qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
    
Respect: +757/-82
Offline
Posts: 13841
|
 |
« Reply #150 on: May 21, 2010, 10:59:03 AM » |
|
Yuk, Pesta Seafood Segar!Anda termasuk penggila seafood? Bermacam-macam olahan ikan, cumi, udang, kerang hingga kepiting segar bisa Anda cicipi di sini. Tak hanya menggunakan bahan segar pilihan, bumbunya pun tak kalah enak loh. Coba saja! Ikan Pe yang dibakar dan dioles dengan bumbu khas Bali ini harumnya menggelitik hidung. Ikan segar langsung diolah begitu Anda pesan.  Kerang-kerang ini pun tak kalah enaknya. Rasa bumbunya pedas manis dan tidak meninggalkan jejak anyir sama sekali. Hmm..yummy!  Kalau suka dengan udang, udang bakar mentega ini wajib dicoba. Rasanya gurih-gurih enak dengan tekstur daging yang lembut membelai lidah.  Ini dia nih, kepiting asam manis khusus untuk mereka si penggila kepiting. Dagingnya tebal dengan balutan bumbu yang meresap hingga ke bagian dalam. Nyam..nyam..  Sambil menikmat hidangan seafood yang lezat, Anda pun akan di temani alunan musik merdu. Lagu-lagu yang dibawakan bisa di pilih sesuai permintaan loh! Gak sabar untuk bisa merasakannya? Langsung saja sambangi resto Baliku yang berlokasi di kawasan Jimbaran. 
|
|
|
|
|
Logged
|
Farewell..
|
|
|
|
Evil.
|
 |
« Reply #151 on: May 24, 2010, 01:03:55 PM » |
|
kuta aja enak. uluwatu ubud kalo mo liat *Censored hehehe
|
|
|
|
|
Logged
|
|
|
|
|
g4by
|
 |
« Reply #152 on: June 07, 2010, 09:27:03 AM » |
|
wahhhhhhhh jd ngiler...... kebayang sate ikan ma sambel bunga kecombrang... yummieeeeeeee
|
|
|
|
|
Logged
|
|
|
|
moi.self
• Freelance •
Moderator
Colonel
    
Respect: +55/-158
Offline
Posts: 4506
officially.missing.him♥
|
 |
« Reply #153 on: July 03, 2010, 11:47:53 PM » |
|
kpan lalu habis dari Bali ,, liburan sama temen2 sekolah ngerayain kelulusan ..  sungguan gk sempat wisata kuliner .. T___T ke Benoa aja gk sempat .. >< gk sibuk ,, tp binggung transport .. kwkwk ~ jd pada muter aja di Kuta .. ckckck .. cuma k WaterBoom + Discovery Mall + Sukowati + GWK + dan bberapa tmpat lain yg lupa namanya .. Tanah Lot + Ubud + apa gtu .. kwkwk ..  yg bkin menyesal selain gk bisa k Benoa buat gosongin badan ,, menyesal juga gk k Jimbaran .. == pdahal pingin banget k Jimbaran ,, mkan Ikan Bakarnya .. T____T huaaaa ~ btw ,, ad Hotel di Bali yg bagus tp murah ,, terjangkau dengan kantong .. Tune Hotel namanya .. lokasinya hanya beberapa meter dari KFC Kuta .. gampang ditemuin soalnya didepan gang ada palangnya yg besaar ..  tinggal jlan nyusuri gang kecil bentar ,, udah kelihatan hotelnya .. nice banget hotelnya ,, tatanannya minimalis modern .. yg penting ,, harganya terjangkau .. karena kita cuma bayar untuk fasilitas yg kita mau .. misalnya gk mau pakai AC/HairDryer ,, kita gk akan kena charge untuk keduanya ..  tp ,, perlu diperhatikan .. AC disini dipakai jam2an dan ini berlakunya bukan tiap hari ,, tp sampai kita check out .. misalnya ,, kalau pesan yg 12 jam untuk menginap selama 5 hari ,, jadi selama 5 hari jatah menggunakan AC hanya 12 jam .. kekurangannya ,, gk ada TVnya .. ==" mgkin memang hotel singgah aja kali y .. tp ada minimart yg open 24 hours di lantai 1 .. so far ,, cozy banget hotelnya .. lobynya lmyan ,, kamar hotelnya jg nice and simple lah .. oh ya ,, no breakfast dll .. murni cuma buat tidur dan mandi doang .. kwkwk ~ dlu ak tdur disana buat 6 hari 7 malam dgan 5 org (buka 2 kamar) hanya kena 100rb per org semalam .. 
|
|
|
|
|
Logged
|
Twitter : @RenaIci
♥ Vaneza - Arus & Bereth ♥ 강지환 - 오빠 , 사랑해 ~ ! ♥ ^ ^
|
|
|
tahugimbal
~~~Way of Life~~~
Private
Respect: +1/-0
Offline
Posts: 21
Let's Fight
|
 |
« Reply #154 on: August 01, 2010, 10:20:07 PM » |
|
Pgn cobain makanan bali yg dikasi darah itu namanya kalo ga salah lawar enak ga ya ^^
|
|
|
|
|
Logged
|
Seraph - RO chaos - UnitedForce Lapendoz - RF Solar - Immortal Ceshen - L2 Sieghardt - TIWIC Odyssey - 3KD TC - TIWIC 
|
|
|
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
    
Respect: +757/-82
Offline
Posts: 13841
|
 |
« Reply #155 on: September 22, 2010, 01:42:23 PM » |
|
Casa Luna: Cooling Your Heels in Ubud Sudah kembali ngantor? Atau, masih meneruskan liburan di Bali? OK, karena masih banyak yang bertanya tentang tempat makan di Bali, inilah satu lagi rekomendasi saya. Bagi saya, Casa Luna adalah favorit lama yang tidak pernah membosankan. Pertama, karena kalau beruntung bisa berjumpa dengan pemiliknya yang cantik, Janet de Neef - seorang penulis, penggagas Ubud Writers and Readers Festival. Kedua, karena sajiannya cakep. Ketiga, karena tempatnya menyenangkan. Casa Luna adalah tempat yang cocok untuk sarapan, makan pagi, makan malam, coffee morning, high tea, maupun singgah kapan saja untuk sekadar melepas dahaga dan sedikit ngemil. Saya pun dulu mengenal Casa Luna hanya karena ingin mendinginkan telapak kaki sejenak setelah berjalan-jalan jauh. Lama-lama jadi ketagihan. Janet yang cinta Indonesia menampilkan berbagai jenis sajian Nusantara di menu-nya. Ini adalah salah satu tempat yang saya rekomendasikan untuk mencicip sajian bebek betutu khas Gianyar (Rp 250 ribu untuk dua orang). Selera Nusantara lainnya: nasi campur Bali (Rp 50 ribu), ayam kalasan (Rp 65 ribu), sate lilit udang (Rp 65 ribu). Jangan lewatkan Balinese paella (Rp 70 ribu). Paella adalah "nasi liwet" Spanyol berwarna kuning, dimasak dengan saffron dan seafood. Paella model Bali ini memakai kunyit, dan bumbu-bumbu khas Indonesia. Menu internasionalnya tidak perlu diragukan lagi. Beberapa favorit saya justru sajian sederhana seperti pizza margherita (Rp 40 ribu), Lebanese salad (Rp 30 ribu, dengan keju feta, bit, chickpeas), fettucine alla casa (Rp 40 ribu, pakai avocado, asparagus, dan suas basil). Mengapa saya memilih sajian utama yang ringan? OK, this is the point! Pilihan kudapan pencuci mulut di Casa Luna sungguh tidak boleh dilewatkan. Sebetulnya, justru berbagai macam pastries Casa Luna-lah (Rp 15-30 ribu) yang menjadi cinta pertama saya, sebelum akhirnya juga menyukai jenis-jenis masakan lainnya. Supaya tidak salah, tanya saja Janet's favorite: tiramisu. You can't go wrong. Tetapi, Anda juga boleh tanya Bondan's favorite. He he, favorit saya di sini adalah Lime Papaya Meringue Pie. Kombinasi lime-papaya adalah menu sarapan yang tidak pernah gagal. Pepaya memang paling cocok bila dikucuri perasan jeruk nipis. Saya bahkan diajari bahwa buah naga pun menjadi sangat elok bila dimakan dengan perasan jeruk nipis. Rasa manis segarnya lebih mencuat. Tak pelak lagi, Lime Papaya Meringue Pie di Casa Luna ini sangat istimewa. Masih perlu rekomendasi lain? OK. Ini favorit istri saya: Paris Match. Ini bukan majalah populer di Prancis sana, melainkan sejenis pastry yang secara umum punya nama mille feuille - yaitu puff pastries yang diisi dengan vanilla custard. Mille feuille sendiri sebetulnya berarti "seribu lembar/lapis". Begitu populernya kue yang satu ini, sehingga dia punya banyak nama. Di Negeri Belanda, kue populer ini disebut Tom Poes alias Si Kucing Tom. Selain memiliki Casa Luna, pasangan suami-istri Janet-Nombong ini juga memiliki Indus Restaurant, Honeymoon Bakery, dan Honeymoon Bungalows. Tiap hari, Janet juga menyelenggarakan cooking classes (Rp 350 ribu). Khusus untuk hari-hari Selasa dan Kamis, kursus masak ini termasuk kunjungan ke pasar. Kalau waktu Anda luang, ini sebuah gagasan baik untuk liburan di Ubud. (Bondan Winarno) Casa Luna Jl. Raya Ubud Ubud, Bali +62361977409 www.casalunabali.com
|
|
|
|
|
Logged
|
Farewell..
|
|
|
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
    
Respect: +757/-82
Offline
Posts: 13841
|
 |
« Reply #156 on: September 22, 2010, 01:44:43 PM » |
|
Mozzarella Mia di Legian Tempat ini direkomendasikan oleh Olga Lydia. Dalam salah satu kunjungan transit-nya ke Bali - karena Olga menjadi Duta Komodo - ia menemukan tempat yang menyenangkan ini, dan segera menyebarkan temuannya itu kepada teman-temannya. Karena kebetulan sedang di Bali, tentu saja saya tidak menunggu lama. Saya segera berjalan menuju tempat itu. Jalan Padma adalah ruas jalan yang terkenal di Legian, hanya sepelempar batu dari pantai. Di deretan itu banyak pilihan resto yang menarik. Harus diakui, secara penampilan saja, Mozzarella tampil unggul. Kesan yang langsung saya dapat ketika masuk ke Mozzarella adalah deja vu. Lho, kok agak mirip Potato Head yang di Pacific Place? Kursi, meja, dan berbagai hiasan dinding dibuat dari kayu-kayu bekas pintu dan berbagai perabotan, lengkap dengan sisa cat asli warna-warni yang masih menempel pada kayu. Sekalipun namanya mengacu pada bahan masakan khas Italia, tetapi menu-nya ternyata lebih internasional. Italia hanya diwakili oleh berbagai masakan pasta (alla aglio olio peperoncino, carbonara, dan lain-lain, Rp 50-55 ribu), 1 macam appetizer (bruschetta, Rp 30 ribu), dan 1 macam dessert (tiramisu, Rp 35 ribu). Karena Olga sudah menyatakan favorit-nya di Mozzarella adalah beef tenderloin mushroom ragout (Rp 89 ribu), maka saya harus mencoba yang lain. Pesanan saya adalah Australian lamb chop (Rp 90 ribu). Seperti umumnya porsi lamb chop, yang datang memang tiga iris cukup tebal daging domba dengan tulang di salah satu, disiram saus demi glace setengah kental, kentang goreng, kembang kol, wortel, dan buncis. Porsinya menarik. Tingkat kematangan lamb chop-nya sempurna. Sausnya gurih dan terasa sekali intensitas kaldunya. Mak nyuss! Menilik menunya, Mozzarella punya banyak andalan. Appetizers, salads, dan soups-nya mantap. Masing-masing hanya menampilkan sekitar 3-4 pilihan, agar memudahkan pemilihan. Saya paling suka pilihan sup-nya (Rp 30-35 ribu): portabella mushroom, potato and leek, dan seafood chowder. Termasuk desserts-nya pun hanya menampilkan 3 pilihan (tiramisu, banana fritters, dan creme brulee). Hanya main course-nya saja yang menawarkan pilihan lebih luas. Menu Indonesia pun ditampilkan, seperti: sate campur dan nasi campur Bali (Rp 50 ribu), serta kakap bakar bumbu Bali (Rp 80 ribu). Juga tersedia beberapa macam sandwich dan burger, termasuk juga menu populer seperti chicken cordon bleu (Rp 79 ribu), seafood platter (Rp 89 ribu), dan lain-lain. Sajian utama Mozzarella tampaknya memang terfokus pada grill items (Rp 85-95 ribu). Cukup banyak pilihan, seperti: lamb medallion, barbeque spare ribs, beef fillet rossini, minute steak, dan lain-lain. Harga pantas, citarasa istimewa. Di bagian tengah restoran ada sebuah bar yang cukup besar. Ambience yang ditawarkan Mozzarella memang cocok bagi mereka yang ingin makan serius, maupun hanya lounging sambil minum-minum. Suasananya pun sangat santai. Tamu boleh datang dengan celana pendek di restoran terbuka ini. Hmm, siapa sih yang tidak ingin berlibur ke Bali lagi? (Bondan Winarno) Mozzarella Jl. Padma 9 Legian, Bali 0361 755896 www.mozzarella.com
|
|
|
|
|
Logged
|
Farewell..
|
|
|
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
    
Respect: +757/-82
Offline
Posts: 13841
|
 |
« Reply #157 on: September 22, 2010, 01:46:32 PM » |
|
Sarapan Sepanjang Hari di Seminyak Wajar bila kita ingin bermalas-malasan sepanjang hari bila sedang berada di Bali. Wajarlah bila rumah makan yang sengaja buka pagi hari untuk melayani tamu sarapan justru kurang laris di Bali. Kecuali yang satu ini! Tidak banyak yang tahu bahwa sebenarnya tempat makan ini nama resminya adalah The Tuck Shop. Tetapi, karena ia merupakan bagian dari sebuah toko yang bernama The Corner Store, maka nama terakhir itulah yang justru dikenal orang. Apalagi karena papan nama The Corner Store jelas tampak di sudut Jalan Lasmana dan Kayu Aya itu. The Tuck Shop buka sejak pukul 7 pagi. Menu-nya hanya breakfast items. Tetapi, kalaupun Anda baru terbangun malas pukul 3 petang, dan datang ke The Tuck Shop, Anda masih dapat menikmati sarapan terlambat itu. Sepanjang hari, sampai tutup pada pukul 6 senja, The Tuck Shop memang semata-mata menyediakan menu sarapan - mirip konsep 24-hour dim sum di Hong Kong. Di pagi hari, para tamu The Tuck Shop kebanyakan adalah warga asing yang bermukim di sekitar kawasan itu. Banyak yang memakai The Tuck Shop sebagai titik akhir setelah jogging atau olah raga pagi. Seorang pria 60-an tahun sedang meninjau harga saham dengan iPad-nya. Seorang ibu muda membawa bayi-nya di kereta dorong. Di sudut lain, pria asing dan perempuan berkulit coklat menikmati sarapan sambil masing-masing membaca koran. Dan di sudut sini, seorang pria lokal sedang sibuk nge-tweet. Hahaha, itu memang saya! Sudut jalan yang tidak terlalu ramai, dan sebagian tempat duduk beratap langit di taman depan, membuat tempat ini memang nyaman untuk duduk berlama-lama. Bila di Cafe Moka - yang kebetulan memang tidak jauh dari tempat ini - saya sudah punya menu favorit yang selalu saya pesan, maka di The Tuck Shop ini pun saya punya kesukaan. Yaitu: salmon bagel (Rp 34 ribu). Bagel adalah donat yahudi - roti bantat yang bentuknya memang seperti donat. Biasanya, bagel dimakan dengan olesan tebal cream cheese. Tetapi, bagel juga dapat diisi seperti halnya roti lapis atau sandwich. Di The Tuck Shop, salmon bagel-nya berbeda dengan versi umum. Secara tradisional, yang disebut salmon bagel adalah bagel yang dibelah dua, diolesi cream cheese, diisi irisan red onion, smoked salmon, dan ditaburi sedikit capers. Tetapi, di sini, isinya hanya cream cheese, rocket (arugula), dan smoked salmon. Lebih sederhana, tetapi sangat khas. Terutama karena rasa "semriwing" dari daun rocket. Pendampingnya tentu saja adalah cafe lungo (alias americano atau black coffee) yang bahannya adalah kopi Bali asli (Rp 12 ribu). Bila ingin "sarapan" yang lebih mengenyangkan, juga tersedia baguette sandwich (Rp 34 ribu) dan panini (Rp 32 ribu). Menu lain yang dapat saya sarankan di sini adalah: fruit salad muesli (Rp 30 ribu), croissant + jam (Rp 15 ribu), atau sarapan komplet yang disebut Susie’s breakfast dengan dua poached eggs, bacon, hashbrown potatoes, rockets (Rp 34 ribu). Untuk melayani kesukaan tamu Australia, juga tersedia toast + vegemites alias roti panggang dengan olesan selai yang rasanya agak mirip trasi. Hehe, ini juga favorit saya. (Bondan Winarno) The Tuck Shop (The Corner Store) Jl. Lasmana 10A Seminyak, Bali Telp: 0361-736187
|
|
|
|
|
Logged
|
Farewell..
|
|
|
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
    
Respect: +757/-82
Offline
Posts: 13841
|
 |
« Reply #158 on: September 22, 2010, 01:47:56 PM » |
|
Hana: Masakan Jepang Autentik Harga Pantas Kalau di kawasan Kuta-Legian ada dua restoran Jepang favorit saya - yaitu Take dan Bluefin - maka di kawasan Seminyak pun ada dua restoran Jepang favorit saya. Yang satu bernama Hana (dalam bahasa Jepang berarti bunga), dan yang satu lagi adalah Dahana. Kok mirip? Kebetulan mereka memang kakak-beradik dari Jepang. Hana lebih dulu berdiri. Disusul Dahana. Dahana "beroperasi" dari sebuah rumah - lengkap dengan kolam renang kecil - yang diubah menjadi restoran, sehingga memberi kesan homey, sedang Hana lebih mirip resto di Jepang sana. Karena jenis masakan dan kualitasnya sangat mirip, apalagi karena lokasinya pun berdekatan, kita tinggal pilih mana yang suasananya lebih cocok. Bagi saya, bila makan bersama istri atau keluarga, tentulah pilihannya Dahana. Tetapi, bila hanya ingin "touch-and-go" untuk makan sendiri, maka Hana adalah pilihan tepat. Apalagi karena di sekeliling Hana ada beberapa toko kesukaan saya, seperti Cafe Moka dengan pastries yang istimewa, batik unik desain Milos (orang Italia), Nacha's Natural (produk aromatik), toko buku Periplus, dan Obin (tenun dan batik). Beberapa teman yang pernah saya undang makan ke Hana selalu berkomentar sama. "Kok harganya murah amat?" Apalagi setelah melihat penyajian dan citarasanya yang autentik, maka jelaslah Hana punya tempat khusus bagi mereka yang mempertimbangkan value for money serta mutu makanan yang di atas rata-rata. Berbeda dengan Bluefin di Kuta yang lebih high end. Di bagian appetizers, beberapa pilihannya antara lain adalah: agedashi tofu (tahu goreng dalam saus encer, Rp 16 ribu), tuna carpaccio (Rp 32 ribu), chawan mushi (Rp 15 ribu), gyu tataki (daging sapi panggang, Rp 29 ribu), dan sashimi (Rp 49 ribu). Untuk menrui (macam-macam mi), pilihannya adalah: somen (mi tipis dingin, Rp 33 ribu), zaru soba (Rp 33 ribu, favorit saya), tempura soba (Rp 48 ribu), miso ramen (Rp 58 ribu), hiyashi chuka (Rp 59 ribu). Berbagai agemono (masakan gorengan) yang dapat dipilih adalah: tempura moriawase (Rp 42 ribu), ika ball furai (bakso cumi goreng, Rp 33 ribu), ebi furai (udang goreng tepung, Rp 36 ribu), chicken katsu (Rp 29 ribu), dan macam-macam lagi. Tempura-nya top markotop! Bila lebih suka yakimono (grill), pilihannya adalah: chicken teriyaki (Rp 29 ribu), tuna/salmon teriyaki (Rp 34/40 ribu), atau buta shogayaki (Rp 28 ribu). Karena porsinya cukup besar, biasanya saya tidak memesan nasi, melainkan memesan salad - seperti wakame (seaweed) - supaya kenyang dan tetap sehat. Penggemar sushi dan sashimi juga bakal puas di Hana. Sushi set maupun sashimi set harganya cukup Rp 49 ribu saja. Untuk sashimi, karena tidak disertai nasi, bisa tambah onigiri (nasi bungkus nori, Rp 16 ribu). Mak nyuss! Kesimpulan: untuk makan berempat, cukup Rp 300 ribu, dan sudah kenyang. Bahkan, kalau mau lebih hemat, pesan saja gohanmono atau donburi (semangkuk nasi dengan lauk di atasnya, seperti oyako-don, katsu-don, atau sukiyaki-don) yang harganya hanya sekitar Rp 28-34 ribu. Yang mahal hanya una jyu (Rp 88 ribu) karena memakai belut panggang impor. Pantas dikunjungi, bukan? (Bondan Winarno) Hana Restaurant Galeria Seminyak Jl. Raya Seminyak (seberang Made's Warung) Kuta, Bali Telp: 0361-732778
|
|
|
|
|
Logged
|
Farewell..
|
|
|
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
    
Respect: +757/-82
Offline
Posts: 13841
|
 |
« Reply #159 on: November 12, 2010, 11:45:34 AM » |
|
Murmer Halal di Denpasar Pada tahun 1970-an, saya masih ingat betapa sulitnya mencari sajian halal di Bali. Di Denpasar, seingat saya, andalannya hanya satu, yaitu RM Beringin yang menyajikan masakan Padang. Itu lagi, itu lagi. Sekarang, sejalan dengan perkembangan pembangunan yang pesat, peta kuliner Bali pun berubah hampir total. Hampir semua gagrak kuliner Nusantara terwakili di Bali. Masakan dari daerah Aceh, Padang, Palembang, Sunda, Jawa, Lombok, Makassar, Manado, dan lain-lain, kini cukup mudah dijumpai di Bali. Dalam hal masakan Padang yang pilihannya sekarang sangat luas, favorit saya sekarang justru masakan "new age" dari LaPau - milik perantau Minang yang menikahi seorang perempuan Prancis. Lepau makan ini berlokasi di Jalan By Pass Ngurah Rai 178AB, Sanur (0361 286178, 7800055). Hidangan La Pau sangat unik dan tidak dapat ditemukan di rumah-rumah makan Padang lainnya. Masakan ikannya sangat mengesankan. Juga masakan jengkolnya. Tampaknya, Anda harus datang sendiri ke LaPau untuk membuktikan keunikan dan kelezatannya. Pada malam-malam tertentu, Metrus - sang pemilik - suka menghadirkan pemusik jalanan untuk menghibur para tamu. Di Denpasar, salah satu "sentra" sajian halal berada di sepanjang Jalan Teuku Umar dan seputaran Lapangan Puputan, Renon. Warung Ampera - waralaba masakan Sunda yang kini sudah punya ratusan cabang di seluruh Nusantara - pun hadir di Jalan Teuku Umar. Di ruas jalan ini juga ada Nasi Uduk Kebon Kacang, Pecel Madiun, Nasi Liwet Primadona, Mie Bandung, Bakwan Surabaya, Mi Ayam Jakarta. RM Rasa Sayang yang pernah sangat populer juga berada di jalan ini. Jangan lewatkan pendatang baru di Jalan Teuku Umar 231, yaitu Kopitiam Oey (0361 8222144) dengan hidangan khasnya, seperti: soto tangkar pipi sapi, nasi item, selat solo, sop kepala ikan, dan lain-lain. Untuk masakan khas Bali, ada beberapa pilihan, khususnya: Warung Satria dan Warung Wardani - nama lama yang tetap eksis hingga kini. Keduanya menyajikan masakan khas tradisional Bali tanpa babi. Nasi campur Bali mereka harus dicoba. Karena itu, bila ada sahabat Muslim yang ingin mencicipi masakan khas Bali, saya biasanya menyarankan mereka mengunjungi salah satu dari kedua warung ini. Warung Satria berlokasi di Jalan Kedondong 11A (0361 235993), Denpasar. Juga ada cabang di Kuta (0361 762496), dan di Tohpati (0361 762496). Sedangkan Warung Wardani di Jalan Yudistira 2, Denpasar (0361 224398). Preferensi saya adalah Warung Wardani. Selain tempatnya lebih nyaman dan bersih, juga citarasanya - menurut saya - satu strip di atas Warung Satria. Tempat makan lain untuk mencicipi masakan khas Bali tanpa babi adalah Warung Krishna, Jl. Kutat Lestari 4, Sanur Kauh, (dekat Sanur Beach Hotel, 0361 281661). Warung Krishna kini semakin populer di kalangan para wisatawan nusantara. Pada musim-musim liburan, tempat ini selalu menjadi sangat ramai. Bila Anda penggemar Ayam Betutu Lina, yaitu masakan ayam betutu pedas (betutu lalah) gagrak Gilimanuk, Anda juga dapat menemuinya di Jalan Plawa 104, Denpasar (0361 227105). Kabarnya, sekarang juga sudah ada cabang lain di Jalan Merdeka, Denpasar. Boleh juga mencoba Betutu Liku di Jalan Gatot Subroto (dekat Kacang Rahayu), juga di Jalan Gandapura, Denpasar. Di Renon juga ada Warung JerMan (Jeruk Manis, Jl. Raya Puputan Renon 206, 0361 247751) yang menyajikan berbagai masakan ayam. Yang paling khas disini adalah ayam bakar bumbu plecing. Mirip ayam Taliwang Lombok. Ayo, rame-rame ke Bali. Jangan lupa beli wig dulu. Ehehe, ga nyambung, ya? (Bondan Winarno)
|
|
|
|
|
Logged
|
Farewell..
|
|
|
|
_~Kazama~_
|
 |
« Reply #160 on: December 05, 2010, 11:47:12 AM » |
|
kalo ke bali ada kok tempat makan enak ada yang tau daerah singaraja ? tepatnya di Lovina namanya Warung Cozy disitu menunya ikan segala macem (dari bakar goreng dsb) uniknya ikan disini difillet bukan utuh 1 ekor.. jdi tulangnya ga ada kalao mw coba silakan dtg ke singaraja 
|
|
|
|
|
Logged
|
wakakaka...menuduh momod ngejunk
|
|
|
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
    
Respect: +757/-82
Offline
Posts: 13841
|
 |
« Reply #161 on: March 31, 2011, 11:07:49 AM » |
|
Nasi Pedas Bu Andhika, Nendang Abis.. Bulan Oktober lalu saya dan teman-teman melakukan perjalanan ke Bali untuk menghadiri pernikahan seorang sahabat kami yang memang dilaksanakan di Bali. Dan tentu saja perjalanan saya tidak akan lengkap tanpa berwisata kuliner. Saya ajak teman-teman saya untuk ikutan berwisata kuliner dan ternyata mereka sangat tertarik. Salah satu yang kami tuju kali ini adalah Nasi Pedas Bu Andhika. Nasi Pedas Bu Andhika sangat terkenal sekali disini dan sudah sekitar 30 tahun mereka memulai usaha ini. Bahkan wisatawan-wisatawan dari luar kota pun sampai ikut-ikutan mendatangi tempat ini. Jadi semakin ingin saya mencobanya. Lokasinya berada di Jalan Raya Kuta, Gang Kubu 120C, Kuta, Bali. Persisnya berada di seberang toko Supernova, dan dekat sekali dengan toko Joger. Mudah sekali untuk mencarinya, dan mereka buka 24 jam ... wuih asyik ya. Jadi kalau malam-malam lapar tidak perlu bingung makan dimana, cukup pergi ke Kuta dan mencari Nasi Pedas Bu Andhika. Sewaktu kami datang, kami langsung menduduki sederet meja panjang he-he-he... Tempatnya sangat sederhana, hanya menempati emperan sebuah toko elektronic, dengan meja-meja panjang dan kursi-kursi plastik yang ditata rapi. Tapi pelayannya rapi lho, mereka semua berseragam dan tiap hari seragamnya berbeda, sesuai dengan sponsor, hebat ya he-he-he.... Lauk-lauknya ditata di sebuah display kaca, dan menunya banyak sekali. Mulai dari mie goreng, semur daging sapi, perkedel, telur, ayam goreng, sate ayam, kulit ayam, teri kacang, dan masih banyak lagi. Nah yang jadi andalannya adalah Sambalnya yang pedasnya nendang abis. Dilihat sekilas memang seperti warteg, atau nasi rames. Hanya saja banyak orang ketagihan makan disini karena kelezatan lauk dan sambalnya yang nendang tadi itu.  Kita langsung memilih lauk-lauknya sesuai dengan selera kemudian pelayannya akan menghitung harganya. Saya memilih nasi, sate, telur, semur daging, kulit ayam, dan perkedel. Tidak boleh ketinggalan sambalnya. Dan semuanya dihargai hanya Rp 19.000 saja. Begitu saya makan, wuuih.... bener-bener deh pedasnya nendang abis. Rasa semua lauknya jadi lebih terasa nikmat karena pedasnya sambal tadi. Anda cobain deh kesini, pasti jadi ketagihan dengan pedasnya he-he... Jadi, kalau Anda ke Bali, jangan lupa makan Nasi Pedas yang satu ini. Nasi Pedas Bu Andhika.... pedasnya nendang abiss.
|
|
|
|
|
Logged
|
Farewell..
|
|
|
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
    
Respect: +757/-82
Offline
Posts: 13841
|
 |
« Reply #162 on: March 31, 2011, 11:20:08 AM » |
|
Soto Sapi Pak Ngah, Lezatnya... Jam menunjukkan pukul 08.00 Wita, ini adalah hari terakhir saya di Bali. Setelah itu saya dan teman-teman harus kembali ke Jakarta. Perut rasanya keroncongan, belum sarapan euy ... teman-teman juga belum bangun, mereka masih menikmati tidurnya. Akhirnya saya dan seorang teman saya pergi sendiri untuk sarapan. Kami naik taksi dan langsung menuju Jalan Nangka, Denpasar. Kami mau sarapan Soto Sapi Pak Ngah. Dulu saya pernah makan disini sekali, dan sekarang saya ingin lagi menikmati kelezatan sotonya. Warung ini berada tidak jauh sebelum perempatan antara Jalan Nangka, Jalan Veteran, Jalan Pattimura dan Banjar Tainsiat, Denpasar. Tempatnya bernama Warung Soto Karang Asem, tapi lebih terkenal dengan Soto Pak Ngah. Warungnya sangat sederhana, kecil dan bercat hijau. Memang tidak terlalu kelihatan meskipun berada di pinggir jalan, jadi coba saja tanya kepada orang sekitar pasti mereka tahu soto Pak Ngah ini. Tapi, meskipun hanya warungan begini tapi rasanya sangat istimewa.  Di dalamnya hanya ada 3 meja kayu besar dan tempat duduk panjang yang terbuat dari kayu juga, semuanya tampak sangat sederhana. Bapak I Nengah Widana, atau yang biasa dipanggil Pak Ngah ini sudah memulai usaha sotonya ini sejak 32 tahun yang lalu. Beliau memulai usahanya dengan gerobak di Pasar Kumbasari. Tapi sekarang beliau sudah memiliki empat warung yang semuanya berada di Denpasar. Saat ini, di depan saya ada seorang bapak yang menghabiskan 2 mangkok soto, he-he... saya kalau mau pun bisa juga menghabiskan dua mangkok, tapi kali ini satu mangkok saja, karena saya masih ingin makan yang lain. Di meja sebalah pun tampak orang kantoran sedang sarapan disini. Cukup ramai juga tempat Pak Ngah ini. Soto Sapi Pak Ngah sekarang sudah ada di depan kami, sotonya berkuah bening dan isinya adalah irisan daging sapi, daun bawang, lobak yang diiris tipis-tipis, dan bawang goreng. Duh aromanya gak nahan, slurrppp..... lezat banget kuah sotonya. Kuahnya terbuat dari kaldu sapi dan terasa bumbu rempah-rempahnya seperti merica, bawang putih, ketumbar, dan entah apa lagi isi rempah-rempah didalamnya. Yang jelas rasa kuahnya lezat tiada duanya dan tidak terlalu berminyak. Nah daging sapinya yang berukuran dadu pun terasa sangat empuk. Saya tambahkan sambal didalam kuahnya supaya lebih terasa pedas, hasilnya? Jadi semakin enak he-he... Perut saya langsung terasa hangat dan kenyang. Selain enak, harganya pun murah. Pak Ngah hanya mematok Rp 8.000 saja untuk seporsi nasi sotonya. Murah banget kan... Makanya sempatkan mampir mencoba soto sapi Pak Ngah ini, tapi jangan sampai diatas jam 12 siang ya.. karena beliau hanya berjualan dari jam 6 pagi sampai jam 12 siang saja.
|
|
|
|
|
Logged
|
Farewell..
|
|
|
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
    
Respect: +757/-82
Offline
Posts: 13841
|
 |
« Reply #163 on: May 02, 2011, 01:00:33 PM » |
|
Nasi Campur Warung Wardani Nampaknya Warung Wardani cukup terkenal di kalangan wisatawan yang pergi berlibur ke Bali. Sama halnya dengan saya, kalau ke Bali ya pasti mampir ke Warung Wardani, hanya sekadar untuk menikmati sepiring nasi campur yang rasanya enak itu. Dalam kesempatan ke Bali kali ini pun saya sempatkan mampir kesini, Jalan Yudistira nomor 2, Denpasar dan seperti biasanya tempat ini selalu ramai. Meskipun hanya rumah makan sederhana tanpa AC, tapi pengunjungnya ya tetap saja silih berganti. Semua lauknya diletakkan di sebuah lemari display, ada udang goreng tepung, dendeng sapi, sate lilit, sate sapi, ayam suwir, tumis kacang panjang, telur bumbu bali, dam sambal matah. Saya pun pesan sepiring nasi campur nya plus segelas es teh manis. Pelayanannya sangat cepat, tidak sampai 10 menit pesanan saya sudah diantarkan ke meja. Sepiring nasi putih yang sudah diberi aneka lauk. Nah kebetulan sate lilitnya baru saja matang, masih panas... nyam-nyam, jadi tambah enak rasanya. Empuk dan agak sedikit manis. Sedangkan sate sapi nya lebih terasa bumbunya, agak pedas dan ada rasa manisnya juga, daging sapi nya empuk koq. Nah yang enak banget adalah dendeng sapinya, renyah, manis, dan agak pedas.... enak banget dendengnya. Rasa ayam suwirnya juga enak. O iya udang goreng tepungnya juga jempolan, renyah dan gurih banget. Ayam suwirnya juga mantap. Overall lauk di nasi campur Wardhani ini enak banget, rasanya nggak nanggung, mantap!!  Harganya pun lumayan murah, sepiring nasi campur hanya sekitar Rp 17.500 sampai Rp 30.000 tergantung lauk yang anda pilih. Kalau anda ke Bali, coba deh mampir kesini, gak akan rugi untuk mencicipi nasi campur ala Wardhani. Jangan lupa untuk mencicipi dendeng dan udang gorengnya, menurut saya dua lauk itu yang paling enak rasanya. Makanan Bali memang sangat cocok di lidah saya he-he... membuat saya semakin jatuh cinta dengan Bali. Baiklah, selamat mencoba Nasi Campur Wardani ya teman-teman.
|
|
|
|
|
Logged
|
Farewell..
|
|
|
qiqi
Best Moderator 2008
Global Moderator
General
    
Respect: +757/-82
Offline
Posts: 13841
|
 |
« Reply #164 on: January 24, 2012, 11:07:26 AM » |
|
Bercanda dengan Penyu di Pulau Penyu, Bali Bali tidak hanya soal pantai, pura, dan tari. Pulau Penyu adalah salah satu sisi lain eksotika Bali. Di sana, Anda dapat melihat penangkaran penyu dari dekat dan bermain dengan aneka satwa lainnya. Pulau Penyu terletak di dekat kawasan Tanjung Benoa, Nusa Dua, Bali. Biasanya, beberapa tempat yang memfasilitasi olahraga air juga menawarkan paket untuk berkunjung ke Pulau Penyu. Jaraknya memang cukup dekat, sekitar 20-30 menit dari bibir Pantai Tanjung Benoa.  Perjalanan ke Pulau Penyu dapat dilakukan dengan glass bottom boat. Boat ini unik, karena dasar lantai boat memiliki kaca, yang membuat pengunjung dapat melihat langsung ikan-ikan dan terumbu karang yang cantik di bawah kapal. Harga boat berkisar dari Rp 200.000-300.000 pulang-pergi. Satu boat dapat diisi hingga 10 orang. Di dalam boat, telah disiapkan roti tawar untuk memberi makan ikan. Pada jarak tertentu, boat akan berhenti dan Anda dapat memberi makan ikan-ikan laut. Anda akan terpesona oleh ikan-ikan laut yang cantik dan terumbu-terumbu karang yang indah. Sesampainya di Pulau Penyu, Anda dapat langsung melihat bayi-bayi penyu yang berada di dalam kolam. Tidak hanya melihat saja, tapi Anda juga akan diberi penjelasan oleh pemandu setempat tentang penangkaran penyu dan kehidupan penyu. Setelah melihat bayi-bayi penyu yang lucu, Anda akan berjalan menuju suatu kolam yang berisi induk-induk penyu. Anda dapat masuk ke dalam kolam dan berfoto dengan berbagai jenis penyu. Induk-induk penyu memiliki ukuran yang sangat besar. Terdapat berbagai jenis dan ukuran penyu yang berbeda-beda di tempat ini. Yang harus diingat, jangan sampai Anda membuat penyu-penyu tersebut stress. Seperti berbuat gaduh, ataupun membuang sampah sembarangan di dalam kolam.  Selain penyu, terdapat beberapa satwa lainnya, seperti elang laut, ular, iguana, kelelawar, dan masih banyak lagi. Anda dapat berfoto langsung dengan satwa tersebut. jangan takut, sebab ada banyak pemandu yang akan membantu Anda. Setelah asyik berfoto-foto, Anda dapat membeli berbagai suvenir khas dari Pulau Penyu di toko suvenir yang berada di dalamnya. Seperti aneka replika penyu yang terbuat dari kayu, aneka kerajinan tangan, dan pernak-pernik yang cantik.   Masuk ke dalam Pulau Penyu gratis, biasanya sudah termasuk di dalam biaya transportasi boat. Bermain di Pulau Penyu sehabis melakukan olahraga air pastilah sangat menyenangkan. Selamat berjumpa dengan penyu-penyu dan aneka satwa lainnya yang eksotis!
|
|
|
|
|
Logged
|
Farewell..
|
|
|
|