Ligagame CSO

Main Menu
Hotk
rappelz online
Sudden attack indonesia
Qeon Shadow company
Garena Heroes of Newerth
Teracord Chaos

Banner

Banner

Ligaponsel
May 24, 2012, 09:46:49 AM
Sorry Guest, you are banned from posting or sending personal messages on this forum.
Pages: 1 ... 8 9 10 11 [12]   Go Down
Print
Author Topic: [Roman] SAMKOK - Roman Epik Kisah 3 Negara  (Read 22450 times)
0 Members and 6 Guests are viewing this topic.
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-82
Offline Offline

Posts: 13841



« Reply #275 on: March 21, 2010, 09:26:08 AM »

Bab 94 Bagian 1
Zhuge Liang Mengalahkan Suku Qiang dalam Badai Salju


Guo Huai memaparkan pada Cao Zhen rencana untuk mengalahkan pasukan Shu dan dia berkata, "Suku Qiang telah membayar upeti sejak jaman kaisar Pi memerintah. Sekarang kita harus menempatkan pasukan di titik2 strategis dan kemudian mengirimkan utusan rahasia untuk memohon kepada suku Qiang sebagai balas budi atas bantuan kita. Kita akan meminta mereka menyerang Shu dan membuat pengalih perhatuan, sementara kita akan mengumpulkan pasukan besar untuk menyerang mereka ditempat lain. Dengan serangan ini aku yakin kita akan mendapatkan kemenangan besar."

Segera utusan diutus membawa surat kepada suku Qiang.

Raja Qiang barat bernama Cheli Ji telah membayar upeti tahunan kepada Wei sejak Cao Cao berkuasa. Dia memiliki dua menteri, yang satu menteri sipil dan yang lainnya untuk urusan militer, mereka adalah Perdana Menteri Ya Dan dan Jendral Yue Ji.

Surat itu dikirim kepada mereka disertai dengan hadiah emas dan permata dan ketika utusan itu tiba, dia pertama mencari perdana menteri Ya Dan yang kepadanya diberikan hadiah2 itu. Kemudian melalui perdana menteri, utusan itu menemui Raja yg kepadanya dia juga menyerahkan surat permohonan bantuan dan hadiah besar. Raja menerima surat dan hadiah itu serta memanggil semua penasehatnya untuk berdiskusi.

Ya Dan berkata, "Kita telah memiliki hubungan baik dengan kerajaan Wei. Sekarang Cao Zhen memohon bantuan kita dan juga menjanjikan persekutuan yang menguntungkan. Oleh sebab itu kita sebaiknya memenuhi permintaan mereka ini."

Cheli Ji setuju atas hal ini dan dia segera memerintahkan kedua menterinya itu untuk membawa 250.000 prajurit terlatih bersenjatakan lengkap untuk segera membantu. Pasukan itu terdiri dari 50.000 prajurit pemanah, 100.000 prajurit infanteri menggunakan pedang dan tombak, 50.000 milisi dari suku2 sahabat yang bersenjatakan gada, kampak, palu besar dan sebagainya, 15.000 prajurit mengenakan kereta perang yang dilapisi perisai besi dan roda2nya mengenakan benda2 tajam, 35.000 prajurit kavaleri baik menggunakan kuda ataupun unta. Mereka juga menyiapkan banyak sekali persediaan beras dan perlengkapan perang lainnya. Semua hal ini dimasukan kedalam kereta yang dipersenjatai, mereka menyebutkan "Kereta Besi" (RED:Bandingkan dengan kereta perang Cina yang terbuat dari perunggu dan kebanyakan bahannya adalah kayu).

Kedua menteri tinggi itu segera berpamitan kepada raja mereka dan segera menuju benteng perbatasan di Xi Ping.

Komandan yang menjaga benteng itu adalah Han Zhen. Mata2 Zhuge Liang segera melaporkan hal ini pada Zhuge Liang yg segera berkata, "Siapa yang akan menyerang Benteng Qiang itu ?"

Segera Guan Xing dan Zhang Bao menawarkan diri.

Kemudian Zhuge Liang berkata, "Kalian boleh pergi tetapi karena kalian tidak mengetahui daerah ini maka Ma Dai akan menemani kalian."

Kepada Ma Dai dia berkata, "Kau mengetahui mengenai keadaan daerah dan suku Qiang ini karena kau berasal dari daerah ini dan dekat dengan mereka. Kau harus bertindak sebagai pemandu jalan dan penasehat."

Mereka diberikan 50.000 prajurit veteran dan terlatih baik. Setelah beberapa hari perjalanan akhirnya mereka sampai juga ketempat tujuan. Guan Xing berada dibarisan paling depan dengan 100 pasukan berkuda untuk mengamati. Dia melihat barisan panjang pasukan Qiang dengan kereta besi mereka. Mereka berkemah didalam formasi yang dikelilingi kereta besi mereka dan senjata2 mereka ditaruh sedemikian rupa sehingga menyerupai halangan untuk pasukan berkuda menyerang mereka. Guan Xing mengamati mereka dan berpikir cukup lama untuk mencari cara bagaimana menghadapi mereka. Dia kemudian kembali kekemahnya dan berkonsultasi dengan kedua kawannya.

Ma Dai berkata, "Kita akan melihat apa yang akan mereka lakukan ketika kita telah mengelar formasi pasukan kita. Dan kita akan mendiskusikan lagi hal ini setelah kita mengetahui lebih lanjut."

Akhirnya keesokan harinya mereka membagi pasukan mereka menjadi 3 bagian, Guan Xing berada ditengah, Zhang Bao disebelah kiri dan Ma Dai disebelah kanan. Kemudian mereka maju untuk mendekati musuh.

Pasukan musuh juga mengatur formasi mereka. Pemimpin mereka Yue Ji membawa gada besi ditangannya dan busur besar yang diletakan dipunggungnya. Dia maju kedepan pasukannya dengan menunggangi kuda yang gagah. Guan Xing memerintahkan agar ketiga divisi pasukan Shu untuk maju dan tidak gentar. Kemudian musuh membuka barisan mereka dan dari tengah muncul kereta2 besi dan pada saat yang sama pasukan Qiang menembakan panah. Pasukan Shu berlindung dibalik perisai2 mereka, banyak yang terluka dan meninggal. Mereka tidak dapat maju untuk mendekat dan terpaksa mundur. Prajurit yang terluka dan terlambat mundur akhirnya tewas akibat serangan kereta besi.

Pasukan Ma Dai dan Zhang Bao mencoba menyerang dari samping tetapi kuda2 pasukan mereka terluka oleh pasukan kereta besi suku Qiang karena roda2 mereka dipasangi pisau2 tajam. Ma Dai dan Zhang Bao akhirnya mundur dan Pasukan Qiang akhirnya mengepung pasukan tengah Shu. Walaupun telah berusaha, Guan Xing tidak dapat keluar dari kepungan musuh dan dia terkepung oleh kereta besi suku Qiang yang membentuk tembok menahan pasukan Shu agar tidak bisa lari. Pasukan Shu terjepit posisinya dan Guan Ping terpaksa memerintahkan pasukannya untuk lari kegunung dan bertahan sebab pasukan kereta besi suku Qiang tidak akan dapat mengikuti mereka.

Ketika hari semakin gelap, Pemimpin suku Qiang dengan bendera hitam mendekat, prajurit2 Qiang mengepung kaki gunung dan banyaknya mereka seperti semut.

Kemudian pemimpin itu berkata, "Jendral muda, jangan lari, aku Yue Ji !"

Tetapi Guan Xing tetapi memacu kudanya secepat mungkin. Kemudian dia tiba ditepi ngarai dgn Sungai yg dalam dan tampaknya sudah tidak ada jalan lain kecuali berbalik dan menghadapi musuh. Yue Ji datang dan menyerang dengan gada besinya, Guan Xing dapat menghindar tetapi gada itu mengenai kudanya dan akhirnya dia terlempar ke dalam air.

Kemudian dia mendengar ada bunyi berisik dibelakangnya. Yue Ji dan pasukannya telah menemukan jalan untuk turun dari ngarai dan menyisir sungai itu dan mereka sekarang mengejarnya. Guan Xing mencoba bertahan sebisa mungkin untuk berenang di dalam air yang dingin itu.

Kemudian dia melihat Zhang Bao dan Ma Dai datang dan bertempur ditepi sungai untuk menghalau suku Qiang. Yue Ji terkena serangan tombak Zhang Bao dan akhirnya jatuh juga ke dalam sungai itu. Guan Xing segera mengambil pedangnya dan akan menyerang Yue Ji, tetapi karena Yue Ji tidak mengenakan pakaian perang yang berat maka dia segera cepat untuk menuju ketepian dan kabur.

Segera Guan Xing tiba juga dan naik keatas kuda Yue Ji dan dia ikut bertempur dengan kawan2nya itu.

Setelah berhasil memukul mundur suku Qiang, Guan Xing ,Zhang Bao dan Ma Dai segera kembali secepatnya ke kemah mereka.

"Aku tidak tahu bagaimana mengalahkan orang2 ini. Aku akan melindungi kemah mereka sementara kau dapat kembali dan meminta saran dari perdana menteri."

Guan Xing dan Zhang Bao segera kembali ke kemah utama mereka. Mereka langsung menceritakan kejadian ini kepada Zhuge Liang ketika tiba disana. Zhuge Liang lalu segera mengutus Zhao Yue dan Wei Yan untuk bersembunyi dan melakukan penyergapan. Setelah ini dia pergi membawa 30.000 prajurit berserta Jiang Wei, Zhang Yi, Guan Xing dan Zhang Bao dan segera tiba di kemah Ma Dai. Keesokan harinya, Zhuge Liang melihat2 alam sekitar dan juga posisi pasukan musuh yang terus menerus berdatangan ketempat itu seperti air yang mengalir tanpa hentinya.

"Tampaknya tidak sulit." Kata Zhuge Liang.

Dia segera memanggil Ma Dai dan Zhang Yi serta memberikan mereka perintah.

Setelah mereka pergi dia berkata pada Jiang Wei dan berkata, "Temanku, tahukah kau bagaimana mengalahkan mereka ?"

"Musuh hanya bergantung pada keberanian dan kekuatan fisik mereka. Mereka tidak akan menduga strategi hebat ini." jawabnya.

"Kau sudah tahu rupanya," Kata Zhuge Liang tersenyum, "Awan gelap dan angin utara yang kencang itu berarti akan turun salju. Dengan hal ini aku dapat membuat rencana seperti yang kuinginkan."

Kedua Jendral, Guan Xing dan Zhang Bao diperintahkan untuk bersembunyi dan menyergap musuh pada waktunya. Jiang Wei diperintahkan untuk menantang musuh bertempur tetapi dia harus mundur sebelum pasukan kereta besi musuh menyerang. Di depan pintu masuk perkemahan mereka banyak sekali bendera berkibaran, tetapi prajurit2 yang seharusnya menjaga tempat itu sebenarnya tidak berada disana.

Saat ini adalah musim dingin, pada bulan 12 dan saljupun telah turun. Pasukan Shu keluar dari kemah mereka dan menantang musuh bertempur. Ketika pasukan kereta besi mendekat, pasukan Shu pun mundur dan hal ini membuat pasukan Qiang mengejar mereka hingga ke depan kemah pasukan Shu. Jiang Wei segera memutar pasukannya untuk mengarah ke belakang pasukan musuh. Pasukan Qiang yang mendekat ke kemah segera berhenti untuk melihat-lihat keadaan. Mereka mendengar bunyi kecapi dan seruling bambu tetapi tidak ada seorang prajuritpun yang berjaga disana. Mereka kemudian segera melaporkan pada komandan mereka, Yue Ji dan dia berpikir bahwa ini adalah sebuah jebakan. Yue Ji segera kembali dan melapor kepada Ya Dan.

"Ini adalah jebakan Zhuge Liang. Dasar dari segala taktik Zhuge Liang adalah memberikan alasan dari alasan. Kita lebih baik menyerang mereka sekarang dan mematahkan jebakan mereka."

Yue Ji dan pasukannya kembali lagi ke depan kemah Zhuge Liang dan disana dia melihat Zhuge Liang dengan serulingnya sedang naik keatas kereta kecilnya. Dengan pengawalan seadannya, dia segera mundur kebelakang perkemahan mereka. Pasukan Suku Qiang segela bergegas menyerang perkemahan dan masuk kedalammya. Disana mereka melihat kereta Zhuge Liang masuk ke dalam hutan.

Kemudian Ya Dan berkata, "Disana mungkin ada penyergapan musuh, tetapi aku pikir kita tidak perlu takut terhadap pasukan2 ini."

Akhirnya mereka memutuskan untuk mengejar. Mereka kemudian melihat pasukan Jiang Wei bergegas melintasi salju. Yue Ji lalu bersemangat untuk menghabisi pasukan Jiang Wei ini dan dia memerintahkan agar pasukannya segera mengejar Jiang Wei. Salju telah memenuhi seluruh jalan di bukit ini dan membuat seolah-olah semua jalan tampak seperti jalan yang landai.

Ketika mereka bergegas maju, kemudian dilaporkan bahwa musuh terlihat di belakang bukit. Yue Ji berpikir bahwa ini adalah jebakan tetapi Ya Dan tidak mempersoalkan itu dan dia memerintahkan mereka untuk mengejar musuh lebih cepat.

Segera beberapa saat tiba2 terdengar bunyi patah yang keras dan tanah dibawah serasa retak dan akhirnya banyak kereta besi itu jatuh kedalam jurang yang dalam. Karena mereka semua sedang bergegas maka banyak yg tidak dapat berhenti dan akhirnya masuk ke dalam jurang, sedangkan yang masih jauh di belakang sempat untuk berhenti dan berputar tetapi mereka segera dihadang oleh pasukan Guan Xing dan Zhang Bao. Ditambah lagi kemudian mereka diserang dengan panah2 besar yang menembus perisai besi kereta mereka dan melukai kuda2 mereka. Kemudian 3 divisi pasukan dibawah Jiang Wei, Ma Dai dan Zhang Yi mengejar seluruh pasukan kereta besi yang berhasil kabur.

Jendral Qiang, Yue Ji lari kepegunungan untuk mencoba kabur tetapi dia bertemu dengan Guan Xing yg langsung membunuhnya. Perdana Menteri Ya Dan ditangkap oleh Ma Dai dan segera dibawah ke kemah utama. Pasukan Qiang yang lainnya berserakan mencari tempat untuk melarikan diri.

Mendengar bahwa pasukannya berhasil menangkap salah satu pemimpin musuh, Zhuge Liang segera duduk ditendanya dan memerintahkan mereka untuk membawa tawanan itu. Dia memerintahkan agar prajuritnya melepaskan tali yang mengikat tangannya dan dia juga meminta pelayan membawakan makanan dan minuman. Zhuge Liang berkata2 yang baik untuk menenangkan diri Ya Dan.

Ya Dan sangat berterima kasih atas kebaikan ini dan dia lebih senang lagi ketika Zhuge Liang berkata, "Tuanku, Kaisar Han, mengirimku kemari untuk menghancurkan mereka yang memberontak. Kenapa kau membantu mereka ? Tetapi aku akan melepaskan dirimu dan kau akan kembali pada tuanmu dan katakanlah padanya bahwa kita adalah tetanga dan kita akan bersumpah untuk bersahabat selamanya. Dan katakan padanya juga agar tidak usah lagi mendengarkan omongan pemberontak itu."

Ya Dan dibebaskan dan juga semua pasukannya yg berhasil ditawan. Semua perlengkapan mereka diberikan kembali dan mereka dikawal untuk kembali ke daerah mereka.

Setelah mengatasi masalah Qiang ini, Zhuge Liang segera bergerak kembali kearah gunung Qi Shan. Dia segera mengirim surat ke ibukota Cheng Du untuk memberitakan keberhasilan ini.

Sementara itu Cao Zhen sedang gelisah menunggu kabar dari Suku Qiang. Kemudian pasukan pengintai datang memberitahukan bahwa pasukan Shu telah membongkar kemah mereka dan segera bergerak pergi.

"Hal ini pasti karena pasukan Qiang telah menyerang mereka." Kata Guo Huai dengan senang. Merekapun telah bersiap untuk mengejar pasukan SHu.

Mereka melihat bahwa psaukan Shu tampaknya seperti dalam kekacauan. Cao Zun memimpin pasukan yang mengejar pasukan Shu.

Tiba2 ketika dia sedang menyerang, suara genderang perang terdengar dan diikuti dengan munculnya pasukan yang dipimpin oleh Wei Yan yg berteriak, "Berhenti ! Kau pemberontak !!!"

Cao Zun dengan penuh amarah segera maju kedepan untuk berhadapan dengan Wei Yan. Hanya dibutuhkan 3 jurus saja sebelum akhirnya Cao Zun berhasil dikalahkan dan dia tewas ditangan Wei Yan. Wakilnya, Zhu Zan juga disergap oleh pasukan Zhao Yun dan dia segera menjadi korban tombak perak Zhao Yun. Kehilangan kedua jendralnya ini membuat Cao Zhen dan Guo Hai ragu2 untuk mengejar dan merekapun kembali kebentengnya.

Tetapi belum mereka dapat berbuat sesuatu, mereka mendengar kembali bunyi genderang musuh di belakang mereka dan Guan Xing serta Zhang Bao sudah membawa pasukan untuk mengepung mereka. Cao Zhen dan Guo Huai berhasil bertahan selama beberapa waktu tetapi mereka segera terdesak dan akhirnya kabur. Pasukan Shu mengejar pasukan Wei yang kalah hingga ketepi sungai Wei dimana disana mereka merebut semua kemah2 Wei.

Cao Zhen sangat sedih dan kecewa atas kekalahannya ini dan juga kehilangan jendral2nya. Dia segera mengirim berita kemalangan ini ke ibukota dan memohon agar Kaisar Wei segera mengirimkan pasukan bantuan.
Logged

Farewell..
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-82
Offline Offline

Posts: 13841



« Reply #276 on: March 21, 2010, 09:40:28 AM »

Bab 94 Bagian 2
Kekhawatiran Zhuge Liang, Sima Yi ditunjuk sebagai Komandan Utama.



Di dalam istana kaisar, salah seorang menteri berkata, "Cao Zhen telah dikalahkan berulang kali dan kedua jendralnya telah terbunuh. Pasukan Qiang telah menderita kekalahan besar dan sekarang Cao Zhen memohon bantuan untuk segera dikirimkan. Masalah ini sangat mendesak, harap Paduka segera bertindak."

Cao Rui segera khawatir dan kebingungan dan dia bertanya pada mereka disana siapakah yang mempunyai cara untuk menghalau musuh.

Segera Hua Xin berkata, "Tampaknya Yang mulia perlu untuk turun ke medan pertempuran.Yang Mulia harus memanggil semua bangsawan dan masing2 dari mereka harus memberikan yang terbaik. Jika ini tidak dilakukan maka Ibukota Chang An akan hilang dan seluruh negeri Wei akan terancam bahaya."

Tetapi Penjaga Kekaisaran Zhong Yao menentang usulan ini.

Kata Dia, "Pengetahuan dan kemampuan dari seorang pemimpin harus lebih daripada yang dipimpinnya dengan begitu mereka dapat mengontrol bawahan. Sun Tzu sang ahli strategi berkata, "Mengetahui musuh, mengetahui diri sendiri maka setiap pertempuran akan berakhir dengan kemenangan." Aku tahu bahwa Cao Zhen memiliki banyak pengalaman di medan perang, tetapi dia bukanlah lawan sepadan bagi Zhuge Liang. Tetapi aku tahu siapa yang dapat menghadapi Zhuge Liang dan aku akan menjaminkan seluruh keluargaku bahwa dia akan berhasil. Tetapi mungkin Yang Mulia tidak akan mau mendengarkan kata2ku."

Kaisar Wei berkata, "Kau adalah menteri tinggi negara. Jika kau mengetahui ada orang bijak yang dapat menghalau pasukan Shu ini maka segeralah panggil dia dan aku akan merasa lebih lega."

Kemudian Zhong Yao berkata, "Ketika Zhuge Liang akan menyerang kita, dia khawatir akan satu orang yang akan kusebutkan namanya ini. Oleh sebab itu dia menyebarkan kabar fitnah mengenai diri orang ini, dan hal ini membuat Yang Mulia curiga dan memecatnya dari jabatan militer. Setelah selesai, Zhuge Liang menyerang kita. Sekarang jika yang mulia menempatkan kembali orang ini sebagai komandan utama maka musuh akan mundur."

"Siapakah dia ?" Tanya Kaisar Wei.

"Orang yang aku maksud adalah Komandan pasukan kavaleri kekaisaran, Sima Yi."

"Aku telah lama menyesali keputusanku, sekarang dimanakah temanku Sima Yi ?" Kata Cao Rui.

"Dia berada di kota Wan Cheng."

Segera sebuah titah dipersiapkan untuk memanggil Sima Yi dan mengembalikan gelar serta jabatannya serta memberinya jabatan baru sebagai komandan utama seluruh pasukan kekaisaran wilayah barat serta gelar Jendral yang menentramkan barat. Seluruh pasukan di Nan Yang segera dipersiapkan dan Cao Rui memimpin mereka menuju Chang An. Pada saat yang sama Cao Rui juga memerintahkan Sima Yi untuk segera menemui dia di Chang An pada hari yang telah diperintahkan. Perintah ini segera dibawa oleh utusan menuju Wan Cheng.

Pada saat ini Zhuge Liang sedang bergembira atas keberhasilan yang didapatnya. Dia sedang berada di Qi Shan sibuk untuk merencanakan penyerangan berikutnya ketika Li Yan, seorang pejabat pengurus istana kedamaian mengutus anaknya Li Teng untuk menemui Zhuge Liang. Zhuge Liang mengambil kesimpulan bahwa kunjungan seperti itu hanya berarti bahwa Wu telah menyerang Shu dan dia langsung mendadak cemas dan khawatir. Li Teng dipanggilnya untuk menghadap dan dia ditanya mengenai tujuan kedatangannya, Li Teng menjawab bahwa dia memiliki beria baik untuk disampaikan.

"Apakah berita baikmu ?" Tanya Zhuge Liang.

"Sebelumnya Meng Da membelot ke Wei tetapi itu dilakukan karena dia terpaksa. Cao Pi menganggap tinggi kemampuan Meng Da dan memperlakukannnya dengan sangat baik, dia diberikan gelar Jendral yang membangun pasukan kuat dan Bangsawan dari Ping Yang serta memberinya jabtan sebagai gubernur Xin Cheng dan Komandan Shang Yong serta Jin Cheng. Tetapi setelah kematian Cao Pi semuanya berubah, di dalam istana Cao Rui banyak yang iri pada Meng Da karena pengaruh dan kekuasaannya yg besar dan dia sekarang tidak dapat hidup dengan tenang."

"Dia selalu berkata bahwa dia sebenarnya salah satu pemimpin besar Shu dan dia dipaksa untuk bertindak seperti ini. Belakang hari dia mengirim beberapa orang kepercayaanya untuk menemui ayahku dengan membawa surat yang menyatakan ingin menemui dirimu dan menceritakan kejadian sebenarnya kenapa dia membelot. Ketika 5 pasukan diperintahkan untuk menyerang Shu, dia ingin kembali ke Shu. Sekarang dia berada di Xin Cheng dan mendengar kau menyerang Wei, dia mengusulkan untuk memimpin pasukan dari Xin Cheng, Jin Cheng dan Shang Yong untuk menyerang Luo Yang sementara kau menyerang Chang An. Dengan begitu maka kedua ibukota akan dapat direbut. Aku membawa utusan dan suratnya denganku sekarang."

Ini adalah berita baik dan utusan itu segera diberikan hadiah. Tetapi berikutnya datang berita mengenai Cao Rui yang memimpin pasukannya ke Chang An dan dia telah memanggil Sima Yi kembali. Ini adalah berita buruk yang membuat Zhuge Liang sangat bersedih dan sangat cemas.

Dia bercerita kepada Ma Xu yng berkata,"Cao Rui tidak perlu kau khawatirkan. Jika dia pergi ke Chang An maka kita dapat mencegatnya dijalan dan menangkapnya. Dengan begitu seluruh Wei akan dapat kita kalahkan."

"Pikirmu aku khawatir dengan dirinya ?" Kata Zhuge Liang dengan penuh kecemasan. "Pemanggilan kembali Sima Yi ini yang sangat merisaukan diriku. Dan usulan Meng Da ini tidak akan berarti apapun jika dia menghadapi orang ini. Meng Da bukanlah lawan Sima Yi. Dia pasti akan dapat tertangkap dan jika itu terjadi maka seluruh Wei akan sulit untuk dikalahkan."

"Kenapa kita tidak meminta Meng Da untuk waspada jika begitu ?" Kata Ma Xu.

Zhuge Liang akhirnya menuliskan sepucuk surat dan segera surat itu dikirimkan.

Meng Da saat itu berada di Xin Cheng dan sedang menunggu kembalinya utusan yg dikirim ke Shu. Dan kemudian suatu hari datanglah utusan itu dan memberikan surat yang ditulis Zhuge Liang.

"Suratmu telah menyakinkan diriku bahwa kau sangat setia pada Han dan aku masih mengingat mengenai persahabatan masa lalu kita. Jika rencanamu berhasil maka kau pasti akan mendapat tempat dijajaran menteri2 berjasa. Tetapi aku harus mengingatkan pda dirimu mengenai pentingnya kerahasiaan hal ini. Berhati-hatilah dengan siapa yang kau percaya, waspadalah terhadap semua orang dan pastikan agar kau menjaga dirimu. Berita mengenai kembalinya Sima Yi dan juga pasukan Wei yang bergerak ke Chang An ini sangat serius. Jika ada berita mengenai rencana kita sampai pada Sima Yi, maka dia akan mengincar dirimu. Oleh sebab itu kau harus mengambil langkah2 pencegahan dan jgn sampai kau meremehkan hal ini."

"Mereka berkata bahwa Zhuge Liang selalu memikirkan segala hal, surat ini telah membuktikan hal itu." Kata Meng Da tersenyum.

Dia juga segera menuliskan sebuah surat dan mengirmkan kembali pada Zhuge Liang,

"Aku berterima kasih atas saranmu , tetapi mungkinkah aku dapat mengacuhkannya ? Karena menurutku Sima Yi tidak perlu dikhawatirkan, Wan Cheng itu berjarak 500 Li dari Luo Yang dan 400 Li dari Xin Cheng, jika dia mendengar suatu hal apapun maka akan butuh 1 bulan bagi dirinya untuk menginformasikan pada istana dan mendapatkan balasannya. Bentengku ini sangat kuat dan pasukanku ditempatkan pada posisi2 paling strategis. Biarkan dia datang ! Aku tidak khawatir akan hasil akhirnya. Jadi Kau, Tuan Perdana menteri Yang Mulia tidak perlu khawatir. Kau hanya perlu menunggu berita baik dariku."

Zhuge Liang kemudian membaca surat itu dan membuangnya ke tanah serta menginjak-nginjaknya dengan penuh amarah.

"Meng Da sudah sama dengan Mati !!! Dia akan menjadi korban Sima Yi."

"Mengapa kau berkata seperti itu ?" Tanya Ma Xu.

"Apakah yang "Sun Tzu Ping Fa" katakan 'Seranglah sebelum musuh siap, lakukan apa yang musuh pikir tidak mungkin kita lakukan.'. Apa gunanya menunggu 1 bulan untuk pengiriman berita ? Cao Rui telah memerintahkan Sima Yi dan dia dapat menyerang siapapun yang dia inginkan. Dia tidak akan menunggu untuk memberitahukan pada istana. 10 hari setelah mendengar pembelotan Meng Da maka dia akan tiba ditempat Meng Da dengan pasukan dan saat itu Meng Da sudah tidak dapat tertolong lagi."

Mereka semua setuju. Zhuge Liang segera mengirim kembali utusan itu dengan sebuah pesan.

"Jika masalah ini belum dimulai, maka tidak ada orang lain yang perlu diberitahukan lagi. Karena jika yang lain mengetahui maka rencana ini jadi tidak berguna."

Dan utusan itu segera kembali ke Xin Cheng.

Di dalam kediamannya di WanCheng, Sima Yi mendengar mengenai kekalahan-kekalahan yang diderita Cao Zhen dan berita ini sangat menyedihkan dirinya. Dia hanya dapat menatap langit dan menarik napas panjang.

Dia memiliki dua orang putra, yang tertua bernama Sima Shi dan yang muda bernama Sima Zhao, mereka berdua sangat pandai dan penuh ambisi. Kedua-duanya adalah ahli strategi perang. Suatu hari mereka datang ketika ayahnya tampak sangat murung dan Sima Shi menanyakan sebabnya pada sang ayah.

"Kau tidak akan pernah mengerti." Kata ayahnya.

"Aku pikir kau bersedih karena Kaisar Wei tidak mendukung dirimu." Jawab Sima Shi.

"Tetapi mereka akan segera datang untuk memintamu kembali." Jawab Sima Zhao.

Setelah beberapa hari lewat, utusan istana tiba di Wan Cheng dan dia segera memerintahkan agar Sima Yi menerima titah kaisar.

Segera mendengar titah ini, Sima Yi segera membawa pasukan dari Wan Cheng. Segera datang utusan dari gubernur Shen Yi di Jin Cheng dengan pesan rahasia untuk Sima Yi. Utusan itu segera dibawa menuju kamar pribadi dan dia mengatakan bahwa Meng Da akan memberontak. Hal ini dapat diketahui karena Li Gu seorang kepercayaan Meng Da dan Deng Xian salah satu keponakan Meng Da memohon amnesti dengan mengakui rencana ini.

Sima Yi segera bertepuk tangan.

"Ini adalah keberuntungan Kaisar kita yang setinggi langit. Zhuge Liang telah berada di Qi Shan dan pasukan Wei sedang jatuh moralnya. Kaisar harus segera menuju Chang An dan jika dia tidak menggunakanku maka Meng Da akan menjalankan rencananya. Jika rencananya berhasil maka kedua ibukota akan hilang. Meng Da pasti bersekongkol dengan Zhuge Liang dan jika aku dapat menangkap Meng Da sebelum dia bertindak maka ini akan membuat semangat Zhuge Liang menjadi runtuh dan dia akan mundur."

Sima Shi berkata, "Kita perlu mengirim berita ke Istana."

"Tidak, hal itu akan membutuhkan waktu satu bulan dan penundaan ini akan berakibat fatal." Kata Sima Yi.

Sima Yi lalu memerintahkan pasukannnya membuang semua peralatan yang tidak diperlukan dan bergerak secepat mungkin. Dia memerintahkan hukuman mati kepada mereka yang lambat. Dan sebagai pengalih perhatian agar Meng Da tidak curiga, dia mengirim surat melalui penasehat militer Liang Ji untuk memberitahukan pada Meng Da agar bersiap-siap bergabung menuju barat dan menghalau pasukan Shu.

Sima Yi segera membawa pasukan mengikuti Liang Ji. Setelah dua hari Sima Yi akhirnya pasukan Sima Yi bertemu dengan pasukan Xu Huang didekat sebuah bukit.

Xu Huang menemui Sima Yi dan berkata, "Kaisar telah tiba di Chang An dan memimpin pasukna melawan Shu. Kemanakan Komandan Utama akan pergi ?"

Sima Yi dengan berbisik berkata, "Meng Da akan segera memberontak dan aku akan menangkap dia."

"Biarkan aku menjadi pemimpin pasukanmu." Kata Xu Huang.

AKhirnya pasukan Xu Huang bergabung dan Sima Yi menjadi komandan pasukan tnegah sementara anak2nya berada digaris belakang.

Dua hari setelah ini, beberapa pengintai menangkap utusan Meng Da dan juga surat balasan dari Zhuge Liang.

Sima Yi berkata, "Aku akan membiarkanmu hidup jika kau mengatakan semua yang kau tahu."

Akhirnya utusan itu menceritakan mengenai surat yang pernah dibawanya.

Setelah Sima Yi membaca surat itu dia berkata, "Semua orang pandai berpikir hal yang sama. Rencana kita telah berhasil diketahui oleh Zhuge Liang dengan kepandainnya dan dia telah menyiapkan semua rencana yang mungkin untuk mengagalkannya. Hanya karena keberuntungan dari Kaisar saja maka utusan ini dapat tertangkap. Sekarang Meng Da pasti tidak tertolong lagi."

Pasukan Wei segera bergerak dengan lebih cepat lagi.

Meng Da telah merencanakan untuk memberontak bersama Gubernur Shen Yi dari Jin Cheng dan Gubernur Shen Dan dari Shang Yong dan dia telah menunggu hari baiknya. Tetap Shen Yi dan Shen Dan hanya berpura-pura untuk menipunya saja.

Pada saat itu Liang Ji tiba dan dia segera menyerahkan surat dari Sima Yi, "Komandan Utama telah menerima titah kaisar dan dia meminta agar semua komandan mengumpulkan pasukannya. Dia mengirimku kemari untuk memintamu menyediakan pasukanmu."

"Kapankah komandan utama akan bergerak ?" Tanya Meng Da.

"Dia sudah bergerak sekarang dan sedang dalam perjalanan ke Chang An." Jawab Liang Ji.

Meng Da tersenyum karena dia berpikir kesuksesan akan menjadi miliknya. Dia segera memberikan jamuan bagi Liang Ji dan setelah itu Liang Ji segera pamit. Meng Da kemudian mengirim Shen Yi dan Shen untuk mengganti bendera Wei menjadi Han dan segera menyerang Luo Yang.

Kemudian penjaga menara melaporkan awan debu dari kejauhan yang menandakan bahwa ada pasukan mendekat. Meng Da terkejut dan segera naik ke atas tmebok kota untuk melihatnya sendiri. Segera dia melihat Panji2 perang bertuliskan nama Xu Huang mendekat. Dia segera lari ke bawah tembok dan dengan panik memerintahkan pasukannya menutup pintu gerbang dan menutup benteng itu. Xi Huang kemudian mendekat dan dia diatas kudanya duduk ditepi parit2 benteng.

Kemudian Xu Huang berteriak, "Cepatlah menyerah Pengkhianat !!!"

Meng Da marah dan dia segera memerintahkan pasukannya menembakan panah dan Xu Huang terluka dikepalanya. Dia kemudian segera ditolong dan dibawa menuju tempat yang aman. Kemudian Pasukan Xu Huang mundur dan ketika Xu Huang mundur, pasukan Meng Da membuka gerbang dan keluar untuk mengejar. Tetapi tiba2 pasukan Sima Yi tiba dan segera pertempuran brlangsung, panji2 perang dan bendera2 sedemikian banyaknya hingga menutupi matahari.

"Ini adalah apa yang telah diperkirakan Zhuge Liang !" Kata Meng Da dengan penuh penyesalan. Segera dia kembali kedalam bentengnya dan menutup bentengnya itu.

Sementar itu Xu Huang yang terluka segera dibawa ketendanya dimana disana anak panah dicabut dan dikeluarkan dari kepalanya serta tabib merawatnya. Tetapi malam itu Xu Huang meninggal dunia karena infeksi. Dia berusia 59 thn ketika meninggal. Jasadnya segera dikirim ke Luo Yang untuk dimakamkan.

Keesokan harinya, Meng Da pergi menuju tembok kota dimana dia melihat kotanya dikepung dari semua arah. Dia segera cemas dan tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Kemudian dia melihat ada dua pasukan mendekat dan bendera mereka bertuliskan Shen Yi dan Shen Dan. Dia berpikir bahwa mereka datang untuk membantunya, sehingga dia segera membuka gerbang dan keluar untuk bergabung bersama mereka dan bertempur.

"Pemberontak, menyerahlah !!!" Kata Shen Yi dan Shen Dan ketika mereka tiba.

Setelah mengetahui bahwa perkiraanya salah, dia segera berbalik kembali kedalam bentengnya tetapi dia kalah cepat dan akhirnya terbunuh. Mereka segera memamerkan kepala Meng Da dan pasukannya segera menyerah. Sima Yi segera disambut di dalam kota. Penduduk segera ditenangkan dan seluruh pasukan diberi hadiah. Laporan keberhasilan ini dikirimkan kepada Cao Rui.

Cao Rui memerintahkan agar jasad Meng Da dipamerkan dijalan dekat pasar di Luo Yang dan dia mempromosikan Shen Yi dan Shen Dan sebagai pejabat militer dipasukan Sima Yi. Dia juga memberikan Li Gu dan Deng Xian jabatan sebagai penguasa kota Xin Cheng dan Shang Yong.

Kemudian Sima Yi bergerak ke Chang An dan berkemah. Dia segera masuk ke dalam kota dan diterima oleh kaisar yg sangat berterima kasih.

"Dahulu aku meragukan dirimu tetapi saat itu aku tidak mengerti dan aku mendengar kepada mereka yang menginginkan kehancuran Wei. Aku menyesali hal itu, jika saja kau tidak menghancurkan Meng Da mungkin sekarang kedua ibukota telah jatuh ketangan musuh."

Sima Yi menjawab, "Shen Yi memberikan informasi mengenai hal ini dan aku berpikir untuk melaporkan hal ini padamu, tetapi jika begitu maka akan membutuhkan waktu yang lama jadi aku tidak menunggu perintah dan langsung bergerak. Penundaan akan membuat kita semua jatuh kedalam rencana Zhuge Liang."

Kemudian Sima Yi memberikan surat yg ditujukan Zhuge Liang kepada Meng Da.

Ketika Kaisar membacanya dia berkata, "Kau lebih bijak daripada kedua ahli strategi, Wu Qi dan Sun Tzu."

Kaisar memberikan Sima Yi sepasang kampak emas dan juga keistimewaan untuk melakukan hal apapun tanpa perlu memberitahukannya terlebih dahulu. Setelah itu kaisar meminta semua bawahannya yang lain harus berkonsultasi dengan Sima Yi untuk segara urusan ekspedisi dibarat dan sejak saat itu mereka semua memanggilnya Instruktur Zhong Da.

Sima Yi kemudian diperintahkan untuk memukul mundur musuh.

Sima Yi berkata, "Untuk menjalankan tugas ini bolehkah aku menunjuk pemimpin pasukanku ?"

"Siapakah yang kau pilih ?"

"Zhang He, Jendral pasukan kanan. Hanya dialah yang sanggup menjalankan tugas ini."

"Dia adalah orang yang juga ingin kutugaskan untuk hal ini."Kata Cao Rui tersenyum dan Zhang He pun mendapatkan penunjukannya.

Sima Yi membawa pasukan keluar dari Chang An untuk berhadapan dengan pasukan Zhuge Liang di Qi Shan.

Berita mengenai pertempuran antara Zhuge Kongming dan Sima Zhong Da menyebar keseluruh negeri. Ini adalah pertempuran yang menentukan nasib Wei dikemudian hari.

Bagaimana kisah selanjutnya dapat dibaca dibab berikutnya.....
Logged

Farewell..
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-82
Offline Offline

Posts: 13841



« Reply #277 on: March 21, 2010, 10:06:44 AM »

Bab 95  Bagian 1
Kesombongan Ma Xu, Jie Ting Direbut Wei


Selain mengirim Zhang He, Cao Rui juga menunjuk Xin Pi dan Sun Li untuk membantu Cao Zhen. Xin Pi dan Sun Li memimpin 50.000 prajurit.

Sima Yi membawa 200.000 prajurit terbaik, di dalam pasukannya terdapat 30.000 pasukan 'Armored Tiger' yang sekarang dipercayakan kepadanya. Mereka segera bergerak menuju Qi Shan dan membuat kemah didekat sana.

Ketika perkemahan telah selesai dibuat, Sima Yi segera memanggil Zhang He ke dalam tendanya dan berkata, "Salah satu karakteristik Zhuge Liang adalah bahwa dia sangat berhati-hati dan tidak pernah terburu-buru. Jika aku berada di dalam posisinya, aku akan segera bergerak melalui lembah Zi Wu untuk segera merebut Chang An dan menghemat banyak waktu. Dia tidak melakukan hal ini bukan karena dia tidak melihatnya atau tidak ahli, tetapi dia khawatir bahwa rencananya akan berantakan. Dia orang yg tidak mau mengambil resiko dalam urusan perang. Oleh sebab itu aku yakin dia akan datang melalui lembah Xie dan merebut Mei Cheng dalam perjalannya. Jika tempat itu berhasil direbut maka dia akan segera membagi dua pasukannya. Yg satu akan merebut Lembah Gu dan Yg lainnya menjaga Mei Cheng. Aku telah mengirim Cao Zhen untuk menjaga MeiCheng dan memerintahkn dia untuk tidak keluar bertempur. Jendral Sun Li dan Xin Pi akan menjaga lembah Gu dan jika musuh tiba mereka harus menyerang mereka."

"Dan kau sendiri akan bergerak melalui rute yang mana ?" Tanya Zhang He.

"Aku mengetahui ada sebuah daerah di barat gunung Qin Ling bernama Jie Ting. Disana terdapat kota Li Liu. Kedua tempat ini adalah leher dari Han Zhong. Zhuge Liang akan mengambil kesempatan dari ketidaksiapan Cao Zhen dan dia pasti akan melewati tempat ini. Kau dan aku akan pergi ke Jie Ting karena tempat itu adalah rute terdekat untuk segera tiba di benteng Yang Ping. Ketika Zhuge Liang mendengar bahwa jalan melalui Jie Ting diblokade maka dia akan mengerti bahwa semua tanah dilembah barat tidak akan mungkin dipertahankan. Dia akan segera mundur menuju Han Zhong. Aku akan menyerang dia dalam perjalanan mundurnya itu dan mendapatkan kemenangan besar. Jika dia tidak mundur maka aku akan memblokade semua jalan kecil dan menghentikan jalur persediaannya. Dalam 1 bulan maka berasnya akan habis dan pasukannya kelaparan. Setelah itu akan mereka akan melakukan desersi, yg tidak makan akan mati dan Zhuge Liang dapat menjadi tawanannku."

Zhang He mengungkapkan kekagumannya terhadap Sima Yi ini dan berkata, "Guru Zhong Da, perhitunganmu memang lebih dari pada manusia biasa !"

Sima Yi lalu melanjutkan, "Tetapi perlu diingat, Zhuge Liang berbeda dengan Meng Da. Kau, sebagai pemimpin pasukan harus bertindak sangat waspada. Kau harus memberitahukan kepada bawahanmu mengenai pentingnya pengintaian dan hanya bergera ketika mereka yakin tidak ada pasukan musuh yang bersembunyi. Jika mereka lengah maka kau akan menjadi korban dari taktik Zhuge Liang."

Zhang He setelah menerima instruksi ini segera berangkat.

Sementara itu mata2 tiba untuk melaporkan perkembangan keadaan kepada Zhuge Liang di QiShan mengenai lematian Meng Da.

Dia berkata, "Sima Yi bergerak cepat sekali dan tiba dalam 8 hari di Xin Cheng. Dia membawa Shen Yi, Shen Dan, Li Gu, Deng Xian. Meng Da tidak dapat berbuat apapun dan akhirnya terbunuh. Sekrang Sima Yi telah berada di Chang An dan bergerak kemari dengan Zhang He sebagai pemimpin pasukannya."

Zhuge Liang langsung khawatir dan gelisah.

"Kehancuran Meng Da memang sudah dapat dipastikan. Rencana seperti yang diusulkannya tidak mungkin dapat disimpan dan tidak diketahui siapapun. Sekarang Sima Yi akan mencoba menguasai Jie Ting dan memblokade satu jalan yang sangat penting bagi kita."

Akhirnya diputuskan bahwa Jie Ting harus dipertahankan dan Zhuge Liang bertanya siapakah yang bersedia pergi. Ma Xun menawarkan dirinya untuk tugas ini.

Zhuge Liang mengingatkan kepadanya mengenai betapa pentingnya tugas ini.

"Tempat ini mungkin kecil tetapi sangat penting. Karena kalau kau kehilangan tempat ini maka artinya kau kehilangan seluruh pasukan. Kau sangat ahli dalam berbagai strategi dan taktik perang, tetapi untuk mempertahankan tempat ini sangat sulit karena disini tidak ada benteng ataupun pertahanan alam."

"Aku telah mempelajari berbagai buku perang sejak aku masih kecil dan aku dapat katakan bahwa aku mengerti sedikit mengenai seni berperang. Mengapa hanya Jie Ting saja sulit sekali untuk dipertahankan ?" Jawab Ma Xu.

"Karena Sima Yi ini bukanlah lawan yang enteng dan dia juga membawa Zhang He sebagai pemimpin pasukannya. Aku khawatir kau bukanlah lawan yg sepadan untuknya."

Ma Xu menjawab, "Tidak perlu khawatir mengenai kedua orang ini, aku bahkan tidak khawatir jika Cao Rui sendiri yang datang menghadapiku. Jika aku gagal, maka kau dapat menghukum mati seluruh keluargaku."

"Di dalam perang tidak boleh bercanda." Kata Zhuge Liang.

"Aku akan menuliskan janjiku ini." Jawab Ma Xu.

Zhuge Liang setuju dan Ma Xu menuliskan komitmennya itu dan Zhuge Liang meminta sekertaris pasukan untuk menyimpannya.

Zhuge Liang melanjutkan, "Aku akan memberikan 25.000 prajurit veteran terbaik dan juga mengirim seorang pejabat militer untuk mendampingi dirimu."

Kemudian dia memanggil Wang Ping dan berkata padanya, "Karena kau adalah seorang yang berhati-hati dan waspada maka aku memberikanmu jabatan dengan tanggung jawab besar ini. Kau harus mempertahankan Jie Ting dengan sangat waspada. Buatlah perkemahan disana ditempat yang paling menguntungkan sehingga musuh tidak dapat mencuri masuk daerah itu tanpa kau ketahui. Ketika pengaturanmu telah siap maka buatlah gambar posisi pasukan kita disana dan peta daerah itu, kirimkan padaku dan aku akan melihatnya. Seluruh pengaturanku telah dipikirkan baik2 dan tidak boleh diubah. Jika kau dan Ma Xu berhasil mempertahankan tempat ini maka ini akan menjadi langkah pertama untuk merebut Chang An. Jadi aku mohon, sangat..sangat berhati-hatilah."

Setelah Ma Xu dan Wang Ping berangkat, Zhuge Liang berpikir cukup lama dan kemudian dia berpikir bahwa mungkin ada sesuatu yang tidak berjalan baik diantara kedua orang ini.

Lalu dia memanggil Gao Xiang dan berkata, "Di timur laut Jie Ting ada kota bernama Li Liu dan di dekat tempat ini ada daerah perbukitan. Disana kau harus berkemah dan membuat pertahanan. Aku akan memberikan 10.000 prajurit untuk tugas ini. Jika JieTing terancam kau harus membantu Ma Xu dan Wang Ping."

Setelah Gao Xiang pergi, Zhuge Liang kembali berpikir bahwa Gao Xiang tidak akan mampu melawan Zhang He, dan dia berpikir untuk menambah kekuatan agar Jie Ting aman. Akhirnya dia memanggil Wei Yan dan memintanya memimpin pasukan disebelah barat Jie Ting dan berkemah disana.

Tetapi Wei Yan berpikir ini bukan tugas yang pantas untuknya dan berkata, "Sebagai pemimpin pasukan, aku harus yang pertama berhadapan dengan musuh. Kenapa kau dikirim ketempat dimana aku tidak melakukan apapun ?"

"Jabatan pemimpin pasukan sebenarnya hanya jabatan kecil, siapapun dapat melakukannya. Sekarang aku mengirimmu ke Jie Ting dan menempatkanmu untuk menjaga jalan penting menuju Yang Ping. Kau adalah penjaga dari jalan menuju Han Zhong. tugas ini sangat penting dan bukan tugas ringan. Jangan kau anggap enteng tugas ini sehingga merusak semua rencanaku. Kau harus sangat berhati-hati karena kehilangan tempat ini berarti akan kehilangan seluruh Shu."

Wei Yan puas mendengar jawaban ini dan dia segera pergi melaksanakan tugasnya.

Sekarang Zhuge Liang merasa tenang dan dia memanggil Zhao Yue dan Deng Zhi serta berkata, "Sekarang Sima Yi yang memimpin pasukan musuh dan kita harus mengubah cara pandang kita. Masing2 dari kalian akan memimpin pasukan menuju lembah Gu dan mencoba mengalihkan perhatian musuh. Baik kalian akan menyerang mereka atau tidak yg pasti keberadaan kalian akan membuat mereka menjadi ragu2 untuk maju. Aku akan memimpin pasukan menuju Lembah Xie dan menuju Mei Cheng. Jika aku dapat merebut tempat itu dan Jie Ting berhasil dipertahankan maka Chang An pasti akan jatuh dalam waktu 10 hari."

Zhao Yue dan Deng Zhi menerima perintah itu dan mereka segera berangkat.

Zhuge Liang menunjuk Jiang Wei sebagai pemimpin pasukannya dan dia segera bergerak menuju lembah Xie.

Ketika Ma Xu dan Wang Ping tiba di Jie Ting dan melihat tempat itu, Ma Xu tersenyum dan berkata, "Kenapa Perdana Menteri sangat khawatir ? Bagaimana mungkin pasukan Wei berani datang ketempat yang berbukit-bukit seperti ini ?"

Wang Ping menjawab, "Walaupun mereka mungkin tidak berani datang, kita harus mendirikan kemah kita ditempat persimpangan jalan utama ini."

Lalu Wang Ping memerintahkan pasukannya untuk menebang pohon dan membangun benteng kecil dari kayu.

Tetapi Ma Xu memiliki ide yang berbeda.

"Mengapa harus membuat benteng dijalan itu ? Disini ada sebuah bukit tunggal yg tinggi dan memiliki banyak kayu. Tempat ini sangat menguntungkan pasukan kita dan kita akan berkemah disini."

"Kau salah, penasehat Ma. Jika kita berkemah dipersimpangan jalan itu dan membuat tembok yang kokoh, musuh tidak mungkin dapat melalui tempat itu. Jika kita meninggalkan tempat itu tetapi memilih bukit ini dan Pasukan Wei datang mengepung lalu bagaimana caranya kita akan menyelamatkan diri ?"

"Kau melihat hal ini seperti anak kecil saja. Seni berperang mengatakan bahwa dia yang dapat melihat kebawah dari posisi yang lebih tinggi akan dapat menduga gerakan musuh dengan lebih mudah. Jika mereka tiba ditempat ini maka aku akan memastikan bahwa tidak akan ada satu orangpun yang kembali lagi." Jawab Ma Xu sambil tertawa.

"Aku telah mengikuti Perdana Menteri dalam berbagai pertempuran dan dia selalu menjelaskan secara detail mengenai topografi daerah dan memberikan perintah berdasarkan pemikiran atas keadaan dan bukan atas kata2 didalam buku. Sekarang aku telah mempelajari bukit ini dengan baik dan menemukan bahwa ini adalah tempat penting. Tetapi jika kita berkemah ditempat ini dan musuh memutus sumber air kita maka pasukan kita akan memberontak." Kata Wang Ping.

"Tidak akan terjadi seperti itu !! Sun Tzu berkata bahwa kemenangan dapat diperoleh dari keadaan yang tertekan. Jika mereka memotong sumber air kita maka bukankah pasukan kita bertempur mati2an ? Dan setiap orang prajurit kita akan sama dengan 100 orang prajurit musuh. Aku telah mempelajari berbagai buku perang dan perdana menteri selalu menanyakan saranku. Mengapa kau sekrang menentang pemikiranku ?"

"Jika kau memang ingin berkemah diatas bukit maka berikan aku 1/2 dari pasukan ini sehingga aku akan berkemah dipersimpangan jalan dan dapat memberikan bantuan jika musuh datang."

Tetapi Ma Xu menolak dan pada saat itu banyak penduduk berdatangan serta berkata bahwa pasukan Wei telah tiba.

Wang Ping masih meminta agar dia diberikan pasukannya untuk membuat kemah. Dan akhirnya Ma Xu berkata padanya, "Karena kau tidak menuruti perintahku maka aku akan memberikan 5.000 prajurit dan kau dapat pergi serta membuat kemahmu sendiri. Tetapi ketika aku melaporkan keberhasilanku kepada perdana menteri maka kau tidak akan mendapatkan bagian dari jasa ini."

Wang Ping segera membuat kemahnya dan dia mengambarkan posisi pasukan mereka serta topografi daerah itu. Dia segera mengirim utusan untuk mengantarkan peta ini serta surat yang menyatakan bahwa Ma Xu membangun kemah diatas bukit tunggal.

Sementar itu Sima Yi sedang menuju Jie Ting dan dia mengirim Sima Zhao untuk melakukan pengintaian terhadap daerah itu terlebih dahulu.

Kata Sima Yi, "Jika ada pasukan disana maka kau jgn bergerak lebih jauh lagi."

Setelah beberapa saat Sima Zhao kembali dan berkata, "Jie Ting telah dikuasai oleh Shu."

"Zhuge Liang memang lebih dari sekedar manusia biasa. Dia terlalu pandai untuk diriku." Kata Sima Yi penuh kekecewaan. ketika Sima Zhao memberikan laporan ini.

"Mengapa kau putus asa seperti itu ayah ? Aku pikir Jie Ting tidak terlalu sulit untuk direbut."

"Berani sekali kalu mengatakan kata2 sombong seperti itu ?"

"Karena aku telah melihatnya, tidak ada benteng dijalan utama, dan musuh kebanyakan berkemah diatas bukit."

Ini adalah berita baik.

"Jika mereka memang berkemah diatas bukit maka langit memang menghendaki kemenangan bagi diriku." kata Sima Yi.

Pada malam harinya Sima Yi mengaganti pakaiannya dan kemudian membawa pengawalan kecil untuk melihat sendiri hal ini. Bulan bersinar dengan terangnya saat itu sehingga dia dapat melihat jelas posisi pasukan Shu. Ma Xu juga melihat Sima Yi yg sedang melakukan pengintaian tetapi dia hanya tertawa saja.

"Jika Sima Yi memiliki keberuntungan, dia tidak akan mencoba mengepung bukit ini." Kata Ma Xu.

Ma Xu mengeluarkan perintah kepada bawahannya, "Jika musuh datang menyerang, kalian harus melihat keatas bukit untuk bender merah berkibar. Jika kalian melihatnya maka kalian harus turun menyerang dari segala sisi."

Sima Yi kembali kekemahnya dan segera mengirim orang untuk mencari tahu siapakah komandan di Jie Ting.

Setelah beberapa saat mereka melaporkan padanya, "Dia adalah Ma Xu adik dari Ma Liang."

"Seseorang dengan reputasi kosong dan kemampuan biasa2 saja. Jika Zhuge Liang menggunakan orang seperti Ma Xu maka dia pasti akan gagal." kata Sima Yi.

Kemudian dia berkata, "Apakah ada perkemahan lain didekat tempat itu ?"

Dan mereka melaporkan, "Wang Ping berkemah dipersimpangan jalan utama sejauh 5 Li dari bukit itu."

Segera Zhang He diperintahkan untuk pergi dan mencegah Wang Ping untuk datang menolong apabila bukit itu diserang oleh pasukannya. Zhang He segera bergerak dan menempatkan dirinya diantara pasukan Wang Ping dan bukit itu.

Seelah selesai Sima Yi memerintahkan Shen Yi dan Shen Dan untuk mengepung bukit dan menutup supplai air. Dengan tidak adanya air maka akan menyebabkan pasukan memberontak dan ketika itu terjadi maka inilah saat nya pasukan Wei menyerang.

Kemudian Sima Yi memimpin pasukan utama untuk menyerang bukit dari semua sisi.

Dari atas puncak bukit Ma Xu melihat bendera dan panji2 perang musuh mengelilinginya dan prajurit musuh segera mengepung bukit itu. Pada saat itu bukit itu telah benar2 terkepung dan tidak ada jalan keluar. Pasukan Shu sangat ketakutan atas hal ini. Mereka tidak berani untuk turun menyerang walaupun Ma Xu mengibarkan bendera merah yg memerintahkan mereka untuk menyerang. Para bawahannya berdiri menunggu ada yang berani untuk menyerang terlebih dahulu. Ma Xu sangat marah dan dia membunuh dua jendral sebagai hukuman. Hal ini membuat yang lain takut dan akhirnya segra menyerang secara membabi-buta kebawah bukit, tetapi pasukan Wei telah bersiap dan mereka berdiri tegar menghadapi serbuan ini. Pada akhirnya malah pasukan Wei yang bergerak menaiki bukit.

Ma Xu melihat bahwa keadaan berbalik melawannya sehingga dia kemudian memberi perintah untuk menutup gerbang kemahnya dan bertahan sampai bantuan tiba.

Ketika Wang Ping melihat bahwa bukit itu terkepung, dia segera berusaha untuk membantu tetapi Zhang He menghadangnya dan akhirnya Wang Ping tidak dapat membantu Ma Xu yang terkepung.

Pasukan Wei mengepung bukit itu tanpa memberi celah. Pasukan Shu yang berkemah diatas bukit dan tanpa persediaan air dan memasak makanan akhirnya jatuh semangatnya dan kekacauanpun timbul. Pasukan Wei sengaja memasak makanan yang lezat dikaki bukit untuk membuat pasukan Shu menderita. Akhirnya beberapa pasukan Shu tidak tahan lagi dan kemudian menyerah. Ma Xu akhirnya mengambil keputusan untuk menerobos kepungan menuju arah barat.

Sima Yi membiarkan Ma Xu lolos tetapi dia memerintahkan Zhang He untuk mengejarnya sampai sejauh 20 Li. Tetapi tiba2 disana terdengar bunyi genderang perang. Zhang He terkejut dan disana dia dihadang oleh Pasukan Wei Yan sementara Ma Xu berhasil lolos. Wei Yan dengan menggebu-gebu segera menuju Zhang He yang akhirnya mundur. Wei Yan mengejarnya dan memaksa Zhang He kembali menuju Jie Ting.

Pengejaran itu berlangsung sejauh 30 Li dan kemudian Wei Yan menemukan dirinya masuk dalam perangkap. Sima Yi disatu sisi dan Sima Zhao disisi lainnya. Mereka mengitari bukit dan sekarang berada dibelakang pasukan Wei Yan. Kemudian Zhang He berbalik dan menyerang pasukan Wei Yan dari arah depan. Wei Yan kehilangan banyak pasukan dan seluruh usahanya untuk mencari jalan sia2. Kemudian datang pasukan bantuan yang dipimpin oleh Wang Ping.

"Ini adalah penyelamat hidupku." Kata Wei Yan ketika dia melihat Wang Ping datamg dan keduanya akhirnya menggabungkan diri dan segera memukul mundur pasukan Wei. Wei Yan dan Wang Ping segera mencoba kembali ke kemah Shu yang berada di Jie Ting tetapi mereka terlambat, musuh telah menguasainya dan telah mempersiapkan pertahanan.

Shen Yi dan Shen Dan segera keluar dari kemah itu dan menyerang Wei Yan dan Wang Ping. Akhirnya mereka terpaksa mundur ke Li Liu.

Logged

Farewell..
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-82
Offline Offline

Posts: 13841



« Reply #278 on: March 21, 2010, 10:18:40 AM »

Bab 95 Bagian 2
Kecapi Zhuge Liang memukul mundur Sima Yi, Taktik Kota Kosong



Pada saat yang sama Gao Xiang mendapatkan laporan mengenai penyerangan atas Jie Ting dan dia segera membawa 10.000 prajuritnya keluar dari Li Liu untuk menyelamatkan mereka. Ditengah perjalanan dia bertemu dengan Wei Yan dan Wang Ping yg menceritakan bahwa Jie Ting sudah tidak mungkin dipertahankan.

Ketika Gao Xiang mendengar cerita mereka, dia mengusulkan agar segera melakukan serangan malam hari terhadap perkemahan Shu yg direbut Wei dan mencoba mengambil alih posisi strategis di Jie Ting, minimal sampai Zhuge Liang dapat mengirim orang membantu. Mereka merencanakan hal ini dan segera menjalankannya ketika hari menjelang gelap.

Mereka bergerak melalui 3 rute, Wei Yan yang pertama sampai di Jie Ting, disana dia tidak melihat satu orang pasukanpun dan dia merasa curiga. Dia memutuskan untuk menunggu kedatangan Gao Xiang dan mereka berdua berspekulasi mengenai keberadaan pasukan musuh. Mereka tidak dapat menemukan jejak musuh dan mereka mulai khawatir karena pasukan ke 3 dibawah Wang Ping belum juga tiba.

Tiba2 bunyi ledakan terdengar dan genderang perang bertabuhan dan musuhpun muncul. Jumlah mereka 3 kali lipat dari pasukan Shu dan akhirnya pasukan Shu terdesak. Wei Yan dan Gao Xiang bertempur habis2an untuk mencari jalan keluar dari kepungan ini tetapi mereka tidak dapat menemukan jalan. Disaat yang kritis tiba2 terdengar suara pasukan lainnya lagi yang tiba, kali ini yang datang adalah pasukan Wang Ping dan dia datang untuk menyerang pasukan Wei dari belakang. Kemudian mereka bertiga segera kembali ke Li Liu tetapi ketika mereka sudah dekat dengan kota, pasukan lain memotong jalan mereka dan mereka melihat bendera dengan tulisan "Jendral Wei, Guo Hai"

Guo Huao telah membicarakan mengenai pemanggilan Sima Yi dengan Cao Zhen yang khawatir bahwa Sima Yi akan mendapatkan jasa besar. Guo Hai sengaja mengerakkan pasukannya untuk mengantisipasi Sima Yi yg merebut Jie Ting. Dia terkejut bahwa Sima Yi telah sampai di Jie Ting tetapi dia berharap masih bisa mengurangi jasa Sima Yi dengan merebut Li Liu dan ditengah perjalanan dia bertemu dengan pasukan Shu.

Dia bertempir dengan 3 pasukan Shu yang dipimpi oleh Wei Yan, Gao Xiang dan Wang Ping dan membunuh banyak dari mereka. Wei Yan khawatir pasukan Wei akan masuk ke Han Zhong sehingga dia berserta Wang Ping dan Gao Xiang segera menuju benteng di Yang Ping dan meyiagakan mereka.

Guo Huai senang dengan keberhasilannya memukul mundur musuh dan dia berkata kepada para bawahannya, "Aku sangat kecewa di Jie Ting tetapi karena kita telah mengambil tempat ini dan ini merupakan sebuah jasa besar."

Segera dia menuju tembok kota. Ketika dia tibam tiba2 dia terkejut bahwa bendera dan panji perang telah berkibaran ditempat itu. Disalah satu bendera terbesar dia membaca "Sima Yi, Jendral Yang Menentramkan Barat." Pada saat itu Sima Yi naik keatas menara dan melihat Guo Huai.

Dia tersenyum dan berkata, "Lama sekalu kau baru tiba disini, temanku Guo Huai !"

Guo Huai sangat terkejut dan dalam hati dia berkata, "Dia terlalu pandai untukku."

Akhirnya Guo Huai masuk ke dalam kota itu dan dia segera menemui Sima Yi untuk memberi selamat sebagai tanda penghormatan bagi kesuksesan lawannya itu.

Sima Yi sangat senang dan dia berkata, "Zhuge Liang harus mundur sekarang setelah Jie Ting jatuh. Kau bergabunglah dengan Cao Zhen dan seranglah mereka secepatnya."

Guo Huai setuju dan segera berpamitan.

Sima Yi memanggil Zhang He dan berkata, "Cao Zhen dan Guo Huai berpikir bahwa mereka dapat memenangkan jasa besar, sehingga mereka mencoba merebut tempat ini. Kita bukanlah satu2nya yang ingin mendapatkan jasa tetapi kita memiliki keberuntungan untuk berhasil. Aku pikir Wei Yan, Ma Xu, Wang Ping dan Gao Xiang akan segera mengamankan Yang Ping. Jika aku mencoba merebut tempat itu maka Zhuge Liang akan menyerang dari belakang. Seperti dikatakan dalam buku strategi perang bahwa seseorang harus menghancurkan pasukan yang mundur dan bukan mengejar musuh yang telah hancur. Jadi kau bergeraklah melalui jalan pintas dan hancurkan pasukan yang mundur dari Lembah Gu sementara aku menuju Lembah Xie. Jika mereka kabur tidak perlu mengejarnya terlalu jauh, tetapi usahakan merebut sebanyak mungkin kereta persediaan mereka."

Zhang He segera bergerak untuk menjalankan rencana ini.

Kemudian Sima Yi memberi perintah, "Kita akan pergi menuju lembah Xie melalui Xi Cheng. Walaupun Xi Cheng adalah tempat kecil tetapi tempat itu sangat penting untuk pasukan Shu karena merupakan depot persediaan mereka. Jalan ini juga merupakan jalan utama menuju Na Nan, Tian Shui dan An Ding. Jika tempat ini dapat direbut maka ke tiga tempat itu akan jatuh ketangan kita."

Sima Yi meninggalkan Shen Yi dan Shen Dan untuk menjaga Li Liu dan segera bergerak menuju lembah Xie.

Setelah Zhuge Liang mengirim Ma Xu untuk menjaga Jie Ting dia selalu gelisah. Kemudian datang utusan yang membawa peta yg digambar Wang Ping. Zhuge Liang segera pergi kemejanya dan membuka peta serta surat itu. Setelah membacanya dia membanting meja itu dengan penuh amarah.

"Kesombongan Ma Xu telah menghancurkan seluruh pasukanku !" Teriak dia.

"Mengapa kau sangat marah, Tuan Perdana Menteri ?" tanya mereka yang berada didekatnya.

"Dengan rencana ini aku dapat melihat bahwa kita telah kehilangan tempat yang penting. Dia membangun kemah di atas bukit tunggal. Jika pasukan Wei datang mengepung maka persediaan air kita akan diputus. Dalam dua hari pasukan kita akan memberontak dan jika Jie Ting sampai jatuh lalu bagaimana kita dapat mundur ?"

Disini penasehat tinggi Yang Yi berkata, "Aku tidak terlalu pintar, tetapi ijinkan aku menggantikan Ma Xu."

Zhuge Liang menjelaskan pada Yang Yi bagaimana dan dimana untuk berkemah. Tetapi belum Yang Yi menjalankan tugasnya, seorang penunggang kuda tiba dan mengabarkan berita mengenai kejatuhan Jie Ting dan Li Liu.

Hal ini membuat Zhuge Liang sangat sedih dan dia menarik napas panjang, "Seluruh rencana ini telah gagal dan ini adalah kesalahanku."

Zhuge Liang mengirim Guan Xing dan Zhang Bao serta berkata, "Masing2 dari kalian akan membawa 3.000 prajurit veteran. Kalian harus bersembunyi di Bukit Wu Gong. Jika kalian bertemu musuh jangan menyerangnya, tetapi bunyikan genderang perang dan buatlah mereka ragu2 sehingga mereka akan mundur. Jangan mengejar mereka tetapi ketika mereka mundur kalian segera pergi menuju benteng di Yang Ping."

Dia juga mengirim Zhang Yi untuk mengumumkan pemunduran pasukan secara massal. Ma Dai dan Jiang Wei diperintahkan untuk menjaga pasukan garis belakang. Mereka diperintahkan untuk bersembunyi sampai pasukan yang paling belakang telah berhasil mundur dan masuk wilayah Han Zhong. Utusan segera dikirimkan menuju Tian Shui, Na Nan dan An Ding agar semua pejabat, tentara dan juga penduduk meninggalkan tempat itu dan menuju Han Zhong. Dia juga mengirim orang untuk mengamankan ibu Jiang Wei yang telah tua ke Han Zhong.

Setelah semua hal ini selesai, Zhuge Liang membawa 5.000 prajurit untuk pergi ke Xi Cheng dan mengosongkan persediaan disana.

Tetapi utusan demi utusan datang melaporkan, "Sima Yi bergerak cepat sekali menuju Xi Cheng, dia membawa 150.000 prajurit."

Zhuge Liang tidak memiliki lagi jendral disampingnya, Dia hanya memiliki beberapa pejabat sipil dan 5.000 prajuritg yang 1/2 sedang mengosongkan lumbung2 beras dan gudang2 persediaan. Jadi dia hanya memiliki 2.500 prajurit yang siap bertempur.

Seluruh bawahannya ketakutan ketika mendengar bahwa pasukan musuh mendekat. Zhuge Liang segera naik ke atas menara dan melihat sekeliling. Dia melihat ada awan debu berterbangan. Pasukan Wei mendekat dari arah timur laut dan barat laut.

Lalu dia memberi perintah, "Semua bendera dan panji perang harus disimpan dan jka ada prajurit yg bergerak atau membuat suara gaduh maka dia akan dihukum mati segera."

Kemudian dia memerintahkan agar pintu gerbang kota dibuka dan dia menempatkan 20 prajurit berpakain layaknya penduduk biasa untuk menyapu dan membersihkan gerbang kota. Dia juga meminta mereka semua tidak ada yang bereaksi dengan kedatangan pasukan Wei ini karena dia telah memiliki rencana untuk mempertahankan kota.

Ketika semua persiapan sudah selesai, dia mengganti pakaiannya dengan pakaian pendeta Tao berwarna putihnya dan setelah itu dia meminta beberapa pelayannya untuk menyiapkan kecapi dan membakar sebatang dupa harum diatas menara.

Pasukan pengintai Sima Yi yang mendekat ke kota melihat hal ini dan mereka tidak berani masuk ke dalam kota, mereka kembali kepada Sima Yi dan melaporkan apa yang mereka lihat. Sima Yi bingung mendengar laporan ini dan dia memerintahkan agar pasukannya berhenti dan dia bersama sekelompok kecil prajurit mendekat ke kota. Disana dia menyaksikan persis seperti apa yg dilaporkan kepadanya. Zhuge Liang sedang duduk diatas menara dan dengan wajah penuh senyum dia memainkan musik dengan santainya. Disampingnya ada pelayannya yang membawa pedang titah kaisar dan sementara pelayan lainnya membawa kipas bulunya. Di dalam gerbang tampa ada beberapa orang yang sedang membersihkan gerbang kota dan yang lainnnya menyapu jalan. Kehidupan di dalam kota juga tampak normal2 saja.

Sima Yi sulit mempercayai apa yang dilihatnya, dia berpikir bahwa pasti ada jebakan atau perangkap didalamnya. Dia kemudian menutup matanya dan mendengarkan musik yang dimainkan Zhuge Liang, dia ingin mengetahui apakah ada keragu-raguan dan ketakutan di dalam permainan musik itu. Zhuge Liang yang melihat hal ini mengetahui apa yang Sima Yi lakukan dan dia sengaja melantunkan nada2 yang mengugah hati sehingga membuat Sima Yi bingung. Akhirnya Sima Yi berbalik dan disana dia terus mengamati Zhuge Liang.

"Aku yakin pasti tidak ada pasukan dibalik tembok itu. Mengapa kau memerintahkan mundur,ayahku ?" Tanya Sima Zhao.

Sima Yi menajwab, "Zhuge Liang selalu berhati-hati dan tidak akan mengambil resiko apapun. Pintu gerbang yang terbuka itu pasti untuk memancing kita masuk. Jika pasukan kita masuk ke dalam kota dan disana ada perangkap, maka kita semua akan jatuh dalam rencana Zhuge Liang. Bagaimana kau tahu bahwa didalam tidak ada pasukan ? Tentu tidak bisa bukan. Sekarang lebih baik kita perintahkan pasukan untuk mundur."

Dengan perintah ini maka pasukan Wei akhinrya mundur, Zhuge Liang yang melihat hal ini segera turun dari atas tembok kota dengan tangan gemetar dan wajah mengeluarkan keringat dingin. Tetapi dia cukup senang dan lega karena musuh telah pergi.

Para bawahannya terkagum-kagum melihat hal ini dan mereka bertanya, "Sima Yi adalah jendral terhebat Wei dan dia memimpin 150.000 prajurit. Tetapi mengapa dia mundur begitu melihatmu memaikan musik ?"

Zhuge Liang berkata, "Dia mengetahui reputasiku yang selalu berhati-hati dan tidak bermain2 dengan resiko. Melihat hal ini dia mencurigai adanya jebakan dan perangkap di dalam kota sehingga dia memundurkan pasukannya. Aku tidak suka mengambil resiko tetapi saat ini tidak ada pilihan lain. Sekarang dia akan berhadapan dengan Guan Xing dan Zhang Bao yang aku perintahkan untuk bersembunyi di bukit dan menunggu pasukan Wei yang lewat."

Mereka semua masih sangat ketakutan tetapi semuanya memuji kedalaman pandangan pemimpin mereka ini dan juga rencana2 misteriusnya serta strategi2 jitunya.

"Kita seharusnya lari meninggalkan tempat ini." kata mereka semua.

"Apa yang dapat kita lakukan dengan 2.500 prajurit bahkan jika kita lari ? Kita pasti belum pergi jauh sebelum tertangkap mereka." Kata Zhuge Liang.

"Tetapi jika aku berada diposisi Sima Yi, aku tidak akan mundur." Kata Zhuge Liang tersenyum mengetahui bahwa dia sudah menemukan kelemahan Sima Yi.

Dia memberikan perintah bahwa seluruh penduduk boleh mengikuti pasukan menuju Han Zhong karena Sima Yi pasti akan kembali.

Mereka segera meninggalkan XIn Cheng dan menuju Han Zhong. Segera seluruh penduduk dan pasukan serta persediaan dari 3 kota juga ikut masuk kedalam Han Zhong.

Sima Yi yg mundur segera melintas di Bukit Wu Gong. Tiba2 terdengar bunyi genderang perang pasukan Shu dari balik bukit.

Sima Yi berkata pada anaknya, "Sekarang kau lihat, jika kita tidak mundur pasti kita akan jatuh ke dalam jebakan Zhuge Liang."

Kemudian terlihat ada pasukan bergerak cepat mendekat, disalah satu bendera terlihat tulisan "Jendral Harimau Pasukan Kanan ZHang Bao." Pasukan Wei langsung ketakutan dan lari, banyak dari mereka meninggalkan senjata dan pakaian perang mereka. Tetapi belom mereka pergi terlalu jauh tiba2 terdengar lagi bunyi ledakan dan genderan perang serta bendera pasukan bertuliskan "Jendral Naga Pasukan Kiri, Guan Xing." Suara keributan pasukan Shu ini memenuhi seluruh daerah perbukitan itu. Getarananya serasa menguncang bumi. Tidak ada yang tahu berapa banyak pasukan musuh dan hal ini menambah kepanikan pasukan Wei. Mereka segera meninggalkan persediaan mereka dan segera lari menyelamatkan diri. Zhang Bao dan Guan Xing yang diperintahkan tidak untuk mengejar pasukan Wei hanya mengumpulkan pampasan perang yg ditinggalkan musuh.

Sima Yi berpikir bahwa seluruh lembah dipenuhi pasukan Shu. Dia tidak berani menggerakan pasukannya dan segera kembali ke Jie Ting.

Pada saat ini Cao Zhen mendengar pasukan SHu telah mundur dan dipun mengejar mereka. Tetapi pd tempat2 tertentu dia selalu mendapatkan perlawanan sengit dari pasukan Ma Dai dan Jiang Wei. Bukit2 dan lembah2 tampaknya selalu dipenuhi pasukan Shu sehingga Cao Zhen menjadi waspada. Kemudian Chen Zao, pemimpin pasukannya terbunuh oleh Ma Dai dan prajurit2nya menjadi panik. Pasukan Shu bergerak terus secepatnya siang dan malam untuk kembali ke Han Zhong.

Zhao Yue dan Deng Zhi yang bersembunyi di lembah Gu mendengar bahwa pasukan Shu sudah mundur.

Lalu Zhao Yue berkata, "Pasukan Wei pasti datang menyerang kita sementara kita mundur. Oleh sebab itu aku akan mengambil posisi dibelakang menghadang mereka. Kau bawalah pasukanmu dan 1/2 pasukanku. Aku akan mengikutimu dan mejaga jarak. Dengan begitu kita dapat melindungi jalan mundur kita."

Guo Huai memimpin pasukan Wei menuju lembah Gu.

Dia memanggil pemimpin pasukannya Su Yong dan berkata, "Zhao Yue adalah pendekar tanpa tanding. Kau harus selalu waspada jadi tidak jatuh kedalam perangkapnya sementara mereka sedang mundur."

Su Yong dengan tersenyum menjawab, "Jika kau membantuku, komandan, maka kita pasti bisa menangkap Zhao Yue ini."

Akhirnya Su Yong dengan 3.000 prajurit segera bergegas dan masuk ke dalam lembah Gu. Dia melihat dari kejauhan ada panji2 perang yang bertuliskan "Zhao Yue Dari Chang Shan." Hal ini membuat takut dirinya dan diapun mundur.

Tetapi belum jauh dia mundur, tiba2 terdengar bunyi berisik dibalakangnya dan segera seorang pendekar mengejar pasukanya seraya berkata, "Apakah kau mengenali Zhao Yue dari Chang Shan !!!"

Su Yong langsung ketakutan.

"Darimana kau datang ? Apakah ada Zhao Yue lain ?"

Tetapi Su Yong tidak mampu bertahan dan segera dia menjadi korban dari tombak Zhao Yue. Pasukannya kacau balau dan Zhao Yue segera bergerak menuju pasukan utama yang mundur ke Han Zhong.

Tetapi segera pasukan lain datang mengejar, kali ini dipimpin oleh salah satu jendral Guo Huai namanya adalah Wan Zheng. Zhao Yue menunggu ditengah jalan kedatangan pasukan Wan Zheng, pasukan Shu yang lain telah pergi sejauh 20 Li ketika mereka tiba. Ketika Wan Zheng melihat siapakah yang menghadangnya dia menjadi ragu dan berhenti. Zhao Yue seorang diri menjaga tempat itu sampai matahari terbenam ketika dia mundur dan mengejar pasukannya yang telah lebih dahulu mundur.

Guo Huai dan pasukannya tiba dan bertemu dengan Wan Zheng yang berkata, "Zhao Yue masih gagah perkasa seperti ketika dia muda. Dia menjaga barisan belakang pasukannya dengan cermat. Aku tidak berani bertindak gegabah."

Guo Huai kesal dan dia memerintahkan Wan Zheng untuk mengejar pasukan Shu yang mundur itu. Satt ini Wan Zheng mimimpin 100 prajurit kavaleri.

Kemudian ketika mereka sampai kesuatu hutan dan memasukinya tiba2 terdengar suara teriakan dari arah belakang, "Zhao Yue ada disini !!!"

Segera kepanikan melanda pasukan Wei dan banyak dari mereka jatuh dari kudanya. Yang lainnya segera lari terbirit-birit menuju ke segala arah. Wan Zheng sendiri kebingungan dan akhirnya Zhao Yue memanahnya dan mengenai helm dari Wan Zheng. Dia sangat ketakutan sampai akhirnya jatuh ke dalam sungai.

Kemudian Zhao Yue mendekat dan dengan menggunakan tombaknya untuk menunjuk Wan Zheng dia berkata, "Pergilah !!! Aku tidak akan membunuhmu, pergi dan katakan pada Guo Huai untuk segera datang dan menemui sang kematian."

Wan Zheng segera melarikan diri sementara Zhao Yue meneruskan perjalanannya. Tidak ada lagi gangguan untuk seterusnya di dalam perjalanan pasukan Zhao Yue yang mundur ke Han Zhong ini.

Cao Zhen dan Guo Huai mengambil sendiri semua jasa atas pembebasan 3 kota yaitu Na Nan, Tian Shui dan An Ding.

Pasukan Shu telah mencapai Han Zhong sebelum Sima Yi berani untuk mengerakkan pasukannya. Dia mencoba menuju Xi Cheng dan disana dia mendengar dari beberapa orang yang sebelumnya bersembunyi dibukit bahwa Zhuge Liang memang tidak memiliki prajurit didalam kotanya kecuali ke 2.500 prajurit yang diperintahkannya menyamar. Dia juga tidak memiliki jendral di dalam kota dan hanya beberapa pejabat sipit. Dia juga mendengar bahwa Guan Xing dan Zhang Bao hanya memiliki beberapa ribu prajurit saja dan mereka hanya membuat keributan saja untuk menakut-nakuti pasukan Wei.

Sima Yi langsung merasa sedih ketika tahu bahwa dia telah tertipu.

"Zhuge Liang ini sangat pintar sekali, dia denganku bagaikan bumi dan langit." Kata Sima Yi dengan penuh penyesalan.

Dia segera menenangkan keadaan dan setelah itu kembali ke Chang An.

Dia menemui Kaisar Wei yg sangat senang dengan keberhasilannya dan berkata, "Semua karena jasa besarmu sehingga seluruh daerah bukit barat menjadi milikku lagi."

Sima Yi menjawab, "Tetapi pasukan Shu di Han Zhong belum dihancurkan. Oleh sebab itu aku mohon agar aku diberikan perintah untuk menyerang Han Zhong juga."

Cao Rui senang dan menyetujuinya, dia memberikan perintah agar Sima Yi membangun pasukan besar untuk menyerang Shu.

Tetapi tiba2 salah seorang pejabat istana berkata, "Hambamu ini dapat mengusulkan sebuah rencana yang tidak hanya dapat mengalahkan Shu tetapi juga menguasai Wu."

Bagaimana kisah selanjutnya, dapat dibaca dibab berikutnya......
Logged

Farewell..
rugato
Sergeant Major
****

Respect: +0/-4
Offline Offline

Posts: 375



« Reply #279 on: July 05, 2010, 08:44:34 AM »

lanjutannya dong cc......nanggung banget......>_<
Logged




RF - user of Vault in Solar
Vizard = Sold out
SuSu_NaGa
Panitia GFG Surabaya
Brig. General
***********

Respect: +71/-231
Offline Offline

Posts: 6231


~.~


« Reply #280 on: July 06, 2010, 12:04:16 AM »

Lanjudddd...
Ini samkok ada bukunya...
Tebel2 gede 3 jilid...
Dulu pernah punya, tapi sekarang entah kemana bukunya...  Cheesy
Logged

Quote From : Daniel Gori (Teman SMAku)
Wong tuoku ngajari hormat karo wong seng layak dihormati. Lek wong tuone sampeyan ngajari ngono. pas sampeyan tuwek sampeyan ga iso hormat karo wong enom...
Cmara
Recruit


Respect: +0/-0
Offline Offline

Posts: 1


« Reply #281 on: September 15, 2010, 11:43:28 AM »

gw demen ma ni crita
plizz di lanjut
Logged
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-82
Offline Offline

Posts: 13841



« Reply #282 on: September 15, 2010, 04:08:20 PM »

Bab 96 Bagian 1
Zhuge Liang menghukum mati Ma Xu



Yang mengusulkan rencana adalah Kepala sekertariat kekaisaran yang bernama Sun Zu.

"Jelaskan mengenai rencanamu ini." Kata Kaisar Wei.

Dan Sun Zu kemudian berkata, "Ketika kaisar terdahalu yaitu Kaisar Cao menyerang Han Zhong, hanya karena Zhang Lu berhasil ditangkap terlebih dahulu maka Nan Zheng dapat direbut. Dia sering berkata bahwa Nan Zheng adalah daerah sulit, disana banyak sekali tebing2 tinggi dan jalan2 kecil. Sangat sulit bagi pasukan kita melewatai tempat itu. Jika Wei mengirim pasukan ketempat seperti itu maka Wu pasti akan menyerang dari timur. Saranku adalah untuk membagi pasukan barat kita dibawah beberapa jendral dan masing2 diperintahkan menuju tempat2 strategis dan menjaganya. Mereka akan mambangun kekuatan militer dan melatih pasukan mereka. Dalam beberapa tahun maka Dataran tengah akan makmur dan sementara Wu dan Shu akan bertengkar sendiri. Setelah itu mereka akan mudah untuk ditaklukkan. Aku harap Yang Mulia mau mempertimbangkan usulan ini."

"Bagaimana menurut Guru(Seharusnya dalam bahasa inggrisnya adalah MASTER) Zhong Da ?" Tanya Cao Rui kepada Sima Yi.

Dia menjawab, "Saran menteri Sun Zu sungguh baik."

Akhirnya Cao Rui memerintahkan Sima Yi untuk mengambarkan rencana pertahanan dan penempatan pasukan untuk daerah barat. Dia memerintahkan Guo Huai dan Zhang He untuk menjaga Chang An. Dan setelah memberikan hadiah pada pasukannya, Kaisar Wei kemudian kembali ke Luo Yang.

Ketika Zhuge Liang sampai di Han Zhong dia mendapat laporan bahwa Zhao Yue dan Deng Zhi belum tiba. Zhuge Liang langsung bersedih di dalam hatinya dan dia memerintahkan Guan Xing dan Zhang Bao untuk mencari mereka. Tetapi belum Zhang Bao dan Guan Xing berangkat, Zhao Yue dan Deng Zhi tiba dengan pasukan mereka yang tidak kehilangan satu orangpun ataupun kuda.

Ketika mereka mendekat, Zhuge Liang segera keluar dari kota untuk menyambut mereka.

Seger Zhao Yue turun dari atas kudanya dan bersujud ketanah serta berkata, "Perdana menteri seharusnya tidak perlu keluar menyambut jendral yang kalah dalam peperangan."

Tetapi Zhuge Liang segera membantunya berdiri dan berkata, "Kesalahan itu adalah milikku. Kesalahanku adalah karena ketidak cermatanku dan karena aku kurang bijak sehingga menyebabkan petaka ini. Tetapi bagaimana kau dapat kembali tanpa kekuarangan sesuatu apapun ?"

Dan Deng Zhi langsung menjawab , "Itu karena jendral Zhao ini. Dia mengirimku untuk bergerak lebih dahulu di depan sementara dia menjaga dibelakang dan menangkis semua serangan. Dia membunuh salah satu jendral musuh dan hal ini membuat takut yang lainnya. Oleh sebab itu maka pasukan kami tidak kehilangan apapun dalam perjalanan ini."

"Benar2 seorang jendral yang hebat !!!" Kata Zhuge Liang.

Dia lalu memerintahkan agar Zhao Yun diberikan 50 Tael emas dan juga pasukannya 10.000 gulung sutra.

Tetapi semua ini kemudian ditolak oleh Zhao Yun dan dia berkata, "Seluruh pasukan tidak menyelesaikan apapun dan ini juga adalah salah kami. Aturan mengenai hadiah dan hukuman harus dijalankan dengan benar. Aku mohon agar semua benda ini disimpan kembali sampai tiba musim dingin dimana dapat dibagikan keseluruh pasukan."

"Ketika Kaisar Pertama masih hidup dia tidak pernah berhenti memuji kebajikan Zhao Yun. Kaisar Pertama sungguh benar dalam hal ini." Kata Zhuge Liang.

Dan rasa hormat Zhuge Liang kepada Zhao Yun makin bertambah besar.

Kemudian dia segera mengadakan sidang dan disana Ma Xu, Wang Ping, Wei Yan dan Gao Xiang dipanggil untuk dimintai keterangan. Wang Ping dipanggil pertama dan segera dimarahi.

"Aku memerintahkanmu dan Ma Xu untuk menjaga Jie Ting. Kenapa kau tidak memprotes rencananya mendirikan kemah dibukit dan mencegah kekalahan total ini ?"

"Aku telah memprotes hal ini berulang kali. Aku menyarankan untuk membuat benteng dipersimpangan jalan utama tetapi penasehat Ma tidak setuju dan malah memarahi diriku. Jadi aku memimpin 5.000 prajurit untuk membangun kemah kecil dipersimpangan jalan itu. Ketika pasukan Wei menyerang dan mengepung penasehat Ma, aku memimpin pasukanku untuk menyerang mereka belasan kali tetapi aku tidak dapat menembus pertahanan mereka dan kehancuran itu datang cepat sekali. Banyak dari prajurit kita yang akhirnya menyerah dan pasukanku teralalu sedikit untuk mempertahankan daerah itu. Oleh sebab itu aku pergi menemui Wei Yan untuk meminta bantuan. Lalu kami disergap dan terpojok disebuah lembah, beruntung kami dapat lolos dari kepungan itu setelah pertempuran yang sengit. Kami berusaha kembali kekemahku yang ada dipersimpangan jalan tetapi musuh sudah menguasainya. Kemudian kami menuju Li Liu dan ditengah jalan kami bertemu Gao Xiang. Lalu kami memutuskan untuk mencoba merebut kembali kemah diatas bukit dengan harapan dapat menguasai kembali Jie Ting. Tetapi ketika tidak ada seorang prajuritpun disana maka akupun curiga. Dari atas bukit aku melihat Wei Yan dan Gao Xiang terdesak oleh pasukan musuh sehingga aku menyelamatkan mereka. Segera setelah itu kami bertiga menuju Yang Ping untuk mencegah pasukan musuh masuk ke Han Zhong. Hal ini semua bukan disebabkan karena aku tidak memprotes keputusan penasehat Ma. Tuan Perdana Menteri dapat mengkonfirmasikan pernyataanku ini dari para jendral yang lainnya."

Zhuge Liang memerintahkan dia untuk keluar dan memanggil Ma Xu. Dia masuk dengan mengikat tubuhnya sendiri dan segera bersujud di depan pintu masuk tenda Zhuge Liang.

Zhuge Liang kemudian marah besar dan berkata, "Kau telah membaca berbagai buku dan kita perang sejak kau masih kecil. Kau sangat mengetahui tentang peperangan. Aku mempercayakan kepadamu untuk menjaga Jie Ting dan kau bersumpah atas dirimu dan seluruh keluargamu untuk melakukan yang terbaik. Tetapi kau tidak mau mendengarkan Wang Ping dan menyebabkan malapetaka ini. Pasukan kita telah dikalahkan, banyak pemimpin yang tewas, kota2 dan daerah hilang. Jika aku tidak membuatmu menjadi contoh dan menegakkan hukum bagaimana aku akan menjaga disiplin didalam pasukanku ini ? Kau telah bersalah dan kau harus membayar kesalahanmu ini. Setelah kematianmu, maka anak mu akan aku rawat dan aku akan memastikan bahwa keluargamu tetap mendapatkan upah bulanan mereka. Jangak kau khawatirkan lagi nasib mereka."

Zhuge Liang memerintahkan agar algojo segera membawa Ma Xu keluar.

Ma Xu menangis dengan sedih dan berkata,"Kasihanilah aku, Tuan perdana menteri ! Kau telah seperti ayah bagitu. Aku tahu bahwa kesalahanku ini adalah mati. Tetapi aku mohon kau mengingat bagaimana Raja Shun memperkerjakan Yu setelah membunuh ayah Yu. Walaupun aku mati, aku tidak akan menyesal dialam sana."

Zhuge Liang lalu menyeka air matanya dan berkata, "Kita telah seperti saudara dan anak2mu akan kuanggap seperti anak2ku sendiri. Aku tahu apa yang harus aku lakukan."

Prajurit lalu membawanya Ma Xu keluar dan didepan gerbang utama, Ma Xu akan dihukum mati. Kemudian tiba2 Penasehat tinggi Jiang Wan baru saja tiba dari Ibu Kota Cheng Du ketika dia melewati tempat eksekusi itu. Dia meminta agar algojo menunda hukuman itu dan kemudian dia pergi menemui Zhuge Liang.

"Dahulu kala Raja Chu menghukum mati Cheng De Chen karena kekalahannya dalam peperangan. Karena hal ini, musuhnya Pangeran Wen dari Jin bergembira. Hal ini menyebabkan kekacauan diseluruh negeri dan sekarang kau akan melakukan kesalahan yang sama dengan menghukum mati seseorang yang memiliki reputasi yang diakui. Tidak dapatkah kau mengampuni dirinya ?""

Zhuge Liang tetap mengeluarkan air mata tetapi dia berkata, "Sun Tzu selalu berkata bahwa salah satu jalan untuk mendapatkan keberhasilan adalah dengan menegakkan supremasi hukum. Sekarang kekacauan dan peperangan terjadi diseluruh penjuru negeri. Jika hukum tidak ditaati bagaimana mungkin pemberontakan dapat diredakan ? Dia harus mati."

Segera algojo melaksanakan tugasnya dan kemudian membawa kepala Ma Xu sebagai bukti dan Zhuge Liang menangis sedih sekali.

"Kenapa kau menangis untuk dia padahal dia memamng pantas dihukum menurut dirimu ?" tanya Jiang Wan.

"Aku tidak menangis karena Ma Xu, tetapi karena aku mengingat kata2 kaisar pertama. Pada saat2 terakhirnya di Bai Di Cheng dia berkata, 'Kata2 Ma Xu melebihi apa yang dapat dilakukannya. Jangan kau gunakan dia untuk hal2 penting.' Sekarang hal itu menjadi kenyataan dan aku sangat menyesal karena aku telah diperingatkan mengenai hal ini. Makanya sekarang aku sangat bersedih."

Setiap pejabat yang ada disana ikut bersedih. Ma Xu baru berusia 39 Thn dan dia menemui ajalnya pada bulan ke 5 ditahun ke 6 masa Jian Xing (Thn 228).

Kepala Ma Xu kemudian dipertontonkan ke sekeliling kemah. Kemudian dijahit kembali denga badannya dan dikuburkan. Zhuge Liang memimpin upacara pemakamannya dan dia memerintahkan agar upah bulanan tetap dikirimkan kepada keluarganya dan mereka ditenangkan sebaik mungkin.

Kemudian Zhuge Liang mengirim surat kepada Istana Kaisar dan memerintahkan Jiang Wan untuk membawanya. Didalam surat itu Zhuge Liang mengusulkan agar pangkatnya diturunkan.

"Kenapa Perdana Menteri meminta hal seperti ini ?" Tanya Liu Chan kepada para pembantunya, "Kalah dan menang adalah urusan biasa dalam peperangan."

Penasehat Fei Yi berkata, "Seorang pemimpin harus menjunjung tinggi hukum, karena tanpa itu bagaiman dia mendapat dukungan rakyat ? Sudah sepantasnya Perdana Menteri diturunkan jabatannya."

Segera titah kaisar dituliskan dan dengan itu pangkat Zhuge Liang diturunkan sebagai Jendral Pasukan Kanan, tetapi posisinya sebagai instruktur negara dan komandan pasukan tetap dipertahankan. Sementara itu Fei Yi yang diutus untuk membawa titah ini.

Fei Yi segera pergi ke Han Zhong dan memberikan titah ini pada Zhuge Liang yang bersujud menerimanya. Fei Yi berpikir bahwa Zhuge Liang sekarang sedang bersedih jadi dia berusaha untuk memberi selamat untuk hal lainnya.

"Sungguh suatu berita gembira bagi Shu ketika kau berhasil merebut 4 daerah dibarat laut." Kata Fei Yi.

"Apa maksudmu mengatakan hal ini ? Keberhasilan yang diikuti dengan kegagalan bukanlah keberhasilan. Bahkan sungguh memalukan untuk mendengar pujian seperti ini."

"Yang Mulia Kaisar pasti sangat senang mendengar mengenai Jiang Wei."

Pernyataan ini juga membuat Zhuge Liang marah dan dia menjawab, "Ini adalah kesalahanku sehingga pasukan kita kembali tanpa mendapatkan satu daerahpun. Apa artinya bagi Wei hanya kehilangan Jiang Wei ?"

Fei Yi mencoba lagi dan berkata, "Tetapi dengan 100.000 prajurit veteran kau dapat menyerang Wei lagi."

Kata Zhuge Liang, "Ketika kami berada di Qi Shan dan Lembah Gu jumlah kami lebih banyak dari musuh tetapi kami tidak dapat mengalahkan mereka. Sebaliknya, mereka memukul mundur pasukan kita. Kemenangan sebenarnya bukan ditentukan oleh banyaknya prajurit tetapi lebih pada kepemimpinan. Sekarang kita harus mengurangi jumlah pasukan, menemukan kesalahan kita dan mengusahakan untuk memperbaiki kelamahan pasukan kita serta mempersiapkan untuk masa depan. Jika kita lakukan hal ini maka apa gunanya pasukan yang besar ? Setelah ini semua orang harus melihat kemasa depan demi negara kita dan juga agar kalian dengan cermat harus berani melawan kekuranganku dan juga menyalahkan ketidak efisienan caraku. Dengan ini semua maka kita akan berhasil, pemberontakkan dapat dipadamkan dan jasa dapat dihasilkan."

Fei Yi dan pejabat yang lainnya segera memberi hormat untuk pemikiran ini. Fei Yi segera kembali ke ibukota dan meninggalkan Zhuge Liang di Han Zhong dimana dia mengistirahatkan pasukannya serta melakukan apa yang dapat dilakukannya untuk rakyat. Dia melatih pasukan juga memberi semangat pada penduduk dan melakukan penelitian tekhnologi untuk mengembangkan peralatan militer yang canggih. Terutama peralatan untuk pengepungan kota dan penyebrangan sungai. Dia juga mengumpulkan persediaan makanan dan membangun perbentengan. Semuanya dilakukan untuk keperluan dimasa depan.

Mata2 Wei mengetahui apa yang terjadi di Shu dan segera kembali melaporkannya ke Luo Yang. Kaisar Wei kemudian memanggil Sima Yi dan seluruh pejabat lainnya untuk berdiskusi bagaimana caranya agar Shu dapat dikalahkan.

"Shu tidak dapat diserang sekarang." Jawab Sima Yi, "Dalam cuaca panas seperti ini mereka tidak akan keluar dan jika kita serang mereka hanya akan bertahan ditempat strategis dan akan sangat sulit bagi kita untuk dapat mengalahkan mereka."

"Apa yang harus kita lakukan jika mereka menyerang kembali ?" Tanya Kaisar Wei.

"Aku telah bersiap untuk hal itu. Aku yakin Zhuge Liang akan mencontoh Han Xin yang diam2 menyebrang sungai untuk menuju Chen Cang. Aku merekomendasikan seseorang untuk menjaga tempat itu dengan membangun benteng dan memastikan bahwa tempat itu akan aman. Dia memiliki tubuh besar dan kuat, seorang pemanah terbaik di Wei dan juga ahli strategi. Dia akan dapat menahan serangan Shu."

Kaisar Wei amat senang dan dia bertanya mengenai nama orang itu.

"Dia bernama Hao Zhao dan sekarang dia adalah komandan di He Xi."

Kaisar Wei setuju dan dia mengeluarkan titah agar Hao Zhao diangkat menjadi Jendral Penjaga Barat dan mengirimnya sebagai komandan di Chen Cang.

Segera setelah hal ini selesai, Cao Xiu yang merupakan menteri perang dan komandan di Yang Zhou mengirim surat kepada Kaisar dan berkata Zhou Fang gubernur Po Yang di Wu ingin menyerah. Dia telah mengirim utusan untuk menjelakan mengenai bagaimana cara mengalahkan Wu dan memohon agar pasukan dikirimkan segera.

Cao Rui kemudian memerintahkan Sima Yi untuk meneliti dokumen2 itu.

"Tampaknya sangat beralasan. Wu dapat dihancurkan, bila tidakpun maka mereka akan mengalami kekalahan besar. Biarkan aku pergi dengan pasukan untuk membantu Cao Xiu."

Tetapi dari antara para pejabat istana yang hadir Jia Kui menolak rencana ini, "Apa yang orang dari Wu ini katakan dapat berarti dua hal. Jangan percayai surat2 itu. Zhou Fang sangat bijak dan juga licik, tampaknya tidak mungkin dia menyerah begitu saja. Ini pasti adalah salah satu strategi untuk mengecoh pasukan kita."

"Saranmu memanmg benar tetapi kesempatan seperti ini juga tidak boleh dilewatkan begitu saja." Kata Sima Yi.

"Kau dan Jia kui kuperintahkan untuk pergi dan menolong Cao Xiu." Kata Kaisar Wei.

Sima Yi dan Jia Kui segera berangkat.
Logged

Farewell..
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-82
Offline Offline

Posts: 13841



« Reply #283 on: September 15, 2010, 04:16:36 PM »

Bab 96 Bagian 2
Zhou Fang memperdayai Cao Xiu


Pasukan besar yang dipimpin oleh Cao Xiu begera ke Huan Cheng. Jia Kui yang ditemani dengan jendral Man Chong dan Gubernur Hu Zi dari Dong Wan bergerak untuk merebut Yang Cheng. Sima Yi memimpin pasukan ke 3 menuju Jiang Ling.

Pangeran Wu, Sun Quan sekarang berada di Wu Chang dan dia segera mengumpulkan pejabatnya serta berkata, "Gubernur Po Yang ,Zhou Fang telah mengirim pesan yg mengatakan Cao Xiu akan menyerang. Oleh sebab itu dia mengirimkan pesan kepada Istana Wei mengenai penyerahan dirinya, itu adalah salah satu taktik untuk menarik pasukan Wei dalam jebakan. Sekarang aku membutuhkan saran dari kalian bagaimana cara mengatasi hal ini."

Gu Yong lalu maju ke depan dan berkata, "Hanya ada satu orang yang cocok untuk mengatasi keadaan ini yaitu Lu Xun."

Akhirnya Lu Xun dipanggil dan diangkat menjadi Panglima Tinggi, Jendral yg Menentramkan Utara dan Komandan Utama seluruh pasukan serta instruktur militer serta kepala urusan negara. Seluruh pejabat baik sipil ataupun militer dipercayakan kepadanya.

Setelah menerima penunjukan ini, Lu Xun menginginkan agar dua orang diangkat menjadi Asistennya.

Sun Quan bertanya siapakah yang Lu Xun inginkan dan Lu Xun berkata, "Aku ingin Zhu Huan dan Quan Zong menjadi wakilku."

Sun Quan menyetujuinya dan dia segera mengangkat Zhu Huan sebagai komandan kiri dan Quan Zong sebagai komandan kanan.

Kemudian pasukan besar berjuman 700.000 prajurit segera brangkat dari Jing Zhou. Mereka bergerak dalam 3 divisi. Lu Xun ditengah, Zhu Huan berada di kiri dan Quan Zong dikanan.

Kemudian kata Zhu Huan, "Cao Xiu ini bukanlah orang pemberani juga bukan seorang ahli strategi. Dia mendapatkan jabatan itu karena dia adalah keluarga Cao. Dia telah masuk dalam perangkap Zhou Fang dan dia telah mengerahkan pasukannya jauh kedalam wilayah kita sehingga sudah tidak mungkin mundur lagi. Jika Komandan Utama akan menyerang, Cao Xiu pasti akan kalah. Setelah kalah maka dia harus memilih diantara dua jalan mundur. Salah satunya melewati Jia Shi di kiri dan Gui Chi di kanan. Kedua jalan itu sangat curam dan juga sempit. Maka aku bersama pasukanku akan meyiapkan penyergapan dijalan ini, kita akan memblokir jalan mundur mereka dan memotong rute pelarian mereka. Jika Cao Xiu dapat ditangkap maka seluruh pasukan Wei akan segera mundur. Keberhasilan pasti dengan mudah didapat kali ini. Kita harus membawa pasukan menuju ShouChun setelah itu dimana dari sana Xu Chang dan Luo Yang ada dalam jangkauan kita. Ini adalah satu kesempatan emas yg tidak mungkin kita dapatkan lagi."

"Aku tidak pikir rencanamu cukup baik. Aku memiliki rencana yang lebih baik lagi." Kata Lu Xun.

Zhu Huan kesal dengan penolakan ini dan dia segera berpamitan. Lu Xun kemudian memerintahkan Zhuge Jin dan beberapa orang lainnya untuk menjaga Jia Ling, disana dia akan berhadapan dengan Sima Yi. Menurut Lu Xun tidak ada lagi yang lebih mampu untuk mengatasi Sima Yi selain Zhuge Jin.

Cao Xiu mendekati Huan Cheng dan Zhou Fang keluar dari kotanya untuk menyambut dia.

Cao Xiu berkata, "Aku telah menerima suratmu dan mengirimnya pada kaisar kami. Dia telah mengerahkan 3 divisi pasukan. Adalah merupakan sebuah jasa besar bagimu, tuan, jika seluruh dataran selatan dapat menjadi milik kaisar Wei. Orang2 berkata bahwa kau sangat licik tetapi aku tdk mempercayai apa yang mereka katakan karena aku pikir kau jujur padaku dan tidak akan mengecewakanku."

Zhou Fang mengeluarkan air mata. Dia segera mangambil pedang dari salah satu pengawalnya dan seperti mencoba membunuh dirinya, tetapi Cao Xiu menahannya.

Zhou Fang kemudian berkata, "Kau ragu padaku karena ada beberapa orang dari Wu dan Wei telah meracuni pikiranmu. Jika kau mendengarkan mereka maka satu2nya jalan bagiku adalah mati. Langit akan membuktikan ketulusan hatiku."

Kemudian Zhou Fang mencoba membunuh dirinya lagi.

Tetapi Cao Xiu kemudian segera merebut pedangnya dan berkata, "Aku tidak bermaksud meragukanmu. Lupakanlah apa yang kukatakan tadi."

Setelah itu Zhou Fang dengan pedangnya memotong rambutnnya sendiri dan berkata, "Aku sungguh2 bertulus hati dan Tuan jika kau tidak mempercayai maka sekarang aku akan memotong rambutku yang merupakan bagian dari ayah dan ibuku sendiri sebagai tanda dari kesetiaanku."

Kemudian Cao Xiu tidak ragu lagi dan mempercayainya. Dia kemudian mengadakan perjamuan dan setelah selesai Zhou Fang kembali ketempatnya.

Kemudian jendral Jia Kui datang kepada Cao Xiu dan ketika ditanya mengapa dia datang, Jia Kui lalu berkata, "Aku datang untuk mengingatkan dirimu, komandan. Kau harus berhati-hati dan tunggulah sampai pasukan kita semua tiba dan dapat menyerang bersama-sama. Seluruh pasukan Wu sekarang berkemah di Huan Cheng."

"Kau mau mendapat bagian didalam kemenanganku." Ejek Cao Xiu.

"Zhou Fang memotong rambutnya sendiri sebagai tanda ketulusan, aku pikir itu hanyalah siasat. Menurut sejarah musim semi dan musim gugur, Yao Li memotong tangannya sendiri sebagai tanda loyalitas sebelum dia membunuh Raja Qing Ji. Pemotongan bagian tubuh tidak dapat menjadi jaminan. Aku mohon kau tidak mempercayai Zhou Fang."

"Mengapa kau mengucapkan kata2 seperti itu pada saat aku akan memulai ekspedisi ini ? Kau menghancurkan semangat pasukan." Kata Cao Xiu.

Dalam kemarahannya dia memerintahkan algojo untuk menghukum mati Jia Kui.

Tetapi para pejabat yang lain mencegah hal itu dan memohon ampunan bagi Jia Kui dengan berkata, "Sebelum ekspedisi dimulai, membunuh jendral sendiri akan membawa petaka. Kami mohon komandan menangguhkan hukuman ini sampai ekspedisi berakhir."

Dan hukuman atas Jia Kui pun ditangguhkan. Tetapi dia tidak ditugaskan dalam ekspedisi kali ini dan pasukannya hanya ditempatkan sebagai pasukan cadangan. Cao Xiu sendiri berserta pasukannya menuju perbatasan timur.

Ketika Zhou Fang mendengar bahwa Jia Kui telah dihukum, dalam hatinya dia bersuka cita dan berkata, "Jika Cao Xiu mendengar kata2nya maka Wu pasti telah habis. Langit sangat baik padaku dan memberiku jalan untuk mendapatkan kemenangan besar."

Kemudian dia mengirim utusan rahasia ke Huan Cheng dan Lu Xun mengetahui bahwa saatnya telah tiba untuk mengerakkan pasukan. Dia mengumpulkan para pejabatnya untuk menerima perintah.

Lu Xun berkata, "Shi Ding berada di depan kita, daerahnya berbukit2 dan sangat cocok untuk menyiapkan penyergapan. Ditempat itu kita akan menggelar operasi pasukan kita dan menunggu kedatangan musuh. Xu Sheng akan menjadi pemimpin digaris depan dan seluruh pasukan akan bergerak kesana."

Sekarang Cao Xiu bertanya kepada Zhou Fang untuk menunjukan jalan. Ketika sampai disuatu daerah, Cao Xiu bertanya, "Tempat apakah di depan sana ?"

Zhou Fang menjawab ,"Shi Ding, Ini adalah tempat yang cocok untuk berkemah."

Akhirnya kemah utama didirikan ditempat itu.

Tetapi segera pasukan pengintai melaporkan, "Pasukan Wu, tidak diketahui jumlahnya telah berkemah diantara perbukitan."

Cao Xiu mulai khawatir dan dia berkata, "Zhou Fang berkata bahwa tidak ada pasukan disini. Kenapa sekarang ada pekemahan Wu ?"

Cao Xiu segera mencari Zhou Fang untuk bertanya kepadanya, tetapi prajuritnya berkata, "Zhou Fang telah pergi bersema sekelompok pengendara kuda lainnya. Tidak ada yang tahu kemana dia pergi."

"Aku telah tertipu dan masuk dalam perangkap. Tetapi kita tidak perlu takut apapun." Kata Cao Xiu yang sekarang menyesal tidak mendengar saran Jia Kui.

Kemudian dia membuat rencana untuk menyerang musuh dan ketika rencananya telah siap dia segera membentuk formasi. Zhang Pu diangakat menjadi pemimpin pasukan didepan dan dia segera keluar untuk menghadapi pasukan Wu.

"Pemimpin pemberontak !!! kemarilah dan menyerah !" Teriak Zhang Pu.

Kemudian Xu Sheng keluar dan berduel dengannya. Tetapi Zhang Pu bukanlah lawan Xu Sheng dan segera pasukan Zhang Pu mundur kembali.

"Xu Sheng terlalu kuat," Kata Zhang Pu ketika menemui Cao Xiu.

"Jika begitu maka kita akan mengalahkannya dengan siasat." Kata Cao Xiu.

Dia mengirim Zhang Pu dengan 20.000 prajurit untuk bersembunyi di selatan Shi Ding sementara 20.000 prajurit lainnya ditempatkan dibawah Xeu Qiao menuju utara.

Dan kemudian Cao Xiu berkata, "Esok hari aku akan memimpin 10.000 prajurit Wu untuk bertempur. Kemudian aku akan berpura-pura kalah dan menarik mereka kebukit disebelah utara. Ketika mendengar Signal maka kita bertiga akan menyerang bersama-sama. Hal ini akan membuat kita mendapatkan kemenangan."

Dilain pihak Lu Xun memanggil kedua jendralnya, Zhu Huan dan Quan Zong dan berkata, "Masing2 dari kalian akan membawa 30.000 prajurit dan mengambil jalan pintas dari Shi Ding menuju kemah musuh. Berikan signal dengan api ketika kalian telah tiba. Pasukan utama akan menyerang dari depan dan kita menyerang bersama-sama."

Pada malam harinya kedua jendral Wu menggerakan pasukannya dan kira2 tepat tengah malam mereka berhasil sampai dikemah Wei. Karena gelap, Zhang Pu yang sedang bersembunyi untuk melakukan penyergapan tidak mengetahui bahwa pasukan yang mendekatinya adalah musuh, dia mengira itu adalah pasukan Cao Xiu yang datang dan begitu mengetahui bahwa itu adalah pasukan musuh maka sudah terlambat. Dia akhirnya terbunuh oleh pedang Zhu Huan. Pasukan Wei kemudian melarikan diri dan Zhu Huan menyalakan singnal Api.

Quan Zong segera bergerak dan dihadang oleh pasukan Xue Qiao yang bersembunyi di utara. Quan Zong segera memulai pertempuran, kemudian pasukan Zhu Huan tiba dan membantu. Akhirnya pasukan Wei terpaksa mundur. Pasukan Wu terus mengejar mereka dan kekacauan terjadi dikemah Cao Xiu. Pasukan Wei bertempur sendiri dengan sesamanya dan pasukan Wu terus bertambah jumlahnya.

Cao Xiu akhirnya kabur menuju Jia Shi. Xu Sheng dengan pasukan utama tiba dan segera mengejarnya. Pasukan Wei banyak yang terbunuh dan yang melarikan diri segera melepaskan pakaian perang mereka yang berat.

Cao Xiu sekarang sangat terdesak dan dia berjuang untuk sampai ke JiaShi. Kemudian datang pasukan yg dipimpin Jia Kui untuk menyelamatkannya. Cao Xiu lega sekaligus malu untuk bertemu dengan bawahannya itu.

"Aku tidak mendengarkan perkataanmu dan sekarang petaka telah datang kepada diriku." Kata dia.

Jia Kui menjawab, "Komandan, kau harus segera pergi dari tempat ini karena jika pasukan Wu memblokir jalan mundur kita maka langitpun tidak akan dapat menyelamatan kita."

Akhirnya Cao Xiu bergegas dan Jia Kui berusaha melindungi dia sampai lolos. Jia Kui memerintahkan pasukannya untuk memasang bendera diantara pepohonan dan juga semak2 dan juga pada jalan2 setapak. Hal ini memberikan impresi bahwa pasukan Wei telah berjaga-jaga diberbagai tempat. Ketika Xu Sheng melihat bendera2 itu maka dia pun menghentikan pengejaran karena khawatir akan masuk dalam perangkap musuh.

Akhirnya Cao Xiu berhasil diselamatkan dan Sima Yi yang tidak dapat menembus pertahanan Jiang Ling yg dijaga Zhuge Jin segera mundur ketika mendengar kekalahan Cao Xiu.

Sementara itu Lu Xun menunggu berita kemenangan pasukannya. Segera Xu Sheng, Zhu Huan dan Quan Zong tiba dan melaporan keberhasilan mereka. Mereka juga membawa banyak sekali hewan ternak, kuda dan juga persenjataan perang. 10.000 prajurit Wei berhasil ditangkap. Seluruh pasukan Wu bergembira atas kemenangan ini dan Lu Xun berserta pasukannya kembali ke Wu.

Ketika mereka kembali, Sun Quan, pangeran Wu keluar dengan ratusan pejabat lainnya untuk menyambut pasukannya. Payung kekaisaran memayungi Sun Quan dan Lu Xun yang berkuda beriringan.

Ketika seluru pejabat memberikan sambutannya, Sun Quan memperhatikan bahwa Zhou Fang tidak memiliki rambut lagi.

Sun Qun sangat berterima kasih padanya dan berkata, "Yang kau lakukan dan kau korbankan akan tertulis dalam sejarah."

Dia mengangkat Zhou Fang sebagai Bangsawan Shi Ding. Dan pesta besar diadakan di Wu.

Lu Xun berkata, "Cao Xiu telah dikalahkan dan pasukan Wei sekarang sedang jatuh semangatnya. Aku pikir ini saatnya untuk mengirim surat ke Shu untuk menasehati Zhuge Liang agar menyerang Wei."

Bagaimana kisah selanjutnya, dapat dibaca dibab berikutnya.....
Logged

Farewell..
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-82
Offline Offline

Posts: 13841



« Reply #284 on: September 15, 2010, 04:27:35 PM »

Bab 97 Bagian 1
Zhuge Liang Menyerang Wei Untuk Kedua Kalinya


Pada saat itu adalah musim gugur thn ke 6 masa Jian Xin (Thn 229 M) ketika pasukan Wei dikalahkan oleh Lu Xu dari Wu. Cao Xiu sangat kecewa dan akhirnya dia jatuh sakit kemudian meninggal tidak berapa lama kemudian di Luo Yang, dia meninggal di Usia 52 Thn. Sesuai titah Cao Rui, Kaisar Wei, Jasad Cao Xiu dimakamkan dengan tradisi kekaisaran.

Kemudian Sima Yi membawa pasukan kembali ke Luo Yang.

Para pejabat yang lainnya pergi menyambutnya dan bertanya, "Kekalahan komandan Cao Xiu, sebagian juga karena salahmu. Kenapa Kau terburu-buru untuk kembali ?"

Sima Yi menjawab,"Aku kembali karena alasan strategi. Aku khawatir Zhuge Liang akan menyerang Chang An setelah dia mendengar berita kekalahanku. Seluruh daerah barat akan hilang jika aku tidak kembali."

Mereka semua mendengarkan dan tersenyum karena mereka mengira bahwa sebenarnya Sima Yi ketakutan.

Surat dari Wu kemudian tiba di Shu, mereka mengusulkan untuk menyerang Wei secara bersama-sama. Surat itu juga menceritakan mengenai keberhasilan yang baru mereka raih dalam mengalahkan pasukan Cao Xiu. Liu Chan sangat senang dengan kabar ini dan segera mengirimkan surat ini kepada Zhuge Liang di Han Zhong.

Pada saat itu pasukan berada dalam kondisi terbaiknya, prajurit terlatih dengan baik, Kuda2 juga sangat kuat. Persediaan sangat banyak dan Zhuge Liang akan mengusulkan untuk memulai perang lagi.

Kemudian utusan yang membawa surat itu tiba dan perjamuan besar segera diadakan. Disaat itu tiba2 angin kencang bertiup dari arah timur laut dan menunbangkan sebuah pohon di depan kediaman Zhuge Liang. Ini adalah pertanda buruk dan seluruh pejabat disana menjadi gelisah.

Zhuge Liang kemudian meramal untuk mengetahui maksud pertanda ini dan dia berkata, "Ini adalah pertanda bahwa seorang pemimpin besar telah pergi."

Mereka sulit percaya ramalan ini tetapi belum juga pesta itu berakhir, kedua anak Zhao Yun yaitu Zhao Tong dan Zhao Guang datang dan menemui Zhuge Liang.

Zhuge Liang yang sangat terkejut kemudian menjatuhkan cangkir araknya dan menangis, "Aku tahu pasti Zhao Yun telah meninggal !"

Kedua anak Zhao Yue itu kemudian bersujud dan menangis juga serta berkata, "Ayah kami telah meninggal kemarin malam."

Zhuge Liang lalu langsung duduk dan menangis sedih sekali.

"Sahabatku telah pergi. Negara ini telah kehilangan tiang penyangganya dan aku telah kehilangan lengan kananku !"

Semua yang ada ditempat itu segera berduka. Zhuge Liang memerintahkan kedua anak Zhao Yun itu untuk pergi ke Cheng Du dan mengabarkan kabar duka ini kepada Kaisar.

Liu Chan mendengar kabar ini segera menangis.

"Zhao Yun adalah penyelamat dan juga temanku. Dia menyelamatkan nyawaku ketika aku masih bayi disaat2 kekacauan."

Lalu titah dikeluarkan untuk mengangkat Zhao Yun menjadi Jendral Besar Pelindung Negara dan Bangsawan Shun Ping serta memberikan tanah di sebelah timur bukit sutra di dekat ibukota Cheng Du. Sebuah kuil juga dibangun untuknya sebagai penghormatan.

Zhao Yun berusia 70 Thn ketika dia meninggal, dia telah mengabdi selama hampir 40 thn.

Liu Chan kemudian mengangkat Zhao Tong sebagai salah seorang jendral dipasukan Shu dan Zhao Guang sebagai Jendral penjaga gerbang ibu kota. Dia juga menjadi penjaga makam ayahnya. Tombak perak Zhao Yun ikut dimakamkan dan Pedang Langit diserahkan kepada Liu Chan.

Ketika kedua anak Zhao Yue telah pergi, para menteri melaporkan, "Persiapan pasukan telah selesai dan Perdana Menteri mengusulkan untuk menyerang Wei segera."

Setelah membicarakan hal ini dengan para penasehatnya, Kaisar kemudian menemukan bahwa banyak diantara bawahannya mengambil kebijakan berhati-hati dan beberapa takut. Dan kemudian keragu-raguan mulai masuk didalam pikirannya sehingga dia tidak dapat memutuskan hal ini. Kemudian datang surat dari Zhuge Liang dan utusan yang membawanya Yang Yi dipanggil masuk untuk menghadap dan memberikan surat itu pada Kaisar Shu.

Kaisar Lalu membaca surat yg diberikan Zhuge Liang, setelah selesai membacanya akhirnya kaisar setuju dan menginjinkan ekspedisi untuk dimulai.

Zhuge Liang membawa 300.000 prajurit terlatih baik. Wei Yan memimpin pasukan didepan dan segera menuju Chen Cang.

Berita ini segera sampai ke Luo Yang dan Kaisar Wei segera memanggil seluruh pejabatnya termasuk Sima Yi.

Kemudian Cao Zhen maju dan berkata, "Di dalam peperangan sebelumnya aku gagal untuk mempertahankan lembah barat dan penghinaan ini sungguh memalukan. Tetapi sekarang aku mohon Yang Mulia mau mengijinkan aku untuk memimpin tentara dan menangkap Zhuge Liang. Belakangan ini aku menemukan seorang prajurit untuk dapat menjadi pemimpin pasukanku, dia seseorang yang mampu menggunakan pedang seberat 45 Kg, dapat menariik busur seberat 150 Kg . Dia juga sangat pemberani dan tidak ada yang berani berhadapan dengannya. Dia berasal dari Di Dao di lembah barat. Namanya adalah Wang Shuang. Aku ingin merekomendasikan dia sebagai pemimpin pasukanku."

Cao Rui menyetujuinya dan segera Cao Zhen memanggil Wang Shuang masuk keruang sidang. Tampaklah seseorang bertinggi badan lebih dari 2,5 M dengan tangan sekuat beruang dan bertampang sangar seperti harimau.

"Kita tidak perlu takut apapun dengan adanya orang seperti ini !" Kata Cao Rui tertawa.

Dia segera memberikan pendekar itu dengan hadiah besar, sebuah jubah sutra dan baju zirah terbuat dari emas. Dia juga memberikan memberikan gelar, Jendral Yg Memiliki Aura Harimau dan Wang Shuang menjadi pemimpin pasukan depan dipasukan Cao Zhen yg diangkat menjadi Komandan Utama.

Cao Zhen segera berpamitan dan menyiapkan pasukannya. Dia mengumpulkan 150.000 prajurit Veteran dan juga membawa Guo Huai dan Zhang He sebagai wakil2nya. Mereka akhirnya memutuskan untuk menempatkan pasukan dititik2 strategis.

Pasukan Shu telah mengirim pasukan pengintai mereka sampai ke Chen Cang. Mereka kemudian kembali dan melaporkanm, "Perbentengan disana telah diperkuat dan yang menjadi komandanya adalah Hao Zhao. Benteng itu sungguh kuat dan juga mereka memasang tombak2 penghalang disekitarnya. Daripada berusaha merebut Chen Cang yang tampaknya akan sangat sulit. Akan lebih mudah jika kita menuju Qi Shan dengan melalui gunung *Censored Bo dimana jalannya lebih mudah dan lebar."

Tetapi Zhuge Liang berkata, "Di Utara Chen Cang ada Jie Ting, aku harus mendapatkan kota ini sebelum dapat bergerak lebih maju."

Wei Yan segera dikirim untuk mengepung Chen Cang dan merebutnya. Dia pergi tetapi berhari-hari dia mencoba merebut kota itu tanpa hasil. Kemudian dia kembali dan menceritakan kejadian ini pada Zhuge Liang, dia berkata bahwa tempat ini tidak mungkin ditembus. Dalam amarahnya, Zhuge Liang akan menghukum mati Wei Yan, tetapi ada pejabat yang maju ke depan.

Kata dia, "Aku telah mengikuti perdana menteri untuk waktu yg lama, tetapi aku belum melakukan jasa apapun. Sekarang aku akan pergi ke Chen Cang dan membujuk Hao Zhao untuk menyerah, dengan begitu pasukan kita tidak perlu menggunakan satu anak panahpun atau pedang."

Semuanya kemudan mengarahkan perhatian mereka kepada yang berbicara yaitu Penasehat Jin Xiang.

"Bagaimana kau akan membujuknya ? Apa yang kau akan katakan ?" Tanya Zhuge Liang.

"Hao Zhao dan aku sama2 berasal dari daerah Lembah barat dan kami telah bersahabat sejak kecil. Jika aku dapat menemuinya, aku akan memberikan penjelasan kepadanya mengapa dia harus menyerah."

Jin Xiang kemudian mendapat ijin dan dia segera menuju ke tembok kota Chen Cang.

Kemudian dia berteriak, "Hao Zhao, Ini aku Jin Xiang, kawan lamamu. Aku datang untuk bertemu denganmu !!!"

Seorang penjaga gerbang segera memberitahukan hal ini pada Hao hao yang memerintakan agar membiarkan Jin Xiang masuk.

"Kawanku, mengapa kau datang kemari ?" tanya Hao Zhao.

"Aku sekarang berkerja pada Shu dan berada dibawah Zhuge Liang sebagai asisten dibagian taktis. Aku diperlakukan dengan baik disana dan atasanku mengirimku untuk mengatakan sesuatu pda dirimu."

Hao Zhao kemudian merasa kesal dan berkata, "Zhuge Liang adalah musuhku. Aku berkerja pada Wei dan kau berkerja pada Shu. Masing2 dari kita mengabdi pada tuannya masing2. Kita sudah seperti saudara, tetapi sekarang kita adalah lawan. Jadi jgn katakan apapun lagi."

Kemduian Hao Zhao meminta agar Jin Xiang pergi, Jin Xiang berusaha untuk membuka pembicaraan tetapi Hao Zhao meninggalkan dirinya dan segera pasukan Wei memaksa Jin Xiang untuk kembali kekudanya dan pergi. Ketika dia pergi, dia melihat bahwa sahabatnya memandang kepergiannya dari atas menara penjaga.

Dia kemudian berkata pada Hao Zhao, "Sahabat dan saudaraku, mengapa persahabatan kita begitu tipis ?"

"Saudaraku, kau tahu mengenai hukum dan aturan. Aku telah menerima kebaikan Wei dan tidak mungkin aku mengkhianati mereka. Jika pun harus mati akau akan tetap setia. Jadi jgn katakan apapun lagi, segeralah kembali kepada tuanmu dan katakanya padanya untuk menyerang, aku tidak akan mundur !!!"

Akhirnya Jin Xiang kembali dan melaporkan kegagalannya.

"Dia tidak membiarkanku untuk menjelaskan." Kata Jin Xiang kepada Zhuge Liang.

"Cobalah lagi dan kali ini langsung katakan apa yang ingin kau katakan." Kata Zhuge Liang.

Akhirnya Jin Xiang kembali lagi ke tembok kota Chen Cang.

Hao Zhao kemudian muncul dan Jin Xiang berteriak dari bawah tembok, "Saudaraku yg baik, dengarkan dahulu apa yang akan kukatakan. Sekarang kau menjaga satu kota, bagaimana mungkin kau akan melawan 300.000 prajurit Shu ? Jika kau tidak menyerah maka aku khawatir nanti akan terlambat untuk menyesal. Lebih baik kau melayani Han dari pada melayani negara seperti Wei. Kenapa kau tidak mengerti mengenai titah langit ? Kenapa kau tidak membedakan mana yang baik dan jahat ? Pikirkanlah hal ini."

Kemudian Hao Zhao benar2 marah dan dia segera mengambil busur panahnya dan menempatkan anak panah pada tempatnya kemudian dia berkata, "Pergilah ! atau aku akan memanah dirimu. Aku bersungguh-sungguh akan melakukannya dan aku tidak akan mengulang lagi ancamanku ini."

Lagi Jin Xiang kembali dan melaporkan kepada Zhuge Liang.

"Orang ini sungguh bodoh !! apakah dia pikir dapat menghalangiku untuk merebut kota itu ?"

Dia kemudian memanggil penduduk setempat dan menanyakan mengenai kekuatan pasukan di kota itu. Mereka berkata padanya bahwa ada 3.000 prajurit didalam kota itu.

"Aku tidak berpikir bahwa pasukan sekecil itu dapat menghalangiku." Zhuge Liang kemudian berkata, "Seranglah kota itu sebelum bala bantuan mereka tiba."

Segera para pasukan menyerang membawa tangga tinggi untuk dapat naik keatas tembok kota. Prajurit yang lain membawa tali dan jangkar pengkait. Sebanyak 20.000 prajurit berupaya menaiki tembok kota.

Tetapi ketika Hao Zhao melihat bahwa pasukan Shu membawa tangga, dia segera memerintahkan agar pasukannya memakai panah api untuk membakar tangga kayu itu. Zhuge Liang tidak memperkirakan hal ini. Dia tahu bahwa kota itu tidak memiliki persiapan pertahanan, makanya dia memerintahkan agar pasukannya membawa tangga besar dan menyerang kota itu habis2an. Dia sangat terkejut ketika melihat api melalap tangga2 besarnya dan banyak prajurit berguguran. Kemudian anak panah serta batu2an juga jatuh dari atas tembok kota mengenai pasukan Shu yang ada dibawah. Akhirnya pasukan Shu terpaksa harus mundur.

Zhuge Liang kemudian dengan marah berkata, "Jadi dia membakar tangga2ku !!! Jika begitu aku akan menggunakan "PENDOBRAK GERBANG" "

Akhirnya pendobrak itu dibawa mendekat kearah gerbang kota dan segera signal penyerangan dilakukan. Tetapi pasukan bertahan juga mempertahankan gerbang kota mati2an, mereka menjatuhkan batu dari atas kota dan juga menumpahkan minyak panas. Beberapa ratus orang juga bersiap dibalik gerbang kota untuk menahan pendobrak besar itu merusak pintu gerbang mereka.

Akhirnya Pendobrak besar itu rusak karena kejatuhan batu2an besar.

Kemudian pasukan yang mengepung segera manutup parit2 disekitar kota itu dengan tanah dan Liao Hua dengan 3.000 prajurit berusaha menggali terowongan menuju kedalam kota Chen Cang. Tetapi Hao Zhao yang mengetahui rencana ini juga membuat terowongan sehingga pasukan Shu dapat dihalau.

Pertempuran itu terus berlangsung seperti itu selama lebih dari 1 bulan dan kota itu tetap belum berhasil direbut. Walaupun korban jiwa tidak besar dikedua belah pihak tetapi Zhuge Liang sekarang sangat tertekan dengan hal ini.
Logged

Farewell..
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-82
Offline Offline

Posts: 13841



« Reply #285 on: September 15, 2010, 04:32:22 PM »

Bab 97 Bagian 2
Jiang Wei Mengalahkan Pasukan Utara Dengan Membuat Titah Palsu


Hal ini ditambah lagi dengan pasukan pengintai yang datang dan melaporkan, "Dari arah timur datang pasukan bantuan untuk Wei yang dipimpin oleh Jendral Wang Shuang."

Zhuge Liang kemudian bertanya, "Siapa yang berani keluar dan bertempur dengan pasukan ini ?"

Wei Yan menawarkan dirinya.

"Jgn, Kau terlalu berharga sebagai pemimpin pasukan."

Jendral Xie Xiong kemudian menawarkan dirinya. Dan dia diberi ijin untuk membawa 3.000 prajurit. Setelah dia pergi, Zhuge Liang memutuskan untuk mengirim pasukan membantu dibawah jendral Gong Qi yang diberikan juga 3.000 prajurit.

Pasukan pertama yang dipimpin Xie Xiong bertempur sengit dan akhirnya Xie Xiong tewas ditangan Wang Shuang. Pasukannya kemudian melarikan diri dan Wang Shuang terus mengejar mereka, ditengah perjalanan dia bertemu pasukan Gong Qi yang akan membantu tetapi Gong Qi juga bernasib sama seperti Xie Xiong.

Ketika pasukan yang kalah ini kembali, Zhuge Liang sangat khwatir dan dia memanggil Liao Hua, Wang Ping dan Zhang Ni untuk mengatasi Wang Shuang ini. Mereka pergi dan menyusun formasi tempur. Kemudian Zhang Ni maju kedepan untuk berduel, mereka berdua berduel sebanyak beberapa jurus kemudian Wang Shuang kabur dan Zhang Ni mengejar.

Wang Ping, koleganya mencurigai bahwa ini adalah sebuah jebakan jadi dia berteriak pada Zhang Ni, "Jgn kau kejar dia !!!"

Zhang Ni kemudian berbalik tetapi Wang Shuang juga berbalik dan melemparkan salah satu pisau terbangnya yang mengenai Zhang Ni dipunggungnya sehingga dia langsung jatuh dari atas kudanya. Wang Shuang segera mendekat untuk membunuh Zhang Ni tetapi Liao Hua dan Wang Ping juga tiba disana untuk membantu. Pasukan Wei dan Shu akhirnya bertempur sengit tetapi kali ini banyak pasukan Shu yang terbunuh oleh pasukan Wei.

Zhang Ni mengalami luka dalam dan sering sekali memuntahkan darah. Mereka kembali dan berkata, "Wang Shuang sungguh mengerikan dan tidak ada seorangpun yang sanggup menghadapi dirinya,. Dia berkemah di depan kota Chen Cang dan membangun pertahanan."

Setelah kehilangan 2 jendral dan 1 orang terluka, Zhuge Liang kemudian memanggil Jiang Wei dan berkata, "Kita sekarang terhalang masalah ini. Dapatkan kau usulkan jalan lain ?"

"Ya," Kata Jiang Wei, "Chen Cang terlalu terlindungi dan dengan Hao Zhao sebagai komandan kota serta Wang Shuang yang menjaganya maka kota ini tidak dapat direbut. Aku mengusulkan untuk mengawasi Chen Cang saja dengan meninggalkan jendral disini yang akan membuat kemah dengan perlindungan kedua bukit. Kemudian menempatkan pasukan lain juga untuk menjaga jalan utama agar pasukan dari Jie Ting tidak dapat menyerang. Kemudian jika kau mau mengirimkan pasukan besar ke Qi Shan maka aku akan dapat melakukan sesuatu untuk menangkap Cao Zhen."

Zhuge Liang setuju dan dia mengirim Wang Ping serta Liao Hua untuk menjaga Jalan menuju Jie Ting. Wei Yan diperintahkan untuk mengawasi Chen Cang dan kemudian pasukan besar Shu segera menuju Qi Shan melalui lembah Xie.

Cao Zhen masih mengingat kepahitan akibat semua jasa2nya direbut oleh Sima Yi. Jadi ketika dia menerima penugasan ini, dia mengutus Guo Huao dan Sun Li untuk menjaga daerah barat dan timur Chang An. Kemudian dia mendengar kota Chen Cang terancam jadi dia mengirim Wang Shuang untuk membantu dan sekarang dia gembira mendengar keberhasilan Wang Shuang mengalahkan pasukan Shu. Dia menempatkan komandan besar Fei Yao sebagai panglima pasukan penjaga Chang An dan menempatkan pasukannya pada posisi strategis.

Kemudian mereka menangkap mata2. Dia segera dibawa kehadapan Cao Zhen untuk ditanyai.

Orang itu berlutut dan berkata, "Aku bukan memata-matai kota ini. Aku membawa surat rahasia untukmu, tuan. Tetapi aku tertangkap oleh sekelompok prajuritmu. Aku mohon kau mau memerintahkan pengawalmu untuk keluar karena ada sesuatu yang rahasia akan kusampaikan."

Ikatan orang itu kemudian dilepaskan dan segera pengawal disuruh keluar dari tendanya.

Orang itu kemudian berkata, "Aku adalah orang kepercayan Jiang Wei yang dimintanya untuk mengirimkan surat rahasia ini."

"Dimanakah surat itu ?"

Orang itu kemudian menyerah surat itu pada Cao Zhen yang membacanya seperti ini :

"Aku, Jiang Wei, Jendralmu yang bersalah, bersujud 100 kali kepada pemimpin besar Cao Zhen. Aku tidak pernah melupakan bahwa aku diperkerjakan oleh Wei dan sekarang aku mempermalukan diriku sendiri dengan berkerja pada musuh. Belakangan ini aku menjadi korban dari taktik busuk Zhuge Liang sehingga aku terpaksa menyerah pada musuh. Tetapi aku tidak pernah melupakan sumpah setiaku pada Wei."

"Sekarang ini pasukan Shu sedang menuju daerah barat dan Zhuge Liang sangat percaya padaku. Aku berharap kau mau memimpin pasukanmu menuju arah barat. Jika kau menemukan pasukan Shu menghadang maka kau dapat berpura-pura kalah dan mundur, tetapi aku akan berada dibelakang dan membuat signal api. Kemudian aku akan membakar gudang persediaan mereka. Lalu kau dapat kembali dan menyerang mereka. Zhuge Liang pasti akan jatuh kedalam tanganmu. Jika dengan hal ini aku masih tidak dapat dimaafkan maka hukumlah aku untuk kesalahanku yang telah kulakukan."

"Jika surat ini menurutmu cukup berharga untuk dipercayai maka segera kau berikan perintahmu."

Surat ini menyenangkan hati Cao Zhen dan berkata, "Ini adalah petunjuk langit yang diberikan padaku untuk membantu meraih kemenangan."

Kemudian dia memanggil Fei Yao dan dia berkata, "Aku baru saja menerima surat dari Jiang Wei yang memiliki sebuah siasat untuk menangkap Zhuge Liang."

Tetapi Fei Yao berkata, "Zhuge Liang sangat licik dan juga Jiang Wei sangat pandai. Mungkin saja Zhuge Liang telah merencanakan semua ini dan mengirim orang ini untuk menjebak kita."

"Tetapi Jiang Wei memang benar2 orang dari Wei. Dia terpaksa untuk menyerah, mengapa kau ragu ?"

"Saranku adalah untuk tidak pergi sesuai saran surat ini, tetapi tetap disini untuk berjaga-jaga. Biarkan aku pergi dan menemui orang ini dan apapun jasa yang aku peroleh itu semua adalah milikmu. Dan jika ada siasat dibalik semua ini maka aku akan mengatasinya untuk dirimu."

Cao Zhen setuju dan memerintahkan Fei Yao untuk membawa 50.000 prajurit menuju Lembah Xie.

Fei Yao segera bergerak dan mengirim pasukan pengintai terlebih dahulu. Setelah itu mereka melaporkan bahwa pasukan Shu datang melalui lembah itu. Fei Yao segera berangkat menuju pintu masuk lembah Xie. Pasukan Shu begitu melihat pasukan Fei Yao segera melarikan diri. Fei Yao memerintahkan pasukannya mengejar Kemudian pasukan Shu datang lagi. Baru saja Fei Yao mengatur formasi pasukannya pasukan Shu sudah mundur. Dan hal ini terus berulang-ulang sampai 3 kali. Pagi dan malam pasukan Wei tidak dapat beristirahat karena hal ini.

Akhirya pasukan Wei keletihan dan pada saat mereka akan menyiapkan makanan tiba2 bunyi teriakan terdengar disekeliling mereka dan dengan bunyi genderang perang dan juga terompet seluiruh pasukan Shu datang mengepung. Kemudian dibawah bendera besar datang seseorang yang duduk diatas kereta kecil. Dia meminta berbicara dengan pemimpin pasukan Wei.

Fei Yao berkuda keluar dan begitu melihat Zhuge Liang dalam hatinya dia senang.

Berbalik kepada yang lainnya Fei Yao berkata, "Jika pasukan Shu menyerang, kalian harus mundur dan perhatikan untuk signal api. Jika kalian melhiatnya maka kalian harus berbalik menyerang mereka karena Jiang Wei akan membantu dari belakang."

Kemudian Fei Yao maju kedepan dan berkata, "Kau pemimpin pemberontak. Berani sekali kau datang lagi kemari setelah kekalahanmu !!!"

Zhuge Liang menjawab, "Kau pergilah dan panggil Cao Zhen kemari menemuiku."

"Tuanku, Cao Zhen berasal dari keluarga bangsawan. Apakah pantas jika dia datang untuk menemui pemberontak macam dirimu ?"

Zhuge Liang kemudian marah dan mengibaskan kipasnya dan dengan hal itu, Ma Dai dan Zhang Ni serta pasukannya segera menyerang. Pasukan Wei mundur tetapi belum mereka pergi jauh mereka melihat tanda api. Fei Yao berkesimpulan bahwa ini adalah signal dari Jiang Wei yang ditunggunaya dan dia akhirnya berbalik untuk menyerang.

Pasukan Shu juga berbalik dan mundur sehingga Fei Yao mengejarnya, dengan pedang ditangan dia bersemangat sekali untuk menangkap Zhuge Liang. Ketika mendekat tempat signal api tersebut, genderang perang berbunyi lebih keras dari sebeluimnya dan kemudian keluar dua pasukan yang dipimpin oleh Guan Xing dan Zhang Bao sementara panah dan batu berjatuhan dari kedua sisi bukit. Pasukan Wei tidak dapat bertahan dan tahu bahwa mereka harus mundur. Fei Yao berusaha untuk memundurkan pasukannya menuju mulut lembah untuk beristirahat, tetapi pasukan Shu terus menekan posisinya dan akhirya pasukan Wei jadi kacau.

Fei Yao tidak dapat melakukan apapun lagi dan segera kabur menyelamatkan diri. Ketika dia melewati bukit curam dia melihat ada pasukan kecil yang dipimpin oleh Jiang Wei.

Fei Yao mulai memaki-maki, "Orang tidak setia !!! Aku telah jatuh kedalam rencana busukmu !!!"

Jiang Wei berkata, "Kau adalah korban yang salah. Kami ingin menangkap Cao Zhen bukan dirimu. Tetapi kau akan dimaafkan jika menyerah."

Fei Yao kemudian berusaha lari menuju daerah hutan tetapi kemudian daerah itu terbakar dan terkepung api. Kemudian dia merasa sudah tida ada lagi harapan untuk kabur dan juga pasukan Jiang Wei yg mengejar sudah berada dibelakangnya. Maka dia mengeluarkan pedangnya dan menebas lehernya sendiri.

Banyak dari prajurit Wei yang menyerah. Pasukan Shu secepat mungkin sampai di QiShan dan berkemah disana. Kemudian pasukan Shu segera membangun pertahan dan menempati posisi2 strategis.

Jiang Wei mendapat hadiah, tetapi dia menolak dengan berkata bahwa Cao Zhen tidak tertangkap.

"Penyesalanku adalah aku tidak berhasil membunuh Cao Zhen." Kata dirinya.

"Ya, memang benar. Sungguh disayangkan rencana sebaik itu hanya mendapat hasil yang kecil." Kata Zhuge Liang.

Di Chang An, Cao Zhen sangat bersedih kehilangan Fei Yao. Dia kemudian berkonsultasi dengan Guo Huai mengenai rencana memukul mundur musuh.

Sementara itu utusan dikirimkan ke Luo Yang untuk memberitahukan kedatangan pasukan zhuge Liang di Qi Shan dan juga kekalahan Cao Zhen. Cao Rui segera memanggil Sima Yi untuk sebuah rencana mengatasi hal ini.

"Aku memiliki sebuah rencana yang tidak saja daapt memukul mundur Zhuge Liang tetapi juga tanpa perlu kita berkerja keras. Mereka akan mundur dengan sendirinya."

Bagaimana kisah selanjutnya, dapat dibaca dibab berikutnya.........
Logged

Farewell..
KingsGameCentre
Corpral
**

Respect: +0/-0
Offline Offline

Posts: 137



« Reply #286 on: September 26, 2010, 08:26:06 AM »

kayaknya gw tau de ini ngambil darimana?? tolong donk hargain hak cipta orang seenganya klo lo copy paste tulisan orang di kasih source nya

ini karya moderator education forum k****** @berwin

tulisin  Berwin@k*****.us


thx ya

qiqi: saya edit sedikit,dan penjelasan sudah dikirimkan lewat pm, thx.
« Last Edit: September 27, 2010, 06:33:00 AM by qiqi » Logged
Pages: 1 ... 8 9 10 11 [12]   Go Up
Print
Jump to:  



Â