Ligagame CSO

Main Menu
Hotk
rappelz online
Sudden attack indonesia
Qeon Shadow company
Garena Heroes of Newerth
Teracord Chaos

Banner

Banner

Ligaponsel
May 24, 2012, 09:46:19 AM
Sorry Guest, you are banned from posting or sending personal messages on this forum.
Pages: 1 [2] 3 4 5 6 ... 12   Go Down
Print
Author Topic: [Roman] SAMKOK - Roman Epik Kisah 3 Negara  (Read 22450 times)
0 Members and 5 Guests are viewing this topic.
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-82
Offline Offline

Posts: 13841



« Reply #25 on: January 27, 2009, 01:24:48 PM »

BAB 7 bagian 2
Sun Jian Menyerang Liu Biao di Sungai Besar



Sekarang Yuan Shu yang ada di Nan Yang, mendengar saudaranya sekarang berada di Ji Zhou, mengirim pesan untuk meminta 1000 kuda. Tetapi permintaan ini ditolak dan dia merasa kesal. Yuan Shu juga mengirim pesan ke Jing Zhou untuk meminjam beras dari Liu Biao, tetapi juga ditolak. Dalam kekesalannya dia menulis surat pada Sun Jian, Gubernur Chang Sha. Suratnya berbunyi seperti ini :

"Ketika Liu Biao mencegatmu dalam perjalanan pulang, itu adalah akibat saran dari saudaraku Yuan Shao. Sekrang mereka berdua telah merencanakan untuk menguasai wilayahmu diselatan, oleh sebab itu maka kayu harus segera melancarkan serangan pada Liu Biao. Aku akan menangkap saudaraku untukmu. Kau akan mendapatkan daerah Jing Zhou dan aku akan mendapatkan Ji Zhou."

"Aku tidak dapat memaafkan Liu Biao" Kata Sun Jian setelah selesai membaca surat ini. "Dia telah menghalangi jalan pulangku dan aku akan harus menunggu bertahun-tahun lagi jika aku melepaskan kesempatan ini untuk membalas dendam!"

Dia memanggil para bawahannya untuk rapat.

"Kau tidak boleh mempercayai Yuan Shu, dia itu penuh tipu daya."Kata Cheng Pu.

"Aku ingin membalas dendam karena alasan sendiri, apa peduliku terhadap Yuan Shu ini ?" Kata Sun Jian.

Dia mengirim Huang Gai untuk mempersiapkan 100 kapal kecil dan 20 kapal besar untuk membawa pasukan, kuda dan persediaan. Pasukan itu kemudian segera berangkat.

Berita mengenai persiapan ini sampai kepada Liu Biao yang langsung mengumpulkan penasehatnya dan stafnya.

Kuai Liang menyarangkan padanya agar tidak perlu Khawatir dan berkata "Tempatkanlah jendral Huang Zu sebagai kepala pasukan di Jiang Xia untuk melakukan serangan terlebih dahulu dan kau,Tuan, Mendukung dia dengan pasukan dari Xiang Yang. Biarkan Sun Jian melewati sungai dan danau. Apakah dia masih punya tenaga ketika mereka sampai disini ?"

Lalu Liu Biao memerintahkan Huang Zu untuk menyiapkan pasukan berjumlah 50.000 pasukan, dan pasukan itu diposisikan seperti yang diperintahkan.

Dikatakan bahwa Sun Jian mempunyai 4 orang anak, semua berasal dari istrinya yang bermarga Wu. Nama mereka sesuai urutannya adalah Sun Ce, Sun Quan, Sun Yi dan Sun Kuang. Sun Jian mempunyai istri kedua yang merupakan adik dari istri pertamanya. Dan dari istri yang kedua dia mendapatkan seorang putra dan seorang putri. Yang putra bernama Sun Lang dan yang putri bernama Sun Ren. Sun Jian juga mempunyai anak angkat yang berasal dari marga Yu dan memberinya nama Sun Hu, dan Sun Jian juga mempunyai seorang adik bernama Sun Jing.

Ketika Sun Jian mau pergi dalam ekspedisi kali ini, adiknya Sun Jing dengan 6 anaknya berdiri didepan kudanya dan mencegahnya,"Dong Zhuo masih menjadi penguasa negara, karena kaisar lemah. Seluruh negara penuh dgn pemberontakan, semua saling berebut daerah. Daerah kita relatif aman tentram dan sentosa. Aku merasa adalah sangat salah untuk memulai sebuah perang karena masalah sepele. Aku harap kau pikirkan kembali sebelum kau memulai perjalanan ini."

Sun Jian berkata, "Adikku, jgn berkata apa2 lagi. Aku menginginkan agar kekuatanku dapat dirasakan diseluruh kekaisaran ini dan aku ingin agar sakit hatiku ini terbalaskan."

"Ayah, Jika kau harus pergi, bawalah aku bersamamu." Kata Sun Ce anak pertama Sun Jian.

Permintaan ini dikabulkan, ayah dan anak berangkat dalam perjalanan untuk menyerang kota Fan Kou.

Sekarang Huang Zu telah menempatkan pemanah disepanjang tepi sungai. Ketika kapal2 Sun Jian tiba, maka langit telah dipenuhi oleh anak panah yang saling berterbangan. Sun Jian memerintahkan pasukannya tetap berada didalam tempat perlindungan dikapal. Beberapa kali kapal2 itu seperti ingin menepi, tetapi langsung disambut dengan tembakan anak panah yang tidak terkira banyaknya. Akhirnya seluruh anak panah pasukan musuh telah habis terpakai dan Sun Jian memerintahkan agar anak buahnya mengambil anak panah tersebut dan menembakkannya kembali kepada pasukan Huang Zhu. Pasukan yang berada ditepi sungai banyak yang terluka dan akhirnya kabur. Pasukan Sun Jian kemudian mendarat, 2 divisi masing2 dipimpin Cheng Pu dan Huang Gai diperintahkan menuju kemah Huang Zhu, satu divisi lagi dipimpin oleh Han Dang sebagai pasukan pembantu. Total seluruh pasukan berjumlah 25.000 prajurit. Dengan diserang dari tiga arah seperti ini pasukan Huang Zhu akhirnya tertekan dan dia terpaksa meninggalkan Fan Kou dan menuju DengCheng.

Meninggalkan kapal2nya didalam pengawasan Huang Gai, Sun Jian memimpin pasukan mengejar Huang Zhu. Huang Zhu akhirnya keluar dari bentengnya dan menantang perang di daerah terbuka. Ketika Sun Jian tiba, Sun Ce berada disamping ayahnya memakai baju zirah berwarna perak memegang bendera kebesaran Sun Jian.

Huang Zhu keluar bersama 2 jendralnya-- Zhang Hui dari Jiang Xia dan Chen Sheng dari Xiang Yang.

Huang Zhu mengata-ngatai musuhnya itu, "Kau bedebah pemberontak dari selatan, mengapa kau menyerang daerah kekuasaan keluarga kekaisaran ?"

Zhang Hui menantang duel, Han Dang maju melayani. Mereka berdua bertarung 30 jurus dan Chen Sheng Yang melihat Zhang Hui tampak kelelahan lalu datang membantu. Sun Jian yang melihat Chen Sheng datang lalu mengambil busurnya dan menembakkan anak panah yang langsung melukai Chen Sheng di mukanya dan langsung terjatuh dari kudanya. Panik melanda Zhang Hui yang melihat kawannya jatuh dan dia tiba2 lengah. Han Dang akhirnya menebas kepala Zhang Hui dan Zhang Hui pun jatuh dengan tengkorak terbelah dua.

Melihat kedua jendral itu telah mati, Cheng Pu berusaha menangkap Huang Zhu yang turun dari kudanya, membuang helmnya dan berbaur dengan pasukan yg lain. Sun Jian memimpin penyerangan dan mengusir musuh menuju sungai Han dimana dia telah memerintahkan Huang Gai untuk mengarahkan kapal2 itu ke sana dan berlabuh.

Huan Zhu yang berhasil lolos dan kembali,melaporkan kepada Liu Biao, "Sun Jian terlalu kuat untuk pasukannku !"

Kuai Liang dipanggil untuk dimintai sarannya dan dia berkata,"Pasukan kita yang baru dikalahkan sedang tidak mempunyai semangat untuk bertempur. Oleh sebab itu kita harus mempertahankan posisi kita, sementara itu kita meminta bantuan Yuan Shao. Dengan begitu kita dapat melawan."

"Suatu langkah yang bodoh!" kata Cai Mao, "Musuh ada didepan gerbang kota, apakah kita harus diam saja dan menunggu untuk dibantai ? Berikan aku pasukan dan aku akan keluar dan melawan sampai akhir !"

Lalu Cai Mao diberikan pasukan berjumlah 10.000 prajurit dan pergi menuju bukit Xian dimana disana dia menyusun formasi.

Ketika Cai Mao mendekati posisi pasukan Sun Jian, Sun Jian berkata, "Dia adalah adik ipar dari Liu Biao, siapa yang akan menangkapnya ?"

Cheng Pu mengambil tombaknya dan keluar. Setelah beberapa ronde saja, akhirnya Cai Mao kabur dan dikejar pasukan Sun Jian. Pasukan Sun Jian membantai prajurit Liu Biao yang diketemukan sehingga seluruh padang rumput itu ditutupi oleh mayat dimana-mana. Dan Cai Mao secepat kilat kembali ke kota Xiang Yang untuk berlindung. 10.000 prajuritnya tidak ada yang ikut kembali bersamanya.

Kuai Liang marah dan berkata, "Cai Mao harus dihukum mati sesuai dengan hukum militer ! kekalahan ini semua disebabkan karena dirinya."

Tetapi Liu Biao enggan untuk menghukum adik dari istri yang baru saja dinikahinya.

Sun Jian mengepung Xiang Yang dan setiap hari menyerang tembok kota. Suatu hari angin kencang bertiup dan mematahkan batang tempat bendera kebesaranya berkibar.

"Pertanda sangat buruk." Kata Han Dang, "Kita harus kembali."

Sun Jian berkata,"Aku telah memenangkan setiap pertempuran dan kota akan segera berhasil kukuasai. Apakah aku harus kembali akibat kebetulan ini?"

Dia tidak mengindahkan saran itu dan lebih meningkatkan serangan pada tembok kota.

Didalam kota para pasukan bertahan juga melihat pertanda.

Kuai Liang berkata, "Semalam aku melihat bintang jatuh dari langit tepat diarah daerah Sun Jian. Jika perhitungan ku tepat maka yang akan mengalami nasib naas itu adalah Sun Jian."

Kuai Liang menyarankan Liu Biao meminta bantuan Yuan Shao secepatnya.

Lalu Liu Biao Menulis. Dia lalu bertanya siapakah yang bersedia mencoba keluar dari kepungan dan berusaha meminta bantuan Yuan Shao. Lu Gong, seorang pendekar dengan kekuatan besar menawarkan dirinya untuk tugas tersebut.
Logged

Farewell..
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-82
Offline Offline

Posts: 13841



« Reply #26 on: January 27, 2009, 01:28:54 PM »

Kuai Liang berkata, "Jika kau menerima tugas ini, maka dengarlah nasehatku. Kau akan diberikan 500 tentara. Carilah pemanah2 terbaik. Terjanglah formasi musuh dan pergi ke bukit Xian. Kau akan dikejar, tetapi siapkanlah diatas bukit 100 orang prajurit yang akan menjatuhkan batu2 besar. Dan siapkan lagi 100 prajurit didalam hutan untuk menyerang musuh tiba2 dengan panah. Ini belum akan menghentikan pengejaran mereka, tetapi cukup untuk menghambat mereka. Jika kamu tetap dikejar, berikan tanda dengan membunyikan petasan dan pasukan dari Kota akan datang membantu. Jika kau tidak dikejar, maka paculah kuda secepatnya dan pergilah. Esok adalah waktu yang tepat karena bulan tidak terang dan bintang tidak cerah."

Lu Gong setelah menerima instruksi ini langsung menyiapkan pasukannya dan segera setelah hari gelap dia keluar melewati gerbang timur.

Sun Jian yang berada dikemahnya mendengar suara teriakan dan prajurit melapor padanya, "Ada sekelompok pasukan berkuda yang keluar dari dalam kota !"

Sun Jian langsung menaiki kudanya dan berkuda dengan 30 orang pasukan berkuda lainnya untuk melihat apa yang terjadi. Pasukan Lu Gong telah bersembunyi dalam hutan. Sun Jian berkuda mendahului mereka dan dia menemukan dirinya sendirian dan terlalu dekat dengan musuh. Lu Gong lalu berbalik arah dan melawan dia, tetapi hanya beberapa jurus lalu Lu Gong kabur lagi kearah perbukitan. Sun Jian mengikuti lalu kehilangan jejaknya.

Sun Jian mencoba menaiki bukit itu, lalu tiba2 bunyi gong terdengar. Dari atas bukit batu2 berjatuhan, sementara dari dalam hutan panah2 berterbangan. Sun Jian terkena beberapa panah dan juga terkena bebatuan yang mengenai kepalanya. Dia dan kudanya tebunuh, Sun Jian hanya baru berusia 37 thn ketika dia wafat. Tubuhnya tertindih batuan2 dan badannya penuh dengan anak panah yang menancap.

Pasukannya yang menyertainya dapat dihancurkan dan tidak ada yang selamat dari ke 30 orang itu. Lu Gong lalu membunyikan tanda. Dengan tanda ini Huang Zhu,Kuai Yue dan Cai Mai memimpin 30.000 pasukan dan keluar membantai pasukan Sun Jian.

Ketika Huang Gai mendengar suara pertempuran, dia membawa pasukan dari kapal dan bertemu dgn Huang Zhu, Hanya dalam beberapa jurus dia berhasil menangkap Huang Zhu yang dijadikan tawanan.

Cheng Pu Keluar untuk menyelamatkan Sun Ce. Ketika dia sedang mencari jalan untuk kabur, dia bertemu dgn Lu Gong. Cheng Pu langsung memacu kudanya melawan Lu Gong. Dalam beberapa jurus, Lu Gong tertusuk tombak Cheng Pu dan jatuh. Pertempuran itu makin kacau dan berlanjut hingga hari terang. Ketika setiap pasukan itu menarik diri. Liu Biao memerintahkan pasukannya kembali kedalam Kota.

Ketika Sun Ce kembali ke sungai, dia mendengar bahwa ayahnya telah gugur dan tubuh ayahnya telah dibawa oleh musuh. Dia menangis keras sekali dan seluruh pasukan ikut menangis.

"Bagaimana aku dapat kembali kerumah sedangkan tubuh ayah ada bersama mereka ?" Tangis Sun Ce.

Huang Gai berkata, "Kita mempunyai Huang Zhu sebagai tawanan, biarlah seseorang masuk kedalam kota dan membicarakan perdamaian, dan menukar tawanan untuk jasad tuan kita."

Baru saja dia selesai berbicara tiba2 ada seseorang yang berkata,"Aku adalah teman lama Liu Biao, aku mau jadi sukarelawan untuk misi ini.", orang itu bernama Huan Ji, seorang pengurus administrasi tentara.

Sun Ce setuju. Lalu Huan Ji pergi dan membicarakan masalah perdamaian.

Liu Biao berkata pada Huan Ji,"Jasadnya telah kutaruh dalam peti mati dan dapat segera dikirimkan secepatnya setelah Huang Zhu dikembalikan. Marilah kita menghentikan perang ini dan tidak akan pernah lagi menyerang satu sama lain."

Huan Ji berterima kasih dan dia pun berpamitan.

Tetapi ketika Huan Ji baru saja menuruni tangga istana, Kuai Liang tiba2 masuk dan berkata, "Tidak, Tidak ! Biarkan aku bicara dan aku akan memastikan tidak ada satu musuhpun yang dapat selamat. Aku harap kau perintahkan orang untuk memenggal orang ini lalu jalankan rencanaku."

Nasib dari Huan Ji akan diceritakan pada bab berikutnya............
Logged

Farewell..
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-82
Offline Offline

Posts: 13841



« Reply #27 on: January 27, 2009, 01:41:17 PM »

Bab 8 Bagian 1
Wang Yun Mempersiapkan Taktik Berantai



Ini adalah yang Kuai Liang katakan, "Sun Jian sekarang telah tiada dan anak2nya masih sangat muda. Manfaatkan momentum ini untuk menyerang ke selatan dan itu semua akan menjadi milikmu dengan sekali pukul. Jika kau mengembalikan mayatnya dan membuat perjanjian damai, kau akan memberi mereka kesempatan menjadi kuat dan suatu hari mereka akan kembali ke Jing Zhou."

"Tetapi bagaimana aku akan meninggalkan Huang Zhu ditangan mereka ?" Kata Liu Biao.

"Kenapa tidak mengorbankan seekor burung untuk seekor naga ?"

"Tetapi dia adalah temanku, dan untuk membiarkannya adalah suatu yang salah."

Lalu Huan Ju diperbolehkan untuk kembali dengan membawa berita bahwa jasad Sun Jian akan diserahkan apabila Huang Zhu dikembalikan. Sun Ce membebaskan tawanannya, membawa peti mati ayahnya dan pertempuranpun selesai. Sun Jian dimakamkan di dataran di Que, ketika upara berakhir Sun Ce bersama pasukannya kembali pulang.

Di Chang Sha, salah satu daerah diselatan sungai besar, Sun Ce mengantikan Sun Jian memerintah. Dia memerintah dengan sangat baik dan dermawan, Dia mengundang banyak2 orang berbakat dan pemberani kesisinya.

Sementara itu, Dong Zhuo di Ibu Kota Chang An, ketika mendengar kematian Sun Jian berkata, "Kegelisahan didalam hatiku sekarang telah hilang !"

Dia bertanya, "Anak2 seperti apakah yang Sun Jian miliki ?" Dan ketika mereka memberitahunya bahwa yang tertua baru berusia 17 thn, dia langsung senang dan seketika itu juga seluruh kegelisahan hilang dari kepalanya.

Dari saat ini dan seterusnya, kesombongannya makin menjadi-jadi. Dia mengangkat dirinya sendiri menjadi "GURU KAISAR", sebuah gelar yg sangat terhormat dan seluruh tindakannya sudah selayaknya bahwa dialah yang kaisar. Dia mengangkat adiknya, Dong Min menjadi Penguasa Hua Zhao dan memberikannya jabatan Panglima Besar Pasukan Kiri. Keponakannya, Dong Huang diangkat menjadi Penasehat Kekaisaran dan Memberinya kekuasaan atas pasukan penjaga istana dan setiap orang di keluarganya diberi gelar kehormatan dan jabatan tinggi.

80 Km dari Ibu Kota Chang An, Ada sebuah kota bernama Mei Wo, kota yang sama persis seperti Chang An. Ada istana, lumbung beras, gudang harta, gudang senjata, dsbnya. Pembuatannya membutuhkan 250.000 orang. Disini Dong Zhuo mengumpulkan harta yang cukup untuk digunakan selama 20 thn oleh kaisar. Dia memilih 800 wanita cantik2 untuk ditempatkan di kota ini. Kekayaan yang ada dikota ini tidak dapat lagi dihitung. Semua keluarga dan pendukungnya hidup dikota ini.

Dong Zhuo mengunjungi kota ini dalam interval sebulan sekali, dan setiap kunjungan seperti acara penyambutan kaisar. Dengan setiap pejabat dan jendral harus menunggunya disisi jalan dan memberinya hormat dengan membungkuk kearah utara.

Dalam suatu kesempatan, Dong Zhuo mengadakan jamuan makan besar untuk semua orang. Dan ketika hal itu sedang berlangsung datang pasukan besar pemberontak dari utara untuk menyerah. Dong Zhuo membawa mereka menuju mejanya dan melakukan kekejaman padanya. Tangan mereka dipotong ada yang kakinya dipotong, ada pula yang bola matanya di cungkil keluar, yang lainnya semua giginya dipatahkan, ada lagi yang lidahnya dipotong sementara ada lagi yang tulang2nya dipatahkan. Mereka yang berstatus pemimpin ada yg direbus hidup2 dalam air mendidih, dan ada yang di masukan dalam wajan besar berisi minyak mendidih. Teriakan kengerian dan penderitaan sampai terdengar dilangit dan banyak pejabat yang tidak tahan lalu pingsan dan meninggal ditempat menyaksikan hal ini. Tetapi Dong Zhuo tetap saja tertawa, makan dan mabuk2an serta berbicara dan tersenyum seolah tidak terjadi apapun.

Pada suatu hari yang lain Dong Zhuo sedang mengadakan perjamuan besar untuk para pejabat istana yang duduk dalam 2 barisan panjang. Selang beberapa saat tiba2 Lu Bu masuk dan membisikan sesuatu ke telinga Dong Zhuo.

Dong Zhuo tersenyum dan berkata "Dia selalu begitu. Bawa Menteri Zhang Wen keluar!"

Yang lain mukanya menjadi pucat memikirkan apa yang akan terjadi. Lalu masuklah seorang pria membawa kepalaa Zhang Wen didalam sebuah nampan dan menunjukan itu pada semua pengunjung. Mereka hampir mati ketakutan.

"Jangan Takut," Kata Dong Zhuo tersenyum. "Menteri Zhang Wen telah bersekutu dengan Yuan Shu untuk membunuhku. Sebuah surat yang ditulisnya telah jatuh ketangan anakku, jadi aku memerintahkannya untuk dihukum. Kalian yang lain yang tidak bersalah tidak perlu takut."

Satu per satu pejabat akhirnya memohon diri .Salah satu dari mereka Wang Yun, yang telah menyaksikan semua hal ini kembali ke kediamannya dengan sangat gelisah. Dimalam yang sama, sinar bulan bersinar terang, dia berjalan2 ditaman rumahnya. Dia memandang Langit dan air mata mengalir dan turun dipipinya. Tiba2 dia mendengar ada suara dari Paviliun kecil didekat situ dan seseorang sedang menghela napas dalam2. Berusaha melihat, dia menemukan ada salah seorang pembantu rumah tangganya disana, namanya Diao Chan.

Pembantunya ini telah dibawa ke kediamannya. Dia diajarkan menyanyi dan menari. Pada usia ke 21 dia sangat cantik dan sangat pintar yang Wang Yun sudah anggap anak sendiri dan bukan pembantu.

Setelah beberapa saat Wang Yun memanggilnya, "Apa yang sedang kau lakukan disini ?"

Diao Chan lalu berlutut dan berkata, "Aku tidak sedang berbuat apa2, tuanku."

"Lalu mengapa kau menghela napas didalam kegelapan ?"

"Bolehkah aku berkata dari dalam hatiku ?"

"Katakan padaku seluruhnya, jgn menyembunyikan apapun."

Lalu dia berkata," Aku telah menerima banyak kebaikan darimu. Aku telah diajarkan menyanyi dan menari dan juga telah diperlakukan dengan sangat baik yang apabila dirinya dipecah menjadi ribuan bagianpun belum dapat membayar kebaikan tuanku. Aku telah melihat belakangan ini tuanku sedang gelisah dan tidak merasa senang, aku tahu tuanku sedang memikirkan masalah negara. Tetapi aku tidak berani bertanya. Malam ini tuanku terlihat lebih sedih dari waktu2 yang lalu. Karena itu aku berpikir dapatkah aku membantu tuanku walaupun harus mati aku rela."

Sebuah ide muncul di kepala Wang Yun, dan dia berkata, "Apa yang akan kau pikirkan jika nasib seluruh dinasti Han ada ditanganmu ? Ikut denganku !"

Wanita itu mengikuti tuannya kedalam rumah. Disana dia menyuruh semua pelayan lainnya keluar, lalu menyuruh Diao Chan duduk dikursinya dan bersujud kepadanya. Diao Chan ketakutan dan langsung bersujud dilantai juga, didalam hatinya dia berkata apa maksud semua ini.

Kata Wang Yun,"Kau dapat menyelamatkan seluruh rakyat Han!"

dan air matapun mengalir dari mata Diao Chan.

"Tuanku, seperti telah kukatakan, gunakanlah diriku seperti yang tuanku mau. Aku tidak menyesal dan takut." Kata Diao Chan.

Wang Yun berlutut dan berkata,"Rakyat sedang diambang kehancuran, Kaisar dan menterinya sedang kacau dan kau adalah satu2nya penyelamat. Bajingan Dong Zhuo itu ingin menggulingkan kaisar dan tidak ada satupun dari kami yang mampu menghentikannya. Dia memiliki anak yang pemberani dan kuat, tetapi ayah dan anak sama2 lemah terhadap kecantikan wanita. Aku membuat rencana yang kusebut "TAKTIK BERANTAI". Aku pertama akan mengajukan usul untuk menikahkanmu dengan Lu Bu dan setelah itu aku akan mengajakmu menemui Dong Zhuo, dan kau harus mengambil segala kesempatan untuk mengadu domba mereka. Buatlah agar anak membunuh ayahnya yang akan mengakhiri penderitaan ini. Apakah kau melakukan hal ini ?"

"Pelayanmu ini telah berjanji tdk akan mundur dari kematian itu sendiri, Tuanku boleh menggunakan diriku ini untuk apa saja dan aku akan mengusahakan yang terbaik."

"Tetapi bila rencana ini bocor, kita semua akan mati." Kata Wang Yun.

"Jgn takut."Kata Diao chan,"Jika pelayanmu ini tidak tahu balas budi. Maka biarlah aku mati ditusuk banyak pedang!"

"Terima kasih ! terima kasih!" Kata Wang Yun.

Lalu Wang Yun mengambil beberapa perhiasan yang dia hadiahkan untuk Lu BU. Lu Bu sangat senang dan dia berterima kasih kepada Wang Yun. Ketika Lu bu tiba, Wang Yun langsung menyambutnya dan Lu Bu dijamu dengan berbagai hidangan istimewa. Lu Bu dipersilahkan duduk dikursi kehormatan.

Lu Bu berkata, "Aku hanyalah seorang pelayan dari perdana menteri, dan kau adalah pejabat tinggi kekaisaran. Kenapa kau memperlakukan dengan sangat istimewa ?"

"Karena diseluruh negeri tidak ada pahlawan yang mampu manandingi kemampuanmu." Jawab Wang Yun.
Logged

Farewell..
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-82
Offline Offline

Posts: 13841



« Reply #28 on: January 27, 2009, 01:51:31 PM »

Ini membuat Lu Bu sangat senang dan Wang Yun meneruskan memuji-muji Lu Bu dan juga memuji-muji Dong Zhuo serta terus memberikan Lu Bu arak dan anggur.

Saat ini kebanyakan pelayan telah meninggalkan ruangan dan hanya tersisa beberapa orang untuk menuangkan arak.

Ketika Lu Bu sudah hampir mabuk lalu Wang Yun berkata, "Persilahkan dia masuk!"

Lalu munculah 2 orang pelayan berpakaian putih dan dibelakangnya berjalan Diao Chan yang tampil sangat memukau.

"Siapakah dia?" Tanya Lu Bu.

"Ini adalah putriku, Diao Chan. Karena kau telah sangat baik maka aku ingin memperkenalkannya padamu."

Wang Yun memerintahkan Diao Chan untuk mempersembahkan arak, dan mata mereka berdua saling bertatap-tatapan.

Wang Yun berpura-pura jg telah mabuk berkata, "Anakku memohon padamu jendral untuk meminum secangkir atau mungkin dua. Kami semua bergantung padamu jendral."

Lu Bu memohon agar Diao Chan duduk, Diao Chan berpura-pura ingin pergi.

Wang Yun meminta Diao Chan untuk tetap disini dan berkata, "Jendral adalah teman yang baik, duduklah dan temanilah dia."

Lalu Diao Chan duduk dekat dengan tuannya.

Lu Bu tetap menatap wajahnya setiap dia meneguk cangkir arak.

"Aku akan menghadiahkan dia sebagai pendampingmu, apakah kau setuju ?" Kata Wang Yun.

Lu Bu langsung berdiri.

"Jika begitu, aku sangat berterima kasih" Kata Lu Bu.

"Kita akan memilih hari yang baik agar dia dapat masuk istana"

Lu Bu sangat senang, dia tidak dapat berhenti untuk menatap Diao Chan.

Waktunya untuk Lu Bu pergi sekarang dan Wang Yun berkata, "Aku mau memintamu untuk bermalam tetapi aku khawatir perdana menteri akan curiga."

Lu Bu berterima kasih lagi dan lagi sebelum pergi.

Beberapa hari kemudian ketika Wang Yun di istana dan Lu Bu tidak ada, Wang Yun bersujud pada Dong Zhuo dan berkata, "Aku berharap kau mau datang ke tempat tinggalku yang rendah ini untuk makan malam. Apakah seorang yang mulia seperti anda bersedia ?"

"Karena kau yang mengundangku, aku pasti akan datang." Jawab Dong Zhuo.

Wang Yun berterima kasih. Lalu Wang Yun pulang kerumahnya dan menyiapkan segala keperluan untuk menyambut Dong Zhuo. Dia mempersiapkan semua jenis makanan istimewa. Kursi2 dihiasi sutra indah dan tirai yg indah dipasang disekeliing ruangan itu. Ketika Dong Zhuo tiba, Wang Yun menyambutnya di gerbang utama. Wang Yun bersujud ketika Dong Zhuo keluar dari keretanya. Dong Zhuo datang bersama 100 pasukan baju zirah yang langsung memenuhi aula utama. Dong Zhuo langsung duduk di tempat terhormat sementara Wang Yun tetap berdiri. Dong Zhuo memerintahkan agar sebuah kursi lain dibawa kesampingnya dan meminta Wang Yun duduk.

Kata Wang Yun, "Perdana menteri, kau ada orang yang hebat yang memiliki kebajikan setinggi gunung. Tidak ada orang bijak dalam sejarah bahkan seperti Yi Yin maupun Pangeran Zhoyu yang dapat berbuat seperti itu."

Dong Zhuo tersenyum. Mereka menyantap makanan dan minuman dan musikpun mulai didendangkan. Wang Yun menyenangkan hati tamunya itu dengan berbagai pujian. Ketika sudah mulai malam dan arak telah membuat mereka berdua mabuk. Dong Zhuo diundang keruangan utama. Jadi dia menyuruh pengawalnya menunggu dan dia masuk.

Didalam mereka berdua duduk sambil mabok dan Wang Yun berkata, "Dari muda aku telah mengerti sesuatu tentang astrologi dan telah melihat aspek dari langit. Aku melihat hari2 Han telah akan berakhir dan Perdana Menteri akan memerintah seluruh dunia sama seperti ketika Shun menggantikan Yao dan Yu meneruskan Shun, semua karena kekuatannya. "

"Mana berani aku mengharapkan seperti itu ?" Kata Dong Zhuo.

"Dari jaman dahulu kala, yang berjalan dijalur yang benar akan menggantikan mereka yang menyimpang. Mereka yg kurang kebajikan akan jatuh dan digantikan oleh yang memiliki. Dapatkan seseorang menghindar dari takdir ?"

"Jika memang mandat langit akan turun padaku, kau akan menjadi yang pertama berjasa !" kata Dong Zhuo.

Wang Yun langsung bersujud, Lalu lilin2 dinyalakan dan pelayan disuruh keluar, hanya menyisakan pelayan yang menuangkan arak.

Ketika itu Wang Yun berkata, "Sekarang2 ini musik yang dimainkan oleh pemusik adalah hal yang biasa2 saja untuk didengarkan telingamu, tetapi dirumahku ada pelayan yang mungkin dapat menyenangkan hatimu."

"Bagus sekali !" kata sang tamu.

Lalu tirai diturunkan. Musik mengalun dari ruangan itu dan beberapa gadis cantik keluar dan menari, gadis yang ditengah adalah Diao Chan.

Ketika tarian berakhir, Dong Zhuo memerintahkan agar pelayan yang tadi itu disuruh masuk. Dan Diao Chan pun masuk dan bersujud. Ketika dia mendekati Dong Zhuo. Dong Zhuo langsung tertarik kepada kecantikannya dan kelembutan tutur katanya.

"Siapakah dia?" Tanya Dong Zhuo kepada Wang Yun.

"Seorang gadis penyanyi, namanya adalah Diao Chan."

"Lalu bisakah kau suruh dia bernyanyi ?"

Wang Yun memerintahkan Diao Chan menyanyikan sebuah lagu diiringi dgn musik.

Dong Zhuo sungguh senang dan memujinya. Dia diperintahkan untuk menuangkan arak bagi Dong Zhuo. Ketika itu Dong Zhuo menanyakan umurnya.

Diao Chan Menjawab "Pelayan yg tidak berguna ini berumur 21 thn."

Lalu Wang Yun berdiri dan berkata, "Kalau perdana menteri tidak keberatan, aku akan mempersembahkan dia sebagai pelayan perdana menteri."

"Bagaimana aku dapat berterima kasih untuk kebaikan ini.!" kata Dong Zhuo.

"Dia akan merasa sangat beruntung apabila dapat menjadi pelayanmu." Kata Wang Yun.

Dong Zhuo berterima kasih kepada Wang Yun.

Lalu Dia memerintahkan untuk mengirim tandu tertutup bagi Diao Chan dan membawanya ke istana perdana menteri.

Setelah Dong Zhuo pergi, Wang Yun mengantarnya sepanjang jalan.

Setelah mereka semua pergi, Wang Yun mengendarai kudanya menuju kediamannya. Di tengah jalan dia bertemu barisan pengawal dengan lampu merah sedang mendampingi Lu Bu yang sedang berpatroli.

Melihat Wang Yun, Lu Bu langsung mendekat dan menangkapnya. Dia marah, "Kau menjanjikan Diao Chan padaku tetapi sekarang kau menyerahkannya pada perdana menteri. Rencana apakah ini ?"

Wang Yun langsung berakta, "Jgn keras2, ikutlah denganku, aku harap kau mau datang kerumahku."

Lalu mereka pergi berdua dan Wang Yun berbicara denga Lu Bu di ruang pribadinya.

Seperti biasa, mereka bertukar salam, Wang Yun berkata, "Mengapa Kau menyalahkan aku jendral ?"

"Seseorang berkata padaku bahwa kau menyerahkan Diao Chan kepada perdana menteri, apakah maksud semua ini ?"

"Tentu saja kau tidak mengerti, kemarin ketika aku bertemu perdana menteri, dia bilang akan membicarakan sesuatu dirumahku. Jadi sudah selayaknya aku membuat penyambutan dan jamuan dan ketika sedang dalam perjamuan dia berkata "Aku dengar ada isu kau mempunyai seorang gadis cantik yang akan kau serahkan pada Lu Bu bernama Diao Chan. Aku ingin melihatnya. Tentu aku tidak dapat berkata tidak padanya, jadi dia masuk dan bersujud pada tuan dari segala tuan. Lalu dia berkata bahwa ini hari keberuntungannya bahwa dia akan membawanya dan menyerahkan padamu nanti. Coba kau pikirkan, tuan. Bagaimana mungkin permintaan perdana menteri  ku tolak ?"

"Kamu tidaklah sesalah yg kuduga" kata Lu Bu. "Tetapi untuk beberapa saat aku telah salah menduga, aku berhutang permintaan maaf padamu."

"Wanita itu memiliki tas kecil yang akan kuserahkan padamu ketika dia telah ada di kediamanmu" kata Wang Yun.

Lu Bu berterima kasih dan dia pergi. Keesokan harinya dia pergi ke istana untuk mengetahui kebenarannya, tetapi dia tidak dapat menemukan informasi apapun. Lalu dia pergi kekediaman pribadi Dong Zhuo dan menanyakannya pada para pelayan. Beberapa pelayan mengatakan padanya bahwa "GURU KAISAR" telah membawa pulang "teman tidur" baru semalam dan sekarang masih belum bangun.
Lu Bu sangat marah, lalu dia mengendap-endap kebelakang ruangan tidur tuannya.

Saat ini Diao Chan telah bangun dan sedang merapihkan rambutnya didekat jendela. Dia melihat bayangan panjang dipinggir danau. Dia mengenai bentuk bayangan itu dan dia yakin itu adalah Lu Bu. Lalu dia berpura-pura sedih dan menangis dan dengan sapu tangannya dia menyeka air matanya, lagi dan lagi.

Lu BU hanya berdiri dan memandanginya saja.

Lalu ketika Lu Bu pergi dan menghadap lewat pintu depan, Dong Zhuo telah duduk di ruang resepsi.

Melihat Lu Bu datang dong Zhuo bertanya, "Apakah ada yang baru ?"

"Tidak ada" jawabnya.

Lu Bu menunggu ketika Dong Zhuo sedang sarapan. Ketika dia berdiri disamping tuannya, dia melihat kearah tirai dan disana dia melihat wanita yang dari waktu ke waktu juga melihat kearahnya. Dia tahu bahwa itu adalah Diao Chan dan pikirannya melayang padanya.
Dong Zhuo melihat ekspresinya dan merasa curiga.

"Jika tidak ada sesuatu yang baru, kau boleh pergi," Kata Dong Zhuo.

Lu Bu pun pergi dengan enggan.
Logged

Farewell..
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-82
Offline Offline

Posts: 13841



« Reply #29 on: January 27, 2009, 01:56:59 PM »

Bab 8 Bagian 2
Kemarahan Dong Zhuo Di Paviliun Phoenix



Sekarang Dong Zhuo tidak memikirkan apa2 lagi kecuali selirnya yang baru ini dan untuk lebih dari sebulan dia tidak memperdulikan urusan negara, dia hanya bersenang-senang sepanjang hari. Diao Chan selalu berada disisinya setiap hari. Dong Zhuo sangat sayang padanya.

Suatu hari Lu Bu datang untuk menanyakan keadaan ayahnya. Dong Zhuo ketika itu sedang tertidur dan Diao Chan berdiri duduk dibelakangnya. Diao Chan lalu memasang muka sedih dan tertekan. Melihat hal ini Lu Bu merasa hancur hatinya. Dong Zhuo yang baru membuka matanya, melihat anaknya sedang menatap Diao Chan segera berbalik badan.

Dia marah dan berkata, "BERANINYA KAU MENCINTAI KEKASIHKU ?"

Dia memerintahkan pelayannya untuk mengusir Lu Bu keluar dan berteriak, "Jangan biarkan dia masuk lagi kesini !"

Lu Bu pulang kerumahnya dengan keadaan marah. Ketika bertemu dengan Li Ru dia menceritakan sebab2 kemarahannya.

Penasehat itu langsung secepatnya menemui tuannya dan berkata, "Tuan, kau adalah jungjungan rakyat dan kekaisaran. Mengapa untuk suatu kesalahan kecil saja kau memarahi jendral ? Jika dia berbalik melawanmu maka habislah sudah."

"Lalu apa yang harus aku lakukan ?" Kata Dong Zhuo.

"Panggil dia kembali esok hari dan perlakukan dia dengan baik. Berikan dia hadiah yang besar dan puji-pujilah dia. Dan semua akan baik kembali.", Kata Li Ru.

Lalu Dong Zhuo melakukan hal itu. Dia mengirim utusan memanggil Lu Bu. Dong Zhuo berkata "Aku sedang tidak enak badan kemarin hari dan oleh sebab itu aku telah menyalahkan dirimu, aku tahu kalau aku salah."

Dia memberikan Lu Bu 300 ons emas dan 20 roll sutra dan lalu permusuhan itupun berakhir. Tetapi walaupun badannya Lu Bu berada disamping Dong Zhuo, hatinya tetap memikirkan Diao Chan.

Dong Zhuo, akhirnya kembali ke istana untuk memimpin rapat dan Lu Bu mengikutinya seperti biasanya. Suatu hari ketika melihat Dong Zhuo sedang terlibat percakapan serius dengan kaisar, Lu Bu dengan membawa senjatanya pergi kekediaman perdana menteri. Dia mengikatkan kudanya dipintu gerbang dan dengan tombaknya ditangan dia masuk kedalam kediaman Dong Zhuo untuk mencari cintanya. Dia menemukan Diao Chan dan mereka berdua pergi ke taman dimana mereka berdua dapat berbicara.

Setelah lama mereka bersama, dia melihat Diao Chan sangat cantik dengan anggunnya Diao Chan seperti peri di istana bulan.

Air mata tampak diwajah Diao Chan ketika dia berdiri dan berkata, "Walaupun aku bukanlah anak kandung menteri, dia memperlakukanku seperti anaknya. Keinginanku dalam hidup ini terpenuhi ketika dia menyerahku padamu. Tetapi karena perdana mentri, dia mengambil diriku daripadamu. AKu menderita sangat banyak. Aku pernah berpikir untuk mati, tetapi karena aku belum memberitahumu perasaanku yang sebenarnya maka aku bertahan hidup, menahan malu semampuku. Sekarang setelah aku melihatmu, aku dapat mengakhirinya. Tubuhku yang telah kotor dan ternoda ini tidak pantas untuk seorang pahlawan. Aku dapat mati dihadapanmu dan membuktikan ketulusan cintaku padamu !"

Setelah berbicara itu dia mengambil sebilah pisau, Lu Bu lalu mencegahnya dan menangis ketika dia memeluk Diao Chan.

"Aku tahu itu, aku selalu mempercayai hatimu !" Kata Lu Bu,"Hanya saja kita tidak mempunyai kesempatan untuk berbicara."

"Jika aku tidak dapat menjadi istrimu di kehidupan ini, aku akan menjadi istrimu di kehidupan mendatang," Kata Diao Chan.

"Jika aku tidak menikahimu di kehidupan ini, aku bukanlah seorang pahlawan," Kata Lu Bu.

"Setiap hari merupakan penderitaan bagiku, tolonglah aku pahlawan !" Diao Chan berkata sambil menangis.

"Aku hanya mencuri waktu sebentar dan aku takut si tua ini akan mencurigai sesuatu jadi aku tidak dapat tinggal lama2." Kata Lu Bu.

Diao Chan langsung melepaskan diri dari pelukan Lu Bu dan berkata, "Jika kau sangat takut pada pencuri tua itu, aku tidak akan melihat matahari terbit lagi."

Lu Bu berpikir sejenak.

"Berikan aku waktu untuk berpikir dan menyusun rencana," kata Lu Bu.

Dan dia mengambil tombaknya dan pergi.

"Di dalam kesendirian ini aku mendengar cerita mengenai kehebatanmu. Kau adalah pria yang melebih segalanya. Aku heran mengapa kau seorang pahlawan besar mau menjadi bawahan orang lain."

Dan air mata pun bercucuran dari wajah Diao Chan.

Tiba2 perasaan malu menyerang Lu Bu. Dia langsung berbalik dan memeluk Diao Chan, menenangkannya dengan kata2 lembut. Mereka berdua tidak dapat mengucapkan kata2 perpisahan.

Sementara itu Dong Zhuo yang merasa kehilangan Lu Bu tiba2 merasa curiga. Dengan cepat dia berpamitan pada kaisar dan dia mengendarai kereta kudanya kembali keistananya. Di depan gerbang dia melihat kuda Lu Bu. Dong Zhuo lalu menanyakan mengenai hal ini pada penjaga gerbang, mereka berkata Jendral telah masuk kedalam kediaman sendirian. Dia memanggil Diao Chan tetapi tidak ada jawaban. Dia bertanya pada pelayan dimanakah Diao Chan dan pelayan menjawab dia berada di taman.

Lalu Dong Zhuo pergi ketaman dan disana dia melihat kedua kekasih itu sedang berada di dalam Paviliun.

Dong Zhuo langsung marah dan melabrak kedalam paviliun. Lu Bu berbalik dan setelah melihat siapakah yang datang langsung melarikan diri. Dong Zhuo langsung mengejarnya. Tetapi Lu Bu sangatlah cepat sedangkan Dong Zhuo sangat lambat larinya. Melihat tidak mungkin terkejar, Dong Zhuo kembali ketaman dan dia menabrak seorang lainnya lagi yang juga berlari.

Kita akan mengetahui siapakan orang itu di bab selanjutnya.....
Logged

Farewell..
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-82
Offline Offline

Posts: 13841



« Reply #30 on: January 27, 2009, 02:04:59 PM »

Bab 9 bagian 1
Lu Bu Membunuh Dong Zhuo untuk Wang Yun



Orang yang bertabrakan dengan Dong Zhuo adalah penasehat kepercayaannya Li Ru. Li Ru yang tidak terjatuh ketika bertabrakan dengan Dong Zhuo langsung membantu tuannya yang terjatuh dan mengantarkan ke perpustakaan dimana mereka berdua duduk dan berbicara.

"Kenapa kau datang kemari ?" Tanya Dong Zhuo.

"Kebetulan saja saya sedang melewati kediaman tuanku, aku mendengar anda sedang mencari anak angkat tuanku. Lalu tiba2 Lu Bu berlari keluar dengan tergesa-gesa. Aku lalu masuk dan berlari untuk menemui anda dan tiba2 saja anda muncul dihadapnku dan tejatuh. Aku sungguh meminta maaf ! Aku layak untuk mati ."

"Bajingan Itu ! Bagaimana aku dapat melihat dia merayu kesayanganku ? Aku akan membunuh bajingan itu !", Kata Dong Zhuo.

"Yang Mulia melakukan kesalahan. Ini seperti cerita "PERJAMUAN PENDEKAR" terulang kembali. Jika kau ingat dalam perjamuan itu, semua tamu diperintahkan melepaskan tusuk rambut mereka. Didalam perjamuan itu, Raja Zhuang dari Chu tdk memperpanjang masalah mengenai ketidak senonohan yang dilakukan seseorang kepada ratunya, walaupun tusuk rambut yang ditemukan itu akhirnya diketahui milik Jiang Xiong. Dikemudian hari Jiang Xiong menyelamatkan nyawa Raja Zhuang ketika sedang dikepung pasukan dari Qin, Jiang Xiong bertaruh nyawa demi sang raja. Ketika sang raja bertanya kenapa dia mempertaruhkan nyawanya sedemikian rupa, Jiang Xiong menceritakan sebabnya bahwa dia berterima kasih kepada raja karena tidak mempersalahkan perbuatannya ketika dia melakukan sesuatu yang tidak sopan kepada ratu dalam perjamuan tersebut.", Li Ru memberikan penjelasan, "Lagi pula Diao Chan hanyalah seorang pelayan tetapi Lu Bu adalah tangan kananmu dan pendekar paling tangguh yang ada saat ini. Jika kau menyerahkan wanita itu pada jendral, kebaikanmu akan menyebabkan dia berterima kasih sangat dan setia padamu sampai mati. Aku mohon tuanku mempertimbangkan hal ini."

Dong Zhuo terdiam cukup lama. Dia duduk dan merenung lalu dia berkata "Apa yang kau katakan benar, aku akan memikirkan hal ini."

Li Ru merasa puas dan dia berpamitan dan pergi. Dong Zhuo pergi kekamar pribadinya dan memanggil Diao Chan.

"Apa yang kau lakukan disana dengan Lu Bu ?" Kata Dong Zhuo.

Diao Chan mulai menangis dan berkata, "Pelayanmu ini sedang berada di taman melihat bunga. Tiba2 dia datang padaku. Aku terkejut dan lari. Dia bertanya mengapa aku lari dari anak tuanku dan mengejarku sampai ke pavilun phoenix dimana kau melihat kami. Dia membawa tombaknya setiap saat. Aku merasa dia adalah orang yang kejam dan akan memaksakan apa yang dia mau kepadaku, lalu aku mencoba melompat kedalam kolam, tetapi dia menangkapku dan menahanku sehingga aku tidak dapat berbuat apa2. Beruntung pada saat yang tepat anda datang dan menyelamatkan nyawaku !"

"Bagaimana jika aku mengirimmu pada dirinya ?" Tanya Dong Zhuo.

Terkejut, Diao Chan langsung memprotes, "Apa yang pelayanmu ini telah lakukan ? Sudah merupakan sebuah kehormatan bagiku untuk melayani yang mulia, aku tidak dapat menanggung malu apa bila aku harus dibuang dari sini dan melayani seorang bawahan ! aku tidak mau , lebih baik aku mati !"

dan ketika itu dia langsung mengambil sebatang pisau yang tergantung di dinding dan bersiap membunuh dirinya.

Dong Zhuo langsung bertindak mengambil pisau itu dari tangan Diao Chan dan berkata , "Aku hanya bercanda !"

Diao Chan langsung bersandar pada Dong Zhuo dan menangis.

"Ini adalah perbuatan Li Ru" Kata Dong Zhuo, "Dia terlalu dekat dengan Lu Bu. Dia tidak perduli mengenai diriku dan reputasiku. Ohh!!! AKU AKAN MEMAKANNYA HIDUP2."

"Apakah kau pikir aku dapat hidup dengan kehilangan dirimu ?" Kata Dong Zhuo.

"Walaupun kau mencintaiku tetapi aku tidak boleh berada disini. Lu Bu akan mencoba menghancurkan diriku. Aku takut padanya !" Kata Dong Zhuo.

"Besok kita akan pergi ke Mei Wo, kau dan aku, dan kita akan bahagia bersama dan tidak usah memperdulikan orang lain." Dong Zhuo memberikan janjinya pada Diao Chan.

Diao Chan lalu tersenyum dan berterima kasih padanya. Keesokan harinya Li Ru datang lagi untuk membujuk tuannya untuk mengirim Diao Chan kepada Lu Bu.

"Ini adalah hari yang baik " kata Li Ru.

"Dia dan aku adalah ayah dan anak. Aku tidak dapat melakukan hal itu" kata Dong Zhuo, "Tetapi aku tidak akan mempermasalahkan kesalahan dirinya. Kau boleh mengatakan hal itu padanya dan bujuklah dia semampumu."

"Kau sedang diperdaya oleh wanita tuanku !" Kata Li Ru.

Dong Zhuo yg langsung marah berkata, "Apakah kau mau memberikan istrimu kepada orang lain ? Jgn bicarakan hal ini lagi !!!"

Li Ru meninggalkan ruangan. Ketika dia tiba diluar, dia melihat ke langit dan berkata "Kita adalah orang mati, tewas ditangan wanita ini !"

Perintah untuk berangkat ke Mei Wo telah diberikan dan seluruh pejabat berkumpul untuk melepas kepergian mereka. Diao Chan, dari tandunya melihat Lu Bu didalam kerumunan. Dia berpura2 tampak sedih dan termenung. Setelah iring2an telah menghilang dalam kejauhan. Lu Bu yang kecewa menunggang kudanya untuk melihat debu iring2an itu dari kejauhan dengan kesedihan yang sangat didalam hatinya.

Tiba2 ada suara berkata, "Kenapa kau tidak menemani perdana menteri jendral, tetapi kau disini dan menghela napasmu ?"

Dia adalah Wang Yun.

"Aku telah berada dirumah beberapa hari ini karena sakit." lanjutnya, "Jadi aku tidak melihatmu. Tetapi aku mencoba untuk datang hari ini untuk melihat perdana menteri pergi. Jadi aku melihatmu karena kebetulan, Tetapi apa yang kau gelisahkan ?" Tanya Wang Yun.

"Mengenai masalah putrimu" kata Lu Bu.

Wang Yun pura2 terkejut, "Telah sekian lama dan masih belum diberikan padamu ?"

"Penjahat tua itu telah jatuh cinta padanya dan menyimpannya untuk dirinya sendiri !"

"Tentu ini tidak benar kan ?" Wang Yun sekali lagi pura2 terkejut.

Lu Bu menceritakan seluruh kejadian yang dialaminya sementara Wang Yun mendengarkan.

Setelah beberapa saat Wang Yun berkata, "Datanglah kerumahku dan kita bicarakan mengenai hal ini."

Lalu mereka berdua pergi kerumah Wang Yun dan masuk kedalam sebuah ruang rahasia. Setelah disuguhkan minuman dan makanan ringan, Lu Bu menceritakan seluruh kisah yang terjadi di Paviliun phoenix.

Wang Yun berkata, "Dia telah menodai putri kecilku dan mencuri istrimu. Dia akan menjadi bahan tertawaan bagi seluruh dunia. Dan mereka yang tidak tertawa padanya akan mentertawakan kita. Aku sudah tua dan tidak dapat melakukan apa2. Aku pasrah saja apabila mereka semua menghinaku. Tetapi kau jendral adalah seorang pendekar hebat, yang terhebat didunia ini. Dan kau telah dipermalukan dgn cara seperti ini."

Kemarahan langsung berkobar di hati Lu Bu. Lu Bu yang marah langsung membanting meja dan berteriak marah2.

Wang Yun berusaha menenangkan Lu Bu dan berkata,"Aku telah lupa, seharusnya aku tidak boleh berkata seperti itu. Aku mohon kau jangan marah tuanku !"

"Aku akan membunuh bajingan tua itu, aku bersumpah ! tidak ada jalan lain bagiku untuk membersihkan penghinaan ini."

"Jgan ! jangan berbicara seperti itu !" kata Wang Yun, "Kau akan membawa bencana bagi diriku dan keluargaku. !"

"Ketika seseorang dilahirkan untuk menjadi hebat, dia tidak dapat bersabar terlalu lama dibawah kaki seseorang !" kata Lu Bu.

"Dibutuhkan seseorang yang lebih hebat dari perdana menteri untuk dapat menjadikanmu bawahannya" Puji Wang Yun.

Lu Bu berkata, "Aku tidak berkeberatan membunuh bajingan tua itu jika tidak karena hubungan orang tua dan anak. Aku takut itu akan memprovokasi rakyat untuk melakukan hal yang sama."

Wang Yun mengelengkan kepalanya dan berkata, "Namamu Lu Bu dan dia Dong Zhuo. Dimana ada perasaan kekeluargaan ketika dia melemparkan tombak padamu ?"

"Aku telah salah mengerti jika kau tidak mengatakan hal itu !" kata Lu Bu.

Wan Yun melihat efek dari kata2nya lalu melanjutkan, "Itu akan merupakan suatu perbuatan yang setia untuk merestorasi dinasti han, dan sejarah akan mencatat namamu sebagai orang yang melakukan balas budi pada leluhur. Sedangkan kalau kau mengikuti Dong Zhuo kau adalah pengkhianat dan namamu akan dicemooh orang sepanjang masa."

Lu bu berdiri dr tempat duduknya dan menghormat pada Wang Yun.

"Aku telah memutuskan," Kata Lu Bu, "Kau tidak usah takut, tuan."

Lu Bu mengambil pisaunya dan melukai jarinya dan bersumpah dengan darah yang keluar itu.

Wang Yun bersujud dan berterima kasih padanya.

"Akhirnya dinasti han dan diselamatkan dan kau adalah penyelamatnya. Tetapi ini hrs dirahasiakan dan aku akan memberitahumu bagaimana rencana ini akan berjalan."
Logged

Farewell..
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-82
Offline Offline

Posts: 13841



« Reply #31 on: January 27, 2009, 02:12:37 PM »

Lu Bu lalu berpamitan.

Wang Yun lalu berdiskusi dengan kedua temannya, Administrator istana Shisun Rui dan Komandan pasukan kekaisaran Huang Wan.

Shisun Rui berkata, "Saatnya sangat memungkinkan. Kaisar baru saja sembuh dari sakitnya dan kita dapat mengirim orang yang pandai berbicara untuk pergi ke Mei Wo untuk membujuk Dong Zhuo datang kemari dan membicarakan masalah kesehatan kaisar. Sementara itu kita akan menuliskan titah rahasia yang memerintahkan Lu Bu untuk memasang perangkap di dalam gerbang istana untuk membunuh Dong Zhuo ketika dia masuk. Ini adalah rencana yang bagus."

"Tetapi siapa yang berani untuk pergi ?" Tanya Huang Wan.

"Li Su, jendral pasukan macan kekaisaran akan pergi. Dia berasal dari daerah yang sama dengan Lu Bu dan dia sangat marah pada perdana mentri karena tidak memberikannya kenaikan jabatan. Dia akan membuat rencana kita menjadi berjalan ."

"Bagus !!" Kata Wang Yun. "Mari kita lihat apa yang Lu Bu pikirkan mengenai hal ini."

Ketika berkonsultasi dengan Lu Bu, dia berkata bahwa itu adalah Li Su yang menyakinkannya untuk membunuh Ding Yuan, ayah angkat sebelumnya.

"Jika Li Su menolak maka aku akan membunuhnya" kata Lu Bu.

Lalu mereka mengirim utusan untuk memanggil Li Su.

Ketika Li Su tiba, Lu Bu berkata, "Sebelumnya kau berbicara denganku untuk membunuh Ding Yuan dan pergi ke Dong Zhuo. Sekarang kita tahu bahwa Dong Zhuo mempunyai maksud jahat terhadap kaisar dan adalah penindas rakyat. Kesalahannya banyak dan dia dibenci dewa maupun manusia. Kau pergilah ke Mei Wo, katakan bahwa kau membawa titah kaisar untuk memanggil perdana menteri ke istana. Dia akan datang dan aku akan membunuhnya. Kau akan mendapatkan jasa karena kesetiaanmu dalam menyelamatkan dinasti. Apakah kau mau ?"

"Aku juga berharap dapat membunuhnya," jawab Li Su."Tetapi aku tidak dapat menemukan orang untuk membantuku. Sekarang kau menawarkan padaku, bagaimana aku dapat menolaknya ? "

dan Li Su mematahkan anak panah sebagai tanda sumpahnya.

"Jika ini berhasil, maka jabatan dan kekayaan akan jadi milikmu !" kata Wang Yun.

Keesokan hari, dengan membawa beberapa orang pengawal, dia pergi ke meiwo dan memperkenalkan dirinya sebagai pembawa titah kaisar. Dia dibawa menemui Dong Zhuo. Setelah memberi hormat, Dong Zhuo bertanya ada titah apa yang dibawanya.

"Yang Mulia telah sembuh dari sakit dan ingin bertemu dengan perdana menteri di istana untuk membahas masalah penyerahan kekuasaan dan tahta kepada dirimu."

"Apa yang Wang Yun pikirkan mengenai hal ini ?"

"Wang Yun telah membangun teras untuk melakukan penobatan kaisar dan hanya menunggu kedatangan yang mulia."

"Kemarin malam aku bermimpi naga berputar mengelilingi tubuhku" Kata Dong Zhuo dengan senang, "Dan sekarang aku mendapatkan kabar gembira ini ! Aku tidak boleh melewatkan kesempatan ini."

Lalu Dong Zhuo memberikan instruksi pada 4 jendral kepecayaannya untuk menjaga kota Mei Wo, Li Jue, Guo Si, Fan Chou dan Zhang Ji, mereka diberikan 3000 pasukan.

"Ketika aku telah menjadi kaisar, kau akan menjadi pangilma besar penjaga ibu kota," kata Dong Zhuo.

"Terima kasih yang mulia" kata Li Su.

Dong Zhuo datang untuk berpamitan kepada ibunya yang berusia 90 thn.

"Kemanakah kau akan pergi anakku ?" tanya ibunya.

"Aku pergi untuk menerima penyerahan tahta dinasti han. Sebentar lagi ibu kan menjadi ibu suri !"

"Aku telah merasa gelisah beberapa hari ini, aku rasa ini pertanda buruk."

"Setiap orang yang akan menjadi ibu negara pasti mendapatkan perasaan2 aneh ini." Kata anaknya.

Setelah ini Dong Zhuo pergi untuk menemui Diao Chan.

"Ketika kau akan menjadi kaisar, kau akan menjadi selir istana."

Diao Chan menunduk dan berterima kasih. Kali ini dia benar2 bahagia karena rencananya berhasil.

Dong Zhuo keluar dan menaiki kereta kudanya dan mulai melakukan perjalanan ke ibu kota Chang An.
Kurang lebih 10 km jauhnya dari ibu kota tiba2 roda dari kereta kuda Dong Zhuo patah. Dia meninggalkan keretanya dan menaiki kuda. 10 km kemudian kudanya tiba2 mati.

Dong Zhuo bertanya pada Li Su apakah arti dari semua kejadian ini.

"Ini artinya kau akan menerima tahta han, dan harus memperbaharui semua hal; untuk duduk di kereta kuda yang bertahtakan emas dan duduk dengan pelana emas."

dan Dong Zhuo sangat senang mendengarnya dan percaya pada jawaban ini. Pada hari kedua perjalanan tiba2 angin kencang bertiup dan langit tertutup kabut tebal.

"Apakah artinya ini ?" kata Dong Zhuo.

Li Su berkata, "Kau akan duduk didalam istana naga, disana pasti ada cahaya yang terang dan menyilaukan untuk menunjukan wibawa dirimu."

Dong Zhuo tidak ragu mendengar jawaban ini. Ketika dia tiba dia melihat banyak pejabat yang menunggunya di pintu gerbang kota, semua kecuali Li Ru yang sakit dan tidak dapat meninggalkan kamarnya. Dia meneruskan perjalanannya menuju istana perdana menteri dimana Lu Bu datang untuk memberikan selamat.

"Ketika aku duduk di tahta naga, aku akan menjadikanmu komandan seluruh pasukan kekaisaran, yang bekuda maupun pejalan kaki." kata Dong Zhuo.

Keesokan paginya, Dong Zhuo mempersiapkan dirinya, ketika dalam perjalanan menuju istana dia melihat pendeta tao berpakaian hitam dan mengenakan sorban putih, ditangannya dia memegang tongkat panjang dengan dengan strip putih di lembaran putih. Diakhir setiap lembaran ada karakter "Mulut".

"Apa maksudnya ini ?" Kata Dong Zhuo.

"Dia adalah orang gila" Kata Li Su dan dia menyuruh penjaga untuk mengusirnya pergi.

Dong Zhuo masuk kedalam istana dan melihat barisan pejabat dan menteri telah menunggunya sepanjang jalan. Li Su berjalan disamping tandunya, dengan pedang ditangan. Ketika Li Su mencapai gerbang utara dari Kota terlarang, dia menyuruh pengawal Dong Zhuo untuk berjaga diluar dan hanya pengangkat tandu yang boleh masuk.

Ketika Dong Zhuo hampir tiba di ruang resepsi, dia melihat Wang Yun dan pejabat tinggi lainnya berdiri dipintu dan semua membawa senjata.

"Kenapa mereka semua bersenjata ? "Tanya Dong Zhuo pada Li Su.

Li Su terdiam.

Tiba2 Wang Yun berteriak. "Pemberontak itu disini, dimana algojonya ?"

Tiba2 dari pinggir muncul pasukan dan menyerang Dong Zhuo, tetapi baju zirah yang dikenakan dong zhuo sangat kuat sehingga pasukan itu tidak dapat melukainya.

Dia terjatuh dari tandunya, terluka di lengannya dan memanggil anaknya, "Dimanakan Lu Bu?"

"Disini dan dengan titah untuk membunuh pemberontak !" kata Lu Bu yang langsung muncul dihadapan ayahnya.

Lalu dia manusukan tombaknya ke leher Dong Zhuo dan Li Su memenggal kepalanya dan mengangkatnya.

Lu Bu dengan tangan kiri memegang tombaknya, lalu mengambil titah kaisar dgn tangan kanannya dan berteriak, "Titah ini hanya untuk membunuh pemberontak Dong Zhuo, tidak yg lainnya !"

Seluruh pejabat dan menteri yang berkumpul langsung berlutut dan memberi hormat "Wan Shui, Wan Shui , Wan Wan Shui !!!" (Panjang Umur, Panjang Umur , semoga kaisar panjang umur)
Logged

Farewell..
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-82
Offline Offline

Posts: 13841



« Reply #32 on: January 27, 2009, 02:21:06 PM »

Bab 9 bagian 2
Atas Saran Jia Xu, Li Jue Menyerang Ibukota



Rasa haus darah tiba2 terbangkitkan, Lu Bu memerintahkan untuk melakukan pembantaian yang lain, "Li Ru adalah orang yang paling bertanggung jawab atas banyak dosa2 Dong Zhuo ! Siapa yang akan pergi dan membunuhnya ?"

Li Su menjadi relawan untuk pergi mencari. Tetapi tak disangkat seorang pelayan di kediaman Li Ru telah mengikatnya dan mengantarkannya. Wang Yun memerintahkan agar Li Ru segera di eksekusi di pasar.

Kepala Dong Zhuo dipamerkan pada publik dan diarak keliling kota, saat itu adalah adalah thn ke 2 kaisar Xian memerintah (thn 192 M). Dong Zhuo sangat gendut, dan pengawal dapat membuat obor dengan menancapkan kayu yang dibalut dengan kain kering kedalam tubuhnya. Tubuh Dong Zhuo dibiarkan di jalanan dan banyak orang menginjak-nginjak dan merusak tubuh Dong Zhuo.

Wang Yun memerintahkan 50.000 pasukan dipimpin oleh Lu Bu, Huanfu Song dan Li Su untuk menghancurkan Mei Wo. Mendengar kabar kematian tuannya Li Jue, Guo Si, Fan Chou dan Zhang Ji melarikan diri ke barat pada malam hari dengan pasukannya ke daerah Liang Zhou.

Ketika tiba di Meiwo, tindakan Lu Bu pertama adalah mengambil Diao Chan. Lalu dia membunuh semua anggota keluarga Dong, tidak menyisakan satu orangpun, tidak juga dengan ibu dari Dong Zhuo yang telah berusia 90 thn.
Kepala saudara2 Dong Zhuo seperti Dong Min dan Dong Huan di pamerkan pada publik. Di Meiwo banyak gadis dari keluarga baik2 disembunyikan, mereka semua akhirnya dibebaskan. Semua harta disita. Kekayaanya sangat banyak, beberapa ratus ribu ons emas, jutaan koin perak, ratusan ribu mutiara, gulungan sutra setinggi pagoda 7 tingkat, perhiasan, permata, bulu binatang dan bahan pangan yang semuanya dapat mencukupi kebutuhan negara selama 10 thn.

Ketika mereka kembali untuk melaporkan kesuksesan mereka, Wang Yun langsung mengadakan perjamuan untuk para pasukan. Perjamuan pejabat juga dilaksanakan di gedung kementrian, semua pejabat dan menteri di undang. Mereka mabuk dan saling menyelamati satu sama lain. Ketika mereka sedang berpesta, dilaporkan seseorang sedang menagisi mayat Dong Zhuo yang ada di pasar.

"Dong Zhuo telah dihukum mati " Kata Wang Yun dengan marah, "Semua orang senang dia telah tidak ada dan sekarang ada satu orang yang manangisinya, siapakah dia ?"

Lalu Wang Yun memerintahkan untuk menangkap orang itu dan membawanya. Kemudian dia telah dibawa masuk dan mereka yang melihat dia terkejut karena dia adalah panesehat kekaisaran Cai Yong.

Wang Yun berkata kepada Cai Yong dengan marah, "Dong Zhuo telah dibunuh karena dia pemberontak dan seluruh negeri bergembira. Kenapa kau malah menangis ?"

Cai Yong mengakui kesalahannya, berkata, "Aku tidak memiliki kemampuan, tetapi aku tahu apa yang benar. Aku bukanlah orang yang mengikuti Dong Zhuo. Tetapi aku pernah merasakan kebaikan hati Dong Zhuo dan aku tidak dapat menahan diri untuk menangisinya. Aku tahu kesalahanku sangat besar, tetapi aku mohon padamu apapun alasannya. Jikau kau biarkan kepalaku dan hanya memotong kakiku, kau boleh menggunakanku untuk menulis sejarah megenai Han dimana aku dapat membayar kesalahanku."

Semua tergerak oleh kata2 Cai Yong, karena dia adalah orang yg berbakat dan mereka semua memohon agar Cai Yong tidak dihukum.

Penjaga kekaisaran, Ma Mi Di berkata, "Cai Yong adalah seorang pelajar terkenal dan dia bisa menulis sejarah yang hebat dan sangat tidak disarankan untuk membunuhnya sebagai orang yang mengerti balas budi terhadap tuannya."

Wang Yun berkata,"Seabad yang lalu, Kaisar Wu mengampuni Sima Qian dan memperkerjakan dia untuk menulis sejarah. Hasilnya adalah banyak tulisan yang menyimpang yang telah diceritakan pada kita. Sekarang ini adalah masa kekacauan dan kita tidak bisa membiarkan orang seperti ini memegang kuas untuk membiarkannya mengkritik istana dan kaisar."

Seluruh bujukan dan permintaan agar tidak menghukum Cai Yong gagal dan Ma Mi Di akhirnya mundur.

Tetapi katanya kepada koleganya." Apakah Wang Yun adalah orang yang ceroboh ? Orang2 berbakat adalah tulang punggung negara dan hukum adalah senjata dari tindakan. untuk menghancurkan tulang punggung dan mengabaikan hukum sama dengan artinya mempercepat kehancuran."

Wang Yun lalu memerintahakan Cai Yong dibawa ke penjara dan mereka menjerat lehernya disana dengan menggunakan tali. Orang2 yang ada di perjamuan itu menangisi Cai Yong karena mereka melihat bahwa hukuman mati bagi tindakannya adalah suatu hal yang berlebihan.

Li Jue, Guo Si, Fan Chou dan Zhang Ji yang Dong Zhuo perintahkan untuk menjaga Meiwo telah pergi setelah tuan mereka terbunuh dan mereka menuju kedaerah barat tepatnya ke Shanxi da Liang Zhou. Lalu mereka mengirimkan surat untuk meminta amnesti. Tetapi Wang Yun menolaknya.

"Keempat orang itu adalah instrumen utama dari agresi Dong Zhuo. Sekarang walaupun amnesti bagi umum telah diumumkan, tetapi orang2 ini tidak termasuk didalamnya." kata Wang Yun.

Utusan itu kembali dan mengabarkan kepada 4 orang itu bahwa permohonan mereka ditolak.

Lalu penasehat mereka Jia Xu berkata, "Jika kita membuang senjata kita dan lari, maka kita akan jatuh kedalam tangan kepala daerah yg ingin berbuat jasa dengan menangkap kita. Lebih baik kita mengumpulkan kekuatan di Shanxi ini dan kita menyerang ibukota dengan begitu kita dapat membalaskan dendam Dong Zhuo. Kalau kita berhasil kita dapat mengontrol kerajaan. Dan masih cukup waktu bagi kita untuk lari apabila kita gagal."

Rencana ini disetujui, lalu mereka menyebarkan kabar bahwa Wang Yun akan melakukan pembantaian di daerah itu.

Karen itu seluruh penduduk didaerah itu ketakutan, ke 4 jendral yang melihat hal ini lalu memanas-manasi keadaan, "Karena tidak ada untungnya untuk menunggu dan mati, mengapa tidak bergabung dengan kami dan melawan."
Logged

Farewell..
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-82
Offline Offline

Posts: 13841



« Reply #33 on: January 27, 2009, 02:30:26 PM »

Lalu mereka berhasil mengumpulkan orang untuk mengikuti mereka, prajurit yang terkumpul berjumlah 100.000 prajurit. Mereka dibagi dalam 4 bagian dan mereka mengerahkan pasukan mereka untuk menyerang Ibukota Chang An.
Dalam perjalanan mereka bertemu dengan Niu Fu, komandan kekaisaran yang juga merupakan menantu dari Dong Zhuo. Niu Fu bersama pasukannya bergerak dari Xiliang. Niu Fu bersama 5000 pasukannya juga sedang bergerak ke Ibukota untuk membalaskan dendam mertuanya.

Berita mengenai pasukan dari Liang Zhou ini terdegar oleh Wang Yun dan dia segera memanggil Lu Bu untuk berkonsultasi.

"Mereka hanyalah tikus2 !!!" Kata Lu Bu, "Jgn khawatirkan berapa jumlah mereka, semuanya akan ku lawan."

Lu Bu dan Li Su berangkat untuk melawan mereka, pasukan Lu Bu 50.000 orang yg diambil dari pasukan utama penjaga kekaisaran, sedangkan Li Su membawa 20.000 tentara harimau kekaisaran. Dalam perjalannya Pasukan Niu Fu adalah yang pertama ditemui, mereka bertempur. Niu Fu yang kalah jumlah akhirnya mundur. Tetapi tanpa disangka, Niu Fu kembali pada malam hari dan menyerang tiba2.
Li Su yang tidak siap berhasil dipukul mundur sejauh 10 km dan banyak pasukannya yang terbunuh.

Li Su melaporkan kekalahan ini dan Lu Bu yang marah padanya berkata, "Kau telah menodai reputasiku sebagai seorang panglima dan menghancurkan semangat tempur pasukan kita !!!"

dan Lu Bu memerintahkan menghukum mati Li Su lalu memajang kepalanya di depan gerbang kemah.

Keesokan harinya, Lu Bu memimpin pasukannya sendiri dan melawan Niu FU. Dia berhasil membuat Niu Fu kewalahan dan memukul mundur pasukan Niu Fu. Malam itu Niu Fu memanggil orang yang paling dia percaya, Hu Chier untuk dimintai nasehatnya.

Hu Chier berkata, "Lu Bu terlalu kuat bagi kita, tidak mungkin bagi kita untuk mengalahkannya. Jalan terbaik bagi kita adalah meninggalkan ke 4 jendral ini, mengambil barang2 berharga mereka dan kita pergi diam2."

Rencana Hu Chier disetujui dan kedua orang itu dengan 6 orang lainnya berkemas dan diam2 keluar dari kemah. Mereka melewati sungai dan ketika sedang menyebaran, Hu Chier yg tergoda dengan harta akhirnya membunuh Niu Fu dan menyerahkan kepalanya kepada Lu Bu. Lu Bu yg menyelidiki masalah ini dan ketika seorang pengikut Niu Fu menceritakan kejadian sebenarnya pada Lu Bu maka dia langsung menghukum mati Hu Chier juga.

Lalu Lu Bu esoknya memajukan pasukannya mendekati posisi pemberontak dan dia bertempur dengan pasukan Li Jue. Tanpa memberi waktu untuk mengatur formasi bagi Li Jue, Lu Bu langsung menyerang Li Jue degnan 5000 pasukan kuda kekaisaran yang berbaju zirah. Lu Bu membantai pasukan Li Jue tanpa dapat dihalangi. Li Jue yang tidak dapat bertahan akhirnya mundur sampai keatas bukit dan disana dia memanggil semua pengikutnya dan jendral lainnya.

Li Jue berkata, " Lu Bu walaupun berani tetapi dia tidak menggunakan strategi, sehingga tidak terlalu menakutkan. Aku akan memimpin pasukan menunggu di depan, setiap hari aku akan melakukan penyerangan dan ketika dia datang mengejarku, jendral Guo Si dapat menyerang bagian belakang pasukan Lu Bu, sama seperti ketika Peng Yue mengalahkan pasukan negeri Chu. Ketika aku menjalankan taktik ini, jendral Fan Chou dan Zhang Ji akan mengarahkan pasukannya ke Chang An. Penyerangan ini akan dapat menghabisi Wang Yun dan Lu Bu."

Mereka mempersiapkan posisi pasukan mereka untuk menjalankan rencana ini. Segera setelah Lu Bu mencapai kaki bukit, pasukan Li Jue maju menyerang pasukan Lu Bu.

Lu Bu yang marah langsung bergerak maju. Pasukan Li Jue mundur ke atas bukit dan kemudian memanah dan melempar batu kepada pasukan Lu Bu, pasukan Lu Bu terhambat. Pada saat itu dilaporkan bawah pasukan belakang sedang diserang oleh jendral Guo Si. Segera Lu Bu pergi kebelakang untuk melawan Guo Si. Tetapi sebelum Lu Bu sampai disana Guo Si telah mundur dan dia mendengar pasukan Li Jue menyerang lagi dari depan, Lu Bu segera berbalik dan sebelum sampai pasukan Li Jue lagi2 mundur dan dari belakang Guo Si menyerang kembali.

Lu Bu berhasil diperdaya dan hal ini membuatnya marah sekali. Taktik yang sama berlangsung berhari-hari. Dia tidak dapat menyerang ataupun lari dari mereka. Pasukannya tidak mendapatkan istirahat.

Dalam kekacauan ini, utusan tiba dan melaporkan, "Ibukota dalam keadaan bahaya dari penyerangan jendral Fan Chou dan Zhang Ji !"

Lu Bu langsung memerintahkan pasukannya untuk berangkat ke Ibu Kota, pasukan Lu Bu yang kacau segera dikejar Li Jue dan Guo Si dan banyak pasukan Lu Bu yang mati.

Dia akhirnya berhasil sampai di Chang An dan menemukan bahwa pasukan tentara pemberontak sangat banyak dan telah berhasil mengepung kota. Serangan Lu Bu tidak memberi banyak arti kepada penyerang dan dia mulai kehilangan kesabarannya dan karena itu banyak prajuritnya yang lari ke pihak musuh. Akibat hal ini dia sangat sedih dan kesal.

Sisa2 pendukung Dong zhuo di dalam kota dipimpin oleh Li Meng dan Wang Fang memberikan bantuan bagi para penyerang dan beberapa hari kemudian mereka diam2 membuka pintu gerbang kota dan para pengepung pun memasuki kota. Lu Bu langsung menaiki kudanya dan melakukan perlawanan, tetapi kewalahan karena tentara musuh sangat banyak. Dia berencana pergi ketempat Wang Yun tetapi dihadang oleh pasukan berkuda tentara pemberontak yang berjumlah ratusan kuda, Lu Bu menerjang maju dan membantai pasukan itu, lebih dari 300 tewas dan terluka. Pasukan lainnya yang melihat tidak berani menahan laju Lu Bu.
Lu Bu menuju gerbang "KUNCI HITAM" dan memanggil Wang Yun.

"Keadaan sedang gawat sekarang, naiklah kudaku dan aku akan membawamu ketempat yang aman !"

Wang Yun menjawab, "Jika aku diberkati dengan roh para leluhur dinasti han, aku akan berhasil merestorasi kedamaian yang selalu aku idamkan. Tetapi jika tidak, aku akan menyerahkan diriku sebagai pengorbanan kepada negara. Aku tidak akan lari dari bahaya. Sampaikan terima kasihku kepada para pejabat dan mereka yang telah mendukungku dan mintalah agar mereka selalu mengingat negeri ini !"

Lu Bu membujuk Wang Yun, lagi dan lagi, tetapi Wang Yun tidak mau pergi. Segera api mulai berkobar diberbagai sisi kota dan Lu Bu harus pergi, meninggalkan keluarganya dia pergi mencari perlindungan kepada Yuan Shu.

Li Jue, Guo Si dan pengikutnya menjarah dan membunuh. Banyak pejabat tinggi yang tewas. Mentri Chong Fu, Lu Kui dan Zhou Huan. Komandan pasukan kekaisaran Cui Lie dan Wang Qin tewas dalam pertempuran.

Pemberontak akhirnya berhasil menerobos istana, para menteri dan pejabat meminta kaisar segera pergi ke gerbang "KEDAMAIAN ABADI" untuk menenangkan pemberontakan.

Melihat payung kuning, Li Jue dan Fan Chao menghentikan pasukan mereka dan mereka bersujud dan memberi hormat, "Semoga baginda yang mulia panjang umur dan sehat selalu !"

Kaisar berdiri diatas menara dan berkata, "Hai panglima, apa maksudmu kau memasuki ibukota dan membuat kekacauan dan juga datang tanpa dipanggil ?"

Kedua pemimpin itu bertukar pandang dan berkata ,"Dong Zhuo perdana menterimu telah dibunuh oleh Wang Yun dan kami disini ingin membalaskan kematiannya. Kami bukan pemberontak. Kami hanya menginginkan Wang Yun dan kami akan menarik mundur pasukan kami."

Wang Yun berada diantara para pejabat yang berdiri disamping kaisar.

Mendengar permintaan ini Wang Yun berkata,"Rencana itu dibuat demi kepentingan kekaisaran.Yang Mulia tidak perlu sedih kehilangan diriku karena aku telah membawa bencana ini. Aku akan turun menemui pemberontak itu !"

Kaisar menjadi sedih dan mencoba menahan tetapi menteri yang setia itu turun kebawah dan berteriak, "Wang Yun disini !"

Kedua jendral tadi langsung mengeluarkan pedangnya dan berkata, "Untuk kesalahan apa tuan kami kau bunuh ?"

"Kejahatannya telah memenuhi langit dan menutupi bumi. Tidak ada lidah yang dapat menyebutkannya. Hari ketika dia mati adalah hari yang paling gembira diseluruh kota seperti yg kalian juga tahu" kata Wang Yun.

"Dan jika dia memang bersalah, kenapa kami tidak mendapatkan pengampunan ?" Kata jendral2 itu.

"Pemberontak mengapa kau masih banyak bicara ? aku telah siap untuk mati."
Wang Yun memejamkan matanya.

Dan Wang Yun pun dibunuh dibawah kaki tembok istana.

Setelah selesai membunuh menteri yang setia itu, mereka juga membunuh seluruh keluarganya sampai tidak ada yang tersisa, semua orang bersedih melihat hal ini.

Lalu berkatalah para penjahat itu satu dan yang lainnya, "Telah sampai sejauh ini, apakah yang lebih baik daripada untuk "menguasai" kaisar ?"

nasib kaisar akan dibahas pada bab selanjutnya..........
Logged

Farewell..
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-82
Offline Offline

Posts: 13841



« Reply #34 on: January 27, 2009, 02:40:12 PM »

Bab 10 Bagian 1
Mengumpulkan Kekuatan , Ma Teng Mengerahkan Pasukan Untuk Menolong Kaisar



Pada bab sebelumnya, Li Jue dan Guo Si mengusulkan untuk membunuh Kaisar Xian, tetapi Zhang Ji dan Fan Chou menolak usul ini.

"Tidak, rakyat tidak akan menyetujui kematiannya sekarang. Kembalikan dia pada kekuasaanya dan kita masukan orang2 kita ke dalam kota. Musnahkan semua orang yang melawan kita dan kita bisa mengatur kematiannya lain hari dan seluruh kekaisaran akan ada dalam tangan kita."

Lalu mereka berhenti menyerang.

Kaisar berkata lagi dari atas menara, "Kenapa kau masih ada disini ? Kau telah membunuh Wang Yun, sekarang mundurkan pasukanmu."

Lalu Li Jue dan Guo Si membalas,"Pelayanmu ini berhak mendapatkan imbalan setelah kami melakukan jasa kepada dinasti."

"Dan apakah imbalan yang kau inginkan ?" Tanya Kaisar.

Ke 4 orang itu menuliskan keinginan mereka dan menyerahkannya pada kaisar. Kaisar tidak punya pilihan lain selain memenuhi permintaan ke 4 orang itu.

Li Ju diangkat menjadi jendral pemimpin pasukan kereta kuda terbang kekaisaran, Penguasa dari Chi Yang, Komandan pasukan di ibu kota, administrator istana dan meminta kekuasaan atas seluruh pasukan.

Guo Si diangkat menjadi Jendral pasukan garis belakang, Penguasa dari Mei Yang, Anggota Administrator istana dan meminta lambang militer sendiri.

Fan Chou diangkat menjadi jendral pasukan kanan dan Penguasa dari Wanian.

Zhang Ji diangkat menjadi jendral pasukan berkuda kerajaan dan penguasa dari Ping Yan.

Li Meng dan Wang Fang yang membuka gerbang kota, di beri jabatan PANGLIMA KEKAISARAN.

Setelah menerima hadiah dan gelar, Li Jue dan Guo Si berterima kasih pada kaisar dan pergi ke kemah mereka di Xu Nung pinggiran kota Chang An. Pemimpin pemberontak yang lain juga diberikan pangkat atas jasa2 mereka dan sekali lagi ibukota kosong dari tentara.

Pengikut2 Dong Zhuo yang sejauh ini telah berhasil, tidak melupakan tuannya itu. Mereka menjahit tubuh Dong Zhuo untuk dimakamkan, tetapi hanya bagian2 kecil saja yang dapat ditemukan. Lalu mereka meminta seorang pemahat untuk memahat patung dari kayu cendana untuk di buat mirip Dong Zhuo. Jasad Dong Zhuo itu lalu dipakaikan pakaian seorang pangeran, dan ditaruh dalam peti mati pangeran dan diselenggarakan upacara layaknya seorang pangeran. Mereka memilih Meiwo menjadi makamnya dan mencari hari baik untuk pemakaman itu.

Tetapi tiba2 petir dan kilat bersambar2an di langit pada saat upacara tersebut, air sungai tiba2 banjir dan membalikkan peti mati itu dan jasad Dong Zhuo terkena petir dan hangus. Kedua kalinya mereka ingin menguburkan Dong Zhuo juga terjadi hal yang sama di malam hari dan untuk yang ketiga kalinya pun bumi menolak jasad Dong Zhuo itu. Sementara itu api telah menghanguskan seluruh jasad Dong Zhuo yang telah menjadi abu. Jadi dapat dikatakan bahwa langit sangat marah kepada Dong Zhuo.

Jadi sekarang Li Jue dan Guo Si memegang kekuasaan sesungguhnya dan mereka menekan rakyat. Mereka juga menggeser orang2 istana dan menggantinya dengan orang2 mereka yang mengawasi gerak-gerik kaisar sehingga kaisar merasa tertekan dan dipermalukan. Semua kenaikan jabatan dan demosi juga dilakukan oleh kedua pemberontak itu. Dan demi untuk popularitas mereka memrintahkan memanggil kembali jendral veteran Zhu Jun kedalam istana dan menjadikannya anggota administrator istana dan pemerintahan.

Suatu hari datang laporan bahwa gubernur Xi Liang, Ma Teng dan Penjaga Kekaisaran dari daerah Bing Zhou, Han Sui dengan 100.000 tentara, datang dengan cepat mendekati ibukota dengan niat menyerang pemberontak atas nama kaisar.

Sekarang pemimpin dari barat ini telah membuat rencana yang hati2. Ma Teng dan Han Sui telah mengirim dua orang kepercayaan mereka ke ibu kota untuk mengetahui siapa saja yang mendukung mereka. Mereka telah berkonspirasi dengan 3 pejabat. Penasehat kerajaan Ma Yu dan Chong Shao, dan komandan kekaisaran Liu Fan--Akan menjadi sekutu mereka dialam kota melawan pemberontak. Ke 3 orang ini mendapat titah rahasia dari kaisar yang isinya mengangkat Ma Teng menjadi "JENDRAL PENAKLUK DAERAH BARAT" dan Han Sui "JENDRAL YANG MENJAGA DAERAH BARAT". Dengan titah ini kedua jendral bergabung dan memulai perjalanan mereka.

Ke empat pemimpin--- Li Jue, Guo Si, Fan Chou dan Zhang Ji mengadakan pertemuan dgn jendral2 mereka dan membahas mengenai penyerangan ini.

Penasehat Jia Xu berkata, "Karena pasukan mereka datang dari jauh, rencana kita adalah memperkuat pertahanan dan menunggu sampai persediaan makanan mereka habis. Dalam 100 hari persediaan makanan mereka akan habis dan mereka harus mundur. Saat itu kita dapat mengejar mereka dan menangkapnya."

Li Meng dan Wang Fang berdiri dan berkata, "Rencana ini buruk. Berikan kami 10.000 prajurit dan kami akan menghancurkan mereka berdua dan membawa kepala mereka kembali !"

"Untuk maju dan berperang dgn mereka artinya kekalahan." Kata Jia Xu.

Li Meng dan Wang Fang berkata, "Jika kami gagal kami bersedia kehilangan kepala kami. Tetapi jika kami menang maka kepalamu yang jadi taruhannya."

Jia Xu kemudian mengusulkan pada Li Jue dan Guo Si, "70 Km disebelah barat ibukota ada bukit Zhou Zhi. Jalannya sempit dan tebingnya curam. Kirim jendral Zhang Ji dan Fan Chou untuk menduduki daerah itu dan perkuatlah pertahanan mereka disana sehingga mereka dapat membantu Li Meng dan Wang Fang."

Li Jue dan Guo Si setuju dengan rencana itu. Mereka memerintahkan 15.000 tentara infantri dan berkuda bagi Li Meng dan Wang Feng yang sangat bersemangat. Mereka membuat kemah 90 km dari Chang An.

Pasukan dari barat tiba. Ma Teng dan Han Sui memimpin pasukan mereka menyerang. Mereka menemukan lawan mereka Li Meng dan Wang Fang telah membentuk formasi perang.

Ma Teng Dan Han Sui berkuda bersama kedepan pasukan mereka. Menunjuk pada pemimpin pemberontak, Ma Teng berteriak, "Mereka adalah pengkhianat, siapa yang akan menangkap mereka ?"

Dari belakang langsung ada pendekar yang maju kedepan, usianya masih sangat muda 17 thn. Matanya seperti meteor, badan yang kekar dan gagah. Dia bersenjatakan tombak panjang dan menaiki kuda yang gagah. Pemimpin muda ini bernama Ma Chao, anak pertama dari Ma Teng.

Walaupun muda dia sangat pemberani. Wang Fang meremehkan dia karena usianya yang muda, lalu maju dan melawan Ma Chao. Hanya dalam beberapa jurus saja, Wang Fang terjatuh dan tertusuk tombak Ma Chao. Ma Chao lalu kembali kedalam formasi, tetapi belum sempat Ma Chao sampai, Li Meng mengejar Ma Chao untuk membalaskan dendam Wang Fang.

Ma Chao tidak mengetahui Li Meng mengejar tetapi ayahnya berteriak ,"Kau sedang diikuti !!"

Sekarang Ma Chao tahu bahwa dia diikuti tetapi pura2 tidak melihat, menunggu sampai musuhnya mendekat dan Li Meng setelah mendekat dia mengangkat tombaknya dan akan menusuk. Tetapi ketika serangan Li Meng itu datang, Ma Chao telah siap, dia berputar sehingga Li Meng gagal menusuk Ma Chao dan sekarang posisinya yang terbuka. Ma Chao dengan tangannya yang kuat langsung menarik Li Meng sehingga terjatuh dari kudanya. Sekarang pasukan Li Meng dan Wang Fang tidak mempunyai pemimpin dan berlarian kesegala arah. Pasukan Ma Teng dan Han Sui mengejar dan kemenangan menjadi milik mereka. Mereka terus menekan hingga malam, akhirnya mereka berkemah dan mereka memenggal kepala Li Meng dan memamerkan kepalanya di tengah kemah.

Ketika Li Jue dan Guo Si mendengar bahwak kedua jendral mereka itu telah kalah oleh seorang pemuda yang tidak pernah mereka dengar sebelumnya, mereka mengetahui bahwa Jia Xu memberikan saran yang bagus waktu itu dan sekarang mereka sangat menghargai saran Jia Xu untuk bertindak defensif dan menolak ajakan perang.
Logged

Farewell..
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-82
Offline Offline

Posts: 13841



« Reply #35 on: January 27, 2009, 02:43:56 PM »

Dengan pasti setelah beberapa bulan, persediaan pasukan dari Xi Liang menipis dan pemimpinnya mulai mempertimbangkan mundur.

Pada saat ini seorang pelayan dari keluarga Ma Yu mengkhianati tuannya itu dan menceritakan mengenai konspirasi ke 3 pejabat istana dengan para penyerang. Li Jue dan Guo Si langsung menangkap ke 3 keluarga dari konspirator tersebut-- Ma Yu, Chong Shao dan Liu Fan-- dan memenggal mereka di pasar. Kepala mereka di gantungkan didepan gerbang kota.

Karena kehabisan perbekalan dan mendengar ketiga teman mereka telah dibunuh, satu2nya jalan bagi Ma Teng dan Han Sui adalah mundur. Dengan segera Zhang Ji mengejar Ma Teng dan Fan Chou mengikuti Han Sui. Pasukan Ma Teng yang mundur mengalami korban cukup besar dan hanya karena Ma Chao maka pasukan pengejar dapat dipukul mundur.

Fan Chou yang mengejar tentara lainnya, ketika dia telah cukup dekat, tiba2 Han Sui datang dan berani menyapanya serta berkata, "Kau dan aku berasal dari daerah yang sama, kenapa kita bersikap tidak bersahabat begini ?"

Fan Chou menjawab "Aku harus mentaati perintah atasanku."

"Aku disini karena tugas negara, kenapa kau mempersulit diriku ?" kata Han Sui.

Fan Chou lalu memutar kudanya, memerintahkan pasukannya dan meninggalkan Han Sui dengan tenang. Keponakan Li Jue yang berada di dalam pasukan Fan Chou menyaksikan kejadian ini dan melaporkannya kepada pamannya itu. Maraha karena musuh telah lolos, Li Jue ingin mengirimkan pasukan untuk membalas jendralnya itu.

Tetapi Jia Xu datang dan berkata, "Rakyat masih belum tenang, akan sangat berbahaya untuk memprovokasi perang. Tetapi undanglah Fan Chou ke sebuah pesta dan ketika sedang berlangsung, bunuhlah dia karena melalaikan tugas."

Ini sepertinya adalah saran yang bagus bagi Li Jue, Lalu dia mengadakan pesta dan mengundang Zhang Ji serta Fan Chou yang menerima undangan mereka.

Setelah beberapa saat, tiba2 sikap Li Jue berubah dan bertanya pada Fan Chou, "Apa yang kau rencanakan dengan Han Sui ? Apakah kau sekarang telah menjadi pengkhianat ?"

Tamu yg tidak senang tanpa sempat berkata apa2 langsung di kepung pengawal dan kepalanya langsung berada dilantai.

Ketakutan yang amat sangat, tamu lainnya Zhang Ji langsung bersujud dilantai.

"Fan Chou adalah pengkhianat" Kata Li Jue, sambil membantu Zhang Ji yang ketakutan berdiri, "Dan dia telah mendapatkan ganjarannya. Kau adalah temanku dan tidak perlu takut."

Li Jue memberikan Zhang Ji komando atas pasukan Fan Chou dan Zhang Ji pun kembali ke markasnya dia Hong Nong.

Tidak ada pemimpin yg berani menentang keinginan ke 3 jendral tersebut. Tetapi Jia Xu tidak pernah berhenti menyarankan ke 3 jendral tersebut untuk lebih memikirkan kemakmuran rakyat dan mencari orang2 pintar dan bijak untuk diperkerjakan. Dan meyakinkan kalau hal ini penting untuk melanggengkan kekuasaan
Logged

Farewell..
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-82
Offline Offline

Posts: 13841



« Reply #36 on: January 27, 2009, 02:54:25 PM »

Bab 10 bagian ke 2
Memimpin Pasukan, Cao Cao Membalaskan Dendam Ayahnya



Setelah ke 3 jendral mengambil alih kekuasaan. Masalah baru muncul. Pemberontak Jubah Kuning muncul kembali di Qing Zhou. Mereka datang dengan dipimpin banyak pemimpin dan dalam jumlah ratusan ribu orang dan menjarah semua tempat yang mereka lewati.

Administrator istana Zhu Jun berkata bahwa dia tahu satu orang yang dapat menghancurkan pemberontakan itu, dan ketika mereka bertanya siapakah orang itu, Zhu Jun berkata, "Kalau kau mau menghancurkan pemberontak ini kau akan gagal kecuali kau menggunakan jasa Cao Cao."

"Dan dimanakah dia ?" Tanya Li Jue.

"Dia adalah Gubernur di Dong Jun. Dia mempunyai pasukan besar dan kau hanya perlu memerintahkan dia untuk bertindak dan pemberontakan akan dapat dipatahkan."

Utusan dikirim secepatnya dengan perintah untuk Cao Cao dan Bao Xin, penguasa Ji Bei untuk bertindak dan memadamkan pemberontakan. Segera setelah Cao Cao menerima perintah kekaisaran, dia menyerang posisi pasukan pemberontak di Shuo Yang. Bao Xin dan pasukannya menerjang masuk kedalam pasukan musuh dan membuat kerusakan dimanapun dia bisa, tetapi akhirnya dia mati di dalam medan pertempuran. Cao Cao mengejar pemberontak ketika mereka lari ke Ji Bei. 10.000 orang menyerah dan Cao Cao memasukannya kedalam barisan tentaranya. Ketika pasukannya mencapai suatu tempat, banyak yang menyerah dan bergabung bersamanya. Setelah 100 hari, dia telah memenangkan 300.000 tentara dan lebih dari 1.000.000 penduduk yang menjadi tentaranya.

Dari jumlah ini yang paling kuat dan berani dijadikannya tentara Qing Zhou dan sisanya dikirm pulang ke rumah mereka untuk mengurus sawah. Konsekuensi dari sukses Cao Cao ini adalah menaikan popularitas dan prestisnya yang setiap hari terus bertambah. Dia melaporkan sukses ini ke ibu kota Chang An dan diberi gelar "JENDRAL YANG MENJAGA TIMUR".

Liu Dai kemudian menyerahkan kekuasaan daerah Yan Zhou kepada Cao Cao.

Dimarkas barunya ini, Cao Cao menerima orang2 bijaksana dan pemberani.
2 orang pintar, paman dan keponakannya, datang pada saat yang bersamaan, keduanya dari Ying Chuan, bernama Xun Yu dan Xun You. Pamannya pernah berkerja bagi Yuan Shao.

Cao Cao Bergembira mendapatkan kedua orang ini dan berkata," Xun Yu adalah Zhang Liang bagiku."

Dia mengangkat Xun Yu sebagai Komandan Lapangan, dan keponakannya Xun You yang terkenal karena kemampuannya dan pernah menjadi pejabat istana di Luo Yang, tetapi membuang karirnya dan kembali ke desa. Cao Cao mengangkatnya menjadi Instruktur militer.

Xun Yu berkata kepada Cao Cao, "Ada seseorang yang bijak di Yan Zhou, tapi aku tidak tahu untuk siapa dia bekerja."

"Siapakah dia ?" tanya Cao Cao.

"Cheng Yu. Dia berada dia bagian timur Yan Zhou."

"Ya, aku juga telah mendengar mengenai dia." Kata Cao Cao.

Lalu utusan dikirim ke tempat itu untuk mencari informasi. Cheng Yu sedang pergi ke bukit untuk belajar. Cao Cao memerintahkan ke bukit itu dan Cheng Yu datang memenuhi undangan.

"Aku akan membuktikan bahwa aku tidak berharga untuk rekomendasimu" kata Cheng Yu kepada temannya Xun Yu, " Karena aku kasar dan ceroboh. Tetapi apakah kau lupa dengan teman satu desamu, Guo Jia ? dia sangat pandai dan hebat. Kenapa tidak menyebar jala untuk menangkapnya ?"

"Aku sungguh lupa !" Kata Xun Yu tiba2.

Jadi dia menyampaikan hal ini kepada Cao Cao dan langsung mengundangnya.

Guo Jia mendiskusikan masalah2 dunia dengan Cao Cao, dia merekomendasikan Liu Ye dari Henan, yang juga merupakan keturunan Liu Xiu, Kaisar pertama Han Barat. Ketika Liu Ye tiba, dia membawa dua orang temannya Man Chong dari Shan Yang dan Lu Qian dari Wu Cheng yang telah diketahui Cao Cao dari reputasinya. Kedua orang itu membawa sebuah nama lagi bagi Cao Cao yaitu Mao Jie dari Chen Liu yang juga datang dan diberikan jabatan. Lalu datangnya seorang terkenal dengan pasukannya yang berjumlah 500 orang untuk menawarkan jasanya. Dia adalah Yu Jin dari Taishan, seorang ahli berkuda dan memanah dan memiliki kemampuan lebih dalam melatih tentara. Dia diangkat menjadi Inspektur pasukan.

Lalu suatu hari Xiaohou Dun membawa seseorang untuk diperkenalkan pada Cao Cao.

"Siapakah dia ?" Tanya Cao Cao.

"Dia berasal dari Chen Liu dan namanya adalah Dian We. Dia adalah yang paling pemberani dan yang terberani. Dia adalah bawahannya Zhang Miao, tetapi bertengkar dengan beberapa orang didalam kemahnya dan membunuh selusin dari mereka dengan tangan kosong. Lalu dia lari ke gunung dimana aku menemukan dia. Aku sedang memanah ketika aku melihat dia sedang melawan seekor harimau di tengah arus sungai. Aku membujuknya untuk bergabung dengan tentaraku dan aku merekomendasikan dia."

"Aku melihat dia bukanlah orang biasa" Kata Cao Cao, "Dia tampak sangat tegap dan terlihat kuat serta berani."

"Dia sangat berani ! Dia membunuh seseorang untuk membalaskan dendam temannya dan membawa kepalanya melewati seluruh pasar. Ratusan melihat dia, tetapi tidak berani mendekat. Senjata yang dia gunakan saat ini berupa dua kampak besar, yang masing2 beratnya 120 pon dan dia menaiki kuda dengan kedua senjata ini ditangan."

Cao Cao memerintahkan Dian Wei untuk membuktikan kemampuannya. Lalu Dian Wei berkuda dan dia melihat sebuah batang kayu besar sedang terombang-ambing karena angin dan akan segera jatuh. Sekelompok tentara sedang berusaha keras untuk membuatnya kokoh. Lalu dia turun dari kuda dan berteriak kepada orang2 itu untuk minggir dan dia memegang batang itu dan menancapkannya ke dalam tanah hanya dengan satu tangan. Dan batang itu berdiri tegak walaupun angin bertiup kencang.

"Ini adalah E Lai lagi !" Kata Cao Cao.(Note: E lai adalah seorang jendral di dinasti Zhou yang berkerja untuk raja Shang dan dia mempunyai kekuatan fisik yang tidak biasa.)

Dia lalu memberikan Dian Wei posisi sebagai Komandan Penjaga Markas Utama dan dia juga memberikan Dian Wei hadiah beruba jubah yang bagus dan kuda dengan sadel yang bagus.

Cao Cao menyemangati orang2 bijak agar dapat membantu dirinya dan dia memiliki penasehat yang hebat untuk urusan sipil dan jendral pemberani didalam pasukannya. Dia menjadi terkenal diseluruh dataran timur.

Sekarang ayah Cao Cao, Cao Song tinggal di Lang Ye, dia bersembunyi di suatu tempat yang bebas dari pergolakan dunia. Cao Cao berharap dapat bertemu kembali dengannya. Sebagai seorang anak yang berbakti, Cao Cao mengirim gubernur *Censored Shan, Ying Shao untuk mengawal ayahnya ke Yan Zhou. Cao Song membaca surat dari anaknya dengan gembira dan keluarga itu siap untuk pindah. Mereka ber 40 seluruhnya.

Jalan mereka melalui daerah Xu Zhou dimana penjaga kekaisaran Tao Qian sangat tulus dan orang yang menjunjung tinggi kebenaran berkuasa. Dia telah lama ingin membangun hubungan baik dengan Cao Cao tetapi belum dapat menemukan momen yang tepat. Mendengar keluarga Cao Cao melewati daerahnya. Tao Qian Menyambut mereka dan memperlakukan mereka dengan baik sekali, membuat jamuan dan menyenangkan mereka selama dua hari. Dan ketika mereka pergi, Tao Qian mengantarnya sampai perbatasan daerahnya. Lalu dia memerintahkan jendral Zhang Kai untuk mengantarnya lebih jauh dengan membawa 500 orang tentara.

Seluruh rombongan mencapai sebuah desa bernama Hua Fei. Saat itu adalah akhir musim panas dan sedang masuk musim gugur dan saat itu mereka terhenti karena hujan yang lebat sekali dan satu2nya tempat untuk berteduh adalah sebuah kuil tua dan mereka segera pergi kesana. Keluarga Cao menempati ruang utama dan pengantar mereka di ruang samping. Pasukan yang mengantar kebasahan, marah dan tidak senang.

Lalu Zhang Kai memanggil beberapa bawahannya dan berkata,"Kita dulunya adalah pemberontak jubah kuning dan menyerah pada Tao Qian karena tidak ada pilihan lain. Kita tidak pernah mendapatkan banyak dari hal itu. Sekarang disini ada keluarga Cao dan kita dapat menjadi kaya. Kita akan menyerang tiba2 nanti malam dan membunuh semuanya. Lalu kita akan mendapat banyak harta dan kita akan lari ke gunung
Logged

Farewell..
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-82
Offline Offline

Posts: 13841



« Reply #37 on: January 27, 2009, 03:02:33 PM »

Mereka semua setuju. Badai lalu terus berlanjut sampai malam. Cao Song menanti dengan gelisah tanda2 badai segera berlalu. Dia tiba2 mendengar ada keributan diluar. Adiknya, Cao De mengeluarkan pedang dan keluar untuk melihat apa yang terjadi. Cao De langsung terbunuh. Cao Song menarik tangan salah satu selirnya, keluar bersamanya dan mencari jalan dibelakang kuil untuk kabur. Tetapi wanita itu tidak dapat melewati celah kecil dibelakang kuil itu, jadi mereka berdua bersembunyi di belakang sebuah rumah kecil. Akhirnya mereka ditemukan dan dibunuh.

Gubernur Ying Shao yang gagal menjaga keluarga Cao Cao lalu lari kepada Yuan Shao. Para pembunuh itu kemudian lari ke selatan sungai Hui dengan hasil jarahan mereka setelah mereka membakar kuil tua itu.

Beberapa pengawal yang berhasil lolos melaporkan hal ini pd Cao Cao. Ketika dia mendengar hal ini dia langsung jatuh ke tanah dan menangis sangat keras. Mereka semua lalu membantunya berdiri.

Dengan marah dia berkata, "Orangnya Tao Qian telah membunuh ayahku. Langit yang sama tidak dapat menaungi aku dan dia. Aku akan menghilangkan daerah Xu Zhou dari muka bumi ini. Hanya dengan itu aku dapat memuaskan balas dendamku."

Cao Cao meninggalkan pasukan berkekuatan 30.000 dibawah Xun Yu dan Cheng Yu untuk menjaga Markas di timur dan 3 kota utama yaitu Juan Cheng, Fan Xia dan Dong Jun. Lalu dia dengan tentara yang lainnya pergi ke Xu Zhou untuk membalas dendam ayahnya. Xiaohou Dun, Yu Jin dan Dian Wei bersama Cao Cao memimpin pasukan di garis depan. Cao Cao memerintahkan seluruh penduduk dibunuh disetiap kota yang ditangkap.

Sekarang gubernur Jiu Jiang, Bian Rang adalah teman dekat dari Tao Qian. Mendengar Xu Zhou terancam, Bian Rang dengan 5000 tentaranya membantu Tao Qian. Marah dengan tindakan ini Cao Cao mengirim Xiahou Dun untuk membunuh Bian Rang yang masih dalam perjalanan.

Pada saat ini Cheng Gong yang berada di Dong Jun juga merupakan teman Tao Qian. Mendengar Cao Cao akan menghancurkan dan membunuh seluruh penduduk, Cheng Gong lalu segera datang untuk menemui Cao Cao. Mengetahui maksud kedatangan Cheng Gong, Cao Cao tidak mau menemuinya. Tetapi kemudian Cao Cao teringat dengan kebaikan yang dia pernah terima dari Chen Gong akhirnya dia mempersilahkannya menghadap.

Chen Gong berkata, "Mereka berkata kau akan membalaskan dendam ayahmu di Xu Zhou, dan membunuh seluruh penduduknya. Aku datang untuk mengucapkan beberapa patah kata. Pelindung kekaisaran Tao Qian adalah orang baik. Dia tidak pernah mencari keuntungan bagi dirinya sendiri atau mencelakai orang lain. Ayahmu menemui ajalnya ditangan Zhang Kau. Tao Qian tidak bersalah. Dan penduduk lebih2 tidak bersalah apa2 dan untuk membunuh mereka adalah suatu kejahatan, aku mohon kau memikirkan hal ini."

Cao Cao membalas dgn marah," Kau pernah meninggalkan aku dan sekarang kau menemuiku untuk omong kosong ini ! Tao Qian membunuh keluargaku, dan aku akan membelah jantungnya sebagai balas dendam. Aku bersumpah ! Kau dapat berbicara denganku sebagai teman. Aku akan tetap seperti ini seperti aku tidak mendengar apapun."

Chen Gong pergi dengan menghela napas.

Dia berkata, "Aku tidak dapat menemui Tao Qian dan melihat mukanya."

Lalu Chen Gong berkuda ke daerah Chen Liu dan memberikan jasanya buat gubernur Zhang Miao.

Pasukan Cao Cao melakukan pembalasan dendam dengan menghancurkan tempat yang dilewatinya dan membunuh rakyat serta merusak makam. Diantara kota2 yang dihancurkannya ada sebuah kota kecil yang berisi kaum pelajar, dikota itu sedang diadakan ujian tingkat daerah. Yang menjadi juara daerah tahun itu adalah Zhuge Jin. Tetapi disaat yang sama, pasukan Cao Cao masuk kedalam kota dan membakar serta membantai seisi kota, keluarga Zhuge yg ada didalam kota semuanya terbunuh kecuali Zhuge Jin , Zhuge Liang dan Zhuge Jun. Saat itu Zhuge Liang berusia 12 thn. Dia menyaksikan ayahnya tebunuh.
Zhuge Liang, Zhuge Jin dan Zhuge Jun berasal dari Desa Yang De di propinsi Lang Ye. Setelah kejadian ini Zhuge Liang bersama Jin dan Jun pergi ketempat paman mereka Zhuge Xuan dia daerah Nan Yang. Zhuge Liang akhirnya meninggalkan bangku sekolah dan belajar Ilmu tao untuk menenangkan dirinya dan dia mengucilkan diri di Long Zhong. Saat pembantaian ini terjadi adalah thn ke 3 masa pemerintahan kaisar Xian (Thn 193 M.)

Ketika Tao Qian mendengar masalah ini, dia melihat kelangit dan berkata, "Aku pasti telah berdosa sebelumnya sehingga langit menghukumku dan membawa petaka bagi rakyatku."

Dia memanggil semua bawahannya untuk berkonsultasi.

Salah satu dari mereka Cao Bao berkata, "Sekarang musuh telah ada didepan kita. Kita tidak dapat duduk dan diam saja. Aku akan keluar dan melawan."

Tao Qian dengan ragu2 mengirim tentara keluar. Dari kejauhan dia melihat tentara Cao Cao menyebar sepajang cakrawala. Diatas bendernya Cao Cao menulis huruf besar sekali sehingga dapat dilihat dari jarak jauh bertuliskan "BALAS DENDAM".

Ketika Cao Cao telah tiba, Cao Cao berpakaian putih untuk upacara kematian dan mengata-ngatai Tao Qian.

Tetapi Tao Qian tidak terpancing, dan dia bersujud pada Cao Cao dari atas bentengnya dan berkata, "Aku berharap dapat beteman denganmu tuan, dan aku mengirim Zhang Kai untuk mengawal keluargamu. Aku tidak tahu didalam hatinya pemberontak itu belum juga berubah. Kesalahan ini bukan disebabkan karenaku seperti yang engkau lihat."

"Kau an-jing tua ! Kau membunuh keluargaku dan sekarang kau berkata omong kosong ini !" Kata Cao Cao.

Dan dia bertanya "Siapakah yang akan mengambil kepala Tao Qian untukku ?"

Xiahou Dun maju kedepan. Tao Qian langsung masuk kedalam bentengnya dan Cao Bao keluar untuk melawan. Tetapi baru saja mereka mau berhadapan, tiba2 angin ribut turun ditempat itu dan debu serta kerikil berterbangan dan membuat kacau tempat itu. Kedua pasukan mundur ketempat masing2.

Tao Qian segera mundur kedalam kota dan mamanggil bawahannya.

"Kekuatan Cao Cao terlalu kuat bagi kita" kata Tao Qian,"Aku akan menyerahkan diriku sebagai tawanan dan biarkan dia melakukan apapun padaku sebagai balas dendamnya. Aku mungkin dapat menyelamatkan rakyatku."

Tetapi tiba2 ada orang yang berkata, "Kau telah lama memerintah disini dan rakyat menyukaimu untuk memerintah mereka. Musuh memang kuat tetapi mereka tidak akan dapat menerobos tembok kita, tidak jika rakyat ikut berjuang bersamamuu. Aku punya rencana yang dapat membuat Cao Cao mati ditempat dimana dia tidak akan dapat dikuburkan."

Kata2 yang berani ini mengejutkan ruang sidang dan mereka sangat ingin mengetahui rencana ini.

Bab berikutnya akan diceritakan mengenai si pembicara tadi....
Logged

Farewell..
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-82
Offline Offline

Posts: 13841



« Reply #38 on: January 27, 2009, 03:09:39 PM »

Bab 11 bagian 1
Liu Bei Menyelamatkan Kong Rong di Bei Hai



Dia adalah Mi Zhu yang berkata tahu bagaimana cara mengalahkan Cao Cao.
Mi Zhu lahir dalam keluarga pedagang kaya di Dong Hai dan berdagang di Luo Yang. Suatu hari dalam perjalanan pulang dari kota itu di dalam kereta kudanya, dia bertemu dengan wanita yang cantik sekali yang memohon padanya untuk ikut. Dia berhenti dan menyerahkan tempat duduknya kepadanya. Wanita itu membagi tempat duduknya kepadanya. Mi Zhu lalu duduk tetapi dia berusaha memberi jarak dan tidak melihat kearah wanita itu sekalipun dan tetap bersikap sopan. Mereka berpergian untuk beberap km jauhnya dan ditengah jalan wanita itu berterima kasih dan turun.

Sebelum wanita itu pergi dia berkata, "Aku adalah dewi api dari dataran selatan. Aku sedang dalam perjalanan untuk melaksanakan perintah Kaisar langit untuk membakar kediamanmu, tetapi kesopananmu dan kebaikanmu telah menyentuh hatiku. Sekarang aku peringatkan dirimu. Cepatlah pulang, keluarkan hartamu dan selamatkan keluargamu karena aku akan tiba nanti malam."

Lalu dia menghilang, Mi Zhu dengan cepat pulang dan segera memindahkan seisi rumah dan barang berharganya. Malam itu api menyala dari dapur dan membakar seluruh rumah. Setelah ini Mi Zhu menyerahkan hartanya bagi orang miskin dan yang membutuhkan. Tao Qian memberinya jabatan kepala pengadilan.

Rencana yang diusulkan Mi Zu adalah seperti ini,"Aku akan pergi ke Bei Hai dan meminta gubernur Kong Rong untuk membantu. Yang lain harus pergi ke Qing Zhou dan meminta bantuan Pelindung Kekaisaran, Tian Kai. Kalau kedua pasukan ini melawan Cao Cao maka dia pasti akan mundur."

Tao Qian menyetujui rencana itu dan dia menulis dua buah surat. Dia bertanya siapa yang mau menjadi sukarelawan untuk pergi ke Qing Zhou dan Chen Deng dari Guangling mengajukan dirinya. Mi Zhu dan Chen Deng keluar dari kota diam2 pd malam hari dan Tao Qian serta yang lainnya berusaha bertahan semampu mereka.

Kong Rong berasal dari Qu Fu di negara bagian Lu. Dia adalah generasi ke 20 dari GURU BESAR KONFUSIUS(Kong FuZi). Kong Rong sangatlah pintar. Ketika berusia 10 thn dia pergi untuk bertemu Li Ying, gubernur di He Nan. Tetapi penjaga pintu tidak mengijinkannya masuk.

Tetapi Kong Rong berkata, "Aku adalah kerabat dekat menteri Li Ying" , Lalu dia dipersilahkan masuk.

Li Ying bertanya pada Kong Rong ada hubungan apa antara keluarganya dan keluarga Kong Rong sehingga bisa disebut "sangat dekat".

Anak itu menjawab, "Leluhurku Konfusius pernah bertanya pada leluhurmu Lao Zi mengenai upacara. Jadi keluarga kita telah mengenal satu sama lain untuk sekian banyak generasi."

Li Ying terkejut mendengar jawaban anak ini.

Kemudian Menteri Tinggi Chen Wei datang berkunjung yang dimana Li Ying menceritakan mengenai anak itu. "Dia adalah anak yang hebat" kata Li Ying menunjuk kepada Kong Rong.

Chen Wei menjawab, "Tidak selalu anak yang pintar akan menjadi orang yang pintar ketika dewasa."

Kong Rong lalu bertanya, "Dengan apa yang baru saja kau katakan pak, kau tentu saja satu dari anak2 yang pintar itu."

Menteri dan gubernur, keduanya tertawa mendengar jawaban itu dan berkata, "Anak ini akan menjadi bangsawan kelak."

Jadi dari kecil Kong Rong telah terkenal. Sebagai seorang pemuda dia naik menjadi Komandan pasukan kekaisaran dan bertugas menjadi gubernur di Bei Hai, dimana dia sangat dikenal karena keramahannya. Di gedung kerjanya dia menulis dipilar2 gedung dengan tulisan ,
"BIARKAN RUANGANKU PENUH DENGAN TEMAN2. DAN CANGKIRKU PENUH DENGAN ARAK. ITU ADALAH YANG KU SUKA."

Setelah 6 thn di Bei Hai seluruh penduduk mencintainya. Ketika Mi Zhu tiba seperti biasa Kong Rong sedang duduk bersama tamu2nya dan utusan segera dikirim untuk mengabarkannya. Mi Zhu lalu menghadap dan Kong Rong bertanya apa keperluan Mi Zhu, Mi Zhu lalu menyerahkan surat dari Tao Qian yang menceritakan Cao Cao sedang mengepung Xu Zhou dan dia memerlukan bantuan.

Lalu berkatalah Kong Rong,"Tuanmu dan aku adalah teman baik dan kehadiranmu disini membuatku harus pergi membantunya. Tetapi aku tidak punya permusuhan dengan Cao Cao, jadi aku akan menulis surat dulu untuk Cao Cao dan memohon dia untuk berdamai. Jika dia menolak ajakanku maka aku akan menyiapkan tentaraku."

"Cao Cao tidak akan mendengar usulan perdamaian. Dia terlalu yakin dengan kekuatannya." Kata Mi Zhu.

Kong Rong tetap menulis surat dan pada saat yang sama juga memerintahkan tentaranya bersiap. Pada saat ini tiba2 Pasukan pemberontak Jubah Kuning berjumlah kurang lebih 10.000 orang merampok dan menjarah daerah Bei Hai. Kong Rong harus berurusan dengan mereka terlebih dahulu.

Kepala pemberontak, Guan Hai, maju kedepan dan berkata, "Aku tahu kota ini subur dan makmur. Aku ingin meminta 10.000 kereta berisi beras. Berikan apa yg aku mau dan kami akan pergi. Menolak dan kami akan merobohkan tembok kota dan menghancurkan setiap mahluk hidup !"

Kong Rong berteriak balik, "Aku adalah pelayan dari Dinasti Han, dipercayakan untuk menjaga tanah ini. Apakah kamu pikir aku akan memberi makan pemberontak ?"

Guan Hai memecut kudanya dan mengayunkan pedangnya dan berkuda menuju depan. Zong Bao, salah satu jendral Kong Rong, mengambil tombaknya dan keluar melawannya. Tetapi setelah beberapa ronde, Zong Bao terbunuh. Lalu pasukan Kong Rong menjadi panik dan kembali kedalam kota untuk berlindung. Pemberontak lalu mengepung kota dari segala sisi. Kong Rong sangat terpukul atas kejadian ini dan Mi Zhu yang melihat tidak ada harapan untuk sukses dalam misinya ini, sangat bersedih.

Pemandangan dari tembok kota sangatlah menyedihkan karena pemberontak tak terkira banyaknya. Suatu hari ketika sedang berdiri ditembok kota, Kong Rong melihat satu orang dengan tombaknya berkuda melewati pemberontak jubah kuning dan membantai mereka seperti rerumputan yang diterbangkan oleh angin.

Tidak terlalu lama, orang itu sampai di pintu gerbang kota dan berteriak , "Buka gerbangnya !"

Tetapi penjaga gerbang tidak mau membuka gerbang untuk seseorang yang tidak dikenal dan dalam penantian itu tentara pemberontak mulai mendekati si pengendara kuda. Tiba2 pengendara kuda itu berputar dan menerjang mereka semua serta berhasil membunuh selusin dari orang2 itu. Hal ini membuat pemberontak yang lain mundur ke belakang parit2.
Kong Rong akhirnya memerintahkan untuk membuka pintu gerbang dan membiarkan orang itu masul. Setelah dia didalam, lalu orang itu turun dari kuda dan memberi hormat pada Gubernur Kong Rong.

"Namaku adalah Taishi Ci dan aku berasal dari Lai Huang. Aku sedang pulang ke rumah kemarin dari daerah utara untuk menemui ibuku dan aku mendengar kotamu dalam bahaya dari serangan pemberontak. Ibuku berkata kau telah sangat baik padanya dan bilang padaku bahwa aku harus membantumu. Jadi aku pergi sendirian ke sini dan disinilah aku sekarang."
Logged

Farewell..
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-82
Offline Offline

Posts: 13841



« Reply #39 on: January 27, 2009, 03:20:11 PM »

Ini adalah berita yang menggembirakan, Kong Rong sudah mengetahui mengenai Taishi Ci sebagai petarung yang hebat dan pemberani walaupun keduanya tidak pernah bertemu. Ketika Taishi Ci jauh dari kotanya, Kong Rong merawat ibunya yang tinggal beberapa km dari kota, dengan penjagaan khusus darinya, dia memastikan ibunya tidak kekurangan apapun. Ini telah menarik simpati dari hati wanita itu dan dia mengirimkan putranya sebagai tanda terima kasih.

Kong rong menujukkan penghargaannya dengan memperlakukan tamunya dengan sangat hormat, meberikannya hadiah pakaian dan baju zirah, sadel, dan kuda.

Lalu Taishi Chi berkata,"Berikan aku 1000 tentara dan aku akan pergi keluar dan mengusir orang2 ini."

"Kau adalah pendekar yang berani tetapi mereka terlalu banyak, ini adalah masalah serius untuk keluar dan berhadapan dengan mereka." Kata Kong rong.

"Ibuku mengirimku karena kebaikanmu padanya. Bagaimana aku dapat bertemu kembali dengannya bila aku tidak menghentikan pengepungan ini ? Aku lebih baik menang atau aku mati."

"Aku dengar Liu Bei adalah salah satu pahlawan di dunia ini. Kalau saja kita dapat meminta bantuannya, yang aku tidak ragukan lagi dia pasti membantu, hanya saja siapakah yg dapat kita utus menemuinya ?"

"Hmm...Aku akan pergi begitu aku menerima surat darimu !"

Lalu Kong Rong menulis surat untuk Liu Bei dan memberikannya untuk Taishi Ci.

Taishi Ci memakai baju zirahnya, naik kekudanya dan mengambil busur serta anak panah serta membawa tombaknya. Dia keluar kota sendirian.

Didepan parit, para pengepung kota berkumpul dan mereka segera menghalangi jalan Taishi Ci. Tetapi Taishi Ci langsung menerjang mereka dan membunuh beberapa lusin dari mereka dan akhirnya berhasil keluar dari kepungan.

Guan Hai yang melihat hal ini geram dan berkata, "Monster apakah dia sehingga bisa masuk dan keluar kota seenaknya seperti kita ini hanyalah patung !!!". Dia lalu mengirimkan orang untuk mengikutinya. Dan Guan Hai menyuruh mereka untuk mengepung Taishi Ci.
Taishi Ci yang sadar dirinya diikuti dan dalam formasi yang mengepungnya. Lalu sambil berkuda, Taishi Ci mengikat tombaknya, mengambil busur dan menembakkan panahnya. Lalu satu demi satu pasukan pengejarnya berjatuhan, melihat hal ini para pengejarpun tidak berani mengikutinya lagi.

Akhirnya dia sampai di tempat Liu Bei di Ping Yuan dan setelah memberi hormat lalu dia menyampaikan keadaan Kong Rong dan menyerahkan surat pada Liu Bei.

"Dan siapakah dirimu ?" Tanya Liu Bei.

"Aku Taishi Chi dari Lai Huang. Aku tidak ada hubungan apapun dgn Kong Rong tetapi karena ibuku aku mau berbagi duka dan ketidakberuntungan dengan dirinya. Pemberontak Jubah Kuning telah mengepung kotanya dan dia tidak dapat meminta bantuan siapapun lagi, kehancuran kotanya sudah sangat dekat. Karena itu dengan perintahnya aku memberanikan diri melintasi semua bahaya dan kesini untuk memohon bantuanmu, aku mohon tuan mau menolongnya."

Liu Bei tersenyum dan menghela napas dan berkata, "Dan apakah dia tahu bahwa ada Liu Bei di dunia ini ?"

Lalu Liu Bei bersama dengan Guan Yu dan Zhang Fei, membawa 3.000 tentara dan pergi untuk melawan pemberontak yang mengepung ktoa. Ketika Pemimpin pasukan pemberontak Guan Hai melihat pasukan yang baru tiba ini, dia langsung melawan mereka, berpikir bahwa dia dapat segera menghancurkan pasukan kecil ini.

3 bersaudara dan Taishi Ci berada di barisan paling depan dari pasukan mereka. Guan Hai segera maju kedepan, Taishi Ci telah siap melawan tetapi Guan Yu telah maju didepannya. Dia maju kedepan dengan kudanya dan kedua orang ini bertarung. Pasukannya berteriak memberi semangat. Setelah beberapa jurus saja akhirnya Golok naga hijau Guan Yu mendarat di badannya dan dia jatuh.

Ini adalah tanda bagi Zhang Fei dan Taishi Ci untuk ikut ambil bagian. Dengan tombak mereka masing2, mereka menerjang maju dan Liu Bei bersama pasukan ikut maju. Gubernur yang melihat bala bantuan telah datang dan membantai pemberontak seperti harimau memangsa kawanan lembu. Tidak ada yang dapat menahan mereka dan dia mengirim pasukannya sendiri untuk bergabung dalam pertempuran. Jadi pemberontak terkepung diantara dua pasukan. Pasukan pemberontak akhirnya dapat dipatahkan dan banyak pasukannya yang menyerah, yang lainnya melarikan diri ke segala penjuru.

Perjamuan disiapkan untuk merayakan kemenangan ini. Mi Zhu diperkenalkan pada Liu Bei. Mi Zhu menceritakan kejadian yang dialami Tao Qian.

Liu Bei berkata, "Tao Qian adalah orang yang baik dan memiliki integritas tinggi. Dan sangat menyedihkan apabila dia harus menderita akibat kesalahan orang lain."

"Kau adalah masih famili kekaisaran" Kata Gubernur Kong Rong,"
Dan Cao Cao ini melukai orang2, seorang kuat yang menggunakan kekuatannya untuk bertindak sewenang-wenang. Kenapa tidak ikut denganku dan menolong yang tertindas ?"

"Aku tidak dapat menolak tetapi pasukanku lemah dan aku harus bertindak hati2." kata Liu Bei.

"Walaupun keinginanku untuk menolong karena persahabatanku dengan dia tetapi juga karena rasa kebenaran. Aku rasa hatimu juga memiliki rasa kebenaran itu bukan ?" Kata Kong rong.

Liu Bei berkata, "Jika memang begitu, kau pergi dahulu dan berikan aku waktu untuk menemui Gongsun Zan untuk meminta pinjaman pasukan dan kuda. Aku akan segera datang."

"Kau tidak akan melanggar janjimu bukan ?" Kata sang gubernur.

"Orang macam apa kau kira aku ini ?" kata Liu bei,"Kata orang bijak, 'Kematian adalah suatu hal yang umum; orang yg tidak jujur tidak akan dapat mengatur dirinya', apakah aku akan mendapatkan pinjaman tentara atau tidak, aku pasti akan datang."

Lalu rencana itu disetujui. Mi Zhu kembali lebih dahulu dan Kong Rong menyiapkan pasukannya untuk ekspedisi kali ini.

Taishi Ci memohon pamit, "Ibuku memohon aku untuk datang membantumu dan sekarang kau telah selamat. Surat datang dari atasanku Liu Yao, Penjaga kakaisaran dari Yang Zhou, aku harus segera datang. Aku harap akan dapat menemui lagi ."

Kong Rong ingin memberikan hadiah bagi Taishi Ci, namun Taishi Si menolak dan segera pergi.

Ketika dia bertemu dengan ibunya, ibunya sangat senang dan berkata, "Aku sangat senang kau dapat membuktikan balas budimu !"

setelah ini Taishi Ci berangkat ke Yang Zhou.

Liu Bei pergi ke tempat sahabatnya Gongsun Zan dan menceritakan keperluannya untuk membantu daerah Xu Zhou.

"Cao Cao dan kau bukanlah musuh. Kenapa kau mengorbankan dirumu demi orang lain?" kata Gongsun Zan.

"Aku telah berjanji" jawab Liu Bei," Dan aku tidak akan mengingkarinya."

"Aku akan meminjamkanmu 2.000 pasukan kuda dan infantri terbaikku." kata Gongsun Zan.

"Juga, aku ingin meminjam jasa Zhao Zilong." Kata Liu Bei.

Gongsun Zan menyetujui hal ini juga. Mereka berangkat, Pasukan Liu Bei dipimpin oleh Guang Yu dan Zhang Fei berada didepan sedangkan pasukan yang dia pinjam dipimpin Zhao Zilong berada dibelakang.

Mi Zhu yang kembali mengatakan bahwa Kong Rong telah setuju untuk membantu dan juga telah membawa Liu Bei dan pasukannya. Chen Deng yang jg telah kembali melaporkan bahwa Tian Kai setuju unutk membantu. Kedua berita ini dapat menenangkan hati Tao Qian.

Tetapi kedua pemimpin itu walaupun telah berjanji membantu, berkemah cukup jauh diperbukitan karena takut terlalu dekat dengan pasukan Cao Cao.
Cao Cao tahu mengenai kedatangan mereka dan membagi pasukannya untuk melawan mereka. Sehingga menunda penyerangan kota.

Pada saat ini Liu Bei datang menemui Kong Rong dan berkata, "Pasukan musuh sangat kuat dan Cao Cao sangat ahli dalam urusan perang. Kita harus berhati-hati. Mari kita melakukan pengintaian dan sebelum melakukan tindakan."

"Apa yang aku takutkan adalah kelaparan didalam kota" Kata Liu Bei, "Mereka tidak akan dapat bertahan terlalu lama, aku akan menaruh pasukanku dalam komandomu, sementara aku dan Zhang Fei akan mencoba menerobos masuk kota untuk menemui Tao Qian untuk berkonsultasi dengannya."

Kong Rong menyetujui hal ini, lalu dia dan Tian Kau mengambil posisi membentuk fromasi "Tanduk banteng" semetara Guan Yu dan Zhao Zi long berada disisinya untuk membantunya.

Ketika Liu Bei dan Zhang Fei serta 1000 tentaranya menerjang melewati pasukan Cao Cao. Mereka hampir berhasil mencapai sisi benteng tetapi tiba2 bunyi genderang perang bertabuhan dan keluarlah Yu Jin.

Yu Jin lalu berkata,"Kalian adalah orang gila mau menerobos pasukan ini, kalian kira kalian akan kamana ?"

Zhang Fei yang mendengarnya langsung marah dan dia langsung memacu kudanya kearah Yu Jin. Mereka bertarung beebrapa jurus dan Liu Bei yang mengeluarkan pedang kembarnya langsung berusaha menerobos lagi bersama tentaranya dan akhirnya mereka berhasil menerobos kepungan musuh itu. Zhang Fei yang ada dibelakangnya tidak dapat dihalangi oleh pasukan Yu Jin yang ketakutan melihat Zhang Fei yang besar dan sangar itu.
Logged

Farewell..
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-82
Offline Offline

Posts: 13841



« Reply #40 on: January 27, 2009, 03:28:12 PM »

Bab 11 bagian 2
Lu Bu Mengalahkan Cao Cao Didekat Pu Yang



Akhirnya mereka sampai di depan gerbang benteng dan setelah mereka masuk ke dalam kota. Liu Bei langsung disambut dan sebuah perjamuan diadakan untuknya. Pasukannya juga di jamu.

Tao Qian sangat senang dengan Liu Bei, dia menyukai semangat Liu Bei. Tao Qian memerintahkan Mi Zhu untuk mengambil Stempel dan Lambang jabatannya. Tetapi Liu Bei sangat terkejut.

"Apakah maksud semua ini ?" Kata Liu Bei.

Tao Qian berkata,"Sekarang banyak masalah diseluruh penjuru negeri dan perintah kaisar sepertinya sudah tidak ada lagi. Anda, Tuan adalah masih keluarga kaisar dan sangat tepat untuk membantu dan menolong kekaisaran. Aku sudah tua dan tidak mampu berbuat banyak dan aku ingin pensiun. Aku berharap kau tidak menolak, aku akan melaporkan tindakan ku ini kepada istana."

Liu Bei langsung bersujud dihadapan tuan rumah dan berkata, "Aku mungkin masih keluarga kaisar, tetapi jasaku masih kecil dan kurang bijaksana. Aku meragukan bahwa aku adalah orang tepat dan hanya karena aku merasa adalah hal yg benar untuk membantumu makanya aku datang kesini. Untuk mendengan kata2 seperti tadi membuatku ragu, tentu anda mengira ada keserakahan dalam hatiku. Biarkan Langit menghukumku bila aku berpikir seperti itu !"

"Ini benar2 harapanku " Kata Tao Qian.

Tao Qian terus dan terus memaksa untuk menyerahkan Xu Zhou pada Liu Bei tetapi Liu Bei terus menolak.

Didalam kekacauan itu, datanglah Mi Zhu dan berkata, "Musuh telah mencoba menembus tembok kota dan sesuatu harus segera dilakukan. Masalah ini dapat menunggu hingga keadaan benar2 tenang."

Kata Liu Bei, "Aku akan menulis surat pada Cao Cao dan memohon padanya untuk melepaskan pengepungan, jika dia menolak maka kita akan menyerangnya."

Pesan itu sampai kepada Cao Cao ketika mereka sedang rapat. Surat itu dibawa dan diserahkan pada Cao Cao. Ketika dia membuka dan membacanya ternyata surat itu dari Liu bei.

Surat itu berbunyi,
"Sejak kita bertemu dahulu, takdir telah memberikan pada kita tempat yang berbeda didunia ini dan aku belum dapat memberi hormat padamu. Tersentuh oleh kematian ayahmu, itu karena kebiadaban Zhang Kai dan bukan salah Tao Qian. Sekarang ketika sisa2 tentara pemberontak jubah kuning masih mengganngu negeri ini dan pengikut2 Dong Zhuo masih menguasai ibu kota, aku harap kau, tuan yang mulia, dapat mempertimbangkan kepentingan istana dibandingkan dengan kepentingan pribadi dan oleh karena itu mundurkanlah pasukanmu dari Xu Zhou untuk menyelamatkan negara. Tindakan seperti itu akan merupakan kebahagiaan bagi kota ini dan bagi seluruh kekaisaran."

Cao Cao merobek surat itu dan berkata,"Siapakah Liu Bei ini berani menulis dan menghinaku ? "

Cao Cao memerintahkan agar utusan itu dihukum mati dan menyuruh meningkatkan pengepungan.

Tetapi Guo Jia berkata, "Liu Bei telah datang dari jauh untuk membantu Tao Qian dan dia mencoba untuk bertindak sopan sebelum menggunakan kekuatan. Aku harap tuanku, balaslah surat ini dengan kata2 halus dan biarkan hatinya merasa aman. Lalu seranglah dengan kekuatan penuh dan kota akan jatuh."

Cao Cao melihat saran ini bagus, lalu dia mengampuni utusan itu dan menyuruhnya menunggu untuk membawa surat balasan.

ketika hal ini sedang berlangsung, seekor penunggang kuda datang membawa berita kurang baik, "Lu Bu menyerang Yan Zhou dan sekarang menduduki Pu Yang. Ketiga daerah --- Juan Cheng, Fan Xia dan Dong Jun sedang diserang !"

Ketika Li Jue dan Guo Si menyerang ibu kota, Lu Bu Kabur ketempat Yuan Shu. Tetapi Yuan Shu menolak menerimanya. Lu Bu lalu pergi ke Yuan Shao yang merupakan saudara Yuan Shu. Yuan Shao menerimanya dan menggunakanya untuk menyerang Zhang Yan di Chang Shan. Tetapi keberhasilan Lu Bu membuatnya terlalu bangga, dan sifat sombongnya mengesalkan jendral lain dibawah Yuan Shao, shg Yuan Shao sedang akan memerintahkan hukuman mati baginya. Tetapi Lu Bu telah pergi dan mengabdi pada Zhang Yang, Gubernur Shang Dang yang mau menerimanya.

Pada saat ini Pang Shu, yang bersembunyi dan melindungi keluarga Lu Bu di Chang An, mengembalikan mereka padanya. Hal ini mengakibatkan kemarahan Li Jue dan Guo Si sehingga mereka menghukum mati Pang Shu dan menulis surat pada pelindung Lu Bu akan melakukan tindakan yang sama pada mereka. Untuk menghindari ini Lu Bu pergi lagi dan kali ini dia mengikuti Zhang Miao, Gubernur Chen Liu.

Lu Bu tiba pada saat adik Zhang Miao, Zhang Chao memperkenalkan Chen Gong.

Chen Gong berkata Pada Zhang Miao, "Keruntuhan kekaisaran telah dimulai dan para panglima perang telah mengambil apapun yang dapat mereka kuasai. Sangat aneh apabila tuanku dengan keuntungan populasi penduduk yang besar dan persediaan makanan yang banyak tidak berusaha memerdekakan diri. Cao Cao telah melakukan ekspedisi ke timur dan meninggalkan daerah tidak terjaga. Lu Bu merupakan salah satu pendekar paling hebat pada saat ini dan jika kalian berdua menyerang dan mendapatkan Yan Zhou maka kita dapat menjadikannya batu pondasi kekuasaan kita."

Zhang Miao sangat senang mendengarnya. Dia memerintahkan untuk menyerang dan segera Lu Bu merebut wilayah Yan Zhou dan sekitarnya, Semua tetapi tinggal 3 kota-- Juan Cheng, Fan Xia dan Dong Jun yang dipertahankan mati-matian oleh Xun Yu dan Cheng Yu. Sepupu Cao Cao, Cao Ren telah bertempur berulang-ulang tetapi selalu dapat dikalahkan dan utusanpun dikirim agar segera dapat memberikan bantuan.

Cao Cao langsung merasa gelisah, "Jika daerahkun sendiri hilang, aku tidak mempunyai rumah untuk kembali ! aku harus segera melakukan sesuatu ."

"Hal yang terbaik adalah menjadi teman Liu Bei dan kembali ke Yan Zhou" kata Guo Jia.

Lalu Cao Cao menulis surat pada Liu Bei dan memberikannya pada utusan yang menunggu dan Cao Cao pun memerintahkan pasukannya untuk membongkar kemah dan mundur. Berita mengenai pasukan musuh yang mundur sangat menyenangkan Tao Qian yang lalu mengadakan pesta dan perjamuan sebagai ucapan terima kasihnya.

Ketika perjamuan berakhir, dia meneruskan dengan permintaanya untuk pensiun dan menyerahkan kekuasaan pada Liu Bei.

Menempatkan Liu Bei pada kursi Kehormatan, Tao Qian bersujud dihadapannya dan lalu berkata dihadapan yang hadir, "Aku tua dan lemah, kedua anakku tidak memiliki cukup kemampuan untuk memegang tanggung jawab dan jabatan tinggi ini. Liu bei adalah masih keturunan keluarga kaisar. Dia memiliki kebajikan dan bakat. AKu memberikan kekuasaan kepadanya untuk memerintah daerah ini dan kepadanyalah aku akan pensiun untuk merawat kesehatanku ini."

Liu Bei menjawab, "Aku datang atas permintaan gubernur Kong Rong, karena itu adalah hal yang benar untuk dilakukan. Xu Zhou telah aman, tetapi jika aku mengambilnya, pasti seluruh dunia akan mengatakan aku pria licik."

Mi Zhu berkata, "Kau tidak boleh menolaknya, Dinasti Han sedang runtuh dan ini adalah saatnya untuk mengembalikan kajayaannya. Daerah ini adalah daerah subur dan kaya, populasinya cukup besar dan kau adalah orang yang tepat untuk memerintah daerah ini."

"Tetapi aku tidak dapat menerimanya." kata Liu Bei.
Logged

Farewell..
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-82
Offline Offline

Posts: 13841



« Reply #41 on: January 27, 2009, 03:38:56 PM »

"Penjaga kekaisaran sedang sangat menderita." Kata Chen Deng, "Dan tidak dapat mengurusi semua permasalahan, kau tidak boleh menolak tuan."

Kata Liu Bei, "Yuan Shu berasal dari keluarga yang berkuasa, yang telah memegang jabatan tinggi di negara selama 4 generasi. Banyak orang yang menghormati dirinya, mengapa tidak mengundangnya untuk tugas ini ?"

"Karena Yuan Shu hanya seorang mayat berjalan dari kuburannya yang gelap, dan namanya tak layak untuk disebut. Ini adalah kesempatan dari langit dan kau akan menyesal jika melewati kesempatan ini." Kata Kong Rong.

Tetepi Liu Bei tetap menolaknya.

Tao Qian membujuk sambil mengeluarkan air mata, berkata, "Aku akan mati jika kau meninggalkanku dan tidak akan ada orang yang akan menutup mataku."

"Kakak, Kau harus menerima permohonan ini" Kata Guan Yu.

"Kenapa ribut Sekali ? " Kata Zhang Fei, "Kita tidak merebutnya, ini adalah harapannya untuk memberikan kepada kakak, lebih baik diterima dan semua dapat tidur dengan tenang malam ini."

"Kalian semua memaksaku melakukan sesuatu yang salah." Jelas Liu Bei.

Melihat Liu Bei tidak dapat dibujuk, Tao Qian berkata, "Karena kau telah mengeraskan hatimu, mungkin kau mau menetap di Xiao Pei. Itu hanya sebuah kota kecil, tetapi disana kau dapat menjaga dan mengawasi daerah ini."

Mereka semua satu suara berharap Liu Bei menerima, Lalu Liu Bei pun akhirnya menyetujui. Pesta kemenangan sekarang berakhir, waktunya untuk mengucapkan selamat jalan. Ketika Zhao Zilong berpamitan, Liu Bei memegang tangannya dan ketika dia pergi, air mata turun dari wajah Liu Bei. Kong Rong dan Tian Kai juga berpamitan dan kembali ke daerah masing2.

Ketika Liu Bei dan saudaranya memasuki kota Xiao Pei, pertama yang mereka lakukan adalah memperbaiki Pertahanan mereka dan mereka menenangkan penduduk.

Pada saat ini Cao Cao sedang memimpin 100.000 pasukannya untuk kembali kedaerahnya. Saat ini terjadi adalah thn ke 4 masa pemerintahan kaisar Xian (Thn 194 M).

Cao Ren segera menyambut dan bertemu dengan Cao Cao dan memberitahukan padanya, "Lu Bu sangat kuat dan dia mempunyai Chen Gong sebagai penasehat. Yan Zhou sudah dapat dikatakan telah kalah kecuali ke tiga daerah yang oleh Xun Yu dan Cheng Yu dipertahankan mati-matian."

Cao Cao berkata," Aku mengakui Lu Bu sebagai orang yang pemberani tetapi tidak lebih. Dia tidak pintar menggunakan taktir, jadi kita tidak perlu terlalu takut padanya."

Lalu dia memerintahkan untuk membuat perkemahan dan pertahanan yang kuat dan berdiskusi dengan penasehatnya untuk membuat rencana.

Lu Bu yang mengetahui Cao Cao telah kembali memanggil dua bawahannya, Xue Lan dan Li Fan. Kepada mereka diserahkan tugas untuk mempertahankan kota Yan Zhou, berkata "Aku telah lama menunggu kesempatan untuk menggunakan kemampuanmu. Sekarang aku memberimu 10.000 tentara, dan kau harus mempertahankan kota, sementara aku pergi dan menyerang Cao Cao."

Mereka menerima tugas itu.

Tetapi Chen Gong, ahli strategi Lu Bu, datang terburu-buru dan berkata, "Jendral, kau akan pergi kemana ?"

"Aku akan pergi ke kemah pasukanku di Pu Yang, untuk menyusun formasi perang."

"Kau membuat kesalahan," Kata Chen Gong, "Kedua orang yang telah kau pilih untuk mempertahankan kota ini tidak akan mampu menjalankan tugasnya. Di selatan 60 Km jauhnya ada sebuah jalan berliku menuju gunung Taishan, ini adalah posisi yang menguntungkan dimana kau harusnya menaruh orang2 terbaikmu disana untuk melakukan serang tiba2. Cao Cao akan segera kembali apabila dia mendengar hal ini. Jika kau serang ketika 1/2 pasukannya telah melewati tempat ini, kau akan dapat menangkapnya."

Kata Lu Bu, "Aku akan menduduki Pu Yang dan melihat apa yang terjadi kemudian, bagaimana kau dapat mengetahui rencana besarku ?"

Di Pu Yang ketika Chen Gong mendengar musuh mendekat, dia berkata, "Musuh akan kelelahan setelah perjalanan jauh, seranglah secepatnya sebelum mereka mempunyai waktu untuk beristirahat."

Lu Bu menjawab, "Aku, seorang diri dengan kudaku, tidak takut apapun juga. Aku datang dan pergi sesukaku. Pikirmu aku takut pada Cao Cao ini ? Biarkan dia membangun kemahnya, aku akan mengurusnya setelah itu."

Sekarang Cao Cao telah mendekati Pu Yang dan dia membangun kemah. Keesokan harinya dia memimpin para jendral2nya dan menempatkan mereka dalam formasi perang di dataran terbuka. Cao Cao memperhatikan musuhnya yang tiba dan menyiapkan formasi mengepung.

Lu Bu ada dibarisan paling depan diikuti oleh ke 8 jendralnya yang semuanya orang2 kuat. Zhang Liao dari Ma Yi, Hao Meng, Cao Xing dan Cheng Lian, Zang Ba dari Hua Ying, Wei Xu, Song Xian dan Hou Cheng. Mereka semua memimpin 50.000 tentara totalnya.

Cao Cao menunjuk pada musuhnya dan berkata, "Kau dan aku tidak punya permusuhan, kenapa kau menyerang daerahku ?"

"Kota2 Han adalah milik semua orang. Apa yg membuat daerah ini menjadi milikmu ? " Kata Lu Bu.

Berkata Seperti itu Lu Bu memerintahkan Zang Ba untuk maju dan menantang duel. Cao Cao memerintahkan Yue Jin untuk maju dan melawan. Kedua kuda itu mendekat dan kedua tombak itu saling menyerang lawannya. Mereka telah berduel sekitar 30 jurus dan tidak ada yang menang. Lalu Xiahou Dun maju untuk membantu rekannya dan Zhang Liao juga maju membantu rekannya. Dan mereka ber 4 bertarung.

Lu Bu yang marah lalu menerjang maju dengan kudanya ketempat mereka ber 4 bertarung. Melihatnya mendekat Yue Jing dan Xiahou Dun langsung kabur tetapi Lu Bu tetap mengejar mereka dan diikuti seluruh pasukannya. Cao Cao mundur sejauh 10 Km dan hari itu dia menderita kekalahan.

Cao Cao memanggil bawahannya untuk membahas masalah ini dan Yu Jin berkata, "Dari bukit diatas aku dapat melihat kemah musuh di sebelah barat Pu Yang. Mereka hanya ada sedikit orang didalam kemah itu. dan setelah kemenangan hari ini, kemah itu tidak akan dijaga. Mari kita serang dan jika kita bisa merebut kemah ini, kita dapat memberikan rasa takut bagi pasukan Lu Bu. Ini adalah rencana terbaik kita."

Cao Cao juga berpikir begitu, dia dan 6 jendral lainnya--Cao Hong, Li Dian, Mao Jie, Lu Qian, Yu Jin dan Dian Wei-- dan 20.000 pasukan berkuda dan infantri pergi diam2 melewati jalur rahasia menuju kemah Lu Bu.

Di dalam kemahnya Lu Bu sedang bergembira atas kemenangan hari itu, ketika Chen Gong mengingatkannya dan berkata, "Kemah disebelah barat sangat penting, dan itu mungkin akan diserang."

Tetapi Lu Bu membalas, "Musuh tidak akan berani menyerang setelah kekalahan hari ini."

"Cao Cao adalah komandan yang hebat," Balas Chen Gong, "Kau mesti waspada,jika tidak dia akan menyerang titik terlemah kita."

Lalu rencana dibuat untuk mengatur pertahanan. Jendral Gao Shun, Wei Xu dan Hou Cheng diperintahkan untuk membawa pasukan dan berjaga di kemah sebelah barat.

Pada subuh hari Cao Cao telah sampai di kemah musuh dan melakukan serang tiba2 dari empat penjuru. Pasukan yang bertahan tidak dapat menahan laju mereka. Semuanya kabur ke segala arah, dan kemahnya berhasi direbut. Tiba2 datang pasukan yang dikirim untuk mempertahankan kemah, Cao Cao langsung maju kearah mereka dan melihat Gao Shun. Pertempurang dilanjutkan lagi hingga hari mejelang sore. Pada saat itu bunyi genderang perang terdengar disebelah barat dan ada yg melaporkan padanya bahwa Lu Bu memimpin pasukannya sendiri. Cao Cao langsung memerintahkan pasukannya mundur.

Gao Sun, Wei Xu dan Hou Cheng mengejarnya, sementara Lu Bu menutup rute pelariannya. 2 jendral Cao Cao, Yu Jin dan Yue jing, menyerang pasukan Lu Bu tetapi tidak dapat menembusnya. Cao Cao pergi lewat utara, tetapi dari belakang bukit keluarlah Zhang Liao dan Zang Ba untuk menyerang. Lu Qian dan Cao Hong melawan kedua orang itu. Cao Cao pergi melewati jalur barat, disini dia bertemu dengan Hou Meng, Cao Xing, Cheng Liang dan Song Xian.

Pertarungan hidup dan mati terjadi, Cao Cao menerjang masuk kedalam pasukan musuh. Panah berterbangan diantara mereka dan mereka tidak dapat keluar dari kepungan tentara musuh.

Cao Cao yang sudah terdesak dan ketakutan berteriak, "Siapa yang dapat menyelamatkan aku ?"

Lalu dari jauh, ada orang berkuda yang menerjang maju membawa dua kampak besar membuka jalan bagi tuannya. Disepanjang jalan yang dia lewati banyak mayat terbelah menjadi dua atau mayat dengan tubuh terkoyak-koyak. Banjir darah terjadi disepanjang jalur yang dia lewati, padahal dia hanya seorang diri. Melihat hal ini pasukan musuh menjadi gentar, ketika mendekati Cao Cao dia berkata, "Jangan takut Tuanku !!!"

Dian Wei melompat dari kudanya, membuang kampak tangannya dan mengambil kampak perang yang besar yang dia pegang dengan kedua tangannya. berkata kepada pasukan Cao Cao disitu dia bilang, "Ketika musuh berjarak 10 langkah dariku, teriaklah kepadaku."

Lalu dia berlari maju, menerobos musuh dan tidak perduli pada panah yang berterbangan disekitarnya. Pasukan kuda Lu Bu mengikutinya dan ketika mereka mendekat. Pasukannya berteriak, "10 langkah !!!"

"5, lalu teriaklah lagi !!"

"5 langkah !!!!" Teriak pasukannya.

Lalu Dian Wei segera membalik badannya dan mengayunkan kampaknya yang besar. Seketika itu juga kuda dari pengejar2nya terbelah menjadi dua dan penunggannya berjatuhan.

Setelah membunuh 10 prang atau lebih, para pengejarnya melarikan diri dan Dian Wei lalu menaiki kuda yang ada disitu. Dia membacok kesegala arah dan tidak ada yang dapat menghalangi. Satu demi satu pasukan yang dilewatinya tumbang dan dia berhasil membawa Cao Cao keluar dari kepungan. Cao Cao dan jendralnya kembali ke kemah mereka.

Tetapi ketika malam tiba, Lu Bu datang menyerang.

"Cao Cao , kau pemberontak , JANGAN LARI !!!" Teriak Lu Bu.

Semua terdiam dan melihat satu sama lain. Pasukan Cao Cao kelelahan dan kuda2 mereka jg sama. Ketakutan melanda pasukan Cao Cao dan mereka mencari tempat perlindungan.

Nasib Cao Cao akan diceritakan di bab berikutnya.........
Logged

Farewell..
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-82
Offline Offline

Posts: 13841



« Reply #42 on: January 27, 2009, 03:48:32 PM »

BAB 12 Bagian 1
Tao Qian 3 kali Menawarkan Xu Zhou Kepada Liu Bei



Pada bab terdahulu di ceritakan Cao Cao yang sedang dalam keadaan bahaya. Tetapi bantuan datang. Xiahou Dun bersama 30.000 tentara datang dan melawan Lu Bu sampai fajar menyingsing. Hujan turun dengan sangat derasnya dan karena pasukan Lu Bu adalah pasukan berkuda maka mereka harus mundur. Ketika hari telah terang kembali, Cao Cao berhasil kembali ke kemah utama mereka. Dia menghadiahkan Dian Wei dengan sangat royal dan menaikan jabatannya.

Ketika Lu bu mencapai kemahnya kembali, dia memanggil Penasehatnya Chen Gong. Lalu Chen Gong mengusulkan stretegi baru.

Dia berkata, "Di Pu Yang ada seorang keluarga kaya dan terkenal. Namanya adalah Tian, keluarga mereka berjumlah ribuan orang, cukup untuk memenuhi sebuah desa. Suruhlah satu orang ini untuk pergi ke Cao Cao dan berpura-pura membawa surat rahasia yang menceritakan mengenai kekejamanmu dan kekesalan rakyat terhadap dirimu dan mereka semua menginginkan untuk menyingkirkan dirimu. Dan sebarkan berita juga bahwa hanya Gao Shun yang menjaga kota dan mereka akan menolong siapa saja yang bisa membantu mereka. Lalu musuh kita Cao Cao akan terpancing masuk kedalam kota, dan kita akan menghancurkan dia dengan menggunakan api atau serangan tiba2. Kemampuannya mungkin cukup hebat untuk mengatur jagad raya tetapi dia tidak akan lolos."

Lu Bu setuju dengan usul ini dan dia mengatur agar keluarga Tian mengirim orang untuk menyampaikan surat ini.

Setelah kekalahan ini, Cao Cao tidak dapat menentukan apa tindakan selanjutnya. Dengan tibanya surat rahasia itu, Cao Cao langsung bersuka cita.

Isi Surat itu :
"Lu Bu telah mengarahkan pasukannya ke Li Yang. Pertahanan kota lemah, kau harus menyerang secepatnya dan kami akan membantu dari dalam. Ikuti tanda bendera putih"

"Langit akan memberiku Pu Yang !" Kata Cao Cao dgn senangnya.

Lalu dia menghadiahkan utusan itu dan mulai melakukan persiapan.

Lalu datang Liu Ye dan berkata, "Lu Bu bukanlah ahli strategi, tetapi Chen Gong penuh dengan tipu daya. Aku khawatir ada kebohongan didalam surat itu dan kau harus berhati2. Jika kau akan pergi, masuklah kekota itu hanya dengan 1/3 pasukan dan tinggalkan sisanya diluar kota sebagai cadangan."

Cao Cao setuju untuk berhati-hati. Dia pergi ke Pu Yang, dimana dia melihat seorang pria mengobarkan bendera putih, dia melihat bendera itu digerbang barat. Hatinya dipenuhi perasaan gembira.

Hari itu hampir tengah malam, gerbang kota dibuka dan kedua pasukan tampil seperti akan berperang. Gao Shun, Komandan garis depan dan Hou Cheng, komandan garis belakang. Cao Cao memerintahkan jendralnya, Dian Wei untuk menghadapi mereka. Tetapi perang tidak berlangsung lama dan pasukan Gao Shun dan Hou Cheng kembali kedalam kota. Dengan tindakan ini pasukan Dian Wei telah dipaksa mengejar hingga kedekat jembatan gantung. Dari dalam kota beberapa prajurit telah lari dan kabur keluar kota.

Kepada Cao Cao mereka menyerahkan surat, "Signal untuk menyerang akan kami berikan dengan memukul gong pada jam 1. Ini adalah waktu untuk menyerang dan jembatan serta gerbang akan kami buka."

Lalu Cao Cao memerintahkan Xiahou Dun untuk membawa pasukannya ke sebelah ke kiri dan Cao Hong kesebelah kanan. Cao Cao memimpin pasukan utama dan bersama Xiahou Yuan, Li Dian dan Yue Jing masuk kedalam kota.

Li Dian mengingatkan kepada tuannya. "Tuanku , kau harus berada diluar kota dan biarkan kami masuk lebih dahulu."

Tetapi Cao Cao memerintahkannya untuk diam dan berkata, "Jika aku tidak maju, lalu siapa yang akan maju ?"

Dan seperti yang direncanakan, ketika dia mendekati gerbang barat, dia mendengar suara gong dan gerbang dibuka. Cao Cao lalu memacu kudanya maju dan masuk kedalam kota.

Ketika dia sampai di kediaman Gubernur, dia memperhatikan jalanan sangat sepi dan tidak ada siapa2. Saat itu dia tahu dia telah masuk dalam perangkap. Berputar kebelakang dia berteriak kepada para prajuritnya untuk mundur. Lalu bunyi petasan memecahkan keheningan dan muncul pasukan dari berbagai arah dari tempat persembunyian mereka sambil berteriak. Gong dan genderang bertabuhan seperti air sungai yang jatuh dan laut yang mendidih. Dari dua arah timur dan barat datang dua pasukan yang siap menyerang, dipimpin oleh Zhang Liao dan Zang Ba.

Cao Cao memacu kudanya ke utara kota untuk mencari jalan. Tetapi disana telah menunggu Hou Cheng dan Gao Shun. Jendral Cao Cao, Dian Wei dengan mata melotot dan tampak menyeramkan, menerobos pasukan musuh dan berhasil keluar dengan musuh mengikutinya.

Tetapi ketika Dian Wei sampai dijembatan gantung, dia melihat belakangnya dan kehilangan tuannya. Dian Wei berbalik dan menghajar semua yang menghalanginya. Ketika dipersimpangan jalan ditengah kota dia melihat Li Dian.

"Dimana Tuan Kita ?" Tanya Dian Wei.

"Aku juga sedang mencari dia !" Kata Li Dian.

"Cepat ! Cari bantuan dari Luar " teriak Dian Wei, "Aku akan mencarinya !"

Lalui Li Dian secepatnya keluar dan mencari bantuan, Dian Wei seperti beruang lepas, mengamuk disepanjang jalan dan membantai setiap musuh yang ditemuinya. Dia mencari ke segala arah untuk menemukan Cao Cao. Karena tidak ditemukan Dian Wei lalu menerobos kepungan musuh untuk keluar dari kota, Ditengah jalan Dian Wei bertemu Yue Jing dan bertanya dimanakah Cao Cao.

"Aku telah keluar masuk kota sebanyak dua kali mencari dirinya, tetapi tidak dapat menemukan dirinya !" kata Dian Wei.

"Mari kita masuk bersama " Kata Yue Jing.

Mereka menuju gerbang kota yang lain, tetapi bunyi suara ledakan petasan dan api yang berkobar dimana-mana membuat kuda Yue Jing ketakutan sehingga menolak untuk lewat. Dian Wei akhirnya masuk sendiri kedalam, melewati api dan asap. Dan dia mencari kesegala sisi.

Ketika Cao Cao melihat Dian Wei tiba, dia tdk sempat memanggilnya dan karena asap tebal, Dian Wei juga tidak melihat Cao Cao.
Cao Cao lalu mencoba untuk melewati gerbang utara lagi. Dalam perjalanannya, dia melihat Lu Bu mendekat kearahnya dengan membawa tombaknya. Cao Cao Langsung memacu kudanya sekencang-kencangnya.

Tetapi Lu Bu berhasil mengejarnya dan mengira orang yang ditemuinya itu adalah pasukannya karena asap sangat tebal, dia bertanya, "Dimana Cao Cao ?"

Cao Cao langsung berkata, "Oh, dia disana sedang terkepung ! Itu dia !" sambil menujuk asal kearah seorang penunggang kuda.

Mendengar ini Lu Bu mengejar orang itu.

Hal ini membuat Cao Cao lega dan dia pergi menuju gerbang timur. Lalu dia bertemu dengan Dian Wei, yang lalu melindunginya dan berusaha membawanya keluar, Dian Wei membunuh siapa saja yang menghalangi jalan mereka. Di sepanjang jalur menuju gerbang timur banyak mayat bergelimpangan terkena sabetan kampak Dian Wei yang sangat besar. Disini api berkobar dengan sangat hebatnya, batang2 kayu berjatuhan. Salah satu batang kayu besar jatuh menimpa Cao Cao, Cao Cao berhasil menghindar tetapi kudanya tidak dan akhirnya Cao Caopun terjatuh, rambut, janggut dan tangannya terbakar dan menimbulkan luka. Dian Wei langsung menolongnya dan membawanya keluar gerbang. Beruntung Xiahou Yun telah sampai untuk menolong, yang lalu menaikkan Cao Cao dikudanya, dan mereka berhasil keluar dari kota yang terbakar itu. Tetapi mereka tetap harus bertarung hingga tengah hari.

Cao Cao berhasil kembali ke kemahnya dan semua jendralnya berkumpul untuk melihat keadaanya dan mendengar kabar kesehatannya. Dia lalu bangkit dan tertawa mengenai pelariannya dari kota yang terbakar.

"Aku melakukan kesalahan dan masuk kedalam perangkap bodoh itu, tetapi aku akan membalas dendam," Katanya.

"Mari kita susun rencana berikutnya segera" kata Guo Jia.
Logged

Farewell..
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-82
Offline Offline

Posts: 13841



« Reply #43 on: January 27, 2009, 03:57:39 PM »

"Aku akan membuat siasatnya menjadi siasatku. Aku akan menyebarkan berita bohong bahwa aku telah terbakar dan telah mati td malam. Dia akan segera datang menyerang setelah mendengar berita itu dan aku akan menyiapkan perangkap di bukit Ma Ling. Aku akan mendapatkannya kali ini."

"Benar2 rencana yang bagus !" Kata Guo Jia.

Lalu pasukan diperintahkan untuk menggenakan pakaian berkabung dan melaporkan bahwa Cao Cao telah tewas. Dan segera setelah Lu Bu mendengar hal itu, dia mengumpulkan tentaranya dan langsung menyerang, mengambil jalan melewati Bukut Ma Ling, dia menuju markas musuh.

Ketika dia melintas di bukit, dia langsung dikejutkan oleh genderang perang dan pasukan yang bersembunyi disana langsung keluar menyerang dia dan mengepungnya dari segala arah. Hanya dengan bertarung mati-matian dia berhasil keluar dari kepungan dan dengan sisa pasukan yang dalam keadaan menyedihkan dia kembali kekemahnya di Pu Yang. Disana dia menguatkan benteng pertahanan dan tidak keluar untuk berperang.

Tahun ini, hama tanaman belalang tiba2 menyerang dan menghancurkan banyak tanah pertanian. Dimana-mana terjadi kelaparan dan di daerah timur laut harga satu kereta beras adalah 50 keping perunggu. Orang2 bahkan mulai menjadi kanibal. Pasukan Cao Cao yang kelaparan bergerak ke Juan Cheng. Lu bu membawa pasukannya ke Shan Yang. Akihrnya perang berhenti.

Di Xu Zhou, penjaga kekaisaran , Tao Qian telah berumur lebih dari 60 thn. Tiba2 dia jatuh sakit dan dia memanggil Mi Zhu ke ruangannya untuk mengatur masa depan Xu Zhou.

Karena melihat keadaan, Penasehatnya berkat, "Cao Cao telah berhenti menyerang tempat ini karena musuhnya telah menduduki Yan Zhou. Dan mereka sekarang melakukan gencatan senjata karena ada kelaparan di utara. Tetapi Cao Cao pasti akan menyerang kembali pada musim semi. Ketika Liu Bei menolak mengambil tempat ini dari tanganmu, kau sedang dalam keadaan sehat. Sekarang kau sakit, dan kau bisa membuat ini menjadi alasan pensiunmu, dan dia tidak akan dapat menolak lagi."

Lalu utusan dikirm ke Xiao Pei untuk memanggil Liu Bei. Dia dan kedua saudaranya langsung dibawa ke ruangan Tao Qian yang sedang sakit itu. Tanpa berbasa-basi, Tao Qian langsung menyatakan permasalahan yg ingin dia bahas dengan Liu Bei.

"Tuan aku memintamu untuk datang karena aku tengah sakit keras dan akan mati sewaktu-waktu. Aku mohon kepadamu tuan, untuk mempertimbangkan dinasti han sebagai kekaisaran lebih penting dari hal lainnya dan karena itu tolong kau ambil simbol penugasan ini dan juga simbol pemerintahan. Dengan begitu aku dapat menutup mataku dengan tenang."

"Kau mempunyai dua putra, kenapa tidak mengangkat mereka menggantikanmu ?" tanya Liu Bei.

"Keduanya kekurangan bakat. Aku percaya kau akan dapat mengajari mereka ketika aku sudah tidak ada. Tetapi jgn biarkan mereka memerintah."

"Tetapi aku tidak cocok untuk mengemban tugas ini ." Jawab Liu Bei.

"Aku akan merekomendasikan siapa yang dapat membantu tugasmu ini. Dia adalah Sun Qian dari Bei Hai."

Melihat Mi Zhu, Tao Qian berkata, "Liu Bei ini adalah orang yang paling cocok saat ini untuk memerintah daerah ini, kau harus melayaninya dengan baik."

Liu Bei masih menolak tetapi kemudian Tao Qian dengan menunjuk pada hatinya sebagai tanda ketulusan dan akhirnya dia meninggal dunia.

Ketika upacara pemakaman berlangsung, Lambang penugasan dibawa kehadapan Liu Bei. Tetapi dia tidak mau menerimanya. Keesokan harinya seluruh penduduk dan desa disekitar berkumpul didepan istana gubernur, bersujud dan mengeluarkan air mata, memohon agar Liu Bei menerima penugasan itu.

"Jika kau tidak mau, kami tidak dapat hidup dengan tenang !" kata mereka.

Dan dengan didesak saudara2nya akhirnya dia mau menerima tugas tersebut. Dia langsung menunjuk Sun Qian dan Mi Zhu sebagai penasehat utama dan Chen Deng sebagai sekretaris gubernur. Dia memindahkan pasukannya dari Xiao Pei ke Xu Zhou dan dia membuat proklamasi untuk menyakinkan rakyat.

Dia juga menghadiri upaca pemakaman, dia dan seluruh pasukannya berpakaian berkabung. Tempat pemakaman Tao Qian ada didekat sungai kuning. Wasiat terakhir dari Tao Qian dibawa ke Istana.

Berita mengenai kejadian di Xu Zhou ini sampai ke telinga Cao Cao di Juan Cheng.

Kata dia dengan marah, "Aku telah kehilangan kesempatan membalas dendam. Liu Bei ini dengan begitu saja dapat memperoleh komando untuk daerah itu tanpa perlu mengeluarkan 1/2 anak panah pun. Dia dapat duduk tenang dan memperoleh apa yang diinginkannya. Tetapi aku akan membunuhnya dan menggali kuburan Tao Qian untuk membalaskan dendam untuk ayahku !"

Perintah dikeluarkan bagi pasukan untuk bersiap-siap menyerang Xu Zhou.

Tetapi penasehat Xun Yu mencegahnya dan berkata," Liu Bang dulu mengamankan dahulu daerahnya dan baru menempatkan tahtanya, Liu Xiu mengambil Henei sebelum menyerang Chang An. Mereka berdua mengkonsolidasikan kekuatan mereka dahulu baru mereka dapat memerintah seluruh kekaisaran. Dengan begitu mereka dapat menyelesaikan rencana besar mereka walaupun dengan berbagai kesulitan."

"Tuan yang mulia, Yan Zhou adalah Henei dan itu adalah daerah yang strategis. Jika kau menyerang Xu Zhou dan meninggalkan terlalu banyak tentara untuk bertahan, maka misimu tidak akan tercapai. Jika kau meninggalkan terlalu sedikit, Lu Bu akan menyerang kita dan akhirnya kau akan kehilangan daerah ini dan tidak dapat menguasai Xu Zhou. Daerah itu tidak kosong walaupun Tao Qian telah meninggal, Liu Bei ada disana dan karena rakyat mendukungnya, mereka akan bertarung mati-matian untuknya. Untuk meninggalkan tempat ini untuk hal itu adalah seperti menukarkan yang besar untuk yang kecil, untuk menukarkan batang dengan ranting. Aku harap kau mempertimbangkan hal ini baik2."

Cao Cao menjawab, "Bukanlah suatu rencana yang baik untuk membiarkan tentara berdiam diri saja dimasa yang sulit ini."

"Jika memang begitu, akan lebih menguntungkan untuk menyerang daerah timur Chen Cheng, Ying Chuan dan Ru Nan dan memberi makan pasukanmu dengan hasil dari tanah2 itu. Sisa2 pemberontak Jubah kuning, He Yi dan Huang Shao, berada disana dengan persediaan pangan dan harta hasil jarahan mereka. Pemberontak macam mereka ,mudah dikalahkan. Hancurkan mereka dan kau dapat memberi makan pasukanmu. Lebih lagi, istana dan rakyat akan memujamu."

Rencana ini menyenangkan Cao Cao dan dia dengan cepat melakukan persiapan untuk menjalankan hal itu. Dia meninggalkan Xiahou Dun dan Cao Ren untuk menjaga Juan Cheng, sementara dia dan pasukan utamanya, dengan perintahnya maju untuk menguasai Chen Cheng. Setelah berhasil mereka pergi ke Runan dan Ying Chuan.

Sekarang para pemimpin pemberontak Jubah Kuning, He Yi dan Huang Shao, mengetahui bahwa Cao Cao mendekat. Mereka keluar dengan pasukannya dan melawannya. Mereka bertemu di "Bukit Kambing Gunung". Walaupun tentara pemberontak sangat banyak, mereka kacau balau, tidak lebih dari binatang liar yang tidak terorganisir dan tidak disiplin. Cao Cao memerintahkan para pemanahnya untuk memanahi mereka.

Dian Wei dikirim untuk menantang berduel. Pemberontak itu memilih seseorang untuk keluar dan melawan. Dan hanya dalam 3 jurus, Dian Wei mengalahkannya. Lalu pasukan Cao Cao menekan maju dan mereka berkemah dibukit itu.

Keesokan harinya , Huang Shao memimpin sendiri tetaranya dan membuat formasi melingkar. Seorang pemimpin maju untuk menantang. Dia memakai sorban kuning dan jubah hijau dan senjatanya adalah gada besi.

Dia berteriak, "Aku HE MAN, setan yang menguncang langit. Siapa yang berani melawanku ?"

Cao Hong langsung maju dan menerima tantangan itu. Dia turun dari kudanya dan mengambil pedangnya. Lalu maju dan mereka berdua bertarung dalam pertarungan yang sengit dihadapan semua pasukan. Mereka telah bertarung lebih dari 50 jurus dan tidak ada yang menang. Lalu Chao Hong berpura-pura kalah dan lari. He Man mengejarnya. Ketika dia telah mendekat, Cao Hong berputar dan melukai musuhnya dan satu tusukan kemudian mencabut nyawa He Man.
 
 
Logged

Farewell..
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-82
Offline Offline

Posts: 13841



« Reply #44 on: January 27, 2009, 04:08:49 PM »

Bab 12 bagian 2
Cao Cao Mengambil Kembali Yan Zhou dari Lu Bu



Li Dian dgn segera maju membawa pasukannya menyerang pasukan pemberontak. Dan berhasil menangkap Huang Shao, Pasukan Cao Cao langsung maju menyerang dan menghancurkan pemberontak. Hasil pampasan perang berupa makanan dan perhiasan sangat banyak jumlahnya.

pemimpin pemberontak yang lain He Yi, lari dengan beberapa ratus prajurit berkuda menuju bukit Ge Pei. Tetapi didalam perjalanan, mereka dihadang oleh seseorang bertubuh besar , gempal dan sedikit gemuk. Dengan pinggang dan pundak yang sama besarnya, dia menggunakan gada besar.

Dia menghalangi jalan keluar seorang diri, He Yi mengambil tombaknya dan langsung menuju dia. Tetapi baru saja He Yi menusukan tombaknya, orang itu menarik He Yi dan langsung menangkapnya dan menjadikan He Yi tawanan. Pemberontak yang lain ketakutan dan diperintahkan untuk turun dari kuda dan mengikat diri mereka sendiri. Dan orang itu seorang diri, mengantar mereka semua seperti seorang penggembala mengembalakan hewan.

Dian Wei yang mengejar pemberontak itu, sampai di Bukit Gepei dan bertemu dengan orang kuat itu.

"Apakah kau juga pemberontak jubah kuning ?" Tanya Dian Wei.

"Aku punya beberapa ratus pemeberontak jubah kuning yang kujadikan tawanan." Kata Orang itu.

"Kau..seorang diri ? Jgn mempermainkan aku, kalau memang benar dimana mereka ?" Tanya Dian Wei.

"Aku akan mengatakannya kalau kau dapat merebut pedang ini dari tanganku." Jawab Orang itu.

Hal ini membuat Dian Wei kesal dan lalu menyerang dia. Mereka bertarung selama 2 jam dan belum ada yang menang. Dian Wei menyerang orang itu dengan tangan kosong dan hampir saja mengenai kepalanya dengan tinjunya, tetapi malah mengenai batu yang berada dibelakangnya. Batu itu hancur, orang itu bekata, "Pukulanmu kuat sekali, tetapi badanku ini lebih kuat dari pada batu itu !!".
Dan mereka bertarung terus, hingga akhirnya keduanya kelelahan dan beristirahat. Orang itu yang pertama kali bangkit lagi dan menantang, Dian Wei melayaninya. Mereka berdua bertarung menggunakan tangan kosong kali ini.
Orang itu mengeluarkan beberapa tinjunya dan merobohkan beberapa batang pohon dengan tangannya. Dian Wei berhasil memukulnya, tetapi bahkan orang itu tidak bergerak mundur sedikitpun, melihat hal ini dia berpikir, "Badannya sekuat beruang, aku tidak mungkin mengalahkannya dengan cara ini.", Lalu tibax batang pohon yang dicabut orang itu di hujamkam ke badan Dian Wei, Dian Wei dengan tinjunya menghancurkan batang pohon tersebut. Mereka berdua bertarung hingga malam hari tiba. Sekarang karena kedua-duanya sudah sangat kelelahan maka mereka berdua berhenti.

Sementar itu ada pasukan dari Dian Wei yang melaporkan pertarungan yang hebat itu pada Cao Cao yang lalu segera mengikuti dan menyaksikan pertarungan itu dengan terkagum-kagum. Diikuti dengan jendral2 dan penasehat lainnya untuk menyaksikan siapa yang menang.

Keesokan paginya, kedua pendekar itu keluar lagi dan Cao Cao juga melihat mereka. Dalam hatinya Cao Cao sangat senang melihat pendekar yang hebat itu dan ingin mendapatkan jasanya untuk berkerja padanya. Lalu Cao Cao meminta Dian Wei untuk pura2 kalah.

Dian Wei keluar dan menantang, sekitar 30 ronde pertarungan berlangsung dan Dian Wei kabur, lalu orang itu mengikutinya. Orang itu mengikuti tetapi sebuah anak panah menghalanginya dan dia pun mundur.

1,5 Km dari tempat itu Cao Cao telah memasang perangkap. Keesokan harinya Dian Wei disuruh menantang lagi. Tetapi lawannya tidak mau menjawab.

"Kapankah pemimpin yang kalah akan keluar ?" Ejek Dian Wei.

Orang itu langsung keluar dari tempatnya dan Dian Wei setelah bertarung sejenak, pura2x mundur. Musuhnya mengejarnya dan akhirnya masuk dalam perangkap yg Cao Cao telah siapkan. Prajurit disitu segera menangkapnya dan mengikatnya, dibutuhkan 100 orang untuk menangkapnya dan 20 orang untuk mengikatnya dan menyeretnya.

Segera setelah Cao Cao mendapatkan tawanannya, dia langsung keluar dari tenda dan menyuruh prajurit pergi. Dan dengan tangannya sendiri dia melepaskan ikatan itu, lalu dibawakannya pakaian dan meminta dia untuk duduk dan menanyakan asal-usulnya.

"Namaku adalah Xu Chu, aku dari Qiao. Ketika pemberontakan terjadi aku dan keluargaku berjumlah beberapa ratus orang membangun benteng untuk perlindungan. Suatu hari pencuri datang tetapi aku telah menyiapkan batu untuk mereka. Aku memerintahkan untuk melempar batu pada mereka, ini akhirnya berhasil menghalau pare pencuri itu. Hari lain mereka kembali lagi dan kami kekurangan beras. Jadu aku setuju menukar lembu dengan beras. Mereka setuju dan datang membawa beras dan aku menyerahkan lembu, tetapi hewan itu mengamuk dan menanduk mereka. Aku langsung menarik buntut dua ekor lembu itu, masing2 dengan satu tangan dan menarik mereka sejauh 100 langkah. Pencuri itu sangat terkejut dan mereka tidak memikirkan mengenai lembu itu tetapi mereka langsung pergi. Jadi mereka tidak pernah membuat keributan lagi didaerah ini."

"Aku sudah mendengar mengenai kehebatanmu. "Kata Cao Cao, "Maukah kau bergabung dengan tentaraku ?"

"Itu adalah keinginanku." Kata Xu Chu.

Lalu Xu Chu memanggil pasukannya, beberapa ratus jumlahnya dan mereka semua bersujud pada Cao Cao. Xu Chu diangkat menjadi jendral dan diberi hadiah emas. Kedua kepala pemberontak He Yi dan Huang Shao, dipenggal. Runan dan Ying Chuang berhasil direbut.

Cao Cao menarik pasukannya kembali ke Juan Cheng.

Xiahou Dun dan Cao Ren langsung keluar dan menyambut mereka dan berkata, "Pengintai telah melaporkan bahwa kota Yan Zhou telah dibiarkan tanpa pertahanan. Jendral Lu Bu, Xue Lan dan Li Feng, telah meninggalkan benteng dan menjarah daerah sekitar. Kita harus bertindak sekarang. Dengan pasukan kita yang baru memenangkan pertempuran, Kota itu akan jatuh dalam sekali pukul."

Lalu Cao Cao segera bergerak membawa pasukannya ke kota itu. Serangan sangat tidak diduga oleh kedua pemimpin Xue Lan dan Li Fang, Mereka segera memerintahkan pasukan mereka untuk melawan.

Xu Chu berkata, "Aku ingin menangkap kedua orang itu sebagai hadiah perkenalan."

Tugas ini diberkan kepadanya dan dia berkuda maju. Li Fang dgn tombaknya langsung maju melawan Xu Chu. Pertarungan itu singkat, hanya dalam 2 jurus, Li Fang telah jatuh. Xue Lan mundur dgn pasukannya. Tetapi dia menemukan bahwa jembatan gantung telah direbut oleh Li Dian, sehingga dia tidak dapat kembali kedalam kota. Xue Lan memimpin pasukannya menuju Ju Ye, Tetapi Lu Qian mengejar dan membunuh dia dengan panah. Pasukannya tercerai berai ke 4 penjuru. Dan dengan begitu Yan Zhou berhasil direbut.

Kemudian Cheng Yu mengusulkan mengadakan ekspedisi ke Pu Yang. Cao Cao mengarahkan pasukannya kesana. Pemimpin penyerangannya kali ini adalah Dian Wei dan Xu Chu. Xiahou Dun dan Yuan memimpin sayap kiri dan Li Dian serta Yue Jing memimpin sayap kanan. Yu Jin dan Lu Qian menjaga garis belakang dan Cao Cao memimpin ditengah.

Ketika mereka mendekati Pu Yang, Lu Bu bermaksud untuk keluar sendiri dan menyerang , tetapi penasehatnya Chen Gong berkata,"Jendral kau tidak boleh keluar sampai jendral yang lain tiba."

"Siapakah yang aku takutkan ?" Kata Lu Bu.

Dia tidak mendengarkan saran ini dan keluar dari kota. Dia bertemu dengan musuhnya dan mulai melakukan pertempuran. Xu Chu langsung berhadapan dengan Lu Bu, Setelah 20 jurus tidak ada yg menang.

"Lu Bu Bukanlah orang yang dapat diatasi dengan mudah." Kata Cao Cao.

Dan dia mengirim Dian Wei untuk ikut melawan Lu Bu. Lu Bu bertahan dari serangan kedua orang itu. Lalu setelah 20 jurus lagi, mereka belum ada yang menang dan kalah. Cao Cao mengutus Xiahou Dun dan Yuan untuk membantu dari kiri dan Li Dian dan Yue Jing untuk membantu dari kanan. Lu Bu sekarang melawan 6 orang sekaligus. Dian Wei dan Xu Chu menyerang Lu Bu secara membabi buta dan Xiahou Dun dan Yuan berusaha mendesak Lu Bu untuk jatuh dari kudanya sementara Li Dian dan Yue Jing mengalihkan perhatian Lu Bu. Lu Bu yang marah dan terdesak, bertarung seperti orang kesetanan, dia memutar tombaknya kesekelilingnya dan menerjang siapa saja yang berada didekatnya. Melihat hal ini ke 6 jendral Cao Cao menjadi gentar dan mundur, hal ini memberikan ruang buat Lu Bu untuk kabur.

Ketika Lu Bu sampai di jembatan gantung. Dia berteriak , "Bukakan gerbang, biarkan aku masuk !!"
Logged

Farewell..
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-82
Offline Offline

Posts: 13841



« Reply #45 on: January 27, 2009, 04:15:42 PM »

Tetapi beberapa keluarga Tian yang melihat Lu Bu kembali dengan kekalahan, mereka tidak mau membukakan gerbang.

"Kami telah mengikuti Cao Cao !" Kata keluarga Tian itu.

Lu Bu memaki-maki mereka dan mengancamnya sebelum akhirnya meninggalkan tempat itu. Chen Gong kabur dari gerbang timur dgn membawa kelurga Lu Bu.

Dengan ini Pu Yang jatuh ketangan Cao Cao dan sebagai imbalan bagi keluarga Tian mereka diampuni dari kesalahannya terdahulu.

Tetapi kata Liu Ye, "Lu Bu adalah binatang buas. Jika kita membiarkannya hidup, dia akan menjadi bahaya yang mengancam, kita harus memburunya !"

Liu Ye diperintahkan menjaga Pu Yang. Cao Cao mengejar Lu Bu ke Ding Tao dimana dia bersembunyi.

Lu Bu, Zhang Miao dan Zhang Cao, semua berkumpul dikota. Gao Shun dan jendral lainnya sedang keluar memanen sawah. Pasukan Cao Cao tiba, tapi tidak menyerang selama beberapa hari dan mundur 15 km dan membangun benteng. Ini adalah saatnya memanen dan dia memerintahkan pasukannya untuk memanen sawah. Pengintai melaporkan hal ini kepada Lu Bu yang langsung datang melihat. Tetapi ketika melihat benteng Cao Cao berada dekat dengan hutan, dia takut akan ada perangkap disana dan mundur. Cao Cao mendengar Lu Bu datang dan pergi dan menebak alasannya.

"Dia takut ada perangkap di hutan." Kata Cao Cao. "Kita akan memasang bendera disana dan menipunya, ada parit2 panjang dibelakang kemah, tetapi tidak ada airnya. Disana kita akan memasang perangkap apabila dia datang untuk membakar hutan."

Lalu Cao Cao menyembunyikan pasukannya di belakang parit kecuali sekitar 100 penabuh genderang dan dia menyuruh penduduk sekitar untuk lalu lalang didalam benteng sehingga seolah2 benteng tidak kosong.

Lu Bu berkuda kembali dan memberitahu Chen Gong apa yang dia lihat.

"Cao Cao ini sangat licik dan banyak tipu daya" Kata Penasehatnya, "Jgn bertindak apapun juga."

"Aku akan menggunakan api kali ini dan membakar perangkapnya itu." Kata Lu Bu.

Keesokan paginya Lu Bu keluar dan dia melihat bendera Cao Cao dimana-mana didalam hutan .Dia memerintahkan pasukannya untuk menyalakan api di berbagai sisi hutan. Tetapi terkejutnya dia bahwa tidak ada orang yang keluar untuk kembali ke dalam bentengnya. Dia mendengar genderang perang bertabuhan dan keragu-raguan memenuhi pikirannya. Tiba2 dia melihat sekelompok pasukan keluar dari persembunyian. Dia memacu kudanya untuk melihat apa yang terjadi.

Signal petasan dibunyikan, tiba2 pasukan keluar dari persembunyian dan pemimpinya berhamburan keluar. Xiahou Dun, Xiahou Yuan, Xu Chu, Dian Wei, Li Dian dan Yue Jing semua menyerang bersama-sama. Lu bu terdesak dan kabur ke dataran terbuka. Salah satu jendralnya, Cheng Lian, tewas terbunuh panah Yue Jing. 2/3 pasukannya tewas dan sisanya kembali menemui Chen Gong untuk melaporkan apa yang terjadi.

"Kita sebaiknya pergi" Kata Chen Gong, "Kota yg kosong tidak dapat dipertahankan."

Lalu Chen Gong dan Gao Shun beserta keluarga mereka dan keluarga Lu Bu meninggalkan Ding Tao. Ketika Pasukan Cao Cao masuk kedalam kota, mereka tidak menemukan perlawanan berarti. Zhang Cao melakukan bunuh diri dengan membakar dirinya sendiri dan Zhang Miao kabur ke tempat Yuan Shu.

Dengan ini seluruh daerah Timur Laut telah jatuh ketangan Cao Cao kecuali wilayah yang dikuasai Yuan Shao. Dia kemudian menenangkan rakyat dan membangun kembali kota2 dan pertahanan mereka. Semua ini terjadi pada thn ke 5 pemerintahan kaisar Xian. (Thn 195 M).

Lu Bu yang melarikan diri bertemu dengan jendralnya dan Chen Gong. "Aku hanya punya tentara kecil ini " kata Lu Bu, "Tetapi masih cukup untuk melawan Cao Cao!"

Nasib Lu Bu akan diceritakan di bab berikutnya.... 
Logged

Farewell..
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-82
Offline Offline

Posts: 13841



« Reply #46 on: January 27, 2009, 04:31:07 PM »

Bab 13 bagian 1
Li Jue dan Guo Si Bertempur di Chang An


Pada bab sebelumnya diceritakan bagaimana Lu Bu dikalahkan dan dia mengumpulkan sisa2 tentaranya. Ketika Jendralnya telah bergabung bersamanya, dia mulai merasa kuat kembali untuk melawan Cao Cao.

Kata Chen Gong, "Cao Cao terlalu kuat untuk kita saat ini.Carilah tempat dimana kita bisa beristirahat dan menunggu kesempatan sebelum mencoba lagi."

"Bagaimana jika aku pergi ke Yuan Shao," Kata Lu Bu.

"Kirim utusan dahulu untuk melaporkan hal ini." Kata Chen Gong.

Lu Bu setuju.

Berita mengenai pertempuran antara Lu Bu dan Cao Cao telah sampai di Ji Zhou dan salah satu penasehat Yuan Shao, Shen Pei telah mengingatkan, "Lu Bu adalah binatang buas. Jika dia mendapatkan Yan Zhou, dia pasti akan berusaha mengambil alih seluruh daerah ini untuknya. Untuk keselamatan dirimu sendiri, lebih baik kau membantu menghancurkannya."

Lalu Yuan Shao mengirimkan Yan Liang dgn 50.000 tentaranya untuk menghancurkan Lu Bu. Mata2 yang mendengar hal ini segera melaporkan pada Lu Bu yang langsung meminta sarang Chen Gong.

"Pergilah ke Liu Bei, yang baru2 ini berhasil mengambil alih Xu Zhou" Kata Chen Gong.

Lu Bu segera pergi ketempat Liu bei.

Mendengar hal ini Liu Bei berkata, "Lu Bu adalah pahlawan dan kita akan menerimanya dengan hormat."

Tetapi Mi Zhu menentang putusan ini dan berkata, "Dia sangat kejam, haus darah dan binatang !"

Tetapi Liu Bei berkata, "Bagaimana bencana bisa pergi dari Xu Zhou jika tidak karena Lu Bu menyerang Yan Zhou ? Dia tidak mempunyai maksud buruk, sekarang dia datang mencari perlindungan."

"Kakak, hatimu terlalu baik. Walaupun aku akan bertindak sesuai dengan kata2mu, tetapi akan lebih baik bila kita bersiap-siap." Kata Zhang Fei.

Liu Bei menemui Lu Bu yang masih sejauh 10 Km dari kota dan kedua pemimpin itu saling memberi hormat dan kembali kekediaman gubernur di kota itu. Setelah pesta penyambutan, mereka duduk dan berbincang.

Kata Lu Bu, "Setelah menteri dalam negeri Wang Yun dan aku membunuh Dong Zhuo. Li Jue dan Guo Si memberontak dan melawan kaisar. Aku dan keluargaku pergi dari satu tempat ke tempat lainnya dan tidak ada satupun orang di timur gunung Hua Shan yang mau menerimaku. Ketika Cao Cao yang licik itu menyerang daerah ini dan anda, Tuan, datang untuk membantu, aku membantumu dengan menyerang Yan Zhou dan mengakibatkan pasukannya terpecah menjadi dua. Aku tidak berpikir saat itu aku akan menjadi korban kelicikannya dan mengakibatkan aku kehilangan pasukan dan jendral2ku. Tetapi sekarang jika kau mengijinkan, aku menyerahkan diriku padamu sehingga kita dapat bersama menyelesaikan rencana besar kita. "

Liu Bei menjawab, "Ketika Tao Qian meninggal dunia, tidak ada orang yang dapat mengurus Xu Zhou dan aku untuk sementara menjadi pemimpin disin. Sekarang setelah kau ada disni, jendral. Tampaknya akan lebih pantas jika kau yang memimpin disini."

Lalu Liu Bei segera mengambil lambang dan stempel penugasan dan menyerahkannya pada Lu Bu. Lu Bu sedang akan menyetujuinya, ketika dia melihat Guan Yu dan Zhang Fei, yang berdiri dibelakang Liu Bei, memandangnya dengan mata yang marah.

Lalu Lu Bu tersenyum dan berkata, "Aku mungkin adalah pendekar hebat, tetapi aku tidak dapat memerintah daerah yang besar seperti ini."

Liu Bei mengulangi permintaannya.

Tetapi Chen Gong berkata, "Tamu yang kuat tidak akan menekan Tuan Rumahnya. Kau tidak perlu khawatir, Tuanku."

Pesta akhirnya berlangsung dan kediaman disediakan bagi tamunya itu dan pengikut2nya.

Segera setelah merasa nyaman. Lu Bu Kembali ke pesta itu. Liu Bei selalu bersama-sama dgn kedua saudaranya itu. Ditengah2 perjamuan, Lu Bu meminta Liu Bei masuk kedalam ruangan yang lebih sepi. Guan Yu dan Zhang Fei segera mengikutinya. Disana Lu Bu meminta istrinya Diao Chan dan putrinya yang bernama Lu Mei untuk memberi hormat. Disini Juga Liu Bei menunjukan kerendahan hatinya.

Lu Bu berkata, "Saudara mudaku yang baik, kau tidak perlu begitu sungkan padaku."

Zhang Fei yang mendengar ucapan Lu Bu langsung marah, dan dengan matanya yang melotot dia berteriak, "Siapakah dirimu berani memanggil kakakku "SAUDARA MUDA" ? Dia adalah kerabat kaisar yang memerintah-- Daun Giok dari ranting emas. Ayo keluar dan kita bertarung 300 jurus untuk penghinaan ini !"

Liu Bei langsung berusaha menenangkan Zhang Fei dan Guan Yu membawanya pergi keluar.

Lalu Liu Bei meminta maaf dan berkata, "Adikku itu suka berbicara kasar apabila dia meminum terlalu banyak arak. Aku harap kau tidak menyalahkannya."

Lu Bu menganguk tetapi tidak berkata apa2. Segera setelah semua tamu pergi. Dan Lu Bu mengantarkan Liu Bei kedalam tandunya, dia melihat Zhang Fei bersenjata dan siap menyerang.

"Lu Bu, kau dan aku akan berduel 300 jurus !" teriak Zhang Fei.

Liu Bei meminta Guan Yu mencegahnya. Keesokan hari Lu Bu datang untuk berpamitan kepada Liu Bei.

"Kau, Tuanku telah begitu baik mau menerimaku. Tetapi aku khawatir adikmu dan aku tidak sejalan. Jadi aku akan mencari tempat lain untuk berlindung."

"Jendral, jika kau pergi, kesalahan ini adalah milikku. Adikku yang kasar telah menyinggungmu dan harus meminta maaf. Sementara itu mungkin kau dapat menempati kota yang pernah kugunakan untuk berkemah selama beberapa waktu. Pergilah Ke Xiao Pei, tempat itu kecil tetapi dekat dan aku akan memastikan bahwa kau mendapatkan kebutuhanmu."

Lu Bu berterima kasih dan menerima tawaran ini. Dia memimpin pasukannya dan meninggalkan kediamannya. Setelah dia pergi, Liu bei menasehati Zhang Fei untuk perbuatannya dan meminta Zhang Fei untuk tidak mempermasalahkan masalah ini lagi.

Cao Cao yang telah menguasai daerah sekitar gunung Shan Dong seperti yang telah di ceritakan sebelumnya. Dia mengirimkan berita kepada istana dan diberikan gelar "JENDRAL YANG MENUNJUKAN KEBAJIKAN BESAR" dan PENGUASA DARI FEI TING.

Pada saat ini Li Jue dan Guo Si memimpin istana. Li Jue membuat dirinya sendiri menjadi Wali Negara dan Guo Si menjadi Panglima Besar pemimpin pasukan kekaisaran. Perbuatan mereka sangat sewenang-wenang tetapi tidak ada yang berani melawan.

Pelindung kekaisaran, Yang Biao dan Menteri Zhu Jun secara pribadi berkata pada kaisar Xian, "Cao Cao memiliki lebih dari 200.000 tentara dan punya banyak penasehat dan pemimpin. Akan sangat baik jika kekaisarn mendapatkan bantuannya untuk mendukung keluarga kaisar dan untuk membersihkan pemerintahan dari para penjahat ini."

Kaisar menangis, "Aku lelah dengan penghinaan dan kekasaran dari bajingan2 ini dan akan sangat senang jika mereka dapat di enyahkan."

"Aku punya rencana untuk membuat Li Jue dan Guo Si saling berperang satu sama lainnya. Lalu Cao Cao dpt datang dan membersihkan istana " kata Yang Biao.

"Bagaimana kau dapat mengaturnya ?" Tanya kaisar.

"Istri Guo Si, Lady Qiong sangat iri hati dan kita dapat mengambil keuntungan dari kelemahannya ini untuk memulai permusuhan."

Lalu Yang Biao menerima instruksi untuk bertindak, dengan titah rahasia untuk mendukung mereka.

Lalu istri Yang Biao, Lady Kai membuat alasan untuk mengunjungi Lady Qiong di istananya dan didalam percakapan dia berkata, "Ada pembicaraan rahasia diantara jendral. Suamimu dan istri dari menteri Li Jue. Ini adalah rahasia besar, tetapi jika menteri Li Jue mengetahui hal ini, dia mungkin akan melukai suami mu. Dan aku pikir kamu harus melakukan sesuatu dengan keluarga itu."

Lady Qiong terkejut dan berkata, "Aku telah menduga kenapa dia selalu tidur diluar rumah belakangan ini. Tetapi aku tidak berpikir bahwa ada sesuatu yang memalukan terjadi. Aku tentu tidak akan pernah tahu jika kau tidak berbicara. Aku harus menghentikan hal itu."

Lady Kai berpamitan, Lady Qiong sangat berterima kasih untuk informasi yang diberikan.

Beberapa hari berlalu, Guo Si pergi ke tempat Li Jue untuk makan malam.

Lady Qiong tidak ingin dia pergi dan berkata, "Li Jue ini penuh kelicikan dan seseorang akan sulit menduga apa yang dipikirkannya. Kalian berdua tidak sejajar dalam jabatan, mengapa kau yang harus datang ketempatnya ? apa kata2 orang nanti ?"

Guo Si tdk memperdulikan omongan istrinya itu dan istrinya gagal mempertahankannya dirumah. Lalu sorenya beberapa hadiah tiba dari tempat Li Jue dan lady Qiong sengaja menaruh racun dibeberapa makanan yang dikirim untuk suaminya.

Guo Si sedang akan mencoba salah satunya tetapi segera istrinya berkata, "Sangat tidak bijaksana untuk memakan sesuatu dari luar, mari kita coba pada an-jing lebih dahulu."

mereka melakukannya dan an-jing itu mati, insiden ini telah membuat Guo Si ragu akan kebaikan temannya itu.

Suatu hari, pada saat bubar dari sidang istana, Li Jue mengundang Guo Si ketempatnya. Ketika Guo Si telah tiba dimalam hari, karena minum terlalu banyak, dia terkena sakit perut. Istrinya berkata dia mencurigai ada racun dan segera memberi anti-racun dan itu menghilangkan sakitnya.

Guo Si mulai merasa marah dan berkata, "Kita melakukan semuanya bersama dan membantu satu sama lain. Sekarang dia ingin melukaiku ! Jika aku tidak memukulnya duluan, akulah yang akan terluka duluan ."

Guo Si lalu mempersiapkan pengawalnya untuk keadaan tiba2.

Hal ini di ketahui Li Jue dan langsung dia marah, "Jadi Guo Si melakukan hal-hal ini !"

Lalu Li Jue menempatkan pengawalnya dan berencana untuk menyerang Guo Si. Kedua klan itu memiliki lebih dari 10.000 orang dan pertikaian menjadi semakin serius ketika kedua orang mereka bertengkar dibawah tembok istana. Ketika berakhir, pasukan dari kedua belah pihak menjarah rakyat.
Logged

Farewell..
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-82
Offline Offline

Posts: 13841



« Reply #47 on: January 27, 2009, 05:03:48 PM »

Ketika mereka telah aman, mereka semua keluar untuk melihat siapakah yang menolong mereka. Mereka menemukan bahwa itu adalah Dong Cheng, Paman dari kaisar atau "PAMAN NEGARA". Kaisar menangis dan dia menceritakan kesedihan dan bahaya yang dialaminya.

Lalu Dong Cheng berkata, "Jadilah anak yang berani. Jendral Yang Feng dan aku telah bersumpah akan membunuh kedua pemberontak itu Li Jue dan Guo Si sehingga akan membersihkan dunia dari kejahatannya."

Kaisar memerintahkan mereka untuk bergerak ke timur secepatnya dan mereka bergerak pagi dan malam sampai mereka sampai di Hong Nong.

Guo Si memimpin pasukannya kembali. Bertemu Li Jue dan dia bercerita mengenai penolong kaisar dan kemana mereka pergi.

"Jika mereka mencapai gunung Hua Shan dan berhasil sampai ditimur, mereka akan mengumumkan kepada seluruh negri, memanggil para bangsawan dan pemimpin untuk menyerang kita dan kita akan dalam bahaya."Kata Guo Si.

"Zhang Ji memegang Chang An dan kita harus berhati-hati. Tidak ada yang dapat menghalangi kita untuk menyerang Hong Nong, kita dapat membunuh kaisar dan membagi kekaisaran untuk kita berdua." Kata Li jue.

Guo Si berpikir bahwa ini adalah renana yang baik, lalu pasukan mereka bersatu kembali dan mulai menjarah daerah sekitar. Lalu mereka pergi ke Hong Nong dan meninggalkan kehancuran dibelakang mereka.

Yang Feng dan Dong Cheng yang mendengar pasukan pemberontak ini mendekat, lalu Yang Feng dan Dong Cheng memutuskan untuk melawan mereka di Dong Jian.

Li Jue dan Guo Si sebelumnya telah membuat rencana, karena pasukan musuh hanya sedikit dibandingkan pasukannya, mereka dapat menyerang pasukan musuh seberti air bah. Jadi ketika hari pertempuran datang, mereka keluar dan memenuhi bukit dan daratan. Yang Feng dan Dong Cheng hanya dapat melindungi kaisar dan permaisuri. Pejabat istana dan pembantu istana lainnya diperintahkan untuk melindungi dirinya sendiri semampunya. Pemberontak mulai menyerang Hong Nong, tetapi kedua pelindung itu berhasil membawa kaisar lari ke Shan Bei.

Ketika Jendral Pemberontak mulai mengejar, Yang Feng dan Dong Cheng harus memainkan taktik "DUA SISI PEDANG". Mereka mengirim utusan untuk berdamai dengan Li Jue dan Guo Si dan pada saat yang sama mereka mengeluarkan titah kaisar untuk meminta bantuan dari Pemimpin "GELOMBANG PUTIH"--Han Xian, Li Yue dan Hu Cai. Gelombang putih adalah cabang dari Jubah kuning dan Li yue sebenarnya adalah perampok dan telah menjarah diseluruh hutan dan bukit disana. Tetapi pertolongan sangat dibutuhkan.

Ketiga orang ini, dijanjikan pengampunan atas seluruh kejahatannya dan akan mendapat jabatan pemerintahan, langsung menjawab panggilan dan kaisar mendapatkan bala bantuan yang besar dan berhasil mengambil kembali Hong Nong. Tetapi sementara itu, Li Jue dan Guo Si menghancurkan tempat apapun yang mereka temui, membantai semua orang yang tua dan lemah, dan memaksa yang kuat menjadi pasukan. Ketika dalam pertempuran mereka menempatkan orang2 itu menjadi pasukan di garis depan dan mereka memanggilnya "GAN SI PING REN" atau "PASUKAN BERANI MATI".

Pasukan Li Jue dan Guo Si sangat banyak. Ketika Li Yue, pimpinan Gelombang Putih mendekat dengan pasukannya, Guo Si memerintahkan pasukannya untuk melemparkan barang berharga. Para orang bekas perampok itu tergoda untuk mengambilnya dan akhirnya mereka kacau balau. Lalu Guo Si memerintahkan pasukannya untuk maju menyerang dan menghancurkan mereka. Yang Feng dan Dong Cheng sementara itu telah membawa kaisar melalui jalur utara.

Li Jue dan Guo Si mengejar.

Li Yue, pemimpin gelombang putih berkata pada Kaisar, "Keadaan sangat gawat, yang mulia. Aku harap yang mulia tinggalkan kereta dan naik kekudaku ini. Dan pergilah."

Kaisar berkata,"Aku tidak dapat meninggalkan para bawahan yang setia padaku."

Mereka semua bersujud dan menangis mendengar kaisar mengucapkan kata2 itu dan mereka bersumpah akan mati demi kaisar. Lalu kaisarpun pergi, dan mereka semua yang terinspirasi dengan kebaikan kaisar lalu bertempur mati2an, pertempuran yang tidak seimbang antara 2.000 orang bersenjatakan ala kadarnya dgn 15.000 tentara dgn perlengkapan senjata lengkap. Tetapi mereka dapat menahan cukup lama dan akhirnya Hu Chai--- pemimpin "GELOMBANG PUTIH" itu tewas dalam pertempuran.

Musuh terus mengejar dan kaisar sekarang telah sampai didekat sungai kuning. Yang Feng dan Dong Cheng serta kaisar dan permaisuri turun dari kuda dan berjalan kaki ke pinggir sungai kuning.

Li Yue mencari perahu untuk berlayar kesebrang sungai. Cuaca sangat dingin dan kaisar dan permaisuri sudah sangat kedinginan dan bergetar. Mereka telah sampai ke pinggir sungai dan mendapatkan perahu, tetapi sisi sungai sangat tinggi dan mereka tidak menemukan tempat landai.

Lalu Yang Feng mengusulkan, "Kita dapat menggunakan tali kuda untuk membantu kaisar turun."

Tetapi adik permaisuri Fu De berkata, "Aku menemukan 10 rol sutra dari pasukan yang mati itu dan kita dapat menggunakannya."

Dan mereke menggulung kaisar dan permaisuri dengan sutra dan mereka menurukannya pelan2 kedalam perahu, lalu Li Yue turun dengan tali dan membawa Fu Du dipunggungnya kedalam perahu.

Tetapi perahu itu terlalu kecil untuk semua orang, dan mereka yang tidak dapat measuk akhirnya hanya tergantung di tali2 itu dan jatuh kedalam air. Mereka membawa kaisar ke seberang sungai dan kemudian kembali untuk yang lain. Akhirnya keributan terjadi karena mereka saling berusaha naik kekapal terlebih dahulu dan tidak mau mengalah. Prajurit diperintahkan untuk membuang kesungai orang yang membahayakan perahu dan memotong jari dan tangan mereka yang berusaha memegang sisi perahu dari dalam air karena akan mengakibatkan perahu oleng. Erangan kesakitan dan permintaan tolong memenuhi langit hari itu.

Ketika mereka berkumpul di pinggir sungai, banyak yang hilang. Hanya selusin pakaian kaisar yang tertinggal, Yang Feng menemukan gerobak kerbau dan dengan itu mereka mengantarkan kaisar ke Da Yang. Mereka tidak punya makanan dan mereka bermalam digubuk yang beratapkan jerami. Beberapa orang dari desa menawarkan mereka makanan tetapi makanan itu terlalu alot untuk di kunyah dan ditelan.

Keesokan harinya Kaisar memberikan gelar bagi orang2 menolongnya. Li Yue diberikan gelar Jendral yang menaklukan Utara dan Han Xian , jendral yang menaklukan timur.

Perjalanan berlanjut dan segera dua orang pejabat datang dengan pasukan mereka dan langsung bersujud dihadapan kaisar dengan menangis. Mereka adalah pelindung kekaisaran Yang Biao dan Administrator istana Han Rong. Kaisar dan permaisuri senang dan ikut menangis bersama mereka.

Kata Han Rong kepada orang disitu, "Pemberontak percaya pada kata2ku. Kau jagalah kaisar disini dan aku akan mempertaruhkan nyawaku untuk membawa perdamaian."

Setelah Han Rong pergi Kaisar beristirahat di kemah Yang Feng. Tetapi Yang Biao meminta agar kaisar pergi ke An Yi dan membuat ibu kota disana. Ketika kereta kuda mereka sampai dikota itu, mereka menemukan bahkan tidak ada satu bangunan megah pun dikota itu dan tempat yang disediakan untuk kaisar hanyalah gubuk jerami yang bahkan tidak ada pintu. Mereka membarikade tempat ini dengan pagar duri sebagai perlindungan dan didalamnya kaisar berkonsultasi dengan menterinya. Prajurit berkemah disekitar pagar.

Sekarang Li Yue dan teman2nya menunjukan wajah aslinya. Mereka menggunakan kuasa kaisar semau mereka dan para pejabat yang menentang di aniayanya bahkan dihadapan kaisar. Mereka dgn sengaja memberi arak asam dan makanan basi untuk kaisar. Kaisar berusaha untuk memakan makanan yang mereka berikan. Li Yue dan Han Xian merekomendasikan kepada kaisar nama2 bekas narapidana, prajurit biasa, dukun, lintah darat dan orang2 seperti itu untuk mendapat gelar. Lebih dari 200 orang diusulkan. Karena Stempel tidak ada, maka sebatang kayu di ukir sedemikian rupa. Masalah istana tidak pernah direndahkan sebegitunya.

Sekarang Han Rong sedang menemui Li Jue dan Guo Si. Setelah mendengarkan pembicaraan yang begitu berapi-api, kedua jendral ini setuju untuk melepaskan pejabat dan orang2 istana.

Wabah kelaparan terjadi bersamaan pada tahun itu dan rakyat memakan rumput dari pinggir jalan untuk melanjutkan hidup. Kelaparan melanda dimana-mana. Tetapi makanan dan pakaian dikirim kepada kaisar dari gubernur He Nei, Zhang Yang dan Gubernur He Dong, Wang Yi dan mereka sekarang lebih lega.

Dong Cheng dan Yang Feng mengirim pekerja untuk membangun kembali istana di Luo Yang dengan tujuan untuk memintahkan istana kesana. Li Yue melawan usulan ini.

Dong Cheng berargumen, "Luo Yang adalah istana yang sesungguhnya, pergi dari kota kecil ini adalah sesuatu yang masuk akal."

Li Yue berdiri dan berkata, "Kau boleh memindahkan istana kesana, tetapi aku akan tetap disini."

Tetapi ketika kaisar telah memutuskan dan kaisar telah memberi perintah dan persiapan dilakukan Dong Cheng dan Yang Feng, Li Yue secara diam2 mengirim utusan kepada Li Jue dan Guo Si untuk menangkap kaisar. Tetapi rencana ini bocor, dan Dong Cheng serta Yang Feng mengaturnya sehingga hal ini bisa terhindar dan mereka secepatnya menuju jalan melewati Bukit Gu. Li Yue yang mengetahui hal ini, tanpa menunggu Guo Si dan Li Jue pergi untuk bertindak sendiri.

Ketika hari menjelang pagi, dan mereka telah melewati bukit Gu, suara teriakan tiba2 terdengar, "hentikan kereta ! Li Jue dan Guo Si ada disini !"

Ini menakutkan sang Kaisar dan ketakutan jg melanda pasukan pengawalnya ketika mereka melihat seluruh bukit tiba2 menyala terang oleh obor.

Bagaiman Putra Langit dapat lari dari masalah ini, akan dijelaskan pada bab berikut
Logged

Farewell..
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-82
Offline Offline

Posts: 13841



« Reply #48 on: January 27, 2009, 05:21:44 PM »

BAB 14 bagian 1
Cao Cao Memindahkan Pemerintahan ke Xu Chang



Pada akhir bab yang lalu diceritakan kedatangan Li Yue yang berteriak dan berpura2 menjadi Li Jue untuk menangkap Kaisar.

Tetapi Yang Feng mengenali suara Li Yue dan berkata. "Itu cuma Li Yue !"

Dia memerintahkan Xu Huang untuk melawannya, dalam satu tebasan pengkhianat itu tewas dan pasukannnya tercerai berai.

Rombongan kekaisaran akhirnya berhasil selamat melintasi Bukit Gu. Disini gubernur He Nei, Zhang Yang, memberikan mereka makanan dan kebutuhan yang lain dan mengawal kaisar ke Zhi Dai. Untuk bantuannya, Kaisar menganugerahkan Pangkat Jendral Pegawas bagi Zhang Yang. Yang Feng memindahkan pasukannya ke timur laut Luo Yang dan berkemah di Ye Wang.

Sekarang kaisar memasuki Kota Luo Yang. Didalam tembok semuanya telah musnah. Istana dan aula telah terbakar, jalanan dipenuhi dengan rumput dan akar2 liar dan juga puing2 bangunan. Istana Utama atapnya banyak yang hilang dan temboknya rusak. Sebuah istana kecil langsung dibuat dan disana pejabat istana dan kaisar bersidang. Berdiri di udara terbuka diantara semak2 dan rumput. Nama pemerintahan diubah menjadi "MEMBANGUN KEDAMAIAN KEMBALI" (JIANG AN), Tahun pertama. (Sekitar thn 196 M)

Tahun ini banyak wabah kelaparan, penduduk Luo Yang walaupun telah berkurang hanya menjadi beberapa ratus keluarga saja, tetap tidak mendapatkan cukup makan dan mereka makan dengan mengerogoti batang kayu dan rerumputan serta akar2 tanaman untuk memuaskan rasa lapar mereka. Pejabat pemerintahan yang berpangkat tinggi keluar dari kota ke daerah lain untuk mencari makanan. Banyak orang yang meninggal karena kejatuhan batu dari tembok kota yang rusak atau pilar2 dari rumah yang telah terbakar. Belum pernah dalam jaman dinasti Han, kemalangan dan penderitaan seperti ini pernah terjadi.

Penjaga kekaisaran Yang Biao mengirimkan surat pada istana dan berkata, "Titah yang diperintahkan padaku beberapa waktu yang lalu belum benar2 dapat terlaksana. Sekarang Cao Cao sangat kuat di Gunung Shan Dong dan akan baik bila kita berkerja sama dengan dia sehingga dia dapat mendukung dinasti Han."

Kaisar berkata,"Tidak perlu mempermasalahkan masalah ini lagi. Kirim utusan segera !!"

Lalu titahpun dikirim dan utusan membawanya ke gunung Shan Dong. Sekarang ketika Cao Cao telah mendengar bahwa pemerintahan telah kembali ke ibu kota Luo Yang, dia memanggil penasehatnya untuk berkonsultasi.

Xun Yu menjelaskan permasalahannya kepada Cao Cao , "800 thn yang lalu, Pangeran Wen dari Jin mendukung Raja Xiang di akhir dinasti Zhou. Dan semua tuan2 tanah mendukung Pangeran Wen. Pendiri Dinasti Han, Liu Bang memenangkan hati rakyat karena menggunakan pakaian berkabung bagi kaisar Yi dari Chu. Sekarang Kaisar Xian telah menjadi pelarian dijalanan yang berdebu. Untuk membantunya mengembalikan kekuasaanya sama seperti mendapatkan terima kasih dari langit. Tetapi kau harus bertindak cepat atau seseorang lain akan mengambilnya darimu !"

Cao Cao mengerti dan segera menyiapkan pasukannnya untuk berangkat. Pada saat yang bersamaan utusan kaisar tiba membawa titah agar Cao Cao segera menghadap.

Di Luo Yang segalanya sangat menyedihkan. Tembok telah runtuh dan tidak ada cara untuk membangunnya kembali, sementara kabar burung kedatangan Li Jue dan Guo Si membuat kota itu terus menerus diliputi kecemasan.

Kaisar yang takut, berbicara pada Yang Feng, berkata, "Apa yang bisa kita lakukan ? Tidak ada jawaban dari timur Hua Shan dan musuh telah mendekat !"

Lalu Yang Feng dan Han Xian berkata, "Kami, adalah menterimu dan akan melawan dan mati untukmu !"

Tetapi Dong Cheng berkata, "Pertahanan kita lemah dan kekuatan militer kita kecil, kita sulit untuk mengharapkan kemenangan dan apa artinya kekalahan yang sdh pasti untuk diperjuangkan ? Aku melihat tidak ada pilihan yang lebih baik untuk pergi ke timur gunung Hua Shan.

Kaisar setuju dan perjalananpun dimulai tanpa persiapan apapun. Mereka membawa beberapa ekor kuda, pejabat istana harus berjalan kaki. Mereka melihat asap tebal dari debu2 berterbangan yang berarti ada tentara yang mendekat. Kaisar dan pengikutnya terdiam dan ketakutan. Lalu datanglah seorang berkuda, dia adalah utusan yang kembali dari timur gunung Hua Shan.

Dia berkuda kedepan kereta kuda kaisar dan bersujud serta berkata, "Jendral Cao Cao seperti yang diperintahkan telah datang membawa seluruh kekuataan tentaranya dari timur Hua Shan, tetapi mendengar bahwa Li Jue dan Guo Si telah mendekati Ibu Kota, dia mengirim Xiahou Dun berserta 100.000 tentara untuk maju duluan. Xiahou Dun memimpin 10 jendral yang hebat dan 50.000 pasukan berkuda telah tiba, dan akan segera mengawal yang mulia."

Ketakutan langsung sirna dari benak kaisar. Dan segera Xiahou Dun dan panglima lainnya datang. Xiahou Dun, Xu Chu dan Dian Wei segera turun dan bersujud pada kaisar. Lalu pasukan kaisar melihat ada pasukan yang datang lagi dari arah timur, dan dengan perintah kaisar, Xiahou Dun melihat pasukan itu dan ternyata itu adalah 50.000 pasukan infantri yang datang dari arah lain dipimpin oleh Cao Hong untuk menjemput kaisar.

Segera Cao Hong, Li Dian dan Yue Jing datang mendekat ke kereta kuda kaisar dan memperkenalkan diri mereka.

Cao Hong berkata, "Ketika saudaraku Cao Cao, mendengar pasukan pemberontak mendekat, dia takut keselamatan kaisar terancam dan mengirimkan aku memimpin pasukannya untuk datang dari arah timur."

"Jendral Cao Cao adalah pelayan yang setia dan dapat dipercaya !" kata Kaisar.

Perintah diberikan untuk maju, Cao Hong memimpin kawalan dengan 10.000 tentara ditengah. tetapi tentara pemberontak mendekat dengan Cepat. Kaisar memerintahkan Xiahou Dun untuk melawan mereka. Xiahou Dun membagi dua pasukannya untuk melawan mereka. Xiahou Dun memipin pasukan kavaleri sedangkan pasukan infantri mengawal kaisar. 20.000 tentara dipimpin oleh Dian Wei memyerang dari kiri, 20.000 tentara dipimpin Xu Chu menyerang dari kanan dan 20.000 tentara di tengah dipimpin Xiao Hou Dun sendiri memecah belah musuh. Li Dian menjaga garis belakang dari rombongan kaisar dgn masing2 10.000 tentara dan Yue Jing memimpin pasukan mendahului rombongan kaisar dengan 10.000 tentara, sehingga kaisar dapat tenang dilindungi disegala arah.

Li Jue dan Guo Si membawa pasukan berkekuatan 170.000 pasukan. Mereka telah sampai di dekat kota Luo Yang dan mendengar kaisar telah pergi, mereka mengirim 40.000 pasukan berkuda mengejar rombongan kaisar. Ditengah jalan mereka dihadang pasukan Cao Cao. Pertempuran berlangsung sengit dari pagi hingga petang, dan akhirnya pasukan Li Jue dan Guo Si berhasil dikalahkan dan harus mundur sejauh 20 km dari tempatnya semula. 10.000 pasukan pemberontak telah tewas dalam pertempuran itu. Karena hari telah menjelang malam maka Xiahou Dun mengusulkan pada kaisar untuk kembali ke Luo Yang.

Keesokan harinya Cao Cao datang dengan tentara utamanya berkekuatan 250.000 pasukan dan dia berkemah didepan gerbang kota. Dia masuk ke kota untuk menemui kaisar. Dia berlutut, tetapi kaisar langsung membangunkannya dan berterima kasih padanya.

Cao Cao berkata, "Setelah menerima kebaikan dari negara, pelayanmu ini berhutang budi pada kekaisaran. Kejahatan yang dilakukan kedua pemberontak itu telah memenuhi langit tetapi aku membawa 200.000 tentara terbaikku untuk melawan mereka. Dan pasukanku dapat membuat yang mulia dan tahta dinasti aman. Keselamatan negara adalah masalah yang utama saat ini."

Gelar terhormat dianugerahkan pada Cao Cao. Dia diangkat menjadi Jendral Besar pelindung Negara, Menteri Pertahanan dan diberikan Simbol militer.

Kedua pemberontak Li Jue dan Guo Si ingin menyerang Cao Cao ketika pasukan mereka masih kelelahan akibat perjalanan jauh.

Tetapi Jia Xu penasehat mereka berkata,"Tidak ada harapan untuk menang. Dia memiliki tentara kuat dan jendral pemberani. Menyerah mungkin akan memberikan kita amnesti."

Li Jue marah dan berkata, "Apakah kau mencoba untuk melemahkan semangat pasukan ?"

Dan dia mengeluarkan pedangnya dan mengarahkan pada Jia Xu. Tetapi pejabat lainnya mencegah dan menyelamatkan penasehat itu. Pada malam yang sama Jia Xu pergi dari kemah dan pulang ke desanya.

Segera pemberontak itu mengajak bertempur. Sebagai balasannya Cao Cao mengirim Xu Chu, Cao Ren dan Dian Wei dengan 3000 pasukan berkuda. Ketiga pemimpin ini hanya menyerang sebentar lalu mundur dan seterusnya begitu berulang2. Sementara Cao Cao sedang menyusun formasi perang pasukannya yang besar.

Lalu Li Xian dan Li Bie, keponakan dari Li Jue menantang duel. Dari sisi Cao Cao keluar Xu Chu yang menewaskan Li Xian. Li Bie yang karena sangat terkejut melihat hal itu langsung jatuh dan kuda dan mati. Xu Chu kembali dengan membawa 2 kepala.

ketika Xu Chu mempersembahkan kepala ke 2 orang itu kpd Cao Cao, dia menepuk bahu Xu Chu dan berkata, "Kau benar2 Fan Kuai milikku !"

Berikutnya formasi perang telah selesai dan Xiaohou Dun serta Cao Hong memimpin kedua formasi sayap dan Cao Cao ditengah, mereka maju dengan suara genderang perang mengiringi. Pemberontak bergerak mundur dan lansung lari. Tentara Cao Cao mengejar dipimpin oleh Cao Cao sendiri, dengan pedang ditangan. Pembantaian itu berlangsung sampai malam hari. 10.000 pasukan musuh tewas dan banyak lagi yang terluka dan menyerah. Li Jue dan Guo Si pergi ke arah barat, lari kepanikan seperti an-jing yang kabur dari rumah yang roboh. Tidak punya tempat untuk berlindung, mereka pergi ke bukit dan sembunyi di balik semak2.

Pasukan Cao Cao kembali dan berkemah didekat ibu kota.

Lalu Yang Feng dan Han Xian berkata, "Cao Cao ini telah melakukan jasa besar dan dia orang dgn pasukan besar. Nanti tidak ada akan tempat buat kita."

Lalu mereka mengirim pesan pada kaisar bahwa mereka ingin mengejar pemberontak dan dengan alasan ini mereka membawa pasukan mereka dan berkemah di Da Liang.
Logged

Farewell..
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-82
Offline Offline

Posts: 13841



« Reply #49 on: January 27, 2009, 05:36:24 PM »

Suatu hari Kaisar Memanggil Cao Cao. Utusan dikirim dan diterima Cao Cao.
Cao Cao melihat bahwa utusan ini berbeda dan tidak dapat mengerti kenapa orang lain tampak kelaparan tetapi dia sehat2 saja.

Cao Cao bertanya, "Kau tampak sehat2 saja. Bagaimana kau mengaturnya ?"

"Hanya ini: Aku telah hidup miskin selama 30 thn."

Cao Cao bertanya, "Jabatan apa yang pernah kau pegang ?"

"Aku diangkat karena kejujuranku dan kesetiaanku. Aku pernah mengabdi pada Yuan Shao di Zhang Yang tetapi kembali kesini ketika kaisar pulang. Sekarang aku adalah salah seorang sekretarisnya. Aku berasal dari Ding Tao dan namaku adalah Dong Zhao."

Cao Cao Berdiri dari tempat duduknya dan berkata, "Aku telah mendengar tentangmu, betapa senangnya aku dapat bertemu denganmu."

Arak dibawa kedalam tenda dan Xun Yu dipanggil dan diperkenalkan. Ketika mereka sedang berbincang, datang seorang prajurit mengatakan ada kelompok yang bergerak ke arah timur. Cao Cao memerintahkan untuk mencari tahu siapakan orang2 itu, tetapi Dong Zhao langsung tahu saat itu juga.

"Mereka adalah mantan peminpin yang pemberontak. Yang Feng dan Han Xian. Mereka lari karena kedatanganmu."

"Apakah mereka tidak mempercayaiku ?" tanya Cao Cao.

"Mereka tidak layak untuk kau perhatikan, tenangkan dirimu Tuan."

"Bagaimana dgn Li Jue dan Guo Si ? " Tanya Cao Cao.

"Harimau tanpa akar dan Burung tanpat sayap-- mereka tidak akan pergi jauh. Mereka tidak berharga untuk dipikirkan."

Cao Cao melihat bahwa dia dan tamunya ini banyak persamaan, lalu dia mulai membicarakan urusan negara.

Kata Dong Zhao, "Kau, Tuan, Dengan tentaramu dapat menghancurkan pemberontakan dan menjadi tulang punggung kekaisaran, sebuah pencapaian yang sama seperti ke 5 pelindung negara dimasa lalu. Tetapi para pejabat akan melihatnya lain dan tidak semuanya akan mendukungmu. Aku pikir akan tidak bijaksana jika kau tetap berada disini, dan aku mengusulkan memindahkan ibu kota ke Xu Chang. Tetapi, harus diingat bahwa berita mengenai restorasi ibu kota di Luo Yang telah diumumkan dan banyak orang yang datang berharap dapat hidup tenang dan aman. Perpindahan lagi akan membuat banyak orang tidak senang. Walaupun begitu, untuk melakukan suatu yang besar memang dibutuhkan suatu pengorbanan yang besar pula. Ini adalah terserahmu untuk menentukan."

"Sama seperti pikiranku !" Kata Cao Cao,"tetapi apakah tidak ada bahaya ? Yang Feng di Da Liang dan Pejabat istana !"

"Itu mudah diatur. Tulislah surat ke Yang Feng dan tenangkan pikirannya. Lalu katakan kepada pejabat negara bahwa tidak ada makanan di Luo Yang ini dan karena itu kau akan pergi ke tempat lain dimana ada makanan dan ditempat itu tidak ada bahaya kekurangan apapun. Ketika mereka mendengar ini, mereka akan setuju."

Cao Cao sekarang harus memutuskan dan setelah tamunya berpamitan Cao Cao dan penasehatnya diam2 membicarakan perpindahan Ibu Kota.

Sekarang Penasehat Istana Wang Li, yang juga ahli perbintangan, berkata pada Liu Cai, penulis sejarah istana, "Aku telah mempelajari bintang. Sejak musim semi Venus telah mendekati bintang pelindung dan pengembala sapi (Note yang dimaksud Ursa Major dan Vega) melewati sungai khayangan. Mars telah mengalami konjungsi dengan venus di gerbang langit, sehingga Metal (Venus) dan Api (MARS) menjadi satu. Oleh sebab itu pasti akan ada pemimpin baru. Aura dari dinasti Han telah habis dan Jin dan Wei akan bangkit."

Sebuah surat rahasia dikirimkan pada kaisar berkata, "Mandat Langit telah menunjukan jalannya. Dan 5 elemen, METAL, KAYU, AIR, API dan TANAH--telah berubah proporsinya. Tanah menyerang Api adalah Wei Menyerang Han dan pengganti dinasti Han adalah Wei."

Cao Cao mendengar hal ini dan dia mengirim orang kepada ahli bintang itu dan berkata, "Kesetiaanmu tidak diragukan lagi, tetapi jalan langit adalah sulit diterka. Sedikit yang kau katakan akan lebih baik."

Lalu Cao Cao mendiskusikan masalah ini pada Xun Yu.

Penasehatnya berkata, "Kebajikan Han adalah Api, Elemenmu adalah tanah. Xu Chang berada dalam lindungan elemen tanah dan keberuntunganmu bergantung dgn tempat itu. Api dapat mengatasi tanah dan tanah dapat menguatkan kayu. Dong Zhao dan Wang Li setuju, dan kau hanya perlu menunggu saja."

Akhirnya Cao Cao memastikan keputusannya.

Keesokan harinya didepang sidang dia berkata, "Luo Yang sudah hancur dan tidak dapat dibangun kembali dan juga tidak dapat menghasilkan makanan. Xu Chang adalah kota yang mulia, penuh sumber daya alam dan dekat ke Lu Yang tempat lumbung beras terbesar. Itu adalah sebuah tempat yang cocok menjadi Ibu Kota. Aku berharap istana dipindah secepatnya."

Kaisar tidak berani membantah dan para pejabat terlalu bingung untuk berpendapat. Akhirnya mereka memilih hari untuk berangkat. Cao Cao sebagai komandan rombongan itu dan semua pejabat mengikuti. Ketika sampai di suatu tempat, tiba2 bunyi genderang perang bertabuhan.

Lalu Yang Feng dan Han Xian muncul dan menghalangi jalan. Didepan berdiri Xu Huang yang berteriak, "Cao Cao menbawa pergi Kaisar !"

Cao Cao melihat orang itu. Dia tampaknya orang hebat dan dalam hatinya Cao Cao mengngaguminya. Cao Cao memerintahkan Xu Chu untuk melawan Xu Huang. Pertempuran itu berlangsung 50 jurus dan tidak ada yang menang. Cao Cao memerintahkan pasukannya mundur.

Didalam kemah dia berkumpul dengan bawahannya. "Kedua pemberontak itu tidak perlu dibahas, Tetapi Xu Huang adalah jendral yang hebat dan aku tidak ingin menggunakan kekuatan besar melawannya, aku Ingin dia berkerja untukku."

Lalu majulah Man Chong, berkata,"Jgn buat hal itu menkhawatirkanmu tuanku. Aku akan berbicara padanya. Aku akan menyamar menjadi pasukannya malam ini dan aku akan membuat dia bekerja untuk kita."

Malam itu Man Chong menyamar dan pergi ke kemah musuh lalu dia berjalan ke tenda Xu Huang yang sedang duduk dekat lilin. Xu Huang masih mengenakan baju perangnya.

Tiba2 Man Chong muncul ke hadapannya dan memberi hormat, "Kau baik2 saja sejak kita berpisah, kawan lama ?"

Xu Huang terkejut dan memandang wajah orang yg berbicara itu dan dia berkata, "Apa !! Kau Man Chong dari Shan Yang ? Apa yang kau lakukan disini ?"

"Aku adalah bawahan Cao Cao. Melihat teman lamaku di pasukan musuh. Aku menginginkan berbincang2 denganmu. Lalu aku mengambil resiko mengendap-endap malam ini dan disinilah aku."

Xu Huang meminta Man Chong duduk.

Lalu berkatalah Man Chong, "Hanya ada sedikit orang pemberani di dunia ini. Kenapa kau melayani orang seperti tuanmu sekarang ? Tuanku adalah orang yang paling hebat di dunia, seorang pria yang menyukai orang bijak dan menghargai prajurit seperti yang semua orang tahu. Keberanianmu hari ini telah memenangkan seluruh kekagumannya dan dia mengatur agar serangan tidak membabi buta sehingga tidak melukaimu. Sekarang dia mengirimku untuk mengundangmu mengikutinya. Apakah kau mau meninggalkan kegelapan menuju terang dan membantu dia dalam tugas besarnya ?"

Xu Huang duduk berpikir cukup lama mengenai tawaran ini.

Lalu dia berkata sambil menghela napas, "Aku tahu tuanku akan gagal, tetapi aku telah mengikuti mereka cukup lama dan tidak begitu nyaman meninggalkan mereka."

Tetapi kau tahu bahwa burung yang bijak memilih pohonnya sendiri dan pelayan yang bijak memiih tuannya. Ketika seseorang bertemu dng tuan yang sesuai dan mebiarkannya, orang itu sungguh ceroboh."

"Aku bersedia melakukan apa yang kau katakan" Kata Xu Huang sambil berdiri.

"Kenapa kau tidak membunuh kedua tuanmu itu sebagai hadiah perkenalan ?" Kata Man Chong.

"Adalah sangat salah bagi pelayan untuk membunuh tuannya, aku tidak akan membunuh mereka."

"Benar, kau adalah orang baik."

Lalu Xu Huang dengan hanya membawa beberapa orang berkuda yang merupakan orang2nya, pergi malam itu dan berpindah ke Cao Cao. Lalu segera, seseorang membawa berita ini ke Yang Feng yang memerintahkan 1000 orang berkuda untuk keluar dan menangkap Xu Huang.

ketika mereka mendekat, Yang Feng berteriak, "Pengkhianat ! berhenti kau !"

Tetapi Yang Feng masuk dalam perangkap. Tiba2 dari sisi gunung obor2 bernyalaan dan muncullah pasukan Cao Cao, Cao Cao sendiri berada disana.

"Aku telah menantimu cukup lama, jgn lari kau pemberontak!" teriak Cao Cao.

Yang Fei langsung terkejut dan ingin kabur, tetapi segera terkepung. Han Xian datang menolong. Yang Feng akhirnya berhasil melarikan diri sementara Cao Cao tetap menyerang pasukan mereka. Banyak pasukan pemberontak yang menyerah dan pemimpin mereka menemukan terlalu sedikit orang yang tersisa sehingga mereka pergi berlindung pada Yuan Shu.

Ketika Cao Cao kembali kekemah, Dia menerima dengan baik para pasukan yang menyerah. Lalu keesokan paginya, rombongan berangkat lagi menuju Xu Chang. Dan akhirnya mereka samapi ke Xu Chang, dan mereka membuat istana dan aula, kuil leluhur dan altar, teras istana dan kantor pejabat. Tembok diperbaiki dan diperkuat, rumah penyimpanan dibangun dan semua ditata dengan baik.

Lalu datanglah hadiah bagi pengikut Cao Cao dan orang2 yang membantunya.
Dong Cheng dan 13 orang lainnya diangkat menjadi penguasa daerah. Semua jasa mendapat balasannya dan yang bersalah mendapat hukumannya. Semua sesuai dengan kehendak Cao Cao.

Cao Cao mengangkat dirinya sendiri menjadi Perdana Menteri, Kepala Panglima, Penguasa dari Wu Ping. Xun Yu diangkat menjadi penasehat kekaisaran dan Kepala sekertariat kekaisaran. Xun You diangkat menjadi Menteri perang, Guo Jia diangkat menjadi Menteri agama, Liu Ye menjadi menteri perkerjaan umum, Mao Jie menjadi menteri pertanian dan berdua dgn Ren Jun, mereka melakukan pengawasan atas sawah2 dan lumbung2 padi. Cheng Yu diberi gelar Penguasa dari Dong Ping, Dong Zhou kepada pengadilan Luo Yang, Man Chong, kepala Pengadilan Xu Chang. Xiahou Dun, Xiahou Yuan, Cao Ren, Cao Hong, Lu Qian, Li Dian, Yue Jing, Yu Jin dan Xu Huang diangkat menjadi jendral kekaisaran. Xu Cu dan Dian Wei diangkat menjadi Komandan penjaga ibu kota. Semua jasa mendapatkan balasannya.
Logged

Farewell..
Pages: 1 [2] 3 4 5 6 ... 12   Go Up
Print
Jump to:  



Â