Ligagame CSO

Main Menu
Hotk
rappelz online
Sudden attack indonesia
Qeon Shadow company
Garena Heroes of Newerth
Teracord Chaos

Banner

Banner

Ligaponsel
May 23, 2012, 07:29:58 PM
Sorry Guest, you are banned from posting or sending personal messages on this forum.
Poll
Question: Teknik apa yang kalian sukai?
Strobist
Makro
Still Life
Landscape
Portrait
Slow Speed
Fast Speed
Candid
Astrophotography
Dll, Sebutkan

Pages: 1 2 3 [4] 5 6 7 8 ... 44   Go Down
Print
Author Topic: [Dikusi and Sharing] All about Photography  (Read 24032 times)
0 Members and 6 Guests are viewing this topic.
BooMBeYe
"Otomotif & Hobi"
Moderator
Lieutenant General
******

Respect: +240/-77
Offline Offline

Posts: 7809


Expresikan KaryaMu


« Reply #75 on: December 23, 2009, 02:23:52 AM »

keknya keren2 man... sayangnya fotonya gak kelihatan inet wa lagi lemot
Logged

BooMBeYe HinDi

Life Is Beautifull So Enjoy Saja

]Diktum muntatur et nos mutamur in illis[

No smoking SMOKING AGAIN....
brondong
The Cigarette
Senator
****************

Respect: +307/-178
Offline Offline

Posts: 22755


« Reply #76 on: December 23, 2009, 01:22:55 PM »

keknya keren2 man... sayangnya fotonya gak kelihatan inet wa lagi lemot
masa gak kliatan? di gw nongol semua ini. walaupun lemot juga ini.
Logged
brondong
The Cigarette
Senator
****************

Respect: +307/-178
Offline Offline

Posts: 22755


« Reply #77 on: December 27, 2009, 08:15:10 PM »

Rule of Thrid (aturan sepertiga)

Salah satu dari sekian banyak macam komposisi adalah apa yang populer dengan sebutan "Rule of Thrid" atau aturan sepertiga. Ini adalah komposisi klasik yang didapatkan dengan membagi bidang gambar dalam 3 bagian yang sama besar dan proporsional, horizontal dan vertikal. Dengan menarik garis-garis khayal di atas bidang gambar tersebut, akan diperoleh 4 titik perpotongan di mana di salah satu titik tersebut objek yang menjadi pusat perhatian harus ditempatkan. Komposisi ini termasuk yang paling mudah dipelajari dan diterapkan serta mampu memberikan hasil yang efektif.


# Titik Perpotongan ABCD adalah letak posisi subjek utama gambar foto.
# Titik A dan B adalah letak posisi garis horizon.

Perhatikan diagram di atas, anda dapat melihat ada empat titik perpotongan garis-garis vertikal dan horizontal yang membagi bidang gambar menjadi masing-masing tiga bagian yang sama besar (3 horizontal dan 3 vertikal). Anda tinggal menempatkan objek (atau point of interest objek/ POT) anda pada salah 1 titik tersebut (misalnya mata pada close up portrait merupakan point of interest yang dianjurkan untuk ditempatkan di salah 1 titik perpotongan garis-garis tersebut).

Hal ini juga berlaku bagi pemotretan dengan format vertikal. Umumnya, penggunaan format horizontal, misalnya dalam pemotretan landscape dan format vertikal dalam portraiture. Dalam menerapkan komposisi ini, pertama-tama harus dicapai fokus dan kombinasi pencahayaan yang tepat. Setelah itu, orientasi kamera digeser untuk menempatkan objek di dalam salah satu titik perpotongan seperti yang telah disebutkan di atas. Karena tabir bidik (focusing screen) pada kamera tidak mempunyai garis-garis pemandu komposisi, anda harus mampu menarik garis-garis khayal yang membagi bidang pandang di dalam viewfinder kamera, sesuai dengan aturan komposisi di atas.





Dalam menerapkan komposisi ini, anda dituntut untuk mampu mengidentifikasi bagian mana dari bidang gambar yang menurut anda layak untuk diberikan penekanan lebih. Kemudian, alokasikanlah sebagian besar (dalam hal ini 2/3) bidang gambar untuk bagian tersebut. Misalnya, dalam pemotretan landscape untuk menyebut satu contoh. Bila anda dihadapkan pada kondisi langin yang sangat indah (terlebih bila tidak ada detail yang cukup menarik di bagian bumi), mungkin akan lebih baik anda memberikan porsi lebih banyak pada langit dalam foto anda. Sebaliknya, bila langit yang anda temui terlihat menyilaukan (putih merata - overcast), mungkin jauh lebih baik bila anda sangat sedikit atau bahkan tidak memberikan bagian bagi langit dalam bidang gambar dan berkonsentrasi pada detail buminya saja.

by : Yulian Ardiansyah

Logged
brondong
The Cigarette
Senator
****************

Respect: +307/-178
Offline Offline

Posts: 22755


« Reply #78 on: January 04, 2010, 06:52:41 PM »

PHOTOGRAPHY MAKRO

Fotografi adalah dua kata yang berarti Photos dan Graphos, dimana arti secara harfiahnya adalah “Melukis dengan Cahaya”. Didalam kategori dunia fotografi kita akan menemui salah satunya adalah fotografi makro.Yang  mana pada saat ini sedang mengalami perkembangan yang sangat signifikan dan sangat menarik untuk di pelajari serta di dalami.

Mengapa Makro?
Jawabannya mungkin  banyak sekali, dan bahkan tidak akan mencukupi bila disebutkan semuanya disini.

Secara garis besarnya fotografi makro diperlukan antara lain:


    * Untuk bahan Scientific/ identifikasi species (satwa/tumbuh2an).
    * Untuk Engineering, metallurgy, manufacture.
    * Untuk tujuan promosi/marketing suatu benda/hewan/tumbuh2an .
    * Untuk keindahan , bahwa di dunia ini ada makhluk lain cipta’an Tuhan yang tidak bisa kita melihat keindahannya dengan mata biasa. Dan masih banyak lainnya.

Detail suatu benda/object, komposisi dan bentuk suatu benda yang kecil, pastilah kita akan selalu luput memperhatikannya, maka dengan makro fotografi kita akan bisa melihat dengan jelas secara detail, baik warna maupun bentuknya.

Jadi melalui fotografi makro kita dapat melihat dengan jelas detail mata/facet sebuah lalat (yang mungkin kita akan jijik ketika melihat lalatnya) akan menjadi indah bentuk dan warnanya, proses penyerbukan putik pada bunga oleh lebah, kupu2 yang sedang menghisap madu, lekuk detail ukiran sebuah koin, bahkan membekukan sebuah lebah yang sedang terbang.

Seiring dengan bertambah majunya era digitalisasi saat ini, mempelajari fotografi makro adalah hal yang tidak sulit, tidak seperti di era fotografi saat masih menggunakan kamera analog plus negative film. Oleh sebab itu pada saat era digital saa ini, fotografi makro dapat dilakukan oleh siapa saja ,tua maupun muda, lelaki atau perempuan, bahkan untuk fotogafer pemula dan kamera yang bukan pro, asal saja dilakukan dengan sungguh-sungguh .

Fotografi Makro

Fotografi makro adalah salah satu kategori fotografi yang membuat pembesaran terhadap suatu object. Atau bisa dengan kata lain dunia fotografi yang diperkecil kedalam dunia Micro. Pembesaran tersebut bisa dilakukan dengan medekatkan obect dengan kamera, atau pun dari jarak terentu  dengan  menggunakan lensa tele. dan harus tetap mengusung konsep “Foto yang berbicara” dengan melibatkan unsur komposisi, POI dan keseimbangan.

Benda-benda yang dapat di makro adalah:
Ø     Benda mati/diam
Seperti: sendok/garpu,perhiasan, uang koin, perangko,bunga,miniature mobil2an, souvenir dll.


Ø     Makhluk hidup
Seperti : serangga, kupu-kupu, bunga tanaman, laba2, dll


Alat bantu untuk fotografi makro:

*    Kamera Saku/Prosumer
Dengan kamera saku/prosumer pun kita bisa mengabadikan keindahan sebuah bunga mawar, sebuah kupu2 yang hinggap di bunga  untuk menghisap madunya. Karena saat ini tekhnologi digital telah memungkinkan kita untuk melakukan fotografi makro dengan hasil yang tidak kalah bagusnya dengan kamera professional. Hampir semua kamera saku/prosumer yang sudah menyediakan fasilitas macro (biasanya ditandai dengan lambing gambar bunga tulip). Dan memungkinkan kita memotret dengan jarak focus kamera dan bendanya hingga beberapa sentimeter saja. Saat ini sudah tersedia filter/alat tambahan yang dapat di pasang di kamera saku didepan lensanya untuk fotografi makro seperti Raynox dan filter lainnya untuk mendapatkan pembesaran yang lebih .


*    Kamera SLR (Single Lens Reflex) baik analog maupun digital.
Semua kamera SLRDSLR kini sudah memiliki fasilitas untuk fotografi makro dengan menggunakan lensa yang berbeda-beda , dan biasanya jarak antara focus lensa ke objectnya akan berbeda tergantung jenis lensa yang kita gunakan. Untuk lensa khusus makro biasanya jarak object ke lensa bisa sampai 20 cm, tapi apabila kita menggunakan lensa tele maka jarak terdekat yang bisa kita dapatkan titik focus biasanya lebih dari 1 meter dari object. Sekarang telah banyak tersedia alat tambahan berupa filter close up,filter Lup/Raynox dan reverse lens (sebuah lensa yang dimodifikasi) yang di tempelkan didepan lensa, maka jarak antara object dan lensa akan semakin dekat untuk mendapatkan pembesaran lebih dari 1:1. Dan ada juga tele converter dan extension tube yang dipasang diantara lensa dan odi kamera.

Pembagian  fotografi makro  menggunakan kamera SLR/DSLR

Umum:

    * Menggunakan lensa khusus makro atau lensa  zoom yang  bertanda “bunga tulip”(bisa untuk foto makro )
    * Menggunakan  lensa tele atau lensa normal plus tele converter..

Untuk lebih jelasnya maka lensa2 dibawah ini adalah yang biasa di pergunakan untuk fotografi makro:
#     Lensa Makro Normal : 50mm
#     Lensa Makro Mid tele : 90-105mm
#     Lensa Makro Tele : 150-180mm

Ekstrem:

    * Memasang lensa tambahan lagi dengan posisi terbalik didepan lensa dengan tambahan sebuah adapter khusus.
    * Menggunakan filter tambahan seperti filter close-up didepan lensa.
    * Memakai filter yang seperti sifatnya  sebuah kaca pembesar/Lup , Raynox,
    * Atau bahkan ada juga yang menambahkan sebuah kaca pembesar yang di lekatkan didepan lensa.

Beberapa hal yang harus diperhatikan selama pemotretan makro adalah:

1. Lighting (sumber cahaya)
Dibagi dalam 2 :
# Natural lighting/cahaya alam/Matahari/available light
# Artifisial lighting (Flash dan lampu studio)

2. Depth Of Field (DoF)
DOF (kedalaman fokus) dalam fotografi makro, ruang ketajaman suatu foto akan indah bisa dilihat jikalau sesuai dengan object yang akan kita abadikan. Karena semakin dekat jarak antara titik focus kamera dengan object maka akan semakin tipis/sempit DoFnya, ini dapat kita control dengan mengatur bukaan diafraga dari lensa nya. Tentunya kita tak akan menghasilkan foto kupu2 yang hanya tajam dibagian mata saja sementara keindahan dari warna sayapnya menjadi blur. Jadi jikalau kita ingin mendapatkan DoF yang lebih lebar, tetapi jarak antara lensa dengan objectnya ingin lebih dekat, maka bukaan difragma haruslah di set semakin kecil nilainya (biasanya antara f/5.6 bisa sampai f/16).
Faktor yang mempengaruhi DoF adalah :

          * Panjang Lensa :makin panjang lensa makin tipis DOF yang akan dihasilkan
          * Jarak focus : Makin dekat jarak focus suatu object dari lensa, makin tipis DoF yang akan dihasilkan.
          * Diafragma: Makin besar bukaan lensa (f/2.Cool makin tipis DoF yang akan dihasilkan.


Jadi kesimpulannya, DoF yang dihasilkan adalah kombinasi dari ke 3 variabel tsb. Pada fotografi makro,  DoF  yang akan dihasilkan relative sangatlah tipis (kebalikan dari pemotretan landscape).

3. Fokus
# Auto fokus
# Manual fokus

Focusing pada fotografi makro tidaklah sulit apabila kita lakukan pada benda mati/diam. Tapi akan sangatlah sulit jikalau kita melakukannya pada benda yang bergerak seperti serangga yang selalu beterbangan. Walaupun kini semua lensa sudah dilengkapi dengan fitur auto focus, tapi tidaklah semuanya memiliki kecepatan seperti yang kita harapkan dalam mengikuti object yang bergerak tersebut, jadi manual focusing sangatlah dibutuhkan dalam hal ini. Setelah cukup terbiasa mendapatkan fokuc yang baik, barulah mencoba mengatur komposisi yang bagus.

4. Komposisi
Membuat komposisi agar sesuai dengan kaidah “Rule Of Third” sangatlah sulit, karena object yang akan kita foto selalu bergerak dan sangatlah kecil, kadangkala seluruh object tersebut mengisi frame kamera sepenuhnya. Hanya dengan sering berlatih dan berlatihlah maka akan didapat komposisi yang bagus dan kreatifitas seorang fotografer sangatlah berperan sekali dalam menentukan komposisi antara foreground, background yang mendukung object (POI-Point of Interest) dengan DOF yang pas.

5. Lokasi
# Indoor
Didalam ruangan biasanya menggunakan lampu tambahan seperti flash, ringflash, atau bahkan lampu studio.
# Outdoor
Diluar ruangan kita selalu memanfaatkan cahaya matahari sebagai available lightingnya. Biasanya saat yang tepat untuk memotret makro adalah di pagi hari sampai jam 9 pagi, atau di sore hari jam 3-5 sore.
 
6. Tripod atau handheld
Disaat penggunaan flash tidak memungkinkan (karena serangga yang akan kita foto akan lari menjauh) maka untuk mendapatkan eksposure yang baik antara bukaan diafragma yang kecil (agar DOFnya lebih lebar) dan shutter speed sementara shutter speed yang kita dapat sangat rendah rendah, maka penggunaan tripod/monopod sangatlah di butuhkan agar hasil fotonya tidak menjadi blur. Untuk jelasnya apabila shutter speed kita dibawah/lebih rendah/kecil dari 1/FL(Focal length) lensa yang dipergunakan maka sebaiknya pergunakanlah tripod/monopod. Contohnya kita memakai lensa yang 100mm, maka apabila shutter speed yang didapat di kamera 1/60 sebaiknya memakai tripod/monopod agar /object moment yang akan kita abadikan tidak menjadi blur. Penggunaan tripod sangat membantu dalam pengambilan foto makro terutama disaat cuaca/matahari  tidak sedang terik .
Monopod lebih flexible terutama dalam pengambilan foto makro serangga.
 
7. Mood dan kesabaran
Memotet adalah seperti halnya kita melukis sebuah kanvas putih, yang akan di lukis dengan menggunakan cahaya. Mood seorang fotografer akan tertuang dikanvas elektronik tersebut  saat mengabadikannya. Makro fotografi sangatlah menuntut kesabaran yang sangat tinggi dalam memotret sebuah bunga mawar apalagi seekor kupu2/lebah yang sedang sibuk menghisap madu di bunga. Ingatlah, focus, eksposure dan komposisi dari object yang akan kita lukis di kamera apakah sudah seperti yang akan kita abadikan sesuai dengan mood nya.
 
8. Moment dan keberuntungan
Moment tidaklah sesulit seperti yang kita bayangkan, kita bisa mempelajari waktu, kebiasaan  dan tempat dari setiap serangga keluar (pada umumnya pagi). Atau saat yang tepat/terbaik kapan sebuah bunga mawar akan mekar. Kadang kala factor keberuntungan lah yang mempertemukan fotografer dengan objectnya. Tapi janganlah lupa, jikalau kita tidak mendapatkan object baik dan menarik lantas tidak mau berusaha mengulanginya esok harinya. Karena kunci dari fotografi makro adalah teerus berlatih dan terus berusaha semaksimal mungkin.

Beberapa tips & trik makro fotografi serangga dan bunga.

# Pelajari /baca wajah daripada object:
Pada saat memotret makro serangga, buatlah foto saat dia sedang berpose, tunggulah momen saat mata serangga tsb terpaku ke lensa. Bila memotret bunga, perhatikan dan carilah  sisi terbaik dari penampilan bunga tsb. Apakah harus mengambil angle secara keseluruhan, atau hanya diperlukan bagian kecil seperti putik atau benang sarinya. Bereksperimenlah dengan berbagai arah dan anglenya.

# Background yang bersih:
Usahakan semaksimalnya BG/background  itu bersih/simple yang mendukung POInya. Kalaupun ingin mendapatkan BG hitam (warna lain) bisa disiasati dengan menggunakan kain berwarna sebagai BGnya.

# Hindari Angin:
Memotret makro pada saat angin bertiup adalah hal yang sia2, karena kita akan mendapatkan hasil yang blur, bisa juga disiasati dengan mengatur shutter speed yang cepat, tapi sebisa mungkin hindarilah memotret makro disaat angin sedang bertiup sehingga akan membuat goyangan pada objectnya.

#Sabar menunggu momen yang tepat:
Pada saat berburu/hunting makro khususnya serangga, usahakan berdiam diri sehingga segala tidak menarik perhatian serangga tsb. Apabila kita akan mendekati object, usahakan agar gerakan kita tidak membuat serangga tsb melarikan diri meninggalkan kita. Dan apabila memotret  serangga yang menempel pada bunga, cari posisi yang tepat pada saat dia sedang menghisap madu atau pada saat dia keluar dari bunga adalah moment yang sangat bagus untuk diabadikan.

#Tahan napas saat menekan shutter kamera.
Membuat posisi spt segitiga antara lengan dan siku yang ditempel kedada kita akan memperkokoh pegangan kamera, ditambah dengan menahan napas sesaat pada waktu menekan shutter kamera akan mengurangi kemungkinan kamera shake dan bisa menghindari hasil foto yang blur/shake.

#Tambahan cahaya:
Walaupun cahaya tambahan seperti flash adalah tidak dianjurkan, tapi jika dengan menggunakan diffuser atau peredam cahaya pada flash akan membuat halus hasil fotonya dan tidak akan terlau keras kontras yang dihasilkan pada objectnya. Hindari direct flash ,atau tambahkan difusser pada flash, atau  gunakan tekhnik bouncing untuk mendapatkan dimensi dari object .











by : http://aftersixhour.blogspot.com/
Logged
brondong
The Cigarette
Senator
****************

Respect: +307/-178
Offline Offline

Posts: 22755


« Reply #79 on: January 04, 2010, 09:55:30 PM »

Strobist - teknik flash yang menarik

Strobist berasal dari kata strobe, yang dalam istilah fotografi berarti alat yang memproduksi cahaya secara terus menerus. Dengan bahasa yang lebih populer Strobist adalah fotografer yang senang menggunakan flash (blitz) secara off-camera. Jika umumnya, di masa sebelumnya orang menggunakan flash dengan cara diletakkan diatas hot-shoe kamera, maka para strobist menggunakan flash dengan jarak tertentu dari kamera. Bagaimana caranya?

Alat yang paling dibutuhkan untuk menggunakan flash secara off-camera adalah mekanisme wireless trigger (pemantik nirkabel). Pada beberapa kamera dan flash modern, kemampuan nirkabel ini sudah ada secara integrated. Di sistem Nikon di sebut sebagai CLS (Creative Lighting System) sementara di sistem Canon disebut sebagai E-TTL (Evaluative - Trough The Lens). Jangan artikan secara harfiah istilah CLS dan E-TTL, karena bisa membuat bingung artinya, lebih baik ikuti penjelasan berikut ini.

Sistem pemantik nirkabel ini berfungsi untuk menyalakan flash secara sinkron ketika kita menekan tombol shutter pada kamera. Jadi flash akan menyala ketika kita menekan shutter selayaknya flash tersebut berada di dudukan hot shoe di kamera. Uniknya, kita bisa mensinkronisasi lebih dari satu flash bersamaan sekaligus dalam suatu pemotretan. Untuk sebuah foto fashion yang dilakukan outdoor, bisa dibutuhkan 3-5 flash (bahkan bisa lebih banyak) yang dinyalakan secara off-camera. Alat wireless trigger ini umumnya menggunakan gelombang radio atau sinar infra merah untuk menyalakan flash slave (budak atau flash lain yang harus tunduk pada flash utama).

Pada generasi fotografi yang masih menggunakan film, sudah ada trigger yang menggunakan cahaya sebagai trigger. Alat ini umum dikenal sebagai mata kucing (synchro eye) yang berbasis pada pencahayaan flash dari master yang segera diikuti oleh slave-nya. namun penggunaan mata kucing hanya terbatas di studio saja, karena kepekaan mata kucing ini tidak akan bekerja pada lokasi outdoor.


Model: Octa | Lokasi: The Sultan Executive Club

Foto ini diambil dengan menggunakan satu flash yang diletakkan sebelah kiri atas. Dengan metode off-camera ini kita bisa mengatur dimana jatuhnya bayangan, sehingga bayangan tidak akan mengganggu foto. Metode strobist yang menggantikan flash studio yang berat dan membutuhkan listrik AC kini digantikan dengan flash-flash kecil dan ringan yang hanya menggunakan baterai DC.


Model: Niva | Lokasi: GOR Cilandak

Untuk menambah aksen pada teknik strobist ini, bisa digunakan sebuah snoot, yaitu alat sederhana yang berbentuk seperti corong untuk membatasi sinar flash yang kita gunakan. Snoot ini diletakkan di depan flash, sehingga cahaya yang dihasilkan berbentuk lingkaran yang tidak terlalu besar, dengan speed yang agak cepat (sekitar 1/200) pada foto ini, maka cahaya ambience tidak akan terambil, sehingga kita bisa mengisolasi subyek, dan tidak memperlihatkan background yang bisa mengganggu subyek.


Snoot yang menggunakan reflektor silver di bagian dalam

Bentuk snoot yang digunakan adalah seperti ini, di bagian dalamnya dilapisi reflektor silver untuk memaksimalkan cahaya yang keluar. Dengan selembar karton hitam dan selotape kita juga bisa membuat snoot seperti ini, namun jika ingin lebih maksimal, snoot ini bisa dibeli di beberapa toko online di dalam dan luar negeri atau di beberapa penjual peralatan foto dengan harga relatif murah di http://bursa.fotografer.net

Walaupun kita memotret dengan matahari yang masih bersinar, namun dengan menggunakan teknik strobist, kita bisa mengisolasi cahaya matahari, yaitu dengan cara menggunakan speed sekitar 1/200 sehingga foto akan menjadi under lighting. Untuk menambahkan cahaya pada subyek kita dapat menambahkan flash secara off-camera (dari sisi kiri) sehingga cahaya yang jatuh tidak datar sebagaimana kita letakkan flash di shoe kamera. Speed 1/200 adalah speed maksimal yang masih dapat melakukan sinkronisasi antara kamera dengan flash, namun beberapa kamera keluaran terbaru mampu melakukan sinkronisasi lebih dari batas tersebut. Banyak fotografer yang memanfaatkan sinar matahari sebagai background untuk teknik strobist ini, sehingga akan menghasilkan foto-foto yang indah.

Demikian teknik strobist yang menarik, untuk belajar lebih banyak, saat ini sudah ada komunitas penggemar strobist yang bergabung di http://idstrobist.multiply.com, ada banyak teknik strobist yang bisa dipelajari disana.

by : bharata http://citizenimages.kompas.com/forum/
Logged
brondong
The Cigarette
Senator
****************

Respect: +307/-178
Offline Offline

Posts: 22755


« Reply #80 on: January 04, 2010, 10:18:38 PM »

Terintimidasi oleh ide off-camera lighting?

Jangan khawatir

Kami cukup banyak mulai dari awal, jadi tidak perlu khawatir. Penjelasan pertama tentang jenis "gear" apa yang anda butuhkan  untuk melakukan hal strobo minimalis.

Ketika kami selesai memiliki cara kami dengan dompet Anda ingat bahwa cahaya memberi Anda jauh lebih bang-for-the-buck daripada gelas tercepat atau kamera digital terbaru atau 300/2.Cool kami akan pindah ke teknik dasar. Dan setelah itu, kami akan tetap berjalan dengan esai berkala dan ide-ide tentang bagaimana untuk meningkatkan (atau refresh) kemampuan pencahayaan Anda.

Ketika anda sudah bekerja dengan jalan anda melalui dasar-dasar merancang peralatan cahaya anda dan belajar bagaimana menggunakannya, usahakan untuk melihat beberapa contoh dalam sesi "On Assignment". Mereka akan mengupdate terus menerus, jadi terus mengecek kembali.

Anda akan memiliki beberapa pertanyaan di sepanjang jalan. Sayangnya, tidak mungkin bagi saya untuk meluangkan waktu untuk menjawab semua secara pribadi satu-ke-satu pertanyaan tentang pop-up. Jadi cobalah untuk menolak meminta mereka di bagian komentar. Satu-satunya orang yang membaca ini di belakang Anda adalah orang yang, baik, di belakang Anda.

Anda akan menemukan satu per satu bank pengetahuan anda dengan mencari Strobist group di flickr. Disana anda dapat bertanya kembali dan mendapatkan keberagaman respon yang anda butuhkan. Mereka adalah mahasiswa pencahayaan pascasarjana, yang berbicara. Mereka tahu hal ini, dan sangat antusias untuk berbagi pengetahuan mereka.

Kebanyakan dari semua, ingatlah untuk bersenang-senang dan belajar untuk membuat beberapa cahaya keren.

http://www.youtube.com/watch?v=lKAD7leNOVY
Video penjelasan tentang strobist. Silahkan dilihat.

by : Paul Duncan http://www.pduncan.com/
Logged
brondong
The Cigarette
Senator
****************

Respect: +307/-178
Offline Offline

Posts: 22755


« Reply #81 on: January 12, 2010, 06:27:08 PM »

Photo mania, mari kita berdiskusi disini tentang fotografi..

segala macam teknik dan cara menggunakan nya, bisa kita sharing disini...  ;)6

no junk, no post, no OOT.  ;)6
Logged
G36C
Colonel
**********

Respect: +96/-16
Offline Offline

Posts: 4268



« Reply #82 on: January 12, 2010, 09:26:27 PM »

kalo gue ya...

Strobist --> gak bisa

Makro --> gue gak demen sama serangga, menjijikkan  LoL

Still Life --> nah boleh lah kalo ini

Landscape --> ini juga boleh, hahahaa

Portrait --> ini kadang-kadang

Slow Speed --> gue lebih suka motret pake slow speed dari pada hi-speed

Fast Speed --> sudah terjawab di atas

Candid --> agak-agak males gue sebenernya motret candid, tapi kalo lagi iseng gpp lah (halah mau nya apa sih...)

Astrophotography --> ini apaan ya...?

Dll, Sebutkan
Logged

BooMBeYe
"Otomotif & Hobi"
Moderator
Lieutenant General
******

Respect: +240/-77
Offline Offline

Posts: 7809


Expresikan KaryaMu


« Reply #83 on: January 12, 2010, 09:36:37 PM »

Astrophotography --> ini apaan ya...?

Dll, Sebutkan

kalau tdk salah astrophotography itu memotret astronomi...

jadi memotret benda2 luar angkasa





seperti ini bung rama contohnya
« Last Edit: January 12, 2010, 09:41:46 PM by BooMBeYe » Logged

BooMBeYe HinDi

Life Is Beautifull So Enjoy Saja

]Diktum muntatur et nos mutamur in illis[

No smoking SMOKING AGAIN....
G36C
Colonel
**********

Respect: +96/-16
Offline Offline

Posts: 4268



« Reply #84 on: January 12, 2010, 09:40:30 PM »

hahahhahah
gue asli gak tau loh
emang ada yah komunitas nya...?
yang gue tau sih komunitas yang pake teropong bintang kek di pilem deep impact
Logged

brondong
The Cigarette
Senator
****************

Respect: +307/-178
Offline Offline

Posts: 22755


« Reply #85 on: January 12, 2010, 09:45:40 PM »

hahahhahah
gue asli gak tau loh
emang ada yah komunitas nya...?
yang gue tau sih komunitas yang pake teropong bintang kek di pilem deep impact
kalo di indonesia sendiri, menurut gw sih masih belum banyak komunitas untuk astrophotography... karena masih belum banyak yg mengerti kyknya... tapi udah ada sih yang uda pernah cobain tentang astrophotography... kalo diliat dari hasil2 potonya sih keren2.. hehehe...

Logged
G36C
Colonel
**********

Respect: +96/-16
Offline Offline

Posts: 4268



« Reply #86 on: January 12, 2010, 09:53:46 PM »

kamera nya juga bukan kamera sembarangan itu
emang sih kamera "biasa"
tapi di tancepin ke sebuah alat yang luar biasa
hahhahahahahhaa...
Logged

brondong
The Cigarette
Senator
****************

Respect: +307/-178
Offline Offline

Posts: 22755


« Reply #87 on: January 12, 2010, 09:56:27 PM »

Macam2 Bidang Spesialis Photography

Photography merupakan bidang yang sangat luas karena hampir setiap aspek kehidupan manusia tidak lepas dari photography. Kita tanpa sadar di terpa dengan produk2 photography mulai dari bangun pagi ketika membaca surat kabar sampai pada kegiatan sehari-hari. Berikut ini sekilas beberapa bidang spesials photography:

1. Jurnalism Photography (Photography Jurnalisme), merupakan spesialisasi khusus untuk mencari dan menampilkan foto2 yang bernilai  berita. Pada bidang ini juga kita mengenal photografer preelence, dimana dia mendapat penghasilan dengan menjual karya photo nya ke media massa. Termasuk di dalamnya Paparazzi.


2. Wedding Photography , merupakan spesialisasi photography yang mengkhususkan diri pada mengabadikan momen2 pernikahan. Spesialisasi ini sangat di minati masyarakat dari berbagai kalangan untuk mengabadikan momen pernikahannya.


3. Architectular Photography, merupakan spesialisasi di bidang pemotretan bangunan, baik eksterior, interior maupun detailnya. Kebutuhan akan photografer di bidang ini meningkat seiring dengan maraknya bisnis properti sekarang ini.


4. Scientific Photography, merupakan spesialisasi photografi untuk keperluan ilmiah. Mencakup photography dengan perlengkapan khusus yang berkaitan dengan keperluan ilmiah tersebut. Misalnya, penilitian mikrobiologi membutuhkan photography mikroskopik untuk memotret jasad renik yang terlihat melalui mikroskop.


5. Aerial Photography, merupakan spesialisasi pemotretan udara. Banyak di gunakan untuk survey, pemetaan, penggunaan tata ruang maupun pertanian. Disini juga mampu memperlihatkan keindahan serta luasnya area.


6. Astro Photography, merupakan spesialis khusus memotret benda2 luar angkasa atau yang berhubungan dengan astronomi. Photography ini di lengkapi dengan perlengkapan khusus untuk dapat memotret astronomi.


7. Modeling Photography, merupakan spesialisasi memotret model. Biasanya di gunakan untuk keperluan majalah adatu iklan. Selain itu juga modeling photography juga ada yang di lakukan khusus untuk memotret model2 yang sedang bergaya di atas catwalk.


8. Commercial Photography, banyak di perlukan untuk kepentingan advertising. Merupakan pemotretan khusus untuk mengkomunikasikan informasi produk agar orang yang membeli produk tersebut tertarik untuk mencoba/membeli. Di Indonesia, photographer yang memiliki spesialis ini sangat langka. Peluang bagi para pemula,dengan memahami prinsip2 photography komersial, pasar ini masih menjanjikan untuk di garap.

9. Industrial Photography, merupakan spesialisasi lanjutan dari photography komersial yang mengkhususkan diri pada pemotretan industri. Salah satu tujuannya adalah untuk membuat company profile perusahaan.


10. Food Photography, spesialisasi lanjutan dari photography komersial. Biasanya juga untuk iklan, atau kepentingan display majalah dan buku masak memasak.


11.Fahsion Photography, masih lanjutan dari spesialisasi photography komersial. Berkonsentrasi pada bagaimana agar pakaian yang di tampilkan dapat sebaik mungkin sesuai dengan konsep desainer busana tersebut. Banyak di gunakan untuk pembuatan katalog, brosur atau majalah.


12. Glamour Photography, bermula dari dunia Hollywood tahun 30-an, berusaha untuk memotret agar obyek terlihat lebih cantik dari aslinya. Glamour photography membawa mimpi bagi penikmatnya. salah satu contoh fotonya yang menonjol pada era ini adalah foto2 Marylin Monroe.


source : http://stressmetal.multiply.com
Logged
brondong
The Cigarette
Senator
****************

Respect: +307/-178
Offline Offline

Posts: 22755


« Reply #88 on: January 12, 2010, 09:58:10 PM »

kamera nya juga bukan kamera sembarangan itu
emang sih kamera "biasa"
tapi di tancepin ke sebuah alat yang luar biasa
hahhahahahahhaa...
kamera DSLR bisa kok...gw pernah tanya sama toko alat2 astronomi, customer2 mereka yang biasa beli tropong, lumayan banyak yang dipake untuk keperluan fotografi astronomi... kamera yang dipake jg kamera2 SLR... cuma ada tambahan braket aja buat disambungin ke kamera nya, dari teleskop2 gede itu..
Logged
G36C
Colonel
**********

Respect: +96/-16
Offline Offline

Posts: 4268



« Reply #89 on: January 12, 2010, 09:59:10 PM »

iya...
kamera nya sih biasa aja
teropong bintang nya itu yang luar biasa
 LoL
Logged

brondong
The Cigarette
Senator
****************

Respect: +307/-178
Offline Offline

Posts: 22755


« Reply #90 on: January 12, 2010, 10:02:40 PM »

iya...
kamera nya sih biasa aja
teropong bintang nya itu yang luar biasa
 LoL
yoi.. hauhauhua... tapi kmaren gw liat2 yg di STC itu, gak mahal2 banget... ada jg yang 1 paket ma tripod, kisaran dibawah 5 jetian...

tetep d, masih lebih mahal lensa L nya canon...  Cheesy Cheesy Cheesy
Logged
G36C
Colonel
**********

Respect: +96/-16
Offline Offline

Posts: 4268



« Reply #91 on: January 12, 2010, 10:04:54 PM »

gue baru inget setelah baca-baca lagi
teropong nya gak sembarangan juga

dulu gue pernah di kasih tau sama dosen gue
tapi gue lupa ini disebut astroapalah itu

bisa pake yg biasa-biasa aja
tapi ya gitu deh
Logged

Crescent
Gakuen cho-sensei
Major
********

Respect: +270/-54
Offline Offline

Posts: 2858



« Reply #92 on: January 13, 2010, 03:52:48 AM »

om nanya nih ya,klo ini kan pada pake bahan mesinnya yg SLR
klo tipe" kek contoh nikon coolpix p90

itu bisa tetep maenin efek ato ga nih om?
ane sih sbnry tertarik tipe ini soal na liat macro na yg 1 cm (sering kepake bwd foto kembang anggrek),trus harga na lumayan murah

dolo sih bos ane ada kasi pinjam nikon d70s masih kebawa perasaan pewe na,mantep jeger tralala tapi sayang da ga bisa pinjam lagi (da ga kerja di sana lagi  Pusing )
sekarang mau cari second na aja di forum sebelah ampe berebutan =.=!!
« Last Edit: January 13, 2010, 04:35:53 AM by Crescent » Logged

G36C
Colonel
**********

Respect: +96/-16
Offline Offline

Posts: 4268



« Reply #93 on: January 13, 2010, 02:57:39 PM »

bahan mesin SLR...?
sebenernya enggak juga

cuma itu kamera digital poket yang SLR wannabe
jadi lebih fleksibel kalo dibanding sama kamera digital poket pada umumnya
bisa nya jenis kamera itu disebut pake istilah prosumer

maksudnya efek misal nya seperti apa nih...?

salah satu keunggulan nya kamera prosumer dibanding DSLR
antara lain dimensi alias ukuran
alias lebih kecil en lebih ringan
en gak ribet gak pake ganti ganti lensa

umumnya...
kamera prosumer punya range lensa yang cukup fleksibel
antara 28-200mm (eq35mm)
sangat-sangat cukup untuk kebutuhan sehari hari
belom kalo di tambahin fasilitas digital zoom

open lens kamera prosumer juga cukup lumayan
beberapa tipe tertentu bahkan punya bukaan sampe 1.8
ditambah fitur makro yang sadis kalo perlu jarang setengah senti dari bibir lensa

bisa dibilang 1 unit prosumer kemampuan nya selevel 1 unit DSLR tambah 3 lensa
1 lensa standart, 1 lensa tele dan 1 lensa macro
simple kan...?

tapi hasilnya tetep aja lebih baik kalo lu pake 1 unit DSLR di pasang lensa standart ato lensa tele ato lensa macro

kelemahan nya salah satu nya di noise
karena kamera prosumer sensor nya kecil (tidak sebesar DSLR)
gampang nya --> kecil --> gampang panas --> sensitif sama noise
gak peduli mo pake CCD ato CMOS

fitur so so lah
image parameter juga so so
system metering nya juga so so
masalah nya open lens terkecil nya paling hanya sampa F/8.0

ditangan orang yg tepat...
hasil foto dari kamera prosumer ini bisa ngalahin DSLR kelas profesional
kalo cuma di pajang di forum forum di internet
kalo kita main cetak gede (beneran gede)
baru berasa beda nya antara prosumer vs DSLR
Logged

Crescent
Gakuen cho-sensei
Major
********

Respect: +270/-54
Offline Offline

Posts: 2858



« Reply #94 on: January 13, 2010, 06:21:31 PM »

nice,penjelasannya bener" bikin puas,ane grpin dulu gan ;)6

itu maksudnya efek kek aduh susah kan jelasinya

ane kasi preview na aja ya



untuk 2 ini ane tau teori na buka shutter yg lama,tahan sampe steady kamera klo bisa pake tripod ama remote,bener kan?



klo 2 ini sih keknya pasti bisa ya,cman maenin fokus na kan ya?



nah 2 ini ane rada" speechless sama sekali ga ngerti om,terutama yg bisa ngefreze momen tertentu kek contoh yg air itu Cheesy

mau yg kek foto" di atas ini,bisa ga ya om?setau ane ini kan krn lensa na ya?

sama itu ada ga sih kek semacam kamus,yg kasi tau tutro" efek" fotografi gitu?
barangkali di gramed ada,ane berminat  Kiss
« Last Edit: January 13, 2010, 06:34:29 PM by Crescent » Logged

brondong
The Cigarette
Senator
****************

Respect: +307/-178
Offline Offline

Posts: 22755


« Reply #95 on: January 13, 2010, 06:27:56 PM »

btw, kalo ada review2 tentang body kamera dan lensa2 kamera,

disini aja yah..
http://ligagame.com/lg_smf/index.php?topic=55331.0

biar rapih..  ;)6

disini kita bahas teknik2 foto dan hasil2 foto...

btw, mantaf itu hasil bulb nya... keren...  ;)6 ;)6 ;)6
Logged
G36C
Colonel
**********

Respect: +96/-16
Offline Offline

Posts: 4268



« Reply #96 on: January 13, 2010, 10:50:31 PM »

gawat...
abis buka kado...
harus puasa dulu dah setaon dua taon





Logged

Crescent
Gakuen cho-sensei
Major
********

Respect: +270/-54
Offline Offline

Posts: 2858



« Reply #97 on: January 18, 2010, 09:36:16 AM »



kasi thumbnail aja yak,resolusi 800x449

ngikut ya gan,newbie mau belajar  Kiss Malu Malu
pake sony 350,sigma 70-300 4~5.6,f 5.6,focal length 300(mau cobain makro na),iso 400
jarak asli object dan kamera sekitar 5 meteran

 Cheesy

edit pake photoshop cman kasi photo filter biar keliatan item putih trus di resize trus kasi stroke,ama nama gw di samping kanan  Cheesy
Logged

brondong
The Cigarette
Senator
****************

Respect: +307/-178
Offline Offline

Posts: 22755


« Reply #98 on: January 18, 2010, 07:03:14 PM »

wow, hygrometer... yg besi kyk gitu nyari dimana tuh? susah jg nyari nya @__@ padahal butuh gw tuh...

nice pic brow..  ;)6
Logged
G36C
Colonel
**********

Respect: +96/-16
Offline Offline

Posts: 4268



« Reply #99 on: January 18, 2010, 11:29:45 PM »

kasi thumbnail aja yak,resolusi 800x449

ngikut ya gan,newbie mau belajar  Kiss Malu Malu
pake sony 350,sigma 70-300 4~5.6,f 5.6,focal length 300(mau cobain makro na),iso 400
jarak asli object dan kamera sekitar 5 meteran

 Cheesy

edit pake photoshop cman kasi photo filter biar keliatan item putih trus di resize trus kasi stroke,ama nama gw di samping kanan  Cheesy

wele...
ini phinz88 ya dari porum sebelah...
sony alpha user juga nih
hahhahahaha...
Logged

Pages: 1 2 3 [4] 5 6 7 8 ... 44   Go Up
Print
Jump to:  



Â