Ligagame CSO

Main Menu
Hotk
rappelz online
Sudden attack indonesia
Qeon Shadow company
Garena Heroes of Newerth
Teracord Chaos

Banner

Banner

Ligaponsel
May 24, 2012, 08:34:59 AM
Sorry Guest, you are banned from posting or sending personal messages on this forum.
Pages: 1 2 3 4 [5]   Go Down
Print
Author Topic: CHINESSE FOOD !!  (Read 6765 times)
0 Members and 2 Guests are viewing this topic.
anthonylie
Cadet


Respect: +0/-0
Offline Offline

Posts: 10


« Reply #100 on: August 13, 2010, 09:39:11 PM »

cumi saus tiram
kepiting saus tiram

paling mantapsss dh tuhhh
Logged
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-82
Offline Offline

Posts: 13841



« Reply #101 on: September 22, 2010, 01:40:11 PM »

Pedasnya Andaliman di South Beauty



Masakan Tionghoa dari Provinsi Szechuan memang terkenal pedas. Setidaknya, ada sembilan jenis cabe dan lada yang dipakai dalam masakan Szechuan, antara lain: Szechuan peppercorn (orang Tapanuli menyebutnya andaliman), cabe kering, cabe merah, cabe rawit, lada putih, lada hitam, dan lain-lain.

Dari delapan gagrak utama masakan Tionghoa, Szechuan hanya kalah dari masakan Hunan yang pedesnya lebih nabok. Dalam istilah Szechuan, pedasnya masakan mereka disebut ma la (numbly spicy) - begitu pedasnya sampai mulut kita jadi mati rasa, bila tidak biasa. Di Banyuwangi ada nasi tempong yang kurang-lebih bermakna sama. Tempong berarti tempeleng. Artinya, begitu makan sambal, pipi serasa ditempeleng.

Tetapi, bagi kita yang sudah terbiasa makan berbagai masakan pedas, masakan Szechuan masih tergolong "jinak". Yang perlu di-apresiasi adalah justru penggunaan berbagai jenis cabe dalam satu masakan. Pedasnya beda - berspektrum lebih luas. Teman-teman dari Tapanuli yang terbiasa masakan pedas dengan campuran cabe dan andaliman pastilah paham benar apa yang saya maksud.

Bila Anda sudah mencapai tingkat kecanggihan seperti itu, maka Anda juga akan bisa meng-apresiasi kualitas masakan yang disajikan South Beauty - sebuah fine-dining restaurant yang baru buka di Thamrin Nine, gedung yang juga baru di samping Grand Indonesia. South Beauty adalah sebuah waralaba yang berpusat di Shanghai, dan sudah punya cabang di berbagai negara.

Mahal? Tentu. Ada rupa ada harga, bukan? Tetapi, kalau Anda menghindari masakan seperti sop sirip hiu atau sop sarang burung yang memang mahal harga bahannya, masih cukup banyak sajian yang harganya cukup terjangkau di South Beauty.

Coba kita pesan ayam asap (Rp 98 ribu) sebagai hidangan pembuka. Ini adalah salah satu signature dish South Beauty. Smokiness dalam daging ayamnya sangat terasa. Disajikan dengan sepoci kecil teh oolong manis yang sangat matched dengan ayamnya. Porsinya besar, bisa disantap 4-6 orang. Ada lagi sajian dingin bebek dan kuning telur rebus di dalamnya (Rp 80 ribu) yang sangat unik. Atau, irisan daging sapi dan babat yang dimasak dengan kulit buah jeruk (Rp 58 ribu).

Untuk hidangan utama, saya memesan tiga jenis: irisan ikan kod goreng panir di atas roti panggang dioles foie gras (Rp 128 ribu), kailan lada hitam (Rp 68 ribu), bebek panggang dengan mantou kukus (Rp 108 ribu). Irisan bebek panggang "bertengger" di atas tumisan daging cincang, rajangan kacang panjang, dan cabe rawit. Mak nyuss!

Sebetulnya ada satu menu yang saya incar, tetapi perut saya sudah kekenyangan, yaitu kepala salmon yang dipanggang dalam kaserol (Rp 88 ribu). Artinya, masih ada kesempatan untuk datang lagi ke South Beauty. Apalagi masih ada banyak dessert items yang sungguh menggoda di buku menu yang tebalnya 70 halaman itu. Jangan lupa, untuk Sabtu-Minggu juga tersedia dimsum di pagi hari. (Bondan Winarno)

South Beauty
Gedung Thamrin Nine
Jl. M.H. Thamrin 10
Jakarta Pusat
021 29937227

Logged

Farewell..
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-82
Offline Offline

Posts: 13841



« Reply #102 on: January 24, 2012, 10:53:22 AM »

Double Mak Nyuss di Sinar Lestari



Rumah makan terkenal ini baru saja ganti nama. Semula dikenal penggemarnya dengan nama Cahaya Lestari, kini papan namanya bertulisan Sinar Lestari. Pemiliknya sama, manajemennya sama, kualitas masakannya konsisten. Kalau tidak salah, dulunya mereka merupakan bagian dari sebuah rumah makan terkenal di Jalan Tiang Bendera. Setelah rumah makan itu terbakar, sebagian buka di Jl. Hayam Wuruk, dan sebagian lagi di Kelapa Gading. Sayangnya, yang di Kelapa Gading sudah lama tutup.

Restoran ini menampilkan masakan Hakka yang terkenal lezat. Sebelum saya teruskan, perlu saya tampilkan warning box ini: rumah makan ini juga menyajikan hidangan non-halal. Salah satu yang terkenal adalah khew nyuk alias babi hong.

Ada dua sajian yang tidak pernah saya lewatkan bila berkunjung ke sini. Yang pertama adalah yam ha alias udang rebus (porsi kecil Rp 70 ribu). Penampilannya saja sudah membuat air liur menetes-netes. Begitu mengkilat, dengan warna pink segar, nyaris tampak seperti udang mentah. Aroma minyak wijen yang harum membuat hidangan ini semakin unforgettable. Rasanya? Jangan tanya lagi. Sudah pasti mak nyuss!

Masakan juara yang juga saya sukai di sini adalah sop ikan gurame (porsi medium Rp 60 ribu). Sekalipun dia kalah satu setrip dibanding favorit saya di Jalan Rama 23, Bandung, tetapi masakan Sinar Lestari yang satu ini pun tetap masuk penilaian mak nyuss dari saya. Ikan gurame digoreng, lalu dimasak dalam kuah kaldu ikan bening bernuansa ang kak (tape beras merah) dan jahe, dicampur lobak, sawi asin, dan tahu putih. Aroma minyak wijennya menguar dengan cantik, mengiringi citarasa gurih segar sop ikan gurame ini.

Sajian lain yang perlu dipesan bila berkunjung ke Sinar Lestari antara lain adalah: saklon (kodok batu) goreng, burung dara goreng, mapo tahu, angsio tahu, dan yam payap (babat sapi rebus). Masakan yang terakhir ini benar-benar istimewa. Babat, tetapi renyah. Unik, kan? Pasti ada rahasia cara memasak yang tidak akan diberitahukan kepada kita.

Peringatan terakhir: bila Anda perokok, bersiaplah untuk bermulut asam. Di dinding Sinar Lestari digantung beberapa foto bayi lucu bertulisan: My Dear Uncle, Please Do Not Smoke! Hehehe... (Bondan Winarno)

Sinar Lestari
Restoran Hakka Chinese Food
Jl. Hayam Wuruk 124A
Jakarta Barat
021 6397528, 6296720

Logged

Farewell..
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-82
Offline Offline

Posts: 13841



« Reply #103 on: January 24, 2012, 10:57:29 AM »

Krenyes Pedas si Belut Goreng Hong Lung



Penyuka pedas pastinya suka dengan aneka hidangan Szechuan yang serba menyengat ini. Si belut goreng yang krenyes renyah disajikan dengan irisan cabai merah kering. Huah... pedasnya sungguh menyengat lidah! Cocok dimakan bersama sepiring nasi goreng salmon hangat.

Tulisan 'No Pork and No Lard' meyakinkan saya untuk melangkah masuk ke 'Hong Lung'. Resto mungil yang berada di lantai dasar Epicentrum Walk ini terdiri dari perpaduan kayu dan nuansa khas Cina merah cerah. Karena tak terlalu luas, beberapa meja ditempatkan menempel ke dinding.

Dari luar resto, bagian dinding ini sudah menarik perhatian saya dan teman-teman. Dindingnya dipenuhi aneka gambar-gambar khas Cina hingga ke langit-langit, mulai dari Bruce Lee, tulisan-tulisan Cina, dan beberapa foto-foto khas negeri tirai bambu tersebut. Lampu di langit-langit yang terbuat dari lampion merah ikut menambah kental suasana.

Rupanya restoran ini banyak menyajikan menu Szechuan yang terkenal pedas-pedas. Beberapa menu seperti Buncis ala Szechuan, Mi ulang tahun, aneka bebek, seafood, dan sayuran tertera dalam daftar menu. Termasuk beberapa menu klasik seperti Szechuan ayam kung pao dan black pepper beef. Cukup komplet bukan? Untuk makan siang beramai-ramai, restoran ini juga cocok karena menu-menu tersebut dapat di-sharing.

Menu pilihan saya siang itu cukup unik, seporsi belut goreng kering, grilled sirloin, dan nasi goreng salmon XO jadi pilihan. Untuk beberapa menu, tersedia ukuran S untuk small dan L untuk large. Seperti restoran Cina pada umumnya di meja juga sudah tersedia sumpit, piring kecil, sendok dan garpu.

Buat saya nasi goreng salmon XO disajikan dalam porsi yang sangat mengenyangkan jika dinikmati sendiri. Sehingga untuk yang satu ini porsinya pas untuk di-sharing berdua. Grilled sirloin disajikan dengan alas daun selada dan saus pendamping berwarna kecoklatan.

Daging sirloin berukuran cukup lebar, diiris tidak terlalu tipis berwarna cokelat nyaris kehitaman. Saat digigit wah mengejutkan dagingnya nyoss... benar-benar empuk. Bumbunya pun benar-benar meresap sempurna, tanpa dicocol saus gurih pedas yang jadi pendampingnya sudah terasa enak.

Kontras dengan irisan daging belut yang kecil dan terasa krenyes-krenyes enak saat dimakan. Belut goreng bertabur wijen ini jadi favorit saya. Si belut yang digoreng kering disajikan berselang-seling dengan irisan cabai merah kering. Aroma cabai dan bawang putih mendominasi hidangan ini. Buat yang tidak suka pedas hati-hati karena setelahnya perlahan-lahan rasa pedas si cabai Szechuan tiba-tiba akan mengigit lidah. Huahh... pedasnya mantab!

Suapan nasi goreng akan sedikit meredam sengatan si belut. Nasi goreng saus XO ini menyimpan kejutan kecil berupa irisan-irisan daging ikan salmon yang gurih dan lembut. Sepiring nasi goreng dihargai Rp 30.000,00, Grilled Sirloin small Rp 48.500,00 dan Rp 32.500 untuk Belut Goreng. Hidangan Szechuan yang pedas ini juga cocok disantap menjelang perayaan Imlek!

Hong Lung
Epicentrum Walk, Ground Floor
Jl. HR Rasuna Said
Jakarta Selatan
Telp: 021-29941119
Logged

Farewell..
Cruzel
Major
********

Respect: +519/-40
Offline Offline

Posts: 2164



« Reply #104 on: January 29, 2012, 03:27:09 AM »

Gw suka banget Chinnese food seperti kwetiau, capcay, fuyunghai sama seafood"nya pas lagi mudik. Soalnya di kampung halaman gw banyak org Chinnesenya dan mereka masaknya lebih enak kalau gw blg dibanding tempat tinggal gw di Jakarta. Tapi masalahnya gw kan muslim, masakan Cina kebanyakan mengandung babi kan ya? Walaupun gak pake daging babi tp minyak mereka pake babi. Tp btw menurut gw masak pake minyak babi lebih enak dibanding minyak biasa.
Logged

Czltw
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
******

Respect: +757/-82
Offline Offline

Posts: 13841



« Reply #105 on: January 29, 2012, 08:20:21 AM »

ga selalu pake minyak babi sih, soalnya banyak daerah2 di china sana yg memang mayoritas penduduknya muslim jd masaknya jg ga pake babi. di bdg aja banyak rumah makan chinese food yg halal n selalu rame krn emang enak masakannya, trus yg lg populer tuh skrg ini kayak lamien gitu macam jade restaurant, dimana bikin mienya bener2 pake tangan doang ga pake pisau, itu rata2 halal kok  Bagus!!
Logged

Farewell..
Pages: 1 2 3 4 [5]   Go Up
Print
Jump to:  



Â