Ligagame CSO

Main Menu
Hotk
rappelz online
Sudden attack indonesia
Qeon Shadow company
Garena Heroes of Newerth
Teracord Chaos

Banner

Banner

Ligaponsel
May 24, 2012, 09:21:27 AM
Sorry Guest, you are banned from posting or sending personal messages on this forum.
Pages: [1] 2   Go Down
Print
Author Topic: [Mitologi] Yunani Kuno  (Read 5515 times)
0 Members and 1 Guest are viewing this topic.
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-82
Offline Offline

Posts: 13841



« on: December 21, 2008, 12:08:38 PM »

Mitologi Yunani adalah kumpulan legenda Yunani tentang dewa-dewi Yunani serta para pahlawan yang berawal dan tersebar melalui tradisi lisan.

Kebanyakan dewa Yunani digambarkan seperti manusia, dilahirkan namun tak akan tua, kebal terhadap apapun, bisa tak terlihat, dan tiap dewa mempunyai karakteristik tersendiri. Karena itu, para dewa juga memiliki nama-nama gelar untuk tiap karakternya yang mungkin lebih dari 1 seperti Demeter. Dewa-dewi ini terkadang membantu manusia dan bahkan memperistri seorang wanita manusia menghasilkan anak yang setengah manusia setengah dewa. Anak-anak inilah yang kemudian dikenal sebagai pahlawan.

Asal Usul Mitologi Yunani

Walaupun ada berbagai mitologi di seluruh dunia kata mitologi berasal dari Yunani yang terdiri dari 2 kata:

    * Muthos yang dalam bahasa Yunani berarti sebuah seni bahasa yang menjadi ritual.
    * Logos yang berarti sebuah kata, sabda, firman, cerita atau argumen yang meyakinkan.

Beberapa sumber yang dipakai sebagai rujukan mitologi Yunani antara lain adalah karya-karya Homerus dan Hesiodus.

Dewa-Dewi Dasar :

    * Chaos
    * Gaia
    * Aether
    * Uranus
    * Eros
    * Erebus
    * Nyx
    * Hemera
    * Ophion
    * Tartarus



Titan

    * Kronos & Rhea
    * Oceanus & Tethys
    * Hyperion & Theia
    * Coeus & Phoebe
    * Mnemosyne
    * Themis
    * Crius
    * Iapetus
          o Atlas
          o Prometheus
          o Epimetheus
          o Menoetius



Dewa-Dewi Olympus

    * Aphrodite
    * Apollo
    * Ares
    * Artemis
    * Athena
    * Demeter
    * Hades
    * Hephaestus
    * Hera
    * Hermes
    * Hestia
    * Poseidon
    * Zeus



Dewa-Dewi Lain

    * Dionysus
    * Helios
    * Eos
    * Hebe
    * Pan
    * Persephone
    * Selene


« Last Edit: March 11, 2010, 11:05:04 AM by qiqi » Logged

Farewell..
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-82
Offline Offline

Posts: 13841



« Reply #1 on: December 21, 2008, 12:20:12 PM »

In The Beginning


Pada mulanya, ketika semua terhampar berupa gumpalan zat yang besar dan tidak beraturan, bumi belum ada. Tanah, laut, dan udara menjadi satu, sehingga tanah pada masa itu belum keras, laut tidak cair, dan udara tidak tertembus cahaya.

Dari ketiadaan muncullah dewa pertama bernama Chaos:

"Declare to me from the beginning, you Mousai who dwell in the house of Olympos, and tell me which of them first came to be.
In truth at first Khaos (Air) came to be,"


Chaos adalah yang pertama dari Protogonoi (first immortals). Kemudian muncullah Gaia, Tartarus, dan Eros:

"but next wide-bosomed Gaia (Earth), the ever-sure foundation of all the deathless ones who hold the peaks of snowy Olympos, and dim Tartaros (Hell) in the depth of the wide-pathed Earth, and Eros, or Himeros (Love), fairest among the deathless gods, who unnerves the limbs and overcomes the mind and wise counsels of all gods and all men within them."

Dari Chaos muncullah Erebus dan Nyx. Kemudian dari Nyx lahirlah Aether dan Hemmera, hasil persatuan cintanya dengan Erebus:

"From Khaos (Air) came forth Erebos (Darkness) and black Nyx (Night); but of Nyx (Night) were born Aither (Light) and Hemmera (Day), whom she conceived and bore from union in love with Erebos." --Theogony 115

Logged

Farewell..
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-82
Offline Offline

Posts: 13841



« Reply #2 on: December 21, 2008, 12:26:20 PM »

Lalu Gaia melahirkan Uranus, sang Langit yang penuh dengan kerlap-kerlip bintang, Ourea, dan Pontos. Kemudian bersama Uranus mereka memperanakkan Oceanus dan Tethys. Dari Tethys inilah asal kata Thesis (=creation):

and Gaia (Earth) first bore starry Ouranos (Heaven), equal to herself, to cover her on every side, and to be an ever-sure abiding-place for the blessed gods. And she brought forth long Ourea (Mountains), graceful haunts of the goddess Nymphai who dwell amongst the glens of the hills. She bore also the fruitless deep with his raging swell, Pontos (Sea), without sweet union of love. But afterwards she lay with Ouranos (Heaven) and bore deep-swirling Okeanos (River-Ocean) ... and lovely Tethys." -Theogony 115

Speaking of Gaia, The Mother Earth


Gaia

Permukaan tanah yang terjadi dibayangkan orang-orang dahulu kala seperti cakram ceper, dan bangsa Yunani mengira bahwa negerinya berada di tengah-tengah.

Olympus, sebuah gunung yang tinggi sekali, menjadi tempat tinggal para dewa. Gunung itu berdiri tegak di tengah-tengah dataran bumi. Permukaan tanah terbagi menjadi dua bagian yg sama, terbelah oleh Pontus. Mengitarinya, mengalir sungai besar Oceanus yang airnya datar, tidak berubah-ubah, dan tidak terganggu oleh badai. Laut dan semua sungai memperoleh air dari Oceanus.

Bangsa Yunani juga beranggapan bahwa wilayah yang berbatasan dengan negerinya di sebelah Utara didiami oleh suatu suku bangsa yang berbahagia, bangsa Hiperboria. Bangsa ini bebas dari segala sakit, usia, dan kematian. Bangsa ini demikian baik hatinya, sehingga para dewa sering mengunjungi mereka. Malahan para dewa tidak jarang merendahkan diri untuk turut dalam pesta dan permainan mereka.

Di sebelah Selatan negeri Yunani, berdekatan dengan sungai besar Oceanus, hidup bangsa lain yang baik hati dan berbahagia seperti bangsa Hiperboria, yaitu bangsa Etiopia. Bangsa ini pun sering dikunjungi para dewa. Jauh terpisah dari wilayah itu, akan tetapi masih di tepi sungai yang sama, menurut beberapa penyair mitologi, terletak sekumpulan pulau indah-bahagia. Manusia yang menjalani hidup dengan baik dan memperoleh ampun dari para dewa dibawa ke kepulauan ini, tanpa melalui kematian. Di sini mereka menikmati kebahagiaan abadi.


The Titans


Uranus

Suami pertama Gaia adalah Uranus, yang adalah juga anaknya. Tidak lama kemudian mereka telah memperoleh keturunan berupa para raksasa, yaitu 12 Titan:

Oceanus, sumber dari segala air - sungai, hujan dan mata air
Coeus, sang Titan dengan kepandaiannya bertanya
Crius, dewa-Titan atas kekuasaan, yang memiliki kekuasaan di angkasa, laut, bumi dan dunia bawah
Hyperion, dewa-Titan atas pandangan dan pengamatan
Iapetus, dewa-Titan atas suara dan pikiran yang diucapkan

Theia, dewi-Titan atas penglihatan (sight), juga dewi yang memberkati emas, perak, dan segala permata dengan nilai yang berharga
Rhea, dewi-Titan atas kesuburan tubuh wanita
Themis, dewi-Titan atas adat-istiadat, pertemuan dan tata tertib
Mnemosyne, dewi-Titan atas ingatan
Phoebe, si dewi-Titan dengan kepintaran menjawab
dan si cantik Tethys, dewi-Titan atas pengasuhan anak dan arus air bawah tanah.

Lalu lahirlah pula Titan terakhir, yaitu Cronus, sang dewa waktu. Dialah Titan tercerdik, termuda, dan juga terburuk. Dia juga sangat membenci ayahnya, Uranus.

« Last Edit: December 21, 2008, 01:19:39 PM by qiqi » Logged

Farewell..
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-82
Offline Offline

Posts: 13841



« Reply #3 on: December 21, 2008, 12:31:50 PM »

Beberapa dari Para Titan ini saling berpasangan:

Oceanus, sungai besar yang mengelilingi bumi, dengan Tethys, dewi atas pengasuhan anak dan aliran air bawah tanah, menghasilkan tiga ribu Potamoi (Sungai) dan Oceanides (Awan).

Coeus, dewa atas kepintaran bertanya, dengan Phoebe, dewi atas kepintaran menjawab. Kedua Titan ini saling melengkapi satu sama lain dan menjadi dasar segala pengetahuan. Anak mereka adalah Leto dan Asteria, dan cucu mereka adalah Apollo, dewa pengetahuan dan Hecate, dewi ilmu sihir, yang mewarisi kepandaian mereka.

Hyperion, dewa pandangan dan pengamatan, beristrikan Theia, dewi penglihatan. Keturunan mereka adalah Helios (Matahari), Selene (Bulan), dan Eos (Dawn). Karena itu Hyperion adalah dewa matahari yang pertama, dan digambarkan dengan kemegahan dan keindahan yang kemudian diturunkan kepada Apollo, cucunya.


To Tartarus They Went

Anak-anak Gaia dan Uranus ini, para Titan, masing-masing sedemikian kuatnya, sehingga menakutkan Uranus. Agar tidak mempergunakan tenaga raksasa yang mereka miliki untuk berontak, tidak lama setelah lahir mereka dibuang ke dalam gua gelap, Tartarus. Di tempat itu mereka dirantai dengan ketat. Gua itu sangat jauh di dalam bumi. Uranus yakin bahwa baik keenam putra maupun keenam putrinya tidak mudah melarikan diri dari gua yang bercabang-cabang itu.

Para Titan tidak lama mendiami Tartarus tanpa diganggu. Pada suatu hari pintu-pintu yang terbuat dari logam dibuka lebar-lebar untuk memasukkan para Cyclop, yaitu Brontes, Steropes dan Arges, tiga orang anak Uranus dan Gaia yang lahir setelah para Titan. Dari semua anak yang lahir dari mereka, ketiga ini yang paling buruk rupanya, dan dibenci sejak mula oleh ayah mereka sendiri. Begitu setiap dari mereka lahir, Uranus langsung mengurung mereka di Tartarus, dan tidak membiarkan satupun menikmati cahaya. Teriakan mereka yang terus-menerus meminta kebebasan membuat gelap gua tak tertahankan lagi bagi para Titan.


Cyclop
« Last Edit: December 21, 2008, 01:21:33 PM by qiqi » Logged

Farewell..
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-82
Offline Offline

Posts: 13841



« Reply #4 on: December 21, 2008, 01:17:07 PM »

Pay Back Time

Gaia, yang merasa tidak puas terhadap perlakuan yang menimpa semua anaknya, menentang keras. Akan tetapi, segala usahanya sia-sia belaka. Uranus tidak dapat mengabulkan permintaan untuk membebaskan para raksasa itu karena sangat khawatir akan keselamatan dirinya sendiri setiap kali mendengar suara mereka. Gaia mengerang dalam hati, dan setelah menetapkan hatinya, ia menciptakan unsur batu api kelabu dan membentuknya menjadi sabit. Lalu ia turun ke Tartarus dan memberitahu rencanya kepada para anaknya. Ia berbicara dengan menghibur mereka, walaupun dalam hatinya ia sangat gusar: "Anak-anakku, keturunan dari ayah yang penuh dosa, bila kalian mau menurutiku, kita harus menghukum kekejaman keji ayah kalian; karena ia berpikir untuk melakukan hal-hal memalukan."


Chronos


Namun ketakutan mencengkeram mereka semua, dan tidak ada seorang pun yang bersuara. Namun Chronos yang cerdik memberanikan dirinya dan menjawab ibundanya tersayang: "Ibu, aku akan menjalankan rencana ini, karena aku tidak menghormati nama ayah kami yang jahat, karena ia berpikir untuk melakukan hal-hal memalukan."

Gaia bersukacita mendengar jawaban ini, dan menyembunyikan Chronos untuk sebuah penyerangan, meletakkan di tangannya sabit yang bergerigi, dan membukakan kepadanya seluruh rencananya. Kemudian datanglah Uranus membawa malam dan mendambakan cinta, lalu ia membaringkan dirinya menutupi Gaia. Mengendap-endap anaknya mengulurkan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya menggenggam sabit panjang bergerigi, lalu dengan tangkas ia memotong bagian vital ayahnya dan membuangnya ke belakangnya.

Ternyata tidak sia-sia bagian tubuh ayahnya ini jatuh dari tangannya. Semua tetesan darah yang tumpah diterima oleh Gaia, dan seiring perputaran musim ia melahirkan para Erinys (Furies; Kegeraman) dan para Gigantes dengan baju zirah yang berkilauan, memegang tombak panjang di tangannya dan para Nymph yang mereka sebut Meliai di seluruh bumi yang tidak terbatas.

Dan secepat ia memotong bagian tubuh ayahnya dengan sabit dan membuangnya ke laut yang bergelora, secepat itu pula laut menyapunya selama beberapa waktu: dan buih-buih putih terbentuk mengelilinginya dan dari sini muncullah seorang dara [Aphrodite]

Chronos tidak mempedulikan sumpah ayahnya dan langsung membebaskan para Titan, yang sekarang bersedia tunduk kepada kekuasaannya. Dia memperistri Rhea, saudaranya sendiri, dan kepada masing-masing Titan yang lain diserahkan sebagian dari bumi. Terciptalah perdamaian dan keamanan di sekeliling Olympus.

Pada jaman Chronos mulai memerintah, hiduplah ras manusia pertama yang diciptakan oleh dewa-dewi Olympus. Jaman mereka hidup dikenal dengan nama Jaman Emas (Golden Age). Pada saat itu hanya ada satu musim sepanjang tahun, yaitu musim semi dengan hembusan lembut Zephyr (Angin Selatan) yang menyejukkan. Mereka hidup tanpa kesedihan, bebas dari kerja keras dan kesusahan. Ketuaan tidak nampak pada diri mereka, dan dengan tubuh yang kuat dan sehat mereka bersenang-senang tanpa terjangkau oleh penyakit. Saat mereka mati, seakan-akan mereka hanya tertidur lelap . Mereka memperoleh makanan yang berlimpah tanpa perlu mengusahakannya, karena bumi tanpa dibajak telah memberikan segala kebutuhan. Mereka berdiam dengan damai di bumi, dan dikasihi oleh dewa-dewa. Manusia pada Jaman Emas ini hati dan jiwanya bebas dari kekangan hukum, namun menghargai kesetiaan dan kebenaran. Mereka tidak mengenal peraturan dan hukuman, namun hidup dengan rukun.
Pada jaman ini juga burung-burung dan makhluk laut serta binatang berkaki empat dapat berbicara sebagaimana manusia.
« Last Edit: December 21, 2008, 01:24:41 PM by qiqi » Logged

Farewell..
christof3r
■ v N c ■ Member Heart Break Kid
Ambassador
****************

Respect: +84/-221
Offline Offline

Posts: 18256


The Icon


« Reply #5 on: December 21, 2008, 04:22:34 PM »

hmm agak lain ya ceritanya
yg ane baca di wikipedia

dewi aphrodite itu lahir dari buih sperma zeus yg jatuh di laut  Huhhhh Huhhhh

klo dicerita sini, justru dewi aphrotdite lahir dari bagian tubuh dewa chronos yg jatuh ke laut Huhhhh
Logged

Lineage ][ Indo :
Sieghardt - FengLei [Eva Templar]


qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-82
Offline Offline

Posts: 13841



« Reply #6 on: December 21, 2008, 05:59:13 PM »

hmm agak lain ya ceritanya
yg ane baca di wikipedia

dewi aphrodite itu lahir dari buih sperma zeus yg jatuh di laut  Huhhhh Huhhhh

klo dicerita sini, justru dewi aphrotdite lahir dari bagian tubuh dewa chronos yg jatuh ke laut Huhhhh

wikipedia yg versi indo kayaknya mengambil dr versi Homer, sedangkan pd umumnya cerita aphrodite termasuk dr wiki versi luar diambil dr karya Hesiod, yg versinya spt ini:

Aphrodite is the classical Greek goddess of love and beauty. According to Greek oral poet Hesiod, she was born when Uranus was castrated by his son Cronus. Cronus threw his severed genitals into the sea, and from the aphros (sea foam) arose Aphrodite.

sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Aphrodite
Logged

Farewell..
christof3r
■ v N c ■ Member Heart Break Kid
Ambassador
****************

Respect: +84/-221
Offline Offline

Posts: 18256


The Icon


« Reply #7 on: December 21, 2008, 08:30:49 PM »

hmm
klo di baca2 lagi si
rata2 semua dewa dewi yunani itu melakukan pernikahan dgn saudara/i sedarah ya  No Comment No Comment
Logged

Lineage ][ Indo :
Sieghardt - FengLei [Eva Templar]


KecoakSalto91
Corpral
**

Respect: +1/-0
Offline Offline

Posts: 68

I TRY TO FIX IT BUT I CAN'T


« Reply #8 on: December 21, 2008, 11:49:34 PM »

Terus cerita Hercules itu gmn??
Itu fiksi / nyata??
Logged
christof3r
■ v N c ■ Member Heart Break Kid
Ambassador
****************

Respect: +84/-221
Offline Offline

Posts: 18256


The Icon


« Reply #9 on: December 22, 2008, 08:31:23 PM »

itu cm mitologi doank

tp klo baca di wikipedia yg indonesia
hercules dikenal dgn nama heracles

ada beberapa versi klo di wikipedia

ada yg tertulis ibu dari hercules itu seorang manusia biasa tp ayah dari hercules bener si zeus
jadi cerita ttg hercules itu yg bener yg mana ?  Huhhhh Huhhhh

klo di versi kartun si hercules itu anak dari dewa zeus dan dewi hera
tp terdampar ke bumi  Huhhhh Huhhhh
Logged

Lineage ][ Indo :
Sieghardt - FengLei [Eva Templar]


qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-82
Offline Offline

Posts: 13841



« Reply #10 on: December 23, 2008, 09:57:26 AM »

Terus cerita Hercules itu gmn??
Itu fiksi / nyata??


biasanya yg namanya mitologi itu hanya berupa cerita, fiksi, dan bukan fakta sejarah.  Smile
Logged

Farewell..
GiAAAAA
BACC - Budi Anduk Coy Community
Lieutenant Colonel
*********

Respect: +182/-67
Offline Offline

Posts: 3891

Internazionale Milan


« Reply #11 on: December 23, 2008, 10:33:57 AM »

oh jd itu hanya fiksi, ane kira itu nyata.  O_oX
Logged

KecoakSalto91
Corpral
**

Respect: +1/-0
Offline Offline

Posts: 68

I TRY TO FIX IT BUT I CAN'T


« Reply #12 on: December 24, 2008, 01:44:56 AM »

@qiqi
Ia cc qiqi...
Maap salah...
Pengen taw cerita2 nya yg laen donk...
Ada nda?
Logged
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-82
Offline Offline

Posts: 13841



« Reply #13 on: December 24, 2008, 09:51:28 AM »

ini versi romawinya, mitologi romawi diambil dr yunani, hanya namanya yg dibedakan, tp yg versi romawi ini yg lebih terkenal n menjadi lebih sekular dibanding yunani.

Bangsa Yunani Kuno percaya bahwa bumi berbentuk bundar seperti cakram dengan negeri mereka di tengah-tengah dan Gunung Olympus sebagai pusat alam semesta. Daratan membentang dari barat ke timur dan terbagi atas dua bagian yang sama besar oleh daerah perairan, yaitu Laut Tengah dan kelanjutannya Laut Euxine (Laut Hitam), sementara Sungai Ocean (yang sesungguhnya adalah Samudra Atlantic) mengelilingi cakram bumi dari selatan ke utara.
Jauh di sebelah utara terdapat suatu negeri yang disebut Hyperborea yang konon didiami oleh suatu ras yang hanya mengenal kebahagiaan. Di sana udara selalu nyaman serta buah-buahan dipanen sepanjang tahun. Sedangkan jauh di sebelah selatan terdapat negeri yang disebut Ethiopia yang penduduknya mengalami kebahagiaan dan masa muda abadi. Konon dewa-dewi bahkan merasa terhormat bila dapat tinggal bersama mereka.

Matahari, bulan, bintang-bintang, dan fajar dipercaya terbit dari istana mereka di sebelah timur dan terbenam di Sungai Ocean di sebelah barat di mana telah menunggu perahu yang akan membawa mereka kembali ke istana emas mereka di timur.
Istana dewa-dewi berada di Gunung Olympus, di Thessaly. Gerbangnya selalu diselimuti awan oleh dewi-dewi musim. Meski para dewa-dewi tersebut tinggal di istana yang berbeda-beda namun mereka senantiasa berkumpul di balai para dewa, di kediaman Jupiter. Dewa-dewi tersebut serupa dengan manusia dalam banyak hal kecuali bahwa mereka lebih berkuasa dan abadi berkat makanan yang mereka santap, yaitu ambrosia, dan minuman yang mereka minum, yaitu nectar. Meski terkadang penderitaan menimpa mereka namun kebahagiaan pasti akan selalu kembali menyelimuti Olympus.

The Creation

Konon sebelum semua tercipta yang ada hanyalah kekosongan dan kekelaman yang disebut Chaos bersama istrinya yang disebut Nox, yaitu dewi malam. Dari perkawinan mereka lahirlah Erebus, yakni dewa kegelapan, yang kemudian mengusir Chaos dan mengawini ibunya sendiri. Terlahir dari perkawinan tersebut Ether, yaitu dewa udara yang kebiruan, serta Dia, yakni dewi siang yang cemerlang berseri-seri. Ketika bertahta, mereka mengusir Erebus dan Nox lalu mulai memerintah.
Dari pasangan ini lahirlah anak-anak yang tampan, cantik, dan perkasa, yaitu Terra, dewi bumi yang penuh pesona; Caelus, yaitu langit yang perkasa, yang menyelimuti bumi dengan [color=sky blue]jubah birunya[/color]; Pontus, lautan yang jubahnya membentang menutupi sebagian besar permukaan bumi; Amor, yaitu dewi cinta yang membawa benih-benih kehidupan; dan Tartarus, yaitu neraka yang amblas ke dalam bumi dengan kedalaman yang tak terukur dan tak terjangkau oleh terang. Di sinilah tinggal Chaos, Nox, dan Erebus yang terusir.

Ketika Ether dan Dia turun tahta, Caelus naik tahta dengan Terra mendampinginya sebagai permaisurinya. Dengan dibantu Amor yang membawa benih-benih kehidupan, Caelus dan Terra melahirkan anak-anak mereka para titan (pria) dan titanid (wanita) yang perkasa antara lain: Saturn, Oceanus, Iapetus, Hyperion, Coeus, Crius, Cybele, Justitia, Tethys, Theia, Mnemosyne, Eurybia, Phoebe, dan para Cyclop, yaitu raksasa-raksasa bermata tunggal: Brontes (Guntur), Steropes (Petir), dan Arges (Kilat), serta raksasa-raksasa berlengan seratus yang disebut Centimani: Cottus, Gyes, dan Obriareus. Sementara dari perkawinannya dengan Pontus, Terra melahirkan Nereus, Thaumas, Phorcys, dan Ceto.

The Titans' Rebellion

Suatu ketika Caelus murka dengan tingkah laku para titan yang dianggapnya tidak menghormatinya, maka dilemparkannya putra-putranya tersebut ke dalam Tartarus untuk menghukum mereka. Namun Terra yang merasa iba melihat nasib putra-putranya kemudian pergi membebaskan mereka.

Saturn yang paling perkasa kemudian mendatangi Caelus di saat sedang beristirahat dan dengan senjata sabitnya yang bermata berlian dia melukai ayahnya sampai tak berdaya. Terdengarlah pekik kemenangan Saturn di seluruh jagat, karena kini dialah yang berkuasa menggantikan Caelus. Namun Caelus sempat menjatuhkan kutukannya kepada Saturn bahwa kelak seorang putranya juga akan menjatuhkannya dari tahtanya. Nox kemudian melahirkan makhluk-makhluk yang mengerikan untuk menghukum Saturn, yaitu Nemesis, Kebencian, Kelaparan, Dusta, Fitnah, Kekejaman, Penderitaan, dan sebagainya.

Saturn bertahta menggantikan ayahnya. Dia mengawini saudarinya, salah seorang titanid, yaitu Cybele. Dari perkawinan ini lahirlah lima orang anak, yaitu Vesta, Juno, Ceres, Neptune, dan Pluto. Namun teringat akan kutukan ayahnya, Saturn menelan semua anaknya begitu mereka dilahirkan untuk menghindari bencana bagi dirinya.

Logged

Farewell..
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-82
Offline Offline

Posts: 13841



« Reply #14 on: December 24, 2008, 09:53:28 AM »

Jupiter

Pada saat kehamilannya yang keenam Cybele yang berduka oleh ulah Saturn terhadap anak-anak mereka sendiri kemudian pergi ke lereng Gunung Dicte di Crete untuk melahirkan bayinya agar selamat dari incaran suaminya. Sekembalinya ke istana Saturn, Cybele berpura-pura mengerang sakit hendak melahirkan. Setelah persalinannya selesai dia menyerahkan bungkusan bayinya kepada Saturn untuk ditelan. Tanpa memeriksa lagi Saturn menelan bungkusan yang diberikan oleh istrinya tersebut yang ternyata berisi sebongkah batu.

Putra keenam Saturn dan Cybele yang selamat dari kebuasan ayahnya diasuh oleh para peri di hutan lereng Gunung Dicte, terutama Melia dan Adrastea. Mereka menamai bayi itu Jupiter. Para makhluk menyayangi dewa kecil tersebut seolah mereka tahu bahwa kelak Jupiterlah yang akan membebaskan mereka dari cengkeraman sang tiran Saturn. Seekor kambing betina, Amalthea, setiap hari memberikan air susunya kepada Jupiter dengan kasih sayang seorang ibu, kelak setelah Jupiter berkuasa Amalthea ditempatkan di angkasa di antara para bintang menjadi rasi bintang Capricorn.

Jupiter tumbuh dewasa dan menjadi seorang pemuda yang perkasa dan cerdas. Sahabatnya adalah seekor rajawali besar bernama Aquila yang kerap membawakannya ambrosia dan nectar serta menceritakan hal-hal yang terjadi di seputar jagat. Jupiter menjadi tahu bahwa Saturn telah memerintah dunia ini didasari tindak kejahatan dan bertekad untuk menyelamatkan dunia ini dari kekejaman Saturn.

The Battle against the Titans

Suatu ketika Jupiter mendapat kabar dari Oceanus bahwa Saturn yang saat itu memerintah semesta dengan kekejaman dan tindak tirani ternyata adalah ayahnya. Dia juga diberitahu bahwa saudara-saudarinya telah ditelan oleh Saturn segera setelah mereka dilahirkan. Bertambah bulatlah tekadnya untuk menyelamatkan dunia ini dari cengkeraman Saturn. Oleh karena itu dia mengumpulkan sekutu-sekutunya yang juga menentang Saturn. Namun sebelum itu dengan bantuan Metis, seorang putri Oceanus, dia membuat ramuan yang kemudian dipersembahkannya kepada Saturn. Setelah meminum ramuan tersebut Saturn memuntahkan kembali semua anaknya yang ditelannya Jupiter kemudian mengajak saudara-saudarinya tersebut bergabung melawan Saturn.

Ketika merasa diancam bahaya Saturn segera menghubungi saudara-saudaranya para titan untuk membantunya. Sementara itu Jupiter telah berhasil mengumpulkan sekutu-sekutunya, yaitu saudara-saudarinya beserta Oceanus dan putri-putrinya, para Oceanid; Prometheus dan Epimetheus, putra-putra titan Iapetus. Mereka membangun markas di puncak Olympus kemudian mengelilingi altar bersumpah akan mengembalikan kedamaian dan ketentraman di semesta ini dengan menumbangkan kekuasaan Saturn.

Jupiter juga melepaskan para Cyclop dan Centimani dari Tartarus untuk membantunya melawan Saturn dan para titan. Sebagai tanda terima kasihnya para Cyclop kemudian membuatkan senjata-senjata untuk Jupiter dan saudara-saudaranya, yaitu petir untuk Jupiter, trisula yang dapat mengguncang bumi dan lautan untuk Neptune, dan dwisula yang dapat membelah bumi dan helm yang membuat pemakainya menjadi kasat mata untuk Pluto.

Perang melawan para titan berkobar sepuluh tahun lamanya. Namun akhirnya keunggulan Jupiter dengan sekutu-sekutunya terbukti. Para titan yang kalah kembali dijebloskan ke dalam Tartarus, dirantai dengan rantai berlian dan dijaga oleh para Centimani. Atlas, saudara Prometheus dan Epimetheus yang membantu para titan dihukum memanggul langit di pundaknya selamanya, sedangkan Saturn melarikan diri ke Italy. Jupiter naik tahta menggantikan Saturn. Dia membagi-bagikan kekuasaan kepada saudara-saudarinya. Neptune menjadi penguasa lautan, Pluto merajai Hades (kerajaan orang mati), Juno menjadi ratu langit dan permaisurinya. Namun Jupiterlah yang paling berkuasa atas mereka semua. Kehendak dan kata-katanya menjadi hukum yang harus dipatuhi. Memang seluruh makhluk memandangnya sebagai Bapa Semesta Alam karena dialah yang menyelamatkannya dari cengkeraman Saturn. Dari istananya yang berselimut awan di Gunung Olympus Jupiter memerintah dunia dibantu oleh dewa-dewi lainnya.

Jupiter kerap dilukiskan sebagai pria tua berambut dan berjanggut keperakan memakai jubah putih. Di tangannya tergenggam senjatanya yang tak terkalahkan, yaitu petir, dan tongkat kerajaan di tangannya yang lain sementara bola dunia di bawah telapak kakinya. Di sampingnya Aquila yang perkasa mengepakkan sayapnya.
Logged

Farewell..
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-82
Offline Offline

Posts: 13841



« Reply #15 on: December 24, 2008, 09:56:43 AM »

Juno

Juno adalah ratu langit, permaisuri Jupiter, dewi pelindung kaum wanita dan perkawinan. Dia selalu hadir dalam tiap upacara perkawinan untuk memberikan restu dan nasihat bagi para istri. Oleh karena itu dia tidak pernah memaafkan wanita yang melanggar janji perkawinannya maupun wanita yang mencoba mengganggu perkawinannya dengan Jupiter, di antara mereka adalah Io, Callisto, Semele, dan Latona.

Setelah diselamatkan Jupiter dari Saturn, ayahnya, Juno oleh Cybele, ibunya, dibawa ke Negeri para Hesperid di ujung barat bumi untuk diasuh oleh putri-putri Vesper, Bintang Senja. Para Hesperid mengasuh Juno dengan penuh kasih sayang. Juno belajar segala sesuatu tentang kehidupan, langit yang luas dan rahasianya, cuaca, dan sebagainya dari mereka. Lama kelamaan timbullah kekuatan kedewian dalam dirinya, dan karena sangat mencintai langit yang luas dengan segala misterinya dia berharap suatu saat boleh meratui langit.
Suatu hari saat dia sedang duduk memandangi langit ditemani sahabatnya, yaitu seekor burung merak, datanglah Jupiter mengajaknya bergabung untuk menumbangkan kekuasaan Saturn yang kejam. Juno bersedia. Sepuluh tahun lamanya dia mendampingi Jupiter dalam pertempuran melawan para titan, ikut menyumbangkan pikiran dan kemampuannya demi kemenangan bersama.

Akhirnya setelah para titan berhasil dikalahkan dan Jupiter naik tahta, Juno diangkat menjadi permaisurinya. Dengan demikian tercapailah harapannya untuk meratui langit. Perkawinannya dengan Jupiter berlangsung meriah, seluruh alam ikut merayakannya. Terra menghadiahkan pohon apel berbuah emas yang kemudian oleh Juno diserahkan kepada para Hesperid untuk dirawat.
Seorang peri, Helone, cukup bodoh untuk berani menolak menghormati Juno dengan berpura-pura sakit sehingga harus menyeret kakinya lambat-lambat yang mengakibatkannya tiba saat pesta perkawinan agung tersebut telah usai. Sukacita tidaklah cukup meredam kegusaran Juno atas kekurang-ajaran Helone yang kemudian diubahnya menjadi kura-kura, makhluk yang melangkahkan kakinya lambat-lambat seumur hidupnya dan memang ‘helone’ adalah sebutan bagi kura-kura dalam bahasa Yunani.

Juno dilukiskan sebagai wanita yang anggun mengenakan busana ratu dan mahkota Sebagaimana Jupiter, dia juga menggenggam tongkat kerajaan di tangannya. Sapi adalah hewan kesayangannya.

Perkawinannya dengan Jupiter memberinya empat orang anak, yaitu Vulcan, dewa api dan pandai logam; Mars, dewa perang; Lucina, dewi kelahiran; dan Juventus, dewi masa muda abadi yang bertugas menghidangkan ambrosia dan nectar pada dewa-dewi.

Minerva

Minerva adalah putri sulung Jupiter yang lahir dari kepala Bapa Semesta Alam tersebut.
Cerita tentang kelahirannya yang aneh tersebut adalah sebagai berikut:
Suatu hari Terra mendatangi Jupiter di balai para dewa dan meramalkan bencana yang bakal menimpanya. Jupiter akan memiliki dua orang anak dari istrinya, Metis, yang saat ini sedang mengandung. Anak pertama yang sedang dikandung akan menjadi pembantu setia Jupiter dalam segala hal, sedangkan anak kedua yang akan dikandung akan memberontak melawannya.

Untuk menghindari bencana yang akan menimpa dirinya kemudian Jupiter mendatangi Metis. Dibuainya Metis dengan kata-kata manis sehingga terlena. Saat terlena itulah Jupiter memeluk Metis dan menyatukannya dengan dirinya. Dengan demikian tak akan pernah ada anak kedua yang dikandung oleh Metis. Jupiter telah terbebas dari bencana yang akan menimpanya.

Ketika sampai waktunya bagi Metis untuk melahirkan anaknya, Jupiter merasakan sakit kepala yang tak tertahankan. Begitu tak tertahankannya sehingga akhirnya kepalanya terbelah. Dari kepala Jupiter tiba-tiba memancar cahaya yang kemudian berubah bentuk menjadi seorang wanita muda berambut keemasan bergelombang dan bermata biru. Wanita tersebut mengenakan helm, membawa tombak dan perisai di tangannya. Jupiter menamai putrinya yang baru lahir tersebut Minerva.

Minerva menjadi dewi kebijaksanaan yang mengusir Kebodohan, yaitu putri Nox yang sampai saat itu masih berkeliaran di dunia. Dia menjadi pembantu dan penasehat utama Jupiter dalam segala hal. Kecintaannya pada kemanusiaan yang sangat besar telah melahirkan gagasan-gagasan cemerlang dari benaknya, yaitu seni, filsafat, astronomi, matematika, dan mekanika.

Pernah ada seorang gadis yang pandai menenun meremehkan kemampuan Minerva dan menantangnya bertanding. Nama gadis tersebut adalah Arachne. Minerva menyambut tantangan Arachne. Segera mereka mengadu keterampilan mereka bekerja dengan gelendong benang dan alat tenun. Minerva menenun selembar kain bergambar adegan yang menceritakan saat para dewa-dewi menentukan kota Attica, yang diperebutkannya dengan Neptune sang dewa samudra, menjadi miliknya. Arachne menenun selembar kain bergambar adegan yang menceritakan saat penculikan Europa, putri Raja Agenor dari Sidon, oleh Jupiter yang menyamar sebagai seekor sapi jantan. Dalam adegan itu, dia melukiskan sang dewa terjebak oleh nafsu rendahnya.

Mendidihlah darah Minerva oleh amarah atas kekurang-ajaran Arachne yang ditujukan pada ayahnya. Namun dia harus mengakui bahwa kain tenunan Arachne memang indah tanpa cacat. Sambil tersenyum mengejek Minerva merenggut kain tersebut dan merusaknya, lalu memperingatkan pada yang hadir bahwa seni sejati lahir dari hati yang penuh cinta bukan oleh kesombongan apalagi kebencian. Arachne yang merasa malu mendengar kata-kata Minerva lalu mengakhiri hidupnya. Minerva yang merasa iba menyaksikan nasib Arachne yang berakhir tragis kemudian mengubahnya menjadi makhluk yang selalu menenun seumur hidupnya, yaitu laba-laba. Namun sekarang tak ada lagi yang menghargai hasil tenunannya. Orang akan segera mengambil sapu untuk menyingkirkan hasil pekerjaannya bila mereka melihatnya. Kata laba-laba dalam bahasa Prancis, 'araigne', memang berasal dari nama Arachne.

Meskipun terlahir dengan senjata-senjata Minerva selalu menjadi dewi yang paling membenci pertempuran. Namun demikian dialah yang pertama kali akan terjun ke medan perang bila kemanusiaan dan perdamaian terancam bahaya. Memang selalu orang yang paling mencintai kemanusiaan dan perdamaian yang akan pertama terjun ke medan pertempuran bila memang diperlukan. Di medan perang Minerva akan menjadi dewi yang tak terkalahkan berkat perisainya yang bernama Aegis, yang bahkan dapat menahan petir Jupiter. Di masa damai, bersama Pax, dewi perdamaian, dan Ceres, dewi pertanian, Minerva akan mengajarkan peradaban pada umat manusia.

Konon Minervalah yang membangun tembok-tembok kota dan Acropolis di Attica yang kelak menyandang namanya dalam bahasa Yunani, Athena. Burung hantu menjadi binatang kesayangannya karena sorot matanya yang cerdas sedangkan zaitun menjadi tanaman suci baginya karena memiliki banyak kegunaan bagi umat manusia. Minerva jugalah yang selalu menjadi pendamping dan pengilham bagi para pahlawan, filsuf, seniman, dan para pakar di bidang kemanusiaan yang lainnya. Minerva adalah dewi yang tetap perawan karena kecintaannya pada kemanusiaan membuatnya menolak mencintai pria manapun.
Logged

Farewell..
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-82
Offline Offline

Posts: 13841



« Reply #16 on: December 24, 2008, 09:59:56 AM »

Mars

Mars, dewa perang yang haus darah adalah putra Jupiter dengan Juno. Sosoknya tampak gagah, jantan, dan berwibawa di balik balutan busana perang yang gemerlapan. Namun sayangnya hanya hal itulah yang dapat dibanggakan dari dirinya.
Tak ada satupun kisah yang menyanjung kehebatannya, karena sebagai dewa perang kegemarannya hanyalah menyaksikan kekerasan, pertumpahan darah, korban yang berjatuhan, dan peradaban yang dihancurkan. Bila umumnya dewa-dewi menghendaki kebahagiaan bagi umat manusia, sebaliknya yang dia kehendaki hanyalah penderitaan dan kehancuran.

Bahkan orang tuanya pun tidak menyukainya. Pernah dalam suatu kesempatan Juno, menghadap Jupiter, memohon agar Mars diseret dari medan perang dalam keadaan memalukan. Jupiter setuju. Dia memerintahkan Minerva melakukan hal tersebut. Hal itu terjadi pada saat Perang Troya berlangsung. Juno yang memihak Yunani mendapat kesulitan dari Mars yang membantai pasukan Yunani hanya karena tampaknya pasukan Yunani berada di pihak yang akan kalah.

Mars membenci Pax dan Ceres karena dewi-dewi tersebut mencintai perdamaian. Namun begitu dia harus berhati-hati terhadap mereka karena Minerva yang juga mencintai perdamaian selalu membela mereka. Meski Mars adalah dewa perang, dia selalu berada di pihak yang kalah bila harus berhadapan dengan Minerva yang tak hanya mengandalkan kekuatan fisik belaka namun juga taktik dan akal sehat terlebih dilandasi tekad yang kuat untuk membela perdamaian.

Meski begitu toh ada juga yang menjadi sahabat dan pengagumnya, yaitu Discordia, dewi kebencian yang senang dengan perpecahan, dan Venus, dewi cinta dan kecantikan yang terpesona oleh sosoknya yang gagah.
Perkawinan Mars dan Venus melahirkan anak-anak yang seperti selalu dikatakan bahwa batas antara cinta dan kebencian amatlah tipis, yaitu Cupid, dewa asmara; Anteros, dewa nafsu birahi; Hymen, dewa perjodohan; Hermione, pembawa harmoni; Phobos dan Deimos, ketakutan dan teror; serta Bellona, dewi perang yang menjadi kusir kereta ayahnya.
Konon bangsa Romawi yang suka berperang adalah keturunan Mars dari seorang vestalia (gadis-gadis pelayan di kuil Dewi Vesta), yaitu Rhea Sylvia, yang kemudian melahirkan Remus dan Romulus yang mendirikan kota Roma.

Venus

Venus adalah dewi cinta dan kecantikan, putri Jupiter dengan Dione, dewi kelembaban, putri Epimetheus.
Dia dilahirkan berupa buih di tengah lautan. Buih tersebut makin lama makin membesar dan tiba-tiba dari dalamnya muncullah Venus dalam wujud wanita muda jelita. Ikan-ikan dari dalam lautan berloncatan riang menyambut kelahiran dewi baru tersebut, burung-burung laut memekik girang sambil mengepak-ngepakkan sayapnya mengelilinginya, peri-peri laut membawakannya kulit kerang yang terbesar dan terbagus untuk dinaikinya, Favonius, Angin Barat yang berhembus sepoi-sepoi, membawa perahu kulit kerang tersebut ke pantai pulau terdekat, Cyprus. Flora, kekasih Favonius yang merupakan dewi bunga menghujaninya dengan berbagai macam bunga yang semerbak.

Segera sesampainya di pantai, peri-peri di hutan Cyprus bertindak sebagai nona-nona rumah mendandani dewi baru tersebut. Dewi-dewi musim turun dari Olympus membawakannya gaun yang indah serta berbagai macam perhiasan yang menambah pesona sang dewi baru tersebut.

Jupiter kemudian mengirimkan awan untuk mengangkat putrinya tersebut ke balai para dewa di Olympus. Semua yang hadir terpikat oleh kejelitaannya dan berlomba-lomba menarik perhatiannya mencoba menjalin hubungan yang lebih akrab. Kemudian Jupiter memberinya wewenang untuk mengurus masalah kecantikan, keindahan, dan berbagai macam emosi manusia, khususnya yang berhubungan dengan asmara. Jadilah Venus dewi cinta dan kecantikan.

Dalam menjalankan tugasnya Venus selalu dibantu oleh putranya, Cupid yang bersayap dan membawa panah bermata berlian yang mampu menembus hati yang sekeras baja. Cupid dilukiskan sebagai anak kecil yang montok dan menggemaskan. Konon Venus pernah mengeluh kepada Justitia, dewi keadilan, karena Cupid tidak pernah tumbuh menjadi dewasa. Justitia kemudian memberikan jawaban bahwa Cupid akan tumbuh menjadi dewasa bila beserta saudaranya Anteros, dewa nafsu birahi. Kemudian Venus melahirkan Anteros dan Cupid pun tumbuh dewasa menjadi seorang pemuda yang cakap.

Venus memiliki ikat pinggang bernama cestus yang selalu memberinya ilham dalam percintaan dan membuat siapa saja yang terkena pengaruh kekuatannya sulit terhindar dari masalah asmara. Meski demikian ada tiga orang dewi yang tak terpengaruh oleh kekuatan gaib ikat pinggangnya dan tetap perawan, yaitu Minerva, yang menolak mencintai pria manapun karena hanya mencintai kemanusiaan; Diana, dewi malam purnama dan perburuan yang angkuh; serta Vesta, dewi perapian dan kehangatan keluarga yang keinginannya sederhana, yaitu menjaga dan memelihara kehangatan hati dalam keluarga.

Meski selalu menyombongkan diri dalam masalah asmara, Venus tak luput pernah jatuh cinta serta mengalami kekecewaan, bahkan dengan makhluk fana. Pria-pria yang pernah dicintainya antara lain Anchises, ayah Aeneas yang menjadi leluhur bangsa Romawi, serta Adonis yang tampan rupawan. Konon kematian Adonis akibat diterkam babi hutan membuat Venus begitu berduka sehinga dia berjalan jauh meninggalkan Olympus untuk menguburkan kekasihnya itu tanpa mengenakan alas kaki, sehingga kakinya luka tertusuk oleh bebatuan tajam. Darah yang mengalir dari lukanya mewarnai mawar yang semula seputih salju menjadi merah, lambang hati yang membara oleh cinta, sedangkan darah yang menetes dari tubuh Adonis berubah menjadi bunga anemone.

Venus dilukiskan sebagai wanita jelita berambut keemasan dan bermata violet yang selalu bercermin mengagumi kecantikannya sendiri. Bunga mawar dan pohon cypress menjadi persembahan bagi Venus. Sedangkan burung merpati yang selalu berpasangan dan angsa putih yang anggun menjadi hewan kesayangannya.
Logged

Farewell..
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-82
Offline Offline

Posts: 13841



« Reply #17 on: December 24, 2008, 10:05:10 AM »

Mercury and Iris

Mercury adalah duta dewata, dewa pelindung perdagangan, penggembala, bahkan pencuri, putra Jupiter dari Maia, putri Atlas, dewi padang-padang bunga.
Bagaimana kisahnya sampai dia menjadi dewa pelindung pencuri adalah sebagai berikut:

Konon saat berada dalam buaiannya setelah dilahirkan,Mercury telah memikirkan bagaimana mencuri ternak ayahnya yang digembalakan oleh Apollo, dewa terang dan musik, di Pyrrhea. Niatnya tersebut kemudian memang dilaksanakannya dan sempat membuat Apollo kebingungan mencari ternak yang dipercayakan kepadanya karena Mercury memasang sepatu-sepatu ternak tersebut secara terbalik sehingga berlawanan arah dengan tempatnya menyembunyikan hasil curiannya di Peloponnesus.

Akhirnya Apollo tahu bahwa pencurinya adalah dewa kecil yang baru saja dilahirkan itu. Segera dia membawa Mercury ke hadapan Jupiter dan melaporkan ulahnya kepada Bapa Semesta Alam tersebut. Di hadapan ayahnya Mercury tidak berani menyangkali perbuatannya. Dia menunjukkan tempat persembunyian hasil curiannya kepada Apollo.

Hampir saja Apollo murka ketika mengetahui dirinya telah tertipu oleh seorang bayi yang baru lahir, namun Mercury kemudian memberikan lira ciptaannya kepada Apollo untuk meredakan amarahnya karena dia tahu betapa Apollo mencintai musik. Apollo begitu gembira menerima hadiah tersebut. Amarahnya pada Mercury langsung mereda berganti rasa sayang. Sejak saat itu jarang sekali orang melihat Apollo tanpa lira pemberian Mercury tersebut.

Namun demikian Mercury tidak jera-jeranya melakukan pencurian. Pernah dia mencuri tombak Mars, trisula Neptune, bahkan petir ayahnya. Untung saja Mercury segera mengembalikannya begitu melihat murka ayahnya, kalau tidak tentu dia menjadi sasaran amarah Jupiter. Meskipun begitu kebiasaan Mercury tersebut tidak selamanya merugikan. Pernah dia menyelamatkan ayahnya yang urat-uratnya dipotong oleh monster Typhoon dengan mencuri dan menyerahkannya kembali pada Jupiter.

Setelah dewasa Mercury diangkat menjadi duta dewata karena kefasihannya berbicara dan bersilat lidah. Apollo memberikan tongkat berujung ular berkepala dua yang disebut caduceus yang menambah kemampuannya tersebut. Untuk memperlancar tugasnya, para dewa memberinya helm dan sandal bersayap agar dapat bergerak cepat melaksanakan perintah-perintah para dewa. Mercurylah yang bertugas menyampaikan amanat para dewa kepada umat manusia. Dia jugalah yang bertugas menghantar jiwa-jiwa menuju ke Hades.

Bila para dewa mempunyai Mercury sebagai duta, maka para dewi pun memiliki seorang duta, yaitu Iris, dewi pelangi.
Iris adalah putri Thaumas dan Electra dan cucu Terra dan Pontus. Iris menjadi duta para dewi, khususnya Juno, karena memiliki sayap sehingga dapat terbang secepat kilat dan tak seorangpun yang menyadari bahwa Iris telah lewat jika tidak meninggalkan jejak berupa pelangi di udara. Konon Iris pulalah yang ditugasi menjaga harta benda dewa-dewi Olympus, sehingga orang sering mengatakan ada guci berisi emas di ujung pelangi. Iris dicintai oleh segenap penghuni Olympus karena dia begitu cermat dalam melaksanakan tugasnya melayani mereka.

Iris dilukiskan sebagai wanita muda jelita berambut keemasan, bermata biru, pipinya berseri bagaikan mahkota bunga mawar merah muda, mengenakan gaun putih serta bersayap, seperti bidadari.
Logged

Farewell..
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-82
Offline Offline

Posts: 13841



« Reply #18 on: December 24, 2008, 10:07:37 AM »

Vulcan

Vulcan adalah dewa api dan pandai logam, putra sulung Jupiter dengan Juno.
Dia dilahirkan sebagai bayi yang cacat kakinya, sehingga Juno yang merasa malu melahirkannya kemudian melemparkannya dari puncak Olympus ke dalam lautan. Kalau saja bukan seorang dewa, bayi tersebut pastilah sudah binasa. Bayi tersebut terus tenggelam sampai ke dasar samudra sampai ditemukan oleh dua orang dewi laut, yaitu Thetis dan Eurynome, yang kemudian merawatnya.

Vulcan tumbuh dewasa dan akan menjadi seorang dewa laut pula bila tidak tanpa sengaja suatu hari dia melihat gunung berapi meletus. Lavanya melelehkan semua benda yang dilaluinya. Kagum oleh fenomena alam yang demikian hebat membuat Vulcan berpikir bahwa api dapat dimanfaatkan untuk mengolah benda-benda keras seperti logam dan membentuknya sesuai keinginan. Maka lahirlah penempaan logam.

Untuk menyatakan rasa terima kasihnya kepada Thetis dan Eurynome, Vulcan membuat seuntai kalung emas bertatahkan permata bagi mereka. Dalam suatu kesempatan Juno berjumpa dengan Thetis. Terkagum-kagum oleh kalung yang dikenakan Thetis, Juno menanyakan siapakah yang begitu ahli merancang kalung yang sedemikian indah kepada Thetis. Thetis menjawab bahwa Vulcan, putra Juno sendiri yang telah membuatnya. Sejenak Juno merasa ragu namun kemudian dia berkata kepada Thetis agar menyampaikan perintahnya kepada Vulcan untuk membuatkan singgasana emas yang indah baginya.

Vulcan yang mendengar dari Thetis bahwa ibunya memerintahkannya membuat singgasana emas menyanggupi hal tersebut. Tangan-tangannya yang terampil segera bekerja dan setelah beberapa saat singgasana emas yang penuh ukir-ukiran indah dan dihiasi pula dengan permata itu pun jadilah. Namun dia belum selesai bekerja. Rupanya dia menyiapkan suatu jebakan bagi Juno. Ia menciptakan rantai-rantai dari sejenis logam ajaib yang tak terlihat mata kemudian memasangnya pada singgasana tersebut. Setelah selesai barulah singgasana tersebut dikirim ke Olympus untuk dipersembahkan pada Juno.

Betapa girangnya Juno melihat singgasana emas yang begitu indah dipersembahkan baginya. Segera dia duduk di atas singgasana tersebut. Tetapi hanya sejenak kemudian senyumnya berubah menjadi kegusaran saat dia merasa ada rantai tak terlihat yang membelenggunya di atas singgasana tersebut. Para dewa-dewi mencoba melepaskan rantai tersebut namun tak berhasil.

Akhirnya Jupiter memerintahkan Mercury untuk membujuk Vulcan ke Olympus dan membebaskan ibunya. Namun Mercury gagal. Kemudian Mars diutus untuk menyeret Vulcan ke Olympus dan membebaskan Juno. Namun juga gagal. Akhirnya Bacchus, dewa anggur dan keriangan, disertai para pengikutnya yang riang gembira, berangkat ke bengkel kerja Vulcan sambil membawa bergentong-gentong anggur. Bacchus menawarkan secawan anggur pada Vulcan yang segera mereguknya dengan nikmat. Kemudian Bacchus terus mengisi cawan Vulcan sehingga akhirnya Vulcan menjadi mabuk. Pada saat itulah Bacchus berhasil membawa Vulcan ke Olympus.

Sesampainya di Olympus Vulcan tersadar dari mabuknya. Ketika dilihatnya Juno menderita karena ulahnya, dia merasa menyesal dan segera membebaskannya. Juno yang terharu oleh cinta dan bakti putra sulungnya memeluknya. Sejak saat itu ibu dan anak berdamai.
Jupiter begitu bersukacita melihat hal tersebut sehingga dia memerintahkan Venus untuk menjadi istri Vulcan. Begitulah yang terjadi, yang terburuk di antara para dewa menikahi dewi tercantik! Akan tetapi Venus yang tidak mencintai suaminya kemudian meninggalkannya untuk menikahi saudaranya, Mars.

Vulcanlah yang membuat perisai dan perlengkapan perang untuk Achilles yang sangat mengagumkan dalam Perang Troya atas permintaan Thetis. Vulcan memang sangat menyayangi Thetis yang telah merawatnya ketika bayi sampai dewasa.
Logged

Farewell..
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-82
Offline Offline

Posts: 13841



« Reply #19 on: December 24, 2008, 10:10:50 AM »

Apollo

Apollo dan saudari kembarnya, Diana, adalah putra-putri Jupiter dari Latona, putri Coeus dan Phoebe. Apollo adalah dewa terang dan musik serta pelindung para gembala dan peramal, sedangkan Diana adalah dewi malam purnama dan perburuan.
Kisah kelahiran Apollo dan Diana adalah sebagai berikut:

Latona yang menjadi korban kecemburuan Juno harus berkelana sampai ke ujung dunia untuk menghindari kejaran monster Python, yang dikirim Juno, dalam keadaan hamil tua. Berbagai tempat yang telah disinggahinya seperti Lesbos, Attica, dan Chios menolak kehadirannya karena takut akan murka Juno. Sampai akhirnya tibalah Latona di sebuah pulau terapung yang bernama Delos. Dia kemudian memohon agar diizinkan melahirkan bayinya di pulau tersebut. Begitu Latona selesai mengucapkan permohonannya, Jupiter atau Neptune mengirimkan rantai berlian untuk mengikat pulau tersebut pada dasar samudra. Segera para peri penghuni pulau tersebut membantu persalinan Latona.

Sembilan hari sembilan malam lamanya Latona menderita kesakitan dalam persalinannya. Pada fajar hari kesepuluh lahirlah dua bayi dari rahimnya, Apollo dan Diana. Pada hari ketiga setelah kelahiran mereka, Apollo dan Diana telah tumbuh menjadi pemuda yang cakap dan gadis yang cantik.
Apollo mendatangi Python yang telah mengancam ibunya di Gunung Parnassus kemudian membunuhnya dengan busur dan panah emasnya.
Jupiter bergirang menyaksikan keperkasaan putranya. Dia mengangkat Apollo dan Diana ke Olympus dan menjadikan keduanya dewa-dewi penghuni Olympus dengan memberi mereka ambrosia dan nectar.

Apollo dilukiskan sebagai pria muda yang tampan berambut keemasan. Dia menjadi dewa terang dan musik serta pelindung para gembala dan peramal. Tempat-tempat yang dianggap suci baginya adalah Delos, tempatnya dilahirkan dan Delphi di mana terdapat orakel yang menyingkap keputusan-keputusan dewata lewat pendeta wanitanya yang disebut pythia atau sibyl. Meskipun begitu kadang-kadang dia sering pergi mengunjungi ibunya yang berdiam di Negeri Hyperborea.

Sebagai dewa yang rupawan Apollo memiliki banyak kekasih, baik pria (yang terkenal adalah Hyacynthus yang tewas saat berlatih melempar cakram bersama Apollo akibat kecemburuan Favonius yang juga mencintainya, kemudian oleh Apollo tubuhnya diubah menjadi bunga hyacynth) maupun wanita, namun demikian pernah pula dia mengalami kekecewaan ditolak oleh wanita yang dia cintai. Di antara mereka adalah: Daphne, Marpessa, dan Cassandra.

Kisah cinta Apollo pada Daphne yang tak kesampaian adalah sebagai berikut:
Pada suatu hari Apollo sedang berlatih memanah di lereng Gunung Parnassus. Tiba-tiba Cupid, putra Venus, datang dan ikut-ikutan membidikkan panahnya ke sasaran panah Apollo. Apollo menjadi gusar dan mengusirnya. Merasa terhina Cupid kemudian berniat membalas Apollo. Ditunggunya kesempatan untuk mempermainkan Apollo tiba.

Ketika itu Daphne, putri dewa Sungai Peneus, sedang memetik bunga bersama dayang-dayangnya di tempat Apollo berlatih. Melihat hal tersebut Cupid segera membidikkan panah penimbul cintanya pada Apollo yang seketika itu jatuh hati pada Daphne. Sedangkan pada diri Daphne, Cupid membidikkan panah penolak cinta sehingga dia justru ketakutan melihat Apollo.

Daphne berlari menghindari Apollo yang bermaksud mendekatinya. Semakin Apollo berusaha semakin kencang pula Daphne berlari, sampai akhirnya tibalah dia di tepian sungai dan memohon pada ayahnya agar menyembunyikannya dari pandangan Apollo. Peneus kemudian mengubah putrinya menjadi sebatang pohon yang kini dikenal sebagai pohon laurel atau pohon salam.

Ketika Apollo sampai ke tempat itu dia tidak menjumpai Daphne. Hanya dijumpainya sebatang pohon laurel berdiri dengan kokoh di tempatnya. Apollo yakin bahwa pohon itu adalah penjelmaan pujaan hatinya yang menolak cintanya. Hatinya berduka namun toh dia tidak dapat menepis rasa cintanya pada Daphne. Dipetiknya beberapa ranting pohon tersebut dan dirangkainya daun-daunnya menjadi mahkota yang kemudian dikenakannya di atas kepalanya. Sejak saat itu Apollo selalu tampak mengenakan mahkota dari rangkaian daun laurel untuk mengenang cinta pertama yang gagal diraihnya. Karena Apollo adalah dewa musik maka penghargaan atas prestasi dalam bidang seni di zaman dahulu seringkali berupa mahkota dari rangkaian daun laurel.

Apollo mempunyai beberapa orang putra, namun yang paling terkenal adalah Aesculapius, putranya dari Peri Coronis, yang menjadi dewa kedokteran. Konon Aesculapius bahkan mampu membangkitkan orang dari kematian sehingga Pluto mengadukan hal ini pada Jupiter, karena jumlah jiwa-jiwa di Hades semakin berkurang. Jupiter murka mendengar pengaduan tersebut sehingga mengirim Aesculapius ke Hades. Namun meski telah berada di Hades Aesculapius tetap dapat menolong orang-orang yang membutuhkannya, maka orang memujanya sebagai dewa kedokteran bersama istrinya, Meditrina, dewi pengobatan, dan kedua orang putri mereka, yaitu Hygea, dewi kebersihan, dan Panacea, dewi penyembuhan.
Logged

Farewell..
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-82
Offline Offline

Posts: 13841



« Reply #20 on: December 24, 2008, 10:12:07 AM »

Diana

Diana, saudari kembar Apollo, dilukiskan sebagai gadis cantik memakai gaun pendek dan menyandang busur serta panah di punggungnya.
Ketika bersama saudaranya diangkat ke Olympus oleh Jupiter, Diana memohon kepada ayahnya agar diizinkan tetap perawan. Hal tersebut disebabkan karena dia adalah dewi yang sangat angkuh dan keras hati. Dia menganggap tak seorang pria pun yang sepadan dengan dirinya. Meskipun begitu dia menyayangi pemuda Hippolytus, karena pemuda tersebut mencintai kuda dan perburuan sama seperti dirinya.

Sebagai seorang dewi yang angkuh dia tak pernah membiarkan makhluk fana manapun yang menghina dirinya serta dewa-dewi lainnya tak terhukum. Dialah yang membunuh putra-putra raksasa Aloeus, karena mereka sesumbar akan menculik dirinya. Dialah yang mengutuk Acteon, cucu Raja Cadmus dari Thebes, menjadi rusa, yang kemudian mati dicabik-cabik *Censored pemburunya sendiri, hanya karena tanpa sengaja melihatnya mandi. Diana jugalah yang bersama Apollo membunuh putra-putri Ratu Niobe dari Thebes, karena sang ratu telah mengatakan sesuatu yang melukai hati Latona.

Meskipun demikian banyak kota yang disucikan baginya, yang penduduknya memujanya sebagai dewi kesuburan, di antaranya Ephesus (Kisah Para Rasul 19:20-41) dan Tauris.
Dalam perburuannya dia selalu disertai oleh peri-peri jelita sebagai pengiringnya, di antara mereka adalah Hyale, Nephele, Crocale, Echo, dan Callisto. Echo kemudian dikutuknya untuk selalu mengulang kata-kata terakhir yang didengarnya, karena Echo telah membocorkan rahasia pada hewan-hewan di hutan bahwa Diana akan berburu keesokan harinya. Sedangkan Callisto diusirnya karena didapatinya hamil oleh Jupiter. Hal tersebut menimbulkan murka Juno, sehingga Juno mengutuk Callisto dan putranya, Arcas, menjadi beruang. Kemudian Jupiter menempatkan mereka di angkasa menjadi rasi bintang Ursa Mayor dan Ursa Minor (Beruang Besar dan Beruang Kecil).

Kijang dan beruang adalah hewan favorit Diana. Oleh sebab itu dia pernah berselisih dengan Hercules saat Hercules bermaksud menangkap Kijang Cerinea yang menjadi kesayangannya serta menghukum penduduk Vavron dengan wabah karena membunuh beruang peliharaannya.
Logged

Farewell..
KecoakSalto91
Corpral
**

Respect: +1/-0
Offline Offline

Posts: 68

I TRY TO FIX IT BUT I CAN'T


« Reply #21 on: December 24, 2008, 12:22:06 PM »

Lage2 cc...
Ada lage nda ceritanya...
Mayan nih wat ngisi waktu...
Logged
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-82
Offline Offline

Posts: 13841



« Reply #22 on: December 24, 2008, 01:46:05 PM »

Ceres

Ceres adalah dewi pertanian, putri Saturn dan Cybele, dan istri Jupiter. Ketika Jupiter naik tahta Olympus, kehancuran akibat perang melawan para titan selama sepuluh tahun terjadi di mana-mana. Bumi tak lagi ditumbuhi tanaman sehingga kelaparan merajalela. Tersentuh oleh penderitaan umat manusia, Ceres kemudian mohon pada Jupiter agar diizinkan menumbuhkan lagi tanaman yang memberi pangan kepada umat manusia dan memeliharanya. Jupiter mengizinkannya, maka sejak saat itu Ceres menjadi dewi pertanian.

Perkawinannya dengan Jupiter memberinya seorang putri, yaitu Proserpine yang diculik oleh Pluto menjadi permaisurinya di Hades.
Ceres sangat berduka kehilangan putrinya sehingga menolak menumbuhkan tanaman pangan lagi. Akibatnya sekali lagi bencana kelaparan mengancam. Akhirnya Jupiter memutuskan agar Proserpine kembali pada ibunya dengan syarat Proserpine belum memakan sesuatu yang berasal dari Hades. Ternyata Proserpine telah memakan enam butir delima, maka dia hanya boleh kembali pada ibunya selama enam bulan dalam setahun.

Pada saat Proserpine kembali padanya, Ceres bersukacita sehingga bersedia menumbuhkan tanaman pangan bagi umat manusia (yaitu musim semi dan panas). Tetapi pada saat Proserpine harus kembali ke Hades, Ceres berduka sehingga tanaman pangan tidak tumbuh (saat inilah musim gugur dan dingin menjelang).

Tugas Ceres berat namun mulia, yakni memelihara kelangsungan hidup umat manusia di dunia. Oleh karena itu hukuman berat akan menimpa barang siapa yang berani menghina dan menentangnya. Erisichthon, seorang raja yang meremehkan Ceres dengan menebang pohon oak kesayangannya dihukumnya dengan mengirimkan Kelaparan, putri Nox, pada Erisichthon, sehingga dia menderita kelaparan selalu sampai akhirnya mati karena memakan tubuhnya sendiri.

Ceres dilukiskan sebagai seorang wanita keibuan yang bermahkotakan rangkaian bulir-bulir gandum keemasan di atas kepalanya dan menggenggam setangkai padi di tangannya. Jali dan tanaman pangan lainnya dipersembahkan baginya dalam upacara-upacara di kota sucinya, Eleusis. Konon dalam pengembaraannya mencari Proserpine, Ceres pernah singgah di kota yang diperintah oleh Celeus beserta istrinya, Metaneira, tersebut dan diterima dengan ramah. Oleh karena itu dia mengajarkan cara bercocok tanam yang baik pada Triptolemus, putra Celeus, agar diajarkan pada seluruh umat manusia.

Vesta

Vesta adalah putri Saturn dan Cybele, saudari sulung Jupiter, Juno, Ceres, Neptune, dan Pluto. Dia adalah dewi perapian dan kehangatan keluarga.
Tak ada kisah menakjubkan mengenai dirinya. Tak ada pengalaman mengesankan yang dialaminya tercatat dalam mitologi. Namun demikian dia menjadi dewi yang paling dicintai umat manusia. Keinginannya sederhana, yaitu menjaga dan memelihara kehangatan hati dalam keluarga. Altarnya yang disebut pritaneion selalu ada dalam tiap rumah, yaitu perapian keluarga.

Apabila manusia mempersembahkan korban pada dewa-dewi namanyalah yang pertama kali terucap di bibir. Apabila suatu keluarga meninggalkan pemukiman yang lama untuk menetap di tempat yang baru, maka api dari pritaneion yang lama akan dinyalakan di pritaneion yang baru.

Seperti Minerva dan Diana, Vesta juga merupakan dewi yang tetap perawan. Oleh karena itu pendeta wanita yang melayani di kuilnya juga harus perawan seperti pendeta wanita Minerva dan Diana. Mereka disebut vestalia. Seorang vestalia harus menjaga keperawanannya sampai masa pelayanannya selesai. Konon karena hal inilah Rhea Sylvia yang melahirkan Remus dan Romulus, pendiri Roma, dihukum bakar karena mengandung anak dari Mars.
Logged

Farewell..
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-82
Offline Offline

Posts: 13841



« Reply #23 on: December 24, 2008, 01:50:33 PM »

Neptune

Neptune adalah dewa penguasa samudra, saudara Jupiter yang dijuluki si pengguncang bumi. Dengan trisulanya dia dapat menimbulkan badai yang menghempaskan kapal-kapal, namun dapat pula mendatangkan berkat bagi para pelaut.
Bagi bangsa Yunani Kuno, yang merupakan bangsa maritim, Neptune adalah personifikasi dari sifat-sifat lautan itu sendiri. Di kala tenang lautan merupakan sumber kekayaan yang amat berharga, namun di kala bergolak dapat berarti bencana bagi yang mengarunginya. Karena itu Neptune terkadang dilukiskan kejam terkadang murah hati.

Neptune berkuasa atas lautan dan semua perairan di permukaan bumi menggantikan Oceanus sejak Jupiter bertahta di Olympus. Permaisurinya adalah Amphitrite, putri dewa laut Nereus dengan dewi laut Doris.
Nereus dan Doris memiliki lima puluh orang putri yang disebut para Nereid. Di antara para Nereid yang terkenal adalah Amphitrite, Thetis, dan Galatea.

Suatu hari, di kala Neptune menjelajah samudra di atas keretanya yang ditarik kuda-kuda putih, dia melihat Amphitrite beserta saudari-saudarinya sedang bermain-main bersama makhluk-makhluk penghuni lautan lainnya. Neptune langsung jatuh hati melihatnya. Namun rupanya Amphitrite justru ngeri melihat sosok Neptune yang menakutkan sehingga dia lari bersembunyi ke ujung dunia untuk menghindarinya. Neptune menjadi murka dan memukulkan trisulanya ke permukaan air sehingga timbullah badai dahsyat berbulan-bulan lamanya, sampai Jupiter bertindak mengirimkan serombongan lumba-lumba yang menuntun Neptune ke tempat Amphitrite. Akhirnya Amphitrite bersedia menjadi istri Neptune dan menjadi ratu samudra. Perkawinan mereka dikaruniai dua orang putra, yaitu Triton dan Proteus.

Pasangan ini sering menjelajah samudra bersama di atas kereta yang ditarik kuda-kuda putih diiringi para Nereid lainnya, dengan lumba-lumba berloncatan riang serta burung-burung laut yang memekik girang beterbangan di sekeliling mereka. Arak-arakan tersebut dipimpin oleh Triton yang meniup sangkakala kerangnya yang dapat menimbulkan atau menentramkan badai.

Neptune dilukiskan sebagai pria berambut ikal keperakan dengan janggut panjang berwarna sama memakai jubah bersilang sebelah di dada. Mengenakan mahkota di atas kepalanya dan menggengam trisula di tangannya. Amphitrite dilukiskan sebagai wanita cantik yang berhiaskan kalung mutiara di leher dan pergelangan tangan, sementara di atas kepalanya dia mengenakan mahkota dari rangkaian tetumbuhan laut. Triton dilukiskan sebagai pemuda tampan yang berekor ikan sedang meniup sangkakala kerangnya.

Kota yang disucikan bagi Neptune adalah Corinth dan Samos. Sebelumnya dia menginginkan Attica namun rupanya Minerva yang lebih beruntung mendapatkannya, lalu Argos namun Juno yang menjadi pemiliknya, dan kemudian Delphi yang menjadi milik Apollo.
Ketika memperebutkan Attica dengan Minerva, Neptune menjanjikan kota tersebut akan menjadi kota pelabuhan yang termasyhur, sedangkan Minerva memberikan tanaman zaitun yang banyak kegunaannya bagi penduduk Attica. Cecrops, Raja Attica, tak dapat memutuskan hal tersebut sehingga dewa-dewi Olympus turun tangan memutuskan. Keputusan dewa-dewi Olympus menempatkan Neptune di pihak yang kalah. Hal ini menimbulkan murka Neptune sehingga Attica kemudian dilanda bencana dari laut. Akhirnya amarah Neptune mereda setelah kaum wanita Attica dihukum harus kehilangan hak-hak mereka dalam pemerintahan.

Pluto

Pluto adalah saudara Jupiter yang menjadi raja di kerajaan orang mati, Hades.
Kerajaan Hades yang terletak di bawah bumi adalah tempat jiwa-jiwa orang mati menantikan penghakiman atas diri mereka. Jiwa-jiwa yang baik akan tinggal di Padang Elysium dan mengalami kebahagiaan abadi setelah penghakiman, sedangkan jiwa-jiwa yang jahat akan disiksa sampai kekal di Tartarus.

Sebelum mencapai Hades yang gerbangnya dijaga Cerberus, *Censored yang berkepala tiga, suatu jiwa harus menyeberangi Sungai Styx, yang airnya berkekuatan gaib karena menjadi tempat dewa-dewi bersumpah, dengan mengendarai perahu yang dikemudikan oleh seorang dewa bernama Charon.

Di Hades selain Pluto dan permaisurinya, Proserpine, juga tinggal Justitia, dewi keadilan yang memakai penutup mata dan membawa pedang serta neraca di tangannya, yang menjatuhkan keputusan bagi setiap jiwa. Justitia dalam menjatuhkan keputusannya dibantu oleh tiga hakim Hades, yaitu Aeacus, Minos, dan Rhadamanthis. Para Fury adalah tiga dewi pembalasan yang bertugas menghukum jiwa-jiwa yang jahat. Mereka adalah Alecto, Megaera, dan Tisiphone yang berdiri di sekitar tahta Pluto dan Proserpine.

Selain itu masih ada dewa-dewa lain yang juga tinggal di Hades, yaitu Mors, dewa maut; Somnus, dewa tidur, saudara kembar Mors, keduanya adalah putra Nox; dan Morpheus, putra Somnus, yang merupakan dewa mimpi.

Pluto dilukiskan sebagai pria berambut dan berjanggut kelabu, di tangannya tergenggam dwisulanya yang digunakannya untuk membelah bumi, saat berkunjung ke permukaan bumi dengan mengendarai keretanya yang dihela kuda-kuda hitam. Nama Pluto sendiri berarti ‘pembawa kekayaan’ karena dia adalah raja di bawah permukaan bumi, di mana tersimpan banyak kekayaan yang tak ternilai.

Proserpine dilukiskan sebagai wanita muda jelita bermahkotakan rangkaian bunga, memakai gaun yang semarak serta membawa cornucopia (tanduk kelimpahan) yang sarat dengan buah-buahan, lambang kekayaan, di tangannya.

Charon dilukiskan sebagai seorang berjubah dan berkerudung hitam dengan tangan-tangan kurus yang memegang kayuh perahu jiwa-jiwa. Wajahnya tak terlihat karena terselubung kerudung hitamnya.
Logged

Farewell..
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-82
Offline Offline

Posts: 13841



« Reply #24 on: December 24, 2008, 01:57:17 PM »

Sol

Sol adalah dewa matahari, putra titan Hyperion dengan titanid Theia, saudara Luna, dewi bulan yang pucat, dan Aurora, dewi fajar keemasan.
Tiap hari dia melintasi angkasa dengan mengendarai keretanya yang ditarik kuda-kuda berapi dari timur ke barat memberikan cahaya dan kehangatan bagi bumi. Kala senja tiba dia akan turun ke bumi menuju Sungai Ocean di ujung barat di mana menunggu perahu emas yang akan membawanya kembali ke istana emasnya di timur.

Sol memiliki seorang putra dari Peri Clymene, yang bernama Phaeton. Suatu hari Phaeton bertengkar dengan Epaphos, putra Jupiter dari Io. Epaphos menantang Phaeton untuk membuktikan bahwa dirinya sungguh putra sang dewa matahari.
Phaeton kemudian pergi menghadap ayahnya agar diizinkan mengendarai keretanya yang ditarik kuda-kuda berapi selama satu hari. Mula-mula sang ayah tak mengizinkan. Namun karena Phaeton terus mendesak akhirnya Sol memberinya izin.
Sol menasehati agar putranya berhati-hati mengendarai keretanya di jalur yang tiap hari dilaluinya dan menjaga agar kereta tersebut tidak meleset sedikitpun dari jalur tersebut. Phaeton mengiyakan pesan ayahnya tersebut. Dengan hati mekar oleh rasa bangga dia keluar dari gerbang istana emas ayahnya mengendarai keretanya.

Tiba-tiba di tengah perjalanannya Phaeton dihadang oleh rasi bintang Scorpio yang mengejutkannya sehingga tanpa sengaja dia menghela kuda-kudanya secara keliru. Kuda-kuda tersebut berlari tanpa kendali melewati garis edarnya. Kadang terlalu ke bawah sehingga bumi terbakar oleh terik apinya (konon karena hal ini penduduk yang tinggal di sekitar garis khatulistiwa berkulit gelap karena terbakar terik kereta matahari), kadang terlalu ke atas sehingga langit membara.

Dari bumi Terra berseru kepada Jupiter agar segera bertindak menyelamatkan alam dari kehancuran. Jupiter menampakkan diri di awan-awan sambil menggenggam petirnya yang kemudian dilontarkannya ke arah Phaeton.

Phaeton bersama kereta dan kuda-kudanya, yang kini padam apinya, terjatuh ke bumi dan hancur. Segera ibunya dan saudari-saudarinya, para Heliad, berlari mendapatkan mayatnya yang mengambang di permukaan Sungai Eridanus dan menangisinya berhari-hari lamanya sampai Jupiter mengubah mereka menjadi pohon-pohon poplar.
Sol sendiri meski berduka atas kematian putranya tidak dapat menyalahkan tindakan Jupiter. Dia tetap menjalankan tugasnya seperti biasa tiap hari. Hanya saja kadang kala dia teringat akan putranya dan menangisinya Maka apabila kadang-kadang di tengah hari hujan turun sementara matahari tetap bersinar, orang akan berkata bahwa Sol sedang menangisi putranya.

Ada versi yang menyebutkan bahwa ibu Phaeton adalah Peri Rhoda yang dicintai oleh Sol. Oleh karena itu Pulau Rhodes disucikan bagi Sol. Di pelabuhan pulau tersebut dibangun patung besar Sol (colossus) yang menjadi salah satu keajaiban dunia.

Selain Rhoda ada juga seorang peri bernama Clytie yang mencintai Sol namun bertepuk sebelah tangan. Berhari-hari lamanya Clytie duduk di atas tanah yang dingin, sama sekali tak beranjak dari tempatnya, hanya memandangi Sol yang melintasi angkasa di atas keretanya. Kala malam tiba, dia akan menunduk menangis berharap dapat menyaksikan pujaan hatinya lagi besok. Hanya embun malam dan air matanya yang menjadi santapannya. Lama kelamaan wujudnya pun berubah. Kakinya berubah menjadi akar yang tertanam dalam tanah dan wajahnya berubah menjadi bunga yang selalu menghadap ke atas, ke arah sang surya bersinar. Kita mengenalnya sebagai bunga matahari. Sama seperti Clytie yang menundukkan kepala saat Sol telah menuntaskan tugasnya begitu pula bunga matahari akan merunduk saat malam tiba.
Logged

Farewell..
Pages: [1] 2   Go Up
Print
Jump to:  



Â