Ligagame CSO

Main Menu
Hotk
Sudden attack indonesia
Qeon Shadow company
Garena Heroes of Newerth
Teracord Chaos

Banner

Banner

Ligaponsel
May 24, 2012, 01:56:53 PM
Sorry Guest, you are banned from posting or sending personal messages on this forum.
Pages: [1]   Go Down
Print
Author Topic: [KULINER] Malang City  (Read 858 times)
0 Members and 2 Guests are viewing this topic.
SorrowAngel
✿ Drown in Sorrow ✿
Moderator
Colonel
******

Respect: +679/-32
Offline Offline

Posts: 5986


I am only me, nothing more, nothing less


« on: January 21, 2010, 09:52:16 PM »

Bakso Urat Cak Nono


Saat itu hujan teramat deras mengguyur kota Malang, mengakibatkan beberapa ruas jalan agak tersendat. Bukan macet karena antrian banyaknya kendaraan tetapi banyak kendaraan yang mencoba menghindari derasnya arus air di jalan. Ketika itu aku sedang mengantar keponakan berenang dan dalam perjalan menuju rumah, salah satu keponakan nyeletuk : “Hujan gini enak juga kalau makan bakso.”



Dan meluncurlah kami ke tempat bakso yang ternyata menyajikan rasa yang hmmm…. Entah karena suasana hujan atau karena racikan yang berbeda yang jelas, menikmati bakso di tempat ini membuat lidah tak henti berdecap, nikmat…

Biasanya untuk meikmati pangsit gorengnya langsung di santap dengan sambal dan saos tomat. Tapi aku lebih suka mencampurkan pangsit goreng ini ke dalam kuah sampai empuk, dimakan dengan kuah menjadikannya lebih nikmat.



Sebenarnya bukan kali pertama aku makan di tempat ini, setiap tahun ketika mudik selalu ku sempatkan menikmati sajian bakso di tempat ini, dan rasanya pun masih sama, enak. Apalagi untuk ukuran lidahku yang boleh dibilang sangat jarang menyantap hidangan yang terbuat dari daging merah.




Jika anda suka, silahkan minta tetelan atau biasa disebut dengan istilah balungan. Potongan tulang yang masih menyisakan daging ini memang enak untuk di kerokoti apalagi jika kita menambahkan campuran sambal dan kecap plus cuka dengan jumlah yang pas, hmm… benar benar sedap…


Dan ternyata hujan tak menyurutkan minat penikmat bakso di tempat makan yang satu ini. Terbukti dengan penuhnya ruangan yang ada. Tamu datang silih berganti, bagaikan air hujan yang datang nya tak bisa di duga.


Code:
Thx to Plux, infomakan
Logged

SorrowAngel
✿ Drown in Sorrow ✿
Moderator
Colonel
******

Respect: +679/-32
Offline Offline

Posts: 5986


I am only me, nothing more, nothing less


« Reply #1 on: January 21, 2010, 11:00:42 PM »

Taman Indie, Tempat Makan di Bibir Sungai




Salah satu rumah makan yang aku kunjungi bernama Taman Indie. Terletak di kota Malang, Jawa Timur, di dalam perumahan Pondok Blimbing Indah (Araya). Lokasi tanah yang berkelok menjadikan tempat makan yang satu ini mempunyai keunikan tersendiri. Dipadu dengan sunga dan ditanami padi di bibir sungai membuat restaurant ini berbeda dengan restaurant lain yang ada di Malang. Tak heran jika tempat ini sering dijadikan tempat syuting  acara memasak di TV.





Tempat makan ini juga persis bersebelahan dengan lapangan golf. Sembari menikmati hidangan tak jarang suara mobil golf yang melintasi jembatan terdengar. Pemandangan semacam ini bisa dilihat langsung dari gazebo yang bertebaran di bibir sungai.

Jika anda tidak suka dengan lesehan di gazebo, di atas juga tersedia tempat makan seperti pada umumnya yaitu menikmati makanan diatas meja dan duduk di kursi.

Bagaimana dengan hidangan yang disajikan disini?




Aneka menu dari tradisional sampai modern ada disini. Dengan penyajian yang khas menambah selera makan kita. Apalagi semilir angin berhembus di sela – sela tanaman padi dan pohon – pohon yang ada di sekelilingnya. Hmm…





Nasi Ndeso merupakan salah satu menu andalan disini. Disajikan dengan rempeyek yang sangat lebar, rempeyek terlebar yang pernah aku jumpai sampai dengan saat ini. Demikian pula dengan nasi yang disajikan dengan sayur lodeh. Oya, sayur lodehnya berbeda dengan sayur lodeh pada umumnya. Entah campuran apa yang digunakan, yang pasti rasanya enak dan santan yang digunakan tidak terlalu kental.



Untuk minuman bisa di coba es siwalan. Buah khas dari tanaman yang masih dalam kerabat palem ini diiris tipis dan dipadu dengan sirup pandan. Andaikan di sajikan dengan air legen hmmm pastinya lebih serrr lagi di lidah.

Penasaran? Silahkan kunjungi
Taman Indie
Jl. Rivera Golf Utama 12 – 16 Kompleks Kota Araya Malang
Jawa Timur
Telp. 0341 - 414333



Code:
Thx to Plux, infomakan
Logged

SorrowAngel
✿ Drown in Sorrow ✿
Moderator
Colonel
******

Respect: +679/-32
Offline Offline

Posts: 5986


I am only me, nothing more, nothing less


« Reply #2 on: January 21, 2010, 11:32:16 PM »

Nasi Tiga Huruf


Namanya cukup singkat, Nasi Bok (Nasi Buk). Ya cuma 3 huruf Buk, tapi rasanya bisa bikin lidah serasa di gebug kenikmatan dan akhirnya membuat ketagihan. Setiap pulang kampung hampir setiap hari aku makan nasi Buk. Penjual nasi Buk di dominasi oleh ibu–ibu dari Madura dan mereka pun buka pada saat Lebaran Idul Fitri dan akan libur beberapa hari pada saat lebaran Haji.

Nasi Buk ini banyak di jumpai di Malang, sebut saja Nasi Buk Matirah yang ada di depan stasiun kota Malang, juga nasi Buk yang ada di gang Semarang dan masih banyak lagi.

Pada saat liburan tempo hari aku mencoba nasi Buk yang ada di seberang Depo Pertamina di seputaran jalan Halmahera, Malang.



Bertempat di halaman rumah orang, si penjual sepertinya tidak ada waktu sama sekali untuk beristirahat barang sejenak. Bagaimana tidak pembelinya silih berganti datang dan pergi. Ada yang datang lengkap dengan bayi yang masih digendong dan juga kakek–nenek pun juga hadir disana. Kendaraan yang parkir pun beragam, mulai dari sepeda pancal sampai dengan kendaraan mewah seperti Alphard, BMW dan Mercy pun parkir didepannya.

Selama beberapa hari berada di Malang, hampir setiap pagi aku sempatkan untuk nongkrong di sini, aku pikir mumpung berada di Malang sekalian aja aku puas-puasin deh makannya daripada ngiler.



Karakter pembeli pun beragam, mulai dari yang ’ngeyel’ minta didahulukan sampai yang sabar menanti. Yang aku suka dari ibu penjualnya adalah melayani dengan prinsip first come first serve, apakah mau makan di tempat atau pun di bawa pulang ya judulnya harus ngantri.




Yang khas dan selalu ada di nasi Buk adalah dendeng ragi, terbuat dari kelapa dan dendeng daging, juga sayur lodeh nangka muda atau bisa juga sayur rebung + tahu gembos serta serundeng kelapa ikut meramaikan isi dari nasi Buk ini. Untuk lauk bisa dipilih telor godog, ayam, empal, babat dan beberapa jenis jeroan lainnya.


Nah, inilah wajah dari si penjual yang bikin pelanggannya rela untuk ngantri dan datang setiap hari tak terkecuali aku pun ikutan ngantri demi makanan yang bikin lidah bergoyang.


Code:
Thx to Plux, infomakan
Logged

qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-82
Offline Offline

Posts: 13841



« Reply #3 on: November 29, 2010, 12:41:23 PM »

Makan Bakso di Pinggir Rel



BAGI Anda yang baru pertama kali datang ke warung Bakso President di belakang pertokoan Mitra II, Malang, jangan kaget kalau tiba-tiba merasakan getaran di dalam ruangan. Maklum, warung ini berada di pinggir rel kereta api yang masih digunakan.

Senin (15/11/2010), misalnya, saat kami tengah menikmati makan siang di warung tersebut, kereta barang dari arah Stasiun Malang melintas di rel yang hanya berjarak sekitar satu meter dari halaman.

Namun, lokasi di pinggir rel inilah yang antara lain membuat Bakso President begitu terkenal. Orang yang datang dari arah Jalan Batanghari bahkan harus menyeberang rel untuk masuk ke warung yang berdiri di tempat tersebut sejak tahun 1983.

”Saya sendiri heran, tempatnya seperti itu kok bisa terkenal,” kata Abdul Ghoni Sugito (52), pendiri Bakso President.

Bakso President tak hanya dikenal publik Malang dan sekitarnya, tetapi juga di kalangan artis Ibu Kota. Ini bisa dilihat dari foto-foto pesohor yang dipajang di dinding warung, seperti Inul, Uya Kuya, Rudy Hadisuwarno, Nugie, dan puluhan foto artis lainnya.

”Sebenarnya sudah dari dulu artis datang ke sini, seperti zamannya Farid Hardja. Tapi, kan, waktu itu belum terpikir untuk didokumentasikan,” kata Endah Suryaningsih, salah satu anak Ghoni, yang siang itu berada di warung.

Dengan lokasi yang berada di pinggir rel, Endah bercerita, tempat tersebut juga menjadi tempat wisata bagi keluarga yang datang, terutama bagi anak-anak yang ingin melihat kereta api. ”Kadang suka ada pembeli yang bertanya jadwal kereta karena anaknya ingin melihat kereta yang lewat,” kata Endah.

Selain menjadi kasir, Endah dibantu pekerja lainnya membuat sendiri bakso dan ”kawan-kawannya”. Jumlahnya mencapai 15 macam, mulai dari berbagai jenis bakso (yang disebut pentol oleh Endah dan para langganannya), seperti bakso halus, bakso urat, bakso udang, bakso isi telur ayam, dan bakso yang berisi jeroan sapi, hingga tahu, siomay, dan sejumlah jenis pangsit yang dibedakan berdasarkan bentuknya, seperti pangsit goreng yang berbentuk seperti kembang atau yang bentuknya panjang.

Bakso, tahu, pangsit, dan siomay ini bisa dinikmati dengan atau tanpa mi. Uniknya, tempat ini juga menyediakan lontong untuk disajikan bersama bakso, sebagai pengganti nasi.

Harga satuannya bervariasi, mulai dari Rp 1.000 hingga Rp 5.500. Pembeli diperbolehkan memilih sendiri jenis dan jumlah yang mereka inginkan atau memilih berdasarkan paket yang sudah disediakan.

Anda yang ingin makan kenyang, bisa memilih paket spesial. Dengan harga Rp 17.500, Anda bisa menikmati bakso halus dan urat, tahu, siomay, pangsit, dan berbagai jenis jeroan.

Adapun bagi pembeli dengan anggaran terbatas, ada paket hemat berharga Rp 6.000 yang isinya bakso urat, bakso halus, siomay rebus, dan siomay goreng.

Kreativitas Endah dan kedua saudaranya bahkan menghasilkan keripik bakso untuk camilan. ”Bahannya sama seperti bahan membuat bakso udang. Hanya saja, untuk jadi keripik, baksonya diiris-iris lalu langsung digoreng,” tutur Endah.

Selain variasi, kuah dari rebusan tulang sapi yang konon rasanya tak berubah sejak pertama kali dibuat menjadikan tempat ini memiliki banyak pelanggan setia. Endah mengatakan, resep yang saat ini dipakai adalah resep saat ayahnya berjualan dulu.

Dipikul

Sambil sesekali menghitung dan memberi kembalian uang kepada pembeli, Endah bercerita bagaimana warung tersebut dirintis oleh ayahnya. Dengan modal pengalaman bekerja pada seorang penjual bakso, Ghoni kemudian berjualan bakso sendiri di tahun 1977. Beberapa bumbu dari resep majikannya diubah sesuai selera Ghoni.

Cara jualannya bukan di warung, melainkan dagang keliling kampung dengan cara dipikul. Ghoni menjajakan dagangan yang semangkuknya hanya terdiri dari mi/bihun, bakso, dan tahu ini dari rumahnya di kawasan Jodipan ke berbagai tempat, termasuk ke daerah Lowokwaru di sekitar pinggiran rel, tempatnya pertama kali membuat warung.

Setelah dipikul, Ghoni berganti memakai gerobak dorong. ”Suatu kali saat berjualan di sini, ada yang menawari bapak tempat untuk bikin warung. Akhirnya, tahun 1983 dibukalah warung ini,” kata Endah.

Seiring berjalannya waktu, bisnis bakso yang dijalani Ghoni kian sukses. Dia membuka tiga cabang di area Malang yang dikelola anak-anaknya. Tak hanya itu, bisnis dengan sistem waralaba pun dipakai.

Hasilnya, sejak tahun 2008, Bakso President bisa dijumpai di Palembang. Untuk menjaga kesamaan rasa dengan yang asli, Bakso President di Malang mengirimkan bumbu sebagai bahan baku bakso kepada pengelola waralaba di Palembang, lengkap dengan resep.

”Saya berikan resepnya hanya kepada orang yang membeli waralaba. Namun, mungkin rasanya tidak akan terlalu sama karena menurut saya iklim di tempat kita berada juga memengaruhi rasa bakso. Makan bakso di tempat dingin kan biasanya lebih nikmat dibandingkan di tempat panas,” kata Ghoni.

Betul juga. Makan bakso di Malang, kota dengan hawa udara yang sejuk, memang terasa nikmat. Bahkan, Presiden Barack Obama pun memuji kelezatan bakso ketika Jakarta sedang diguyur hujan bukan?
Logged

Farewell..
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-82
Offline Offline

Posts: 13841



« Reply #4 on: January 25, 2012, 11:42:49 AM »

Ini Dia Pelopor Bakso Malang...



Penggemar bakso apabila pergi ke Kota, Malang, Jawa Timur perlu mencoba makan bakso dengan campuran jerohan sapi goreng seperti paru dan hati goreng.

Bakso lengkap campur mulai bakso daging, gorengan, tahu, pangsit, siomay sampai gorengan hati dan paru ada di Bakso President Malang yang memiliki motto “Pelopor Bakso Malang Asli Full Variasi.”

Pelanggannya kebanyakan pelajar sekolah, mahasiswa dan keluarga yang sudah berlangganan makan bakso di warung ini. Bangunan bambu dan meja panjang kayu menjadi ciri khas bangunan Bakso President.

Bakso President dikelola oleh Abah Sugito telah melegendaris di Malang setelah berjualan selama 30 tahun dan memiliki empat cabang di Malang. Anak-anak pelajar dan kuliah di Malang semua mengenal Bakso President karena harganya terjangkau pelajar.

Di daftar harga di dinding lengkap tertulis harga paket bakso mulai bakso saja harga Rp 7.500 sampai bakso paket lengkap Rp 17.500.

Awal nama Bakso President dari lokasi awalnya yang pernah jualan di belakang bioskop President Malang. Untuk mempermudah pelanggannya mengingat nama lokasinya maka sampai sekarang dipakailah nama Bakso President.

Cara memesan untuk makan di Bakso President berbeda dengan warung bakso kebanyakan. Pembeli harus antre di gerobak bakso untuk memesan sambil menunjuk ke panci  kuah bakso sambil memilih macam-macam bakso yang diinginkan. Setelah itu pembeli akan membayar ke kasir barulah bakso akan diantarkan ke meja pemesan.

Kuah baksonya yang berwarna bening dan panas terasa segar pas dengan campuran merica, garam, bawang putih untuk hawa Kota Malang yang sejuk. Tekstur baksonya empuk dan terasa sekali dagingnya dan kenyal.

Gorengan pangsitnya juga kriuk-kriuk terasa renyah dan bakso gorengnya terasa rasa ikannya. Yang unik makan bakso di Malang penjual selalu menyediakan lontong nasi yang menemani kalau ingin merasa kenyang makan.

Lokasi pusat Bakso President yang terletak di Jl. Batanghari, Malang bersebelahan persis dengan rel kereta api Malang-Surabaya. Sehingga pengunjung yang sedang menikmati makan bakso di tempat ini akan terasa bergetar apabila ada kereta api lewat persis dibelahnya.
Logged

Farewell..
Pages: [1]   Go Up
Print
Jump to:  



Â