Ligagame CSO

Main Menu
Hotk
Sudden attack indonesia
Qeon Shadow company
Garena Heroes of Newerth
Teracord Chaos

Banner

Banner

Ligaponsel
May 24, 2012, 12:50:20 PM
Sorry Guest, you are banned from posting or sending personal messages on this forum.
Poll
Question: Flora apa yang kamu sukai?
Tanaman Hias
Pepohonan
Pohon buah2an
Tanaman Bonsai / kerdil
Tanaman Karnivora
dll, sebutkan

Pages: [1] 2   Go Down
Print
Author Topic: [Galeri dan Diskusi] Flora mania !!  (Read 3517 times)
0 Members and 1 Guest are viewing this topic.
brondong
The Cigarette
Senator
****************

Respect: +307/-178
Offline Offline

Posts: 22755


« on: January 12, 2010, 05:25:45 PM »

yoo para flora mania, ayo post flora apapun yang kamu sukai ataupun kalian pelihara dirumah...

sekaligus disini juga bisa sebagai tempat diskusi tentang Flora...

no junk, no OOT, no post dibawah 5 kata yah...  ;)6
Logged
S3RIOUS
Sergeant Major
****

Respect: +7/-8
Offline Offline

Posts: 470


Jesus Love Me


« Reply #1 on: January 12, 2010, 07:13:31 PM »

Flora apa yang sekarang kk senangi?
 Roll Eyes
Logged

Go and Face the WORLD....!!!
brondong
The Cigarette
Senator
****************

Respect: +307/-178
Offline Offline

Posts: 22755


« Reply #2 on: January 12, 2010, 07:20:21 PM »

Flora apa yang sekarang kk senangi?
 Roll Eyes
nanya saya?

kalo saya sih, yg tanaman carnivora..  Cheesy Cheesy keren...  Cheesy
Logged
brondong
The Cigarette
Senator
****************

Respect: +307/-178
Offline Offline

Posts: 22755


« Reply #3 on: January 12, 2010, 09:10:03 PM »

Nephentes – Tanaman Carnivora ternyata mayoritas di Indonesia.

Wuih ada ya tanaman yang bisa makan hewan ? itu pertanyaan anak-anak saya gilang dan boogie ketika saya bawa mereka jalan2 di hutan, untuk melakukan check lapangan pada laporan Tom kaar anggota kita, warga Belanda yang juga anggota aktivis lingkungan hidup Coral Reef and Mangrove Conservation – ODC Batam. Di Batam ini ternyata kehidupan hewan dan tanaman unik sangat beragam. Tanpa sadar sebagaian pengusaha dan masyarakat yang tidak mengerti akan hal ini menghancurkannya dan membuat mereka menjadi langka. Dengan genus Nepenthes dan orang bule memanggilnya Tropical pitcher plant, yang termasuk dalam familia monotypic, terdiri dari 80-100 spesies, baik yang alami maupun hibrida. Nepenthes termasuk dalam famili Nepenthaceae dan kelas Magnoliopsida pada umumnya tumbuh pada hutan hujan tropik dataran rendah, hutan pegunungan, hutan gambut, hutan kerangas, gunung kapur, padang savanna dan tepi danau.

Perbanyakan tanaman Nepenthes dilakukan melalui stek batang, biji dan memisahkan anakan. Umumnya Nepenthes yang hidup terrestrial di dataran rendah tumbuh di tempat-tempat yang berair atau dekat sumber air pada substrat yang bersifat asam. Nepenthes juga membutuhkan cahaya matahari intensif dengan panjang siang hari antara 10-12 jam setiap hari sepanjang tahun, dengan suhu udara antara 23-31°C dan kelembaban udara antara 50-70%.

Genus ini merupakan tumbuhan karnivora di kawasan tropis Dunia Lama, kini meliputi negara Indonesia (55 spesies, 85%), Tiongkok bagian selatan, Malaysia, Filipina, Madagaskar, Seychelles, Australia, Kaledonia Baru, India, dan Sri Lanka.

Habitat dengan spesies terbanyak ialah di pulau Kalimantan dan Sumatra. Nepenthes, pertama kali dikenalkan oleh J.P Breyne. Nama Nephentes diambil dari sebuah nama gelas anggur. Di Indonesia, disebut sebagai kantong semar karena mirip perut seorang tokoh wayang, dengan sebutan beragam di berbagai daerah, periuk *Censored (Riau), kantong beruk (Jambi), ketakung (Bangka), sorok raja mantri (Jawa Barat). ketupat napu – napu adalah rawa, dan ternyata kantung ini sering dipergunakan untuk tempat ketupat (Dayak Katingan), telep ujung – ujung adalah nama seorang raja sementara telep adalah alat untuk menyimpan anak panah beracun (Dayak Bakumpai), dan selo begongong – yang artinya sarang serangga (Dayak Tunjung). Di Sumatra barat, ketakung ini sering digunakan untuk membuat kue godah, kue yang terbuat dari campuran beras, gula dan santan ini kemudian dikukus dalam kantung semar.

Selain itu Naphentes ini biasanya digunakan oleh masyarakat pedalaman sebagai kantung minum, bila mereka haus maka mereka akan mencari kantung semar yang masih kosong, tapi mereka akan meninggalkan yang sudah berisi. Ternyata ketika ada mangsa yang masuk kedalam perut naphentes, dia akan mengeluarkan sejenis enzim yang merupakan racun dan mematikan untuk serangga. Untuk manusia, racun ini tidak mematikan, tetapi penduduk local atau para pendaki gunung yang kehabisan bekal air, biasanya menghindar untuk minum dari kantung yang berisi serangga. – daripada diare dihutan ?, wah berabe..

Tumbuhan ini dapat mencapai tinggi 15-20 m dengan cara memanjat tanaman lainnya. Pada ujung daun terdapat sulur yang dapat termodifikasi membentuk kantong, yaitu alat perangkap yang digunakan untuk memakan mangsanya (misalnya serangga, pacet, anak kodok) yang masuk ke dalam.





Ternyata nepenthes ini yang biasanya mampu hidup diaera yang gersang dan tandus dan kekurangan unsur hara terutama nitrogen, mencoba mendapatkannya dari hewan mangsanya, dan di Batam yang memiliki mayoritas tanah bauksite tanaman ini bisa tumbuh subur. Memang hebat Alloh swt, yang menciptakan mahluk ini, mahluk yang tidak punya akal/pikiran tetapi mampu menangkap mangsanya.



Tak heran kalau para pencinta tanaman mulai memburu tanaman ini, berbagai majalah membahas tuntas misalnya trubus, flona atau buku2 mandiri buatan para pakar tanaman. Dan tak heran bila ada kumpulan pecinta tanaman naphentes yang bisa anda hubungi di naphentes_Indonesia@yahoogroups.com atau di http://tanamanbuas.proboards84.com/



Dari sekitar 100 species yang tersebar diseluruh dunia, tanaman jenis nepenthes yang paling banyak diburu adalah :

Nepenthes hirsuta
Sekilas Nepenthes hirsuta tidak menarik lantaran kantong bawah dominan berwarna hijau. Namun, coba perhatikan lebih seksama. Bintik-bintik merah menghiasi kantong bawah bagian dalam, tepatnya di bawah bibir. Kantong atas berwarna kekuning-kuningan dan jarang terdapat bintik merah. Penampilan kantong semar ini tambah istimewa dengan kehadiran bulu halus berwarna cokelat yang menyelimuti daun dan kantong. Panjang daun sekitar 20 cm dan lebar 4 cm. N. hirsuta dapat ditemui di lahan berpasir dan hutan kerangas dengan ketinggian 200-900 m dpl.

Nepenthes hookeriana
Nepenthes dataran rendah ini hasil persilangan alami antara N. ampullaria dengan N. rafflesiana. Tak heran jika penampilan kantong bawah mewakili bentuk kedua induknya: pendek, gemuk, dan besar. Bibir kantong dan tutup lebar. Sayap tumbuh pada kantong bawah. Kantong atas berbentuk seperti terompet, semakin ke bawah semakin runcing. Kehadiran sayap pada kantong atas semakin berkurang. Mulut kantong atas dan tutupnya besar dengan lebar sekitar 5 cm. N. hookeriana diambil dari nama salah satu ahli botani Inggris terkenal, Joseph Hooker.

Nepenthes truncata
Pitcher plant ini tampil dengan bentuk daun yang cukup unik. Daun Nepenthes truncata tebal dan bentuknya seperti hati, Lazimnya daun kantong semar berbentuk lanset. Tak hanya daun, kantong pun menarik. Warna kantong bagian luar terkesan monoton, dominan hijau. Bagian dalam lebih berwarna, berbercak merah, merah muda, dan ungu. Penampilan N. truncata semakin mewah dengan bibir berwarna jingga keemasan. Kantong bawah berbentuk silinder, gemuk, dan bersayap. Sayap muncul dari bagian atas sampai bawah kantong. Panjang kantong dapat mencapai 20 cm. Mulut kantong besar dengan diameter mencapai 5 cm. Tutup N. truncata menyerupai kubah,ia asli Filipina.

Nepenthes mira
Kantong bawah berwarna merah pekat atau krem dengan bintik-bintik merah. Warna bibir merah tua. Kantong atas, hijau-kuning terang. Nepenthes mira asli Pulau Palawan, Filipina. Kantong semar ini tumbuh di tempat berlumut dengan ketinggian sekitar 1.800 m dpl.

Nepenthes ventricosa
Jenis ini termasuk nepenthes dataran tinggi, hidup pada ketinggian di atas 1.000 m dari permukaan laut. Meski termasuk jenis dataran tinggi, tapi ia juga dapat tumbuh di dataran sedang dan rendah. Hanya saja kantong tidak muncul. Kantong berbentuk pendek, gemuk, dan bundar. Pinggang kantong mengerut dan tidak ada sayap. Kantong berwarna merah tua, krem, atau ungu kehitaman. Mulut N. ventricosa berbentuk oval. Bibir berwarna merah dengan bagian pinggir berlekuk-lekuk. Sama seperti 2 saudaranya di atas, ia berasal dari Filipina, tapi dibudidayakan di Malaysia.

Nepenthes bellii
Penampilan nepenthes ini lebih mempesona jika diletakkan pada pot gantung. N. bellii memiliki sulur yang panjang, mencapai 15 cm. Pitcher plant ini dapat dikategorikan sebagai nepenthes mini lantaran kantong kecil, tinggi kurang dari 5 cm. Berwarna merah kekuningan dan bibir kuning kehijauan. Si kerdil ini asli Pantai Timur Laut Mindanao, Filipina.

Nepenthes gymnamphora
Inilah nepenthes baru yang tak kalah cantik. N. gynamphora Ia tumbuh di hutan primer atau sekunder di hutan vulkanik . Ketakung ini termasuk nepenthes dataran tinggi karena hidup pada ketinggian 900 m sampi 2.750 m dpl. Ia hidup epifit, menempel pada pohon lain, seperti paku resam Gleichenia linearis. Bentuk kantong atas seperti pinggang berwarna hijau, merah, atau hijau ke merah-merahan. Panjang kantong mencapai 20 cm, dan tahan 1-2 bulan.

Nepenthes x ventrata
Ketakung ini merupakan hasil persilangan antara N. alata dan N. ventricosa, keduanya asli Filipina. Tanaman cantik ini memproduksi kantong berbentuk botol di ujung sulurnya. Tinggi kantong sekitar 15 cm. Bentuk kantong memikat laksana biola dengan bagian bawah lebih besar dibandingkan atas. Kantong N. x ventrata memiliki variasi warna, merah dan hijau. Perbedaan warna ini tergantung jumlah cahaya yang didapat.

Nepenthes x emmarene..
Ia merupakan hasil persilangan N. khasiana-asli India- dengan N. ventricosa-asli Filipina. Kantong berbentuk silinder berwarna kuning kehijauan dengan tinggi sekitar 15 cm. Bibir berwarna merah kecokelatan dengan bagian pinggir bergelombang. Keunikan N. x emmarene terdapat pada bentuk tutup. Ujung tutup membentuk huruf V

Dan sementara jenis-jenis baru dan unik belum semua bisa di petakan, kehancuran hutan sudah semakin parah. Kadang kita lupa bersyukur, bersyukur dengan cara menjaga kelestarian apa-apa yang sudah berikan oleh Alloh swt kepada kita, dan penghancuran, eksploitasi besar-besaran pun terjadi - mengikuti hawa nafsu. Uang - uang - uang..







Semoga saja para pecinta tanaman ini benar2 cinta dan mengembang biakkan nephentes yang termasuk sulit bagi pemula, karena dengan perkembang biakan, pengambilan di alam semakin kurang. Selain karena memang diburu, tanaman ini juga di Batam mulai habis karena lahan hidup mereka dibongkar untuk penambangan pasir liar dan pembabatan kayu hutan.

Padahal, punah itu untuk selamanya, dan caranya hanya satu, jaga dan lestarikan sekarang.

source : http://octopusdive.org
Logged
brondong
The Cigarette
Senator
****************

Respect: +307/-178
Offline Offline

Posts: 22755


« Reply #4 on: January 12, 2010, 09:42:52 PM »

Dionaea muscipula - The Venus Flytrap



TRAP TYPE: Snap Trap
One species, Dionaea muscipula J.Ellis (1768), occupying habitats in the southeastern United States of America (North Carolina, South Carolina).

The steel trap of Dionaea is hardly as powerful as the ones set by trappers for wolves, beavers or bears, but it is just as effective at catching its own small prey. Figure 1 shows the traps ready to spring. Its growth in the wild is restricted to the bogs in the central southeastern coastal plain of the United States. Figure 2 below is a Venus flytrap in its natural environment.

Near the crease where the two leaf "jaws" join there is a series of tiny hairs. If an unwary insect walks across these hairs, touching two or more of them in succession, the leaf will close quickly enough to prevent its escape. Unable to escape between the hair-like teeth at the edge of the leaf (Figure 3), the helpless insect is slowly digested and absorbed by the leaf. Glands on the leaf surface secrete several digestive enzymes that help to decompose the insect. Once the insect has been digested sufficiently, the leaf re-opens for another victim.

The sensitive hairs at the fold of the leaf prevent the leaf from closing every time a drop of rain lands on it, because the leaf requires that two or more of these hairs be triggered in succession (Figure 3). If the leaf does close without a victim, it will re-open in a few hours. According to Lloyd (in George 1962), the traps can only catch about three victims before the leaves turn black and die. And even if the trap fails to catch anything, like when you tease it by touching a hair with a small brush, it can only reopen and close again about seven times! So, don't tease the flytrap!

The mechanism of closing has fascinated biologists for many years. How can an inanimate plant react so quickly to the stimulus of touch? The most widely accepted explanation had been that a rapid change in the turgidity of the cells occurs. That is, there must be a sudden change in the water pressure in the cells – the cells of the bottom part of the midrib, that is. Now we know that it is not nearly so simple, nor is our old explanation valid, although the lower midrib cells do indeed take in more water. In Dionaea, the closing occurs in as little as a half second. Salisbury and Ross (1985) explain the phenomenon as acid growth.



Early theories on the acid growth suggested that potassium or sodium must rush into the lower midrib cells to create an osmotic gradient. That means there is more salt inside than outside the midrib cells, and more water outside those cells than inside. However, Hodick and Sievers (1989) provided evidence that a change in turgor pressure due to movement of potassium or sodium was not the cause, but they were unable to provide any evidence to support an alternative theory.







First, it appears that when you touch the hairs on the leaf, it causes a change in the electrical potential of the leaf. That sends a signal to the midrib somewhat like the signal your body sends when you wiggle a hair on your arm. Your brain knows you have been touched. In this case, the midrib "knows" that the leaf has been touched. But the mechanical process that follows this impulse was elusive because any attempts to study it resulted in the leaf closing, thus making it impossible to study the osmotic condition of cells of the open leaf.



Nevertheless, we now we have a somewhat clearer picture, but it still is only a collection of circumstantial evidence without direct links to demonstrate cause and effect. First the hairs are triggered, two in succession, and these triggers set up a change in the electrical potential, sending a signal to the lower cells of the midrib. Then a flurry of things happen so fast that we don't know what happens first. The growth hormone IAA appears in the midrib in increased concentrations. Hydrogen ions move rapidly into the cell walls of the midrib in response to action potentials from the trigger hairs (Salisbury and Ross (1985)).

We can only guess what happens here, but a good guess would be that a proton (H+) pump moves H+ ions out of the midrib cells and into the cell wall spaces between the cells. (Cell walls are really lots of fibers hooked together, creating a network of small capillary spaces.) Hydrogen ions naturally make this area more acid. These hydrogen ions seemingly loosen the cell walls, probably by dissolving the calcium pectate that glues the cellulose together, causing the tissues of the lower side of the midrib to be come flaccid. Calcium (not potassium or sodium as thought earlier) increases inside the cells and the cells absorb water.



It seems reasonable that this calcium might move into the cells by following the charge gradient. After all, if H+ ions left, the cell now has negative charges (electrons) that have no positive partner; the cell has a negative charge. This negative charge will attract positively charged things (positive ions, or cations) from outside the cell, like the Ca++ (calcium ions) that were freed from the calcium pectate bonds of the cellulose fibers. Once the calcium enters the cell, it creates an osmotic gradient. There is now a greater proportion of Ca++ and smaller proportion of water (H2O) on the inside of the cells than on the outside of the cells in the cell wall spaces. The result? Water enters the cells by osmosis. Since the cells have become unglued, they are able to expand as they take in water, and hence they grow.

This results in the expansion of the outside of the leaf and the "springing" of the trap. Yes, all this happens at lightning fast speed to make the leaf close. The cells remain at this larger size and the cellulose eventually increases to strengthen the walls. That gets the trap closed, but in a few days, it must re-open. Once the insect is digested, the cells on the upper surface of the midrib will grow, much more slowly, and the leaf will re-open.

As you might imagine, the leaf cannot keep doing this rapid growth trick forever. That is why it is only able to close its trap about seven times during the life of a leaf. But why does it do this at all? In its boggy peatmoss habitat, nutrients are very limited. It can't use the nitrogen in the atmosphere (neither can we!), but it does need some form of nitrogen. Experiments on the Venus flytrap by Roberts and Oosting (1958) suggest that perhaps it is the organic form of nitrogen and phosphorus that is important to the insectivorous plants. And the trapped insects give them just that.

Growing your own Venus Flytrap



The Venus Flytrap is one of the easiest carnivorous plants to grow. If you wish to grow one or more, they have only a few requirements such as, wet roots, high humidity, full sunlight, and poor, acidic soil. It comes shipped to you as a bulb or rhizome. Plant it root side down so that the top of the bulb is even with the soil. A recommended soil mixture is one that contains sphagnum moss and sand. Do not add fertilizer or lime. Your plants will do better if you transplant them into new soil every few years.

In order to provide high humidity for your Venus Flytrap, plant it in a terrarium or in a glass container with a small opening. An old aquarium or fish bowl makes a good container for this purpose. You need to watch your terrarium in the summer because the temperature inside the glass may get too hot. Two hours in the sun may be sufficient. If your plants wilt, then they need to come out of the sun sooner. Just the opposite is true for winter. If it gets very cold in your area you may need to move your plants away from the window or cover them at night in order to keep them warm and moist. However, your Venus' Flytrap will experience a dormant period in the winter, from Thanksgiving to Valentine's Day so it needs fewer hours of daylight and cooler temperatures.

Another way is to plant it in a pot and place the pot in a larger container such as a bucket. Partially cover the top of the bucket with a piece of glass or Plexiglas. Don't cover the entire top because air needs to circulate.

After your plant matures, it may produce flowers on a tall stalk far above the leaves. It has to be high above the leaves so insects pollinating the flowers do not get trapped in the leaves. Each flower produces very tiny seeds. They are about the size of the period at the end of this sentence. Plant the seeds right away or store them in the refrigerator. If you pinch the flowers off, the leaves will grow more vigorously since growing flowers takes a lot of energy from the plant.

The Venus' Flytrap also reproduces via its rhizome. It never has more than seven leaves. If your plant has more then seven leaves, it has already split off another plant from the mother plant. You may want to try pulling a leaf off and replanting it. Eventually, this leaf will die off and a tiny, tiny new plant will emerge.

If you wish to obtain and grow Venus' Flytraps you may check to see if you have a local greenhouse that carries them.

If you grow your plant outside, it will get enough insects to eat. If it rains the container may fill up with water but this will not hurt the plants, they can live underwater for months. If you grow your plant inside you will need to feed it insects. A couple of houseflies or small slugs per month is enough during the growing season. Do your plant a favor and DO NOT feed your Venus flytrap plants hamburger! Indigestion and rot may occur and usually your plant will die. Find a "just right" sized bug instead!







source : http://www.botany.org
Logged
Reeve_T
Guest
« Reply #5 on: January 13, 2010, 09:17:51 AM »

Request dunk...
Artikel tentang Tanaman2 / Jamur2 beracun...
Jadi biar menambah wawasan bagi yg suka camping di di alam bebas.
Biar gak asal comot trus direbus  Too Funny
Logged
brondong
The Cigarette
Senator
****************

Respect: +307/-178
Offline Offline

Posts: 22755


« Reply #6 on: January 13, 2010, 04:19:41 PM »

Request dunk...
Artikel tentang Tanaman2 / Jamur2 beracun...
Jadi biar menambah wawasan bagi yg suka camping di di alam bebas.
Biar gak asal comot trus direbus  Too Funny
iya, nanti diusahakan bro, tapi kalo situ ada, gpp, di post aja disini..  ;)6
Logged
abcar1906
Maj. General
*************

Respect: +232/-310
Offline Offline

Posts: 10198



« Reply #7 on: January 14, 2010, 02:02:26 PM »

jiahh serem2 bener ini taneman2 yg dipost si norman~ monstroplant~ Twink Twink



Calla Lily

Calla Lilies are very popular for wedding bouquets as they signify magnificence and beauty.

Calla lilies are one of the most beautiful flowers with a unique form of the flower. Calla lilies come in a wide array of colors viz., shades of green, pink, purple, yellow and orange.

Callas are also known by such other common names viz.,arum lily, trumpet lily, Pig lily. Calla lilies are native to Southern Africa. Calla lilies are easy to grow and are generally grown from bulb or rhizome.

Kingdom :
Plantae
Division :
Magnoliophyta
Class :
Liliopsida
Order :
Alismatales
Family :
Araceae
Genus :
Zantedeschia


Zantedeschia aethiopica (Lily of the Nile, Calla lily, Easter lily, White Arum lily)


Zantedeschia elliottiana sp. (Golden Arum Lily)


Zantedeschia rehmannii (Pink Arum Lily, Pink Calla)
pic by: wikipedia

Calla lilies are excellent houseplants, best for beds, borders, bouquets and flower arrangements.

Calla Lilies signify magnificence and beauty. Further combined with the attributes associated with the color you choose Calla lilies can convey a wealth of meaning.

About Calla Lily Flower and Plant

Calla lilies have long-petioled, basal leaves arising from a thick rhizome. The inflorescence, on a leafless flower stalk, consists of a spathe and spadix. The spathe, a large, flaring, trumpet-shaped bract, surrounds the spadix which is covered with tiny flowers.

Calla lilies average between 1 and 3 feet high and have a diameter of approximately 1 to 1 and 1/2' feet when fully grown. The Calla lily leaves are 1 1/2' long, rich green. The green leaves of the calla lily are shaped like arrowheads and have white or silver speckles.

Some Interesting Facts About Calla lilies
• Calla lily is a perennial bulb.
• Though called a lily, Calla lilies are not really lilies.
• Calla is a flowering genus of twenty-eight species originating in Africa and growing mostly in marshy areas.
• Calla lilies are grown from bulbous roots with finger-like growths. These are known as tubers.
• Blooming time of Calla lilies is late spring.
• The word Calla comes from the Greek term for beautiful.
• The Calla lily roots are poisonous.

Growing Calla lilies
• Plant Calla Lilies deeply for their good size.
• Plant them at 4 inches deep, spacing each bulb 12 inches apart.
• Start bulbs indoors in late winter and transplant them in the spring when danger of frost has passed.
• Apply a bulb fertilizer every month during the active growing season.
• Most Calla Lilies need a rest period after flowering.
• Let the leaves die back and let plants rest for 2 to 3 months.
• Then again resume watering to encourage new growth.

!!!
Those with children and pets should use caution when growing calla lilies. They contain a poisonous ingredient called oxalic acid. If this plant is ingested, a poison control center should be called immediately.

Calla lilies Care

• In cooler areas, take the rhizomes after first frost, clean the bulbs, if there is soil.
• Dry them in the direct sun for a few days.
• Store in a dry location that remains between 50 and 60 degrees F.
• Plant the calla lily bulbs in spring after the soil has warmed and all danger of frost has passed.
• Fertilize monthly, and keep well watered.


From : The Flower Expert.com
« Last Edit: January 14, 2010, 02:11:36 PM by abcar1906 » Logged

Point Zero
brondong
The Cigarette
Senator
****************

Respect: +307/-178
Offline Offline

Posts: 22755


« Reply #8 on: January 14, 2010, 03:59:25 PM »

tapi keren euy.. monstroplant..  Cheesy Cheesy

gw demen sama venus fly trap tuh... bentuk nya keren... kyknya rada susah yah nyari di jkt..
Logged
SorrowAngel
✿ Drown in Sorrow ✿
Moderator Group
Colonel
******

Respect: +679/-32
Offline Offline

Posts: 5986


I am only me, nothing more, nothing less


« Reply #9 on: January 14, 2010, 05:19:29 PM »

Dusty Miller Berdaun Perak




Dusty miller atau disebut juga senecio cineraria, tanaman ini memiliki daun yang berwarna perak-putih. Untuk dapat mendorong pertumbuhan dari daun tersebut, biasanya bunganya akan dipotong.

Dusty miller sebenarnya dapat langsung tumbuh sendiri di kebun atau berakar dari potongan kayu yang tipis. Tanaman ini juga akan tumbuh dengan baik pada sebagian besar tanah apapun, tapi jika ditanah yang buruk maka akarnya bisa jadi membusuk.



Memang Dusty miller ini dikembangkan untuk menampilkan dedaunnya yang spektakuler  yaitu perak-putih , dengan daunnya yang sangat lembut dan lebat. Ketinggiannya mencapai 12 sampai 18 inci. Daunnya berbentuk tombak, dengan ukuran 2 hingga 6 inci (5 hingga 15 cm) panjang bergerigi, dengan bujur dan tumpul.

Bunganya berwarna kuning atau putih, dengan ukuran lebarnya 1,5 inci (4cm). Kelopak bunganya menyerupai satu bunga, tapi terdiri dari beberapa helai. 



Dusty miller akan terlihat lebih menawan bila dilihat pada waktu malam hari, karena warna dari daunnya yang perak yang mencerminkan faintest moonlight. Bisa juga dikatakan, bahwa tanaman ini cukup toleran terhadap kekeringan dan tidak boleh diberikan air berlebihan.

Apabila Anda ingin menanam tanaman ini di rumah, mungkin tidak terlalu sulit sebab tidak ada hama atau penyakit utama yang terlalu menyulitkan, asalkan tanaman ini tetap tidak terlalu basah.


Code:
www.vibizlife.com
dan berbagai sumber
Logged

brondong
The Cigarette
Senator
****************

Respect: +307/-178
Offline Offline

Posts: 22755


« Reply #10 on: January 14, 2010, 05:24:37 PM »

kyknya sering liat jg tanaman yg itu... keren... kyk tanaman salju... huehue...

rent km ada info2 tentang jenis2 wild orchid nda? kalo ada, post di sini aja..  ;)6
Logged
SorrowAngel
✿ Drown in Sorrow ✿
Moderator Group
Colonel
******

Respect: +679/-32
Offline Offline

Posts: 5986


I am only me, nothing more, nothing less


« Reply #11 on: January 14, 2010, 05:38:01 PM »

Bunga Kermit Hijau Yang Antik




Kalau Anda termasuk salah satu pecinta bunga, pasti Anda sudah tidak asing dengan bunga yang satu ini. Sekalipun bunga ini berukuran kecil, tapi banyak orang yang menyukainya. Bunga ini biasa disebut dengan Bunga Kermit Hijau dan disebut seperti itu mungkin karena warna hijaunya seperti karakter Kermit (ingat The Muppet Show kan?).



Anda tidak perlu kuatir apabila ingin mencari bunga ini, sebab bunga Kermit hijau dapat ditemukan di Indonesia. Saat ini sudah banyak orang yang menjual bunga seperti ini dimana-mana, tapi biasanya orang mencari bunga Kermit hijau untuk dijadikan bunga rangkaian. Sekalipun bunga Kermit hijau termasuk dalam keluarga bunga Ester, tapi banyak orang melihat bunga ini berbeda dari bunga Ester lainnya.



"Mungkin yang membuat orang-orang senang dengan bunga ini, karena bunga ini dapat bertahan hidup sampai 1 minggu. Berbeda dengan beberapa bunga lainnya yang hanya dapat bertahan selama 4 atau 5 hari saja", itulah pendapat Robby Irawadi sebagai pakar bunga. Bunga kermit hijau terkenal bukan hanya karena warnanya saja, tapi juga disebabkan bunga ini terlihat antik atau berbeda dari bunga lainnya.



Code:
www.vibizlife.com
dan berbagai sumber
Logged

SorrowAngel
✿ Drown in Sorrow ✿
Moderator Group
Colonel
******

Respect: +679/-32
Offline Offline

Posts: 5986


I am only me, nothing more, nothing less


« Reply #12 on: January 14, 2010, 06:14:10 PM »

Anggrek Macan




Bunganya yang berwarna hijau dan kuning kehitam-hitaman ini sangat menarik sekali. Penampilannya yang luar biasa pada saat berbunga, berbunga sekali dalam 2 sampai 4 tahun, bunga yang bertahan sampai dengan 6 bulan dan memiliki 60-100 kuntum bunga per tangkai membuat Anggrek jenis ini dicari begitu banyak orang dan termasuk dalam tanaman langka. Hal inilah yang membuat harganya menjadi demikian mahal.



Anggrek Macan atau yang dikenal dengan Grammatophyllum Speciosum, kali ini berasal dari Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara. Biasanya Anggrek Macan ini banyak terdapat di lingkungan panas, hutan tropis yang lembab di Kawasan Malaysia, Sumatera dan Papua.

Merupakan anggrek terbesar di dunia, bisa mencapi 15 ft dan berat 2 ton. Spesies ini berkembang biak dengan spora dan banyak terdapat di pohon bakau dan pohon kelapa.



Pemeliharaannya haruslah hati-hati sekali, karena dia harus selalu dalam keadaan kering, sebaiknya hanya disiram 3 hari 1 kali saja.

Nah, bagi anda yang telah memiliki Anggrek Macan ini, anda dapat memberikan perhatian khusus baginya, karena anggrek jenis ini adalah spesies yang harus kita jaga dan kembangkan karena keberadaannya sudah hampir punah.



Code:
www.vibizlife.com
dan berbagai sumber
Logged

brondong
The Cigarette
Senator
****************

Respect: +307/-178
Offline Offline

Posts: 22755


« Reply #13 on: January 14, 2010, 06:51:26 PM »

sadis.. angrek nya cakep2 bener...  Shocked

sayang gak bisa miara dirumah.. @__@
Logged
abcar1906
Maj. General
*************

Respect: +232/-310
Offline Offline

Posts: 10198



« Reply #14 on: February 02, 2010, 11:52:20 AM »

Sry OOT sblmnya...T_T

Dicari:
Info ttg florist di Jakarta...trutama yg jual Calla Lily, klo bisa minta info harganya jg~ :'(
Logged

Point Zero
Crescent
Gakuen cho-sensei
Major
********

Respect: +270/-54
Offline Offline

Posts: 2858



« Reply #15 on: February 02, 2010, 01:07:46 PM »

Orchidaceae
atau lbh di kenal anggrek



Suku anggrek-anggrekan atau Orchidaceae merupakan satu suku tumbuhan berbunga dengan anggota jenis terbanyak. Jenis-jenisnya tersebar luas dari daerah tropika basah hingga wilayah sirkumpolar, meskipun sebagian besar anggotanya ditemukan di daerah tropika. Kebanyakan anggota suku ini hidup sebagai epifit, terutama yang berasal dari daerah tropika. Anggrek di daerah beriklim sedang biasanya hidup di tanah dan membentuk umbi sebagai cara beradaptasi terhadap musim dingin. Organ-organnya yang cenderung tebal dan "berdaging" (sukulen) membuatnya tahan menghadapi tekanan ketersediaan air. Anggrek epifit dapat hidup dari embun dan udara lembab.

Anggrek Berdasarkan Tipe Pertumbuhan :

- Monopodial
Anggrek ini hanya memiliki satu batang dan satu titik tumbuh saja. Bunganya tumbuh dari ujung batang. Anggrek ini dapat diperbanyak dengan stek batang dan biji. contoh: Vanda sp., dan Phalaenopsis sp. (Anggrek Bulan).

- Simpodial
Anggek ini memiliki lebih dari satu titik tumbuh. Tunas baru muncul dari sekitar batang utama. Bunga bisa muncul di pucuk atau sisi batang, tetapi ada juga yang muncul dari akar tinggal. Bayangnya menyimpan air cadangan makanan atau umbi semu. Anggrek ini dapat diperbanyak dengan cara split, pemisahan keiki, biji. Contoh: Dendrobium sp., Cattleya sp.

Anggrek Berdasarkan Tempat Tumbuh :

Anggrek Epifit
Anggrek yang tumbuh menumpang pada pohon lain tanpa merugikan tanaman inangnya dan membutuhkan naungan dari cahaya matahari. Akar anggrek menyerap makanan dari air hujan, kabut dan udara sekitar. Contoh : Cattleya sp., Dendrobiumsp.,

Anggrek Terestial
Anggrek yang tumbuh di tanah dan membutuhkan cahaya matahari langsung. akarnya mengambil makanan dari tanah. Contoh : Vanda sp.

Anggrek Saprofit.
Anggrek yang tumbuh pada media yang mengandung humus atau daun-daun kering, serta menbutuhkan sedikit cahaya matahari. Jenis ini tidak memiliki daun dan klorofil. Contoh : Goodyera sp.

Anggrek Litofit.
Anggrek yang tumbuh pada batu-batuan atau tanah berbatu, dan tahan terhadap cahaya matahari penuh. Anggek ini mengambil makanan dari hujan, udara, humus. Contoh : Paphiopedilum sp.

Pemanfaatan

Anggrek dikenal sebagai tanaman hias populer yang dimanfaatkan bunganya. Bunga anggrek sangat indah dan variasinya hampir tidak terbatas. Anggrek biasa dijual sebagai tanaman pot maupun sebagai bunga potong. Indonesia memiliki kekayaan jenis anggrek yang sangat tinggi, terutama anggrek epifit yang hidup di pohon-pohon hutan, dari Sumatera hingga Papua. Anggrek bulan adalah bunga pesona bangsa Indonesia. Anggrek juga menjadi bunga nasional Singapura dan Thailand.
Bunga anggrek

Anggrek sering dipergunakan sebagai simbol dari rasa cinta, kemewahan, dan keindahan selama berabad-abad. Bangsa Yunani menggunakan anggrek sebagai simbol kejantanan, sementara bangsa Tiongkok pada zaman dahulu kala mempercayai bahwa anggrek sebagai tanaman yang mengeluarkan aroma harum dari tubuh Kaisar Tiongkok.

Pada pertengahan zaman, anggrek mempunyai peran penting dalam pengembangan tehnik pengobatan menggunakan tumbuh-tumbuhan. Penggunaannya pun meluas sampai menjadi bahan ramu-ramuan dan bahkan sempat dipercaya sebagai bahan baku utama pembuatan ramuan ramuan cinta pada masa tertentu. Ketika anggrek muncul dalam mimpi seseorang, hal ini dipercaya sebagai simbol representasi dari kebutuhan yang mendalam akan kelembuatan, romantisme, dan kesetiaan dalam suatu hubungan. Akhirnya, pada permulaan abad ke-18, kegiatan mengkoleksi anggrek mulai menjadi kegiatan yang banyak dilakukan di segala penjuru dunia, terutama karena keindahan tanaman ini.

Vanili (Vanilla planifolia) juga merupakan anggota suku anggrek-anggrekan. Tumbuhan ini dimanfaatkan buahnya. Untuk menghasilkan buah, vanili harus "dikawinkan" oleh manusia, karena serangga penyerbuknya tidak mampu hidup di luar daerah asalnya, meskipun sekarang usaha-usaha ke arah pemanfaatan serangga mulai dilakukan.


Jenis-jenis anggrek hias
Penyebutan jenis anggrek hias biasa disebutkan dengan nama genusnya saja karena banyak sekali hibrida antarspesies dan antargenus yang telah dibuat. Akibatnya, penamaan anggrek memiliki semacam aturan khusus yang agak "menyimpang" dari aturan penamaan botani biasa.

Berikut adalah nama-nama genus anggrek hias populer:

    * Cattleya,
bunganya besar dan spektakuler, namun sulit dipelihara
    * Dendrobium,
tanaman hias paling populer dari antara jenis-jenis anggrek
    * Grammatophylum,
anggotanya termasuk anggrek Papua raksasa
    * Oncidium,
termasuk di dalamnya anggrek "golden shower"
    * Phalaenopsis,
kepopulerannya mendekati Dendrobium. Anggrek bulan adalah salah satu jenisnya
(khusus anggrek bulan,sepengtahuan gw,krn alm.ibu Tien Soeharto,istri alm.Soeharto,krn kecintaanya thdp anggrek bulan sampe di kasih gelar,nah ane kurang inget tuh gelar na apa,yg pasti anggrek bulan ada gelar tambahan khusus di indonesia @_@!!)
    * Spathyphyllum,
anggrek tanah
    * Vanda,
biasanya sebagai bunga potong

biasanya dari tipe" di atas yg suka jadi buruan kek jenis dendrobium,oncidium,grammatophylum

source to wikipedia



nah sekarang yg dari pengalaman bokap nyokap selama kurang lbh 22 tahun menggeluti dunia anggrek alias rangkuman pribadi LoL

pertama" mari kita lbh mengenal struktur bunga anggrek

berikut preview pic nama" anatomi bunga anggrek



daun/sepal :
biasanya tiga dari kira-kira sama ukuran - paling atas atau dorsal sepal, dan dua daun lateral di bawah ini.

kelopak/Petal :
selalu tiga,dua kelopak serupa kedua sisi pusat dan satu kelopak yang lebih rendah telah menjadi bibir

bibir/labellum :
terbentuk dari kelopak yang lebih rendah, ini adalah segmen yang paling ornamtenal bunga. bertindak sebagai 'pendaratan platform' untuk polinator

kolom/Column :
struktur yang fingerlike yang membawa reproduksi bagian - pollinia dan putik pada permukaan



bonyok dari dolo sejak gw masi bayi da maen anggrek,hobby sekedar hobby,akhirnya nanam banyak banget,berkembang biak terus
biasanya di belah aja ckp,klo bulb kira" uda 5~7 dalam 1 pot da boleh di belah,belahnya juga ga sembarangan ada tehnik" tertentu klo salah belah bisa" anggrek na mati

anggrek itu ada yg ga bole kena sinar matahari langsung krn itu biasanya di kebun anggrek di akali dgn pemakaian paranet
ada yg 60~80% base on kebutuhanna
ada yg ga bole kena air terlalu banyak,ada yg hanya bisa hidup di hawa dingin bahkan mendekati suhu minus nah setau ane anggrek kantong tuh yg kek gitu
kurang lbh kek gini bentuk anggrek kantong yg ane maksud


nah selama ampir 22 tahun mengelutin dunia anggrek bokap da sampe belajar cara pembuahan anggrek,dan penanaman via botolan di dalam enkas
dgn peralatan khusus yg sebelum na perlu di sterilkan,mau tau steril na gmana?
di masak di dalam enkas (sebenernya sih cman di kukus aja,kita di rumah bilang na di masak,wkwkw)
sampe sektiar suhu 125° C selama 45 menit kemudian tmpt enkas na pun perlu di semprot formalin guna mematikan kuman" di dalam enkas serta mencegah kuman bakteri masuk selama masa pemindahan media botolan

klo nyokap lbh sering di bagian perawatan dan pembelahan,kondisi di rumah sekarang da penuhhhhh sama anggrek"
ga smua hidup sih ada bbrp ada yg tewas juga,tapi mayoritas hampir bisa di rawat smua kok

rata" di rumah koleksi anggrek kelas species,pemain anggrek lama suka bilangnya anggrek hutan,krn memang spt nama na,anggrek tersebut masi asli dari hutan,biasanya memiliki motif bunga yg rada jelek untung selera org awam,klo menurut gw pribadi motif kembang na rata" kek batik  Cheesy
bentuk petal dan septal na pun beragam ada yg keriting ada yg lancip,mayoritas tdk lbr spt anggrek hybrid

nah klo anggrek hybrid itu rata" yg sudah sering org kembang biakan alias uda peranakan kota  LoL
rata" memiliki warna yg sangat menarik colorfull banget gitu,bentuk sepal dan petal na pun lbh bagus
namun ada 1 kekurangan na
mayoritas anggrek" hybrid memiliki harga yg lumayan terjangkau
memang tidak smua tapi mayoritas

klo anggrek hutan itu krn memang lbh di buru kolektor jadi harga na lbh tinggi
harga na relatif berkisar dari 300ribu~jutaan perpot
rata" harga mahal itu di pengaruhi oleh bulb yg besar dan banyak,tingkat kelangkaan,tingkat kesulitan dalam pemeliharaan,tingkat dalam kedindahan bunga semakin unik bunga na semakin mahal  Cheesy


nah nih di bawah ane kasi bbrp koleksi bokap nyokap yg ada di rumah
oke kita mulai  Evil



Quote
Dendrobium

Dendrobium adalah salah satu marga anggrek epifit yang biasa digunakan sebagai tanaman hias ruang atau taman. Bunganya sangat bervariasi dan indah. Dendrobium relatif mudah dipelihara dan berbunga.

Pola pertumbuhan anggrek Dendrobium bertipe simpodial, artinya memiliki pertumbuhan ujung batang terbatas. Batang ini tumbuh terus dan akan berhenti setelah mencapai batas maksimum. Pertumbuhan ini akan dilanjutkan oleh anakan baru yang tumbuh di sampingnya. Pada anggrek simpodial ini terdapat penghubung yang disebut rhizoma atau batang di bawah tanah. Dari rhizoma ini akan keluar tunas anakan baru. Di antara rhizoma dan daun ada semacam umbi yang disebut pseudobulb (umbi palsu). Ukuran maupun bentuk pseudobulb bervariasi.

Anggrek Dendrobium membutuhkan sinar matahari dengan sedang sampai tinggi, tergantung dari jenis Dendrobium. Apabila suhu terlalu tinggi dapat dibantu dengan pengkabutan dengan penggunaan semprotan untuk menghindari penguapan yang lebih besar.

Dendrobium aggregatum


Dendrobium aphyllum


Dendrobium Schomburgkia


Dendrobium superbum


Dendrobium Gatton Sunray


Dendrobium Gatton Sunray


nih juga ada bbrp jenis lain tapi ane pusing ngerapiinya banyak
ni ane kasi bbrp pic na aja,tar ane rapi lagi klo da tau jenis"nya
maklum ane musti tanya bonyok dolo,wekekeke

Odontoglossum Rossili




Onchidium Papilio


Zygopethalum (hybrid)


phalaenopsis spesifik unknow yg pasti hybrid




bulb bulbophylum



Oncidium spesifik unknow (hybrid)



bunga denondrobium schomburgkia
tapi rada beda jenis na ama ane punya,ni foto ane comot dari forum org,credit to orginial uploader


Grammatophylum Martae
(blm berkembang tapi baru keluar dari botolan) lagi di rawat di puncak



Cathlya




to dear mod brondong:
sry om,lama banget ane taro rangkuman na di sini ane pusing rangkumin yg di buku @_@
« Last Edit: February 02, 2010, 01:12:21 PM by Crescent » Logged

SuSu_NaGa
Panitia GFG Surabaya
Brig. General
***********

Respect: +71/-231
Offline Offline

Posts: 6231


~.~


« Reply #16 on: June 01, 2010, 12:09:55 AM »

Gw paling suka kaktus kecil2 lucu2 yg d bonsai2 itu...
Dulu ada 5 biji...ndak tau namanya semua, pokoknya lucu gw beli...
ada yg ijo bulet terus di tengah2nya ada bunganya kecil merah...
Terus ada yg tangkai bawahnya ijo gitu, tangkai atasnya merah...
Ada yg bulet2 kecil...

Sekarang dah ga ada...di makan tikus...  Sad
Logged

Quote From : Daniel Gori (Teman SMAku)
Wong tuoku ngajari hormat karo wong seng layak dihormati. Lek wong tuone sampeyan ngajari ngono. pas sampeyan tuwek sampeyan ga iso hormat karo wong enom...
brondong
The Cigarette
Senator
****************

Respect: +307/-178
Offline Offline

Posts: 22755


« Reply #17 on: June 01, 2010, 04:23:41 PM »

gw lg coba piara anturium nih.. hokery batang merah..

mumpung dikasih anakan sama temen... 2 pot doank hauhaua... mayan buat penghijauan di rumah... rumah gw panas banget sih..
Logged
SuSu_NaGa
Panitia GFG Surabaya
Brig. General
***********

Respect: +71/-231
Offline Offline

Posts: 6231


~.~


« Reply #18 on: June 04, 2010, 01:09:58 AM »

Kalo rumah panas bgt coba plihara sanseviera kalo ga salah nama tanemannya...
kalo di Surabaya biasanya di bilang "lidah mertua"
Itu buat nyerap radiasi2...jadi bisa ngurangin panas...
Tp naruhnya jangan sembarangan, pucuk daunnya tajem2 soalnya...

Ini pictnya...




Ini taneman di impor ke negara2 di eropa dan amerika... 1 daonnya kalo ga sala $3...
Tapi di Indo, ambil di pinggir jalan aja banyak...wkwkwkwkwk
Logged

Quote From : Daniel Gori (Teman SMAku)
Wong tuoku ngajari hormat karo wong seng layak dihormati. Lek wong tuone sampeyan ngajari ngono. pas sampeyan tuwek sampeyan ga iso hormat karo wong enom...
brondong
The Cigarette
Senator
****************

Respect: +307/-178
Offline Offline

Posts: 22755


« Reply #19 on: June 04, 2010, 01:17:53 AM »

oow.. hari minggu coba hunting ah sansivera kalo ada yang murah2..

sbnrnya dari kmaren gw lg nyari lidah buaya kalo ada yang mo ngasih gratisan..

mayan kalo bisa sampe gede.. daging daun nya bisa gw jus... buat ngilangin panas dalem tuh..

btw itu pupuk yang biji2 kuning itu apa yah namanya? awalnya gw kirain semacam biji jagung2 kecil gitu loh... wkwkwkwkw
Logged
SuSu_NaGa
Panitia GFG Surabaya
Brig. General
***********

Respect: +71/-231
Offline Offline

Posts: 6231


~.~


« Reply #20 on: June 04, 2010, 01:23:29 AM »

biasanya kalo di jual2 gitu satu pot cuma 5rb sih di Surabaya, ga tau kalo d jakarta berapaan...

Wah lidah buaya banyak di rumah gw...buat maskeran biasanya, ngilangin apa gitu gw lupa, yg sering pake nyokap gw...
Tp emang sih kalo maskeran pake lidah buaya itu kulit wajah jadi serasa lebih bersih dan segar...

Nah itu gw juga kurang tau...itu foto ambil dari google...wkwkwkwkwk
Logged

Quote From : Daniel Gori (Teman SMAku)
Wong tuoku ngajari hormat karo wong seng layak dihormati. Lek wong tuone sampeyan ngajari ngono. pas sampeyan tuwek sampeyan ga iso hormat karo wong enom...
brondong
The Cigarette
Senator
****************

Respect: +307/-178
Offline Offline

Posts: 22755


« Reply #21 on: June 04, 2010, 01:30:47 AM »

penasaran gw sama tuh pupuk... awalnya gw gak tau kalo itu pupuk.. sampe akhirnya gw tau dari temen gw... selama hampir 3 taon gw gak tau kalo itu ternyata pupuk.. gw kirain biji apa gitu ditanem jg bareng taneman gitu... damn...

kesel2 pas gw dapet beli.. gw makan juga tuh...


kalo gw, lidah buaya dari dulu gw jadiin minuman... enak bos... seger minum gituan... pake gula batu masaknya... baru mantaf... buat nurunin panas dalem biasanya...  selaen sansivera, taneman apa lagi yah yang kira2 enak supaya rumah jadi rada adem gitu....

asli rumah gw panas banget.... AC gak ngefek..

malem doank dingin... jam 9 ke atas..

termasuk extreme sih suhu daerah gw... siang sampe hampir 39 drajat... malemnya bisa 22 drajat kalo lagi dingin banget..
Logged
SuSu_NaGa
Panitia GFG Surabaya
Brig. General
***********

Respect: +71/-231
Offline Offline

Posts: 6231


~.~


« Reply #22 on: June 04, 2010, 01:41:39 AM »

hmmm...
Setau gw sih sanseviera itu yg bikin adem..
Yg lain kurang tau dah...tp yg gw suka plihara itu taneman namanya four season flower... taneman ini jg bikin rumah gw lebih adem bos...
gw d kasi tau namanya begitu, tp kalo salah ya ga tau lg...wkwkwkwkwk...
Itu juga bisa bikin adem, tapi lama bgt gedenya, gw plihara hampir 5 taun baru tingginya setinggi badan gw...
dan baru kerasa dari 1 taun yg lalu kalo taneman ini juga bisa bikin adem...
wakakakaka
ciri2nya, kalo berbunga tar bunganya ada bijinya gede2 warna item kalo udah matang tuh biji, kalo awal2 warnanya biasanya ijo... kelopak bunganya warnanya merah... terus daunnya kyk daun bunga mawar gitu, tp gedean terus kaku daunnya, jd kyk mainan gitu...


Wkwkwkwkwkwk...
Gw taunya itu pupuk juga pas kapan hari liat2 ke tempat taneman2 gitu, gw malah baru pernah liat itu pupuk dari sekitar 1 taun yg lalu, sblmnya ga pernah tau...wkwkwkwkwk


Wah kok bisa gitu ya...gila bener itu...
Emang jakarta daerah mana bos?
Kyknya kok ngeri gitu tempatnya...
Logged

Quote From : Daniel Gori (Teman SMAku)
Wong tuoku ngajari hormat karo wong seng layak dihormati. Lek wong tuone sampeyan ngajari ngono. pas sampeyan tuwek sampeyan ga iso hormat karo wong enom...
brondong
The Cigarette
Senator
****************

Respect: +307/-178
Offline Offline

Posts: 22755


« Reply #23 on: June 04, 2010, 01:49:08 AM »

bukan adenium yah?

gw di tangerang bos.. cuma tangerang nya deket2 jakarta barat.. kalideres lewat lagi dikit lom sampe tangerang kotanya...mungkin tangerang kotanya lebih gila lagi panasnya...


kalo gak jadi piara ikan, sebenarnya gw ada rencana banyakin taneman n piara burung kicau.. lagi tertarik sama burung kicau..wkwkwkw.. lom pernah coba di burung... kan ntar tokainya bisa dijadiin pupuk buat taneman.. wekekeke...

disini gak ada peminat burung yah... OOT dikit ah...
Logged
SuSu_NaGa
Panitia GFG Surabaya
Brig. General
***********

Respect: +71/-231
Offline Offline

Posts: 6231


~.~


« Reply #24 on: June 04, 2010, 02:02:23 AM »

Hmmm...Adenium itu bunga kamboja itu kan ? bener ga yah?
rasanya bunga kamboja juga bisa buat ngurangin panas...

Hmm...
Taman Villa meruya itu juga masuk tangerang kan? dulu waktu gw ke rumah sodara di sana, rasanya ga begitu panas2 amat... Tp ga tau lg sekarang, soalnya dah 6 taunan gak ke Jkt...
Ketahan sama ikan2 di rumah, jadi kalo mau pergi agak susah jg...

Coba pelihara taneman air aja...kan macem2 tuh sekarang, kyknya lebih adem dah plihara taneman2 air...
Cuma alatnya ama pupuknya itu yg gak nahan harganya...mahal2...

Aku suka burung, tp yg aneh2 kyk burung hantu celepuk, elang yg ukurannya gak gede2 amat, trus jenis2 kakak tua gitu...
kalo burung berkicau yg suka bokap gw...wkwkwkwkwk
Logged

Quote From : Daniel Gori (Teman SMAku)
Wong tuoku ngajari hormat karo wong seng layak dihormati. Lek wong tuone sampeyan ngajari ngono. pas sampeyan tuwek sampeyan ga iso hormat karo wong enom...
Pages: [1] 2   Go Up
Print
Jump to:  



Â