|
brondong
|
 |
« on: January 17, 2010, 12:07:32 AM » |
|
Jenis-Jenis Kelinci HiasMemelihara kelinci ternyata banyak sekali manfaatnya, antara lain: sebagai pet (hewan kesayangan), jenis kelinci yang paling banyak diminati yaitu lop, nederland dwarf, polish, angora, blanc de Hotot, Dutch, Chinchilla, Silver Martin,New Zealand White, Flemish Giant, dan Tan. Sebagai penghasil fur (bulunya), misalnya rex, angora dan silver. Sebagai penghasil daging dan kulit, yaitu New Zealand White, caroline, Flemish, dan Chinchilla. Selain manfaat tersebut kotoran dan urine dari semua jenis kelinci dapat dimanfaatkan sebagai pupuk alami yang saat ini masih sangat terbatas namun sangat diminati oleh penggemar tanaman hias. Masyarakat mengenal kelinci dalam 2 kategori, yaitu kelinci potong dan kelinci hias yang terdiri dari beragam ras,antara lain : 1. New Zealand White courtesy : www.rockinjawrabbits.comSesuai dengan namanya, jenis kelinci ini berasal dari New Zaeland dan berkembang di Amerika Serikat dan Australia. Di negeri kanguru new zaeland white menjadi buruan karena populasinya yang sangat besar sehingga dianggap sebagai hama. Kelinci ini putih mulus tanpa pigmen alias albino. Mata merah dan telinga tegak. Bulu halus, tidak tebal alias/(standar). Karena cepat tumbuh besar maka jenis kelinci ini dapat dijadikan kelinci potong pula. Berat dewasa 4,5-5 kg. Anaknya dapat mencapai 10-12 ekor. 2. Angora courtesy : www.pjlighthouse.comKelinci jenis angora diselimuti bulu panjang. Kelinci jenis ini juga berpotensi sebagai penghasil wol. Di Indonesia.kelinci jenis angora banyak diminati sebagai kelinci hias. Semula kelinci angora hanya berbulu putih, namun bereder kelinci menyilangkannya sehingga menghasilkan warna coklat dan coklat muda. Bulunya yang tebal membuat sosoknya tampak besar,dan sangat mempesona padahal beratnya hanya sekitar 2,7 kg. Kelinci jenis angora banyak dikembangkan di Perancis. Jumlah anak maksimal dalam satu kali melahirkan sebanyak 6-8 ekor. 3. English Angora courtesy : ww2.nps.k12.va.usEnglish angora sama dengan angora. Bulunya pun juga sama panjang. Namun ciri khas yang membedakan jenis ini dengan angora adalah terdapatnya bulu yang panjang menjuntai pada ujung telinganya. Sehingga terlihat sangat indah dan mempesona bagi yang melihatnya. 4. Jersey Wolly courtesy : miloskilos.files.wordpress.comKelinci jenis jersey wolly mempunyai bulu panjang seperti angora, namun terdapatnya bulu panjang yang menjuntai diantara kedua telinga seperti poni menjadikannya berbeda dengan angora. Ukurannya pun kecl dan lincah gerakannya. 5. Lyon courtesy : kelincijogja.blogspot.comBisa Disebut lyon karena kelinci jenis ini memiliki kepala mirip singa. Saat masih kecil (sekitar umur 2-21/2 bulan), lyon mirip dengan angora. Bulu panjang merata di tubuhnya. Begitu dewasa akan semakin jelas perbedaannya. Bagian kepala dan leher bulunya panjang. Warnanya beragam antara lain putih, jitam,putih coklat dan abu-abu. Lyon termasuk kelinci jenis besar. Saat dewasa berat badannya bias mencapai 4-5 kg. 6. Dutch courtesy : www.sutherabbitlady.comKelinci jenis ini di sebut dutch dimungkinkan karena asal-usulnya dari negeri kincir angin. Bulunya pendek dan kaya warna. Hitam putih, coklat, abu-abu atau perpaduan warna itu. Ada yang kombinasi 3 warna yang disebut tricoloured dutch alias kembang telon. Dutch memiliki cirri khas yaitu ada lingkaran putih di leher, seperti memakai kalung. Berat badan dewasa 1,5-2 kg. Anak dutch bias mencapai 7-8 ekor. Karena kaya warna dan keunikan kombinasi warna bulunya,serta kelincahannya dutch banyak diminati sebagai hewan kesayangan. 7. Nederland courtesy : www.sutherabbitlady.comKelinci jenis ini memiliki tubuh yang mungil dan terampil. Berat badannya tidak sampai 1 kg. Kelinci ini berasal dari Belanda. Bulunya tidak tebal dan warnyanya bermacam-macam karena kelinci ini banyak disilangkan. 8. Mini Nederland Himalayan courtesy : shintarabbit.blogspot.com/Kelinci jenis ini termasuk ras kecil. Beratnya hanya sekitar 1 kg. Kelinci jenis ini sebenarnya merupakan resesif yang muncul dari silangan dutch. Disebut Himalayan karena ada warna hitam di ujung telinga serta warna gelap pada ujung kaki dan hidung. Anak yang lahir biasanya kurang lebih 5 ekor. 9. Drawft Hotot courtesy : www.sutherabbitlady.comKelinci jenis ini secara fisik hampir sama dengan mini Nederland Himalayan. Namun lingkaran hitam dimatanya yang khas mirip celak membuat kelinci ini terlihat cantik dan unik. Telinga tidak begitu panjang dan tegak. Diantara kelini hias lainnya, sementara ini kelinci hotot termasuk yang paling mahal dan terbilang langka karena sangat sulit dijumpai. 10. Rex Carpet courtesy : www.bbc.co.ukKelinci jenis rex carpet terkenal di Amerika serikat tahun 1980-an. Kelinci jenis rex berpotensi untuk diambil daging dan bulunya (fur).Warnanya pun bervariasi, antara lain biru (blue rex), hitam (black rex), bertotol (dalmatian rex/papilon rex). Kelinci putih (white rex) paling digemari. Bulunya lembut seperti beludru dan tebal yang mirip dengan karpet. 11. Tan courtesy : www.rnbrabbitry.comKelinci jenis ini lahir di Inggris, ditemukan tahun 1880 di Culland Hall dekat Braillsford (Derbyshire), masih liar dan penakut. Setelah dikembangbiakkan lahirlah kelinci dengan warna perpaduan hitam dan coklat tua, biru dan putih kebiruan (lilac). Kelinci jenis ini sangat gagah dan menarik serta masih langka di Indonesia dan masih terbilang sangat mahal harganya. 12. Holland Dwarf / Holland Lop courtesy : www.sutherabbitlady.comKelinci jenis ini sama dengan Nederland Dwarf asli Belanda. Ditemukan Mei 1940 yang kemudian dikembangkan oleh J.Meijerig dan C.W.Calcar.Tubuhnya mungil dan termasuk small size dan beratnya hanya 0,9 kg dengan leher pendek sehingga dijuluki lost neck rabbit, ukuran telinganya kecil. 13. Harlequin courtesy : www.sutherabbitlady.comKelinci ini disebut Harleyquin bila ada aneka warna dalam satu individu dengan corak beraturan membentuk garis lurus, misalnya coklat, hitam,coklat tua. Di Jerman pada 1940 ada breed berwarna blue marten. Usai Perang Dunia II ditemukan silver marten warnanya putih dan coklat. Kelinci ini dikenal sebagai English rabbit. Kelinci ini merupakan silangan flamish giant, English lop, Patagonian, angora, dutch, silver dan Himalayan. Warna dasarnya adalah pure white (putih bersih) dan ber-spot. Variasi lainnya yaitu hitam, coklat, dan free color. Spotnya terdapat diseluruh badan dan di hidung ada spot besar. 14. Flemish Giant courtesy : www.sutherabbitlady.comSalah satu yang terbesar dalam negeri keturunan kelinci, Flemish Giant sangat jinak dan cukup toleran terhadap penanganan. Mereka rata-rata antara 15-16 pound (meskipun beberapa tumbuh lebih besar) dan mengukur panjang sekitar 22 inci. Flemish Giants harus disimpan di kandang yang lebih besar mengingat ukuran yang lebih besar. 15. American Fuzzy Lop courtesy : www.sutherabbitlady.comAmerican Fuzzy Lop memiliki penampilan seperti Holland Lop dengan pengecualian bulunya seperti wol. Beratnya 3,5-4 lbs pada usia dewasa. Telinga lop di sepanjang sisi wajah. Amerika Fuzzy Lops adalah kelinci yang aktif, senang bermain, berkembang biak dengan banyak kepribadian. 16. English Lop courtesy : www.sutherabbitlady.comKelinci yang sangat ramah, Lops inggris dicirikan oleh telinga mereka yang sangat besar memangkas sepanjang sisi wajah. Dianggap sebagai salah satu keturunan kelinci "Fancy" yang benar, Lops inggris dapat tumbuh cukup besar dan biasanya mencapai 9-11 kilogram. 17. French Lop courtesy : www.sutherabbitlady.comTerbesar dari keturunan Lop, kelinci ini dapat sangat berat dan gempal dengan kepala tebal yang lebar. Telinganya panjang dan lop, lebih pendek daripada keturunan lop inggris. Kelinci dewasa akan mencapai berat paling sedikit 12 kilogram. Mereka biasanya baik hati dan ramah. source : http://dadangkurnia.com , http://www.sutherabbitlady.com/
|
|
|
|
« Last Edit: January 17, 2010, 02:15:09 AM by brondong »
|
Logged
|
|
|
|
|
brondong
|
 |
« Reply #1 on: January 17, 2010, 12:17:07 AM » |
|
Peluang Usaha BETERNAK KELINCI HIAS, HOBI DAN BISNIS YANG MENGUNTUNGKANYanti Dwimayanti, warga Kelurahan Cipinang Melayu Jatiwaringin Jakarta Timur ini, awalnya tidak pernah berniat menjadikan kelinci sebagai komoditas bisnis. Sebelumnya dia lebih tertarik memelihara kelinci sebagai hobi . “Awalnya saya membeli kelinci untuk anak saya. Kebetulan kita sekeluarga senang dan merawat kelinci. Tak disangka kelinci yang kita pelihara menghasilkan anak. Saudara-saudara dan teman-teman saya banyak yang tertarik dan kemudian membeli beberapa kelinci yang kita punya. Sejak saat itu, banyak orang tahu dan berminat datang ke saya untuk membeli kelinci. Dari situlah saya berpikir untuk membuka usaha menjual kelinci hias”, ujar wanita kelahiran Jakarta, 26 Maret 1966 ini. Menurut pengalaman Yanti, usaha ternak kelinci hias akan balik modal dalam waktu 6 bulan sampai satu tahun. Skala peternakannya minimal 100 ekor kelinci betina dan 10 ekor kelinci jantan. Sejak tahun 2005, Yanti memulai bisnisnya dengan menggunakan nama dagang Riponti Rabbit. Dia memulai usahanya dengan modal yang tidak terlalu besar, hanya Rp. 500.000. Modal tersebut digunakannya untuk membeli sepasang kelinci hias, kandang, dan pakan. Dia mendapatkan kelinci-kelinci tersebut dari daerah Lembang, Bandung. Saat Sinar Tani berkunjung ke kediaman sekaligus peternakannya beberapa hari yang lalu, Yanti telah memiliki seratus ekor lebih kelinci hias. Kelinci-kelinci tersebut dipisahkan menurut jenisnya di dalam kandang-kandang kayu berjeruji kawat. Kandang-kandang kelinci itu disusun bertingkat-tingkat di halaman belakang rumah seluas 75 m2. Kelinci hias yang dipeliharanya beraneka jenis. “Jenis kelinci hias yang saya kembangbiakkan di antaranya. Angora, Himalayan, Lop, Rex, Netherland Dwarf, Flemish Giant, dan Rhinelander”, ujarnya. source : http://www.sinartani.comBeternak KelinciKelinci dipelihara untuk dinikmati keindahan bulunya, dan dinikmati dagingnya karena lebih gurih dan halus dibanding daging ayam, atau kambing. Bila Anda penggemar hewan kelinci, maka Anda cukup beruntung. Karena, kalau sebelumnya memiliki kelinci hanya menjadikannya hewan peliharaan dan hias, kini kelinci bernilai bisnis. Permintaan daging binatang itu sekarang meningkat. Alasan orang memelihara kelinci adalah karena hewan ini jinak dan lucu. Beberapa jenis di antaranya memiliki bulu menarik sehingga orang semakin meminatinya untuk hiburan di rumah. Orang lalu mencoba mengembangbiakkan kelinci karena bibit hewan ini sebagian masih harus didatangkan dari Australia, atau Eropa. Salah seorang pecinta dan sekaligus pebisnis kelinci adalah Ongky Sasongko, pemilik Conejo Rabbit Breeder di Yogyakarta. Ia mengawali hobi beternak kelinci dengan membeli beberapa ekor sebagai bibit. Namun, karena usianya masih muda hewan itu banyak yang mati. Dari pengalaman ia tahu bahwa setelah lahir, kelinci membutuhkan waktu sekitar 40 hari untuk mandiri dari induknya, Ongky pun banyak belajar bagaimana memelihara kelinci dari berbagai sumber informasi. Sejak empat tahun lalu pria yang memiliki latar belakang pendidikan arsitektur ini mulai serius beternak kelinci. Saat ini ia memiliki sekitar 150 ekor kelinci hias yang terdiri atas 12-15 jenis, seperti Rex America, Dwarf, English Spot, Dutch, jersey wolley, harley queen, dan sebagainya. Di dunia sebenarnya ada 72 jenis kelinci hias dan potong. Sekitar 50 jenis di antaranya terdapat di Indonesia. Setiap ekor bibit kelinci Ongky menjualnya seharga Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu. Harga kelinci berukuran induk berkisar Rp 250 ribu hingga Rp 500 ribu per ekor. Ongky mencari bibit itu hingga ke Bandung, dan wilayah lain di Pulau Jawa. Ia berharap bibit kelinci bermutu bisa terus didatangkan ke Indonesia agar bibit bermutu bisa dilestarikan. ''Pada zaman Pak Harto ada banyak bibit bagus di Tapos tapi sekarang lain. Saya ingin ada perhatian dari pemerintah untuk ini,'' lanjutnya. Rendah kolesterolHewan ini bisa dilepas di halaman terbuka di rumah, atau dalam kandang yang dibuat secara khusus. Bila dilepas di halaman, kelinci akan memakan tanaman yang ada di halaman. Kandang yang dipakai sebaiknya berukuran minimal 60 x 40 sentimeter untuk seekor kelinci. Kandang itu harus bersih, tidak lembab, cukup penyinaran, dan anam dari makhluk predator semisal musang, tikus, dan ular. Selain sayuran, kelinci juga makan rumput, bekatul, ampas tahu, atau gandum. Sebagai menu tambahan bisa pula diberikan apel, atau pisang. Hewan ini juga termasuk yang tidak mudah sakit. Penyakit yang sering diderita kelinci adalah scabbies, sejenis kudis di kulit yang amat gatal. Penyakit ini biasanya muncul bila ia berada di tempat yang lembab tapi bisa diatasi dengan obat oles. Penyakit lainnya adalah pilek, atau batuk sebagaimana layaknya manusia. ''Kalau sakit bisa diberikan obat manusia asalkan dosisnya dikurangi.'' Selain dipelihara untuk dinikmati keindahan bulunya, daging kelinci telah lama dinikmati orang karena lebih gurih dan halus dibanding daging ayam, atau kambing. ''Kolesterolnya rendah dan mengandung protein yang tinggi,'' kata Ongky. Dari benua lainKebanyakan kelinci yang dipotong dan dimasak begitu adalah yang berasal dari Selandia Baru, atau Australia. Jenis lain adalah Flaam Reuss yang berasal dari Reropa. Biasanya berat kelinci ini mencapai 5-6 kg per ekor. ''Sebenarnya semua jenis kelinci bisa dipotong, tapi orang sayang karena bulunya yang menarik dan binatangnya lucu. Jadi, kelinci dipelihara saja,''tuturnya. Kini permintaan kelinci meningkat, baik untuk dipotong maupun sebagai hewan peliharaan. Beberapa pesanan daging kelinci datang dari rumah makan, atau swalayan. Sayang, peternak kelinci di wilayah tempat tinggal Ongky belum sanggup memenuhi permintaan itu karena kapasitas peternak yang masih terbatas. Sugiharto, peternak bibit kelinci Griya Unggul Yogyakarta mengakui hal tersebut. Dari ratusan ekor kelinci Australia yang ia miliki, kini hanya tersisa 50 ekor di kandang karena banyaknya permintaan. Pria yang menjalankan bisnisnya di Sleman, Yogyakarta sejak 1996 ini menjual tiap ekor kelinci sebesar Rp 30 ribu. Sedangkan daging kelinci potong dijual Rp 9 ribu hingga Rp 10 ribu per ekor. Para peternak pun masih banyak belajar dari peternak lainnya melalui paguyuban peternak kelinci yang dikelola Sugiharrto bersama sekitar 50 peternak lainnya. Besarnya minat beternak kelinci itu lantaran memeliharanya tidak sulit. ''Kalau gagal beternak sampai 30 persen, itu masih dapat dikatakan berhasil,'' tukas Sugigarto. Untuk Dipotong, atau demi Bulu Kelinci adalah salah satu hewan yang bisa dijumpai di banyak negara karena ia bisa beradaptasi dengan berbagai iklim di banyak negara. Menurut situs www.iptek.net.id tentang teknologi tepat guna yang dilansir Kementerian Riset dan Teknologi Indonesia, penyebaran pemeliharaan kelinci masih tradisional. Jenis yang umum diternakkan adalah American Chinchilla, Angora, Belgian, Californian, Dutch, English Spot, Flemish Giant, Havana, Himalayan, New Zealand Red, White dan Black, dan Rex America. Kelinci lokal sebenarnya berasal dari Eropa yang telah bercampur dengan jenis lain hingga sulit dikenali lagi. Manfaat yang diambil dari kelinci adalah bulu dan daging yang sampai saat ini mulai laku keras di pasaran. Selain itu masih dapat dimanfaatkan untuk pupuk, kerajinan dan pakan ternak. ''Air seninya bisa dipakai untuk penyubur tanaman anggrek dan pembasmi penyakit di daun,'' kata Ongky Sasongko, pemilik Conejo Rabbit Breeder di Yogyakarta. Menurut situs iptek tadi, fungsi kandang sebagai tempat berkembang biak diberi suhu ideal 21 derajat Celsius. Sirkulasi udara lancar, lama pencahayaan ideal 12 jam dan melindungi ternak dari predator. Kandang kelinci dibedakan menurut kegunaannya. Untuk dipakai induk atau kelinci dewasa, atau induk dan anak-anaknya, kandang jantan, khusus untuk pejantan dengan ukuran lebih besar, dan kandang anak lepas sapih. Untuk menghindari perkawinan awal kelompok dilakukan pemisahan antara jantan dan betina. Kandang berukuran 200x70x70 cm tinggi alas 50 cm cukup untuk 12 ekor betina/10 ekor jantan. Kandang anak (kotak beranak) beukuran 50x30x45 cm. Untuk tujuan apa Anda memelihara kelinci akan menentukan jenisnya. Jika ingin mendapatkan bulu, yang cocok adalah jenis Angora, American Chinchilla dan Rex. Sedang untuk tujuan potong jenis Belgian, Californian, Flemish Giant, Havana, Himalayan dan New Zealand merupakan ternak yang cocok dipelihara. Baik untuk tujuan mendapatkan bulu maupun dagingnya, kelinci harus punya sifat fertilitas tinggi, tidak mudah panik, tidak cacat, mata bersih dan terawat, bulu tidak kusam, dan lincah/aktif bergerak. Sumber : Republika Online (www.republika.co.id)
|
|
|
|
|
Logged
|
|
|
|
|
brondong
|
 |
« Reply #2 on: January 17, 2010, 12:22:47 AM » |
|
Mengintip Fulus dari si Pemakan WortelDengan penampilannya yang imut dan menggemaskan, kelinci tak cuma menyenangkan digendong-gendong. Ternak kecil itu juga bisa dijadikan komoditas komersial sebagai penghasil daging maupun satwa kesayangan. Usaha ternak kelinci biasanya diawali pelaku bisnis dari hobi. Yanti, salah satunya. Pemilik Riponti Rabbit, peternakan kelinci hias di Pangkalan Jati V, Jakarta Timur ini merasakan manfaat ganda antara menyalurkan kegemaran dan meraih keuntungan. Keduanya bisa berjalan, “Asalkan kelinci dikembangkan secara intensif dengan pemberian pakan dan perawatan yang benar dan tepat,” kata ibu kelahiran 1966 itu. Demikian pula Sinto Syam, pemilik Istana Rabbit, peternakan kelinci di Bogor-Jabar. Dia berpendapat, prospek usaha peternakan kelinci cukup menjanjikan. Pasalnya, nilai ekonomis kelinci cukup tinggi. Harga kelinci hias di pasaran lokal bermain pada kisaran Rp100 ribu hingga Rp500 ribu per pasang. Sementara anak kelinci konsumsi bisa laku dijual Rp30 ribu sepasang. Sedangkan setiap ekor kelinci konsumsi dewasa dihargai Rp20 ribu. Modal KecilSaat berbincang dengan AGRINA, Yanti mengatakan usaha ternak kelinci hias akan balik modal dalam waktu 6 bulan sampai satu tahun. Skala peternakannya minimal 100 ekor kelinci betina dan 10 ekor kelinci jantan. Namun karena memulai bisnis pada 2005 dari hobi, ia hanya bermodalkan Rp500 ribu. Modal yang tak seberapa ini habis untuk membeli sepasang kelinci hias, biaya pembuatan kandang, dan penyediaan pakan. Kini usaha Yanti sudah berkembang mencapai 30 ekor kelinci hias yang terdiri dari empat jenis, yaitu Lop, Dutch, Rex, dan Tan. Menurut pengamatan dia, maraknya usaha ternak kelinci baru berjalan satu dua terakhir. Saat ini Riponti Rabbit sudah mampu menjual anakan kelinci hias umur dua bulan sebanyak 3—5 pasang per bulan. Harga per pasang jenis Dutch dan Rex mencapai Rp60 ribu—Rp70 ribu, sedangkan Lop Rp150 ribu—Rp200 ribu. Sementara Tan masih belum dijual lantaran masih merupakan koleksi baru. Di Istana Rabbit yang merangkap sebagai rumah tinggal seluas satu hektar, Sinto mengembangkan 15 jenis kelinci hias dan sejumlah ras kelinci lokal untuk konsumsi. Mudah dan MurahMengenai perawatan kelinci, Yanti menilai mudah dan murah. Pihaknya hanya menganggarkan biaya pakan hijauan sebanyak Rp5.000 per hari untuk 30 ekor kelinci. Hijauan ini merupakan limbah dari pasar tradisional, seperti sisa sayuran termasuk wortel. Meski limbah, “Jangan beli yang sudah membusuk,” ia menyarankan. Pakan lainnya berupa rumput dan ubi-ubian. Menu pakan kelinci rupanya tak hanya wortel seperti dalam dongeng anak-anak. Yanti juga memberikan pellet khusus khusus bagi kelinci yang dibelinya dengan harga Rp15 ribu per kilo. Seekor kelinci maksimal menghabiskan satu kilo per hari, sehingga untuk semua kelincinya ia menyediakan 25—30 kg pellet per bulan. Ditambahkan mantan pegawai bank itu, setiap hari kelinci diberi makan dua kali, pagi hari dan menjelang malam. Jumlahnya minimal seperlima bobot badan kelinci. Hal penting lainnya adalah menjaga kelinci agar tidak mengalami dehidrasi dengan memberikan minum yang banyak. Pengembangbiakan kelinci di tempat Sinto dilakukan secara sederhana. Kelinci diletakkan dalam kandang permanen. Setiap kandang terdiri dari satu pasang. Setelah induk kelinci bunting, dipindahkan ke kandang khusus sampai melahirkan. “Daur mulai dari birahi, bunting, dan menyusui hingga siap jual mencapai waktu sekitar empat bulan,” kata Sinto. Dalam satu periode, kelinci dapat melahirkan anak 5—8 ekor. Kelinci dapat dijadikan induk mulai umur 5 bulan hingga 3 tahun. Kecuali pakan dan minum, kebersihan kandang harus dijaga dengan penyemprotan air setiap hari. Hal ini untuk menjaga agar kelinci tidak mudah terserang penyakit, seperti penyakit kulit dan diare. Yan Suhendar source : http://www.agrina-online.com
|
|
|
|
|
Logged
|
|
|
|
|
brondong
|
 |
« Reply #3 on: January 17, 2010, 12:27:48 AM » |
|
Perawatan Kelinci HiasSaat ini para penggemar kelinci hias mengalami peningkatan. Mulai dari anak anak, remaja, bahkan orang dewasa banyak menyukai binatang lucu ini. Meraka banyak memilih kelinci sebagai hewan kesayangan, berbagai pertimbangan menjadikan sebagai binatang peliharaan adalah lucu, tidak butuh tempat yang luas, bersahabat, banyak jenis dan juga warna warna menarik.untuk menjaga agar kelinci kita tetap sehat perlu dilakukan perawatan. Perawatan kesehatan kelinci meliputi perawatan kesehatan fisik(perawatan bulu, perawatan badan, perawatan kuku), dan perawatan kesehatan lingkungan(perawatan kandang dan juga kebersihan kandang). Perawatan kesehatan fisik kelinci- Perawatan bulusecara garis besar dilihat dari jenis bulu kelinci hias dapat dibedakan menjadi kelinci berbulu pendek dan kelinci berbulu panjan. Perawatan kelinci bulu pendek lemih mudah dari pada perawatan kelincu berbulu panjang. Cara perawatan bulu kelinci bulu pendek cukup dilakukan seminggu satu kali dengan cara memandikan dengan sampo khusus kemudian di keringkan dengan handuk atau di jemur. Sebaiknya dilakukan pada pagi hari. Sedangkan kelinci berbulu panjang membutuhkan waktu dan juga ketelatenan yang lebih. Pada kelinci bulu panjang minimal seminggu dimandkan dua kali kemudian dieringkan dengan handuk agar tidak masuk angin. Selain itu kelinci bulu panjang juga harus sering disisir agar rambut tidak gembel dan tetap terlihat indah. Selain itu menyisir rambut kelinci bulu panjang juga bertujuan agar kelinci tidak mengalami hairball(sumbatan bola rambut pada saluran pencernaan). - Perawatan badanagar badan sehat dan tumbuh besar kelinci harus diberi pakan yang cukup.memberi makan kelinci sehari minimal dua kali. Pagi hari dan malam hari. Pemberian pada malam hari jumlahnya lebih banyak karena pada malam hari kelinci lebih banyak beraktifitas. Usahakan jangan member pakan hijauan segar karena dapat menyebabkan diare. Sebaiknya pakan dilayukan sebelum diberikan agar kandungan airnya berkurang. Bisa juga diselingi dengan konsentrat. - Perawatan kukukuku kelinci hias sebaiknya selalu diperiksa jangan samapi terlalu panjang, Jika terlalu panjang dipotong tetapi harus hati hati. Selain itu periksa sela sela kuku jika ada luka atau juga keropeng agar tidak menjadi penyakit kulit. Perawatan kesehatan lingkungan- Perawatan kandangAgar kelinci aman dari ancaman pemangsa(kucing, *Censored dll ) maka kandang harus selalu dirawat. Jangan sampai ada lubang yang dapat menyebabkan pemangsa dapat masuk. - Kebersihan kandangAgar kelinci terbebas dari berbagai macam penyakit maka kebersihan kandang dan sanitasi harus tetap terjaga. Janagan sampai kandang kotor dengan sisa makanan dan feses yang sudah berhari hari,air urin juga harus bisa tuntas mengalir. Perawatan tambahan juda bisa dilakukan diantaranya: - Pada kelinci bunting dipisahkan dari pejantan ataupun kelinci lain. - Pada kandang kelinci bunting di beri kotak berukuran 25cm x 20cm x 15cm. - Pada kelinci sakit ditempatkan pada kandang tersendiri menghindari penularan. - Sebelum 2 bulan sebaiknya kelinci jangan di sapih - Pada kelinci yang baru disapih sebaiknya dikasih minum manis untuk tambahan energi Dengan melakukan perawatan yang baik maka kesehatan hewan peliharaan kita akan terjamin. source : http://kulinet.com TIPS MERAWAT KELINCISEDIKIT TENTANG KELINCI YA....Kelinci adalah hewan mamalia dari famili Leporidae, yang dapat ditemukan di banyak bagian bumi. Kelinci terbagi menjadi beberapa jenis, diantaranya Angora, miniLop, Dutch, Giant, lyion dan lain-lain. Khusus lyion sebenarnya adalah silang luar dari jenis Angora dengan jenis lain, namun dikalangan peternak kelinci hias disebut sebagai lyion atau angora jadi-jadian. Di Indonesia, peternakan kelinci dibagi dua yaitu peternakan daging dan hias. NIE ADA SEDIKIT TIPS BUAT PARA PECINTA KELINCI BIAR SUKSES MELIHARANYASekedar berbagi pengalaman aja tentang memelihara kelinci buat pemula. Supaya jangan kejadian lagi setelah beli satu dua hari langsung mati. Kesian, nggak tega ngeliatnya. Kemaren beli kelinci mati melulu sampe 5 ekor. Setelah itu baru berhasil hidup. Sekarang udah gede. Nah, ini tipsnya: 1. Anak kelinci jangan dikasih minum. Karena dia perutnya belum kuat. Kalo dikasi minum pasti mati deh besoknya. Setelah umur 3-4 bulan baru dia bisa minum air. 2. Jangan kasih wortel atau sayuran yang terlalu banyak mengandung air. Alasannya sama seperti nomer satu. 3. Yah jangan sampe kedinginan lah. Apalagi kehujanan. Soale itu kelinci yang dijual di pinggir-pinggir jalan, biasanya umurnya masih kecil banget. Harusnya masih diasuh sama induknya. Jadi butuh kandang yang hangat. 4. Kasih aja kangkung segar, jangan ditumis loh  Atau kulit jagung muda. Tapi yang paling gampang kangkung aja. Secukupnya, jangan kebanyakan. 5. Pengalaman kemaren, beli makanan kelinci di karfur berupa pelet, harganya mahal banget, bisa 50rb sekilo. Akhirnya kita kasih pelet ikan koi, yang warnanya merah jambu. Harganya cuman 10.000 perak aja. Udah gitu, dia lebih seneng pelet ikan koi ini daripada pelet kelinci yg di karfur. Belinya sih di tukang ikan hias. Nanti deh fotonya saya attached. 6. Kalo masih ada halaman. Kasih kesempatan dia ngelayap. Jadi pagi2 banget kasih makan kangkung dulu. Setelah dia kenyang, baru diumbar keluar. Biarin dia makan rumput2 liar di halaman. Dengan begini dia jadi gesit dan cepet sehat. Sebab kelinci yang dijual di pinggir jalan kadang udah sakit karena kelamaan dipajang. Setelah sore baru dikandangin. 7. Jangan kebanyakan dipegang2 atau digendong2. Itu kan kelinci hidup, bukan boneka. Kalo mau digendong2 mending beli boneka aja. Atau gendong anak tetangga aja. 8. Kandangnya sebaiknya yg bawahnya kawat. Biar kotoran dan pipisnya langsung jatuh. Nggak membasahi kandang. sehingga kandangnya tetep kering, nggak lembab. 9. Kalo beli anak kelinci sebaiknya yg kira2 ukurannya seumuran. kalo ada yg terlalu bongsor, nanti temennya keinjek-injek bisa mati. 10. Kalo beli yah jangan banyak2. Satu atau dua aja dulu. Nanti kalo udah bisa miaranya, baru mau nambah juga boleh. 11. Ati2 sama tikus wirok, alias tikus bandung yang kalo di kota gedenya bisa segede kucing kampung. Plus ati2 sama kucing. Dua2nya bisa melahap anak kelinci kita dengan gembira. 12. Yang hobi tanaman hias, siap2 tanamannya pada bondol semua. 13. Apalagi yah... kayaknya cukup deh. Oh ada satu lagi, kalo kira2 nggak sanggup memelihara, yah jangan beli. Kalo mati, kesian. Mereka kan makhluk hidup juga. source : http://julianti-chem.blogspot.com
|
|
|
|
|
Logged
|
|
|
|
|
brondong
|
 |
« Reply #4 on: January 17, 2010, 12:36:46 AM » |
|
Penyakit Pada Kelinciby : nay4rabbitPada kesempatan ini Nay4Rabbit mau sering sedikit nih mengenai penyakit yang sering menyerang pada Kelinci. Coba kita bahas satu persatu yach penyakit yg sering menimpa kelinci,…. Nah kali ini Kita akan membahas penyakit lainya, yaitu mencret. Menret pada kelinci biasanya disertai dengan kembung pada perut kelinci,…atau klo tidak kita obati maka kelinci tersebut bisa mati dalam keadaan kembung. Kami di Nay4Rabbit pernah mati 5 ekor indukan dalam waktu kurang dari sehari, perutnya kembung namun tidak diobati. Mungkin bukan 100% salah kita juga sih, karena penyakit ini memang susah2-gampang untuk dideteksi. Kan umur kelinci yang menentukan juga Allah S.W.T kita hanya berusaha mengobati saja. Walau susah untuk dideteksi, tapi bukan berarti tidak ada tanda2nya sama sekali, berikut tanda2 kelinci yg sedang kembung/mencret/masuk angin * Tidak bisa/malas berdiri. Kalaupun berdiri biasanya , membungkuk,..sama seperti manusia yg sedang mules/masuk angin. * Karena menahan sakit, biasanya kaki depanya diselonjorkan kedepan terus agar kaki kelinci tsb tidak menyentuh bagian perutnya yg sedang sakit. Hal inilah yg menyebabkan kelinci tersebut enggan dan sulit untuk berdiri . * Mata sayu . * Kelinci jd kurang aktif . * Gigi “gemeretek”/bergesek2kan sehingga menimbulkan bunyi. Hal ini karena kelinci sedang menahan sakit . * Kelinci haus terus . * Kotoran kelinci tidak padat/seperti gell. Penyakit ini cukup sering lho menimpa kelinci.. jadi mesti diwaspadai. Nah, klo kita dah tahu ciri2nya… Sekarang kita cari tahu penyebabnya. Penyebab mulesnya si kelinci ada banyak, tidak hanya satu. Sama aja kan kaya manusia  ada yg mules karena masuk angin, ada yg karena habis makan rujak pedas, ada juga yg mules karena mau ujian besoknya.  Berdasarkan pengalaman Nay4Rabbit penyebab utama mencret adalah * Tidak seimbangnya antara serat, protein, lemak dan gizi lainya pada pakan kelinci,..nah sekarang Kita semakin sadar kan akan pentingnya pelet. * Kotornya lingkungan kandang, sehingga bakteri masuk ke dalam tubuh kelinci melalui udara/makanan * Angin malam * Cuaca yg kurang baik * Berganti2 makanan secara drastis. Mungkin sama saja ketika orang Jawa pindah ke Padang (biasa makan Pecel diganti dengan Rendang) kan syok  Sebagai tambahan juga, penyebab mencretnya kelinci juga bisa diliat dari kotoran atau feses dari kelinci tsb,… * Kotoran berwarna ijo, dan seperti jelly, penyebab : Terlalu banyak serat/sayuran hijau yg tidak diimbangi dengan lemak, protein, dll (serat > 22%). Pengobatanya kelinci diberi hay (sayur yg sudah dilayukan) * Kotoran berwarna gelap, encer : Ada dua kemungkinan, 1. kemungkinan pertama warna gelap berasal dari darah. Pengobatanya harus dengan antibiotik. 2. Kemungkinan kedua kelinci terserang karena terserang bakteri seperti E.colli. Biasanya kelinci hanya bisa bertahan 1-3hari saja. Penangananya harus cepat dengan memberikan antibiotik yg dapat dibeli di dokter hewan. Ada tips dari Kami, biasanya klo kelinci di Nay4Rabbit ketahuan mencret, Kami melepaskanya di kandang dan menjemurnya di pagi hari. Selain itu juga bisa dicoba diberi penyegar cap kaki 3 atau Flagyl/Faldex yang bisa dibeli di Apotek dekat rumah. Kali ini Nay4Rabbit akan melanjutkan kembali untuk sedikit membahas penyakit yang masih berhubungan dengan pencernaan kelinci. Seperti halnya manusia, kelinci pun bisa mengalami sembelit. Penyakit sembelit pada kelinci sama saja dengan penyakit sembelit pada manusia dimana si kelinci akan mengalami kesulitan dalam membuang feses/kotoran. Tanda2 kelinci yg mengalami sembelit adalah sbb, * Feses keras * Jumlah feses lebih sedikit dari biasanya * Volume air seni sedikit * Air seni berwarna pekat/hitam Penyebab sembelit pada kelinci pun sama dengan pada manusia, yaitu kurang makanan berserat dan asupan air minum. Jika kelinci yg mengalami mencret disebabkkan karena terlalu banyak mengkonsumsi serat(>22%), maka penyebab sembelit justru sebaliknya. Selain serat, kurangnya asupan air minum juga menyebabkan kelinci mengalami sembelit. Pekatnya warna air seni kelinci menunjukan bahwa zat terlarut dalam air seni jauh lebih tinggi dibanding zat pelarut(air). Kurangnya asupan air minum selain menyebabkan kelinci mengalami sembelit, pada jangka waktu yg lebih panjang akan dapat menyebabkan kelinci tersebut menjadi kanibal. Penyebab sembelit pada kelinci lainya adalah karena ukuran kandang yang terlalu kecil kurang lebar maksudnya  . Ukuran kandang kelinci yg terlalu kecil membatasi pergerakan kelinci, sehingga kelinci kurang bergerak. Sistem pencernaan pada kelinci yg pasif/jarang bergerak akan lebih lambat dibandingkan pada kelinci yg aktif. Singkatnya penyebab sembelit pada kelinci sama dengan penyebab sembelit pada manusia, yaitu kurang serat, kurang minum dan kurang olahraga. Sembelit pada kelinci dapat ditanggulangi dengan cara, * Mengganti hay (sayur yg sudah dilayukan) dengan sayuran segar dan mengandung banyak serat (sawi, kangkung,dll) atau air (tomat, ketimun,dll) * Memberikan minum kepada kelinci * Melepaskan kelinci untuk beberapa waktu agar kelinci dapat bergerak/olahraga sehingga memperlancar sistem pencernaan kelinci tersebut, tapi awas jangan sampe masuk angin ya ntar sembut sembelitnya langsung kembung, kan cilaka. source : http://nay4rabbit.wordpress.com
|
|
|
|
|
Logged
|
|
|
|
SorrowAngel
✿ Drown in Sorrow ✿
Moderator Group
Colonel
    
Respect: +679/-32
Offline
Posts: 5986
I am only me, nothing more, nothing less
|
 |
« Reply #5 on: January 17, 2010, 12:52:30 AM » |
|
man itu postingan yang dari "TIPS MERAWAT KELINCI"
justru membahayakan tips nya
1. Kelinci ga boleh makan kangkung + kol, terlalu banyak gas, jangan gara2 alasan "kelinci gw suka kok, ga mati tuh" makanya dikasih
2. Makanan paling bagus tu buat kelinci = rumput (kalau bisa ada bunga dandelionnya). Kalau ga, rumput aja udah baik (rumputnya jangan ilalang ==' tapi hay, rumput gajah, Alfalfa, Timothy)
3. Soal pelet, yah ada orang jg bilang "gw kasi pelet unggas jg gpp, suka2 aja". Tapi tetap aja, kandungan pelet2 itu berbeda, sama kaya kangkung, dia mengandung amoniak, skrg sih gpp, tapi menurut studi kelinci yang dikasih makan kangkung hidupnya ga lama dari 4 tahun. Bukan berarti gpp skrg itu baik buat kehidupan kelinci selanjutnya
NB: tambahan, itu kok Lop Holland ada 2x kamu tulis, 1nya km tulis Holland Lop 
|
|
|
|
« Last Edit: January 17, 2010, 12:56:51 AM by SorrowAngel »
|
Logged
|
|
|
|
|
brondong
|
 |
« Reply #6 on: January 17, 2010, 02:12:21 AM » |
|
man itu postingan yang dari "TIPS MERAWAT KELINCI"
justru membahayakan tips nya
1. Kelinci ga boleh makan kangkung + kol, terlalu banyak gas, jangan gara2 alasan "kelinci gw suka kok, ga mati tuh" makanya dikasih
2. Makanan paling bagus tu buat kelinci = rumput (kalau bisa ada bunga dandelionnya). Kalau ga, rumput aja udah baik (rumputnya jangan ilalang ==' tapi hay, rumput gajah, Alfalfa, Timothy)
3. Soal pelet, yah ada orang jg bilang "gw kasi pelet unggas jg gpp, suka2 aja". Tapi tetap aja, kandungan pelet2 itu berbeda, sama kaya kangkung, dia mengandung amoniak, skrg sih gpp, tapi menurut studi kelinci yang dikasih makan kangkung hidupnya ga lama dari 4 tahun. Bukan berarti gpp skrg itu baik buat kehidupan kelinci selanjutnya
NB: tambahan, itu kok Lop Holland ada 2x kamu tulis, 1nya km tulis Holland Lop  >.< iya, itu cuma artikel dari pengalaman orang lain aja kok... aku jg kurang tau, hehehe, cuma ingin berbagi informasi aja...kalo pun ada yang punya pengalaman lain, atau mungkin km juga punya cara merawat dengan caramu sendiri, juga bisa di share kok rent, disini...  masing2 pemelihara atau breeder biasanya punya cara yang berbeda2 setau aku.. terkadang ada yang sama, terkadang ada yang berbeda2, tergantung tempat, sama iklim sekitar, setau aku...  wew....iya.... hauhauaua... sek2 tak editin dlu ya... 
|
|
|
|
« Last Edit: January 17, 2010, 02:27:36 AM by brondong »
|
Logged
|
|
|
|
SorrowAngel
✿ Drown in Sorrow ✿
Moderator Group
Colonel
    
Respect: +679/-32
Offline
Posts: 5986
I am only me, nothing more, nothing less
|
 |
« Reply #7 on: January 17, 2010, 11:58:38 PM » |
|
Mitos dan Fakta dalam KelinciKita menginginkan kehidupan kita dan kehidupan makhluk hidup yang lebih baik. Kelinci adalah hewan purba yang mesti diselamatkan dari kehidupan kita. Kita tidak ingin melihat manusia bahagia karena kelinci sementara kelinci sendiri teraniaya dan bahkan punah sia-sia.
Ada banyak penyebab kematian kelinci sehingga kelinci yang sekalipun secara alamiah memiliki kemampuan berpopulasi cepat dan banyak justru semakin langka.
Kematian disebabkan oleh konsumsi tidak terbukti merisaukan karena pada kenyataannya konsumsi kelinci sangat rendah dan jikalaupun konsumsi meningkat tidak akan menghabiskan sumber kelinci. Hal ini disebabkan kematian oleh konsumsi selalu diiringi oleh tingkat produksi pengelolaan secara baik. Dengan kata lain, kematian akibat penyembelihan untuk konsumsi akan selalu mempertimbangkan pengembangbiakan.
Ada banyak masalah dalam pemusnahan kelinci. Tetapi tulisan ini akan fokus pada kasus yang menonjol di Indonesia. Untuk menyelematkan kelinci mula-mula kita mesti memperhatikan beberapa hal ini.
Mitos-mitos kelinci
Mitos: Kelinci bisa tahan dari kematian sekalipun di bawa pergi jauh.
Fakta: terbukti banyak yang lebih mati ketimbang hidup. Kelinci indukan maupun anakan sangat rawan stress. Dan stress adalah masalah mendasar yang akan mengakibatkan pencernaan terganggu dan di situlah benih-benih penyakit muncul. Kelinci dengan pencernaan yang hanya mengandalkan usus (tanpa lambung) tidak bisa muntah. Kematian akibat stres sangat banyak. Kelinci dewasa yang dibawa kendaraan di atas 50 km mesti memperhatikan perawatan selama perjalanan. Tidak boleh ngebut, pakan harus terjamin dan tidak dalam kondisi cuaca panas atau dingin, atau terjadi perubahan cuaca mendadak. Ini sangat berbahaya. Sementara kelinci anakan sangat rawan kematian pada jarak 20 Km.
Mitos: kelinci tidak perlu air minum. Kelinci mati jika diberi air minum. Kelinci tak butuh minum karena sudah cukup mendapatkan minum dari kandungan rumput.
Fakta: setiap makhluk hidup butuh air minum. Kelinci adalah jenis herbivora yang tidak akan mencerna secara baik jika tidak didukung air minum. Rumput yang kandungan airnya mencapai 80 persen air tetap tidak cukup untuk menunjang kelancaran pencernaan, terlebih rumput kelinci harus dilayukan. Dalam kondisi layu kandungan air hanya berkisar 15-20 persen. Pencernaan sangat membutuhkan air, terutama air pegunungan yang masih steril dari kotoran. Air juga sumber energi untuk mentralisir bakteri buruk dalam pencernaan. Air memang mengandung bakteri, tetapi selama bakteri tersebut lancar dalam pencernaan kelinci akan selamat. Sedang tanpa air kemungkinan saluran pencernaan kelinci terkena Gastrointestinal (GI) sangat mudah terjadi. Produksi kencing juga membutuhkan air. Tanpa air minum air kencing akan menyedot gizi dari makanan. Ini bisa mengakibatkan ginjal. Kelinci tanpa air minum rata-rata miskin produksi dan mudah stres serta kemampuan daya tubuhnya menipis dan hanya mampu bertahan hidup di bawah 4 tahun.
Mitos: memegang kelinci yang paling tepat adalah telinganya.
Fakta: telinga berakar pada bagian kepala yang langsung terhubung ke syaraf. Kelinci bisa stress dan sakit gawat jika ditarik telinganya. Telinga kelinci adalah organ paling sensitif, bisa sakit jika diperlakukan kasar, tetapi sekalipun bisa membuat nikmat kelinci jika dielus-elus secara lembut. Jangan tarik telinga kelinci.
Mitos: kelinci cukup makan pelet tanpa rumput.
Fakta: sejauh ini, terutama di Indonesia, pelet khusus untuk kelinci dengan kandungan serat lebih 17 persen membuktikan tidak mencukupi pemenuhan serat-kasar. Banyak kasus kelinci makan bulu yang dipelihara orang-orang kota. Itu membuktikan pasokan serat dari rumput dan sayuran sangat miskin. Di Amerika Serikat maupun Eropa, Pemelihara kelinci tetap berusaha keras memberikan rumput asli sekalipun jaminan pakan berbentuk pelet sudah tergolong bagus. Hal ini karena mereka menyadari bagaimanapun juga makhluk hidup akan selalu nyaman dengan alam aslinya. Bahkan manusia pun sekarang semakin menyadari pentingnya keaslian. Tren makanan organic misalnya, adalah bukti natural dari sisi kehidupan alamiah. Kelinci tentu lebih bahagia jika diberikan pasokan serat melalui rumput dan sayuran asli. Pellet sebaiknya didudukkan sebagai pakan pokok pengganti akar dan umbi-umbian yang biasa dimakan kelinci di hutan.
Mitos: kelinci tidak bisa hidup dalam cuaca panas.
Fakta: di Afrika dan Timur Tengah dengan cuaca di atas 35 derajat Celsius bisa hidup. Masalah kematian bukan pada cuaca, tetapi serangkaian penyebab kompleks lainnya. Pergantian cuaca mendadak hanyalah mendorong salahsatu sebab buruknya kehidupan kelinci. Jika perubahan cuaca itu lebih dipengaruhi oleh musim kita bisa mengatasinya dengan rumah kelinci yang sejuk. Pergantian suhu disebabkan oleh perpindahan kelinci, misalnya dari pegunungan ke daratan rendah yang panas memang bisa menjadi pemicu dahaga dan stres. Karena itu kita harus memperhatikan perubahan ini. Kelinci tetap bisa berbenah diri dan beradaptasi dengan perbedaan suhu selama kita memperhatikannya secara baik. Suhu panas yang paling berpengaruh adalah pada libido kelinci. Di atas 30 derajat celsius kelinci lemah libido sehingga seringkali sulit kawin atau gagal kawin. Karena itu perkawinan sebaiknya pada jam dingin, antara jam 6-8 pagi, atau jam 6-8 malam.
(Tulisan ini dipersiapkan untuk edisi revisi pada buku KELINCI: pemeliharaan secara ilmiah, tepat dan terpadu (Faiz Manshur). Masih ada banyak serangkaian mitos dan fakta yang belum dimuat. Naskah ini disumbangkan kepada KKI untuk para pemelihara kelinci)http://edukasi.kompasiana.com/2009/12/13/mitos-dan-fakta-dalam-kelinci/
|
|
|
|
|
Logged
|
|
|
|
|
G36C
|
 |
« Reply #8 on: January 19, 2010, 12:26:33 AM » |
|
itu English Angora bisa dibeli dimana yah...? ada yang tau berapaan kira-kira harga nya...? yang masih kecil aja, jangan yang udah gede males gue meliara udah gede, gak asik 
|
|
|
|
|
Logged
|
|
|
|
SorrowAngel
✿ Drown in Sorrow ✿
Moderator Group
Colonel
    
Respect: +679/-32
Offline
Posts: 5986
I am only me, nothing more, nothing less
|
 |
« Reply #9 on: January 19, 2010, 08:02:09 AM » |
|
itu English Angora bisa dibeli dimana yah...? ada yang tau berapaan kira-kira harga nya...? yang masih kecil aja, jangan yang udah gede males gue meliara udah gede, gak asik  kalau di sby bisa beli di PTC
biasanya sih per ekor 500-650rebu
jangan terlalu kecil lho, tar yg ada mati kan sayang
|
|
|
|
|
Logged
|
|
|
|
|
.Theresia.
|
 |
« Reply #10 on: January 25, 2010, 10:35:04 PM » |
|
wah gila lucu lucu . emng di indonesia ada yang jual yah ? 
|
|
|
|
|
Logged
|
|
|
|
|
G36C
|
 |
« Reply #11 on: January 26, 2010, 12:55:23 AM » |
|
abis liat liat trit ini jadi inget sama kelinci gue yang dulu gue kasih nama --> Kelinci T olol hahhahahahah gue peliara dari kecil sampe gede akhirnya mati tua tapi gue yakin dia mati bahagia hahhahahahah satu-satu nya kelinci yang pernah gue peliara paling baik deh pokok nya rumah gue bukan tipe rumah berpekarangan (halaman) luas gitu jadi gue taro di dalem rumah selama hidup nya (seinget gue) dia gak pernah injek tanah/rumput selalu lantai ubin gak pernah lewatin batas ruang tamu, gak tau kenapa dia gak pernah lewat batas itu bisa masuk kamar gue sendiri, ikutan tidur (ngadem kek nya pake AC) cuma masuk kandang kalo mo makan aja (pintu kandang nya selalu terbuka) gak takut sama orang, liat orang bawa makanan pasti disamperin dipanggil dateng (sama siapapun) tiap pagi minum susu (sisa susu) malah kadang sengaja gue sisain buat dia demen banget makanin meses sama roti (ini kelinci bule kek nya sarapan nya roti sama susu  ) rajin ke kamar mandi, kotoran nya gak pernah berantakan selalu ke kamar mandi belakang gue sendiri gak tau siapa yg ngajarin, gak pernah ada yg ngajarin kek nya hobi nya lari lari keliling rumah berhubung ubin kadang gak bisa nge-rem, jadi suka nabrak-nabrak tempat tidur favorit nya di atas meja makan, jangan tanya gimana cara nya dia bisa naik gue aja bingung sayang gak ada poto nya pas udah gede ini beberapa poto nya pas masih kecil    di poto itu kan ada baskom dari besi gak jelas waktu kecil tidur nya di situ di kasih alas handuk soalnya doi gak bisa keluar dari sana hahahhahahahaha
|
|
|
|
|
Logged
|
|
|
|
|
Reeve_T
Guest
|
 |
« Reply #12 on: January 26, 2010, 08:32:14 AM » |
|
Walah bro... Pinter banget kelinci u... ;)6 Gwe baru tau kalo kelinci bisa bertingkah kaya gitu... Gitu kok dikasi nama T olol  ... Harus nya dikasi nama Einstein tuh...  Jadi pengen piara kelinci juga.... Cuma sayang dirumah uda ada guguk obesitas... Tar kelinci nya malah dibikin snack ama dia... 
|
|
|
|
|
Logged
|
|
|
|
jhonie
=jhonie's island=
1st Lieutenant
    
Respect: +75/-35
Offline
Posts: 1057
officium nobile.
|
 |
« Reply #13 on: March 23, 2010, 07:27:41 PM » |
|
aduhhh lutunaaa kelinci2 nya koko..xixixixi.. 
|
|
|
|
|
Logged
|
contact : 0856 93700000 - 08992700000
|
|
|
|
Esse
|
 |
« Reply #14 on: March 25, 2010, 08:44:07 AM » |
|
abis liat liat trit ini jadi inget sama kelinci gue yang dulu gue kasih nama --> Kelinci T olol hahhahahahah gue peliara dari kecil sampe gede akhirnya mati tua tapi gue yakin dia mati bahagia hahhahahahah satu-satu nya kelinci yang pernah gue peliara paling baik deh pokok nya rumah gue bukan tipe rumah berpekarangan (halaman) luas gitu jadi gue taro di dalem rumah selama hidup nya (seinget gue) dia gak pernah injek tanah/rumput selalu lantai ubin gak pernah lewatin batas ruang tamu, gak tau kenapa dia gak pernah lewat batas itu bisa masuk kamar gue sendiri, ikutan tidur (ngadem kek nya pake AC) cuma masuk kandang kalo mo makan aja (pintu kandang nya selalu terbuka) gak takut sama orang, liat orang bawa makanan pasti disamperin dipanggil dateng (sama siapapun) tiap pagi minum susu (sisa susu) malah kadang sengaja gue sisain buat dia demen banget makanin meses sama roti (ini kelinci bule kek nya sarapan nya roti sama susu  ) rajin ke kamar mandi, kotoran nya gak pernah berantakan selalu ke kamar mandi belakang gue sendiri gak tau siapa yg ngajarin, gak pernah ada yg ngajarin kek nya hobi nya lari lari keliling rumah berhubung ubin kadang gak bisa nge-rem, jadi suka nabrak-nabrak tempat tidur favorit nya di atas meja makan, jangan tanya gimana cara nya dia bisa naik gue aja bingung sayang gak ada poto nya pas udah gede ini beberapa poto nya pas masih kecil di poto itu kan ada baskom dari besi gak jelas waktu kecil tidur nya di situ di kasih alas handuk soalnya doi gak bisa keluar dari sana hahahhahahahaha Walah bro... Pinter banget kelinci u... ;)6 Gwe baru tau kalo kelinci bisa bertingkah kaya gitu...
hahaha... setubuh gw bro.. gw baru tau klinci bisa bgitu... dulu gw sempet piara kelinci ga tau kelinci apa. dan tu kelinci ngeselin. ga bisa diajak maen, maonya makan doang, santai² di tengah jalan rumah, udah tau rumah gw sibuk (gabung sm kantor) jd byk org mondar mandir. 
|
|
|
|
|
Logged
|
Magic Stuffs? HereDicari: Bassist, Gitaris, Vocal, utk form sebuah Band J-Rock / V kei. (diutamakan menggemari lagu2 X Japan) Jakarta... Have Fun aja....
|
|
|
Don_Gangsta
Kaskus DONATUR
Sergeant
 
Respect: +1/-7
Offline
Posts: 167
|
 |
« Reply #15 on: March 25, 2010, 04:10:24 PM » |
|
Btw, disini ada yg jual kelinci ga y?... 
|
|
|
|
|
Logged
|
|
|
|
|
|
|
g4by
|
 |
« Reply #17 on: June 07, 2010, 09:18:36 AM » |
|
kyny llucuan yang yang buluna tipis yaa... yg buluna tebel rada ngeri,, kaya landak
|
|
|
|
|
Logged
|
|
|
|
cYnthia-
Cadet
Respect: +0/-0
Offline
Posts: 13
|
 |
« Reply #18 on: July 18, 2010, 08:16:01 AM » |
|
pengeeeeeeen 
|
|
|
|
|
Logged
|
|
|
|
|
SuSu_NaGa
|
 |
« Reply #19 on: July 19, 2010, 02:18:11 AM » |
|
pengeeeeeeen  Ati2 di warn loh  baca rules ligagame dulu ya baru post  Wah kelinci hias... Gw cuma suka liatnya doank ini kelinci, kalo suru pelihara ogah bgt dah 
|
|
|
|
|
Logged
|
Quote From : Daniel Gori (Teman SMAku) Wong tuoku ngajari hormat karo wong seng layak dihormati. Lek wong tuone sampeyan ngajari ngono. pas sampeyan tuwek sampeyan ga iso hormat karo wong enom...
|
|
|
|
aiRa-fluff
|
 |
« Reply #20 on: July 21, 2010, 04:50:33 PM » |
|
abis liat liat trit ini jadi inget sama kelinci gue yang dulu gue kasih nama --> Kelinci T olol hahhahahahah gue peliara dari kecil sampe gede akhirnya mati tua tapi gue yakin dia mati bahagia hahhahahahah satu-satu nya kelinci yang pernah gue peliara paling baik deh pokok nya rumah gue bukan tipe rumah berpekarangan (halaman) luas gitu jadi gue taro di dalem rumah selama hidup nya (seinget gue) dia gak pernah injek tanah/rumput selalu lantai ubin gak pernah lewatin batas ruang tamu, gak tau kenapa dia gak pernah lewat batas itu bisa masuk kamar gue sendiri, ikutan tidur (ngadem kek nya pake AC) cuma masuk kandang kalo mo makan aja (pintu kandang nya selalu terbuka) gak takut sama orang, liat orang bawa makanan pasti disamperin dipanggil dateng (sama siapapun) tiap pagi minum susu (sisa susu) malah kadang sengaja gue sisain buat dia demen banget makanin meses sama roti (ini kelinci bule kek nya sarapan nya roti sama susu  ) rajin ke kamar mandi, kotoran nya gak pernah berantakan selalu ke kamar mandi belakang gue sendiri gak tau siapa yg ngajarin, gak pernah ada yg ngajarin kek nya hobi nya lari lari keliling rumah berhubung ubin kadang gak bisa nge-rem, jadi suka nabrak-nabrak tempat tidur favorit nya di atas meja makan, jangan tanya gimana cara nya dia bisa naik gue aja bingung sayang gak ada poto nya pas udah gede ini beberapa poto nya pas masih kecil di poto itu kan ada baskom dari besi gak jelas waktu kecil tidur nya di situ di kasih alas handuk soalnya doi gak bisa keluar dari sana hahahhahahahaha astaga ini kelinci pinter banged. bukannya kelinci biasanya aga susah ya diajarin toiletna? kl ada kelinci kaya gni pengen deh @__@  -------------------------------------------------------------------------------------------------- kelinci dari gambar kyna plg lucu holland lop, english lop, ama jersey wolly btw emg di Indo ada jual jersey wolly yah? 
|
|
|
|
|
Logged
|
i've recognized it from the beginning. if i don't struggle nor fight for my existence, then no one will remember me as one of them nor a human. what "true friends" mean anyway? i hv thought i always alone. and maybe it happened now n then
|
|
|
anthonylie
Cadet
Respect: +0/-0
Offline
Posts: 10
|
 |
« Reply #21 on: August 14, 2010, 11:53:41 AM » |
|
aq pernah piara kelinci tp kelinci na mati di dudukin cc qu... T.T
|
|
|
|
|
Logged
|
|
|
|
|
SuSu_NaGa
|
 |
« Reply #22 on: August 15, 2010, 06:26:31 PM » |
|
Oiiii... gw tertarik ama kelinci jenis2 lop... ada yg bisa kasi tau nda di surabaya di daerah mana yang ada peternakan kelinci hias? yg jual kelinci jenis2 lop... berapaan ya untuk harga indukan sepasangnya? 
|
|
|
|
|
Logged
|
Quote From : Daniel Gori (Teman SMAku) Wong tuoku ngajari hormat karo wong seng layak dihormati. Lek wong tuone sampeyan ngajari ngono. pas sampeyan tuwek sampeyan ga iso hormat karo wong enom...
|
|
|
|
G36C
|
 |
« Reply #23 on: August 15, 2010, 06:36:46 PM » |
|
wedew... kelinci gue sakit bulu nya rontok trus jadi jabrik2 gitu trus jadi bau (gak bau-bau amat sih, tapi bau) muka nya (sebelah kiri) jadi peot...  kenapa ya....?
|
|
|
|
|
Logged
|
|
|
|
|
brondong
|
 |
« Reply #24 on: August 16, 2010, 12:28:36 PM » |
|
btw kyknya lagi banyak yang ternak kelinci yah... baik hias maupun daging..
kyknya seru jg yah...
|
|
|
|
|
Logged
|
|
|
|
|