Ligagame CSO

Main Menu
lyto creative
Wavegame
Touch
gemscool
Creative soundblaster - Sarandra
Razer Indonesia
Nvidia GTX 780ti
Ligaponsel
July 31, 2014, 03:28:32 PM
Poll
Question: pernah menelan pasta gigimu pas kecil atau sekarang? ;p
pernah - 4 (80%)
tidak - 1 (20%)
Total Voters: 5

Pages: [1]   Go Down
Print
Author Topic: Kandungan Berbahaya dalam Pasta Gigi!  (Read 5636 times)
0 Members and 1 Guest are viewing this topic.
aiRa-fluff
Moderator
Captain
******

Respect: +108/-14
Offline Offline

Posts: 1559



« on: November 26, 2008, 05:45:16 PM »

Awas! Bahaya di Balik Pasta Gigi Anak

HPA Dent dengan Herba terpilih bebas Fluoride. Tahukah Anda bahaya Fluoride bagi kesehatan?

Si kecil sedang rajin menggosok gigi? Kebiasaan baik ini pantas ditanamkan sejak dini sebagai pola hidup sehat. Namun, di balik kebiasaan baik ini sebaiknya Anda perlu berhati-hati dengan pasta gigi si kecil.

Berdasarkan riset, pasta gigi yang digunakan si kecil (apalagi yang ditambahkan perasa buah untuk memikat anak) terbukti memiliki kandungan yang cukup membahayakan. Fluoride yang ditambahkan pada pasta gigi bisa menimbulkan osteoporosis dan kerusakan sistem syaraf. Apalagi, jika si kecil doyan mengisap habis pasta gigi yang rasanya enak.

Sejak tahun 1960-an, penggunaan fluoride pada pasta gigi menjadi perdebatan panjang di kalangan ilmuwan. Sebagian dari mereka yakin bahwa fluoride dapat membantu menjaga kesehatan gigi. Kelompok yang menentangnya berargumen bahwa penggunaan fluoride dapat menimbulkan berbagai efek samping yang berbahaya.

Pada dasarnya, pasta gigi mengandung berbagai jenis fluoride. Fluoride yang banyak digunakan adalah jenis sodium monofluoro fosfat (MFP) dan sodium fluoride (NaF). Menurut Iman Firmansyah, Tim Peneliti Lembaga Konsumen Jakarta Public Interest Research and Advocacy Center (LKJ PIRAC), di Indonesia, kandungan fluoride pada pasta gigi anak ternyata cukup besar, yaitu antara 800-1500 ppm. Padahal di beberapa negara,batas maksimal kandungan fluoride mulai dikurangi. Contohnya, di negara Eropa, Australia, dan New Zealand kandungan fluoride berkisar 250-500 ppm.

Hasil penelitian Departemen Kesehatan Belgia menyimpulkan bahwa penggunaan fluoride secara berlebihan dapat menyebabkan osteoporosis dan kerusakan sistem syaraf. Ini mendorong pemerintah Belgia melarang beredarnya segala jenis tablet dan permen yang mengandung fluoride. Pemerintah Belgia juga sedang mempresentasikan hasil penelitiannya di depan anggota Uni Eropa untuk memperoleh kesepakatan bersama pelarangan pasta gigi yang mengandung fluoride.

Seorang pakar lainnya, Profesor Dirk Vanden Berghe, Mikrobiologist Universitas Antwerp, Swedia, menyatakan, sekitar 30-40 persen pasta gigi ditelan anak-anak pada saat mereka menyikat giginya atau melalui air ludah. Inilah yang menyebabkan mereka mengalami overdosis fluoride. Apalagi, produsen umumnya menambahkan aroma seperti rasa buah yang disukai anak-anak. Padahal semakin besar kandungan fluoride dalam pasta gigi anak, maka makin besar pula risiko kesehatan yang akan dideritanya kelak. Kelebihan fluoride pada anak dapat dilihat dari tanda-tanda fisik anak banyak mengeluarkan ludah, indera perasa jadi tumpul, badan gemetar, pernapasan berat dan anak jadi cepat lelah.

Sementara, menurut ahli gigi India dari Maulana Azad Medical College (MAMC) Dr Pakaj Goel, pasta gigi yang mengandung fluoride tidak cocok digunakan untuk anak-anak di bawah umur empat tahun. Pakaj menambahkan, jika pasta gigi berfluoride sering tertelan dalam jumlah yang signifikan maka dapat mengakibatkan fluorosis pada anak, kerapuhan tulang, dan pertumbuhannya terhambat. Bahkan, Dr Mahesh Verma, Kepala Pusat Penelitian Gigi MAMC menyebutkan, literatur medis melarang pemberian pasta gigi berfluoride kepada anak-anak di bawah umur lima tahun.

Menurut Iman, riset Tim Peneliti LKJ-PIRAC) pada September-Oktober 2002 terhadap kandungan fluoride dan pengamatan kemasan pasta gigi anak menyimpulkan bahwa dari sembilan produk yang diuji, delapan merek pasta gigi yang beredar menggunakan fluoride di atas 1000 ppm. Hanya satu produk mengandung floride di bawah 500 ppm.”Namun, pasta gigi itu ternyata produk impor dari Australia,” ungkapnya.

Tim peneliti juga menemukan terdapat perbedaan jumlah kandungan fluoride yang signifikan antar hasil uji laboratorium dengan penghitungan teoritis berdasarkan pelabelan dalam kemasan. Bahkan, ada satu merek pasta gigi yang tak mencantumkan kadar fluoridenya.
Iman juga menemukan, hanya satu produk yang melengkapi kemasannya dengan peringatan pihak produsen atas bahaya yang akan terjadi bila anak menelan fluoride. Namun, peringatan disajikan dalam bahasa Inggris. Juga hanya satu produk yang melengkapi kemasannya dengan petunjuk penggunakan seberapa banyak pasta gigi yang boleh digunakan untuk anak. ”Petunjuk itu disajikan dalam bahasa Inggris juga,” ujarnya.

Sementara, As’ad Nugroho, koordinator program PIRAC menyatakan, pihaknya menuntut Badan Pengawasan Obat dan Makanan (POM) untuk menurunkan standar kandungan fluoride pada pasta gigi, khususnya untuk anak-anak dari 800-1500ppm menjadi 250-500 ppm. ”Badan POM harus segera menginstruksikan penarikan seluruh produk pasta gigi anak yang masih mengandung fluoride lebih dari 500 ppm,” tegasnya.

PIRAC juga meminta para produsen menghilangkan penambahan rasa yang dapat meningkatkan keinginan anak-anak untuk menelan pasta gigi saat mereka menggosok gigi. Mereka juga mendesak produsen pasta gigi anak memberikan peringatan dan keterangan dalam kemasannya mengenai batas aman pasta gigi yang digunakan anak. (hilman hilmansyah)
Logged

i've recognized it from the beginning. if i don't struggle nor fight for my existence, then no one will remember me as one of them nor a human. what "true friends" mean anyway? i hv thought i always alone. and maybe it happened now n then
aiRa-fluff
Moderator
Captain
******

Respect: +108/-14
Offline Offline

Posts: 1559



« Reply #1 on: November 26, 2008, 05:46:55 PM »

Pasta Gigi, Sabun, dan Sampo Merek Terkenal Kandung Formalin


TEMPO Interaktif, Depok:Lembaga Konsumen Jakarta menemukan sejumlah produk pasta gigi, sabun dan sampo buatan dalam negeri yang beredar di masyarakat mengandung formalin. Produk itu antara lain pasta gigi merek pepsodent dan formula, sabun cair merek lifebuoy, sampo merek lifebuoy, clear dan sunsilk.

Direktur Eksekutif Lembaga Konsumen Jakarta, Zaim Saidi, menjelaskan kandungan formalin yang tertera di sejumlah produk tersebut tercatat dengan nama kimia formaldehyde.

Dia mempertanyakan kenapa Badan Pengawasan Obat dan Makanan bisa mengizinkan produk-produk yang mengandung formalin beredar di tengah-tengah masyarakat. "Badan POM harus jelaskan masalah ini," kata Zaim kepada wartawan di Depok, Kamis.

Menurut Zaim, produk-produk yang mengandung formalin ini sangat akrab di mata konsumen. Pasta gigi formula diproduksi PT Ultra Prima Abadi. Adapun jenis lainnya lainnya diproduksi PT Unilever.

Zaim mempertanyakan mengapa produk itu tidak ikut ditarik dari peredaran, sebagaimana halnya dengan produk sejenis dari Cina.

Rincian produk yang mengandung formalin temuan Lembaga Konsumen Jakarta adalah pepsodent (herbal, whitening dengan perlite, pencegah gigi berlubang), formula (aksi putih sparking whitening, limited idol edition), sabun cair lifebuoy (deep clean bodywash actifresh), sampo lifebuoy (anti dandruff, daily care), sampo clear (active care anti ketombe, scalp oil control, hair fall defense), serta sampo sunsilk (strong & smooth, silky straight, clean & fresh, lasting black shine). "Ada juga produk pepsodent yang tidak mengandung formalin," kata Zaim.

Ia sudah menyurati Badan POM tentang hasil kajian lembaganya itu sekaligus mempertanyakan mengapa mengizinkan peredarannya
Logged

i've recognized it from the beginning. if i don't struggle nor fight for my existence, then no one will remember me as one of them nor a human. what "true friends" mean anyway? i hv thought i always alone. and maybe it happened now n then
aiRa-fluff
Moderator
Captain
******

Respect: +108/-14
Offline Offline

Posts: 1559



« Reply #2 on: November 26, 2008, 05:48:33 PM »

Formaldehyde, Formalin di Sampo, Sabun dan Pasta Gigi Anda


JAKARTA - Temuan mengejutkan diumumkan Lembaga Konsumen Jakarta (LKJ). Produk sabun, sampo dan pasta gigi bermerek ternyata mengandung bahan formalin. Lantas produk apa saja itu?

Informasi yang diperoleh okezone, Jumat dari LKJ produk barang-barang tersebut adalah Pepsodent herbal, whitening dengan perlite, pencegah gigi berlubang; Formula Aksi Putih Sparking Whitening, Limited Idol Edition;

Sabun cair Lifebuoy (Deep Clean Bodywash Actifresh), sampo Lifebuoy (Anti Dandruff, Daily Care; sampo Clear yang active care anti ketombe, scalp oil control, hair fall defense; serta sampo Sunsilk strong & smooth, silky straight, clean & fresh, lasting black shine.

Lantas di mana bahan formalin itu bersembunyi? Jika Anda menelitinya, maka Anda akan menemukan kata-kata mengandung Formaldehyde. Yups, itulah nama lain dari formalin yang kita kenal.

Pihak Unilever selaku pabrik yang memproduksi produk-produk yang disebut mengadung formalin itu mengakui jika produknya mengandung formaldehyde. Namun, mereka mengklaim jika produknya menggunakan di bawah batas ambang penggunaan yang diperbolehkan.

“Semua bahan yang dipergunakan di dalam produk Unilever telah diketahui dan disetujui BPOM,” kata Manajer Komunikasi Internal PT Unilever Maria D Dwianto dalam rilisnya kepada okezone, Jumat (10/8/2007).

Dalam rilis tersebut disebutkan Pepsodent mengandung Formaldehyde sebesar 0,04 persen atau jauh di bawah batas yang diperbolehkan sebesar 0,1 persen.

Lifebuoy sabun cair jenis Deep Clean Bodywash Actifresh mengandung Formaldehyde sebesar 0,1 persen (yang diperbolehkan 0,2 persen). Sampo Lifebuoy mengandung 0,04 dari batas aman sekira 0,2 persen.

Sampo Sunsilk mengandung 0,04 persen bahan formaldehyde dari batas 0,2 persen yang diperbolehkan. Sementara untuk Sampo Clear juga mengandung 0,04 persen dari batas yang diperbolehkan 0,2 persen.

Meski masih di bawah batas yang diperbolehkan, PT Unilever mengakui jika produk-produknya menggunakan bahan formalin.
Logged

i've recognized it from the beginning. if i don't struggle nor fight for my existence, then no one will remember me as one of them nor a human. what "true friends" mean anyway? i hv thought i always alone. and maybe it happened now n then
aiRa-fluff
Moderator
Captain
******

Respect: +108/-14
Offline Offline

Posts: 1559



« Reply #3 on: November 26, 2008, 05:51:04 PM »

Fungsi Fluoride & Formaldehyde (Formalin) Pada Pasta Gigi?

Fluoride

Efek detergen biasanya ada pada kandungan fluoride. Flouride akan melapisi struktur gigi agar lebih tahan terhadap proses pembusukan dan memperlancar proses remineralisasi. Penggunaan pasta gigi akan membantu mencegah proses pembusukan gigi menjadi semakin parah. Unsur kimia yang terdapat pada flouride ketika bersenyawa dengan email gigi mengakibatkan email bertambah keras. Namun, dosis dari fluoride ini sangat terbatas. Kalau sampai tertelan bisa menimbulkan efek sebaliknya, keracunan fluoride yang berakibat gigi rapuh dan mudah berlobang. Karena itu, pemberian flouride pada anak-anak sebaiknya tidak dilakukan.

Formaldehyde (Formalin)

Penggunaan formalin pada permen selain berfungsi sebagai pengawet, juga berfungsi agar tekstur permen lunak. Sedangkan fungsi formalin pada pasta gigi untuk membantu membersihkan karang gigi. Jangan heran bila formalin merupakan bahan yang biasa dipakai antara lain dalam sampho bayi, deodoran, parfum, cat rambut, cairan penyegar mulut, dan pasta gigi.
Logged

i've recognized it from the beginning. if i don't struggle nor fight for my existence, then no one will remember me as one of them nor a human. what "true friends" mean anyway? i hv thought i always alone. and maybe it happened now n then
[S]hadow
Major
********

Respect: +167/-47
Offline Offline

Posts: 2151


• Wild Arms [X]treme •


« Reply #4 on: November 27, 2008, 03:57:33 PM »

1kg flouride mampu membunuh 1 keluarga, bener ga tuh sampe sedasyat itu efeknya?
tapi kan kita gosok gigi ga makan itu odol.
kalo pasta gigi ga pake flouride, yah mana bagus..
pakai daun sirih aja kalo gitu  O_oX
Logged

"People talk about what you've done, not what you can do"
Pages: [1]   Go Up
Print
Jump to: