kelautan dan Perikanan, Ariyanti S Dewi, yang menempuh program master di University of British Columbia, Kanada, menemukan senyawa antikanker dari spons yang diambil dari perairan di sekitar Manado.

Senyawa aktif yang disebut Isoaatamine berasal dari spons Aaptos cf suberitoides. Adapun senyawa Theonellapeptolide id juga berasal dari spons yang hingga kini belum diidentifikasi taksonominya.


Pada penelitian di bidang kimia kelautan selama setahun lalu, Ariyanti berhasil menemukan khasiat dua senyawa aktif tersebut. ”Kedua senyawa ini memiliki khasiat sebagai imunoterapi dengan mengaktifkan enzim tertentu untuk menangkal kanker dalam tubuh,” tuturnya.

Untuk sampai pada pembuatan obat yang digunakan manusia masih diperlukan serangkaian penelitian dan uji coba pada hewan dan uji klinis.

Total waktu yang diperlukan sekitar 15 hingga 20 tahun. ”Pemanfaatannya sebagai obat oleh pihak industri nantinya akan memberikan bagian paten bagi peneliti Indonesia dan Badan Riset Kelautan dan Perikanan (BRKP),” ujarnya.

Menurut Indroyono Susilo, selaku Ketua Umum Ikatan Sarjana Oseanologi Indonesia (ISOI), yang juga mantan Kepala BRKP, penelitian lebih lanjut dimungkinkan dilaksanakan di Indonesia dengan menggalang kerja sama antarlembaga riset terkait dan memanfaatkan fasilitas yang dimiliki, seperti di LIPI dan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.

Hasil riset kelautan itu akan dimuat dalam jurnal ilmiah dan akan dipresentasikan dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan VI 2009 ISOI pada medio November.

Lebih lanjut Ariyanti mengungkapkan, penelitian yang dilakukan peneliti mancanegara di perairan Indonesia berhasil mengisolasi 66 organisme yang berpotensi obat, dengan yang terbanyak (49 organisme) termasuk spesies spons. Dari organisme diketahui mengandung total sekitar 200 senyawa aktif. Sekitar 1 persen dapat dikembangkan menjadi obat.

Di negara maju, senyawa bioaktif yang diisolasi ini memiliki nilai ekonomis tinggi. Pada tahun 2002 saja AS berhasil memperoleh 34 miliar dollar AS dari penggunaan senyawa aktif untuk obat.
Logged

i've recognized it from the beginning. if i don't struggle nor fight for my existence, then no one will remember me as one of them nor a human. what "true friends" mean anyway? i hv thought i always alone. and maybe it happened now n then
♥Ra(^(0)^)Ra♥
VIP MEMBER 000
Ladies Club
Colonel
******

Respect: +562/-21
Offline Offline

Posts: 5820


FS/YM/FB : mylovelysiera@yahoo.com


« Reply #76 on: September 14, 2009, 09:42:53 PM »

Apa benjolan di payudara itu bisa mengecil sendiri . ?
Logged

`GA PERLU MENJADI SEMPURNA` 



`UNTUK MENJADI ORANG YANG ISTIMEWA`
Sacrificedoll
Shura - AB - GX
Lieutenant Colonel
*********

Respect: +104/-104
Offline Offline

Posts: 3443

MvP My favorite ^.^


« Reply #77 on: September 27, 2009, 03:08:20 PM »

@rara
gk isa mengecil, tergantung jenis benjolan yg tumbuh tsb, apa type ganas ato tidak, and di sarankan untuk ditidak di urut pada benjolan tsb karena bisa membuat benjolan tsb bereaksi,  type ganas otomatis semakin lama akan tumbuh membesar dan infeksi yg mengakibatkan si penderita harus cepet2 operasi pada payudaranya. kalo yg tidak ganas ya bisa saja operasi tp bisa bnr2 hilang ato gk? mesti di tanya dr saran2 dokter yg sudah berpengalaman. ada baiknya mengkonsumsi obat2 alami untuk mencegah pertumbuhan sel2 kanker.
Logged

Sacrifice*Doll @Loki - Thor idRO
 
Mostly Love MvP
WOE just for Fun kalo niat
             
- Minastirith - & - Great Wall - in History
♥Ra(^(0)^)Ra♥
VIP MEMBER 000
Ladies Club
Colonel
******

Respect: +562/-21
Offline Offline

Posts: 5820


FS/YM/FB : mylovelysiera@yahoo.com


« Reply #78 on: September 27, 2009, 07:41:44 PM »

Apa tu obat alamina n pantanganna . ?
Logged

`GA PERLU MENJADI SEMPURNA` 



`UNTUK MENJADI ORANG YANG ISTIMEWA`
Sacrificedoll
Shura - AB - GX
Lieutenant Colonel
*********

Respect: +104/-104
Offline Offline

Posts: 3443

MvP My favorite ^.^


« Reply #79 on: September 29, 2009, 07:17:25 AM »

@rara
silakan di baca postingan sebelum2nya and di thread kesehatan umum juga ada kalo gk salah.  ;)6 ;)6 "learning search for to know more.. dont just asking ^.^ , ask for complete a blank information" do it! ciaa yooooo. thx
Logged

Sacrifice*Doll @Loki - Thor idRO
 
Mostly Love MvP
WOE just for Fun kalo niat
             
- Minastirith - & - Great Wall - in History
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-83
Offline Offline

Posts: 13849



« Reply #80 on: October 08, 2009, 06:12:43 PM »

Apa tu obat alamina n pantanganna . ?

biasanya untuk memastikan penyebabnya,harus dilakukan biopsi terlebih dahulu. Yaitu mengambil sedikit isi dr benjolan tsb dan diteliti dibawah mikroskop untuk melihat sel2nya. Dari situ baru bisa ditentukan penyebabnya dan terapi yg dibutuhkan.
Logged

Farewell..
demcruel
Lieutenant Colonel
*********

Respect: +355/-337
Offline Offline

Posts: 3366


You Look, but You Don't See


WWW
« Reply #81 on: October 15, 2009, 08:30:39 PM »

@Rara

obat yang paling mujarab untuk pengobatan kanker adalah 'pisau bedah' cc. Mau kemoterapi / radioterapi / hormonal terapi / bioterapi / terapi gen secanggih apapun tidak akan seefektif "membuang" sel penyebab keganasan itu sendiri.

Benjolan di payudara ada banyak banget jenisnya... bisa karena pembesaran kelenjar limfe, bisa karena abses, bisa juga oleh tumor/kanker.

bener seperti yg dibilang cc qiqi, untuk diagnosis pasti setiap kasus kanker adalah biopsi !

jenis biopsinya tergantung juga, kalo ukuran tumor < 3 cm dilakukan biopsi eksisi (seluruh massa tumor diangkat)

sementara ukuran tumor > 3 cm dilakukan biopsi insisi (diambil hanya sedikit dari jaringan tumornya)

 Angel
Logged



sen*doH
brondong
The Cigarette
Senator
****************

Respect: +308/-178
Offline Offline

Posts: 22730


« Reply #82 on: January 01, 2010, 03:36:15 AM »

Kanker Serviks Pembunuh Banyak Wanita

Kanker Serviks

Kanker serviks atau kanker leher rahim (sering juga disebut kanker mulut rahim) merupakan salah satu penyakit kanker yang paling banyak terjadi bagi kaum wanita. Setiap satu jam, satu wanita meninggal di Indonesia karena kanker serviks atau kanker leher rahim ini. Fakta menunjukkan bahwa jutaan wanita di dunia terinfeksi HPV, yang dianggap penyakit lewat hubungan seks yang paling umum di dunia.

"Di Indonesia, setiap satu jam, satu wanita meninggal karena kanker serviks"

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), infeksi ini merupakan faktor risiko utama kanker leher rahim. Setiap tahun, ratusan ribu kasus HPV terdiagnosis di dunia dan ribuan wanita meninggal karena kanker serviks, yang disebabkan oleh infeksi itu. Mengingat fakta yang mengerikan ini, maka berbagai tindakan pencegahan dan pengobatan telah dibuat untuk mengatasi kanker serviks atau kanker leher rahim.

Kanker serviks atau kanker leher rahim terjadi di bagian organ reproduksi seorang wanita. Leher rahim adalah bagian yang sempit di sebelah bawah antara *Censored dan rahim seorang wanita. Di bagian inilah tempat terjadi dan tumbuhnya kanker serviks. Apa penyebab kanker serviks atau kanker leher rahim? Bagaimana cara pencegahannya? Serta bagaimana cara mengatasinya jika sudah terinfeksi HPV?

HPV

Kanker serviks disebabkan infeksi virus HPV (human papillomavirus) atau virus papiloma manusia. HPV menimbulkan kutil pada pria maupun wanita, termasuk kutil pada kelamin, yang disebut kondiloma akuminatum. Hanya beberapa saja dari ratusan varian HPV yang dapat menyebabkan kanker. Kanker serviks atau kanker leher rahim bisa terjadi jika terjadi infeksi yang tidak sembuh-sembuh untuk waktu lama. Sebaliknya, kebanyakan infeksi HPV akan hilang sendiri, teratasi oleh sistem kekebalan tubuh.

Penyebab dan Gejala Kanker Serviks

Kanker serviks menyerang daerah leher rahim atau serviks yang disebabkan infeksi virus HPV (human papillomavirus) yang tidak sembuh dalam waktu lama. Jika kekebalan tubuh berkurang, maka infeksi HPV akan mengganas dan bisa menyebabkan terjadinya kanker serviks. Gejalanya tidak terlalu kelihatan pada stadium dini, itulah sebabnya kanker serviks yang dimulai dari infeksi HPV dianggap sebagai "The Silent Killer".

Beberapa gejala bisa diamati meski tidak selalu menjadi petunjuk infeksi HPV. Keputihan atau mengeluarkan sedikit darah setelah melakukan hubungan intim adalah sedikit tanda gejala dari kanker ini. Selain itu, adanya cairan kekuningan yang berbau di area genital juga bisa menjadi petunjuk infeksi HPV. Virus ini dapat menular dari seorang penderita kepada orang lain dan menginfeksi orang tersebut. Penularannya dapat melalui kontak langsung dan karena hubungan seks.

Ketika terdapat virus ini pada tangan seseorang, lalu menyentuh daerah genital, virus ini akan berpindah dan dapat menginfeksi daerah serviks atau leher rahim Anda. Cara penularan lain adalah di closet pada WC umum yang sudah terkontaminasi virus ini. Seorang penderita kanker ini mungkin menggunakan closet, virus HPV yang terdapat pada penderita berpindah ke closet. Bila Anda menggunakannya tanpa membersihkannya, bisa saja virus kemudian berpindah ke daerah genital Anda.

Buruknya gaya hidup seseorang dapat menjadi penunjang meningkatnya jumlah penderita kanker ini. Kebiasaan merokok, kurang mengkonsumsi vitamin C, vitamin E dan asam folat dapat menjadi penyebabnya. Jika mengkonsumsi makanan bergizi akan membuat daya tahan tubuh meningkat dan dapat mengusir virus HPV.

Risiko menderita kanker serviks adalah wanita yang aktif berhubungan seks sejak usia sangat dini, yang sering berganti pasangan seks, atau yang berhubungan seks dengan pria yang suka berganti pasangan. Faktor penyebab lainnya adalah menggunakan pil KB dalam jangka waktu lama atau berasal dari keluarga yang memiliki riwayat penyakit kanker.

Sering kali, pria yang tidak menunjukkan gejala terinfeksi HPV itulah yang menularkannya kepada pasangannya. Seorang pria yang melakukan hubungan seks dengan seorang wanita yang menderita kanker serviks, akan menjadi media pembawa virus ini. Selanjutnya, saat pria ini melakukan hubungan seks dengan istrinya, virus tadi dapat berpindah kepada istrinya dan menginfeksinya.

Deteksi Kanker Serviks

Bagaimana cara mendeteksi bahwa seorang wanita terinfeksi HPV yang menyebabkan kanker serviks? Gejala seseorang terinfeksi HPV memang tidak terlihat dan tidak mudah diamati. Cara paling mudah untuk mengetahuinya dengan melakukan pemeriksaan sitologis leher rahim. Pemeriksaan ini saat ini populer dengan nama Pap smear atau Papanicolaou smear yang diambil dari nama dokter Yunani yang menemukan metode ini yaitu George N. Papanicolaou. Namun, ada juga berbagai metode lainnya untuk deteksi dini terhadap infeksi HPV dan kanker serviks seperti berikut:

    *IVA
      IVA yaitu singkatan dari Inspeksi Visual dengan Asam asetat. Metode pemeriksaan dengan mengoles serviks atau leher rahim dengan asam asetat. Kemudian diamati apakah ada kelainan seperti area berwarna putih. Jika tidak ada perubahan warna, maka dapat dianggap tidak ada infeksi pada serviks. Anda dapat melakukan di Puskesmas dengan harga relatif murah. Ini dapat dilakukan hanya untuk deteksi dini. Jika terlihat tanda yang mencurigakan, maka metode deteksi lainnya yang lebih lanjut harus dilakukan.

    *Pap smear
      Metode tes Pap smear yang umum yaitu dokter menggunakan pengerik atau sikat untuk mengambil sedikit sampel sel-sel serviks atau leher rahim. Kemudian sel-sel tersebut akan dianalisa di laboratorium. Tes itu dapat menyingkapkan apakah ada infeksi, radang, atau sel-sel abnormal. Menurut laporan sedunia, dengan secara teratur melakukan tes Pap smear telah mengurangi jumlah kematian akibat kanker serviks.

    *Thin prep
      Metode Thin prep lebih akurat dibanding Pap smear. Jika Pap smear hanya mengambil sebagian dari sel-sel di serviks atau leher rahim, maka Thin prep akan memeriksa seluruh bagian serviks atau leher rahim. Tentu hasilnya akan jauh lebih akurat dan tepat.

    *Kolposkopi
      Jika semua hasil tes pada metode sebelumnya menunjukkan adanya infeksi atau kejanggalan, prosedur kolposkopi akan dilakukan dengan menggunakan alat yang dilengkapi lensa pembesar untuk mengamati bagian yang terinfeksi. Tujuannya untuk menentukan apakah ada lesi atau jaringan yang tidak normal pada serviks atau leher rahim. Jika ada yang tidak normal, biopsi — pengambilan sejumlah kecil jaringan dari tubuh — dilakukan dan pengobatan untuk kanker serviks segera dimulai.

Mengobati Kanker Serviks

Jika terinfeksi HPV, jangan cemas, karena saat ini tersedia berbagai cara pengobatan yang dapat mengendalikan infeksi HPV. Beberapa pengobatan bertujuan mematikan sel-sel yang mengandung virus HPV. Cara lainnya adalah dengan menyingkirkan bagian yang rusak atau terinfeksi dengan pembedahan listrik, pembedahan laser, atau cryosurgery (membuang jaringan abnormal dengan pembekuan).

Jika kanker serviks sudah sampai ke stadium lanjut, maka akan dilakukan terapi kemoterapi. Pada beberapa kasus yang parah mungkin juga dilakukan histerektomi yaitu operasi pengangkatan rahim atau kandungan secara total. Tujuannya untuk membuang sel-sel kanker serviks yang sudah berkembang pada tubuh.

Namun, mencegah lebih baik daripada mengobati. Karena itu, bagaimana cara mencegah terinfeksi HPV dan kanker serviks? Berikut ini beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah kanker serviks.

Mencegah Kanker Serviks

Meski kanker serviks menakutkan, namun kita semua bisa mencegahnya. Anda dapat melakukan banyak tindakan pencegahan sebelum terinfeksi HPV dan akhirnya menderita kanker serviks. Beberapa cara praktis yang dapat Anda lakukan dalam kehidupan sehari-hari antara lain:

    * Miliki pola makan sehat, yang kaya dengan sayuran, buah dan sereal untuk merangsang sistem kekebalan tubuh. Misalnya mengkonsumsi berbagai karotena, vitamin A, C, dan E, dan asam folat dapat mengurangi risiko terkena kanker leher rahim.
    * Hindari merokok. Banyak bukti menunjukkan penggunaan tembakau dapat meningkatkan risiko terkena kanker serviks.
    * Hindari seks sebelum menikah atau di usia sangat muda atau belasan tahun.
    * Hindari berhubungan seks selama masa haid terbukti efektif untuk mencegah dan menghambat terbentuknya dan berkembangnya kanker serviks.
    * Hindari berhubungan seks dengan banyak partner.
    * Secara rutin menjalani tes Pap smear secara teratur. Saat ini tes Pap smear bahkan sudah bisa dilakukan di tingkat Puskesmas dengan harga terjangkau.
    * Alternatif tes Pap smear yaitu tes IVA dengan biaya yang lebih murah dari Pap smear. Tujuannya untuk deteksi dini terhadap infeksi HPV.
    * Pemberian vaksin atau vaksinasi HPV untuk mencegah terinfeksi HPV.
    * Melakukan pembersihan organ intim atau dikenal dengan istilah v**in* toilet. Ini dapat dilakukan sendiri atau dapat juga dengan bantuan dokter ahli. Tujuannya untuk membersihkan organ intim wanita dari kotoran dan penyakit.

Hidup Sehat Tanpa Kanker Serviks

Kanker serviks bisa dicegah dan bisa diobati. Deteksi sejak dini dan rutin melakukan Pap smear akan memperkecil risiko terkena kanker serviks. Ubah gaya hidup Anda dan juga pola makan Anda agar terhindar dari penyakit yang membunuh banyak wanita di dunia ini. Dengan demikian, maka kesehatan serviks atau leher rahim lebih terjamin. Dengan penanganan yang tepat, kanker serviks bukanlah sesuatu yang menakutkan.


« Last Edit: January 01, 2010, 03:39:30 AM by brondong » Logged
brondong
The Cigarette
Senator
****************

Respect: +308/-178
Offline Offline

Posts: 22730


« Reply #83 on: January 04, 2010, 09:35:40 PM »

Sate Penyebab Kanker?

Makanan yang dibakar dapat menyebabkan kanker, benarkah? Menurut beberapa penelitian, ada dua jenis senyawa penyebab kanker yang dapat terbentuk selama proses pemanggangan makanan, yaitu hidrokarbon polisiklik aromatik (PAH) dan amino heterosiklik (HCA).

PAH (terutama benzopiren) terbentuk di dalam asap dan ditemukan di permukaan daging, namun bisa dengan mudah dilenyapkan dengan pengerikan bagian permukaan makanan yang dipanggang atau dibakar.

HCA ditemukan di dalam daging. HCA disebabkan bila daging dimasak dalam suhu tinggi, yang bisa terjadi bila makanan digoreng, dipanggang, maupun dibakar.

Namun jangan terlalu khawatir, bila Anda penggemar sate, ikan bakar ataupun barbekyu, Anda bisa meminimalkan risiko terkena kanker dengan mengolah daging secara tepat. Ada beberapa tips penting saat memanggang makanan.

1. Sebelum dibakar atau dipanggang, terlebih dahulu rendam daging ke dalam bumbu. Ini akan membuat daging lebih lembut sehingga mengurangi waktu pemanggangan.

2. Atau, bisa juga Anda memasaknya terlebih dahulu agar lebih mudah memanggangnya. Proses pemasakan ini juga bertujuan menghilangkan lemak sehingga saat dipanggang, akan lebih sedikit lemak yang menetes dan menimbulkan asap yang bisa berbahaya.

3. Sering membolak-balik daging agar tidak gosong.

4. Jangan memasak langsung di atas arang.

5. Hilangkan bagian daging yang menghitam karena gosong.

Sumber: SuaraMerdeka
Logged
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-83
Offline Offline

Posts: 13849



« Reply #84 on: January 15, 2010, 09:10:01 AM »

Kenali Gejala Awal Kanker Darah


DARAH memiliki peran penting di dalam tubuh. Makanya, setiap orang yang kekurangan darah harus segera mendapatkan penanganan cepat. Misalnya, seseorang yang mengalalami kecelakaan dan mengeluarkan banyak darah harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan transfusi darah.

Begitu juga dengan orang yang menderita kelainan darah. Tanpa penanganan serius, seseorang yang mengalami kelainan darah tidak akan bertahan hidup lama. Kelainan darah umumnya sudah terjadi sejak kecil karena merupakan turunan atau bersifat genetik. Meskipun merasa sakit, anak-anak biasanya tidak bisa mengenali penyakit pada tubuhnya. Karena itu, perhatian orang tua tidak boleh luput dari anak.

"Jangan remehkan setiap keluhan anak," kata dokter spesialis anak dari Rumah Sakit Kanker Dharmais, Edi Setiawan.

Sebab, bisa jadi, keluhan sang anak merupakan gejala dini adanya penyakit serius. Semakin cepat diperiksa, semakin besar kemungkinan anak sembuh. Jika anak menderita kanker darah, orang tua masih bisa melihat gejalanya. Misalnya, ia pucat dan lesu. Ini diakibatkan anak kekurangan sel darah merah. Anak juga mengalami demam karena infeksi. "Demamnya sembuh jika diberi obat, tapi tak lama demam lagi," kata Edi.

Gejala lainnya, anak mengalami pendarahan seperti yang terjadi pada penderita
demam berdarah. Pendarahan bisa berupa mimisan, bintik-bintik merah pada kulit, dan buang air berdarah.

Ini terjadi karena keping darah merah anak sangat rendah. Leukimia bisa menyebar ke bagian tubuh lainnya seperti hati, leher, gusi, testis, dan tulang. "Anda perlu waspada jika anak mengeluh tulangnya sakit," kata Edi.

Pada kelainan darah seperti talasemia dan hemofilia, pendarahan bisa dilakukan dengan melakukan pemeriksaan calon ibu atau ayah. "Penyakit ini tidak dapat diobati tetapi dapat dicegah, yakni melalui pemeriksaan pra nikah," kata dokter spesialis hematologi anak dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Pustika Amalia Wahidiyat.

Pemeriksaan pranikah penting karena penderita talasemia dan hemofilia berpotensi menurunkan penyakit ini pada anaknya kelak. Berdasarkan data pusat talasemia Jakarta, terdapat 100 pasien talasemia baru setiap tahunnya. Pemicunya adalah kurangnya kesadaran calon orang tua melakukan pemeriksaan.

Begitu pula dengan penderita hemofilia. Hemofilia lebih sering terjadi pada anak lakilaki, sedang anak perempuan sebagai pembawa sifat (carrier). Seorang perempuan carrier dapat melahirkan anak laki-laki hemofilia. Sedang pria hemofilia yang menikahi wanita normal akan melahirkan anak perempuan carrier.
Logged

Farewell..
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-83
Offline Offline

Posts: 13849



« Reply #85 on: January 19, 2010, 04:51:59 PM »

Perawatan Kulit Paska Pengobatan Kanker

Perempuan yang sedang atau sudah menjalani perawatan kanker tidak perlu merasa rendah diri dan khawatir tidak bisa lagi tampil cantik. Mereka tetap bisa melakukan perawatan rambut, wajah, dan juga tubuh mereka secara keseluruhan.

Meskipun tidak berdandan tebal, mereka tetap bisa tampil menggunakan make-up yang aman dan tidak memberikan efek buruk bagi kesehatan kulit mereka. Seperti yang kita tahu, proses penyinaran dan terapi untuk penyembuhan kanker seringkali membuat kulit penderitanya jadi lebih kering, kusam, bahkan tak jarang mengalami kegosongan.

Perawatan kulit secara umum juga bisa diterapkan pada penderita kanker.

''Tetapi ada beberapa tambahan yang perlu di perhatikan. Semisal faktor psikologis, dan perawatan kulit wajah di rumah dengan kosmetika yang aman dan tidak menyebabkan alergi atau iritasi pada kulit,'' tutur dr Retno Tranggono, pemilik House of Beauty-Ristra.

Selain itu mereka bisa juga mendapatkan saran untuk merawat wajah di klinik kecantikan, namun dengan pengawasan atau saran pendampingan dari dokter. Seperti apa langkah-langkahnya?

1. Perawatan untuk kulit kering terkelupas. Kulit yang kering akibat penyinaran dan obat-obatan kanker perlu pelembutan. Perawatan kulit kering terkelupas paska pengobatan kanker bisa menggunakan body lotion untuk seluruh tubuh dan pelembap wajah yang mengandung antioksidan, liposome, serta krim yang mengandung AHA (Alpha Hydroxyl Acid). Jangan lupa untuk memakai krim tabir surya yang Non PABA (bersifat memblok matahari) dan mengonsumsi vitamin antioksidan seperti C, E, selenium (mineral), dan beta karoten (mencerahkan kulit).

2. Perawatan untuk kulit yang mengalami hypopigmentasi (bercak-bercak putih pada kulit). Kulit yang mengalami hypopigmentasi tidak cukup diatasi dengan melakukan perawatan sendiri di rumah, sebab kulit sudah bermasalah dan membutuhkan bantuan dokter kulit di klinik kecantikan yang mengerti mengenai kosmetik. Untuk wajah, gunakan pelembap yang mengandung liposome (sejenis vitamin E) dan AHA (mengangkat sel kulit mati dan kotoran) agar pigmen dan warna kulit kembali rata.

3. Perawatan untuk kulit yang mengalami hyperpigmentasi (kulit wajah yang mengalami bercak kemerahan atau kehitaman). Kulit, terutama bagian wajah yang mengalami hyperpigmentasi dapat diatasi dengan melakukan 4 langkah perawatan dasar dengan kosmetika pH-balanced yang aman, sesuai dengan kondisi kulit.

Lakukan scrubbing (pengampelasan) sebanyak 2 kali seminggu agar sel-sel kulit mati dapat terangkat sempurna. Gunakan tabir surya Non PABA dan kosmetika pemutih yang aman yang mengandung liposome, AHA, BHA, Magnesium Ascorbyl Phosphat (posfor), dan Arbutin (pemutih).
Logged

Farewell..
brondong
The Cigarette
Senator
****************

Respect: +308/-178
Offline Offline

Posts: 22730


« Reply #86 on: January 26, 2010, 10:38:06 PM »

Aktifitas Fisik Memang Ampuh Mencegah Kanker Payudara



Sejak dahulu aktifitas fisik memang terbukti ampuh mencegah berbagai penyakit dan memiliki kontribusi yang cukup tinggi dalam meningkatkan kualitas kesehatan. Sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh para peneliti dari University of South Carolina menunjukkan bahwa aktifitas fisik yang proposional ternyata memiliki kontribusi yang cukup tinggi dalam mencegah kanker payudara.

Para peneliti tersebut mempelajari lebih dari 14.000 wanita mulai dari umur 20 sampai 83 tahun sejak tahun 1970 hingga 2001, mereka mengkategorikan wanita-wanita tersebut berdasarkan tingkat aktifitas fisik dan kebugarannya. Studi tersebut menunjukkan bahwa kaum hawa dengan aktifitas fisik dan kebugaran yang buruk memiliki resiko terserang kanker payudara tiga kali lebih besar daripada wanita yang memiliki aktifitas fisik tinggi.

Dr. Steve Blair, salah seorang peneliti sekaligus ketua dari American College of Sports Medicine mengatakan “ wanita dengan aktifitas fisik rendah pada studi tersebut memiliki resiko terserang kanker payudara lebih tinggi dari pada yang beraktifitas fisik lebih tinggi. Dan untuk meningkatkan kebugaran bukanlah hal yang mahal, hanya membutuhkan penngkatan aktifitas fisik seperti berjalan, lari, naik tangga dan olahraga ringan dan murah lainnya”

Hormon khas pada wanita, yaitu estrogen dan progesteron mempunyai peran sangat penting dalam sistem reproduksi wanita, namun estrogen dan progesteron juga menstimulasi sel payudara untuk berproliferasi dan merangsang mutasi genetik sel yang meningkatkan resiko terbentuknya sel kanker. Aktifitas fisik tingkat menengah dan tingg pada waktu muda selain mampu menurunkan berat badan juga bisa mereduksi produksi berlebih kedua hormon tersebut yang akhirnya akan menurunkan resiko terserang kanker payudara.

by : www.healthnews.com
Logged
brondong
The Cigarette
Senator
****************

Respect: +308/-178
Offline Offline

Posts: 22730


« Reply #87 on: January 26, 2010, 11:29:53 PM »

Mengenal Kanker Pankreas

Sebelum beranjak ke kanker pankreas, akan jauh lebih bijaksana jika kita ngobrol masalah pankreas dulu, artinya “pankreas” aja, gak pake ditambahin “kanker” biar gak bingung.



Pankreas adalah organ berukuran panjang  + 6 inch, berbahan seperti spon panjang. Organ ini terletak di area belakang rongga perut. Pankreas memiliki 2 fungsi utama, yaitu memproduksi hormon dan enzym yang membantu usus memecah makanan menjadi energi. Salah satu hormon yang diproduksi oleh pankreas adalah insulin, zat aktif yang meregulasi kadar gula dalam darah kita, makanya kalo orang pankreasnya bermasalah cenderung memiliki gula darah yang tinggi.

Kanker pankreas terjadi jika sel ganas (maligna) tumbuh, berkembang dan menyebar di jaringan organ pankreas.

Gejala Kanker Pankreas


Kanker pankreas terkenal sebagai “silent disease” karena pada stadium awal penyakit ini hampir tidak memiliki gejala. Tetapi jika sel kanker telah tumbuh subur dan menyebar, biasanya akan terjadi nyeri di perut bagian atas dan kadang menyebar ke punggung. Gejala lainnya meliputi penurunan berat badan mendadak, depresi dan penurunan nafsu makan.

Penyebab Kanker Pankreas

Meskipun penyebab pasti kanker pankreas belum diketahui, tapi merokok merupakan faktor resiko utama. Perokok memiliki resiko 2-3 kali lebih tinggi mengalami kanker pankreas daripada yang bukan perokok. Umur juga berpengaruh terhadap keberadaan penyakit ini, biasanya kanker pankreas cenderung terjadi pada usia diatas 45 tahun, faktor resiko lain meliputi diabetes, pancreatitis dan sirosis hati. Tak luput pula riwayat penyakit keluarga juga memiliki peran.

by : www.juraganmedis.com
Logged
BooMBeYe
"Otomotif & Hobi"
Moderator Group
Lieutenant General
******

Respect: +240/-77
Offline Offline

Posts: 7800


Expresikan KaryaMu


« Reply #88 on: January 29, 2010, 03:43:33 PM »

Kanker Leher Rahim
Dr. Yohanes Riono
Dept of Surgery Holywood Hospital.


Tentu anda sudah tak asing lagi dengan istilah kanker servik (Cervical Cancer), atau kanker pada leher rahim. Benar, sesuai dengan namanya, kanker leher rahim adalah kanker yang terjadi pada servik uterus, suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim yang terletak antara rahim (uterus) dengan liang senggama (V@gina). Kanker ini biasanya terjadi pada wanita yang telah berumur, tetapi bukti statistik menunjukan bahwa kanker leher rahim dapat juga menyerang wanita yang berumur antara 20 sampai 30 tahun.
        Memang istilah "kanker" sendiri sudah pasti memberi kesan menakutkan dan menyeramkan. Laksana seorang terpidana menerima hukuman mati.

Bagaimana pula dengan kanker leher rahim?
Apakah juga sama menakutkannya dengan beberapa kanker lainnya?
Menurut para ahli kanker, kanker leher rahim adalah salah satu jenis kanker yang paling dapat dicegah dan paling dapat disembuhkan dari semua kasus kanker. Tetapi, biarpun demikian, di wilayah Australia barat saja, tercatat sebanyak 85 orang wanita didiagnosa positif terhadap kanker leher rahim setiap tahun. Dan pada tahun 1993 saja, 40 wanita telah tewas menjadi korban keganasan kanker ini.

Bagaimanakah kanker leher rahim terjadi?
Layaknya semua kanker, kanker leher rahim terjadi ditandai dengan adanya pertumbuhan sel-sel pada leher rahim yang tidak lazim (abnormal). Tetapi sebelum sel-sel tersebut menjadi sel-sel kanker, terjadi beberapa perubahan yang dialami oleh sel-sel tersebut. Perubahan sel-sel tersebut biasanya memakan waktu sampai bertahun-tahun sebelum sel-sel tadi berubah menjadi sel-sel kanker. Selama jeda tersebut, pengobatan yang tepat akan segera dapat menghentikan sel-sel yang abnormal tersebut sebelum berubah menjadi sel kanker. Sel-sel yang abnormal tersebut dapat dideteksi kehadirannya dengan suatu test yang disebut "Pap smear test", sehingga semakin dini sel-sel abnormal tadi terdeteksi, semakin rendahlah resiko seseorang menderita kanker leher rahim.
Memang Pap smear test adalah suatu test yang aman dan murah dan telah dipakai bertahun-tahun lamanya untuk mendeteksi kelainan-kelainan yang terjadi pada sel-sel leher rahim. Test ini ditemukan pertama kali oleh Dr. George Papanicolou, sehingga dinamakan Pap smear test. Pap smear test adalah suatu metode pemeriksaan sel-sel yang diambil dari leher rahim dan kemudian diperiksa di bawah mikroskop untuk melihat perubahan-perubahan yang terjadi dari sel tersebut. Perubahan sel-sel leher rahim yang terdeteksi secara dini akan memungkinkan beberapa tindakan pengobatan diambil sebelum sel-sel tersebut dapat berkembang menjadi sel kanker.

Test ini hanya memerlukan waktu beberapa menit saja. Dalam keadaan berbaring terlentang, sebuah alat yang dinamakan spekulum akan dimasukan kedalam liang senggama. Alat ini berfungsi untuk membuka dan menahan dinding V@gina supaya tetap terbuka, sehingga memungkinkan pandangan yang bebas dan leher rahim terlihat dengan jelas. Sel-sel leher rahim kemudian diambil dengan cara mengusap leher rahim dengan sebuah alat yang dinamakan spatula, suatu alat yang menyerupai tangkai pada es krim, dan usapan tersebut dioleskan pada obyek-glass, dan kemudian dikirim ke laboratorium patologi untuk pemeriksaan yang lebih teliti.
Prosedur pemeriksaan Pap smear test mungkin sangat tidak menyenangkan untuk anda, tetapi tidak akan menimbulkan rasa sakit. Mungkin anda lebih memilih dokter wanita untuk prosedur ini, tetapi pada umumnya para dokter umum dan klinik Keluarga Berencana dapat dimintai bantuan untuk pemeriksaan Pap smear test. Usahakanlah melakukan Pap smear test ini pada waktu seminggu atau dua minggu setelah berakhirnya masa menstruasi anda. Jika anda sudah mati haid, Pap smear test dapat anda lakukan kapan saja. Tetapi jika kandung rahim dan leher rahim telah diangkat atau dioperasi (hysterectomy atau operasi pengangkatan kandung rahim dan leher rahim), anda tidak perlu lagi melakukan Pap smear test karena anda sudah terbebas dari resiko menderita kanker leher rahim. Pap smear test biasanya dilakukan setiap dua tahun sekali, dan lebih baik dilakukan secara teratur. Hal yang harus selalu diingat adalah tidak ada kata terlambat untuk melakukan Pap smear test. Pap smear test selalu diperlukan biarpun anda tidak lagi melakukan aktifitas seksual.
« Last Edit: January 29, 2010, 03:59:28 PM by BooMBeYe » Logged

BooMBeYe HinDi

Life Is Beautifull So Enjoy Saja

]Diktum muntatur et nos mutamur in illis[

No smoking SMOKING AGAIN....
BooMBeYe
"Otomotif & Hobi"
Moderator Group
Lieutenant General
******

Respect: +240/-77
Offline Offline

Posts: 7800


Expresikan KaryaMu


« Reply #89 on: January 29, 2010, 03:46:03 PM »

Bagaimanakah Tanda-tanda Kanker Serviks?
Perubahan awal yang terjadi pada sel leher rahim tidak selalu merupakan suatu tanda-tanda kanker. Pemeriksaan Pap smear test yang teratur sangat diperlukan untuk mengetahui lebih dini adanya perubahan awal dari sel-sel kanker. Perubahan sel-sel kanker selanjutnya dapat menyebabkan perdarahan setelah aktivitas sexual atau diantara masa menstruasi.
Jika anda mendapatkan tanda-tanda tersebut, sebaiknya anda segera melakukan pemeriksaan ke dokter. Adanya perubahan ataupun keluarnya cairan (discharge) ini bukanlah suatu hal yang normal, dan pemeriksaan yang teliti harus segera dilakukan walaupun anda baru saja melakukan Pap smear test. Biarpun begitu, pada umumnya, setelah dilakukan pemeriksaan yang teliti, hasilnya tidak selalu positip kanker.

Pengobatan
Seperti pada kejadian penyakit yang lain, jika perubahan awal dapat dideteksi seawal mungkin, tindakan pengobatan dapat diberikan sedini mungkin. Jika perubahan awal telah diketahui pengobatan yang umum diberikan adalah dengan:

1. Pemanasan, diathermy atau dengan sinar laser.
2. Cone biopsi, yaitu dengan cara mengambil sedikit dari sel-sel leher rahim, termasuk sel yang mengalami perubahan. Tindakan ini memungkinkan pemeriksaan yang lebih teliti untuk memastikan adanya sel-sel yang mengalami perubahan. Pemeriksaan ini dapat dilakukan oleh ahli kandungan.

Jika perjalanan penyakit telah sampai pada tahap pre-kanker, dan kanker leher rahim telah dapat diidentifikasi, maka untuk penyembuhan, beberapa hal yang dapat dilakukan adalah:

1. Operasi, yaitu dengan mengambil daerah yang terserang kanker, biasanya uterus beserta leher rahimnya.
2. Radioterapi yaitu dengan menggunakan sinar X berkekuatan tinggi yang dapat dilakukan secara internal maupun eksternal.

Logged

BooMBeYe HinDi

Life Is Beautifull So Enjoy Saja

]Diktum muntatur et nos mutamur in illis[

No smoking SMOKING AGAIN....
BooMBeYe
"Otomotif & Hobi"
Moderator Group
Lieutenant General
******

Respect: +240/-77
Offline Offline

Posts: 7800


Expresikan KaryaMu


« Reply #90 on: January 29, 2010, 03:50:00 PM »

Resiko untuk terserang kanker:
Setiap wanita yang pernah melakukan hubungan seksual mempunyai resiko terhadap kanker leher rahim. Sel-sel leher rahim mungkin mengalami perubahan sehingga sangat diperlukan melakukan Pap smear test secara teratur (baik yang telah ataupun yang belum pernah mendapatkan Pap smear test). Demikian juga bagi anda yang merokok kemungkinan untuk mendapatkan kanker leher rahim sangat besar.
Dijumpainya Human Papilloma Virus (HPV) sering diduga sebagai penyebab terjadinya perubahan yang abnormal dari sel-sel leher rahim.
Memiliki pasangan seksual yang berganti-ganti atau memulai aktifitas seksual pada usia yang sangat muda juga memperbesar resiko kemungkinan mendapat kanker leher rahim.
Apa yang harus anda lakukan untuk menghindari kanker leher rahim ?
Yang pertama, jika anda pernah melakukan hubungan seksual anda harus melakukan Pap smear test secara teratur setiap dua tahun dan ini dilakukan sampai anda berusia 70 tahun. Pada beberapa kasus mungkin dokter menyarankan untuk melakukan Pap smear test lebih sering.
Hal yang ke dua adalah melaporkan adanya gejala-gejala yang tidak normal seperti adanya perdarahan, terutama setelah coitus (senggama).
Hal yang ke tiga adalah tidak merokok. Data statistik melaporkan bahwa resiko terserang kanker leher rahim akan menjadi lebih tinggi jika wanita merokok.
Dengan melakukan beberapa tindakan yang dapat memperkecil resiko tersebut, mudah-mudahan kita dijauhkan dari kejadian kanker leher rahim ini. Semoga.
Dapatkah anda membayangkan, bagaimanakah perasaan anda jika mengetahui hasil pemeriksaan 'Pap Smear' anda memberikan hasil abnormal? Tentulah anda akan merasa kuatir dan cemas, manakala anda mendapati bahwa hasil pemeriksaan 'Pap Smear' anda abnormal. Tetapi janganlah terlalu cemas dahulu, karena tidak semua penampakan sel-sel yang abnormal tersebut berarti kanker. Memang 'Pap Smear' dapat mendeteksi kelainan-kelainan perubahan sel-sel leher rahim secara dini. Paradigma yang harus diingat adalah semakin awal ditemukannya kelainan-kelainan pada pemeriksaan 'Pap Smear', maka akan semakin mudah pula diatasi masalahnya.
Apakah artinya jika 'Pap Smear' anda abnormal.
Hasil 'Pap Smear' dikatakan abnormal jika sel-sel yang berasal dari leher rahim anda ketika diperiksa di bawah mikroskop akan memberikan penampakan yang berbeda dengan sel normal. Kejadian ini biasanya terjadi 1 dari 10 pemeriksaan 'Pap Smear'. Beberapa faktor yang dapat memberikan indikasi diketemukannya penampakan 'Pap Smear' yang abnormal adalah:


1. Unsatisfactory 'Pap Smear'
Pada kasus ini, berarti pegawai di Lab tersebut tidak bisa melihat sel-sel leher rahims anda dengan detail sehingga gagal untuk membuat suatu laporan yang komprehensive kepada dokter anda. Jika kasus ini menimpa anda sebaiknya anda datang lagi untuk pemeriksaan 'Pap Smear' pada waktu yang akan ditentukan oleh dokter anda.


2. Jika ada infeksi atau inflamasi
Kadang-kadang pada pemeriksaan 'Pap Smear' memberikan penampakan terjadinya inflamasi. Ini berarti bahwa sel-sel di dalam leher    rahims mengalami suatu iritasi yang ringan sifatnya. Memang kadang-kadang inflamasi dapat kita deteksi melalui pemeriksaan 'Pap   Smear', biarpun kita tidak merasakan keluhan-keluhan karena tidak terasanya gejala klinis yang ditimbulkannya. Sebabnya bermacam-macam. Mungkin telah terjadi infeksi yang dikarenakan oleh bakteri, atau karena jamur'. Konsultasikan dengan dokter anda mengenai masalah ini beserta pengobatannya jika diperlukan. Tanyakan kapan anda harus menjalani 'Pap Smear' lagi.


3. Atypia atau Minor Atypia
Yang dimaksud dengan keadaan ini adalah jika pada pemeriksaan 'Pap Smear' terdeteksi perubahan-perubahan sel-sel leher rahims, tetapi sangat minor dan penyebabnya tidak jelas. Pada kasus ini, biasanya hasilnya dilaporkan sebagai 'atypia'. Biasanya terjadinya perubahan penampakan sel-sel tersebut dikarenakan adanya peradangan, tetapi tidak jarang pula karena infeksi virus. Karena untuk membuat suatu diagnosa yang definitif tidak memungkinkan pada tahap ini, dokter anda mungkin akan merekomendasikan anda untuk menjalani pemeriksaan lagi dalam waktu enam bulan. Pada umumnya, sel-sel tersebut akan kembali menjadi normal lagi. Jadi, adalah sangat penting bagi anda untuk melakukan 'Pap Smear' lagi untuk memastikan bahwa kelainan-kelainan yang tampak pada pemeriksaan pertama tersebut adalah gangguan yang tidak serius. Jika hasil pemeriksaan menghasilkan hasil yang sama maka anda mungkin disarankan untuk menjalani kolposkopi.


Apakah kolposkopi itu?
Kolposkopi adalah suatu prosedur pemeriksaan *Censored dan leher rahims oleh seorang dokter yang berpengalaman dalam bidang tersebut. Dengan memeriksa permukaan leher rahims, dokter akan menentukan penyebab abnormalitas dari sel-sel leher rahims seperti yang dinyatakan dalam pemeriksaan 'Pap Smear'. Cara pemeriksaan kolposkopi adalah sebagai berikut: dokter akan memasukkan suatu cairan kedalam *Censored dan memberi warna saluran leher rahims dengan suatu cairan yang membuat permukaan leher rahims yang mengandung sel-sel yang abnormal terwarnai.. Kemudian dokter akan melihat kedalam saluran leher rahims melalui sebuah alat yang disebut kolposkop. Kolposkop adalah suatu alat semacam mikroskop binocular yang mempergunakan sinar yang kuat dengan pembesaran yang tinggi.
Jika area yang abnormal sudah terlokalisasi, dokter akan mengambil sampel pada jaringan tersebut (melakukan biopsi) untuk kemudian dikirim ke lab guna pemeriksaan yang mendetail dan akurat. Pengobatan akan sangat tergantung sekali pada hasil pemeriksaan kolposkopi anda.

Bagaimanakah dengan aktifitas seksual anda?
Pada tahap ini, anda tidak perlu kuatir dengan aktifitas seksual anda. Anda tidak perlu absen melakukan aktifitas seksual hanya karena pemeriksaan 'Pap Smear' anda positip, karena keadaan kanker atau pre-kanker yang anda derita tidak mungkin ditularkan kepada suami anda. Tetapi jika sedang dalam pengobatan penyembuhan, sebaiknya tanyakanlah kepada dokter anda kapan anda dapat melakukan hubungan sanggama lagi dan seberapa seringnya hubungan tersebut.

Perlukah dilakukan pemeriksaan lanjutan sesudah selesainya pengobatan?
Pemeriksaan lanjutan sesudah selesainya masa pengobatan adalah mutlak diperlukan untuk mendapatkan kepastian bahwa area yang telah diobati telah sembuh sama sekali. Biarpun metode pengobatan yang anda dapatkan sangat efektif, sel-sel yang abnormal kadang-kadang dapat kambuh lagi, bahkan dapat berkembang dengan derajat keparahan yang lebih tinggi. Jadi deteksi dini adalah hal yang sangat esensial sekali. Selama dua tahun pertama masa pengobatan anda, anda disarankan untuk menjalani pemeriksaan 'Pap Smear' setiap tiga bulan atau enam bulan sekali. Jika setelah tiga kali pemeriksaan berturut-turut hasil 'Pap Smear' anda normal, ini berarti anda telah dapat dinyatakan sembuh, dan anda dapat melakukan pemeriksaan 'Pap Smear' tersebut setiap tahun sekali secara kontinyu.


Logged

BooMBeYe HinDi

Life Is Beautifull So Enjoy Saja

]Diktum muntatur et nos mutamur in illis[

No smoking SMOKING AGAIN....
brondong
The Cigarette
Senator
****************

Respect: +308/-178
Offline Offline

Posts: 22730


« Reply #91 on: January 29, 2010, 06:20:46 PM »

gabung disini aja thread yang bahas kanker.
Logged
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-83
Offline Offline

Posts: 13849



« Reply #92 on: February 08, 2010, 04:32:37 PM »

Obat Leukimia Masih Sangat Mahal

Berkat kemajuan ilmu kedokteran, kini pasien kanker memiliki banyak cara untuk mengobati kanker, mulai dari operasi, radioterapi, kemoterapi konvensional, serta obat-obatan yang mempunyai target spesifik pada komponen sel yang berperan dalam proses pertumbuhan dan pembelahan sel kanker.

Salah satu jenis kanker yang bisa diobati dengan obat khusus yang membidik komponen sel kanker ini adalah leukimia kronik atau chronic myeolid leukemia (CML). Penyebab utama CML adalah ketidaknormalan gen kromosom yaitu perpindahan antara kromosom 9 dan 22 menyebabkan penggabungan yang tidak normal antara gen bcr dan abl jenis protein aktif tyrosine kinase yang tidak normal.

Dahulu, pasien yang tidak diterapi hanya mampu bertahan beberapa bulan atau tahun. Sekarang, dengan perkembangan obat-obatan di bidang kanker, pasien memiliki harapan hidup yang lebih baik.

Menurut dr.Made Putra Sedana, Sp.PD, KHOM, Konsultan penyakit darah dan kanker dari RSUD Dr.Soetomo Surabaya,  pasien CML dapat menjalani terapi Imatinib, yang merupakan terapi oral dengan tingkat keberhasilan paling tinggi.  Penelitian menunjukkan tingkat keberhasilan terapi ini mencapai 83 persen.

Meski demikian, tidak semua pasien bisa mendapat obat ini. "Hanya pasien yang memiliki kromosom philadelphia yang bisa mendapatkan terapi obat ini," katanya.

Untuk mengetahui jenis kromosom, pasien harus melakukan pemeriksaan lengkap di laboratorium.

Keberhasilan Imatinib untuk penanganan CML, lanjut Made, dinilai berdasarkan pemeriksaan setelah tiga bulan dan satu tahun. "Bila gagal mencapai respon hematologik selama 3 bulan, dosis obat akan ditambah. Namun bila berdasarkan pemeriksaan sumsum tulang belakang setelah satu tahun gagal mencapai respon sitogenetik atau sel-selnya belum menjadi normal, maka pengobatan dinilai gagal," paparnya.

Sayangnya, harga obat Imatinib termasuk menguras kantong. Pasien harus mengeluarkan biaya Rp 250.000 untuk setiap butir obat, yang harus dikonsumsi setiap hari selama bertahun-tahun.

Obat Imatinib harus dikonsumsi setiap hari secara rutin untuk menekan pertumbuhan penyakit. "Penyakit bisa timbul lagi bila pasien malas minum obat," katanya.

Obat imatinib ini memiliki efek samping berupa rasa mual dan konsumsi jangka panjang bisa menimbulkan resistensi obat.

Beruntung sejak tahun 2003 dimulai program GIPAP, program kerjasama antara Novartis Indonesia dan Yayasan Kanker Indonesia untuk memberikan obat kanker imatinib pada pasien yang tidak mampu. Selain itu ada juga program NOA (Novartis Oncology Acces) yang memberikan bantuan pembelian obat sesuai dengan kemampuan ekonomi pasien.
Logged

Farewell..
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-83
Offline Offline

Posts: 13849



« Reply #93 on: April 26, 2010, 04:53:17 PM »

Menjanjikan, Obat Pencegah Kanker Payudara

Walaupun tidak menjamin bebas dari kanker payudara, tetapi kehadiran obat-obatan pencegah kanker, khususnya untuk kelompok wanita dengan risiko tinggi, disambut baik oleh pasien. Hasil penelitian terbaru menunjukkan, dua jenis obat cukup efektif, asalkan diimbangi dengan mengurangi kegemukan.

Tamoxifen, yang sejak lama menjadi standar baku dalam terapi hormon, kini dinilai semakin efektif dan lebih tahan lama. Namun, obat terbaru, Raloxifene, dianggap lebih aman. "Tidak ada pemenangnya, keduanya pilihan yang baik dengan manfaat dan risiko yang berbeda," kata Dr Scott Lippman, pakar kanker dari University of Texas, AS.

Lippman baru-baru ini memublikasikan hasil penelitiannya mengenai efektivitas kedua jenis terapi obat pencegah kanker payudara. Penelitian yang didanai Pemerintah AS ini hasilnya dipublikasikan dalam pertemuan American Association for Cancer Research di Washington, AS.

Tamoxifen sudah digunakan secara luas untuk mengatasi kanker setelah pasien didiagnosis, sedangkan Raloxifene digunakan untuk terapi osteoporosis. Penelitian mendalam terhadap dua obat ini menunjukkan manfaatnya terhadap pencegahan kanker. Para dokter berharap hasil penelitian ini akan mendorong lebih banyak perempuan yang berisiko tinggi terkena kanker untuk mulai mengonsumsi obat.

Para pakar kanker memang tidak merekomendasikan penggunaan obat ini untuk perempuan yang memiliki risiko kelompok sedang. Mereka yang disarankan adalah yang memiliki faktor riwayat keluarga atau memiliki mutasi gen. Pada kelompok ini, obat-obatan tersebut memberikan hasil yang signifikan.

Tamoxifen memang mengurangi risiko kanker hingga setengahnya, namun studi juga menunjukkan bahwa penggunaan obat ini meningkatkan risiko kanker kandungan. Sebaliknya, Raloxifene hanya mengurangi risiko kanker 38 persen, tetapi memiliki efek samping lebih rendah.

Manfaat dan efek samping kedua jenis obat ini diteliti pada 20.000 perempuan menopause yang berisiko tinggi terkena kanker payudara. Mereka mengonsumsi obat selama lima tahun. Ketika di-follow up tujuh tahun kemudian, ditemukan 310 kasus kanker payudara pada kelompok Raloxifene dan 247 pada kelompok Tamoxifen.
Logged

Farewell..
aiRa-fluff
Moderator
Captain
******

Respect: +108/-14
Offline Offline

Posts: 1559



« Reply #94 on: August 06, 2010, 04:03:44 PM »

Virus Herpes Bisa untuk Obat Kanker



Jakarta, Herpes selama ini dikenal sebagai salah satu penyakit mudah menular yang cukup meresahkan. Tapi siapa sangka bila virus yang menyebabkan penyakit herpes itu justru dapat menjadi obat kanker.

Dokter telah berhasil menemukan hasil rekayasa virus herpes untuk mengobati pasien kanker kepala dan leher. Kanker kepala, leher, mulut, lidah dan tenggorokan diderita oleh banyak orang.

"Sebenarnya pengobatan saat ini dapat mengobati secara efektif bila kanker tersebut diangkat dari awal, tapi banyak pasien yang tidak terdiagnosa hingga keadaannya cukup parah," ujar Dr Kevin Harrington, pemimpin studi, seperti dilansir dari BBCNews, Jumat (6/8/2010).

Virus hasil rekayasa ini bekerja dengan cara dimasukkan ke dalam sel, kemudian membunuh sel kanker dari dalam dan juga merangsang sistem kekebalan tubuh pasien.

Dr Harrington menjelaskan bahwa virus herpes, yang juga sedang diuji pada pasien yang menderita kanker kulit, secara genetik dimanipulasi sehingga dapat berkembang dalam sel-sel tumor, tetapi tidak menginfeksi sel-sel sehat yang normal.

Pengobatan kanker ini memiliki tiga efek, yaitu melipatgandakan virus, membunuh sel tumor, serta direkayasa untuk memproduksi protein manusia yang mengaktifkan sistem kekebalan tubuh dan juga dapat membuat protein virus yang bertindak sebagai 'bendera merah' untuk sel-sel imun.

Royal Marsden Hospital di London telah menggunakan virus herpes hasil rekayasa ini pada 17 pasiennya bersamaan dengan pengobatan standar, yaitu kemoterapi dan radioterapi.

Dilaporkan 93 persen pasien yang mendapat suntikan virus ini menunjukkan hasil yang cukup memuaskan. Virus herpes dapat membantu membunuh tumor pada kebanyakan pasien dan tidak ditemukan jejak-jejak kanker setelah pembedahan.

Lebih dari dua tahun kemudian, 82 persen pasien tidak mengeluhkan penyakit yang sama. Hanya dua orang yang kambuh dari 13 pasien yang diberi pengobatan dosis tinggi.


Tapi penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk menjamin agar virus herpes bisa menjadi senjata ampuh untuk melawan kanker. Hasil temuan ini telah dipublikasikan pada jurnal Clinical Cancer Research.

Logged

i've recognized it from the beginning. if i don't struggle nor fight for my existence, then no one will remember me as one of them nor a human. what "true friends" mean anyway? i hv thought i always alone. and maybe it happened now n then
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-83
Offline Offline

Posts: 13849



« Reply #95 on: August 31, 2010, 08:17:44 AM »

Kanker Semakin Mengancam

Kanker telah menjadi penyebab kematian utama di seluruh dunia. Tingkat kejadian dan beban kanker semakin besar. Secara global, kematian akibat kanker melebihi jumlah penderita AIDS, malaria, dan tuberkulosis.

Namun, tanpa adanya tindakan yang berarti untuk mencegah kematian dini dari kanker, penyakit tersebut akan terus membunuh berjuta-juta manusia di seluruh muka bumi. Untuk menghentikan peningkatan kematian akibat kanker, perlu aksi mendesak dari pemerintah, individu, dan komunitas kesehatan.

Dalam Kongres Kanker Sedunia ke-21 di Shenzen, China, 18-21 Agustus lalu, yang diselenggarakan International Union Against Cancer (UICC), Presiden UICC David Hill mengatakan, pengurangan epidemi kanker secara global telah menjadi salah satu dari prioritas kesehatan dunia yang mendesak. Karena itu, komunitas kanker sedunia mesti terus berdiskusi dan bekerja sama untuk mendorong pentingnya pencegahan, screening, pendeteksian, serta pengobatan dan manajemen yang efektif.

Kongres kali ini mengambil tema pencegahan penyakit yang dapat dicegah, mengobati pasien yang bisa diobati, melalui sistem harapan menjadi kenyataan. Konferensi ini membahas pencegahan kanker, screening atau penyaringan, deteksi dini, pengobatan dini, dan dukungan pengobatan khusus, perawatan rumah sakit, dan masalah lain.

Berdasarkan data yang dirilis International Agency for Research on Cancer, salah satu lembaga di bawah Badan Kesehatan Dunia PBB, penderita kanker dunia mencapai 12,7 juta orang pada tahun 2008 dan mengakibatkan kematian 7,6 juta penderita. Pada tahun 2030 diramalkan akan ada 21,4 juta kasus kanker baru dengan 13,2 juta kematian.

Kanker bisa terus menjadi penyakit yang mematikan, kata Otis W Brawley, karena derasnya industrialisasi dan adopsi gaya hidup Barat. Selain itu, pertumbuhan populasi dan penuaan juga akan menambah kasus kanker.

Penderita kanker terbanyak di dunia adalah kanker paru-paru (12,7 persen), kanker payudara (10,9 persen), dan kanker usus besar (9,7 persen). Sebanyak 58 persen kasus kanker terjadi di negara miskin dan berkembang serta kematian mencapai 63 persen.

Sementara kanker yang menyebabkan kematian paling tinggi secara global adalah kanker paru-paru (18,2 persen), disusul kanker perut, dan kanker hati. Jika dilihat lokasinya, di negara berkembang lebih banyak kasus kanker rahim dan kanker hati. Di negara maju yang paling dominan adalah kanker prostat dan kanker usus besar.

Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, berdasarkan data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), di antara kaum pria, kematian tertinggi terjadi pada penderita kanker paru-paru, perut, hati, dan usus besar. Adapun di kalangan perempuan yakni kanker payudara, paru -paru, perut, usus besar, dan rahim.

Dapat dicegah

Hill mengatakan, sebenarnya sepertiga dari semua kasus kanker dapat dicegah. Hampir sebagian besar atau sekitar 40 persen timbulnya kanker disebabkan faktor gaya hidup, penyakit infeksi, dan lingkungan atau pekerjaan yang berhubungan dengan zat-zat berbahaya.

”Berarti penyakit kanker potensial untuk dicegah. Perlu adaptasi global, nasional, dan perseorangan untuk membuktikan jika faktor-faktor itu diatasi, kasus dan kematian kanker bisa dikurangi,” ujar Hill.

Di negara berkembang, pemicu tingginya kejadian kanker adalah penggunaan tembakau, alkohol, sedikit mengonsumsi sayur dan buah, serta infeksi kronis dari hepatitis B (HBV), virus hepatitis C (HCV), dan beberapa tipe Human Papilloma Virus (HPV).

Strategi pencegahan dengan meningkatkan penghindaran pada faktor-faktor di atas, vaksinasi melawan HPV dan virus hepatitis B, mengontrol asupan zat-zat bahaya, dan mengurangi terpaan sinar matahari.

Dalam pengontrolan peningkatan kanker di dunia, menurut Otis W Bradley dari American Cancer Society, kata pesan yang sekarang ini semestinya gencar digemakan adalah deteksi dini menyelamatkan hidup.

Deteksi dini dapat menurunkan sepertiga dari beban kanker jika kasus dideteksi dan diobati secara dini. Deteksi dini kanker didasarkan pada observasi bahwa pengobatan lebih efektif ketika kanker dideteksi lebih awal. Tujuannya untuk mendeteksi kanker ketika masih lokal (belum menyebar).

Produk tembakau

Dari sejumlah faktor gaya hidup yang memicu munculnya kanker, penggunaan tembakau bisa jadi salah satu faktor utama pencegahan kanker yang paling luas di dunia saat ini. Tembakau menyebabkan 80-90 persen kematian dari kanker paru-paru dan sekitar 30 persen kematian karena kanker di negara-negara berkembang.

Pengontrolan produk-produk tembakau yang merugikan kesehatan menjadi isu tersendiri yang serius dibahas dalam kongres kanker sedunia kali ini. Ala Alwan, Asisten Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia, mengatakan, rokok yang paling banyak risikonya untuk penyakit non-comunnicable, seperti sakit jantung, stroke, kanker, diabetes, dan sakit paru-paru kronis.

Oleh karena itu, perlu dilakukan strategi komprehensif, termasuk pelarangan iklan-iklan dan sponsor produk tembakau, peningkatan pajak produk tembakau, dan menggencarkan program-program yang dapat mengurangi konsumsi tembakau. Inisiatif ini telah menunjukkan hasil efektif menurunkan jumlah kematian kanker. Sayangnya, tidak semua negara mengimplementasikan intervensi yang penting itu.

Hanya sekitar 9 persen negara yang memandatkan bar dan restoran bebas rokok serta 65 negara melaporkan mengimplementasikan kebijakan bebas rokok di tingkat nasional.

Penyakit infeksi menyebabkan hampir 22 persen kematian di negara berkembang dan 6 persen di negara industri.

Dunia perlu bergandengan tangan untuk membuat kanker tidak lagi menjadi pembunuh utama. Tantangannya yakni mengontrol meningkatnya kasus kanker secara global, menemukan pengobatan yang tidak menyiksa penderita, serta meningkatkan harapan hidup penderita.
Logged

Farewell..
aiRa-fluff
Moderator
Captain
******

Respect: +108/-14
Offline Offline

Posts: 1559



« Reply #96 on: November 06, 2010, 07:04:17 PM »


Skrining Kanker ala Ubur-ubur



 Semakin dini sebuah kanker dideteksi, makin besar peluangnya untuk sembuh. Sayangnya, mendeteksi kanker tidak mudah karena penyakit ini sering tidak bergejala hingga sudah mencapai stadium lanjut. Beruntung, para ilmuwan berhasil melakukan teknik skrining dengan mempelajari ubur-ubur.

Seperti diketahui, ubur-ubur mampu bercahaya di dalam perairan gelap berkat protein tertentu dalam binatang laut ini. Nah, sel protein yang mampu mengeluarkan cahaya ini kemudian coba dipelajari dan dipakai untuk menandai tumor yang berada di dalam tubuh manusia.

Sel kanker di dalam tubuh manusia cukup sulit dideteksi pada stadium awal. Bahkan, teknologi sinar-X sulit menembus jauh ke dalam jaringan, apalagi tulang, sehingga diagnosis terhadap kanker tulang yang sifatnya mikroskopik agak mustahil dilakukan.

Para ilmuwan dari Inggris mempelajari protein dalam ubur-ubur yang mampu berpendar. "Yang kami lakukan adalah memasukkan sel protein ubur-ubur ke dalam sel kanker manusia," kata Profesor Norman Maitland.

Dengan kamera khusus, protein itu tampak berpendar saat berinteraksi dengan sel-sel normal sehingga bisa ditemukan di manakah sel tumor bersembunyi. Metode ini dikembangkan dari riset yang dilakukan ilmuwan AS, Roger Tsien, yang meraih Nobel karena berhasil memurnikan protein yang membuat ubur-ubur bercahaya.

Riset yang dilakukan Maitland adalah menggunakan virus yang tidak berbahaya dan diset hanya untuk membawa protein masuk ke dalam tumor. Begitu virus ini berkembang biak, protein yang berwarna akan semakin banyak. "Begitu kamera dinyalakan, proteinnya akan mengembang sehingga kita melihat letak sel kankernya. Kami menyebut metode ini Virimaging," paparnya.

Ia menambahkan, Virimaging ini memiliki kemampuan 10 kali lebih baik daripada CT Scan dalam mendeteksi tumor. Meski demikian, penelitian teknik skrining ini masih dalam tahap awal sehingga belum bisa diterapkan terhadap pasien. Kita tunggu saja 5 tahun lagi.
Logged

i've recognized it from the beginning. if i don't struggle nor fight for my existence, then no one will remember me as one of them nor a human. what "true friends" mean anyway? i hv thought i always alone. and maybe it happened now n then
aiRa-fluff
Moderator
Captain
******

Respect: +108/-14
Offline Offline

Posts: 1559



« Reply #97 on: November 23, 2010, 10:38:03 PM »

Gejala Kanker Nasofaring Mirip Flu Biasa


Jakarta, Di Indonesia kanker nasofaring (bagian atas faring atau tenggorokan) merupakan kanker terganas nomor 4 setelah kanker rahim, payudara dan kulit. Sayangnya, banyak orang yang tidak menyadari gejala kanker ini, karena gejalanya hanya seperti gejala flu biasa.

Kanker nasofaring atau dikenal juga dengan kanker THT adalah penyakit yang disebabkan oleh sel ganas (kanker) dan terbentuk dalam jaringan nasofaring, yaitu bagian atas faring atau tenggorokan. Kanker ini paling sering terjadi di bagian THT (telinga hidung tenggorokan), kepala serta leher.

Di Indonesia, kanker nasofaring merupakan keganasan yang menduduki peringkat terbanyak bidang Telinga, Hidung, Tenggorokan (THT), serta menduduki peringkat ke-4 dari seluruh keganasan, setelah kanker rahim, payudara dan kulit.

"Tapi kanker ini sulit untuk didiagnosa pada stadium dini karena tidak memiliki gejala yang khas. Gejalanya hanya seperti gejala flu biasa," jelas dr Budianto Komari, Sp.THT dari KSMF THT RS Kanker Dharmais, dalam acara penyuluhan ilmiah untuk awan 'Diagnosa & Penatalaksanaan Karsinoma Nasofaring' di RS Kanker Dharmais, Jakarta, Selasa (23/11/2010).

Menurut dr Budi, banyak orang yang tidak menyadari menderita kanker nasofaring. Gejalanya yang tidak khas sering membuat kanker ini salah diagnosa.

dr Budi menjelaskan, gejala dini kanker nasofaring antara lain:
Epitaksis (pendarahan hidung atau mimisan) ringan
Hidung tersumbat
Telinga berdenging sebelah
Diplopi (penglihatan ganda atau ada dua bayangan)
Ada benjolan di leher yang tidak sakit

"Gejala-gejala ini sering dianggap gejala flu biasa dan diabaikan begitu saja, sehingga banyak orang yang tidak sadar menderita kanker nasofaring dan datang dalam keadaan terlambat," jelas dr Budi lebih lanjut.

Kanker nasofaring disebabkan oleh beberapa faktor risiko antara lain adanya paparan virus Epstein-Barr. Virus Epstein-Barr sebenarnya banyak terdapat dimana-mana, bahkan di udara bebas. Hanya saja tidak semua akan menjadi kanker, virus ini akan tetap 'tidur' di nasofaring jika tidak dipicu faktor-faktor tertentu.

Faktor-faktor pemicu aktifnya virus Epstein-Barr antara lain:

Genetik. Ras Mongoloid tercatat paling banyak menderita kanker nasofaring karena memiliki gen tertentu.
Cara hidup yang tidak sehat, seperti sering terkena polusi, asap, asap rokok, alkohol.
Cara makan yang tak sehat, seperti sering makan ikan asin, makanan awetan yang diasap atau fermentasi, dan memasak dengan kayu.
Pekerjaan dan keagamaan. Orang yang bekerja di pabrik yang banyak gas dan bahan kimia industri, peleburan besi, formaldehida, serbuk kayu. Dan kegiatan keagamaan seperti dupa dan menyan.

Tapi menurut dr Budi, kanker nasofaring merupakan kanker yang bisa diobati. Kanker ini sensitif terhadap radioterapi dan kemoterapi, jadi kemungkinan sembuh sangat besar bisa dapat didiagnosa sejak awal.

"Orang harus curiga bila menderita gejala-gejala yang mirip flu biasa ini, apalagi kalau orang tersebut memiliki keturunan yang menderita kanker atau sering menjalani gaya hidup tak sehat," tutup dr Budi.
Logged

i've recognized it from the beginning. if i don't struggle nor fight for my existence, then no one will remember me as one of them nor a human. what "true friends" mean anyway? i hv thought i always alone. and maybe it happened now n then
Billie Jean
The Moonwalker
Major
********

Respect: +47/-271
Online Online

Posts: 2535

Take It Or Leave It


« Reply #98 on: December 08, 2010, 07:10:06 PM »

Ciplukan Hambat Pertumbuhan Sel Kanker

Yogyakarta (ANTARA) - Buah ciplukan ((Physallisa angulata L) mengandung senyawa Fisalin dan Withanolid yang dapat menyembuhkan kanker.

"Fisalin dan Withanolid bersifat sitotoksik pada beberapa sel kanker dan mampu menghambat pertumbuhan sel kanker payudara, paru-paru, dan kanker darah," kata mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Amelilinda Monikawati di Yogyakarta, Selasa.

Amelilinda bersama Inna Amandari dan Sofa Farida berhasil menguji potensi kemopreventif ekstrak etanolik herba ciplukan pada sel kanker payudara.

Berkat penelitian uji potensi antikanker pada ciplukan ketiga mahasiswa Fakultas Farmasi UGM tersebut memenangi Kompetisi Pemilihan Peneliti Remaja Indonesia (PPRI) bidang Ilmu Pengetahuan Alam 2010.

"Secara in vitro, penelitian tersebut berhasil menekan pertumbuhan sel kanker hingga 20 persen. Dari penelitian-penelitian yang dilakukan menguatkan hipotesis ciplukan memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai agen kemopreventif," katanya.

Tidak hanya secara in vitro, kata dia untuk mendukung penelitian potensi ciplukan sebagai agen kemopreventif pada kanker payudara dilakukan pula secara uji in vivo.

"Uji secara in vivo bertujuan untuk mengobservasi pengaruh ekstrak etanolik herba pada hewan uji tikus betina galur Sprague Dawley," katanya.

Selama ini, kata dia pengobatan kanker payudara dengan kemoterapi dinilai kurang efektif karena sering menimbulkan resistensi dan beberapa efek samping.

"Efek samping dari kemoterapi seperti mual, muntah, toksisitas pada jaringan normal, toksisitas pada jantung, dan menekan sistem imun," katanya.

Oleh karena itu, ia mengatakan dibutuhkan suatu alternatif terapi kanker yang lebih aman, terjangkau, efektif, dan tidak membahayakan sistem imun.
Logged

D'Los
Quote
ngmg2 ttg user potong tytyt ato apalah itu, lo org uda pada tau belom sih? kalo user tsb itu ya user PAHLAWAN FINAL FANTASY itu loh. sdh dicek IPnya oleh pihak terpercaya. awkakwkwkwkwkw. asal lo pada tau aja sih.
tranhed
Private
*

Respect: +1/-21
Offline Offline

Posts: 32


« Reply #99 on: January 23, 2011, 03:01:50 PM »

sirsak loh setahu gw buat penyembuhan kanker..

NICE SHARE SOB !  ;)6
Logged
Pages: 1 2 3 [4] 5   Go Up
Print
Jump to:  



Â