Ligagame CSO

Main Menu
Hotk
rappelz online
Sudden attack indonesia
Qeon Shadow company
Garena Heroes of Newerth
Teracord Chaos

Banner

Banner

Ligaponsel
May 23, 2012, 07:29:08 PM
Sorry Guest, you are banned from posting or sending personal messages on this forum.
Poll
Question: Teknik apa yang kalian sukai?
Strobist
Makro
Still Life
Landscape
Portrait
Slow Speed
Fast Speed
Candid
Astrophotography
Dll, Sebutkan

Pages: 1 2 [3] 4 5 6 7 ... 44   Go Down
Print
Author Topic: [Dikusi and Sharing] All about Photography  (Read 24032 times)
0 Members and 5 Guests are viewing this topic.
JF
Moderator Group
Lieutenant Colonel
******

Respect: +292/-33
Offline Offline

Posts: 3505



WWW
« Reply #50 on: October 18, 2009, 03:20:00 PM »



baru belajar fotografi pas mulai koleksi Nendoroid, equip masi pake kamera prosumer Nikon

rencananya nanti mau ambil Canon 500D

mantep banget rasanya kalau foto tanpa harus ngandelin photoshop LoL
Logged

A C H I E L
Sergeant Major
****

Respect: +7/-12
Offline Offline

Posts: 460


Have Fun Go To Pro


« Reply #51 on: October 27, 2009, 10:15:08 AM »

nanya ya kalo di LG ada ndak tempat serba serbi dslr ?
PM ya kaks . Thx .
Logged

gA
G36C
Colonel
**********

Respect: +96/-16
Offline Offline

Posts: 4268



« Reply #52 on: November 10, 2009, 11:31:20 PM »

kek nya secara khusus gak ada
tapi di bawah...
ada deh trit tentang DSLR

http://ligagame.com/index.php?option=com_smf&Itemid=45&topic=87431.0
Logged

Num_Lock
Sergeant Major
****

Respect: +0/-1
Offline Offline

Posts: 329

Call Me: ex. 350


« Reply #53 on: November 12, 2009, 10:56:33 AM »

@G36C

Olympus E500 dobel kit , harganya sekitar brp yah?
Newbie , pengen belajar juga ni ..
Logged

Teman atau lawan ??
Selalu ada setiap saat  ..


Dota PUBLIC :
Jkt - SpiesJR

Seal IDSO Elios :
Fooder[Paladin]Spies 2**

Audition :
eXPlayBoyz
G36C
Colonel
**********

Respect: +96/-16
Offline Offline

Posts: 4268



« Reply #54 on: November 12, 2009, 03:04:04 PM »

wah gak tau kalo sekarang
under 6 kek nya
Logged

3son_Cool
Ψ PSYCHO ♥ Gammer's Ψ
Captain
*******

Respect: +34/-68
Offline Offline

Posts: 1526


♠ ♪ ♥ ♫ ♥ ♪ ♥ ♫ ♠


WWW
« Reply #55 on: November 26, 2009, 01:44:19 AM »

Absen chuy~  Cool
saran nih bwat TS..
yang mw absen lebih baik sertakan Nama,daerah,dan ketertarikan na terhadap Photografi  Wink
jadi bila mana mw ngumpul2 or Hunting bareng,enak cari lokasi na gan  ;)6

saran gue..
dari pada 350D ato 400D
mendingan lu ambil paketan Olympus E500 dobel kit
hasil nya jauh lebih OK dari pada 350D kalau di liat dari efisiensi harga...
kalo di jelasin kenapa nya, bisa jadi brand war nanti...
 :lol:
bener2 jawaban yang baik untuk pertanyaan bro Orinokoflo deh  LoL
Logged


Point Blank :
- 3son**
IDGS Public:
♠ jc-Lover
♠ trisson_
ID SealOnline (Duran):
Kebotimpuk
brondong
The Cigarette
Senator
****************

Respect: +307/-178
Offline Offline

Posts: 22755


« Reply #56 on: November 26, 2009, 09:47:31 PM »



baru belajar fotografi pas mulai koleksi Nendoroid, equip masi pake kamera prosumer Nikon

rencananya nanti mau ambil Canon 500D

mantep banget rasanya kalau foto tanpa harus ngandelin photoshop LoL
hasilnya bagus juga...

ada tips2 buat foto benda mati  gak yah?
Logged
rust
Major
********

Respect: +31/-180
Offline Offline

Posts: 2947


« Reply #57 on: December 01, 2009, 01:21:54 PM »

gan.. minta komennya donk gan..
 di link ini
http://www.facebook.com/album.php?aid=125477&id=523894919&l=991e9d0a81
bis saya nga ngerti gmana cara nongolin gambar.. >,<
Logged

syaaaalalalaaaaaaaaa
G36C
Colonel
**********

Respect: +96/-16
Offline Offline

Posts: 4268



« Reply #58 on: December 01, 2009, 02:46:13 PM »

klik kanan di foto lu yang di fesbuk
pilih copi image location

paste disini di jepit pake [ i m g ] dan [ / i m g ]
(spasi nya ilangin)
Logged

rust
Major
********

Respect: +31/-180
Offline Offline

Posts: 2947


« Reply #59 on: December 01, 2009, 03:35:24 PM »

klik kanan di foto lu yang di fesbuk
pilih copi image location

paste disini di jepit pake [ i m g ] dan [ / i m g ]
(spasi nya ilangin)

thx kak!



camera: 50d
theme:vampire
venue:museum taman prasasti

1.


2.

3.

4.

5.

Logged

syaaaalalalaaaaaaaaa
rust
Major
********

Respect: +31/-180
Offline Offline

Posts: 2947


« Reply #60 on: December 01, 2009, 03:38:36 PM »

ada lagi ni gan!

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

14.

15.
Logged

syaaaalalalaaaaaaaaa
brondong
The Cigarette
Senator
****************

Respect: +307/-178
Offline Offline

Posts: 22755


« Reply #61 on: December 10, 2009, 01:27:22 AM »



gw suka yang ini... artistik...pas... gak terlalu monoton... cuma kurang nya 1, coba gak di BW.. dimainin dikit komposisi warna nya, mungkin lebih mantab lagi...hehehehe....  ;)6
Logged
BooMBeYe
"Otomotif & Hobi"
Moderator
Lieutenant General
******

Respect: +240/-77
Offline Offline

Posts: 7809


Expresikan KaryaMu


« Reply #62 on: December 13, 2009, 06:56:10 PM »

just info saya barusan membeli 450D canon, dengan harga 6jt pas... total 6,3 sudah memory 4 GB, tas, anti gores, trus pelindung lensa...

menurut kalian murah apa tidak... ini barang new
Logged

BooMBeYe HinDi

Life Is Beautifull So Enjoy Saja

]Diktum muntatur et nos mutamur in illis[

No smoking SMOKING AGAIN....
BooMBeYe
"Otomotif & Hobi"
Moderator
Lieutenant General
******

Respect: +240/-77
Offline Offline

Posts: 7809


Expresikan KaryaMu


« Reply #63 on: December 18, 2009, 01:41:50 AM »

 ;)6

Thx bro.. infonya membantu... tinggal mengatur bagaimana ISO dalam keadaan tertentu
Logged

BooMBeYe HinDi

Life Is Beautifull So Enjoy Saja

]Diktum muntatur et nos mutamur in illis[

No smoking SMOKING AGAIN....
brondong
The Cigarette
Senator
****************

Respect: +307/-178
Offline Offline

Posts: 22755


« Reply #64 on: December 18, 2009, 01:29:01 PM »

;)6

Thx bro.. infonya membantu... tinggal mengatur bagaimana ISO dalam keadaan tertentu
kalo lu belom terbiasa, pake auto ISO aja bay, biar ISO speed nya ngatur sendiri pas lu atur bukaan diafragma brapa sama cahaya yang masuk nya brapa banyak.
Logged
BooMBeYe
"Otomotif & Hobi"
Moderator
Lieutenant General
******

Respect: +240/-77
Offline Offline

Posts: 7809


Expresikan KaryaMu


« Reply #65 on: December 18, 2009, 04:42:48 PM »

sep2 man.. wa coba2 dl dr td pake yang auto hasilnya kurang memuaskan kalau wa lihat
Logged

BooMBeYe HinDi

Life Is Beautifull So Enjoy Saja

]Diktum muntatur et nos mutamur in illis[

No smoking SMOKING AGAIN....
brondong
The Cigarette
Senator
****************

Respect: +307/-178
Offline Offline

Posts: 22755


« Reply #66 on: December 20, 2009, 04:18:19 PM »

Efek-Efek Kecepatan Rana dan Bukaan Diafragma

Bagi anda yang telah mengerti teori pencahayaan dan anatomi kamera, serta lensa dalam bahasan-bahasan sebelumnya, pertanyaan seperti ini semestinya tidak ada lagi dalam benak anda. Singkatnya, kecepatan rana mengatur waktu pencahayaan, sedangkan diafragma mengatur volume cahaya dari lensa. Tentunya, semua angka itu mempunyai pengaruh pada foto yang dihasilkan. Dalam pembahasan kali ini, akan ditelaah secara lebih rinci mengenai apa pengaruh dari kecepatan rana dan bukaan diafragma itu.

Efek kecepatan rana terhadap hasil pemotretan

Rana yang membuka dan menutup dalam hitungan satu per sekian detik mempunyai pengaruh langsung terhadap efek gerak yang terekam di atas film.
Bayangkanlah sebuah mobil sedang melaju kencang dengan kecepatan 100km/jam. Dalam 1 detik jarak yang ditempuhnya adalah 100.000 m : 3600 detik = 27,78 m. Bila anda menggunakan kecepatan rana 1 detik pada kamera yang terpasang secara statis di atas tripod tanpa mengikuti gerak / arah laju mobil tersebut, selama rana membuka, mobil tersebut telah bergerak sejauh 27,78m dari posisi semula, tepat pada waktu rana mulai bekerja. Jika anda masih nekat memotret dengan kecepatan rana seperti itu maka hasil fotonya hanya akan menampilkan sekelebat bayangan mobil, sedangkan mobilnya sendiri entah kemana (karena tidak terekam di atas film).

Lain halnya jika anda menggunakan kecepatan rana 1/4000 detik. dengan kecepatan rana setinggi itu, mobil hanya akan bergerak sejauh 0,6945 cm (27,78 m : 4000) selama rana membuka. Cukup cepat untuk menghentikan gerak laju mobil tersebut apalagi bila anda tidak memotretnya dari jarak yang terlalu dekat (karena semakin dekat jarak pemotretannya maka pergerakan mobil tadi akan makin kentara - selain makin tingginya risiko tersambar mobil yang ngebut tersebut). Kesan yang tertangkap di atas film adalah mobil tersebut seakan2 berhenti dan diam. Bahkan putaran roda-rodanya pun " terbekukan" seolah-olah waktu berhenti tiba2.

Tentu saja untuk mendapatkan kecepatan rana seperti itu, dibutuhkan kondisi cahaya yang sangat melimpah, bukaan diafragma lensa yang besar, ISO film yang cukup tinggi, atau gabungan dari ketiganya.

Bagaimana halnya bila objek yang akan difoto diam dan tidak bergerak ke mana-mana, tetapi kondisi cahaya yang minim menuntut penggunaan kecepatan rana yang rendah? Bila anda tidak menggunakan alat bantu penopang kamera (tripod,monopod,"meja"-pod atau apapun yang dapat dijadikan sandaran kamera), dan merasa cukup untuk hanya menggunakan ke2 tangan, siapkan diri anda untuk menerima kenyataan bahwa ternyata anda tidak sestabil yang anda kira selama ini.

Kecepatan rana rendah, khususnya dibawah 1/60 detik, mempunyai risiko yang lebih tinggi terhadap terekamnya kegoyangan kamera (yang disebabkan oleh tubuh anda sendiri) di atas film. Hal ini terjadi karena selama rana membuka, tubuh anda juga bergerak walaupun hanya sepersekian milimeter. Belum lagi bila ditambah dengan kamera yang berat dan lensa-lensa berjarak fokus panjang (ketika pembesaran gambar semakin tinggi) yang hanya akan memperparah masalah ini. Walaupun ada beberapa orang yang mengaku masih mampu memegang kamera dengan stabil pada kecepatan rana hingga 1/8 detik atau kurang, pada kenyataannya mayoritas dari fotografer tidak seperti itu.

Efek gambar yang dihasilkan dari kegoyangan kamera tersebut (atau bila objeknya bergerak terlalu cepat bagi kecepatan rana yang digunakan seperti dalam contoh mobil tadi) dikenal dengan istilah "blur". Blur sendiri pada dasarnya tidaklah selalu jelek. Bila digunakan dengan kreatif, efek blur justru mampu memberikan kesan gerak pada foto yang lebih baik daripada dengan kecepatan rana tinggi yang memastikan pergerakan objek.

1. Kecepatan rana tinggi
Seperti telah dikatakan sebelumnya, kecepatan rana tinggi memungkinkan fotografer untuk mampu menghentikan pergerakan objek foto. Walaupun itu sepasang pesawat jet yang melintas dengan kecepatan tidak kurang dari 800 km/jam, kecepatan rana 1/8000 detik mampu menghentikan gerak kedua burung besi itu.


Sebagai contoh pada foto di atas terlihat pemain yang sedang melompat untuk memasukkan bola ke ring. Dapat diketahui bahwa bukaan diafragma yang digunakan adalah selalu (atau hampir selalu) pada bukaan diafragma makximum lensa-lensa yang dipakai. Ini tentu saja dimaksudkan untuk mendapatkan kecepatan rana setinggi-tingginya untuk membekukan gerakan sebuah objek.

Tentu saja, semakin cepat suatu objek bergerak, semakin cepat pula kecepatan rana minimum yang diperlukan untuk menghentikan geraknya. Bila kecepatan pesawat jet tadi sekitar 800km/jam, dalam 1 detik dia bergerak sejauh 222,22 m. Dalam hitungan 1/250 detik, dia telah berpindah sejauh 88,9 cm - perpindahan yang cukup jauh untuk menghasilkan gambar yang blur. Hitung sendiri sejauh mana ia bergerak dalam hitungan 1/8000 detik.

2. Kecepatan rana rendah

Sebagai contoh, foto air terjun ini diambil dengan kecepatan rana rendah, otomatis menuntut penggunaan tripod. Bayangkan saja hasilnya bila kamera hanya disangga tangan dengan kecepatan rana sedemikian rendah. (pada gambar, terlihat air terjun terlihat seperti sehalus kapas).

Bila dicermati, bukaan diafragma yang dipakai untuk foto diatas kemungkinan adalah f/32. Bukaan f/32 pada foto air terjun digunakan untuk memperoleh kecepatan rana 1 hingga 2 detik selain juga untuk memperoleh ruang tajam (depth of field) maksimum dari latar depan hingga latar belakang.

3. Batas kecepatan rana maksimum
Maksud dari judul bahasan di atas adalah kecepatan rana minimum untuk mencegah kegoyangan kamera yang akan terekam di atas film (atau sensor digital) bila melakukan pemotretan tanpa menggunakan alat bantu penopang kamera (hanya menggunakan kedua tangan).

Hal yang paling berpengaruh selain kestabilan sang fotografer itu sendiri (yang berbeda-beda bagi setiap orang), adalah panjang fkous lensa yang digunakan dan pembesaran gambar dalam pemotretan mengenai panjang fokus lensa, lensa-lensa tele lebih cenderung menghasilkan gambar yang blur karena goyang. Ini terjadi karena semakin tinggi pembesaran gambarnya, guncangan sekecil apapun dari si pemotret akan makin kentara.

Dari sini dikembangkan semacam panduan, yaitu :
Quote
Kecepatan rana yang aman = 1/F
F adalah Focal Length atau panjang fokus lensa yang digunakan.

Jadi, bila anda menggunakan lensa 300mm dalam pemotretan anda, kecepatan rana minimum yang dianggap masih aman untuk mencegah kegoyangan kamera adalah 1/300 detik (untuk amannya bulatkan ke atas dengan kecepatan rana yang umumnya ada pada kamera, dalam hal ini 1/500 detik).

Dalam hal lensa dengan kemampuan pembesaran gambar yang lebih tinggi (lensa makro), kegoyangan kamera menjadi masalah yang lebih serius lagi. Ambil contoh lensa makro 55 mm. Panjang fokusnya mungkin akan membuat anda merasa yakin dengan kecepatan rana 1/60 detik. Tetapi, bila pemotretan dilakukan dengan pembesaran gambar 1:1 - di mana benda seukuran 1 cm akan terekam di atas film dengan ukuran yang sama - goyangan kamera sekecil apapun akan sangat terlihat (perlu diingat, ukuran permukaan bidang film format 135 adalah 24 x 36 mm sehingga benda seukuran 1 cm yang terekam di atas film akan mengambil tempat yang cukup banyak).

Oleh karena itu, dalam pemotretan makro, ada baiknya bila anda menggunakan tripod. Selain mencegah kegoyangan kamera, anda juga dapat menggunakan bukaan diafragma kecil untuk mendapatkan ruang tajam (depth of field) tertentu.

by : Yulian Ardiaynsyah
Logged
brondong
The Cigarette
Senator
****************

Respect: +307/-178
Offline Offline

Posts: 22755


« Reply #67 on: December 20, 2009, 05:19:32 PM »

Efek bukaan diafragma terhadap hasil pemotretan

1. Ruang tajam (depth of field)
Singkatnya, diafragma yang mengatur volume cahaya dari lensa berpengaruh langsung terhadap daerah ketajaman gambar di depan dan di belakang objek foto. Daerah ketajaman gambar yang terekam dan terlihat pada hasil foto dikenal dengan istilah ruang tajam (depth of field - DoF).

Sebenarnya, setiap kali anda melakukan penajaman gambar dengan tujuan memutar gelang pengatur jarak pada lensa, selalu ada jarak tertentu di depan dan di belakang titik fokus di mana derajat kekaburan gambar (blur) masih cukup kecil sehingga mata masih mempersepsikannya sebagai daerah yang masih terlihat tajam pada hasil foto. Zona ini dapat bertambah luas atau semakin sempit tergantung dari beberapa faktor yang akan dibahas berikut ini.

Dalam bahasan tentang DoF, istilah blur atau bokeh juga dipakai. Namun, berbeda dengan blur karena kegoyangan kamera, blur dlam pembahasan kali ini adalah gambaran (yang tidak fokus) dari objek-objek yang terletak di luar ruang tajam, baik itu di latar depan (foreground) maupun di latar belakang (background). Kembali pada faktor-faktor yang merupakan penentu dari ruang tajam, faktor-faktor tersebut sebagai berikut.

a. Bukaan diafragma.
Semakin kecil bukaan diafragma yang digunakan maka akan semakin luas ruang tajam yang dihasilkan dan sebaliknya.

b. Jarak pemotertan.
Semakin jauh jarak pemotretan maka ruang tajam pada hasil foto akan semakin luas dan sebaliknya.

c. Panjang fokus lensa.
Semakin besar panjang fokus lensa, semakin sempit ruang tajam dan sebaliknya. Mengenai hal ini, pembesaran gambarlah yang lebih berperan di mana semakin jauh ia diperbesar akan semakin memperjelas perbedaan antara daerah gambar yang masih tajam dan yang tidak.


(Gambar ini hanya sebagai contoh untuk pembahasan)
Foto di atas mempunya ruang tajam yang luas (dari latar depan hingga latar belakang). Teknis pemotretannya menggunakan lensa wide dengan ukuran 28 mm dengan bukaan diafragma f/11 kecepatan rana 1/30 dengan ISO 400. Dapat dilihat bahwa kombinasi dari lensa sudut lebar dengan bukaan diafragma kecil sanga efektif dalam memperoleh ruang tajam yang luas.


Foto di atas menampilkan ruang tajam menengah. Ini dikarenakan jarak pemotretan yang jauh sehingga latar belakang dan latar depan terlihat blur.


Foto anak kecil diatas menampilkan ruang tajam yang sempit. Perhatikan latar bekangnya terlihat sangat blur.

Baiklah, selanjutnya kita bisa mengambil kesimpulan dari bahasan mengenai DoF ini.

* Pertama, ruang tajam membentuk persepsi tentang kedalaman ruang pada gambar yang dihasilkan.

* Kedua, ruang tajam yang luas memberikan detail pada latar depan dan latar belakang sehingga cocok untuk digunakan dalam pemotretan arsitektur atau pemandangan alam.

* Ketiga, ruang tajam yang sempit akan sangat menonjolkan objek utama dari foto tersebut. Cocok digunakan untuk, misalnya foto portrait seperti dalam contoh.

Sebagai contoh, ilutrasi tentang DoF.



2. Ketajaman gambar optimal
Bukaan diafragma juga mempengaruhi ketajaman gambar yang dihasilkan. Foto yang diambil dengan diafragma terbuka lebar umumnya tidak setajam foto dengan diafragma menengah (sekitar 2-3 stop dari maksimum). Namun, apabila anda memperkecil bukaan diafragma lebih lanjut, ketajaman gambar bukannya makin bertambah, melainkan justru akan menurun kembali. Ini berhubungan dengan karakteristik cahaya di mana cahaya yang melalui lubang yang kecil akan cenderung berpencar. Hal ini disebut juga difraksi (diffraction).

Jadi, bila anda ingin membuat foto yang setajam mungkin, gunakan bukaan diafragma dua atau tiga stop dari bukaan maksimum pada lensa anda. Tentu saja, lensanya harus difokuskan terlebih dahulu.

3. Difraksi
Difraksi atau penyebaran cahaya ketika cahaya masuk melalui lubang atau celah yang sempit, tidaklah selalu jelek. Dalam pemotretan malam hari - lampu2 jalan, misalnya - difraksi dapat memberikan efek khusus berbentuk bintang.


Sebagai contoh, pada foto berikut, terlihat lampu-lampu yang ada, menghasilkan efek bintang yang terjadi karena difraksi.

by : Yulian Ardiaynsyah
Logged
brondong
The Cigarette
Senator
****************

Respect: +307/-178
Offline Offline

Posts: 22755


« Reply #68 on: December 20, 2009, 06:31:15 PM »

14 Tips Untuk Memperbaiki Foto Landscape Anda
by Yadi Yasin


Mungkin tips-tips ini ada yang terkesan kuno, oldies dan kurang "revolutionized" tapi mungkin ini adalah tips-tips dasar yang bisa dipergunakan sepanjang masa, terutama bagi yang ingin memulai mendalami landscape Photography.
Dari tips-tips dibawah akan juga menyinggung beberapa hal lain, seperti Rule of Third, Hyperfocal distance, dll yang hanya dijelaskan singkat krn bisa menjadi satu topik sendiri.

Semoga berguna.

1. Maksimalkan Depth of Field (DoF)

Sebuah pendekatan konsep normal dari sebuah landscape photography adalah "tajam dari ujung kaki sampai ke ujung horizon". Konsep dasar teori "oldies" ini menyatakan bahwa sebuah foto landscape selayaknya sebanyak mungkin semua bagian dari foto adalah focus (tajam). Untuk mendapatkan ketajaman lebar atau dgn kata lain bidang depth of focus (DOF) yang selebar2nya, bisa menggunakan apperture (bukaan diafragma) yang sekecil mungkin (f number besar), misalnya f14, f16, f18, f22, f32, dst.
Tentu saja dgn semakin kecilnya apperture, berarti semakin lamanya exposure.



Karena keterbatasan lensa (yang tidak mampu mencapai f32 dan/atau f64) atau posisi spot di mana kita berdiri tidak mendukung, sebuah pendekatan lain bisa kita gunakan, yaitu teori hyper-focal, untuk mendapatkan bidang fokus yang "optimal" sesuai dgn scene yang kita hadapi. Inti dari jarak hyper-focal adalah meletakan titik focus pada posisi yang tepat untuk mendapatkan bidang focus yg seluas-luasnya yg dimungkinkan sehingga akan tajam dari FG hingga ke BG.

Dengan DoF lebar, akibat penggunaan f/20 dan pengaplikasian hyper-focal distance untuk menentukan focus.



Masih dgn pengaplikasikan hyper-focal untuk mendapatkan DoF yg seluas2nya



2. Gunakan tripod dan cable release

Dari #1 diatas, akibat dari semakin lebarnya DOF yang berakibat semakin lamanya exposure, dibutuhkan tripod untuk long exposure untuk menjamin agar foto yang dihasilkan tajam. Cable release juga akan sangat membantu. Jika kamera memiliki fasilitas untuk mirror-lock up, maka fasilitas itu bisa juga digunakan untuk menghindari micro-shake akibat dari hentakkan mirror saat awal.



3. Carilah Focal point atau titik focus

Titik focus disini bukanlah titik dimana focus dari kamera diletakkan, tapi lebih merupakan titik dimana mata akan pertama kali tertuju (eye-contact) saat melihat foto.
Hampir semua foto yang "baik" mempunyai focal point, atau titik focus atau lebih sering secara salah kaprah disebut POI (Point of Interest). Sebetulnya justru sebuah landscape photography membutuhkan sebuah focal point untuk menarik mata berhenti sesaat sebelum mata mulai mengexplore detail keseluruhan foto. Focal point tidak mesti harus menjadi POI dari sebuah foto.
Sebuah foto yang tanpa focal point, akan membuat mata "wandering" tanpa sempat berhenti, yang mengakibatkan kehilangan ketertarikan pada sebah foto landscape. Sering foto seperti itu disebut datar (bland) saja.
Focal point bisa berupa berupa bangunan (yg kecil atau unik diantara dataran kosong), pohon (yg berdiri sendiri), batu (atau sekumpulan batu), orang atau binatang, atau siluet bentuk yg kontrast dgn BG, dst.

Peletakan dimana focal point juga kadang sangat berpengaruh, disini aturan "oldies" Rule of Third bermain.
 
Pada contoh foto dibawah, focal point adalah org berpayung yang berbaju merah


Focal point pada contoh foto dibawah adalah pada org berperahu disisi kiri


Focal point adalah pada matahari dan pantulannya di sawah.


Focal point adalah petani dan kerbaunya.


4. Carilah Foreground (FG)

Foreground bisa menjadi focal point bahkan menjadi POI (Point of Interest) dalam foto landscape anda.
Oleh sebab itu carilah sebuah FG yang kuat. Kadang sebuah FG yang baik menentukan "sukses" tidaknya sebuah foto landscape, terlepas dari bagaimanapun dasyatnya langit saat itu.
Sebuah object atau pattern di FG bisa membuat "sense of scale" dr foto landscape kita.







5. Pilih langit atau daratan

Langit yang berawan bergelora, apalagi pada saat sunset atau sunrise, akan membuat foto kita menarik, tapi kita tetap harus memilih apakah kita akan membuat foto kita sebagian besar terdiri dari langit dgn meletakan horizon sedikit dibawah, atau sebagian besar daratan dgn meletakkan horizon sedikit dibagian atas.
Seberapa bagus pun daratan dan langit yang kita temui/hadapi saat memotret, membagi 2 sama bagian antara langit yang dramatis dan daratan/FG yang menarik akan membuat foto landscape menjadi tidak focus, krn kedua bagian tersebut sama bagusnya.

Komposisi dgn menggunakan prisip "oldies" Rule of Third akan sangat membantu. Letakkan garis horizon, di 1/3 bagian atas kalau kita ingin menonjolkan (emphasize) FG nya, atau letakkan horizon di 1/3 bagian bawah, kalau kita ingin menonjolkan langitnya.

Tentu saja hukum "Rule of Third" bisa dilanggar, andai pelanggaran itu justru memperkuat focal point dan bukan sebaliknya. Juga tidak selalu dead center adalah jelek.



Pelangaran "Rule of Third" yang meletakkan horizon jauh di bawah, tapi justru menguatkan focal point


Pelanggaran Rule of Third yang membagi 2 sama antara langit dan bumi


Foto kiri : Apakah ini masuk dalam Rule of Third...karena 3 elemen, bumi, gunung dan langit atau justru membagi 2 sama  bagian 2 sama bagian kalau dianggap hanya bumi dan BG (gunung + langit) ?

Foto kanan : Apakan ini masuk dalam Rule of Third ... karena ada pengambilan angle dan komposisi yang memposisikan batu melintang secara horizontal dari ujung atas kiri ke ujung bawah kanan ? 



Seperti yang disebutkan diatas, rule kadang dibuat untuk dilanggar. Semua sah-sah saja, asal tujuan kita untuk mendapatkan sebuah focal point tercapai.

6. Carilah Garis/ Lines/ Pattern

Sebuah garis atau pattern bisa membuat/menjadi focal yang akan menggiring mata untuk lebih jauh mengexplore foto landscape anda. Kadang leading lines atau pattern tersebut bahkan bisa menjadi POI dari foto tersebut.
Garis-garis, juga bisa memberikan sense of scale atau image depth (kedalaman ruang).
Garis atau pattern bisa berupa apa saja, deretan pohon, bayangan, garis jalan,tangga, tepi danau/laut,dst.

Hanya dengan seringnya melakukan hunting atau photo trip, kita akan terbiasa melihat lines?shape dan pattern yang terkadang tersamarkan atau berbaur dengan alam atau lingkungannya. Angle dan komposisi dapat memperkuat sebuah leading lines atau shape yang ada.
Foto kiri : lines
Foto kanan : pattern



Lines and shape



7. Capture moment & movement

Sebuah foto Landcsape tidak berarti kita hanya menangkap (capture) langit, bumi atau gunung, tapi semua elemen alam, baik itu diam atau bergerak seperti air terjun, aliran sungai, pohon2 yang bergerak, pergerakan awan, dst, dapat menjadikan sebuah foto landscape yang menarik.
Sebuah foto landscape tidak harus mengambarkan sebuah pemandangan luas, seluas luasnya, tapi sebuah isolasi detail, baik object yang statis maupun yg secara dinamis bergerak, bisa menjadi sebuah subject dari sebuah foto landscape. Untuk itu lihat #13



by : Yadi Yasin, www.focusnusantara.com.
« Last Edit: December 20, 2009, 06:47:34 PM by brondong » Logged
brondong
The Cigarette
Senator
****************

Respect: +307/-178
Offline Offline

Posts: 22755


« Reply #69 on: December 20, 2009, 06:46:16 PM »

8. Bekerja sama dengan alam atau cuaca

Sebuah scene dapat dengan cepat sekali berubah. Oleh sebab itu menentukan kapan saat terbaik untuk memotret adalah sangat penting. Kadang kesempatan mendapat scene terbaik justru bukan pada saat cuaca cerah langit biru, tapi justru pada saat akan hujan atau badai atau setelah hujan atau badai, dimana langit dan awan akan sangat dramatis.

Selain kesabaran dalam "menunggu" moment, kesiapan dalam setting peralatan dan kejelian dalam mencari object dan Focal Point seperti awan, ROL (ray of light), pelangi, kabut, dll. 



9. Golden Hours & Blue hours

Pada normal colour landscape photography, saat terbaik biasanya adalah saat sekitar (sebelum) matahari terbenam (sunset) atau setelah matahari terbit (sunrise).

Golden hours adalah saat, biasanya 1-2 jam sebelum matahari terbenam (sunset) hingga 30 menit sebelum matahari terbenam, dan 1-3 jam sejak matahari terbit, dimana "golden light" atau sinar matahari akan membuat warna keemasaan pada object.
Selain itu, saat golden hours juga akan membuat bayangan pada oject, baik itu pohon, atau orang menjadi panjang dan bisa menjadi leading lines spt yg disebutkan pada #6 diatas.
Jika kita memotret pada saat golden hours sudah lewat, atau pada saat matahari sudah terik, biasanya hasilnya akan flat atau harsh lightingnya krn matahari sudah jauh diatas.
Ini berlawananan dgn IR landscape photography yg tidak mengenal golden hours, dimana saat terbaik justru pada saat tengah teriknya matahari.

Blue hours adalah beberapa saat, biasanya hingga 20-30 menit setelah matahari terbenam (sunset), dimana matahari sudah tebenam, tapi langit belum gelap hitam pekat. Pada saat ini langit akan berwarna biru.

Jadi adalah kurang tepat, bahwa pada saat matahari sudah terbenam dan langit mulai gelap (oleh mata kita), kita langsung mengemas/beres2 gear/tripod kita. Justru pada saat ini kita bisa mendapatkan sebuah scene yang bagus dimana langit akan berwarna biru dan tidak hitam pekat. Biasanya dgn long exposure, awan pun (walau kalau kita lihat dgn mata telanjang sdh tidak tampak) masih akan terlihat jelas dan memberikan texture pada birunya langit.

Sunrise


Before Sunset


Golden Hours


BlueHours


10. Cek Horizon

Walaupun sekarang dgn mudah kesalahan ini dapat di koreksi dgn image editor tapi saya masih berkeyakinan "get it right the first time" akan lebih optimal.
Ada 2 hal terakhir saat sebelum kita menekan shutter:
- Apakah horizonya sudah lurus, ada beberapa cara untuk bisa mendapatkan horion lurus saat eksekusi di lapangan, lihat #12

- Apakah horizon sdh di komposisikan dgn baik, lihat #5 untuk pengaplikasian Rule of third. Peraturan/rule kadang dibuat untuk dilangar, tapi jika scene yang akan kita buat tidak cukup kuat (strong) elementnya, biasanya Rule of Third akan sangat membantu membuat komposisi menjadi lebih baik. Memang dgn croping nantinya di software pengolah gambar, kita bisa memperbaikinya. Tapi kalau tidak dgn terpaksa, lebih baik pada saat eksekusi kita sudah menempatkan horizon pada posisi yang sebaiknya.



Contoh foto dibawah adalah salah satu dr foto yang saya ambil amannya (save) untuk posisi horizon pada saat eksekusi. Oleh krn itu horizon saya letakkan pas ditengah saja, dgn harapan pada saat itu, saya bisa melakukan cropping nantinya (baik dicrop bagian atas atau pun bagian bawah).



11. Ubah sudut pandang/angle/view anda

Kadang kita terpaku dgn sudut pandang atau angle yang umum kita lakukan, atau mungkin kalau kita mengunjungi suatu tempat yang sering kita lihat fotonya baik itu dimajalah atau website seperti di FN ini, kita menjadi "latah" dan memotret dgn angle yang sama.
Banyak cara untuk mendapatkan fresh point of view. Tidak selamanya "eye-level angle" (posisi normal saat kita berdiri) dalam memotret itu yang terbaik. Coba dgn high-angle (kamera diangkat diatas kepala), waist-level angle, low level, dst, coba berbagai format horizontal dan/atau vertikal.

Atau mencoba mencari spot atau titik berdiri yang berbeda atau tempat yang berbeda, misalnya dari atas pohon (ada memang fotografer senior yang saya kenal yang senang memanjat pohon untuk utk mendapatkan view yg berbeda, dan hasilnya memang berbeda dan unik), atau mencoba berdiri lebih ketepi jurang, atau bahkan tiduran ditanah... tentu saja dgn lebih mengutamakan keselamatan anda sendiri sbg faktor yang lebih utama dan menghitung resiko yang mungkin didapatkan.

Satu hal yang harus dipahami, mencoba dengan sudut pandang yang berbeda tidak selalu otomatis gambar kita akan lebih bagus atau lebih baik, tapi begitu sekali anda mendapatkan yang lebih bagus, dijamin pasti berbeda dgn yang lain.

Dengan sering ber-experimen dgn berbagai angle, lama-kelamaan insting anda akan terlatih saat berada di lapangan untuk mendapatkan tidak hanya angle yang bagus, tapi juga berbeda.
Jangan memotret berulang2 pada satu titik/spot. Cobalah untuk bergeser beberapa meter kesamping atau kedepan, atau bahkan berjalan jauh.
Juga sesekali coba untuk menoleh kebelakang untuk melihat, kadang bisa mendapatkan angle yang menarik dan berbeda.
3-5 exposure/jepretan pada satu titik dan "move on, change spot, change orientation (landscape <-> portrait), look back, change lenses".

Terutama jika anda sering travelling, baik itu ke tempat yang sudah umum atau ke tempat yang jarang di kunjungi fotografer. Ada kalanya kita ada pada suatu spot dimana foto dari lokasi itu sudah merupakan lokasi "sejuta umat" dimana ratusan bahkan ribuan fotografer pernah memotret di spot yg sama dan menghasilkan foto yang mirip atau beda-beda tipis.
Gunakan foto-foto yang sering anda lihat tersebut sebagai referensi, pelajari dan aplikasikan tekniknya dan coba menemukan sesuatu yang berbeda. Make a difference.

Kalau tidak keberatan tiduran sejenak di aspal.


Kalau tidak keberatan tiduran sejenak dibawah unta yg disekitarnya dipenuhi kotoran unta.


Kalau tidak keberatan sejenak berjalan-jalan mencari spot di bantaran sungai yang merupakan WC umum penduduk setempat.


Kalau tidak keberatan sejenak mempertaruhkan nyawa dgn berdiri dan memasang tripod tanpa harness di tebing miring curam tanpa pagar pengaman dgn lautan Pacifik ada 200m dibawah.


Kalau tidak keberatan berpanas-panas (50 C) sepanjang hari di tengah padang pasir  Thar (India-Pakistan).


12. Pergunakan peralatan bantu

Penggunaan beberapa peralatan bantu dibawah akan sangat membantu untuk mendapatkan foto landscape yang lebih baik.

* CPL filter : untuk lebih memekatkan/ saturasi warna, memekatkan warna biru pada langit, menghilangkan pantulan, dst.



*  ND filter : Untuk menurunkan exposure, untuk mendapatkan slow exposure speed. Dari ND2, ND4, ND8. ND400 hingga ND1000

* Graduated ND filter :Untuk menyeimbangkan exposure antara bagian atas dan bawah, misalnya antara langit dan daratan. Dari ND 0.1, 0.2, 0.3, 0.6 hingga 1.2



Ada 2 type Graduated ND: Soft Edge & Hard Edge


* Graduated color filter, seperti graduated Sunset, Graduated Tobacco, Graduated Blue Fluorescent, dsb, dengan berbagai kepekatan dan type (mirip dgn normal Graduated ND).

* Bubble level : Untuk mendapatkan horizon yang level/datar sempurna. Bisa juga menggunakan grid pada view finder atau menggunakan focusing screen yang mempunyai grid.

Memang dgn semakin mudahnya penggunaan software dan semakin canggihnya feature software pengolah gambar untuk memperbaiki/koreksi kesalahan pada saat eksekusi yang bisa mengatasi kesalahan exposure atau kemiringan horizon, penggunaan alat2 tersebut diatas kadang terasa kurang diperlukan, tapi umumnya "get it right the first time" akan bisa menghasilkan foto yang lebih baik dan natural, dibandingkan kalau foto itu harus dipermak habis-habisan nanti hanya agar bisa tampak "baik".
Jika sudah melakukan segalanya dgn baik dan benar, akan lebih terbuka luas lagi kemungkinannya untuk mengolahnya dgn lebih sempurna nantinya.

Contoh foto penggunaan grad ND

Pada foto kiri, digunakan Grad ND Hard-edge 0.9 dengan posisi batas gelap terang hampir level/ rata, sedangkan pada fotokanan, denganGrad ND soft-edge 0.6, tapi peletakan batas gelap terangnya dimiringkan (titled) sesuai batas2 tebing.



13. Lensa yang dipergunakan

Kadang sering ada asumsi bahwa sebuah foto landscape itu harus menggunakan lensa yang selebar mungkin. Tapi dalam membuat sebuah foto landscape, semua lensa dapat dipergunakan, dari lensa super wide (14mm, 16mm, dst), wide (20mm - 35m), medium, (50mm - 85mm), hingga tele/super tele (100mm - 600mm). Semua range lensa bisa dan dapat dipergunakan.
Semua itu tergantung atas kebutuhan dan scene yang kita hadapi. Lensa wide/super wide kadang dibutuhkan jika kita ingin merangkum sebuah scene seluas-luasnya dgn memasukan object yang banyak atau yang berjauhan atau ingin mendapatkan perspektif yg unik.Tapi kadang sebuah tele bisa digunakan untuk mengisolasi scene sehingga lebih un-cluttered, simple dan focus.
Jika tiba pada suatu lokasi/spot, usahakan mencoba dgn semua lensa yang anda bawa. Jangan terpaku pada satu lensa dan memotret berulang-ulang.
Kadang diperlukan kejelian, untuk melihat dan mencari suatu bentuk unik atau pattern dari luasnya sebuah scene landscape, sehingga kita dapat meng-isolasi dgn menggunakan lensa yang tepat. Hanya dengan sering memotret dan menghadapi berbagai scene di berbagai kondisi yang dapat mengasah insting anda, baik itu object apa yang harus dicari ataupun lensa apa yg harus dipergunakan.

Penggunaan lensa yg tidak standard seperti fish-eye (baik itu yang diagonal maupun yang full-circular) bisa juga mendapatkan view yang menarik, tentu dgn pengunaan pada saat yang tepat. Tidak selalu penggunaan fish-eye menghasilkan foto yg "bagus" walau memang berbeda.

Contoh foto landscape dgn lensa 200mm


Contoh foto landscape dgn lensa 300mm


Penggunaan lensa fish-eye


14. Persiapkan diri dan sesuaikan peralatan

Walau ini tidak berhubungan langsung, tapi kadang sangat menentukan. Sering kali kita membutuhkan research atau tanya dulu kiri kanan, baik itu dgn googling atau bertanya dgn fotografer yang sudah pernah kesana ke satu lokasi sebelumnya, terutama jika mengunjungi tempat yang berbeda jauh iklim maupun cuacanya, krn itu akan menentukan kesiapan kita baik fisik maupun peralatan yang harus dibawa, baik itu peralatan fotografi maupun peralatan penunjang.

Cek ulang dan test semua camera dan lensa yang akan dibawa.
Akan lebih baik kalau semua perlataan yang akan dibawa dalam keadaan bersih, baik itu lensanya, filter2 maupun kamera (sensor) nya.

Membawa semua lensa yang kita punya kadang tidak bijaksana. Mungkin suatu trip hanya membutuhkan satu atau dua lensa saja, atau justru membutuhkan lebih dr itu krn kita sudah mempunyai gambaran atau informasi atau trip tersebut merupakan pengulangan trip yg sudah pernah dilakukan.

Mengetahui alam dan lingkungan dan adat (jika ada penduduknya) dari lokasi pemotretan juga akan sangat membantu.
Bahkan kadang dgn membawa peta (atau mungkin GPS) akan membantu kita menemukan suatu tempat atau spot, khususnya bila kita hunting di daerah ayng tidak ketahui atau lokasi yang kita tidak hapal.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah melindung seluruh peralatan yang anda bawa selama photo trip/hunting, baik itu hanya day-trip, overnight trip atau trip berhari-hari bahkan berminggu-minggu.
Sebelum berangkat, pastikan anda memilki check-list perlaatan apa saja yg anda bawa. Catat juga semua model dan serial numbernya.

 Untuk kiat-kiat melindungi peralatan/gear anda:

    * _ Simpanlah peralatan kamera anda dalam tasnya jika tidak dipergunakan. Beli dan pergunakanlah padlock/gembok dgn kualitas yang cukup baik untuk menguncinya.

    * _ Jika anda menginap diasuatu hotel/ motel/ hostel, jangan tinggalkan peralatan anda tergeletak diatas meja atau di atas tempat tidur jika meninggalkan kamar, walau hanya sebentar, misal untuk keluar makan. Masukkan kembali kedalam tas dan kuncilah.

    * _ Jika anda menginap di suatu cottage (biasanya didaerah pantai) atau hotel dengan kamar dilantai dasar, dengan jendela yang dapat terbuka, jangan meletakkan tas anda dekat jendela, baik saat meninggalkan kamar atau pada saat anda tidur. Tas dapat dengan mudah di “kail/pancing” dari luar.

    * _ Untuk peralatan lain seperti laptop, gunakan pengaman laptop , seperti kabel pengaman laptop (Notebook lock) buatan Kensington, jenis Microsaver, yang dapat di ikatkan/ dilingkarkan ke suatu benda yang fix/ tetap seperti meja kayu, atau tiang besi.

    * _ Pengalaman saya di negara2 dunia ketiga (bukan Indonesia), tidak bijaksana untuk membawa backpack kamera anda untuk memotret. Biasanya yang saya lakuakan adalah saya menggunakan kamera bag hanya untuk media transportasi peralatan saya, missal dari satu kota/tempat ke tempat yang lain. Untuk hunting saya mempergunakan kamer a bag yang lebih kecil atau kamera holder seperti  Toploader/Topload. Kadang2 didaerah yang rawan, adanya kamera backpack dipunggung anda hanya mengiklankan dan mengundang orang2 jahat.

    * _ Jika anda terpaksa harus meninggalkan seluruh atau sebagian peralatan anda dalam tas backpack, baik dikamar hotel atau mobil, selain dikunci gembok/padlock, gunakan jaring besi pengaman seperti Pacsafe yang sangat kuat melindungi keseluruhan backpack anda dengan prinsip kerja yang sama seperti pelindung laptop yaitu dengan dikaitkan/lingkarkan kesuatu benda yang fix seperti tiang besi, kursi mobil, kayu tempat tidur atau meja.


    * _ Sangat penting untuk mengetahui informasi tentang keadaan sekitar suatu tempat tujuan dari orang-orang setempat, baik tentang cara menuju kesana, situasi keamanan atau daerah yang harus dihindari, misalnya dari resepsionis, penjaga pintu/doorman, dll. Sering bertanya, sehingga multiple source adalah lebih berguna dari single source.

    * _ Jangan malas-malas, untuk sering-sering melakukan check-count/list atas semua peralatan yang dibawa, misalnya setiap malam sebelum tidur, sambil bersih2 peralatan/lensa. Jadi kalau ada satu item yang hilang dapat diketahui lebih awal… bukannya pada akhir perjalanan setelah tiba dirumah atau meninggalkan tempat tersebut.

by : Yadi Yasin, www.focusnusantara.com.
« Last Edit: December 20, 2009, 06:47:56 PM by brondong » Logged
brondong
The Cigarette
Senator
****************

Respect: +307/-178
Offline Offline

Posts: 22755


« Reply #70 on: December 21, 2009, 03:23:32 PM »

Tips mencari uang dengan kamera

Memanfaatkan foto digital karya anda untuk mendapatkan uang dengan panduan praktis berikut ini.

Banyak fotografer amatir yang berangan-angan untuk bisa terbebas dari rutinitas jam kerja pukul 9 pagi sampai 5 sore dan berlatih pekerjaan menjadi fotografer. Setidaknya tak sedikit yang ingin mendapat penghasilan tambahan agar bisa mengganti lensa atau kamera lamanya dengan yang lebih bagus. Berikut akan kami kami jabarkan beberapa panduan praktis untuk memulianya. Tak ada teknik tertentu untuk menjadi kaya secara instant lewat kamera, hanya kegigihan dan tak mudah putus asa yang menjadi jalan menuju sukses.
Tapi hasil yang di dapat dari kombinasi antara hasrat untuk memotret dan kepuasan menjual karya sangatlah sepadan.

Tips mencari uang dengan kamera #1
Cara menampilkan foto dimajalah






Menampilkan foto anda di majalah tidaklah terlalu sulit, hanya perlu tahu cara mendekati mereka.

Jangan mengira kalau hanya fotografer proffesional saja yang berkesempatan menampilkan fotonya di majalah. Redaksi biasanya mencari foto yang membawa inspirasi baru, segar, dan inovatif, jadi bahkan tak mungkin anda yang mereka cari! Tapi jangan terlalu banyak berharap juga kalau mereka akan segera menghubungi anda setelah melihat karya anda. Jumlah fotografer amatlah banyak dan anda hanyalah salah satunya, meski kualitas foto anda terasa lebih dari layak.

Foto yang bagus dengan gaya yang menarik memang penting, tapi kesabaran, kegigihan, dan kemauan untuk mempelajari kebutuhan majalah yang dimaksud menjadi faktor yang paling menentukan. Jangan mengirimkan banyak foto kepada redaksi sebuah majalah dengan harapan ada 1 atau 2 foto yang mungkin dipilih. Pada kenyataannya, foto-foto bagus yang tiba di meja redaksi akan tersamarkan keistimewaannya. Redaksi akan melihat sekilas pada 6 foto yang dijajarkan, mungkin akan kehilangan ketertarikan pada 12 foto yang berderet, dan jika ada lebih dari selusin foto, mereka bahkan mungkin akan malas untuk melihatnya.

Perbesar kesempatan anda
Pilihlah 6 buah foto terbaik anda dan tentukan yang paling cocok untuk majalah tersebut dan pembacanya. Bila anda memotret proyek modifikasi mobil, pembaca masih bertoleransi terhadap 1 atau 2 foto "artistik", tapi mereka juga ingin tahu apakah posisi handle pintu mobil memiliki jarak yang tepat dengan jendela, misalnya. Lalu bila ingin memasukkan foto lanscape yang sudah diolah ke majalah Digital Camera, misalnya, ada baiknya untuk menyertakan pula foto aslinya dan bisa juga beberapa variasi berbeda, agar redaksi bisa menemukan cerita menarik dari foto tersebut.

Ini merupakan point yang menarik. Biasanya kita mengasumsikan foto sebagai gambar tunggal dan statis, tapi untuk majalahm foto bisa memiliki nilai "cerita". Perhatikan juga mekanisme produksi majalah. Foto sebesar satu halaman penuh biasanya memerlukan ruang untuk judul atau informasi lain dan gambar yang dicetak spread sepanjang dua halaman memerlukan ruang untuk sela dibagian tengah. Jadi tak ada salahnya bila ketika memotret fakto-faktor ini juga dipertimbangkan.

Jangan pula berhenti untuk mengirimkan foto. Coba sertakan tulisan. Bisa jadi, proses menyeleksi tulisan agar dimuat lebih mudah dibandingkan dengan foto.

"Biasanya foto diasumsikan sebagai gambar tunggal dan statis, tapi untuk majalah, foto bisa memiliki nilai `cerita`...."

Kesalahan umum
Setelah mengirimkan foto, bagaimana proses selanjutnya? Setelah beberapa minggu, redaksi mungkin akan menghubungi anda. Tak ada redaksi yang suka diganggu, jadi jangan coba-coba menghubungi mereka bila tak ingin foto kiriman anda dicampakkan ke tempat sampah.

Bila ingin mengirimkan foto ke majalah lain, bedakan foto untuk masing-masing majalah. Jangan mengirimkan foto yang sama untuk majalah biasanya tidak meminta persetujuan anda untuk memuat foto yang sudah dikirim. Mereka akan berasumsi bahwa foto yang dikirimkan ke redaksi mereka ditawarkan khusu hanya untuk majalah tersebut. Bila dua majalah memuat foto yang sama secara bersamaan, fotografer yang membuat foto tersebut tak akan terkenal.

Selain itu, jangan mengirimkan foto yang sama seperti yang sudah pernah dimuat di majalah tersebut. Foto pondok kayu di tepi danau yang seperti cermin kala senja mungkin memang sering dilihat, tapi bukan berarti anda juga harus mengirimkan foto serupa. Redaksi tentunya menginginkan foto yang baru dan relevan.

Soal pembayaran
Biasanya, fotografer kontributor media dibayar per halaman, jadi ukuran foto yang dimuat menentukan besarnya pembayaran yang diterima. Bila karya anda dimuat, sebaiknya ketahuilah "hak" majalah untuk membelinya dari anda. Artinya, mereka bisa menggunakan kembali gambar tersebut untuk keperluan lain. Anda masih bisa memiliki foto tersebut, tapi hak untuk menggunakannya berada di tangan majalah yang bersangkutan. Peraturan soal ini berbeda-beda untuk setiap penerbitan, pastikan untuk memahaminya dengan jelas.

Pendekatan yang tepat
Ingatlah, bahwa redaksi selalu sibuk dengan pekerjaan mereka. Menghubungi redaksi lewat telepon bukan langkah yang bijak karena mereka akan merasa kerepotan dan terganggu. Lebih baik menggunakan e-mail atau surat, dan menyertakan link atau contoh foto terbaik dan paling relevan.

Bila anda mengirimkan foto lewat pos, kirimkan dalam bentuk CD berisi beberapa gambar beresolusi tinggi, ditambah 1 foto diri, dokumen berisi caption atau informasi mengenai foto, dan halaman berisi thumbnail gambar. Kiriman yang lengkap dan siap digunakan akan memperbesar kemungkinan dimuat.

Pastikan anda telah mencantumkan nama dan kontak yang bisa dihubungi pada seluruh bahan yang dikirimkan, seperti pada amplop surat, halaman informasi kontak, hasil cetak foto, dan CD. Paket kiriman ini bisa jadi akan terpisah-pisah ketika sampai di redaksi. Misalnya, pimpinan redaksi mungkin akan menyimpan amplop surat, tetapi CD berisi fotonya akan diberikan kepada bagian artistik untuk dilihat.

by : Digital Camera Indonesia
Logged
brondong
The Cigarette
Senator
****************

Respect: +307/-178
Offline Offline

Posts: 22755


« Reply #71 on: December 21, 2009, 04:39:19 PM »

Tips mencari uang dengan kamera #2
Berbisnis foto pernikahan




Dengan perlengkapan yang tepat, kepiawaian, dan gaya yang khas, membuat foto pernikahan bisa jadi pengalaman yang amat berharga

Banyak orang yang menghabiskan seluruh waktunya mengerjakan pekerjaan yang tidak biasa, tetapi dalam hal menjajal kemampuan fotografi, fotografi pernikahan perlu lebih dari sekedar keunikan. Mengabadikan pernikahan merupakan tanggung jawab yang tidak bisa dibilang enteng, meski rasanya letak keistimewaan acara ini adalah pada hari pernikahan itu sendiri. Namun, foto pernikahan merupakan satu-satunya cara untuk membuat momen ini abadi. Foto pernikahan yang apik dan cantik bukan saja untuk dipamerkan pada kerabat dan teman selama beberapa minggu berikutnya, tetapi juga ingin ditunjukkan pada anak cucu hingga beberapa puluh tahun mendatang. Pendek kata, fotografer pernikahan dituntut untuk bisa mewujudkan foto yang sempurna.

Langkah pertama
Hasrat menjadi fotografer pernikahan selalu berbasis pada keinginan membuat portrait dan kegemaran mengabadikan orang dalam tampilan yang apik. Kedua hal ini bisa jadi modal untuk melangkah ke tahap berikutnya dengan menawarkan layanan fotografi yang terencana rapi dan profesional. Mintalah bayaran atas jasa ini, meski mungkin terasa agak canggung untuk menentukan tarif saat pertama kali.

Langkah pertama untuk mendapatkan pengetahuan yang diperlukan adalah dengan memadukan teknik memotret yang sudah dikuasai dengan berbagai informasi lainnya soal fotografi pernikahan. Carilah situs fotografi profesional dan fotografer pernikahan profesional, untuk melihat layanan yang mereka tawarkan, gaya fotografi yang diterapkan, dan berapa tarif yang mereka tengukan. Buku-buku tentang fotografi pernikahan juga telah banyak beredar. Temukan yang sesuai untuk membantu anda.

Kalau ingin lebih memahami seluk beluk pemotretan pada hari pernikahan, bisa juga mencoba untuk menghubungi fotografer profesional di kota anda dan tawarkan diri untuk menjadi asistennya tanpa meminta bayaran. Untuk menambah pengalaman, tawarkan layanan fotografi gratis pada kenalan yang akan menikah. Dengan demikian, anda bisa mencetak foto-foto tersebut dan memiliki contoh album yang bisa ditunjukkan pada calon klien berikutnya.

Fotografer pernikahan yang bekerja penuh waktu dalam bidang ini perlu mementingkan soal pembayaran, misalnya mereka lazim menerapkan biaya tambahan untuk mencetak foto dalam ukuran besar dan tarif tertentu untuk album foto. Sebagai fotografer pernikahan paruh waktu, yang hanya bertujuan untuk mendapatkan penghasilan tambahan, bisa menawarkan tarif yang fleksibel dan kompetitif, terutama pada tahap awal.

Saat bertemu dengan prospek klien, tegaskan pada mereka penghematan yang bisa didapatkan bila memilih anda sebagai fotografer. Tapi yang paling penting, tunjukkan kalau foto karya anda layak dimiliki klien tersebut seumur hidup. Bawalah contoh foto, album foto dan CD berisi foto-foto, serta layanan lain yang termasuk dalam paket layanan fotografi anda. Sebaiknya, siapkan juga daftar layanan lengkap dengan harga, syarat dan ketentuan yang berlaku, agar bisa disimpan oleh klien setelah pertemuan.

Cara mengabadikan pernikahan
Memotret pernikahan bisa bervariasi dalam hal waktunya, mulai dari yang singkat dengan hanya membidik beberapa kali saat akad nikah sajah, hingga mengabadikan segalanya mulai dari persiapan kedua mempelai saat upacara adat, akad nikah, hingga resepsi, yang mungkin memerlukan waktu lebih dari 1 hari. Biasanya, menentukan tarif untuk beberapa jam pemotretan akan lebih baik, misalnya enam atau delapan jam, kemudian berikan tarif tambahan untuk setiap jam berikutnya. Namun, sebagai pemula, ada baiknya memotret sebanyak mungkin pada pernikahan untuk memperkaya portfolio dan memantapkan kemampuan fotografi. Jadi ekstra waktu tersebut bisa saja ditawarkan cuma-cuma agar layanan lebih menarik.

Saat klien setuju menggunakan layanan fotografi anda, buatlah daftar berisi seluruh nama-nama penting, seperti orang tua mempelai, pendamping pria dan wanita bila ada, dan lengkapi dengan nomor kontak mereka. Tanyakan juga lokasi acara untuk mengenali lokasi terlebih dahulu.

Selanjutnya, rencanakan pemotretan pada hari pernikahan. Anda memang harus bisa menyiasati perubahan mendadak yang tak direncanakan, misalnya turun hujan ketika akan memotret di luar ruangan, tapi perlu juga untuk membuat rencana yang detil. Mintalah persetujuan soal rencana ini pada kedua mempelai, serta urutan foto formal dengan keluarga, kerabat, dan teman yang diinginkan. Foto-foto ini sebaiknya dibuat segera setelah resepsi dimulai agar lebih mudah, mulai dari kelompok terbesar hingga yang terkecil. Ini dimaksudkan agar tamu bisa segera mengikuti acara setelah difoto. Sebutkan urutan foto yang akan dibuat agar mereka bisa mempersiapkan diri sebelum dipanggil.


Fotografi pernikahan hampir selalu mengenai kedua mempelai. "Culik" mereka sebentar pada hari pernikahan ke sudut yang cukup sepi untuk mendapat gambar yang lebih mesra.

Formal atau candid?
Ada 2 gaya yang kini digunakan pada fotografi pernikahan. Pertama, gaya "formal" konvensional, dan yang kedua gaya "reportase" modern yang kini cenderung lebih disukai. Sayangnya, banyak fotografer yang menganggap gaya reportase ini sebagai cara mudah mengabadikan momen, tanpa merencanakan hal yang perlu diabadikan atau menangkap interaksi semua orang yang hadir pada acara pernikahan tersebut. Bila demikian, hasil fotonya bisa dipastikan akan terlihat seperti karya fotografer amatir yang membosankan. Ingat bahwa bila mempelai menginginkan gaya informal atau reportase natural, mereka akan tetap menginginkan foto-foto yang cantik, yang diabadikan dengan apik dan tidak sembarangan.

Untuk mendapat hasil terbaik, padukan foto dalam pose formal dengan foto candid. Perlu juga diingat, meski berpose formal namun tak harus terlihat kaku. Faktor penting dalam membuat portrait juga harus diingat. Membuat foto seluruh badan cenderung membuat orang tampak lebih gemuk daripada aslinya, jadi pertimbangkan juga soal sudut pandang dan bentuk. Sebaiknya abadikan dalam pose setengah badan dan seluruh badan, serta memanfaatkan properti pernikahan dan background agar lebih menarik.

Singkatnya, semua teknik membuat foto portrait yang biasa digunakan tetap diperlukan, ditambah dengan pencahayaan yang menjadi kuncinya. Usahakan untuk datang beberapa waktu sebelum acara dimulai, agar bisa mempelajari pencahayaan pada lokasi.

Setelah acara usai
Foto pada hari pernikahan amat berarti penting. Jadi hal pertama yang harus dilakukan setelah acara pernikahan usai adalah membuat back up atau cadangannya. Unduh semua foto pada komputer dan buatlah ekstra copy dalam bentuk CD, DVD atau hard drive eksternal. Sebaiknya simpan copy foto-foto tersebut ditempat lain selain di rumah, untuk berjaga-jaga bila terjadi kebakaran atau pencurian.

Setelah semua foto dibuat cadangannya, proses pengolahan foto harus bisa jadi jaminan, jadi luangkan waktu sebanyak mungkin untuk mengolah foto yang dibuat dalam format RAW tersebut. Ingat, klien tentunya juga menginginkan foto yang tanpa cela dan berkualitas prima. Salah satu caran yang kini paling sering digunakan untuk menyimpan foto adalah dalam bentuk CD, tapi tak ada salahnya juga untuk mencetaknya dalam ukuran kecil, di bawah ukuran kartu pos standar. Buat persetujuan dengan klien mengenai beberapa jumlah foto yang ingin dicetak, biasanya sekitar 150-250 foto. Tentukan jumlah minimum foto yang akan dicetak, sehingga sisanya akan terlihat seperti bonus.

Langkah terakhir adalah membuat album foto pernikahan. Tersedia berbagai ukuran model album foto digital dalam ukuran yang berbeda2 pula. Ada yang memiliki sampul terbuat dari kulit dan kayu, dilengkapi dengan kotak kayu yang tampak lebih eksklusif, ataupun model standar biasa. Jumlah halamannya juga bisa bervariasi, biasanya sekitar 10 halaman, tetapi bisa juga dibuat sesuai pesanan. Foto juga bisa dicetak dengan berbagai variasi kertas dan laminasi. Laminasi dimaksudkan untuk melapisi foto agar anti terhadap goresan ataupun tetesan air.



Tip foto paling cantik


1. Portrait formal
Carilah lokasi yang sepi dan teduh untuk membuat foto formal, terutama saat matahari bersinar terik. Ajaklah kedua mempelai untuk berbincang ringan agar mereka merasa santai demi mendapat hasil terbaik.


2. Foto candid
Selalu perhatikan interaksi yang terjadi, agar seluruh momen dapat tertangkap, mulai dari tertawa saat bersenda gurau hingga meneteskan air mata di saat haru. Jangan mematikan kamera anda sebelum acara usai!


3. Potong kue
Semua orang yang hadir pada acara pernikahan dengan membawa kamera pasti ingin mengabadikan saat pemotongan kue pengantin. Jadi, daripada harus berebut momen ini, lebih baik minta pengantin untuk berpose sejenak untuk memotong kue sebelum makan malam.


4. Foto kala senja
Cahaya senja yang lembut akan tampak cantik dalam foto. Senja merupakan waktu yang tepat untuk membuat foto portrait yang rileks. Anak-anak bisa jadi objek yang menarik.



5. Lampu disko unik
Untuk foto saat dansa, gunakan flash dan geser arah kamera berkeliling pada eksposure panjang sekitar satu detik. Flash akan menjaga objek pada foreground tetap tajam sementara cahaya lampu disko akan terlihat seperti jejak cahaya.



The wedding timeline

12 bulan
Kontak pertama

Kebanyakan pasangan merencanakan pernikahan mereka sekitar satu tahun sebelumnya, terutama untuk memesan beberapa hal penting, seperti gedung untuk resepsi dan fotografer. Rencanakan dalam agenda kerja dengan detil. Cobalah untuk beriklan di media lokal atau carilah kemungkinan untuk bisa menitipkan kartu nama atau brosur tentang layanan anda pada salon, penata rias, dan toko lain yang terkait.

6 bulan
Mengkonfirmasi pemesanan

Calon mempelai mungkin tak harus memastikan paket layanan yang mereka pilih pada tahap ini, tapi mereka dan anda perlu memantapkan perjanjian, biasanya sekitar enam bulan sebelum hari pernikahan. Sebaiknya mintalah pembayaran di muka kurang lebih sebesar 50% dari total perkiraan biaya, lalu anda serta klien perlu menandatangani surat kontrak perjanjian. Bila pernikahannya dibatalkan, biaya dikembalikan dalam jumlah tertentu, tergantung seberapa dekat dengan hari pernikahan. Aturlah syarat dan ketentuan ini dalam surat perjanjian tersebut.

2 bulan
Menentukan paket layanan

Beberapa bulan sebelum pernikahan, aturlah lagi pertemuan dengan klien untuk menyusun rencana pemotretan, seperti perlu atau tidaknya anda hadir saat pengantin berdandan, susunan acara, ekstra waktu, foto yang dicetak, CD foto, dan sebagainya. Selanjutnya, barulah total biata bisa diperhitungkan. Sisa pembayaran bisa dibayarkan sehari sebelum, pernikahan, atau setelah semua pekerjaan selesai.

1 bulan
Mempelajari lokasi

Datangi lokasi acara yang akan digunakan, misalnya gereja, mesjid atau akad nikah, serta gedung resepsi. Mintalah ijin pada pengelolanya untuk berkeliling melihat lokasi dan area terbaik untuk pemotretan.

2 minggu
Foto pre-wedding

Ada kalanya pengantin ingin membuat foto portrait formal satu atau dua minggu sebelum pernikahan. Tawarkan layanan ini sebagai bagian dari jasa fotografi yang diberikan, sekaligus bisa jadi tambahan penghasilan. Foto pre-wedding juga bisa jadi kesempatan bagus untuk melihat keluwesan kedua mempelai di depan kamera, juga menemukan angle terbaik dan angle yang harus dihindari.

1 minggu
Susunan acara

Khusu untuk pernikahan di gereja, sebagian gereja biasanya mengadakan gladi resik untuk acara pernikahan. Ada baiknya juga untuk menghadiri acara latihan ini dan memanfaatkan kesempatan untuk bertemu dengan pendeta dan pembawa acara, keluarga calon mempelai, pengiring dan lainnya, agar lebih akrab pada saat acara pernikahan.

Hari H
Pengecekan terakhir

Pastikan anda telah memiliki daftar alamat lokasi acara, lengkap dengan jadwal acara, dan foto portrait formal untuk kelompok apa saja yang harus dibuat. Siapkan waktu dengan kemungkinan jalanan yang macet atau hambatan lain. Tanyakan kesediaan mereka untuk difoto saat janji atau akad nikah diucapkan, karena sebagian orang lebih suka menjaga momen ini tetap khidmat, sehingga foto harus dibuat sesudahnya.



Tip ahli Siapa yang memiliki fotonya?

Kebanyakan fotografer profesional memegang hak atas foto-foto mereka, sehingga klien tidak diberi gambar beresolusi tinggi, dan menggandakan foto berarti akan melanggar hukum. Ini mungkin membuat fotografer semi profesional merasa bimbang untuk memberikan CD berisi foto beresolusi tinggi, karena klien seringkali juga ingin memiliki hak atas fotonya dan bisa mencetak sendiri foto yang diinginkan.

Bila keluarga dan teman mempelai bisa mencetak sendiri foto yang diinginkan dengan lebih murah, mereka tidak akan menggunakan jasa fotografer, jadi wajar saja bila CD berisi foto beresolusi tinggi ini dikenai tarif yang tinggi. Sisi buruknya, bila foto tersebut leluasa untuk dicetak siapa saja, maka jika foto tersebut dicetak di tempat cetak foto yang murahan dan berkualitas kurang bagus, kredibilitas fotografer bisa jadi taruhannya.

Tentukan pilihan untuk hak atas foto yang dibuat, dan tuliskan dalam surat perjanjian dengan klien, lalu tanda tangani bersama. Secara teknik, bila hak atas foto dipegang fotografer, maka foto tersebut bisa digunakan sebagai materi iklan atau situs pribadi fotografer. Tapi sebaiknya tetap minta persetujuan klien untuk hal ini. Bila foto tersebut ingin dijual ke pustaka gambar (stock library), seharusnya perlu juga untuk meminta tanda tangan dan persetujuan mereka sebagai model.



Mengantisipasi masalah

Kesempurnaan jelas dituntut pada fotografi pernikahan, jadi selalu berhati-hari dalam bertindak dan bersiap untuk segala kemungkinan!

1. Perlengkapan kamera
Siapkan cadangan untuk masing-masing alat, bila dana belum mencukupi, coba cari tempat yang menyewakan kamera dan perlengkapan memotret lainnya.

2. Baterai dan kartu
Memotret pernikahan mungkin akan memerlukan ratusan, bahkan ribuan foto. Jangan lupa untuk membawa baterai cadangan. Gunakan beberapa kartu memori berkapasitas kecil antara 2 sampai 4Gb, agar jika salah satu kartu rusak, tak terlalu banyak foto yang hilang.

3. Cuaca buruk
Bawalah beberapa payung golf di mobil. Payung warna-warni akan mencerahkan cuaya yang mendung, tapi payung berwarna putih tampak lebih elegan untuk pernikahan dan mampu mencegah timbulnya bayangan.

4. Parkir mobil dan perjalanan
Parkirlah mobil di tempat yang mudah dijangkau agar mudah untuk keluar setelah acara selesai. Pastikan nomor kontak keluarga atau kerabat klien beserta tempat lokasi acara sudah tercatat pada ponsel anda. Seandainya mobil anda mogok di jalan, akan lebih mudah meminta bantuan keluarga klien untuk menjemput anda.

5. Foto kelompok
Ambil posisi yang lebih tinggi, atau gunakan tangga, agar semua orang dalam kelompok yang difoto bisa terlihat. Tanyakan pada semua yang difoto apakah mereka bisa melihat ke atah kamera. Mungkin akan ada yang berkedip saat kamera membidik, maka posisikan kamera pada maximum burst rat dan bidikkan dengan cepat. Kalau tidak, manfaatkan copy dan paste gambar mata yang terbuka pada saat pengolahan foto menggunakan photoshop.

by : Digital Camera Indonesia
« Last Edit: December 21, 2009, 06:22:51 PM by brondong » Logged
brondong
The Cigarette
Senator
****************

Respect: +307/-178
Offline Offline

Posts: 22755


« Reply #72 on: December 21, 2009, 06:16:27 PM »

Tips mencari uang dengan kamera #3
Membuat foto promo




Selain memotret pernikahan, mengapa tak mencoba menawarkan jasa sebagai fotografer portrait untuk keperluan promosi?

Kalau kita biasanya hanya diminta untuk membuat foto pernikahan atau portrait oleh keluarga dan teman, sebagian fotografer memiliih membuat foto portrait untuk keperluan promosi band atau bisnis. Grub band selalu membutuhkan foto terbaru untuk dimuat di materi promosi mereka, misalnya sampul kaset atau CD, atau flyer untuk konser. Ini bisa jadi cara jitu untuk memperkaya portfolio dengan foto yang seru dan dramatis.
Kuncinya, buatlah foto yang orisinil. Ini tak mudah bila harus mempertimbangkan seluruh foto grub band yang sebelumnya sudah ada dan memiliki ciri khas tertentu. Foto yang dibuat juga harus bisa menunjukkan kesan sebagai band yang bagus, tampilan foto yang menarik, hidup, dan tampak profesional.

Persiapan
Bagaimana cara memulainya? pertama, band-band lokal harus mengenal nama dan reputasi anda sebagai fotografer yang handal.
Salah satu cara mengenal band lokal adalah dengan mencarinya di MySpace. Dari sini biasanya akan muncul juga jaringan dengan band lain, sehingga akan memudahkan. Bisa juga mendatangi klub musik atau tempat lain yang biasa mendatangkan band untuk manggung di tempat tersebut, tapi biasanya klub dan tempat ini tidak hanya mengundang band lokal.

Perlengkapan yang diperlukan untuk membuat foto portrait biasa adalah kamera DSLR, lensa zoom berukuran menengah, flash tambahan, plus lensa wide angle agar dapat menangkap gambar seluruh anggota band. Tripod jarang digunakan karena fotografer perlu bekerja cepat di lokasi untuk mendapat angle terbaik. Fotografer mungkin perlu mengambil posisi serendah mungkin dan terpaksa harus kotor, atau mengambil posisi yang cukup tinggi hingga harus menunduk melihat ke arah anggota band untuk menciptakan kesan yang berbeda. Perlu juga membawa tangga untuk pemotretan ini.

Pilihlah lokasi yang sesuai dengan keinginan dan kesan yang ingin didapat oleh band. Lakukan pencarian dan pelajari lokasi tersebut terlebih dahulu. Cobalah datangi lokasi pada kondisi pencahayaan yang berbeda dan pastikan mendapat ijin untuk pemotretan pada waktu yang direncanakan. Sesuaikan backdrop dengan gaya atau jenis musik yang diusung band tersebut. Untuk memotret grub rock, cobalah memotret mereka di lingkungan urban, seperti gang atau jalanan yang gelap. Sementara untuk grub band jazz yang senantiasa berpakaian rapi, tentunya lokasi ini tidak cocok...

Pemotretan
Bila sudah lama menanti waktu yang tepat untuk menggunakan lensa fish-eye, pemotretan band bisa jadi kesempatan yang pas.
Aturlah posisi para anggota band agar foto memiliki ruang tajam dan memperjelas kekontrasan dengan background. Lensa fish-eye seringkali menjadi teknik yang digemari fotografer profesional, tapi jangan terlalu banyak menggunakan lensa ini pada porfolio, agar foto (dan portfolio) tak terasa seragam. Tentu saja lensa fish-eye bukan satu-satunya pilihan kreatif untuk memotred band, lensa ultra-wide atau wide-angle juga menawarkan efek yang seru.

Salah satu pose yang tak pernah usang untuk foto band adalah dengan memposisikan anggota band secara berbaris. Hasilnya akan selalu tampak kreatif, meski pose ini terbilang paling sederhana dan umum digunakan. Mintalah seluruh anggota band untuk berdiri berjajar menghadap ke arah kamera. Pemilihan background, serta bahasa tubuh dan interaksi yang kurang tepat di antara masing-masing anggota bisa mengurangi kesempurnaan foto. Sesuaikan arahan gaya dengan pengalaman mereka beraksi di depan kamera. Bila mereka belum terbiasa difoto, berikan arahan gaya yang mudah. Beri pengarahan yang lengkap, mulai dari cara berdiri, berpose, dan mengarahkan pandangan mata. Usahakan agar mereka tidak mengacuhkan keberadaan kamera dan biarkan mereka ngobrol serta berkelakar. Potret mereka dengan latar belakang ciri khas urban, seperti tembok bata, halte bis, atau grafiti untuk memberi kesan artistik pada foto.

Cara lainnya, gunakan lensa ultra wide-angle, lalu letakkan kamera serendah mungkin dari tanah dan posisikan menghadap ke atas. Hasilnya, perspektif foto yang lebih kreatir. Mendekatlah ke kaki obyek untuk menimbulkan ruang tajam. Terakhir, cobalah memotret setiap anggota band satu per satu, lalu padukan untuk menghasilkan montase. Ini juga bisa jadi cara mudah menciptakan foto grub yang menarik dan unik.

Berapa tarifnya?
Kalau belum memiliki contoh foto band hasil karya anda yang bisa ditunjukkan, tentunya belum bisa juga untuk meminta imbalan atas jasa pemotretan.
Kecuali jika anda sangat "percaya diri" akan kemampuan fotografi yang dimiliki dan yakin mampu menghasilkan foto yang bagus. Maka dari itu, maksimalkan kesempatan pertama saat memotret band. Ubah pengaturan cahaya, background, pose, terutama lokasi agar setiap foto tampak segar dan orisinal. Setelah memiliki portfolio, tarif untuk pemotretan selanjutnya baru bisa. Jumlah foto yang diinginkan bisa jadi salah satu tolak ukur dalam menentukan tarif. Kemudian pertimbangkan juga kemapanan band, semakin mapan band tersebut, semakin mahal biayanya.

Bila pemotretan bertujuan untuk membuat sebuah poster promosi pertunjukan yang tak akan menghabiskan waktu lebih dari satu jam, ditambah dengan CD berisi foto beresolusi tinggi, tarif standar dapat diberlakukan. Namun, bila untuk keperluan flyer, sampul album dan foto-foto di dalamnya, mungkin bisa menghabiskan waktu seharian untuk pemotretan, biaya lebih tinggi dapat diajukan. Tapi jangan memanfaatkan situasi dengan meminta bayaran yang berlebihan agar tidak membuat hubungan menjadi buruk.

Untuk bisa sukses memang harus banyak belajar dari pengalaman dan dikenal sebagai fotografer portrait yang handal. Setelah itu, para anggota band mungkin akan merekomendasikan jasa fotografi anda kepada teman dan keluarga. Setelah itu, mengapa tak coba menunjukkan portofolio anda pada salon profesional? Mereka mungkin perlu foto baru untuk gaya rambut terkini.



Tip ahli Pengaturan kamera

Pilihan rana dan ruang tajam yang dihasilkannya menjadi faktor paling penting ketika memotret kelompok. Menempatkan objek pada foreground dengan jarak yang berbeda dengan background akan berisiko semua anggota band tampak tak fokus. Kecuali jika memang dimaksudkan demikian. Tapi dengan menggunakan rana f/8-f/11 dan menempatkan vokalis utamanya di depan dan sisanya sekitar 1 meter di belakangnya, seluruh anggota band bisa terlihat tajam dan sisanya tetap terlihat blur. Perhatikan kecepatan rana agar tidak terlalu lambat bila mengubah ke posisi rana yang lebih kecil untuk menghindari resiko gambar tampak buram. Selain itu, periksa juga histogram secara berkala. Bila objek berpakaian hitam, metering pada kamera bisa tertipu sehingga menjadi overexposure.

by : Digital Camera Indonesia
Logged
brondong
The Cigarette
Senator
****************

Respect: +307/-178
Offline Offline

Posts: 22755


« Reply #73 on: December 21, 2009, 10:50:25 PM »

Tips mencari uang dengan kamera #4
Menjual karya ke Layanan Stock Foto




David Clapp menunjukkan cara bermain di pasar stock foto dan semua yang bisa didapat bila sukses.

Dari tumpukan koleksi foto karya anda pasti ada yang bisa dijual. Mungkin sebelumnya tawaran memotret anda ke berbagai pihak tidak berhasil, atau cetakan foto yang dipamerkan tak ada yang membeli, padahal keinginan untuk menghasilkan karya dan dibayar atas jasa tersebut amatlah menggebu. Menjual foto ke agen stock foto bisa jawaban yang ditunggu. Banyak fotografer top Inggris yang telah berhasil menjadi wirausahawan hebat dan menggunakan agen sebagai batu lompatan. Sebut saja David Noton, Charlie Waite, dan Joe Cornish. Nah, tunggu apa lagi?

David Noton


http://www.davidnoton.com/

Charlie Waite


http://www.charliewaite.com/

Joe Cornish (in left of photo)


http://www.joecornish.com

Cara agen menjual foto
Agensi stock foto biasanya menjual foto dari fotografer kontributor pada klien tertentu. Kini hampir seluruh agen ini berbasis pada internet, dan menjual foto dari kamera digital ataupun hasil scan transparansi. Foto ini bisa digunakan untuk keperluan majalah, koran, website, atau media digital. Penjualan foto ini berdasarkan pada lima kriteria utama :

1. Hak
Hak paten penuh (untuk satu keperluan komersial), editorial (reportase di koran) atau bebas royalty (satu foto untuk banyak penggunaan). Pengaturan hak yang berbeda ini akan diterapkan pada kriteria berikut:

2. Penggunaan
Majalah, buku, kalender, banner situs, dan sebagainya.

3. Ukuran
Seperempat halaman, A4, A3, billboard, atau dimensi digital.

4. Distribusi
Berapa banyak foto tersebut digandakan, lokal atau internasional?

5. Durasi
Apakah foto tersebut hanya akan digunakan sekali atau untuk periode tertentu?

Agensi biasanya akan mengkhususkan pada foto bertema tertentu untuk dijual pada pelanggan tetapnya, misalnya margasatwa, arsitektur, travel, regional. Kebanyakan bertujuan untuk mencari ceruk pasar dan menyiapkan stock foto dengan gaya dan kualitas yang konsisten. Sebagian agensi lain justru sebaliknya, mereka menyediakan berbagai tema foto. Perbedaan ini masih menjadi pertanyaan hingga kini, karena sebagian agensi kurang memperhatikan kualitas foto yang dijualnya dan rela menurunkan harga demi meningkatkan penjualan. Situasi ini akhirnya mendorong terbentuknya jenis perantara lain, yang dikenal dengan sebutan "stock mikro".

Agensi stok mikro biasanya memiliki banyak stock foto dan menjualnya murah. Agensi-agensi ini saling berhubungan satu sama lain, mereka menjual foto dengan harga murah dengan mendistribusikan stok yang sama melalui rantai antar perantara. Ingin mencari foto yang meramaikan pertunjukan? Siapa yang mau membayar mahal kalau bisa dapat lebih murah? Meski fotografer mungkin hanya bisa menjual satu atau sedikit foto, tapi agensi bisa menjual foto yang sama berulang kali.

Agensi menawarkan dua bentuk kontrak pada fotografer, ekslusif dan non-eksklusif. Masing-masing memiliki keuntungan dan kerugian, dan fotografer bisa memilih kedua model kontrak ini untuk agensi yang berbeda. Fotografer masih bisa menjual fotonya pada agensi agensi ini secara langsung, jadi tak membatasi potensi penjualan.

Foto yang dijual dengan perjanjian kontrak ekslusif tidak bisa dijual oleh agensi lain, tapi fotografer yang membuat foto tersebut masih bisa menjual foto tersebut secara langsung. Foto yang dijual dengan perjanjian kontrak non-eksklusif bisa juga dijual oleh agensi lain, selama mereka juga menerapkan sistem kontrak non-eksklusif. Foto-foto ini cenderung menjadi lebih murah, tapi bisa dijual pada agensi lain sebagai kompensasi dari pengurangan harga tersebut.

Kebanyakan agensi akan menentukan kontrak minimal selama 5 tahun, dengan maksud untuk membantu mendorong potensi fotografer. Hubungan yang baik dan penjualan yang bagus hanya bisa didapat dari komitmen bersama.

Taat hukum
Pemotretan di lokasi milik pribadi ataupun foto dengan objek manusia atau binatang sebagai objek utamanya memerlukan "surat ijin". Surat ini merupakan dokumen tertanda yang menyatakan bahwa pemilik lokasi atau model yang terdapat dalam gambar bisa digunakan oleh fotografer yang bersangkutan untuk kepentingan komersil (dengan atau tanpa persetujuan tertentu yang disetujui kedua belah pihak). Agensi mensyaratkan surat ijin ini untuk gambar-gambar tertentu, agar merasa aman menggunakan foto tersebut tanpa perlu khawatir dituntut oleh pemilik lokasi atau model yang keberatan.

Lalu bagaimana dengan foto yang tak memiliki ijin? Apakah tidak bisa digunakan? misalnya foto selebritis yang sedang melangkah keluar dari sebuah butik, atau interior menawan dalam gedung bersejarah, bisakah dijual secara komersil? Tentu saja, sebagai ilustrasi editorial. Foto bangunan dapat dipakai, selama tak ada tanda "dilarang memotret" ketika mengabadikan gambar. Foto eksterior biasanya digunakan tanpa perlu surat ijin selama lokasi tersebut bukan area pribadi.

Menambahkan detil
Saat mengirimkan foto, jangan lupa sertakan pula deskripsi tentang foto tersebut, informasi kontak, dan kata kunci untuk memudahkan agensi. Agensi biasanya akan memberikan panduan tertentu. Sebagian bahkan memberikan template photoshop bila memiliki persyaratan yang lebih spesifik. Data foto bisa dimasukkan menggunakan program tertentu seperti Adobe Bridge, atau gunakan saja template pada Photoshop`s File info yang terdapat dalam menu file. Bridge terasa lebih intuitif karena data bisa dimasukkan secara berkelompok.

Pertama, siapkan penjelasan detik mengenai gambar dengan mengidentifikasi objek, konteks, dan lokasi. Contoh deskripsi foto dengan informasi lengkap sebagai berikut : "refelksi cahaya jatuh di atas rumput, sinar matahari menyinari bukit2 pasir di Bamburgh Castle, di pantai dekat Budle Bay, Northumberland, Ingris". Lebih banyak kata kunci (keyword) akan lebih baik. Agensi akan menghapuskan kata kunci yang kurang tepat dan menggantinya dengan yang pas untuk koleksi foto mereka. Yang perlu diperhatikan, kata kunci yang digeneralisasi seperti "lansekap", "bunga" dan "batu" jarang digunakan, tapi mungkin bisa digunakan untuk kategori karya pribadi. Tambahkan keterangan, seperti di mana lokasi foto lansekap tersebut, apa nama latin untuk bunga tersebut, atau apakah batu tersebut kerikil atau batu karang? Tambahkan kondisi, seperti berangin, tenang, atau lembut, serta perasaan.

Fokus pada kualitas
Setelah memutuskan untuk bekerja dengan menjual foto pada agensi, kini saatnya menilai kualitas perlengkapan dalam tas kamera. Kebanyakan fotografer profesional membeli kamera digital bermerk terkenal sebagai cara untuk menjamin terjualnya foto mereka. Bukan karena mereka ingin memiliki yang terbaik, tetapi karena mereka merasa perlu membuat file yang berukuran sebesar mungkin untuk memaksimalkan potensi penjualan. Mungkin kamera yang ada sudah sesuai dengan standar yang disyaratkan agensi, tapi seringkali lensa yang kurang memadai, teknik fotografi yang tidak sempurna, dan proses pengolahan yang kurang baik, justru menjadi penyebab kegagalan mendapatkan kontrak.

-Lensa :
Sedapat mungkin milikilah lensa terbaik. Bukan berarti harus menghabiskan jutaan rupiah untuk membeli lensa premium. Jangan heran kalau sebenarnya tersedia banyak "lensa alternatif", yang berusia puluhan tahun namun jauh lebih hebat daripada lensa yang dimiliki sekarang. Cobalah menemukannya. Lensa Contrax, Olympus, dan Nikon lama mungkin bisa jadi jawaban untuk mengatasi masalah keterbatasan dana.

- Teknik :
Pastikan tampilan foto tajam. Selalu gunakan tripod yang kokoh atau fasilitas penstabil gambar. Agen akan mengecek gambar pada tampilan 100%. Jadi bila foto terlihat kurang tajam agen tak akan meloloskan kontrak.

- Pengolahan :
Pelajari cara pengolahan foto untuk memaksimalkan tampilan terbaik foto. Agen foto tak akan tertarik pada foto yang melalui proses pengolahan buruk, HDR yang berlebihan, fokus yang kurang tajam, saturasi berlebihan dan cloning yang kurang sempurna.

- Perbaiki gambar tanpa emosi :
Fotografi stok sebenarnya menyangkut kepekaan terhadap kondisi bisnis. Fotografer perlu belajar untuk mengikuti perkembangan situasi dan mencoba bidang lain di luat minatnya. Ini adalah bisnis. Jadilah pengamat di balik kamera dan pengkritik di depan komputer. Edit foto dengan melepaskan ingatan tentang pengambilan gambar, karena tak ada orang lain yang tahu bagaimana perasaan anda saat membidikkan kamera pada waktu itu. Bagi editor, sebuah foto haruslah memiliki kriteria tertentu, kalau tidak foto tersebut tidak akan laku. Editor hanya berpatokan pada pemikiran ini, tidak subyektif. Mempertanyakan mengapa foto ditolak akan membantu meningkatkan kemampuan fotografer. Jadi lihatlah kegagalan dari sisi yang positif.



Tip ahli Setoran minimum

Agensi menentukan jumlah foto yang minimal harus disetorkan setelah persetujuan kontrak, biasanya sekitar 50 hingga 500 foto. Dengan memperhitungkan jumlah foto yang diberikan oleh para fotografer secara periodik, mereka bisa menjaga stok foto yang ada selalu baru dan dinamis. Bila anda hanya bisa menyetorkan foto dalam jumlah sedikit, mereka akan merasa rugi.
Biasanya agensi menawarkan untuk berbagi keuntungan 50/50 dan membayar fotografer secara berkala. Agensi juga akan memberitahukan foto mana saja yang telah terjual, untuk keperluan apa foto tersebut dijual, tapi tidak akan pernah memberikan nama klien yang membeli foto tersebut. Tentunya ini dimaksudkan untuk mencegah fotografer mencuri klien agensi.



Foto apa yang laku?

Pembeli bisa menyukai segala macam foto, mulai dari lansekap biasa hingga foto bertema gaya hidup dan lingkungan kerja, yang penting foto tersebut mengandung makna tertentu dan sesuai dengan kebutuhan klien. Untuk mendapat imbalan yang memuaskan, usahakan mendapat kontrak dari agensi yang menginginkan tema spesifik dan belajar untuk membuat foto yang variatif. Buatlah foto yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan, apapun temanya. Berpikirlah keluar dari kebiasaan, karena foto yang berkonsep kuat kerap dipilih menjadi ilustrasi cerita atau majalh bisnis. Buatlah foto dalam berbagai orientasi, portrait, dan pertimbangkan posisi obejek dalam frame seperti untuk keperluan sampul majalah, karena imbalannya lebih tinggi. Awalnya mungkin terasa janggal bila harus menyisakan ruang untuk tulisan dan judul, tapi lama kelamaan akan terbiasa. Penuhi kartu memori dengan foto yang variatif, proses semua foto yang bisa dipakai, lalu berikan foto-foto tersebut pada agensi yang tepat.

Menyesuaikan diri fotografer stok
Maksimalkan seluruh kesempatan yang ada di lokasi
- Abadikan agar dimuat di kalender, brosur turisme, majalah dan website.

Sesuaikan gaya memotret dengan kebutuhan klien
- Pelajari cara menangkap interaksi, pertentangan, kebersamaan, dan berbagai makna yang bisa dijual, bahkan di luar bidang keahlian anda.

Memotret sepanjang hari
- Memotret pada waktu yang sama dengan jam kerja perkantoran pada umumnya berarti tanda kurang peka terhadap bisnis fotografi ini.

Berangkat saat senja, pulang kala subuh
- Fotografi stok memerlukan perencanaan yang matan dan luwes, tapi terutama kegigihan dan disiplin diri yang kuat.



Kenali hak Anda!

Sebagai kontributor potensial, penting untuk memahami bahwa foto yang dijual memiliki perijinan yang berbeda dan berpengaruh
terhadap nilai moneternya.


Hak paten penuh
Foto yang dijual dengan sistem ini memiliki batasan tertentu, Pembelinya membeli ijin untuk menggunakan foto tersebut, tergantung pada tujuannya, media, ukuran, jangka waktu ijin penggunaan dan distribusi (regional), nasional atau internasional). Semakin fleksibel penggunaan foto yang diinginkan pembelinya, semakin mahal pula harganya. Foto yang dipakai untuk sampul majalah berukuran A4 yang berskala nasional untuk jangka waktu 1 bulan akan berharga lebih mahal daripada bila foto dimuat di bagian dalam majalah meski ukurannya sama. Demikian juga dengan foto yang berukuran lebih kecil untuk publikasi dunia sepanjang tahun bahkan bisa berharga lebih mahal. Pembelinya juga mendapat jaminan bahwa foto tersebut tidak akan digunakan oleh kompetitornya selama periode yang dijanjikan. Sejarah penjualan foto ini selanjutnya bisa jadi juga akan ditanyakan.

Bebas Royalti
Foto2 ini dijual dengan ketentuan yang jauh lebih terbuka. Pembelinya juga bisa menggunakan foto tersebut untuk berbagai keperluan. Perusahaan biasanya memerlukan gambar untuk media digital dan kertas, sehingga jauh lebih murah membeli ijin untuk foto yang bebas royalti daripada foto dengan hak paten penuh. Jika ada perubahan kebutuhan, maka mereka tak perlu membeli ijin lagi atas foto tersebut.

by : Digital Camera Indonesia
Logged
brondong
The Cigarette
Senator
****************

Respect: +307/-178
Offline Offline

Posts: 22755


« Reply #74 on: December 21, 2009, 11:46:36 PM »

Tips mencari uang dengan kamera #5
Membuat situs web






Situs web merupakan sarana yang tepat bagi fotografer untuk memamerkan karya-karyanya, dan siapa saja bisa membuatnya.

Ada berbagai cara untuk bisa bergabung di dunia maya, dan membangun situs web hanya salah satunya. Bisa juga dengan membuat "bog", serupa jurnal online, lalu unggah ke situs web Ditigal Camera (www.dcmag.co.uk) atau flickr, atau situs-situs jaringan sosial seperti Facebook dan MySpace yang kian marak selama beberapa tahun belakangan. Anda bisa memulainya dari sekarang, tanpa perlu menguasai pengetahuan teknis dan juga tanpa biaya. Tinggal sesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai. Kami akan menjelaskan pilihannya, menunjukkan hal yang harus dilakukan, dan memberitahukan cara mengembangkan situs web menjadi saran mencari uang.

Mendesain Situs

Untuk membuat situs web konvensional, ada 4 hal yang diperlukan :

- Web hosting - perusahaan yang akan menjual dan menampilkan situs secara online.

- Domain pilihan - alamat situs web yang diinginkan.

-  Software desain situs web - software yang biasanya dijalankan di computer, meski beberapa layanan menawarkan fasilitas mendesain online.

- Unggah - sarana untuk mengantarkan halaman web dari komputer anda ke host web.

Layanan web hosting dikenakan tarif iuran, tapi biayanya relatif murah, kecuali bila menginginkan fasilitas tertentu. "Domain"  internet juga harus didaftarkan dan memiliki tarif tertentu, tapi biasanya ditangani oleh perusahaan hosting dalam 1 paket. Software desain web tersedia dalam berbagai format, dan masalahnya mendesain web lebih rumit daripada dekstop publishing. Setiap halaman web tersusun atas berbagai kode tak terlihat. Program untuk mengedit halaman web terlihat cukup mudah digunakan, tetapi tetap akan memerlukan panduan untuk memakai kode2 tersebut. Cukup repot, memang.

WebPlus Serif cocok untuk pemula pengguna PC, sementara pengguna Mac bisa mencoba iWeb (bagian dari iLife suite) atau Freeway Express. Pengembang web profesional akan menggunakan program seperti Adobe DreamWeaver. Selain biaya untuk membeli software program ini, perhitungkan juga biaya untuk mengembangkan situs, misalnya waktu yang sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk memotret.



Freeway Express akan membantu mendesain situs agar tak kerepotan dengan kode-kode.

Jangan meremehkan waktu, usaha, dan proses pengusaan pemrograman yang diperlukan jika membuat situs sendiri. Beberapa fasilitas seperti membuat pustaka foto pribadi agar klien bisa mencari foto tertentu, lengkap dengan keranjang pembelian dan file resolusi tinggi yang bisa diunduh klien, mungkin berada di luar kemampuan pembuat situs amatir. Namun, memesan pada pembuat situs profesional mungkin akan menghabiskan dana hingga jutaan rupiah. Masalah ini bisa jadi dilemma : mendesain sendiri situs web atau menggunakan jasa profesional yang biayanya mahal?

Ada sejumlah situs yang menawarkan desain situs dan hosting untuk fotografer dengan biaya tertentu, seperti www.amazinginternet.com , www.clikpic.com , dan www.photium.com . Layanan ini menawarkan banyak template yang memudahkan pengaturan galeri dan menjual hasil cetak foto melalui lab foto pihak ketiga dengan tarif tertentu. Sama seperti cara lainnya, layanan ini juga memerlukan biaya, tapi menjadi cara mudah membuat galeri untuk mempromosikan karya anda.

by : Digital Camera Indonesia
Logged
Pages: 1 2 [3] 4 5 6 7 ... 44   Go Up
Print
Jump to:  



Â