Ligagame CSO

Main Menu
Hotk
rappelz online
Sudden attack indonesia
Qeon Shadow company
Garena Heroes of Newerth
Teracord Chaos

Banner

Banner

Ligaponsel
May 24, 2012, 08:37:05 AM
Sorry Guest, you are banned from posting or sending personal messages on this forum.
Poll
Question: Suka keju apa nih?
Keju Kraft - 3 (21.4%)
Keju belanda - 0 (0%)
Keju Perancis - 0 (0%)
Keju Swiss - 3 (21.4%)
Keju amrik - 0 (0%)
pokoknya asal keju pasti diembat deh! - 8 (57.1%)
Total Voters: 14

Pages: [1] 2   Go Down
Print
Author Topic: KEJU MANIA !!!  (Read 5444 times)
0 Members and 2 Guests are viewing this topic.
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-82
Offline Offline

Posts: 13841



« on: June 04, 2008, 09:40:58 PM »

Dulu pernah ada yg bikin topiknya soal keju ini,tp dicari2 ga ada, kayaknya salah satu yg ke rollback pas pemindahan hosting forum ini kemaren  LoL
tak bikinin lagi deh, yg demen keju ayo kita ngobrol disini  Cheesy

ngomong2 soal keju, buat warga bandung ada kabar gembira nih, perusahaan keju Kraft lagi ngadain event tuh, tepatnya pada hari sabtu tgl 7 juni 2008 di lapangan Gasibu (depannya gedung Sate), mulai pukul 6 pagi sampe 6 sore, akan digelar semua makanan/jajanan/masakan yg menggunakan keju  Cheesy
beberapa diantaranya adalah baso keju, martabak, surabi imud, singkong keju, dan masi banyak lagi. Jadi buat org bdg yg sabtu besok ga ada kerjaan n kelaparan, silahkan mampir ke lapangan gasibu  LoL
dan buat warga non bandung yg sabtu besok ada rencana ke bandung, jangan lewatkan kesempatan untuk "pesta keju" seharian penuh  LoL Cheesy
Logged

Farewell..
Charonz
No Talk Action Only
Sergeant Major
****

Respect: +2/-6
Offline Offline

Posts: 342



« Reply #1 on: June 07, 2008, 12:26:22 AM »

boleh donk minta info tentang jenis" keju dan picnya Cool
thx b4 ;)6
Logged
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-82
Offline Offline

Posts: 13841



« Reply #2 on: June 07, 2008, 09:20:32 AM »

salah satu makanan yg terkenal dr perancis adalah kejunya, ada sekitar 400 jenis keju yg dihasilkan di perancis  Shocked
sampe sering dijadikan lelucon di perancis bahwa kita bisa makan jenis keju yg berbeda2 setiap harinya selama 1 thn,soalnya 1 thn kan cuma 365 hari  LoL

Sejarah Keju

Keju adalah salah satu produk susu yang paling penting dan banyak dikonsumsi. Diperkirakan ada lebih dari 3000 jenis keju di seluruh dunia, yang berasal dari Perancis, Jerman, Belanda, Denmark, Swiss, Italia, Inggris, Amerika Serikat, dan negara-negara Eropa lain. Banyak ya!

Sejarah Keju

Sebagian besar orang menduga bahwa keju pertama kali dibuat di daerah Timur Tengah. Menurut sebuah legenda Arab, seorang pengembara berkelana dengan kudanya sambil membawa susu dalam tempat minumnya. Setelah beberapa jam, ternyata susu itu telah terpisah menjadi gumpalan putih dan cairan berwarna pucat. Ternyata hal itu disebabkan oleh tempat minum yang terbuat dari perut sapi muda itu mengandung enzim yang dapat menggumpalkan susu, cahaya matahari yang terik dan gerakan kuda selama berkelana. Tanpa mengetahui hal itu, si pengembara mencicipi cairan dan gumpalan itu, dan menganggap rasanya enak.

Ada juga yang meyakini bahwa keju telah dinikmati bangsa Sumeria di Mesopotamia beberapa tahun sebelum Masehi. Sebuah gambar di bangunan pemujaan dewi Ninchursag menunjukkan bahwa pada masa itu keju telah diproduksi. Sementara legenda Yunani mengatakan bahwa keju ditemukan oleh Aristaeus, anak dari Dewa Apollo dan Cyrene.

Pada masa kerajaan Romawi, pembuatan keju mulai berkembang dengan keahlian dan pengetahuan yang tinggi. Mereka telah menemukan berbagai cara pembuatan dan pematangan, sehingga jenis keju semakin banyak dan bervariasi. Dalam Abad Pertengahan, keju banyak dikembangkan di biara. Banyak jenis keju yang kita kenal sekarang berasal dari para biarawan.

Pembuatan Keju

Prinsip pembuatan keju adalah fermentasi asam laktat yang terdapat dalam susu. Proses pembuatan keju diawali dengan memanaskan/pasteurisasi susu, kecuali pada jenis2 keju tertentu seperti Emmentaler dari Swiss yang menggunakan susu mentah. Kemudian zat pembantu penggumpalan (rennet, sejenis enzim penggumpal yang biasa terdapat dalam lambung sapi dan/atau bakteri yang dapat mengasamkan susu) ditambahkan.

Tergantung metodenya, setelah setengah sampai 5 jam, susu akan menggumpal sehingga terpisah menjadi sebuah gumpalan besar (curd) dan bagian yang cair (whey). Gumpalan ini dipotong-potong menjadi bagian-bagian yang sama besar, agar bagian yang cair (whey) semakin banyak yang keluar. Semakin kecil potongan, semakin sedikit cairan yang dikandung oleh keju nantinya, sehingga keju semakin keras. Potongan-potongan ini kemudian diaduk, dipanaskan, dan kadang dipress untuk menghilangkan lebih banyak lagi cairan.

Setelah itu, bakal keju yang masih lunak itu dibubuhi jamur dan dibentuk. Lalu diolesi atau direndam dalam air garam untuk membunuh bakteri merugikan yang mungkin terdapat di dalamnya. Ada juga jenis keju yang direndam sebelum diberi jamur. Terakhir, bakal keju dimatangkan dalam kondisi tertentu. Semakin lama dimatangkan, keju akan semakin keras.



Pengecualian dari proses di atas tentu saja banyak dijumpai. Keju segar (fresh cheese) seperti cottage cheese atau Ricotta misalnya, tidak perlu mengalami proses penggaraman dan pematangan. Selain itu, banyak jenis keju segar yang terbuat bukan dari gumpalan (curd), melainkan justru dari bagian yang cair (whey) yang dipanaskan hingga menggumpal.

Jenis-jenis Keju

Ada beberapa faktor yang dapat membedakan keju:

Asal susu:
Sebagian besar keju dibuat dari susu sapi.
Tapi banyak juga yang dibuat dari susu domba (misalnya Feta dari Yunani), kambing, kerbau (misalnya Mozzarella dari Italia), bahkan susu unta.
Jenis-jenis keju tertentu mensyaratkan susu dari hewan yang diperah pada pagi/sore hari, atau hanya makan makanan tertentu, atau berasa dari daerah tertentu saja.
 
Kadar lemak:
Untuk mendapatkan kadar lemak yang diinginkan, susu dicampur dengan susu rendah lemak (skimmed) sehingga kadar lemaknya turun, atau dicampur dengan kepala susu (cream) agar kadar lemaknya naik.
 
Metoda penggumpalan atau koagulasi:
Ada yang dibuat dengan menggunakan rennet, ada juga yang menggunakan bakteri yang memiliki sifat mengasamkan susu, ada juga yang menggunakan keduanya.
 
Jenis jamur:
Ada yang menggunakan jamur putih, kemerahan, dan biru.
 
Proses pematangan:
Untuk mendapatkan rasa, aroma dan penampilan yang khas, setiap jenis keju mengalami proses pematangan yang berbeda-beda, baik dari sisi lamanya proses (bervariasi antara 2 minggu sampai 7 tahun), suhu di mana bakal keju dimatangkan, dan bahan-bahan lain yang ditambahkan ke dalam keju. Misalnya keju Appenzell dari Swiss direndam dalam campuran bumbu dan anggur putih selama beberapa saat, keju Leiden dari Belanda ditambahkan sejenis jintan (cumin), atau beberapa jenis keju segar yang dibubuhi daun bawang atau biji lada hijau.
Ada jenis keju yang selama proses pematangan diolesi air garam setiap waktu tertentu, ini membuat kulit keju menjadi keras.
Ada juga keju yang dimatangkan sambil dibungkus kain, kayu, lilin, dan sebagainya, baik hanya selama beberapa hari maupun sepanjang masa pematangan.
Keju Cheddar yang banyak kita kenal dimatangkan dengan dibungkus kain katun selama beberapa hari di awal masa pematangan, sementara keju Edamer bahan pembuat kue kaasstengels dibungkus lilin yang biasanya berwarna merah.
Proses pematangan tertentu juga membuat keju menjadi berlubang-lubang.
 
Pemrosesan lebih lanjut:
Beberapa jenis keju diproses lebih lanjut setelah matang, misalnya diasap, dibuat menjadi keju lembaran seperti Kraft sliced yang kita kenal di Indonesia, atau dibentuk kotak kecil seperti La Vache Qui Rit, si sapi tertawa asal Perancis yang juga dapat ditemui di supermarket besar di Indonesia.
 
Keju dapat digolongkan menjadi beberapa kelompok berdasarkan konsistensinya:

1. Keju segar (fresh/unripened) yang tidak mengalami proses pematangan.
Rasanya biasanya netral dan tidak begitu asin, berbentuk seperti krim karena mengandung lebih dari 70% air, serta tidak begitu awet.
Contohnya Cottage, Philadelphia dari Amerika Serikat, Ricotta, Mascarpone dari Italia .
Mozzarella yang biasa ditaburkan di atas pizza pun ternyata termasuk keju fresh, karena walaupun bentuknya semikeras, ia tidak mengalami proses pematangan.



2. Keju lunak, baik yang berkulit seperti Brie, Camembert dari Perancis maupun yang tanpa kulit seperti Limburger si super bau dari Belgia dan Feta dari Yunani.
Ciri utamanya adalah memiliki konsistensi yang empuk dan lembut, walaupun agak sulit dioleskan.
Dalam proses pembuatannya, gumpalan (curd) dipotong-potong kira-kira sebesar bola pingpong dan keju dimatangkan sekitar 2-4 minggu.



3. Keju iris semikeras, yang walaupun agak empuk, jika diiris memiliki bentuk yang tetap.
Contohnya Bel Paese dari Italia. Sebagian besar blue cheese termasuk golongan ini, misalnya Stilton dari Inggris, Gorgonzola dari Italia, Roquefort dari Perancis, dll.



4. Keju iris.
Jenis yang terkenal misalnya Edamer dan Gouda dari Belanda, serta Cheddar dari Inggris. Keju Kraft yang kita kenal di Indonesia adalah juga jenis Cheddar.
Dalam pembuatannya, gumpalan dipotong-potong sebesar kacang polong dan keju dimatangkan antara 4-12 minggu.



5. Keju keras.
Dalam proses pembuatannya, gumpalan dipotong menjadi bagian yang sangat halus, kira-kira sebesar butiran gandum. Masa pematangannya minimal 3 bulan.
Keju yang sangat keras kadang dimatangkan sampai 3 tahun, dan biasa dinikmati dengan cara diparut, misalnya Parmesan dari Italia. Contoh lain dari keju keras adalah Emmentaler dari Swiss.
Keju jenis ini biasanya sangat tahan lama.




Pemanfaatan Keju

Sementara kebanyakan orang Indonesia hanya mengkonsumsi keju saat sarapan sebagai isi roti atau sebagai bahan pembuat kue kering di hari raya, sebetulnya terdapat banyak cara menikmati keju.

Misalnya dengan mencampurkan dalam salad. Keju iris seperti Cheddar dipotong dadu dan disajikan bersama salad hijau, tomat, dan bahan-bahan lain. Ada lagi salad khas Mediterania, yaitu irisan Mozzarella, tomat, daun basil dan olive (zaitun) yang disajikan dengan dressing dari minyak zaitun dan cuka.

Keju juga dapat dimasak sebagai taburan pada schotel atau gratin. Atau sebagai teman makan pasta. Kadang orang memanggang steak atau sayur-sayuran dengan keju di atasnya, hanya sekitar 10 menit agar keju meleleh. Sebagai isi pie, keju dengan sayur-sayuran menjadi pilihan yang baik untuk mengurangi konsumsi daging.

Blue cheese sering dibuat salad dressing, walaupun baunya seringkali kurang akrab untuk kita. Saus untuk teman makan steak ada pula yang dibuat dari keju. Bahkan orang Swiss suka membuat sup dari keju.

Dalam bentuk kue dan makanan penutup, kita mengenal cheesecake yang terbuat dari keju krim. Atau tiramisu yang manis dan beraroma kopi yang terbuat dari Mascarpone. Orang Italia juga biasa membuat kue dari Ricotta.

Di Perancis dan negara-negara Eropa Selatan, keju juga dikenal sebagai “penutup lambung” alias sebagai hidangan penutup, ditandem dengan anggur yang sesuai.


Logged

Farewell..
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-82
Offline Offline

Posts: 13841



« Reply #3 on: June 07, 2008, 09:21:44 AM »

Diambil dr tulisan Bondan Winarno, pakar kuliner Indonesia :

Doyan Keju

Bahkan almarhum ibu saya dulu sering mengatakan secara bergurau kepada saya, "Wis, pancen kowe kuwi ora Jowo." (Kamu memang sudah bukan orang Jawa lagi). Bagi orang Jawa, kata-kata seperti itu bisa sangat memukul perasaan. Orang yang sudah "bukan Jawa" adalah orang yang tidak mengerti tatakrama. Tetapi, saya tahu, bukan itu yang dimaksud ibu saya.

Dari kecil saya doyan keju. Padahal, orang Jawa biasanya tidak doyan keju. Dari situlah bermula julukan "bukan Jawa" untuk saya. Sekalipun saya memakai topi yang bertulisan "Java Head" dari sebuah gerai kopi di Seattle, tetap saja cap yang telah melekat pada saya adalah orang "bukan Jawa" yang doyan keju.

Ketika saya masih kecil, keluarga kami tinggal di Padang, Sumatera Barat. Pada pertengahan 1950-an di Riau masih berlaku matauang sendiri yang disebut "Dolar Riau". Di Riau juga banyak komoditi impor dari Singapura. Bila pulang dari Riau, ayah selalu membawa oleh-oleh sekitar dua peti yang berisi apel, permen karet, keju, dan berbagai bahan makanan yang sulit ditemui di Padang ketika itu.

Yang paling dulu saya "tubruk" pastilah kotak berwarna biru dengan tulisan Kraft Cheddar Cheese. Ya, warna kotaknya tidak berbeda jauh dengan yang sekarang ada. Ketika itu saya berpikir, tidak ada makanan di dunia ini yang lebih enak dari Kraft Cheddar Cheese. Pokoknya, kalau di rumah ada keju "hilang", pastilah potongan keju itu sudah bersarang di perut saya. Untunglah ketika itu belum ada buku yang berjudul Who Moved My Cheese?, sehingga sindiran itu tak pernah saya dengar.

Ketika saya mulai bekerja dan punya uang untuk beli keju sendiri, saya mengenal jenis keju edam dan gouda dua jenis keju Belanda yang hanya dijual di beberapa toko tertentu di Jakarta pada awal 1970-an. Keju itu biasanya berbentuk bola, dibungkus lilin berwarna hijau atau kuning. Kedua jenis keju baru itu pun sangat saya sukai.

Sampai suatu ketika saya diundang pada acara yang bernama "wine and cheese" pada pembukaan konferensi periklanan di Copenhagen, sekitar 25 tahun yang lalu. Saya sampai termimpi-mimpi mengharapkan acara itu. We, ladalah, ternyata di sana saya menemukan berbagai macam keju yang jauh lebih enak daripada cheddar, edam, maupun gouda. Itulah untuk pertama kalinya saya mengenal ada budaya wine and cheese itu. Bahwa ternyata keju itu cocok dimakan sambil minum anggur pada acara kasual petang hari.

Kesukaan saya pada keju memang agak mendekati maniak. Kalau ada teman akan datang dari luar negeri dan bertanya oleh-oleh apa yang saya harapkan, sudah pasti keju yang saya minta. William Wongso bahkan selalu menyisihkan beberapa potong keju bila di restorannya ada acara cheese tasting yang tidak bisa saya hadiri. Terima kasih kepada semua teman-teman yang selama ini telah memanjakan saya dengan keju.

Sayangnya, keju bukanlah makanan murah. Salah satu kesempatan bagi saya untuk mengganyang keju puas-puas adalah di acara brunch yang setiap hari Minggu digelar di "Il Mare", restoran Italia di Hotel Mulia, Senayan. Di sana brunch buffet-nya cukup murah, apalagi dengan sparkling wine yang terus mengalir. Tetapi, kalau ke sana justru saya tidak puas-puas minum sparkling wine, melainkan menyantap keju parmesan.

Keju parmesan (parmiggiano dalam bahasa aslinya) adalah jenis keju keras yang terkenal dari Parma, sebuah kota di Italia. Parma juga terkenal dengan prosciutto (ham) yang luar biasa lezatnya. Bila utuh, berbentuk silinder seperti roda bergaris tengah setengah meter. Setelah dipotong menjadi dua, bagian tengahnya dipecah-pecahkan dengan semacam pahat. Pisau biasa tidak mampu memotong keju yang keras ini. Rasanya sangat tajam, tetapi lezat. Cocok dimakan sebagai dessert dengan port wine, riesling, atau sauvignon blanc. Cocok juga dimakan dengan buah anggur merah atau pir. Dalam bentuk parutan, keju parmesan cocok untuk makan sup atau pasta.

Paman saya, seorang dokter di Swiss, pernah membelikan saya keju bavarian bergkase yang tekstur kerasnya mirip parmesan, tetapi rasanya lebih mild. Itu adalah perkenalan saya pada jenis keju keras Swiss. Soalnya, Swiss lebih terkenal dengan keju yang lebih lunak dan hampir selalu berlubang-lubang di tengahnya. Orang Swiss juga suka makan keju sebagai fondue, hidangan yang dimasak dalam kuali yang dipanaskan di meja makan. Keju untuk fondue adalah keju yang mudah meleleh, seperti fontina dan gruyere.

Negeri yang paling kaya dengan varietas keju adalah Prancis. Setidaknya ada 400 jenis keju di Prancis. Kalau Mickey Mouse singgah ke Prancis, mungkin dia akan seperti saya. Kesasar di pasar dan tak akan pernah pulang lagi. Di rumah saya punya buku, Fromage daujourdhui, dengan gambar-gambar yang sungguh membangkitkan selera. Kalau sedang tak punya keju, sering saya buka-buka dan jadi ngiler sendiri.

Jenis keju Prancis yang paling saya sukai adalah brie. Orang Jawa pasti bilang ini jenis keju busuk. Baunya memang keras, kejunya lembek dengan bagian kulit agak keras. Cocok dimakan dengan kacang-kacangan, misalnya walnut, apel hijau, dan stroberi. Rasanya juga cukup keras bagi mereka yang belum terbiasa.

Penggemar keju biasanya suka keju yang bukan buatan pabrik, dan dibuat dari susu murni yang belum dimasak. Keju pabrik kebanyakan dibuat dari susu yang sudah pasteurized. Di Prancis ada desa-desa yang khusus membuat keju secara artisan. Hal yang sama kita lihat di Belanda dan Italia. Setiap desa atau daerah punya keju kebanggaannya.

Camembert de Normandie, misalnya. Wilayah Normandie di Prancis ini memang terkenal dengan keju jenis camembert. Artinya, kalau Anda ingin makan keju camembert yang terbaik, usahakanlah mencari yang buatan Normandie. Keju ini juga lembek, dengan bagian luar (crust) agak keras. Crust-nya, seperti juga pada brie, bisa dimakan. Yang tak biasa makan akan kaget karena terasa seperti menyengat di hidung (pungent). Orang Prancis suka makan keju ini dengan croissant. Cocok dimakan dengan melon, sambil minum sampanye atau anggur merah.

Ada lagi keju biru yang lebih tajam rasanya daripada camembert atau brie. Dikenal dengan nama blue cheese. Di Prancis sangat banyak variannya, seperti bleu des causses, bleu dauvergne, bleu de laqueuille, dan lain-lain. Warnanya putih kotor, dengan corak marmer berwarna biru. Baunya lebih "busuk", penampilannya juga seperti keju busuk yang gampang hancur (crumbly), dan rasanya amat tajam. Sering dipakai juga untuk saus selada.

Hampir semua keju dibuat dari susu sapi. Bila dibuat dari susu non-sapi, menurut aturan, harus disebut nama bahannya. Kebanyakan dari susu kambing atau susu domba. Salah satunya adalah keju feta yang khas Yunani. (Di AS, keju feta dibuat juga dari susu sapi). Keju ini rasanya juga agak tajam, biasanya dipakai dalam masakan, khususnya untuk selada. Di Italia ada keju picorino dari susu kambing yang sangat lezat.

Keju lain yang enak dimakan dengan sayuran adalah mozzarella. Warnanya putih dan lembek. Diiris tebal dan dimakan dengan irisan tomat dan daun basilik, disiram dengan minyak zaitun berbumbu. Hidangan pembuka ini warnanya mirip bendera Italia, merah-putih-hijau. Mozzarella juga jenis keju yang biasa dipakai untuk pizza.

Pada acara-acara wine and cheese di petang hari, selain keju juga biasanya dihidangkan irisan sosis keras atau salami, buah zaitun, dan berbagai jenis roti atau crackers. Baguette Prancis boleh dibilang cocok untuk segala macam keju. Tetapi, ada juga keju tertentu yang hanya cocok dengan roti hitam yang bantat dan masam. Beberapa jenis keju yang bercitarasa tajam juga cocok untuk minum bir, misalnya: keju edam dan gruyere. Ada lagi keju yang cocok untuk menemani minum sampanye, seperti keju mascarpone yang manis atau keju gorgonzola.

Pada acara-acara cheese tasting, biasanya disediakan crackers dari soda untuk menetralkan rasa keju sebelum mencicipi jenis keju yang lain.

Keju juga biasa dihidangkan sebagai hidangan sebelum dessert. Dalam hal ini, biasanya dihidangkan dengan buah atau batang seleri.

Amerika tidak pernah mau ketinggalan dengan produk makanan eksklusif. Sekarang banyak perusahaan di AS yang mengkhususkan dalam pembuatan keju. Keju AS yang terkenal adalah cottage cheese dan cream cheese. Cottage cheese berwarna putih dan mirip keju yang belum jadi karena masih lembek dengan gumpalan-gumpalan yang isinya masih cair seperti susu. Keju ini biasa dimakan dengan selada.

Cream cheese berwarna putih dan bentuknya seperti mentega padat. Orang Amerika suka makan cream cheese dengan bagel, roti bantat yang berbentuk seperti donat. Paling enak bila di atasnya diberi salmon asap, irisan onion, dan capers. Di toko swalayan biasanya dijual dengan nama Philadelphia Cream Cheese, dalam kaleng seperti mentega.

Musim panas yang sangat panas di Eropa sekarang ini membuat banyak toko keju di sana terpaksa tutup dan menyimpan dagangannya dalam lemari es. Beberapa toko keju di Eropa yang melayani penjualan lewat Internet bahkan menyetop pengiriman selama musim panas, karena takut kena complain pelanggan bila keju tiba dalam kondisi buruk. Keju memang mirip anggur, harus disimpan pada suhu yang tepat.
Logged

Farewell..
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-82
Offline Offline

Posts: 13841



« Reply #4 on: June 07, 2008, 09:22:22 AM »

Yang Lembut dan Padat dari Perancis

Tak hanya kehebatan dunia fashion yang bisa ditunjukkan oleh negeri romantis ini. Kelezatan anggur dan hidangannya pun menjadi 'kiblat' para pecinta makanan di hampir seluruh dunia. Rasa lezat ini tentu saja tak terlepas dari peran keju, hasil olah susu yang juga menjadi kebanggaan dunia kuliner Perancis. Jenis keju koleksi dapur Perancis terdaftar cukup panjang, tercatat lebih dari 400 macam jenis keju yang diproduksi di sana. Meski jenisnya mencapai ratusan, keju Perancis hanya dikelompokkan menjadi dua tipe, keju yang lembut dan yang padat.

Keju lembut:




Reblocon:
Keju khas dari daerah Savoie dan diproduksi dalam bentuk silinder berdiameter 13 cm. Rasanya gurih dan lembut. Terbuat dari susu sapi dan melalui proses pemeraman. 
 
Carre de L'est:
Terbuat dari susu sapi yang telah dipasteurisasi. Berupa keju lembut bertekstur bunga. Banyak diproduksi di daerah Champagne dan Lorraine. Dijual dalam bentuk silinder seberat 40 kg yang dikemas dalam kotak persegi. 
 
Valencay:
Diproduksi di daerah Le Berry. Merupakan jenis keju lembut dengan daging keju yang sangat lembut, berbentuk seperti piramida terpotong dan ditaburi abu batang pohon. 
 
Pont-L'eveque:
Keju ini banyak diproduksi di daerah Normandie dan dibuat dari susu sapi. Merupakan keju lembut dengan proses pemeraman dengan rasa yang sangat tradisional. 


Keju keras:




Cantal:
Merupakan jenis keju yang tertua dan diproduksi di daerah Auvergne. Keju ini diproses dari susu sapi menjadi keju padat dan mentah, mempunyai aroma yang cukup keras. Diproduksi dalam bentuk bulat seberat 30 kg. 
 
Saint-Nectaire:
Diproduksi di daerah Auvergne dan dibuat dalam bentuk lempeng. Keju ini diproses dari susu sapi menjadi keju padat dan mentah beraroma kacang kenari.   
 
Emmental:
Keju khas dari daerah france-Comte an Savoie dan Bouggogne, Chanteres dan UK. Terbuat dari susu sapi, merupakan jenis keju padat dan masak. Diproduksi dalam bentuk bulat, seberat 80 kg sampai 100 kg. 
 
Comte:
Satu-satunya tempat untuk memproduksi keju ini adalah di daerah France-Comte. Keju dengan bahan dasar susu sapi ini diolah menjadi keju padat dan masak, mirip dengan keju emmental.   
 
Saint-Paulin:
Merupakan jenis keju padat dan mentah tapi bertekstur lembut. Dibuat dari susu sapi melalui proses pasteurisasi. Berbentuk silinder agak tebal. Hampir setiap daerah di Perancis memproduksi keju ini.
 
 
Logged

Farewell..
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-82
Offline Offline

Posts: 13841



« Reply #5 on: June 07, 2008, 09:24:12 AM »

Swiss - Raclette, Lelehan Keju Panas di Musim Dingin



Raclette berasal dari akar kata Perancis ‘rackler’, dalam bahasa Inggris berarti to scrape karena keju harus diiris. Selain di Swiss, makanan ini juga menjadi makanan khas di Perancis.
Raclette adalah makanan yang umumnya dimakan saat musim dingin, terdiri dari keju khusus yang dilelehkan dan kentang rebus. Mungkin mirip dengan cheese fondue.

Untuk memotong keju, digunakan alat khusus yang mengiris keju menjadi irisan sedikit lebih tebal daripada keju untuk sandwich. Kentang yang dipakai juga dari varietas tertentu, yaitu Bintje, Charlotte atau kentang untuk raclette lainnya.



Di Swiss, kentang ini direbus bersama kulitnya hingga lembut. Ketika kentang matang, baru keju diiris-iris dan diletakkan di atas pemanggang hingga meleleh. Baru sesudahnya kentang dilumuri dengan lelehan keju ditambah lada hitam dan paprika bubuk dan dimakan dalam keadaan panas. Biasanya raclette ditemani teh atau minuman hangat lain atau anggur putih.

Raclette bisa dimakan dengan sayur-sayuran atau apel, ataupun dimakan begitu saja. Tanpa pemanggang pun bisa saja melelehkan keju dengan microwave, namun dengan cara ini keju hanya bisa dilelehkan sedikit demi sedikit sesuai keinginan tiap orang untuk menambah porsi makan atau tidak.

Rasa raclette ketika masuk di mulut sangat yummy.. campuran kentang yang lembut, lelehan keju dengan citarasa khas dan bumbu-bumbu lada hitam serta paprika ketika dikunyah memberi sensasi yang dahsyat.


Logged

Farewell..
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-82
Offline Offline

Posts: 13841



« Reply #6 on: June 07, 2008, 09:56:43 AM »

SERBA-SERBI KEJU


Bahan makanan bercitara lezat dan mewah ini, makin hari makin banyak dipakai dalam menu sehari-hari di dapur Indonesia. Mesipun tidak sepopuler di negeri asalnya yaitu Perancis atau Belanda, setidaknya sekarang rasa gurih dari keju mulai akrab di lidah kita. Jika Anda adalah seorang penggemar berat hasil olah susu ini, serba-serbi keju berikut bisa menjadi panduan di dapur. 

   
Menghidangkan keju:

Keju paling enak dihidangkan dalam kondisi suhu ruang. Untuk memotong keju, selalu gunakan pisau yang benar-benar bersih agar mutu keju tetap terjaga. Potong keju secukupnya 1 jam sebelum dihidangkan. Tutup rapat sisa keju (agar tidak terkontaminasi udara) lalu segera kembalikan sisanya dalam lemari pendingin. Jangan langsung menyantap potongan keju jika terlihat sedikit tanda-tanda berjamur. Potong dan buang bagian keju yang berjamur setebal ± 1 cm. 
 
 
Sesaat setelah dikeluarkan dari freezer:

Sambil menunggu keju pada suhu thawed (pelelehan) masukkan keju dalam lemari pendingin. Jangan buka pembungkusnya, agar citarasa dan tekstur keju tidak berubah. 
 
 
Saat mengolah keju:

Parut keju atau iris kasar sebelum ditambahkan pada adonan saus yang panas, lalu aduk secara perlahan. Kandungan protein dalam keju cukup tinggi, maka untuk mempertahankannya gunakan api sedang (jangan terlalu panas) dan masak dalam waktu yang singkat. Pada saat memanasi saus keju, cukup rendam wadah saus keju dalam air panas, jangan merebusnya langsung di atas api.
 
 
Memarut keju:

Suhu keju yang paling baik saat di parut adalah 34°C sampai 35° C setelah keluar dari freezer. Pada suhu ini, kandungan minyak yang ada dalam keju akan membantu menghasilkan parutan keju dengan tekstur yang lembut.
 
 
Menyimpan keju:

Usahakan keju tetap dalam kemasan aslinya, artinya jangan pindahkan keju ke wadah lain. Buka kemasannya sepanjang bagian keju yang akan dipotong.
 
 
Logged

Farewell..
kingstone
The Blessed One
Moderator Group
Lieutenant Colonel
******

Respect: +158/-14
Offline Offline

Posts: 4069


Without JESUS, I am NOTHING


« Reply #7 on: June 09, 2008, 01:51:53 AM »

Kalo g sih ga masalah mo yg mana, selama masih bisa disebut keju, g suka  LoL
Logged
souledGe
丂刀メイw
Moderator Group
Maj. General
******

Respect: +1092/-193
Offline Offline

Posts: 9500


Dash Berlin


« Reply #8 on: June 09, 2008, 02:17:53 AM »

one of the best food in the world  Evil Evil
Logged

SR.iZERO sNxtw
Mey Lie*
Try Me
Colonel
**********

Respect: +139/-73
Offline Offline

Posts: 4454


I know what I do


« Reply #9 on: June 09, 2008, 04:03:12 AM »

Wah fatal banged buka ginian subuh2.. jadi pengen makan keju, apalagi abis baca tulisan pak Bondan.. Ah Tidakk  Pusing Pusing
Logged

MeteoR
Forgiveness does not change the past, but it does enlarge the future
littleHiddeN
@ripi4u
Major
********

Respect: +42/-1294
Offline Offline

Posts: 2882


Hey


« Reply #10 on: June 11, 2008, 06:26:15 AM »

keju sih saya suka,.. gak perlu pake apa2,.. di kulkas keju kraft lgsg aja di cemil

hmmm nyammmii

oh iya gua pernah nonton tipi, di italy

orang berburu belatung keju,.. jd tuh belatung hasil pembusukan keju

trus di makan pake roti grrrrrrrr

ada yg tau gak info2 seputar itu

mrk bilang sih,.. rasa nya enak,.. di mulut geli2 gitu kakwkwakak HUEKKK
Logged

beler_vancoke: cil
beler_vancoke: lo jawab jujur yaa
Ripi: ape lg ?
beler_vancoke is typing...
beler_vancoke: emng bener ya kata si fido, gw mirip sama hyun bin
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-82
Offline Offline

Posts: 13841



« Reply #11 on: June 11, 2008, 11:16:16 AM »

keju sih saya suka,.. gak perlu pake apa2,.. di kulkas keju kraft lgsg aja di cemil

hmmm nyammmii

oh iya gua pernah nonton tipi, di italy

orang berburu belatung keju,.. jd tuh belatung hasil pembusukan keju

trus di makan pake roti grrrrrrrr

ada yg tau gak info2 seputar itu

mrk bilang sih,.. rasa nya enak,.. di mulut geli2 gitu kakwkwakak HUEKKK

yang ini maksudnya?  LoL

Casu Marzu, Sardinia, Italy





Casu Marzu atau Maggot cheese !

Proses pembuatannya(baca: pembusukkan ) adalah dengan cara mendiamkan keju ini sampai di hinggapi lalat2, lalat tersebut akan menelurkan telur2 mereka di keju tersebut.

Kemudian tinggal menunggu telur2 lalat itu menetaskan belatung. Orang2 bilang rasanya menyengat dilidah dah, belatung2nya sendiri
juga berkeliaran di dlm perut anda, belatung2 ini akan mencoba keluar dgn cara berusaha menembus perut anda, yang bisa membuat anda muntah2 dan diare .

Oh iya perlu diingat sewaktu makan keju ini barhati2-lah dengan belatung yang suka meloncat2, mereka bisa meloncat kira2 setinggi 6 inchi  Shocked Shocked
Logged

Farewell..
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-82
Offline Offline

Posts: 13841



« Reply #12 on: June 11, 2008, 12:03:10 PM »

Emmental Cheese



Emmental, Emmentaler, Emmenthal, atau Emmenthaler adalah sejenis keju Swiss. Keju ini dikenal sebagai "keju Swiss" di Amerika Utara, Australia dan Selandia Baru, walaupun keju Swiss tidak selalu merujuk kepada Emmental. Keju ini berasal dari lembah Emme di Canton Bern. Nama "Emmental" tidak dilindungi, sehingga negara lain juga memproduksinya seperti Perancis dan Bavaria. Finlandia malah merupakan pengekspor Emmental. Emmental berwarna kuning dengan karakteristik keras-sedang dengan lubang-lubang besar. Ada tiga jenis bakteri yang digunakan untuk memproduksi Emmental yaitu Streptokokus thermofilis, Laktobasilus, dan Propionibakter shermani. Pada tahap akhir dari siklus produksi, P. shermani memakan asam laktik yang diekskresi bakteri lain dan melepaskan gas karbon dioksida yang secara perlahan membentuk gelembung yang akhirnya akan membentuk lubang-lubang.



Keju Swiss adalah nama generik, di Amerika Serikat, Kanada dan Australia, untuk beberapa ragam terkait keju, yang semuanya menyerupai Emmental Swiss. Keju Swiss memiliki rupa yang berbeda, karena satu sisi keju itu dilubangi dengan lubang yang disebut "mata". Keju Swiss yang tak memiliki mata disebut "buta".

Umumnya, makin besar mata di sebuah keju Swiss, makin nyata rasanya; hal ini terjadi karena keadaan yang sama yang membuat mata besar - penyimpanan yang lama atau suhu yang tinggi - juga membuat bakteri dan enzim lebih banyak membentuk rasa. Hal ini menjadi masalah bagi pembuat keju Swiss pra-iris, kategori paling umum di AS. Keju bermata besar tak bisa teriris baik, terkadang hancur di mesin pengiris, yang menghabiskan waktu dan uang dan menjadi salah satu alasan mengapa produsen AS biasanya membuat produk yang baru dan berasa daripada keju yang diimpor yang ragamnya sama.

Baby Swiss adalah keju terkait lainnya, sering ditemukan di AS. Dibuat dengan menambahkan air di air dadih susu itu untuk menghambat bakteri, lubang pada keju Baby Swiss lebih kecil dan rasanya lebih sejuk. Baby Swiss sering dibuat dari keseluruhan susu.

Lacy Swiss adalah ragam lanjutan keju Swiss lubang kecil dari AS yang dibuat dengan susu rendah lemak. Lorraine Swiss adalah contoh ragam ini.

Logged

Farewell..
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-82
Offline Offline

Posts: 13841



« Reply #13 on: June 11, 2008, 12:25:38 PM »

Kenal dengan blue cheese atau green cheese? Buat orang yang tidak mengerti keju, jenis ini sudah jelas tidak akan masuk ke dalam daftar makanan yang layak dimakan. Untuk membuat blue cheese diperlukan bahan tambahan, semacam jamur yang masih sekelas dengan jamur penicilin, Penicillium roqueforti dan Penicillium gorgonzolai. Kedua jamur ini diinjeksi kedalam keju dan akan menyebar seperti pembuluh darah yang berwarna hijau atau biru. Tujuannya adalah untuk menambahkan rasa dan keempukkan ketika dimasak dan memang umumnya keju jenis ini dikonsumsi setelah melalui proses. Contohnya keju gorgonzola biasa menjadi bahan untuk saus dalam pasta dengan rasa yang mengagumkan.

Blue Cheese





biasa digunakan untuk salad dressing




Green Cheese

Logged

Farewell..
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-82
Offline Offline

Posts: 13841



« Reply #14 on: June 11, 2008, 01:20:07 PM »

Italian Cheese

di bawah ini adalah beberapa jenis keju yg berasal dari Italia. Kita tau bahwa Italia juga adalah termasuk dr negara2 produsen keju, dan ada sekitar 450 jenis keju di Italia  LoL (mantabbb !! )
Yang terkenal di indo biasanya adalah keju parmesan, keju keras yg diparut lalu dijadikan taburan dr pizza  ;)6


1. Bel Paese - Traditional



Literally, "beautiful country", Bel Paese got it's name from the name of a book by the cheesemaker's friend. Similar to St. Paulin and even Mozarella, it's a creamy cheese made of cow's milk, mild and buttery. Typically used to top pizzas and hot panini and focaccia sandwiches, it has a very even melting which makes it perfect for hot dishes.


2. Caciocavallo Silano DOP



This elite Italian DOP cheese is firm and stringy, made from cows milk following a traditional technique that involves hanging the molds astride horizontal rods (this its name, cheese on horseback), which leaves characteristic grooves on the cheeses rind. It delivers a smooth, mild salty taste, and is excellent for pasta dishes.


3. Caciotta Al Tartufo
 
 
 
One in our exclusive selection of "al tartufo" - tuffled cheeses. A semi-hard cheese embedded with small chunks of Italian black truffles, Caciotta is mild and aromatic. Made in Umbria.


4. Fiore Sardo  

 
 
When you get tired of good old Parmiggiano, give Fiore Sardo a taste. When our tasters cut into this cheese, even the little crumbled pieces were gone in minutes. They claimed it was “buttery” and “subtle” and “oh, not very strong at all!” The reviews were raving. Fiore Sardo is made in the Island of Sardinia from sheep's milk. It's aged to have a semi-hard texture that can be either sliced or grated, but is not as prone to shred like other aged cheeses (Parmiggiano or Grana Padano are some examples). It's a good alternative for a cheese platter when you want to bring more unique flavors to the table, but is also really excellent for grating over pastas, soups and casseroles.


5. Gorgonzola Dolce (DOP)  


 
Gorgonzola is a prestigious, distinctive Italian cheese, beloved for its utterly delicious creamy textures and salty tangy flavor produced by the blue mold used in its production. Gorgonzola Dolce is a younger cheese, not as pungent, more subtly sharp and not as dry or crumbly as the aged Gorgonzola. You'll delight in this more consistent texture that is perfect for spreading, and lets you enjoy this superb blue cheese in a completely different manner, without as much of a kick to the palate. Serve with fresh fruit for a sweet complement, and a smooth, sweet dessert wine.


6. Grana Padano Aged Over 18 months
 
 
 
Similar to Parmeggiano Reggiano, Grana Padano originates in the Pianura Padana mountains of Italy, first created by monks who used the leftover milk from their meadow-fed cattle. Today it's produced following stringent guidelines of the Grana Padano Consortium in Italy. Grana means "grainy" and refers to the texture of the cheese, which gets finely granular as it ages. But although it is an aged cheese, Grana Padano is not nearly as hard or white as Parmeggiano - it tends to be yellower and creamier. Further differences include a lower fat content, as Grana Padano gets two skims. You'll taste as well some light hay overtones. This makes it very versatile in cuisine; it's great in cooked dishes like meat fillings, excellent shaved over salads or cold dishes, and exquisite when paired with Aceto Balsamico and fig cake for a sweet dessert.
 

7. Grana Padano Quarter Wheel  

 
 
Grana Padano is classified as a DOP cheese meaning it is one of the elite cheeses in Italy. This cheese is known for two things: it is the world's first hard cheese, being over 1,000 years old. The Cistercian monks of Chiaravalle created it by the beginning of the millennium; by 1477, it was Italy's most popular cheese. This item can last a long time without spoiling, sometimes aging up to two years. It has a tangy, fruity flavor.


8. Mozzarella Di Buffalo (Bufala) Campana In Water  


 
This Mozzarella Di Buffala imported from Italy flies of our shelves! An authentic Italian product, this Mozzarella is utterly sophisticated, and acclaimed by chefs and cheese lovers. Wonderfully elastic in texture, this versatile Italian cheese will help your create wonderfully inventive pizzas, moist and fresh Caprese salads and just about the easiest snack you've had.


9. Parmigiano Reggiano  


 
Forget processed supermarket parmesan cheese; authentic Parmigiano Reggiano is a whole story altogether. Classified as DOP cheese, Parmegiano's methods of production are strictly controlled by a consortium. Traditionally, Parmigiano is used shaved over pastas and salads, or dipped into aged Aceto Balsamico. Dry and hard due to its extremely long aging, Parmegiano has a granular texture that easily breaks into slivers - irresistible to pop into the mouth.


10. Parmigiano Reggiano Quarter Wheel
 

 
This is known as Parmesan in English. Considered to be the keynote of cheeses, Parmigiano Reggiano is classified as a DOP cheese meaning it is one of the elite cheeses in Italy. For centuries, Italian writers such as Moliere, D'Alambert and Giovanni Boccaccio wrote and praised it for its nutritional qualities. It has an excellent, fruity taste. It's nicely aromatic, and it's very versatile. This cheese matures for at least year before it is ready for sale.


11. Pecorino in Walnut Leaves (Foglie di Noce)  


 
A hard Italian sheep's milk cheese wrapped in walnut leaves for an earthy nutty flavor.
 

12. Pecorino Romano
 

 
Similar to Parmegiano-Reggiano, and often used as a substitution, Pecorino Romano is never a secondary choice. This hard cheese, excellent for grating, is made in Lazio, Italy under strict supervision of a consortium that ensures quality control and processes. Dry-salted by hand, the large wheels get a salting several times, producing a great flavor. The long aging produces the dry and granular texture, and strong taste. Essential for grating over pastas and vegetable dishes, with that characteristic aroma of sheep's milk. Pair with a hearty red wine.


13. Pecorino Toscano Stagionato DOP
 
 
 
Pecorino is a semi-hard table or grating cheese produced in Tuscany, Italy, exclusively from sheeps milk. It has a yellowish rind with a very firm pate, and a flavor that is fragrant and savory. This superb cheese is protected by the DOP, a mark of protected origin. 


14. Perla Nera
 

 
A soft cheese produced in Sardinia, Italy, that is made of ewes milk with a soft, compact texture, and a white pate. It has a taste that is mild and aromatic, with a slight acid note, typical of sheeps milk cheese. The fanciful name Black Pearl, refers to the round and jet black exterior of the cheese. It has a shelf life of 90 days. 


15. Piave Vecchio
 

 
This rare Italian cheese is aged for a year (vecchio means old in Italian), to obtain a full-bodied hard cheese that is excellent for grating Characteristic for its hard yellow pate, that retains its original smoothness, making it a great companion to pastas and polentas.


16. Sottocenere Al Tartufo  


 
A mild cow's milk cheese infused with truffles and zesty spices, this is really a unique preparation. Italy produces a limited variety of truffle cheeses, but once you've found the one you love, it'll be hard to let go. Imported from Italy.


17. Taleggio DOP  


 
Editor's favorite. A soft and firm cheese from Lombardy, Taleggio is as incredibly delicious as it is versatile. From the cheese board to the kitchen, it has something to offer in all the culinary arenas. Particularly good when melted! You can incorporate this to creamy risottos in place of Parmeggiano or Grana Padano (incidentally, both from the same region). The flavor and texture are somewhat comparable to a Port Salut, fresh, but with a particular aftertaste – which is why this is a good cheese to pair with buttery crackers and sweet fruits like apples and figs. Peel or cut the rind away as it is not very palatable.Serve with a beautiful bold red wine with a fruity twist, like Ca' del Bosco Curtefranca Rosso.


18. Ubriaco
 
 
 
A fantastic Italian cheddar cheese made from cows milk that has been soaked in red wine and aged under grape leaves, creating a flavor that is fruity and sweet, incredibly flavorful. Covered in a dark purplish rind, this cheese is made in Veneto, from milk from two milkings. A GourmetFoodStore favorite. 


19. Asiago Stravecchio Extra
 

 
This cheese first appeared 2,000 years ago in Franche-Comte. Another kind of cheese, Metton, is used in Cancoillotte's creation. Metton is coagulated and melted, in which salt and butter are added. It comes from cow's milk and has a simply delicious taste that will agree with anyone. This pale, yellow cheese is creamy and salty and is very popular in France.


20. Pecorino Ginepro - Romagna
 

 
A popular fresh sheeps milk cheese from Romagna, Italy, covered with juniper wood ash and bathed in balsamic vinegar, with a sweet, firm pate. 
Logged

Farewell..
Squall Leonhart
° C o E ™ ° - L'Imperatore of NFT
Moderator Group
Ambassador
******

Respect: +2932/-2275
Offline Offline

Posts: 16125


Ti amo FC INTERNAZIONALE


WWW
« Reply #15 on: September 26, 2008, 09:58:28 AM »

MENGENAL KEJU DAN MANFAAT BAGI KESEHATAN
Thursday, May 04, 2006



KEJU SI LEZAT YANG KAYA NUTRISI Penulis: Budi Sutomo

Keju memang bukan makanan yang berasal dari negeri kita, namun dalam kehidupan sehari-hari sebagian masyarakat sudah sangat akrab bahkan mungkin menjadi sajian wajib menu harian. Walaupun harganya relatif mahal, para penikmat keju akan selalu “kangen” alias ketagihan. Godaan rasanya yang gurih dengan aroma khas menjadikan keju selalu dicari penggemarnya, belum lagi kandungan nutrisinya, mulai dari protein, vitamin, kalsium, zat besi, kalori dan lemak, disinilah gudangnya. Apapun alasannya, mari mengenal aneka keju lebih dekat dan buktikan sendiri kelezatan cita rasanya.

Sejarah Keju


Keju sudah ditemukan ribuan tahun yang lalu. Kala itu seorang pengembala sapi menyimpan susu hasil perahannya di dalam kantung terbuat dari kulit kambing. Beberapa hari kemudian seorang musafir menemukan kantung tersebut yang tertinggal di dalam gua, karena terdorong rasa lapar pria itu memakannya. Tidak di sangka susu yang sudah berubah bentuk menjadi gumpalan itu ternyata sangat lezat rasanya. Setelah di teliti, ternyata susu terfermentasi oleh mikroorganisme tertentu yang terdapat pada kantung kulit itu. Dari sinilah cikal bakal keju berasal.
Pada awal abad ke 20, keju mulai diproduksi secara komersial. Dan saat ini, industri keju berkembang begitu cepat, jenisnnya sekarang sudah mencapai ratusan dan teksturnya juga semakin beragam.

Proseses Pembuatan


Pada prinsipnya keju dibuat melalui melalui tiga tahap:
Koagulasi. Setelah susu segar di panaskan (pasteurisasi), kemudian subtansi yang bersifat asam atau kultur bakteri tertentu ditambahkan. Tujuan dari prosese ini supaya laktosa dirubah menjadi asam laktat (acid coagulation) sehingga terbentuk endapan/gumpalan menyerupai tahu.
Pembentukan dan Penggaraman. Tahu susu (curd) yang terbentuk selama proses koagulasi kemudian di padatkan di dalam cetakan sesuai keinginan. Tahap selanjutnya adalah penggaraman. Caranya dengan mencelupkan tahu susu ke dalam larutan yang mengandung garam 250-350 gr per liter air. Tujuan dari penggaraman ini supaya mempercepat proses pengeringan, memberikan rasa, aroma juga berfungsi sebagai pengawet karena garam memperlambat proses proliferasi mikroorganisme.
Pemeraman/Fermentasi. Proses pematangan keju dilakukan sebaiknya di lakukan di dalam ruangan kering dengan kisaran temperatur antara 0oC – 32oC. Lama proses pematangan tergantung dari jenis keju yang diinginkan. Untuk keju lunak(soft cheese) memerlukan waktu fermentasi sekitar 4 minggu, namun untuk keju keras (hard cheese) memerlukan waktu 2 – 3 tahun. Selama proses fermentasi inilah komponen citarasa dan tekstur dari keju terbentuk.

Cara Penyajian


Setiap negara memiliki tradisi yang berlainan di dalam menyajikan keju. Di Italia keju di sajikan sebagai hidangan pembuka, negara Prancis menyajikan setelah hidangan utama, sedangkan Inggris dan Amerika keju lebih sering di hidangkan setelah hidangan penutup. Sedangkan di Indonesia tidak mengenal aturan di dalam menyajikan keju. Anda sah-sah saja menyantap keju pada saat hidangan pembuka, utama maupun penutup. Lain halnya jika Anda menyantap keju dengan wine sebagai minuman penyerta. Red wine hanya cocok disantap dengan cammembert dan emmenthal. Hanya white wine yang cocok di padukan dengan semua jenis keju, namun yang pasti semakin tua keju maka wine penyerta juga semakin lama masa fermentasinya.

Aneka Jenis Keju

Berdasarkan bahan dasarnya, keju dapat dibuat dari susu sapi, kerbau, domba dan kambing. Sedangkan dari teksturnya keju digolongkan menjadi dua jenis, yaitu keju muda/lunak (soft cheese) dengan kadar air 36 – 40% dan keju tua/keras (hard cheese) berkadar air 25 – 36%.

Camembert. Keju lunak dari Perancis ini pertama kali di buat pada abad ke-18 di desa Normandia. Comembert terbuat dari susu sapi, teksturnya sangat lembut dengan warna creamy yellow. Keju ini mengandung lemak antara 45% - 50%. Selain enak digado atau sebagai table cheese, juga cocok untuk campuran omelette, isi souffle, pancake atau apple pie.

Ricotta. Keju Ricotta berasal dari Italia. Keju lunak dari susu sapi ini teksturnya sangat rapuh. Kandungan lemaknya termasuk tinggi, mencapai 65 %. kombinasi rasa yang gurih dan lezat dengan aroma harum menjadikan terasa pas dipadukan dengan aneka masakan pasta Italia seperti Lasagna dan Spaghetti.

Brie. Brie termasuk kategori soft cheese dari Preancis. Ciri khas keju ini adalah kulit luarnya berwarna putih dan bagian dalamnya lembut meleleh. Aromanya tajam dan kandungan lemaknya tinggi (45%). Brie sangat cocok dipakai sebagai bahan campuran salad, dimakan dengan buah olive maupun pickle.

Cream Cheese. Di pasaran kita dapat menemukan dua macam cream cheese, double cream cheese adalah pilihan pertama dengan kandungan lemak 65% dan cream cheese(45% lemak) pilihan lainnya. Berbeda dengan jenis keju lainya, cream cheese memiliki rasa yang sedikit asam. Umumnya keju ini digunakan pada hidangan penutup, misalnya chesse cake, sebagai isi pie, atau dimakan bersama potongan buah-buahan.

Mozzarella. Mozzarella adalah keju Italia yang aslinya berasal dari susu kerbau liar. Keju lunak dengan kandungan lemak antara 40 – 50% ini sangat sepesifik sifatnya. Mozzarella akan meleleh ketika dipanggang, sangat cocok untuk topping pizza maupun campuran fritata.
Edam. Salah satu keju asal Belanda yang popular. Teksturnya keras dengan aroma mirip kacang. Kandungan lemak keju ini sekitar 40%. Yang membedakan dengan keju lain adalah kemasannya yang selalu terbungkus lapisan sejenis lilin berwarna merah. Edam sangat cocok untuk campuran kue kering seperti aneka cookies atau taburan pada hidangan panggang.

Parmesan. Salah satu jenis keju keras dari kota Parma, Italia. Pada umumnya berbentuk silinder dengan warna kuning muda. Teksturnya keras, cocok untuk keju parut. Aroma Parmesan cukup tajam karena proses pemeraman yang cukup lama, antara 14 bulan sampai 4 tahun. Keju ini sangat cocok untuk taburan pizza, soup maupun olahan aneka pasta. Kandungan lemak keju sekitar 61%.

Cheddar. Salah satu jenis keju asal Inggris yang paling banyak dikonsumsi di seluruh dunia. Rasanya yang lezat dengan aroma tidak terlalu tajam menjadikan cheddar cocok digunakan untuk masakan apa saja. Sajian casseroles, soup, isi sandwich dan salad terasa lebih lezat dengan penambahan keju ini. Cheddar mengandung lemak 48% dengan masa pemeraman 9-24 bulan.

Emmenthal. Asal dari keju ini berasal dari Swiss, salah satu keju keras yang cukup populer. Emmenthal memiliki karakteristik berbeda dengan keju-keju lainya, bentuknya unik karena jika dipotong akan terlihat lubang-lubang yang terbentuk selama proses fermentasi. Keju ini banyak disuka karena cita rasanya lembut dan aromanya yang kaya. Emmenthal cocok dihidangkan sebagai keju meja dengan disertai segelas anggur.

Nilai Gizi Keju


Apapun jenisnya, keju pasti berbahan dasar susu segar. Tahap pemadatan dan fermentasi selama proses pembuatan semakin meningkatkan nilai gizi keju. Kandungan protein misalnya, keju lebih tinggi jika dibandingkan susu segar. 100 gr keju rata-rata mengandung 22.8 gr protein, sedangkan susu segar hanya 3.2 per 100 gr. Begitu juga dengan kandungan kalsium, keju mengandung 777 mg dan susu segar hanya sekitar 143 mg setiap 100 gr berat bahan.

Selain kandungan nutrisi di atas, keju juga tinggi karbohidrat, lemak, zat besi, lemak dan fosfor. Dengan mengkonsumsi 100 gr keju, kebutuhan kalsium anda tersuplai 20 – 25% dari kebutuhan kalsium sehari. Dari beberapa hasil penelitian mengkonsumsi keju dapat mengurangi gejala sindrom pra menstruasi dan memperkuat tulang. Kandungan beragam mineral yang tinggi pada keju sangat baik untuk melindungi gigi dari karies, ini dikarenakan unsur tadi dapat memperkuat mineralisasi email pada gigi.

Walaupun banyak manfaatnya bagi kesehatan, bagi penderita laktosa intoleran, keju pantang dikonsumsi. Gula susu (laktosa) yang terkandung dapat menimbulkan bahaya bagi tubuh. Kandungan garam dan lemak pada keju juga cukup tinggi, karenanya disarankan bagi penderita ginjal, jantung, kantung empedu dan penyakit hati sebaiknya membatasi jumlah konsumsi keju. Namun bagi Anda yang terbebas dari penyakit-penyakit di atas, nikmati kelezatan keju dan raih manfaatnya. Budi Sutomo.

http://budiboga.blogspot.com/2006/05/mengenal-keju-dan-manfaat-bagi.html
Logged

• To the wOrLd yOu maybe just One persOn but Out tO One persOn yOu maybe the wOrLd •


❤ Jangan lupa mampir ke Thread Wisata dan Kuliner ❤
cloud80
DotA Player
Captain
*******

Respect: +45/-16
Offline Offline

Posts: 1727


-- Joy, Fun, Addict --


« Reply #16 on: November 10, 2008, 03:58:50 PM »

hmm nyam2 keju merupakan makanan yang paling gw suka secara umum...

mulai dr cheese cake,, buat makan hotdog ato pizza,, smpe martabak enakan pake keju...

akhhh keju surga dunia bagiku...
Logged

IDGS Public : aNsweR- & tRipLeiON-


MagicA
-
1st Lieutenant
******

Respect: +6/-85
Online Online

Posts: 807


-


« Reply #17 on: November 10, 2008, 07:48:28 PM »

klo keju yang di ritcheese tuh keju apaan emanK?~
Logged

IDGS PUB : Nirvana-Faith
RGC         : FearMe_
DotA2       : Elnoir|Dacroix
Sunburst
wibi babeh*
Colonel
**********

Respect: +408/-148
Offline Offline

Posts: 4819



« Reply #18 on: November 11, 2008, 12:19:12 AM »

jelas paling enak makan keju pake martabak ato makan pake makanan itali... ih enak bgt tuh...
Logged

Sunburst. | Pensiun, Entah Sampai Kapan...


jungker is my life

dokokedua
Guest
« Reply #19 on: November 11, 2008, 09:34:42 AM »

keju tuh g ad lawan

tapi gw demen tuh keju yg ad ulat2 na
tapi sehat
kt nmya sembuhin penyakit gan.
believe it or not?
 Angel
Logged
mikalla
HLF|HePROerus
Lieutenant Colonel
*********

Respect: +244/-79
Offline Offline

Posts: 3409


« Reply #20 on: November 11, 2008, 11:21:16 AM »

smua keju g suka kok...
campurin ke spaghetie...
yummy bgt......
Logged

Wa®Kóôchan the greatest
ex ANN2 | Mikalla
ex H£ƒ | Hephaerus
ex ƒ ô Hephaerus
ex dBs - Hephaerus
astRo
Lieutenant General
************

Respect: +871/-316
Offline Offline

Posts: 8324

gameover


« Reply #21 on: November 11, 2008, 11:23:13 AM »

jangan kan spagehtie, ke mie goreng instant aja dah enak wakwakwka
Logged

@ricoastro
przm.
Major
********

Respect: +62/-114
Offline Offline

Posts: 2482


CounTeR sTRike n' sK8 is My Life !!!


« Reply #22 on: November 11, 2008, 02:29:08 PM »

keju tuh g ad lawan

tapi gw demen tuh keju yg ad ulat2 na
tapi sehat
kt nmya sembuhin penyakit gan.
believe it or not?
 Angel


ha ? ada ulat nya oh sembuhin penyakit yah

kalo keju di dalam martabak aja dah paling enak...


gw ngebayagin martabak keju dalam nya ada ulet nya hihihi
Logged

SelamaT_TinggaL | L`esprit - przm.


 TidaK SeMua YaNg Loe oMongiN iTu BeNaR !!! 

dokokedua
Guest
« Reply #23 on: November 12, 2008, 03:08:12 PM »

ad diacara ripleys gan
letak nya di russia

mrk tuh keju sengaja di taruh apa gitu
biar ulat nya banyak
gila dah
serius ini lohhh Angel
Logged
przm.
Major
********

Respect: +62/-114
Offline Offline

Posts: 2482


CounTeR sTRike n' sK8 is My Life !!!


« Reply #24 on: November 12, 2008, 06:24:47 PM »

ad diacara ripleys gan
letak nya di russia

mrk tuh keju sengaja di taruh apa gitu
biar ulat nya banyak
gila dah
serius ini lohhh Angel


yakin loe itu memang ulet dari ripleys kali

tapi kalo bener yah gw gak tau juga wkakakaka

thks deh info nya
Logged

SelamaT_TinggaL | L`esprit - przm.


 TidaK SeMua YaNg Loe oMongiN iTu BeNaR !!! 

Pages: [1] 2   Go Up
Print
Jump to:  



Â