Ligagame Megaxus olimpiade 2013

Main Menu
Lyto
Ninjakita
Wavegame
Razer Indonesia
Creative soundblaster - Sarandra
Nvidia GTX 780
Ligaponsel
June 20, 2013, 09:02:40 AM
Sorry Guest, you are banned from posting or sending personal messages on this forum.
Pages: [1] 2 3 4 5 6   Go Down
Print
Author Topic: Obat-Obat tradisional yang kamu tahu ?  (Read 68314 times)
0 Members and 2 Guests are viewing this topic.
Aoi Runa
Ladies Club
Captain
******

Respect: +25/-15
Offline Offline

Posts: 1671


Vivianne


WWW
« on: March 14, 2007, 11:29:39 PM »

Bagi2 tips dong ... tentang obat2 tradisional ...

Aku tahunya cuma jeruk nipis ama kecap untuk ngilangin batuk ...
Mungkin yang lain ada ?
Logged



My Ayodance Couple Character :
Vivianne  Level : 33
Vinedict   Level : 43
bLiBiS
Brig. General
***********

Respect: +52/-330
Offline Offline

Posts: 6535


« Reply #1 on: March 15, 2007, 12:08:15 AM »

Po cai pil... buat saikit perutttt ama pusing2 + masuk angin !!!
MANjur itu sangat
Logged

BooM blbs.
tidus_crenz
Guest
« Reply #2 on: March 15, 2007, 12:08:33 AM »

gw denger sih madu kabarnya jg bagus obatin sariawan  Smile
Logged
mallboro
Captain
*******

Respect: +1/-3
Offline Offline

Posts: 1241

Yi pi ka yeee......


WWW
« Reply #3 on: March 15, 2007, 02:36:30 AM »

Bagi Anda yang Mau Tinggi ?? Anda Pendek ?? Semua bisa teratasi dengan Obat Dari Chinnese langsung  :lol:
bagi yg berminat call 0815 847 999 79
Logged
LuKaBLaDe
Cadet


Respect: +0/-0
Offline Offline

Posts: 16


« Reply #4 on: March 15, 2007, 08:23:51 AM »

ada yg tau efek klo kebanyakan makan lada ga?
Logged
orb_arrive
Sergeant


Respect: +0/-1
Offline Offline

Posts: 174



« Reply #5 on: March 15, 2007, 10:36:21 AM »

1. Penyakit nyeri sendi, tulang, dan otot

Penyakit nyeri sendi dan otot banyak diderita orang berusia lanjut. Obat tradisional dapat dimanfaatkan sebagai obat pengganti atau sebagai obat penunjang dari obat moderen. Penggunaannya pada umumnya cukup aman, tetapi penggunaan oleh penderita gastritis kadangkala menimbulkan keluhan nyeri lambung pada obat tradisional yang mengandung jahe sebagai bahan penyusunnya.

Ramuan luar

Bahan:

1. Daun gandarusa segar 25 lembar
2. Kapur sirih 1 sendok teh
3. Air secukupnya

Cara pembuatan & pemakaian:
Daun gandarusa ditumbuk halus, campurkan kapur sirih beserta air secukupnya sehingga menjadi adonan. Campuran berupa adonan dilumurkan pada bagian badan yang sakit 2 x sehari.

Catatan:
beberapa bahan lain yang dapat dipakai sebagai ramuan luar adalah tumbukan jahe, tumbukkan beras, dan kencur.

Ramuan minum 1

Bahan:
Puyang 1 ibu jari
temulawak 2 ibu jari
Gula merah secukupnya
Air 2 gelas

Cara pembuatan dan pemakaian:
Puyang dan temulawak dicuci bersih, kupas, dan iris tipis-tipis. Kedua bahan ditambah gula merah dan air direbus sampai diperoleh 1 gelas ramuan.
Diminum 2 kali _ gelas sehari , pagi dan malam sebelum tidur.

Ramuan minum 2

Bahan:
Kencur 10 biji
Jahe 2 jari tangan
Kayu manis 1 jari tangan
Cengkeh (bunga) 10 biji
Air 3 gelas

Cara pembuatan & pemakaian:
Semua bahan dicuci bersih. Kencur dan jahe diiris tipis-tipis dan kemudian campurkan dengan bahan yang lain dan direbus. Air rebusan sisakan sampai menjadi 1 _ gelas .
Diminum 3 x _ gelas , dapat ditambahkan madu atau gula batu

Catatan:
Pada penderita yang diketahui mempunyai asam urat tinggi dapat ditambahkan daun salam sebanyak 5 lembar.
Logged

[size=18]ToTaL D3STRuCTioN[/size]

[size=18]SeMUah sAyaNk riPiiiiiiiiiiiiiiiii[/size]
orb_arrive
Sergeant


Respect: +0/-1
Offline Offline

Posts: 174



« Reply #6 on: March 15, 2007, 10:37:06 AM »

2. Diabetes mellitus (kencing manis)

Penyakit diabetes mellitus (DM) membutuhkan pengelolaan yang banyak melibatkan penderita. Latihan fisik dan diet teratur serta bebas gula merupakan hal pokok yang harus dilakukan oleh penderita diabetes melitus. Obat tradisional dapat dimanfaatkan pada penderita DM yang tergolong ringan atau sebagai obat penunjang obat moderen pada kasus DM yang sulit turun dengan obat moderen, atau sebagai obat pengganti obat moderen karena adanya efek samping. Penggunaan obat tradisional harus dengan pengawasan tenaga kesehatan melalui konsultasi, pemeriksaan fisik, maupun pemeriksaan laboratoris.

Ramuan 1

Bahan:
Daun salam 10 lembar
Daun sambiloto 1 genggam
Air 2 gelas
Cara pembuatan & pemakaian:
Campur seluruh bahan dan rebus sampai tersisa 1 gelas. Ramuan diminum pagi dan sore masing-masing _ gelas.

Ramuan 2

Bahan:
Biji lamtoro atau petai cina yang sudah tua 3 genggam

Cara pembuatan:
Disangrai atau digoreng tanpa minyak. Setelah kering kemudian digiling halus. Simpan dalam toples.

Cara pemakaian:
Ambil satu sendok teh serbuk, rendam dalam air panas setengah cangkir. Biarkan selama 2-3 jam. Saring dan diminum 1/2 jam sebelum makan. Lakukan 2 - 3 kali sehari

Catatan:
dapat digunakan bahan lain dengan cara yang sama yaitu biji mahoni dengan cara pemakaian, 1/2sendok teh serbuk biji mahoni diseduh dengan sepertiga cangkir air panas. Diamkan selama beberapa jam, saring dan diminum 1/2jam sebelum makan. Lakukan 2-3 kali sehari.
Logged

[size=18]ToTaL D3STRuCTioN[/size]

[size=18]SeMUah sAyaNk riPiiiiiiiiiiiiiiiii[/size]
orb_arrive
Sergeant


Respect: +0/-1
Offline Offline

Posts: 174



« Reply #7 on: March 15, 2007, 10:37:40 AM »

3. Hipertensi (Tekanan darah tinggi)

Penderita hipertensi seringkali harus minum obat seumur hidup. Kejenuhan terhadap obat moderen seringkali mengalihkan penderita hipertensi untuk menggunakan obat tradisional. Penggunaan obat tradisional untuk hipertensi perlu pengawasan dari tenaga kesehatan. Kontrol rutin untuk mengetahui tekanan darah dan keadaan fisik yang lain perlu ditekankan pada penderita hipertensi yang menggunakan obat tradisional agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Ramuan minum 1

Bahan:
Buah mengkudu/pace sebanyak 1 buah ukuran sedang yang sudah cukup tua (masak).

Cara pembuatan & penggunaan:
Cuci bersih dan diiris-iris atau diparut, kemudian peras airnya. Air perasan diminum sekaligus. Diminum 2-3 x sehari

Catatan:
ramuan diatas dapat dikombinasi dengan daun kumis kucing sebanyak 15 – 20 lembar dengan cara direbus.

Ramuan minum 2

Bahan:
Daun apokat segar 5 - 7 lembar.

Cara pembuatan & penggunaan:
Cuci bersih, tambahkan air 2 gelas kemudian rebus sampai diperoleh 1 gelas larutan. Minum sekaligus atau dibagi menjadi 2 kali minum pagi dan sore.

Tanaman lain yang dapat dimanfaatkan untuk menurunkan tekanan darah tinggi :
1. Daun seledri (15 batang direbus, diminum airnya dibagi untuk 2 kali minum sehari atau dimakan dengan seluruh daunnya).
2. Buah belimbing masak (dimakan 3-6 buah sehari).
3. Buah belimbing wuluh (3 buah direbus dan diambil airnya, diminum setelah makan pagi).
4. Umbi bawang putih (2 siung dikunyah dan ditelan dan minum air matang 1 cangkir, lakukan 3 x sehari).
5. Mentimun (dimakan atau diambil airnya, 2-3 x 2 buah sehari).
Logged

[size=18]ToTaL D3STRuCTioN[/size]

[size=18]SeMUah sAyaNk riPiiiiiiiiiiiiiiiii[/size]
orb_arrive
Sergeant


Respect: +0/-1
Offline Offline

Posts: 174



« Reply #8 on: March 15, 2007, 10:38:13 AM »

4. Batuk dan batuk asma

Batuk pilek dapat diobati dengan obat tradisional seperti contoh di bawah ini.

Ramuan minum

Bahan:
Bunga belimbing wuluh 1 genggam
bawang merah 1 siung
Biji pala _ biji
Gula batu& 1 sendok makan
Air matang _ gelas

Cara pembuatan:
Seluruh bahan dicuci, bawang merah diiris menjadi empat, buah pala ditumbuk.
Seluruh bahan dimasukkan dalam mangkok, kemudian dikukus. Setelah dikukus, bahan tersebut diperas saring campur dengan air matang .

Cara pemakaian:
Diminum pagi dan malam masing-masing satu ramuan.
Sedangkan batuk yang disertai dengan asma (napas berbunyi), apabila masih ringan dapat dicoba diobati dengan ramuan berikut ini. Bila sesak semakin hebat atau tidak ada perkembangan membaik setelah diobati selama 3 hari, maka penderita asma harus segera berobat ke tenaga kesehatan.

Bahan:
Patikan kebo 7 pohon
Pegagan 1 genggam
Kencur 3 jari
Gula batu secukupnya
Air matang 1 cangkir

Cara pembuatan & pemakaian:
Seluruh bahan dicuci bersih, tambah sedikit air matang kemudian ditumbuk. Tambahkan sisa air kemudian disaring. Bagian bening ditambah dengan gula batu. Minum seluruh ramuan. Diulang setiap hari sampai sembuh.
Logged

[size=18]ToTaL D3STRuCTioN[/size]

[size=18]SeMUah sAyaNk riPiiiiiiiiiiiiiiiii[/size]
orb_arrive
Sergeant


Respect: +0/-1
Offline Offline

Posts: 174



« Reply #9 on: March 15, 2007, 10:39:09 AM »

5. Gangguan saluran pencernaan

Gangguan pencernaan makanan dapat berupa : Sulit buang air besar/sembelit, perut kembung, sakit mag, dan perut mulas tanpa diare . Ramuan berikut ini dapat dicoba untuk digunakan.

a. Perut mulas (tanpa diare)

Ramuan minum

Bahan:
- Gula pasir _ sendok makan
- Minyak kayu putih

Cara pembuatan & pemakaian:
Gula pasir ditetesi minyak kayu putih, campur. Dimakan, disertai minum teh manis.

b. Maag

Keluhan:
nyeri lambung/ nyeri ulu hati, kembung, mual.

Ramuan minum

Bahan:
Temulawak 2 jari tangan
Pisang klutuk 1 buah
Air 3 gelas

Cara pembuatan & pemakaian:
Pisang klutuk muda diiris tipis-tipis dan dijemur (dapat disimpan untuk sewaktu-waktu dibutuhkan). Temulawak diiris dan dicampur pisang klutuk, tambahkan air, dan direbus sampai tersisa 1 _ gelas. Diminum 3 kali 1/2gelas sebelum makan.

c. Sembelit

Selain minum obat tradisional di bawah ini, juga harus disertai diet tinggi serat dan banyak minum air.

Ramuan minum

Bahan:
Daun saga 1 genggam
Temulawak 1 jari
Asam kawak 3 biji
Air 2 gelas

Cara pembuatan & pemakaian:
Seluruh bahan dicampur dan direbus sampai tersisa 1 gelas. Minum seluruh ramuan pada pagi hari sebelum makan.

d. Perut kembung

Ramuan minum

Bahan:
Biji kedawung secukupnya.

Cara pembuatan & pemakaian:
Biji kedawung disangrai. Buang kulit luarnya, isinya ditumbuk sampai halus. Campur 2 sendok serbuk dengan air dan diminum 2 kali sehari.

Ramuan 2

Bahan :
Daun sembukan 25 lembar
Cara pembuatan & pemakaian:
Daun dimasak, dimakan sebagai sayur
Logged

[size=18]ToTaL D3STRuCTioN[/size]

[size=18]SeMUah sAyaNk riPiiiiiiiiiiiiiiiii[/size]
orb_arrive
Sergeant


Respect: +0/-1
Offline Offline

Posts: 174



« Reply #10 on: March 15, 2007, 10:39:53 AM »

6. Kesehatan Gigi dan Mulut

a. Sakit gigi

Obat tradisional untuk sakit gigi merupakan pertolongan pertama menghilangkan nyeri pada gigi berlubang. Selanjutnya, gigi harus diperiksakan kepada dokter gigi untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

Ramuan luar 1

Bahan:
Cengkeh (bunga) beberapa biji

Cara pembuatan & pemakaian:
Cengkeh disangrai, jangan sampai hangus, haluskan. Bubuk cengkeh dimasukkan ke dalam lubang gigi. Tutup dengan kapas. Atau, kapas dibasahi dengan minyak cengkeh (membeli), kemudian masukkan ke dalam gigi berlubang.

Ramuan luar 2 (obat kumur)

Bahan:
Daun sirih2 lembar
Garam_ sendok teh

Cara pembuatan & pemakaian:
Daun sirih diremas, kemudian diseduh dengan air panas 1 gelas tambahkan garam. Aduk sampai garam larut dan diamkan sampai dingin. Dipakai untuk berkumur.

b. Sariawan

Ramuan minum

Bahan:
Daun poko10 - 20 lembar
Kayu legi 1 potong sepanjang 10 cm
Daun saga segar_ genggam
Daun sirih 3 lembar
Air2 gelas

Cara pembuatan & pemakaian:
Seluruh bahan direbus, didihkan sampai tinggal 1,5 gelas
Minum ramuan sedikit demi sedikit sampai habis dalam satu hari.
Logged

[size=18]ToTaL D3STRuCTioN[/size]

[size=18]SeMUah sAyaNk riPiiiiiiiiiiiiiiiii[/size]
orb_arrive
Sergeant


Respect: +0/-1
Offline Offline

Posts: 174



« Reply #11 on: March 15, 2007, 10:40:33 AM »

7. Menopause

Ramuan untuk wanita yang sudah mengalami menopause ini bermanfaat untuk menghilangkan keluhan yang sering timbul berupa rasa penat di tubuh dan akan memperbaiki pencernaan dan nafsu makan serta agar dapat tidur nyenyak.

Ramuan

Bahan:
Temulawak1 jari
Jahe1 jari
Biji pala _ buah
Biji ketumbar 1/2 sendok teh
Daun lampes10 lembar
Air 2 gelas

Cara pembuatan & pemakaian
Rebus seluruh bahan sampai tersisa 1 gelas air. Dapat diberi gula batu secukupnya. Minum 1 ramuan setiap hari
Logged

[size=18]ToTaL D3STRuCTioN[/size]

[size=18]SeMUah sAyaNk riPiiiiiiiiiiiiiiiii[/size]
orb_arrive
Sergeant


Respect: +0/-1
Offline Offline

Posts: 174



« Reply #12 on: March 15, 2007, 10:41:00 AM »

8. Gangguan Tidur

Gangguan tidur dapat menggunakan ramuan sebagai berikut:

Ramuan

Bahan:
Temulawak1 jari
Kencur 1 jari
Biji pala _ buah
Air 2 gelas

Cara pembuatan & pemakaian:
Rebus seluruh bahan sampai tersisa 1 gelas air. Dapat diberi gula batu secukupnya. Minum 1 ramuan setiap hari malam hari sebelum tidur
Logged

[size=18]ToTaL D3STRuCTioN[/size]

[size=18]SeMUah sAyaNk riPiiiiiiiiiiiiiiiii[/size]
orb_arrive
Sergeant


Respect: +0/-1
Offline Offline

Posts: 174



« Reply #13 on: March 15, 2007, 10:41:24 AM »

9. Pemeliharaan kesegaran tubuh

Pada usia lanjut telah terjadi penurunan fungsi dari organ tubuh, sehingga seringkali mudah merasa lelah. Jamu di bawah ini sangat tepat untuk diminum karena khasiatnya yang baik untuk menjaga kesegaran jasmani pada usila.

a. Beras kencur

Beras kencur dapat meningkatkan nafsu makan, menghilangkan pegal dan penat seluruh tubuh.

Bahan:
- Beras 3 sendok makan
- Asam kawak sebesar 3 butir kelereng
- Kencur 8 jari
- Gula jawa secukupnya sesuai selera
- Kapulogo 2 biji
- Garam secukupnya
- Jahe 2 ibu jari
- Air5 gelas belimbing
- Buah jeruk nipis1 buah

Cara pembuatan & pemakaian
Masukkan air ke dalam panci bersama gula jawa dan asam kawak, kemudian direbus sampai mendidih sambil diaduk agar seluruh bahan larut. Setelah mendidih angkat, tambahkan sedikit garam dan biarkan dingin. Beras direndam dengan air matang. Jahe, kencur dicuci bersih, kupas dan cuci sekali lagi. Seluruh bahan dicuci dengan air panas kemudian tiriskan dan ditumbuk/diblender. Bahan yang sudah halus diperas dan langsung dicampurkan ke dalam larutan gula asam sambil diaduk. Terakhir tambahkan air buah jeruk nipis secukupnya. Diminum 1 - 2 gelas sehari.

b. Cabe puyang

Menghilangkan pegal dan linu di tubuh

Bahan:
- Cabe jawa kering8-10 biji
- Gula jawa secukupnya sesuai selera
- Puyang4 ibu jari
- Garam secukupnya
- Kencur4 jari
- Asam kawak3 biji kelereng
- Kunir_ ibu jari
- Air 5 gelas belimbing
- Beras (sebelumnya direndam air matang)3 sendok makan

Cara pembuata & pemakaian:
Masukkan air ke dalam panci bersama gula jawa dan asam kawak, kemudian direbus sampai mendidih sambil diaduk agar seluruh bahan larut. Setelah mendidih angkat, tambahkan sedikit garam, dan biarkan dingin. Puyang, kunir, kencur cuci bersih kupas, dan cuci sekali lagi. Seluruh bahan dicuci dengan air panas kemudian tiriskan dan ditumbuk/diblender.Bahan yang sudah halus diperas, dan langsung dicampurkan kedalam larutan gula asam sambil diaduk. Minum : 1 - 2 gelas sehari
Logged

[size=18]ToTaL D3STRuCTioN[/size]

[size=18]SeMUah sAyaNk riPiiiiiiiiiiiiiiiii[/size]
orb_arrive
Sergeant


Respect: +0/-1
Offline Offline

Posts: 174



« Reply #14 on: March 15, 2007, 10:41:54 AM »

10.Perawatan perorangan

Dibutuhkan perawatan tubuh untuk menjaga kesehatan kulit, rambut, dan menghilangkan bau badan guna meningkatkan penampilan. Perawatan diri dapat dilakukan dengan mandi sauna 1 kali sebulan untuk menyegarkan tubuh dan menghilangkan bau badan. Di samping itu, perawatan rambut seminggu 2 kali sangat baik untuk mencegah kerontokan dan menjaga kesehatan rambut dengan menggunakan tanaman obat.

a. Mandi sauna
Untuk mandi sauna dapat digunakan bahan-bahan sebagai berikut: daun beluntas secukupnya, bunga mawar atau melati secukupnya, dan minyak kayu putih 3 - 4 tetes. Dimasukkan dalam air panas/mendidih sebanyak 5 liter/1 ember. Duduk di kursi atau bangku dari rotanyaman atau yang berlubang-lubang dan letakkan ember berisi ramuan dan air panas di bawahnya. Tutup seluruh tubuh mulai leher sampai kaki dengan kain sarung sehingga uap air tidak keluar. Untuk menghilangkan bau badan, selain dengan mandi sauna juga dapat dimakan daun beluntas sebagai sayuran.

b. Pemeliharaan rambut
- Untuk mencuci rambut dapat digunakan rendaman air abu tangkai buah padi kering (merang) sebagai ganti shampo. Kemudian bilas dengan air sampai bersih. Bilas lagi dengan air jeruk purut (1 buah diencerkan kedalam 4 gelas air), dan terakhir bilas dengan air.
- Mencegah rambut rontok dapat digunakan minyak kemiri buatan sendiri. Bahan biji kemiri sebanyak 100 biji yang dilumat dengan air 2 gelas, kemudian dididihkan sampai keluar minyak. Saring dan minyak yang dihasilkan digosokkan pada kulit kepala 2-3 kali seminggu.
Logged

[size=18]ToTaL D3STRuCTioN[/size]

[size=18]SeMUah sAyaNk riPiiiiiiiiiiiiiiiii[/size]
brondong
The Cigarette
Senator
****************

Respect: +308/-178
Offline Offline

Posts: 22730


« Reply #15 on: March 15, 2007, 10:54:12 AM »

Inggu Tanaman Langka Peredam Batuk

Inggu memang bukan tanaman asli Indonesia. Wajar jika tanaman obat ini relatif susah ditemukan. Kandungan alkaloid, saponin, flavonoid, dan polifenol-nya diyakini bermanfaat meredam beragam keluhan, terutama batuk.

Sudah hampir tiga hari terakhir Rachmat merasakan susah tidur yang membuat aktivitasnya terganggu. Gangguan batuk yang diderita tak kunjung sembuh, bahkan sampai keluar darah. Panik dan khawatir, sudah pasti dirasakannya.

Rachmat merasa belum perlu ke dokter sembari berharap akan sembuh karena sudah minum obat yang dibelinya di warung. Usahanya sia-sia, batuk tetap menderanya. Akhirnya ia mencoba cara alternatif, yakni minum ramuan inggu. .

Rachmat mencampur segenggam inggu dengan jeruk purut yang dibelah menjadi empat bagian, dan sejumput garam. Semua bahan dibungkus dengan daun pisang, seperti membuat pepes, lalu dikukus selama setengkah jam. Setelah dingin, campuran ramuan tersebut diperas untuk diambil airnya, dan dituang ke dalam gelas. Ramuan itu diminum setelah ditambah dua sendok madu.

Hasilnya membuat Rachmat lega. Gangguan batuk langsung reda setelah beberapa saat meminum ramuan tersebut. Hebatnya, batuk darah yang diderita juga tak pernah muncul lagi.


Efek Mendinginkan
Ranti memiliki pengalaman lain. Tumbukan daun inggu bermanfaat meredakan panas atau penurun demam. Ia menumbuk daun inggu sekitar dua genggam dicampur dengan sedikit air. Ramuan itu digunakan sebagai kompres atau pendingin. Hasilnya cukup baik, suhu badan anaknya kembali normal.

Pemerhati tanaman obat W. Susilo dari Surabaya menjelaskan, untuk pemakaian luar, herba segar digiling atau diremas-remas, lalu dibubuhkan pada bagian tubuh yang sakit. Contohnya, dibubuhkan di pelipis untuk mengobati sakit kepala dan demam pada anak.

Kandungan minyak atsirinya dapat digunakan sebagai minyak gosok untuk menghilangkan rasa nyeri pada bagian tubuh yang sakit. Namun, karena herba ini rasanya pedas, pemakaian lokal yang terlalu banyak dapat menyebabkan warna kulit menjadi merah atau membengkak. Bahkan, kadang bisa menimbulkan lepuh (buila).

Sebabkan Keguguran
Daun inggu yang mengandung alkaloid, saponin, falvonoid, dan polifenol dipercaya memiliki karakter mendinginkan sekaligus efektif sebagai peredam batuk,. Meski belum ada uji laboratorium yang mampu membuktikan kandungan daun inggu sebagai peredam batuk, fakta di masyarakat tentang tanaman obat yang berasal dari Eropa Selatan dan Afrika Utara ini sudah cukup membuat banyak orang percaya akan kemampuannya.

Dari beberapa uji coba yang dilakukan oleh ahli farmasi dari Eropa, yakni Sebastian Hugner, seperti ditulis dalam Herbalist Journal di Perancis, dijelaskan bahwa daun inggu mampu mengurangi radang tenggorokan pada para perokok. Hasil analisis inilah yang mungkin bisa dihubungkan dengan kemampuan daun inggu untuk meredam batuk.

Dalam penggunannya, kita harus memperhatikan beberapa hal. Salah satunya, daun inggi dilarang digunakan untuk wanita hamil. Dari sejumlah percobaan pada binatang diketahui, zat berkhasiat bernama furoquinoline alkaloid skimmianine dapat menyebabkan keguguran.

Inggu atau Ruta angustifolia sudah lama dikenal sebagai bahan obat tradisional di Jawa. Ada yang menamainya minggu, godhong minggu, aruda, atau anruda busu. Dalam peta botani, inggu juga punya nama Latin lain, yakni Ruta chalepensis Linn.

Meski termasuk tanaman langka, tumbuhan yang dapat menimbulkan iritasi ini masih bisa ditemui tumbuh liar di ladang-ladang di daerah pegunungan setinggi lebih kurang 1.000 meter di atas permukaan laut.

Tanaman ini berbatang basah, penampang bulat, percabangan simpodial, warna hijau muda. Berdaun majemuk, anak daun lanset atau bulat telur, pangkal runcing, ujung tumpul, tepi rata, panjang 8-20 mm, lebar 2-6 mm, berwarna hijau muda.

Sifat kimiawi herba ini rasanya pedas seperti mint, agak pahit, dingin, dan memiliki bau yang kuat. Minyak atsirinya mengandung oleum rutae, rasanya pahit, pedas dan memualkan, larut dalam air, tetapi tidak larut dalam alkohol.

Karena tergolong tanaman langka, Anda yang ingin mencoba daun inggu sebagai pilihan alami untuk meredakan batuk dan beragam keluhan lainnya harus rela berburu. Kelangkaan ini mungkin juga membuat inggu sulit dikembangkan oleh perusahaan farmasi nasional sebagai bahan dasar obat batuk.
@ Lalang Ken Handita
Logged
brondong
The Cigarette
Senator
****************

Respect: +308/-178
Offline Offline

Posts: 22730


« Reply #16 on: March 15, 2007, 11:29:39 AM »

nih ada artikel yg saya dapat.

Brotowali, Rasa Pahitnya Pembunuh Bakteri

Brotowali dikenal dengan rasa pahitnya. Namu, dalam zat pahit pikroretin dan alkaloid berberina itu terkandung senyawa ampuh untuk membunuh bakteri jahat di saluran pencernaan, termasuk cacing.

Sebelum teknologi farmasi berkembang pesat seperti saat ini, obat memang identik dengan rasa pahit. Meski tidak ada korelasinya secara nyata, sebagian orang masih percaya, rasa pahit itu memberi sugesti positif terhadap kesembuhan suatu penyakit.

Salah satu tanaman obat yang paling sering dihubungkan adalah brotowali. Herbal dari famili Menispermaceae ini sejak zaman dulu memang sudah lama dimanfaatkan sebagai obat alami.

Di beberapa daerah, tanaman obat ini dikenal dengan nama andawali (Sunda), daun gadel, putrawali (Jawa), dan antawali (Bali). Tak hanya daunnya, bagian batang tanaman merambat ini juga dikenal sebagai sumber senyawa kimia yang berkhasiat obat.

Tak heran, orang memanfaatkannya untuk meredam gangguan pegal linu maupun rematik, luka tergores, perangsang nafsu makan anak-anak, juga untuk mengobati sakit kuning dan cacingan. Air rebusan daunnya digunakan untuk mencuci luka atau penyakit kulit seperti kudis dan gatal-gatal, sebagai cairan antiseptik.

Campuran air rebusan daun dan batang brotowali dipercaya mampu mengontrol laju gula darah pada penderita penyakit kencing manis. terakhir sebuah studi ilmiah membuktikan bahwa tanaman merambat dengan panjang mencapai 2,5 m atau lebih ini berpotensi dikembangkan untuk meredam malaria.

Dilihat dari bentuknya, ukuran batang brotowali hanya sebesar jari kelingking, berbintil-bintil rapat, rasanya pahit. Daun tunggal, bertangkai menjantung atau agak membundar, berujung lancip. Bunga kecil, berwarna hijau muda atai putih kehijauan.

Banyaknya manfaat tumbuhan ini mungkin berkaitan dengan beragam jenis senyawa kimia yang dikandungnya, antara lain zat pahit pikroretin-barberin, hijau daun, alkoloid, dan senyawa tinokrisposid, yang terus dikembangkan sebagai pereda malaria.

Brotowali menyebar merata hampir di seluruh wilayah Indonesia dan beberapa negara lain di Asia Tenggara, dan India. Brotowali tumbuh baik di hutan terbuka atau semak belukar di daerah tropis.

Tak ada alasan bagi Anda untuk tidak menanamnya sebagai salah satu koleksi tanaman obat keluarga.

Meramu Andawali
Andrawali merupakan sebutan brotowali dalam bahasa Sunda. Berikut beberapa contoh ramuannya:

Luka luar:
Ambil batang brotowali (kurang lebih sepanjang 30 cm), berikut 20-30 lembar daunnya, cuci bersih, rajang kasar, lalu rebus dengan air sampai masak. Dinginkan, lalu gunakan untuk membersihkan luka sebagai cairan antiseptik.
Cara lain, tumbuk sampai halus kurang lebih sepuluh daun brotowali segar, lalu tempelkan pada luka. Sebaiknya ramuan ini digunakan untuk luka baru (belum terjadi infeksi).

Gatal:
Rebus 20 gram batang brotowali dengan 2 gelas air sampai airnya tinggal setengah. Saat masih hangat, pakai untuk merendam bagian tubuh yang gatal.
Cara lain, tumbuk beberapa lembar daun segar sebagai bobok dan letakkan di bagian kulit yang gatal. Hindari pemakaian dalam jangka waktu lama (lebih dari sehari) karena dapat memicu iritasi.

Menambah nafsu makan:
Ambil 3 helai daun brotowali segar dan 30 gram batangnya. Rebus dengan dua gelas air sampai airnya tinggal setengah. Setelah dingin, saring. Minum air rebusan ini dengan menambahkan gula batu atau beberapa sendok madu untuk mengurangi rasa pahit.
Sebagai cekokan rebus beberapa lembar daun brotowali dan batangnya. Campur dengan sedikit air, kemudian gunakan sebagai cekokan.

Malaria:
Ambil kurang lebih 20 cm batang brotowali berikut daunnya, cuci bersih, rebus dengan 1 liter air. Saring dan dinginkan. Setelah dingin, minum air rebusan tersebut. Tambahkan gula batu atau satu sendok madu agar tidak terlalu pahit. Ramuan ini sebaiknya tidak diminum wanita hamil atau mereka yang mengalami masalah dengan ginjal.

Pegal Linu:
Ambil 10 cm batang brotowali, cuci bersih, lalu potong kecil-kecil. Rebus dengan 3 gelas air sampai tinggal setengahnya, lalu saring. Agar lebih terasa hangat, boleh ditambahkan jahe atau dicampur dengan dua sendok makan madu.

KLOROFIL
Meski kandungan zat hijau daun atau klorofil dalam daun brotowali tidak begitu besar dibandingkan dengan jenis sayuran, sebuah studi yang dilakukan di Malaysia mengungkapkan kandungan klorofil dalam brotowali bermanfaat melancarkan peredaran dan menekan pertumbuhan bakteri jahat di pencernaan, termasuk gangguan cacing.

SENYAWA ALKALOID
Senyawa alkaloid, dalam takaran terbatas, cukup aman digunakan. Dalam daun brotowali, senyawa yang terdiri dari aporfin, berberin, dan palmatin ini berfungsi meredakan rasa sakit. Sifat alami inilah yang dipercaya sebagai pereda rasa nyeri pada luka memar atau pegal linu.

SENYAWA TINOKRISPOSID
Hasil pemeriksaan ini vivo di laboratorium, batang brotowali mengandung tinokrisposid atau suatu senyawa yang berpotensi dikembangkan untuk obat antimalaria. Hasilnya menunjukkan tinokrisposid dapat menekan perkembangan P. berghei (varian virus penyebab malaria) dalam darah mencit secara sangat bermakna.
Tak hanya untuk malaria, senyawa ini juga potensial sebagai bahan alami untuk obat analgetik, antiinflamasi, dan antidiabetes.

ZAT PAHIT
Senyawa kimia pahit yang terkandung dalam batang brotowali adalah pikroretin dan alkaloid berberina. Senyawa inilah yang dipercaya mampu menekan tumbuhnya bakteri penyebab infeksi, terutama pada luka luar, luka gores, atau luka memar.
Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa ekstrak uji batang brotowali dengan konsentrasi 1,0 g/ml bersifat bakteriostatik terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli, yang dapat menyebabkan infeksi di kulit.
Logged
brondong
The Cigarette
Senator
****************

Respect: +308/-178
Offline Offline

Posts: 22730


« Reply #17 on: March 15, 2007, 12:02:16 PM »

Temu Kunci, Rimpang Pereda Sariawan dan Masuk Angin


Sebenarnya temu kunci lebih dikenal sebagai bumbu masakan. Namun, rimpang ini ternyata juga efektif untuk meredam beragam keluhan, seperti panas dalam dan masuk angin.

Sebagai seorang ibu rumah tangga Nining sangat menguasai segala hal yang ada di dapur. la kenal betul berbagai jenis rimpang seperti jahe, kunyit, kencur, dan temu kunci. Selama ini ia pun terbiasa. menggunakan jahe, kunyit, dan kencur untuk berbagai keperluan kesehatan. Terakhir is membuktikan sendiri manfaat temu kunci untuk meredam gangguan panas dalam.

Setelah minum ramuan air jeruk nipis dan madu, gangguan panas dalam belum juga mereda. Beberapa bungkus bubuk pereda panas dalam pun ia habiskan dengan harapan gangguan panas dalam dan bibir pecah-pecah itu hilang. Akhirnya atas rekomendasi seorang teman, ibu tiga anak itu mencoba menggunakan ramuan temu kunci.

la membuat ramuan dari rimpang temu kunci seukuran jari tangan atau kurang lebih 10 gram.  Setelah dicuci bersih, rimpang itu dipotong kecil-kecil dan dicampur dengan 500 cc air, lalu direbus hingga mendidih. Air rebusan temu kunci ini diminum selagi hangat. Bisa ditambah air jeruk nipis.

Hasilnya ternyata cukup efektif. Baru minum dua gelas ramuan tersebut, gangguan panas dalam dan bibir pecahpecah itu berangsur hilang.

Peluruh Gas
Manfaat temu kunci itu, menurut Sutrisno, ahli tanaman obat dari Jakarta, memang telah menjadi bukti empiris yang diakui secara turun menurun. la juga menilai temu kunci memiliki kemiripan dengan kencur.

Bahkan, seringkali temu kunci sengaja dipilih untuk pengganti kencur, sebagai bumbu masak. "Karena kandungan temu kunci hampir mirip kencur," katanya.

Selain untuk pereda panas dalam, temu kunci juga dikenal sebagai penangkal masuk angin. Itu karena dalam rimpang temu kunci terkandung minyak atsiri yang mampu menghangatkan tubuh dan merangsang keluarnya gas dalam tubuh.

Dijelaskan Sutrisno, untuk penggunaan temu kunci sebagai penangkal masuk angin, ambil dua sampai tiga rimpang temu kunci seukuran jari. Kemudian dikupas hingga bersih dan dimakan dengan garam secukupnya. Selanjutnya minumlah satu gelas air putih dan satu sendok makan madu agar sedikit manis. Cara ini dapat dilakukan dua kali sehari.

Satu lagi manfaat temu kunci yang cukup terkenal adalah.untuk bersih diri selepas bersalin atau melahirkan. Tanaman obat bernama Latin Boesenbergia pandurata ini mempunyai fungsi melancarkan peredaran darah dan menambah darah, sekaligus mengembalikan kebugaran tubuh.

Caranya, campur empat rimpang temu kunci seukuran jari dengan 50 gr temu lawak. Kemudian ditumbuk dan dicampur air untuk diambil sarinya. Agar tidak telalu hambar dapat ditambahkan sedikit madu, dan selanjutnya diminum segelas setiap hari. '

Konsumsi ramuan temu kunci ini sangat dianjurkan pada minggu pertama setelah melahirkan. Manfaat dalam mengembalikan kebugaran tubuh ini datang dari kandungan beberapa zat kimia di dalamnya, seperti pati, saponin, dan flavonoid.

Dalam sebuah jurnal herba internasional Herb and Healthy diungkapkan, temu kunci atau cukup disebut kunci memiliki "perawakan" pendek dan merayap di dalam tanah yang kaya akan kandungan minyak atsiri (borneol, kamfer, sineol, etilalkoho/). Berkat "isi" itulah, kunci dapat dimanfaatkan sebagai peluruh dahak atau pembersih tenggorokan, menghilangkan lendir yang menyumbat hidung, pereda pangs dalam, menghangatkan badan, membantu mengeluarkan gas dari perut, serta penambah stamina alami.

Antimikroba
Untuk membuktikan manfaatnya bagi kesehatan, kunci telah menarik minat kalangan akademis di dalam negeri untuk melakukan penelitian lanjutan. Diantaranya dengan menguji ekstrak temu kunci sebagai antimikroba.

Hasil penelitian, ekstrak kunci memberikan efek antimikroba yang merugikan tubuh, terutama jenis Bacillus sp, Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus aureus, Candida albicans, dan Aspergillus niger. Sejak zaman dulu dalam tradisi masyarakat, terutama di Jawa, temu kunci sudah dikenal memiliki khasiat obat, selain sebagai bumbu penyedap masakan, khususnya sayur bening.

Secara geografis, temu kunci yang banyak tumbuh liar di hutan jati ini pada dasarnya bisa tumbuh di sembarang tempat, termasuk pekarangan rumah. Syaratnya, tumbuhan ini tidak tergenang air dan terkena panas langsung.

Perbanyakan tumbuhan ini dapat dilakukan dengan penanaman rimpang yang tua dan memiliki anak tunas. Selain itu, dapat juga dilakukan dengan memisahkan anakan dari tumbuhan dewasa.

Rimpang biasanya tumbuh di bawah permukaan tanah secara mendatar dan beruas, sedikit keras, bersisik tipis, dan berbau harum. Anakan rimpang menggerombol kecil di sebelah rimpang induk, menyerupai rangkaian anak kunci. Mungkin karena bentuknya yang mirip rangkaian kunci itulah, tanaman rimpang merayap ini disebut temu kunci.

Karena relatif mudah tumbuh dan gampang didapat, tak ada salahnya Anda menambahkan temu kunci ke dalam koleksi tanaman obat keluarga.
1 Lalang Ken Handita

Meramu Si Bumbu Sayur
Jika menyebut nama temu kunci, kebanyakan orang tang-, sung tertuju kepada sayur bening, Untuk mengolah masakan yang terdiri dari bayam, jagung muda, dan tomat ini, temu kunci memang lazim sebagai salah satu bumbunya. Jika lupa, bisa jadi sayur bening itu akan kehilangan rasanya yang khas dan kesegarannya.

Berikut beberapa contoh ramuan temu kunci atau si bumbu sayur ini:

Pereda panas dalam:
Ambil dan cuci bersih empat rimpang temu kunci seukuran jari atau kurang lebih 10 gram, potong kecil-kecil. Campurkan dengan 500 cc air lalu rebus' hingga mendidih. Setelah hangat dapat ditambahkan irisan jeruk nipis.

Cara lain, Anda`dapat memanfaatkan 15 gram rimpang temu kunci yang telah direbus, kemudian ditambah 2 sendok makan madu atau 25 gram daun kumis kucing segar.

Penangkal masuk angin:
15 gram temu kunci (kurang lebih 5 rimpang), 1 sendok teh adas, dan 2 jari pulasari, dihaluskan lalu digosokkan pads bagian perut, lakukan 1 sampai 2 kali sehari.

Cara lain, 5 gram temu kunci dan daun temu kunci secukupnya ditumbuk hingga halus lalu ditempelkan pada perut sebagai tapal.

Satu lagi dan lumayan praktis adalah dengan mengambil 23 rimpang temu kunci seukuran jari yang telah dicuci bersih. Kupas hingga bersih dan dimakan dengan garam secukupnya. Selanjutnya minumlah satu gelas air putih dan 1 sendok makan madu agar sedikit manis. Cara ini dapat dilakukan hingga dua kali dalam sehari.

Penambah stamina
Campurkan empat rimpang temu kunci seukuran jari dengan 500 gr temu lawak. Setelah ditumbuk, dicampur air, lalu peras. Agar tidak terlalu hambar, air perasannya dapat ditambah sedikit madu, diminum segelas sehari.

Perangsang ASI
Ambil 20 gram temu kunci (kurang lebih 6 rimpang), dipotong kecil-kecil, direbus dengan 1 gelas air selama 15 menit. Tambahkan garam secukupnya. Setelah dingin disaring dan diminum sekaligus.

Catatan:
Gunakan panci tahan karat untuk merebus ramuan. Untuk konsumsi harian sebaiknya dalam setiap ramuan tidak lebih dari 30 gram temu kunci. Konsumsi temu kunci berlebih (di atas 50 gram perhari selama seminggu berturut-turut), bisa memicu terjadinya kemandulan pada wanita.
Logged
brondong
The Cigarette
Senator
****************

Respect: +308/-178
Offline Offline

Posts: 22730


« Reply #18 on: March 15, 2007, 12:26:57 PM »

Kitolod Tanaman Penakluk Gangguan Mata

 
Kitolod merupakan tanaman yang sudah sejak lama digunakan untuk mengatasi gangguan mata. Hal ini dapat dilihat dari kandungan kimia di dalamnya, semisal senyawa alkaloid yakni lobelin, lobelamin dan isotomin. Daunnya mengandung alkaloid, saponin, flavonoid, dan polifenol. Getah tanaman mengandung racun, tetapi bagian tanaman lain memiliki efek antiradang (antiflamasi), antikanker (antineoplasmik), menghilangkan nyeri dan menghentikan pendarahan.

Besarnya khasiat tanaman ini sudah dibuktikan pula oleh Sri Mastuti, owner HerbAiniDrops, berawal dari anggota keluarganya yang pernah menderita gangguan mata yang sulit disembuhkan. Pada tahur 1998, Dra Hj NE Rosyitawati yang berprofesi sebagai guru di sebuah sekolah dasar negeri di Cakung, Jakarta Timur, merasakan matanya sering pedih dan gatal. Menurut dokter, hal ini disebabkan kurangnya, produksi air mata atau lebih dikenal dengan istilah mata kering. Selama dua tahun mencoba berbagai macam pengobatan medis, sampai akhirnya ia memeriksakan diri ke salah satu rumah sakit mata di Bandung. Hasilnya memang membaik namun tidak sembuh secara total.

Karena tak kunjung sehat, ia pun membuat ramuan sendiri dengan menggunakan kitolod. Sebelumnya ia telah membaca beberapa buku dan mengetahui khasiat dari tanaman yang bernama ilmiah Isotoma longiflora atau Laurentia longiflora ini dan memberanikan diri untuk bereksperimen demi mendapatkan pengalaman empirik. Kurang lebih dua minggu, matanya terasa membaik. Keluhan mata merah, pedih bahkan buram mulai berkurang. Setelah check up, hasilnya cukup menakjubkan, ia harus mengganti kaca matanya dari minus (-) 21/2 dan plus (+) 21/2 menjadi minus (-) 1 dan plus (+) 1.

Dipadu dengan madu hutan
Obat tetes mata yang sudah ada sejak tahun 2001 ini, sebelum disosialisasikan kepada masyarakat, telah diuji coba oleh orang-orang terdekat. Bahkan sudah beredar sampai ke negeri tetangga, yakni Malaysia dan Jepang. Tetapi masyarakat umum bisa merasakan khasiat obat tersebut baru empat tahun terakhir ini.

Selain menggunakan kitolod, obat tetes matanya dikombinasikan dengan madu hutan untuk memberikan manfaat lebih nyata. Di dalam madu terkandung vitamin yang dibutuhkan oleh mata, seperti vitamin A dan C, sedang kandungan garam mineralnya juga bermanfaat membersihkan dan menyehatkan mata.

"Obat ini sifatnya menghilangkan rasa nyeri dan menghentikan pendarahan. Tetapi jika terjadi pembekuan pada organ mata dan sekitarnya maka akan terdorong keluar," ujar alumnus Fakultas Pertanian, Universitas Pembangunan Nasional (UPN) di Yogyakarta ini. Wanita berusia 46 tahun ini menguraikan, fungsi saraf mata bisa terganggu karena penyakit atau terganggunya metabolisme tubuh akibat asam urat, kolesterol atau peredaran darah yang tidak lancar. Sedangkan gangguan plus minus biasanya karena kurangnya asupan gizi, khususnya vitamin A dan C, atau vitamin yang dikonsumsi tidak sampai ke mata karena adanya gangguan pada orgar tubuh.

Menurutnya secara umum, gangguar pada mata disebabkan karena terganggunya fungsi metabolisme, kurangnya asupan gizi, benturan keras dan kecelakaan atau karena penyakit kronis seperti diabetes, asam urat, darah tinggi, liver, kolesterol, dan lain-lain. Dan pengobatan pada mata sebaiknya dibarengi dengan pengobatan organ yang sakit.

Pengaruh faktor kejiwaan
Cara penggunaan HerbAiniDrops sama dengan obat tetes mata lainnya. Cukup teteskan satu kali pada mata kiri dan kanan. Biasanya akan terasa perih, merah dan sesekali akan mengeluarkan air mata itupun hanya sebentar. Setelah itu mata dikedip-kedipkan dan diurut perlahan dengan menggunakan jari telunjuk dan jari tengah. Dimulai dari ujung mata atau sudut luar mata ke arah telinga atau pelipis, tujuannya untuk memperlancar peredaran darah di sekitar mata sehingga obat terserap rata. Untuk hasil maksimal, gunakan setiap hari, sehari dua kali yaitu pagi dan malam.

Berdasarkan pengalaman, gangguan mata seperti katarak paling lama pengobatannya, minimal membutuhkan dua botol. Untuk para lansia, tetes mata ini berguna untuk mengatasi air mata berlebihan, kelopak mata berat, mata tidak tahan panas, dan mata gatal. Dengan meneteskan dua kali seminggu sangat berguna untuk perawatan agar di hari tua tidak mudah mengalami gangguan mata seperti glukoma, tidak tahan panas, cairan berlebih, katarak dan lain-lain. Keluhan mata biasa seperti mata merah atau untuk perawatannya dengan beberapa kali tetes sudah terasa khasiatnya. "Obat ini tidak mengkhususkan pada gangguan mata tertentu, bisa digunakan untuk semua gangguan mata," jelasnya.

Selain itu, disarankan untuk meningkatkan pola hidup sehat. Konsumsi cukup buah dan sayur (vitamin A dan C) serta makanan yang banyak mengandung vitamin E, misalnya bisa diperoleh dari susu kedelai. Kemudian banyak meminum air putih dan berolahraga dan istirahat yang seimbang. Hindari atau kurangi makanan dan minuman yang mengandung bahan sintetis seperti pengawet, penyedap dan pewarna. Hentikan atau kurangi kebiasaan merokok, dan minuman-minuman beralkohol.
Logged
brondong
The Cigarette
Senator
****************

Respect: +308/-178
Offline Offline

Posts: 22730


« Reply #19 on: March 15, 2007, 03:44:38 PM »

Keladi Tikus, Bukan Keladi Biasa

Beberapa tahun yang lalu beredar kabar heboh di dunia maya alias internet. Diberitakan seorang pasien penderita kanker payudara stadium lanjut dapat melewati kemoterapi tanpa efek yang menyiksanya dan kini dinyatakan sembuh setelah mengonsumsi keladi tikus (Typhonium flagelliforme)

Keladi tikus sebelumnya memang belum setenar herba lainnya seperi sambiloto, temu putih, temu lawak, dan mengkudu. Nama keladi tikus diambil dari nama asing Rodent Tuber yang lebih dulu terkenal di Malaysia. Untuk menemukan tanaman ini ternyata tidak sulit. Tanaman ini sejenis talas namun tingginya hanya 25 cm hingga 30 cm, termasuk tumbuhan semak menyukai tempat yang lembab dan tidak terkena matahari langsung. Tanaman berbatang basah ini banyak tumbuh di tempat terbuka pada ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut. Daun tunggalnya muncul dari umbi. Bentuk daunnya bulat dengan ujung meruncing berbentuk jantung. Warnanya hijau segar.

Umbi keladi tikus ini berbentuk bulat rata sebesar buah pala. Bagian dalam maupun luar umbi berwarna putih. Untuk perkembangbiakannya, bisa menggunakan umbinya atau anakan yang tumbuh dari umbi tersebut. Pada musim kemarau, batangnya menghilang. Sedangkan pada musim hujan, tumbuhan ini muncul lagi di atas permukaan tanah dari umbi yang terpendam di dalam tanah.

Mahkota bunganya berbentuk panjang kecil berwarna putih mirip dengan ekor tikus, dari sinilah nama keladi tikus di berikan. Namun ada beberapa jenis yang mempunyai kelopak bunga berwarna merah. Untuk jenis yang ini biasanya dikembangkan untuk tanaman hias hasil silangan.

Hingga saat ini belum banyak peneliti yang mengungkap khasiat keladi tikus terutama untuk penyakit kanker. Prof Dr Chris K.H. Teo, Dip Agric (M), BSc Agric (Hons)(M), MS, PhD dari Universiti Sains Malaysia dan juga pendiri Cancer Care Penang, Malaysia pada tahun 1995 meneliti tanaman ini, hasilnya ekstrak dari akar keladi tikus efektif untuk kanker prostat. Selain itu Lam Siew Hong peneliti dari USM menyebutkan bahwa terjadi peningkatkan aktivitas antibakteri dalam darah ikan lele. Lembaga perawatan kanker yang didirikan tahun 1995 itu telah membantu ribuan pasien dari Malaysia, Amerika, Inggris, Australia, Selandia baru, Singapura, dan berbagai negara di dunia. Di Indonesia, tanaman ini pertama kali diperkenalkan oleh Patoppoi seorang pensiunan dari Departemen Pertanian.

Khasiat ramuan ini telah dirasakan oleh isterinya sendiri yang sangat tersiksa setelah menjalani kemoterapi, seakan dunia ini akan berakhir. Istri Patopoi menderita kanker payudara stadium Ill. Setelah mengonsumsi ramuan yang diberikan Prof Dr Chris K.H. Teo, efek kemoterapi tidak dirasakan sehebat dulu dan is dapat menjalani kemoterapi hingga 12 kali, dan kini wajahnya berseri.

Keladi tikus mengandung antineoplastik atau antikanker selain juga bisa berkhasiat sebagai antivirus. Efek farmakologi inilah yang menjadi obat utama untuk mengatasi kanker stadium lanjut. Bagian yang digunakan untuk pengobatan adalah keseluruhan dari tanaman tersebut. Mulai dari akar (umbi), batang, daun hingga bunga. Tentu saja, efek tersebut akan bertambah baik bila diberikan bersama-sama dengan tanaman lainnya, seperti sambiloto, rumput mutiara dan temu putih.

Ekstrak Typhonium flageffiforme clan bahan alami lainnya membantu detoxifikasi jaringan darah. Ramuan ini mengandung ribosome inacting protein (RIP), zat antioksidan dan zat antikurkumin. RIP berfungsi menonaktifkan perkembangan sel kanker, merontokkan sel kanker tanpa merusak jaringan sekitarnya dan memblokir pertumbuhan sel kanker. Zat antioksidan berfungsi mencegah terjadinya kerusakan gen. Sementara zat antikurkumin berfungsi sebagai antiinflamasi/antiperadangan. Kombinasi bahan alami ini mengaktivasi dengan memproduksi mediator yang menstimulasi untuk menguatkan sel dari sistem kekebalan tubuh untuk bersamasama memberantas sel kanker. Di Cina tanaman ini di teliti oleh Zhong Z, Zhou G, Chen X, dan Huang P dari Guangxi Institute of Traditional Medical and Pharmaceutical Sciences, Nanning. Penelitian tersebut dilakukan untuk mengetahui efek farmakologis dari Typhonium flagelliforme. Diketahui bahwa ekstrak air dan alkohol dari Typhonium flagelliforme mempunyai efek mencegah batuk, menghilangkan dahak, antiasmatik, analgesik, antiinflamasi, dan bersifat sedatif. Pada konsentrasi 720 g/kg ekstrak air, 900 g/kg ekstrak alkohol dan 3240 g/kg ekstrak ester tanaman ini dapat meracuni tubuh. MenurutAngela Riwu Kaho PhD, Ahli Kimia Natural peniliti zat anti tumor dari Ohio State University, ekstrak Typhonium flagelliforme memang mengandung zat anti kanker namun konsentrasinya lemah. Mengenai hasil penelitiannya pernah di publikasikan dalam jurnal Phytotheraphy Research pada bulan Mei 2001. Namun demikian ia juga tidak memungkiri ada pasien yang sembuh dengan mengonsumsi ramuan ini.

Berdasarkan hal inilah dr Setiawan Dalimartha menyarankan agar berhati-hati menggunakannya. "Jika tidak lihai mengolahnya dapat menyebabkan gatal-gatal pada tenggorokan." Lebih lanjut ia menyarankan untuk pengobatan kanker sebaiknya tidak menggunakan ramuan tunggal.

Untuk pencegahan sebaiknya keladi tikus tidak dikonsumsi secara terusmenerus, hal ini dapat memperberat kerja hati, lever dan ginjal.
Logged
brondong
The Cigarette
Senator
****************

Respect: +308/-178
Offline Offline

Posts: 22730


« Reply #20 on: March 15, 2007, 04:55:24 PM »

Keladi Tikus, Bukan Keladi Biasa

Beberapa tahun yang lalu beredar kabar heboh di dunia maya alias internet. Diberitakan seorang pasien penderita kanker payudara stadium lanjut dapat melewati kemoterapi tanpa efek yang menyiksanya dan kini dinyatakan sembuh setelah mengonsumsi keladi tikus (Typhonium flagelliforme)

Keladi tikus sebelumnya memang belum setenar herba lainnya seperi sambiloto, temu putih, temu lawak, dan mengkudu. Nama keladi tikus diambil dari nama asing Rodent Tuber yang lebih dulu terkenal di Malaysia. Untuk menemukan tanaman ini ternyata tidak sulit. Tanaman ini sejenis talas namun tingginya hanya 25 cm hingga 30 cm, termasuk tumbuhan semak menyukai tempat yang lembab dan tidak terkena matahari langsung. Tanaman berbatang basah ini banyak tumbuh di tempat terbuka pada ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut. Daun tunggalnya muncul dari umbi. Bentuk daunnya bulat dengan ujung meruncing berbentuk jantung. Warnanya hijau segar.

Umbi keladi tikus ini berbentuk bulat rata sebesar buah pala. Bagian dalam maupun luar umbi berwarna putih. Untuk perkembangbiakannya, bisa menggunakan umbinya atau anakan yang tumbuh dari umbi tersebut. Pada musim kemarau, batangnya menghilang. Sedangkan pada musim hujan, tumbuhan ini muncul lagi di atas permukaan tanah dari umbi yang terpendam di dalam tanah.

Mahkota bunganya berbentuk panjang kecil berwarna putih mirip dengan ekor tikus, dari sinilah nama keladi tikus di berikan. Namun ada beberapa jenis yang mempunyai kelopak bunga berwarna merah. Untuk jenis yang ini biasanya dikembangkan untuk tanaman hias hasil silangan.

Hingga saat ini belum banyak peneliti yang mengungkap khasiat keladi tikus terutama untuk penyakit kanker. Prof Dr Chris K.H. Teo, Dip Agric (M), BSc Agric (Hons)(M), MS, PhD dari Universiti Sains Malaysia dan juga pendiri Cancer Care Penang, Malaysia pada tahun 1995 meneliti tanaman ini, hasilnya ekstrak dari akar keladi tikus efektif untuk kanker prostat. Selain itu Lam Siew Hong peneliti dari USM menyebutkan bahwa terjadi peningkatkan aktivitas antibakteri dalam darah ikan lele. Lembaga perawatan kanker yang didirikan tahun 1995 itu telah membantu ribuan pasien dari Malaysia, Amerika, Inggris, Australia, Selandia baru, Singapura, dan berbagai negara di dunia. Di Indonesia, tanaman ini pertama kali diperkenalkan oleh Patoppoi seorang pensiunan dari Departemen Pertanian.

Khasiat ramuan ini telah dirasakan oleh isterinya sendiri yang sangat tersiksa setelah menjalani kemoterapi, seakan dunia ini akan berakhir. Istri Patopoi menderita kanker payudara stadium Ill. Setelah mengonsumsi ramuan yang diberikan Prof Dr Chris K.H. Teo, efek kemoterapi tidak dirasakan sehebat dulu dan is dapat menjalani kemoterapi hingga 12 kali, dan kini wajahnya berseri.

Keladi tikus mengandung antineoplastik atau antikanker selain juga bisa berkhasiat sebagai antivirus. Efek farmakologi inilah yang menjadi obat utama untuk mengatasi kanker stadium lanjut. Bagian yang digunakan untuk pengobatan adalah keseluruhan dari tanaman tersebut. Mulai dari akar (umbi), batang, daun hingga bunga. Tentu saja, efek tersebut akan bertambah baik bila diberikan bersama-sama dengan tanaman lainnya, seperti sambiloto, rumput mutiara dan temu putih.

Ekstrak Typhonium flageffiforme clan bahan alami lainnya membantu detoxifikasi jaringan darah. Ramuan ini mengandung ribosome inacting protein (RIP), zat antioksidan dan zat antikurkumin. RIP berfungsi menonaktifkan perkembangan sel kanker, merontokkan sel kanker tanpa merusak jaringan sekitarnya dan memblokir pertumbuhan sel kanker. Zat antioksidan berfungsi mencegah terjadinya kerusakan gen. Sementara zat antikurkumin berfungsi sebagai antiinflamasi/antiperadangan. Kombinasi bahan alami ini mengaktivasi dengan memproduksi mediator yang menstimulasi untuk menguatkan sel dari sistem kekebalan tubuh untuk bersamasama memberantas sel kanker. Di Cina tanaman ini di teliti oleh Zhong Z, Zhou G, Chen X, dan Huang P dari Guangxi Institute of Traditional Medical and Pharmaceutical Sciences, Nanning. Penelitian tersebut dilakukan untuk mengetahui efek farmakologis dari Typhonium flagelliforme. Diketahui bahwa ekstrak air dan alkohol dari Typhonium flagelliforme mempunyai efek mencegah batuk, menghilangkan dahak, antiasmatik, analgesik, antiinflamasi, dan bersifat sedatif. Pada konsentrasi 720 g/kg ekstrak air, 900 g/kg ekstrak alkohol dan 3240 g/kg ekstrak ester tanaman ini dapat meracuni tubuh. MenurutAngela Riwu Kaho PhD, Ahli Kimia Natural peniliti zat anti tumor dari Ohio State University, ekstrak Typhonium flagelliforme memang mengandung zat anti kanker namun konsentrasinya lemah. Mengenai hasil penelitiannya pernah di publikasikan dalam jurnal Phytotheraphy Research pada bulan Mei 2001. Namun demikian ia juga tidak memungkiri ada pasien yang sembuh dengan mengonsumsi ramuan ini.

Berdasarkan hal inilah dr Setiawan Dalimartha menyarankan agar berhati-hati menggunakannya. "Jika tidak lihai mengolahnya dapat menyebabkan gatal-gatal pada tenggorokan." Lebih lanjut ia menyarankan untuk pengobatan kanker sebaiknya tidak menggunakan ramuan tunggal.

Untuk pencegahan sebaiknya keladi tikus tidak dikonsumsi secara terusmenerus, hal ini dapat memperberat kerja hati, lever dan ginjal.
Logged
brondong
The Cigarette
Senator
****************

Respect: +308/-178
Offline Offline

Posts: 22730


« Reply #21 on: March 15, 2007, 05:20:56 PM »

Ajeran, Tumbuhan Liar Pereda Demam

Ajeran memang kalah populer dibanding tanaman obat lain, seperti meniran atau turi. Padahal, sifatnya yang mendinginkan dan kandungan alkaloid polina serta saponinnya mampu membantu meredakan demam.

Tumbuhan ini dikenal sebagai tanaman semak yang banyak tumbuh di pinggir jalan atau sengaja ditanam di pekarangan rumah sebagai tanaman hias. Tumbuhan ini mudah tumbuh, tidak suka air, tinggi mencapai 1,5 meter. Batang berbentuk agak lonjong dengan pinggir bergerigi. Bunga bertangkai panjang, mahkota bunga berwarna putih dengan putik berwarna kuning.

Mengapa tumbuhan liar ini memiliki khasiat obat? Sejauh ini memang belum ada penelitian resmi, terutama di dalam negeri, yang mampu mengungkapkan rahasia tanaman yang dalam bahasa Latin disebut Bidens pilosa ini. Meski begitu, beberapa orang percaya, secara tradisional tumbuhan ini bermanfaat untuk meredakan demam.

Seperti diungkapkan Darmawi, yang mengaku memiliki pengalaman dengan ajeran atau dalam bahasa Jawa disebut jaririgan atau ketul dan hareuga (bahasa Sunda) ini, saat anaknya yang berusia 8 tahun tiba-tiba demam tinggi. Karena alasan darurat, ia coba memberikan ramuan ajeran. Diakuinya, penggunaan ajeran untuk mengobati anaknya yang demam itu didasarkan pada pengalaman yang diwariskan orangtuanya.

Darmawi mencoba membuat resep sendiri dengan bahan baku ajeran ditambah daun sembung dan sedikit rimpang jahe, kemudian dicampur dengan air untuk direbus. Setelah dingin, ditambah satu sendok madu. Hasilnya ternyata lumayan, dua jam berikutnya demam anaknya mereda.

Antiinflamasi
W. Isnanto, ahli dan pengembang tanaman obat, menjelaskan bahwa secara tradisional, ajeran memang dikenal sebagai salah satu tanaman obat yang memiliki sifat mendinginkan. Meski begitu, dalam penggunaan sebagai ramuan untuk pereda demam, sering dicampur dengan bahan baku lain seperti jahe atau daun sembung. Dalam tanaman obat koleksinya, ajeran memang relatif kurang dikenal karena banyak orang belum memahami khasiat tumbuhan ini.

Pemanfaatan ajeran atau Bidens pilosa di negara-negara Barat ternyata jauh lebih berkembang. Hal itu terlihat dari banyaknya literatur yang mengulas tanaman yang ramuannya terasa pahit ini.

Sebuah lembaga sosial di Hawaii yang bergerak dalam bidang pengembangan beragam tanaman dap bunga untuk kesehatan mengungkapkan, ajeran memiliki sifat antiinflamasi ringan seperti halnya aspirin maupun ibuprofen. Dijelaskan Steven Malbrouh, MD, Bidens pilosa memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai antiinflamasi ringan alami pereda demam.

Selama ini diketahui, aspirin maupun ibuprotein merupakan zat yang dapat membantu proses penurun papas pada penderita demam. Lebih lanjut dijelaskan, pemanfaatan Bidens pilosa secara luas dapat dilakukan dengan merebus daun segar atau mengeringkannya untuk bahan baku minuman, seperti halnya teh.

Dimanfaatkan di Hawaii
Ajeran atau di Hawaii lebih dikenal dengan sebutan kinehi ini, ternyata terus dikembangkan dap sedang diuji klinis untuk dimanfaatkan sebagai bagian dari pengobatan radang mata atau conjunctivitis. Bahkan, karena dinilai cukup aman, ajeran telah lama dikenal dan digunakan oleh masyarakat di Amerika Tengah dan Selatan serta Afrika Barat sebagai obat luar. Meski begitu, diingatkan dalam pemanfaatan ajeran dengan dosis tinggi perlu sikap hati-hati karena dapat menyebabkan iritasi ginjal.

Jika di luar negeri pengembangan dan perielitian tentang manfaat ajeran sudah banyak dilakukan, tidak demikian halnya dengan di Indonesia. Hal ini mungkin disebabkan tidak banyak orang mengenal tumbuhan liar ini, apalagi tertarik, kecuali sebatas menjadikannya sebagai tanaman hias atau tanaman semak yang tidak terlalu bernilai.

Berikutnya, tentu terserah Anda, apakah tertarik untuk memanfaatkan ajeran sebagai solusi alami pengobatan maupun penurun deman atau cukup menanamnya.
Logged
brondong
The Cigarette
Senator
****************

Respect: +308/-178
Offline Offline

Posts: 22730


« Reply #22 on: March 16, 2007, 11:31:41 AM »

Lalapan Turi Perlancar ASI

Turi bisa dimanfaatkan untuk tanaman peneduh di kebuh maupun halaman rumah. Banyak orang memanfaatkan bunganya sebagai bahan baku lalapan yang enak dan bergizi. Bukan hanya itu, hampir seluruh bagian tanaman ini bermanfaat untuk meredam beragam keluhan.

Pernahkah Anda mencoba nasi pecel di daerah Jawa Tengah maupun Jawa Timur dengan campuran sayur bunga turi sebagai tambahan? Di kalangan masyarakat Jawa, lalapan turf memang populer, meski untuk saat ini relatif sulit ditemui karena menurunnya populasi tanaman asli Indonesia ini.

Bukan hanya sebagai campuran nasi pecel, turi, terutama bunganya, bisa digunakan untuk membuat urap, yakni sayur-mayur rebus dicampur kelapa parut yang dibumbui. Selain untuk dikonsumsi, bunga berwarna putih atau merah tua itu juga berkhasiat obat.

Madsani misalnya, pernah merasakan manfaat rebusan daun turi untuk mengurangi sariawan yang sering mengganggunya. Ia merebus sepuluh tangkai daun turi dicampur beberapa butir cengkih. Setelah hangat, disaring, lalu airnya dipakai sebagai obat kumur. Hasilnya ternyata cukup efektif, keluhan sariawan dalam dua hari sudah membaik.

Sementara itu, Ratih merasakan manfaat daun turf untuk melancarkan ASI. Caranya, daun maupun bunga turi yang masih muda dikukus, kemudian dimakan sebagai lalap.

Kaya Manfaat
Isnandar, ahli dan pengembang tanaman obar dari Sidoarjo, Jawa Timur, menilai bahwa hampir seluruh bagian tanaman turi ini bisa dimanfaatkan untuk beragam keperluan. Serat dalam pepagan (jaringan terluar yang melapisi batang kayu) dapat diolah dan dipintal menjadi benang untuk jala. Daun dan ranting mudanya untuk pakan ternak.

Bunganya mengandung vitamin B. Polong mudanya bisa digunakan sebagai sayur. Bahkan, biji turi bisa dimanfaatkan sebagai pengganti kedelai dalam pembuatan tempe, meski saat ini sudah jarang dilakukan.

Daunnya bersifat tonik dan digunakan sebagai obat kuat dan antipiretik, penyembuh perut kembung, kolik (perut kejang), diare, disentri, dan kolera. Tumbukan daun turi juga berkhasiat sebagai obat luar.

Cairan daun dan batangnya sering digunakan sebagai obat kumur pembersih mulut dan kerongkongan. Getahnya, dalam bentuk tepung atau perasan, bersifat astrigen. Getah tersebut mengandung beberapa zat pewarna seperti agatin, basorin, dan zantoagatin.

Di India, turi dianggap sangat berkhasiat. Semua bagian pohonnya dapat digunakan sebagai obat untuk menyembuhkan penyakit buta senja karena mengandung banyak vitamin A.

Daun turi oleh penduduk Pulau Karimunjawa, Jawa Tengah, biasa digunakan sebagai bahan pewatna tradisional. Daun turi juga dimanfaatkan untuk menyembuhkan keputihan, sakit tenggorokan, kuku jari bengkak, batuk, dan mengatasi hidung berlendir atau sakit kepala.

Untuk meredakan demam nifas, daun turi ditumbuk, lalu air perasannya diminum. Bagian akarnya dimanfaatkan untuk batuk berdahak dan pegal linu.

Pelembut Kulit
Turi (Sesbania grandiflora (L) Pers) merupakan jenis tanaman yang banyak ditanam di kebun, tegal, pekarangan, atau pematang sawah. Tanaman ini tingginya dapat mencapai 10 meter. Jika dipegang permukaannya terasa kasar, rekahrekah, dan mengeluarkan getah kemerahan yang dapat berubah kehitaman bila terkena udara.

Daunnya majemuk menyirip genap, bunganya berwarna putih clan merah. Panjang tangkai polongnya dapat mencapai 5 cm, sedangkan polongnya sampai 25 cm.

Turi merupakan tananam asli Indonesia, tetapi kini banyak ditanam di Amerika Latin, Australia, dan Afrika Selatan. Pohonnya bisa tumbuh dengan cepat, sehingga dalam satu tahun saja turi sudah menghasilkan bunga dan polong.

Dari banyak tumbuhan yang ada, turi tergolong tumbuhan yang hampir seluruh bagian pohonnya dapat dimanfaatkan. Kayunya menjadi bahan baku kertas, kayu bakar, dan arang.

Daun dan ranting muda juga merupakan makanan ternak yang kaya protein dan tak jarang dimanfaatkan sebagal pupuk hijau. Daunnya mengandung saponin, sehingga dapat digunakan sebagai pengganti sabun setelah diremas-remas dalam air untuk mencuci pakaian.

Sari kulit batang pohon turi digunakan untuk menguatkan dan mewarnai jala ikan. Kulit batang tun merah kadang dijual dengan nama kayu timor.

Turi berbunga merah lebih banyak dipakai dalam pengobatan karena memang lebih berkhasiat. Mungkin karena kadar taninnya lebih tinggi, sehingga lebih manjur untuk pengobatan luka ataupun disentri.

Hasil beberapa penelitian, bunga turi memiliki potensi untuk melembutkan kulit dan obat pencahar. Kulit batang dapat mengurangi rasa sakit (analgetik), penurun panas (antipiretik), astringen, perangsang muntah, dan tonik. Daunnya memiliki kemampuan mencairkan gumpalan darah, menghilangkan sakit, sebagai pencahar ringan dan peluruh kencing (diuretik).

Meski saat ini relatif sulit ditemukan, tak ada salahnya Anda mulai mencoba lalapan daun maupun bunga tun karena bermanfaat untuk mengatasi beragam keluhan.
Logged
brondong
The Cigarette
Senator
****************

Respect: +308/-178
Offline Offline

Posts: 22730


« Reply #23 on: March 16, 2007, 11:46:28 AM »

Getah Pepaya Atasi Kanker

Setiap bagian dari tumbuhan pepaya memiliki khasiat. Bahkan, getah pepaya yang terdapat di seluruh bagian tanaman, mulai dari buah, daun, batang, sampai akarnya, bersifat antitumor dan kanker. Ini karena lebih dari 50 asam amino yang terdapat di dalamnya.

Buah pepaya memiliki kadar serat yang tinggi. Itu sebabnya saat mengalami sulit buang air besar, pepaya adalah buah yang pas untuk dikonsumsi.

Tentu, khasiat pepaya tak hanya pada buahnya saja. Linda misalnya. Ibu rumah tangga yang tinggal di Jakarta ini pernah membuat ramuan alami untuk mengatasi gejala cacingan pada anaknya yang berusia 3 tahun dengan memanfaatkan akar kering pepaya dicampur dengan bawang putih. Hasilnya tak kalah dengan obat cacing yang banyak dijual di toko.

Munaroh, juga ibu rumah tangga, pernah merasakan manfaat daun papaya untuk menambah nafsu makan anaknya yang sempat menurun setelah sakit. Hasilnya lumayan, berkat ramuan daun pepaya segar seukuran telapak tangan, sedikit garam, dan air hangat setengah cangkir yang kemudian diblender dan disaring guna diambil airnya untuk diminumkan, nafsu makan anaknya jadi bertambah.

Kandungan Papain
Buah, daun, dan akar papaya memang dapat dimanfaatkan mencegah gangguan ginjal, sakit kandung kemih, tekanan darah tinggt, dan gangguan haid. Sementara biji pepaya ber-, manfaat mengobati cacing gelang, gangguan
pencernaan, masuk angin, dan diare.

Dari beberapa penelitian dijelaskan, batang dan daun pada tumbuhan pepaya mengandung banyak getah putih seperti susu (white milky latex) yang berpeluang dikembangkan sebagai antikanker. Manfaat getah pepaya untuk kesehatan dibuktikan Bouchut secara ilmiah, seperti dikutip Journal Society of Biology, yang menyatakan papain bersifat antitumor atau kanker.

Peran itu dimungkinkan oleh kandungan senyawa karpain, alkaloid bercincin laktonat dengan tujuh kelompok rantai metilen. Dengan konfigurasi itu, tak hanya tumor dan penyakit kulit yang disembuhkan, karpain ternyata juga ampuh menghambat kinerja beberapa mikroorganisme yang menggangu fungsi pencernaan, sehingga efektif untuk menekan penyebab tifus.

Lebih dari 50 asam amino terkandung dalam getah pepaya, antara lain asam aspartat, treonin, serin, asam glutamat, prolin, glisin, alanin, valine, isoleusin, leusin, tirosin, fenilalanin, histidin, lysin, arginin, tritophan, dan sistein. Mereka bersatu padu menjadi bahan baku industri kosmetik , untuk menghaluskan kulit, menguatkan jaringan agar lebih kenyal, dan menjaga gigi dari timbunan plak.

Selama ini getah pepaya yang terdapat pada daun memang lebih dimanfaatkan untuk pengempukan daging dengan cara membungkus daging mentah dengan daun tersebut selama beberapa jam dalam suhu kamar. Selain itu, daun pepaya dapat langsung digosok-gosokkan pada permukaan daging. Penggosokan daun pada daging dimaksudkan untuk mengeluarkan getah (lateks) yang terdapat pada daun agar keluar, kemudian masuk dalam daging.

Bentuk Kemasan
Di beberapa daerah, daging dimasak langsung bersama daun dan buah pepaya mentah untuk mendapatkan daging yang lunak dan mudah dicerna. Saat ini, getah yang terdapat dalam daun dan buah pepaya mentah diekstrak untuk dimanfaatkan sebagai bahan campuran pengempuk daging secara komersial. Tepung getah pepaya sebagai pengempuk daging banyak dijual dalam bentuk kemasan di super market atau di toko bahan kimia.

Penggunaan getah tersebut bisa dengan penyuntikan secara langsung pada ternak setengah jam sebelum disembelih agar dagingnya lebih lunak. Enzim papain akan menghidrolisis kolagen dalam daging, sehingga bentuknya menjadi kendur dan daging akan lebih empuk. Enzim papain inilah yang merombak protein (kolagen) menjadi beberapa bagian.

Dalam buku Taman Obat Keluarga edisi III terbitan Departemen Kesehatan disebutkan, pepaya termasuk tanaman yang cepat tumbuh dan berbuah banyak. Di daerah tropis, pembuahan pertama dapat berlangsung kurang dari satu tahun dan kemudian berbuah sepanjang tahun. Jumlah buah bisa mencapai 50-150 per pohon setahun.

Jika selama ini Anda termasuk penggemar buah pepaya, tentu sepakat bahwa manfaat dan nilai gizinya bagi kesehatan sangatlah besar. Tidak sekadar memiliki serat tinggi, pepaya juga mengandung berbagai jenis enzim, vitamin, dan mineral. Malah kandungan vitamin A-nya lebih banyak daripada wortel, dan vitamin C nya lebih tinggi daripada jeruk. Kaya pula dengan vitamin B kompleks dan vitamin E.

Hebatnya lagi, kandungan enzim papain dalam buah pepaya berfungsi mempercepat prows pencernaan protein. Kadar protein dalam buah pepaya tidak terlalu tinggi, hanya 4-6 gram per kilogram berat buah, tetapi hampir seluruhnya dapat dicerna dan diserap tubuh.

Ini disebabkan enzim papain dalam buah pepaya mampu mencerna zat sebanyak 35 kali lebih besar dari ukurannya sendiri.

Meramu Idola Sepanjang Musim
Karena mudah dipelihara dan tidak mengenal musim, harga pepaya memang jauh lebih murah dibandingkan dengan buah lain. Meski harganya murah, manfaat yang dikandungnya ternyata sangatlah besar. Bahkan, setiap bagian tanaman, mulai dari biji, buah, daun, hingga getahnya, dapat dimanfaatkan untuk beragam keluhan. Tak heran, pepaya bisa disebut sebagai buah idola sepanjang musim.

Berikut beberapa contoh meramunya.

Biji
- Mengunyah satu sendok teh biji pepaya mentah dalam kondisi perut masih kosong setiap hari dapat mencegah dan membasmi cacing serta parasit lainnya. Biji pepaya ini dapat dipergunakan dalam keadaan basah maupun kering. Jika rasanya terlalu kuat, bisa dicampur dengan kurma atau madu. Bisa saja biji pepaya ini diblender dan dicampur dengan sedikit air, baru diminum. Sebagai program antiparasit, makanlah biji pepaya ini setiap hari selama seminggu, selanjutnya diulang dua minggu kemudian.
- Cara lainnya, ambil biji pepaya kering berupa serbuk 10 gram. Serbuk ini dididihkan bersama air 150 ml, sampai diperoleh larutan 75 ml setelah disaring. Hasil ini bisa diminum sekaligus dua jam sebelum makan malam.

Akar
- Untuk obat cacing, gunakan akar pepaya kering 10 gram, bawang putih 1 gram, dan air 100 ml. Bahan dipotong-potong, kemudian dididihkan dengan air selama 15 menit, baru disaring. Bila perlu, tambahkan air matang sehingga diperoleh hasil saringan 75 ml.
- Sebagai minuman penyegar, ambil dua potong akar dan satu lembar daun pepaya. Kedua bahan tersebut ditumbuk halus, kemudian direbus dengan satu liter air sampai mendidih, lalu saring. Bila perlu, campurkan madu atau jahe agar rasanya lebih segar.
- Untuk mencegah risiko batu ginjal, ambil tiga potong akar pepaya, kemudian rebus dengan satu liter air sampai mendidih, kemudian saring. Setelah dingin, campur dengan sedikit madu, lalu minum.

Getah
- Untuk obat luka bakar maupun gatal-gatal di kulit (sebagai obat luar). Oleskan getah dari buah pepaya yang masih muda. Agar tidak terjadi infeksi, bersihkan dulu kulit sebelum diolesi.
- Sebagai pelunak daging, daun pepaya dapat langsung digosokgosokkan pada permukaan daging. Penggosokan daun pada daging tersebut dimaksudkan untuk mengeluarkan getah (lateks) yang terdapat pada daun agar keluar, kemudian masuk dalam daging.

Daun
- Sebagai pengontrol tekanan darah, ambit 5 lembar daun pepaya, rebus dengan 1/2 liter air hingga tinggal tiga perempatnya. Dinginkan sebelum diminum. Jika perlu, tambahkan gula merah atau madu agar terasa lebih manis sebelum diminum layaknya teh.
- Untuk obat demam berdarah, campur 5 lembar daun pepaya, temulawak, meniran secukupnya, dan gula merah. Rebus hingga masak untuk kemudian didinginkan sebelum siap diminum.
- Obat nyeri perut saat haid, ambit 1 lembar daun pepaya, buah asam, dan garam secukupnya. Rebus hingga masak untuk kemudian dinginkan dan diminum dalam satu gelas.

Buah mentah
- Untuk memperlancar ASI, mengatasi sembelit, gangguan haid, maupun gangguan lambung, manfaatkan buah pepaya sebagai bahan dasar sayuran. Sayuran buah pepaya ini biasanya dimasak seperti halnya membuat sayur lodeh. Sebagai selingan, dapat dicampur dengan daging atau tempe. Jangan lupa, sebelum memasak, cuci buah untuk membersihkan kotoran dan mengurangi getahnya.

Buah masak
- Untuk meningkatkan asupan serat yang membantu menjaga organ pencernaan sekaligus memperlancar BAB. Dapat dimakan langsung atau dibuat jus dengan dicampur buah lain serta ditambah madu atau gula.
Logged
brondong
The Cigarette
Senator
****************

Respect: +308/-178
Offline Offline

Posts: 22730


« Reply #24 on: March 16, 2007, 01:21:25 PM »

Temu Hitam: Pendongkrak Nafsu Makan

Jika anak bermasalah dengan nafsu makan, cobalah temu hitam sebagai solusi. Sudah lama air perasan rimpang tanaman obat ini diyakini mampu mendongkrak nafsu makan anak sekaligus sebagai obat cacing alami.

Ibu Dewi mengeluhkan anak laki-lakinya yang sangat susah makan. Meski sudah berganti-ganti menu, tetap saja selera Echa yang masih berusia 2 tahun 6 bulan itu tak berubah. Kalaupun mau makan, harus main kejar-kejaran dulu atau dikulum saja. Itu pun setengah piring tidak habis.

"Mungkin memang pembawaan anak begitu, ya... Ada masa-masa anak susah makan," komentarnya.

Tak mau menyerah, Dewi mencoba meminumkan suplemen cair penambah nafsu makan yang dibelinya di apotek. Hanya satu atau dua hari saja Echa doyan makan, setelah itu ia harus diberi suplemen lagi.

Sang nenek lalu menyarankan agar Echa diberi ramuan temu ireng atau temu hitam tadi. Ternyata berhasil baik. Ramuan berupa perasan rimpang temu ireng berukuran satu jari dicampur dengan gula jawa agar tidak terlalu pahit, terbukti mampu menjadi solusi alami.

"Sesendok air temu ireng membangkitkan nafsu makan Echa 3 sampai 4 minggu. Tak hanya itu, makannya juga tidak cuma dikulum-kulum saja," ungkap Dewi.

Membunuh cacing
Membaca cerita di atas, sebagian dari kita mungkin teringat sebuah "ritual" di masa kecil. Cekokan temu hitam, atau dalam bahasa Jawa disebut temu ireng, sering kali dijadikan solusi jika anak tidak mau atau susah makan. Rasanya yang pahit itulah yang ditakuti anak-anak.

Sugeng Hanafi, pengembang tanaman obat dari Kediri, menilai bahwa ramuan temu hitam sampai sekarang masih terbukti efektif untuk meningkatkan nafsu makan anak dengan sedikit memodifikasi rasa pahitnya. Pemberian gula jawa adalah salah satunya.

Bahkan, menurutnya, ada ibu yang meramunya dengan dicampur sedikit sirop agar anak lebih suka. Tentu saja ramuan ini lebih tepat untuk anak di atas usia setahun karena kemampuan anak menelan dan mengunyah sudah baik.

Temu hitam atau Curcumae aeruginosae Rhizoma merupakan tumbuhan semak. Batangnya berwarna hijau dan agak lunak karena merupakan batang semu yang tersusun atas kumpulan pelepah daun. Panjang batang kurang lebih 50 cm. Tingginya dapat mencapai 2 meter.

Tanaman obat ini menghasilkan rimpang berukuran besar, rasanya pahit dan tajam. Sifatnya dingin, bercabang merata dan merupakan umbi batang. Khasiatnya antara lain sebagai obat cacing (anthelmintik), peluruh kentut (karminatif) dan pembersih darah setelah melahirkan atau haid.

Dari beberapa penelitian efek farmakologis terungkap adanya hubungan pengaruh perasan rimpang temu hitam pada cacing askaris (sejenis cacing parasit di pencernaan) babi in vitro, dan kontraksi usus halus (jejunum) marmut.

Perasan rimpang dapat membunuh cacing askaris, babi seperti piperasin sitrat. Cairan rimpang dapat menekan amplitudo kontraksi spontan usus kelinci (F.X.S.Dirdjosudjono, Taroeno, Sudjiman, dkk., Bagian Farmakologi FKH dan Bagian Farmakologi Farmasi, FF UGM).

Berdasarkan penelitian, daya membunuh cacing (anthelmintik) rimpang temu hitam pada cacing askaris babi secara in vitro, ternyata daya anthelmintik minyak asirinya paling kuat dibandingkan dengan perasan ataupun infus temu hitam (Taroeno, Kun Sumardiyah S., dan Sugiyanto, Bagian Biologi Farmasi, FF UGM).

Mudah dikembangkan
Lebih lanjut Sugeng mengungkapkan dari pengalaman sehari-hari, temu hitam sebenarnya juga sering dijadikan campuran ramuan untuk berbagai keluhan, tak hanya untuk penambah nafsu makan dan obat cacing alami. Bagian tanaman yang sering digunakan sebagai obat adalah rimpangnya.

Namun, dalam menyimpan rimpang temu hitam, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Di antaranya setelah dicuci bersih, rimpang dipotong-potong, kemudian dikeringkan. Cara paling baik adalah diangin-anginkan agar kandungan minyak alaminya tidak banyak yang hilang dibandingkan dengan setelah dicuci langsung disimpan ke wadah atau tempat kering.

Untuk pemakaian dalam, terutama dengan cara diminum, gunakan rimpang sebanyak 1-2 jari tangan. Sebaliknya, untuk pemakaian luar, cukup dengan mencuci rimpang segar secukupnya, kupas, dan giling sampai halus. Tambahkan minyak kelapa, aduk merata. Gunakan untuk menutup kudis, borok, dan ruam kulit.

Tanaman ini relatif mudah dikembangkan sebagai tanaman obat keluarga karena karakternya yang relatih mudah hidup atau tidak perlu perawataan khusus. Selain ditanam di pekarangan atau perkebunan, temu hitam juga banyak ditemukan tumbuh liar di hutan jati, padang rumput, atau di ladang pada ketinggian 400-750 m di atas permukaan laut.

Jadi, tak ada salanya mengembangkan tanaman ini sebagai koleksi di pekarangan atau cukup dibudidayakan di pot. Selain tidak memerlukan perawatan yang rumit, juga memiliki manfaat luar biasa.

Meramu Koneng Hideung
Meramu temu hitam atau dalam bahasa Sunda disebut koneng hideung ini relatif mudah. Berikut beberapa contoh kegunaan ramuannya:

Meningkatkan nafsu makan:
- Ambil temu hitam (seukuran ibu jari tangan), cuci, lalu iris tipis-tipis. Rebus dengan dua gelas air sampai tersisa satu gelas. Untuk mengurangi rasa pahit, campur dengan gula jawa atau pemanis (sirop). Setelah dingin, saring, lalu bagi untuk dua kali minum, pagi dan sore hari, sebelum makan.
- Ambil temu hitam (seukuran ibu jari), cuci bersih, lalu parut. Gunakan air perasannya untuk diminumkan ke anak atau sebagai "cekokan". Campur dengan gula jawa atau pemanis lainnya, misalnya madu, agar rasanya tidak terlalu pahit. Lebih baik berikan untuk anak di atas usia setahun, saat kemampuan menelan dan mengunyahkan sudah baik.

Obat cacing:
- Siapkan 25 gram temu hitam, 15 gram bangke, 5 lembar daun sirih, 5 butir biji ketumbar, 4 gram biji pinang. Rebus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc. Saring, lalu minum.
- Cara lain air perasan temu hitam seukuran ibu jari dicampur dengan madu dan sedikit air hangat.

Setelah melahirkan:
- Cuci bersih temu hitam (dua jari tangan), buang kulitnya. Tumbuk sampaii halus, tambahkan setengah cangkir air panas, lalu aduk hingga merata. Setelah dingin, saring dengan kain dan minum sekaligus. Lakukan selama tiga hari setelah melahirkan.
- Ambil 25 gram temu hitam. Rebus dengan air 400 cc hingga tersisa 200 cc, lalu saring. Tambahkan madu jika perlu. Minum selagi hangat.

Batuk berdahak:
- Cuci rimpang segar temu hitam (25 g), lalu potong tipis-tipis. Rebus dengan dua gelas air sampai mendidih selama 20 menit. Setelah dingin, saring, lalu bagi dua sama banyak untuk diminum pada pagi dan sore hari. Bisa pula dengan menambahkan jahe.

Pereda nyeri haid:
- Ambil 25 gram temu hitam, 20 gram kencur, 20 gram kunyit, 2 ruas asam jawa. Rebus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu saring. Minum selagi hangat.
Logged
Pages: [1] 2 3 4 5 6   Go Up
Print
Jump to:  



Â