1. Untuk mempercepat browsing: 1. Ctrl+Enter, ini untuk membuka domain yang menggunakan .com. caranya adalah ketikkan nama domain kemudian klik ctrl+enter. contohnya, anda ingin membuka “
www.yahoo.com” jadi ketiklah “yahoo” kemudian klik ctrl+enter
2. Shift+Enter, ini untuk membuka domain yang menggunakan .net. caranya adalah ketikkan nama domain kemudian klik ctrl+enter. contohnya, anda ingin membuka “
www.telkom.net” jadi ketiklah “telkom” kemudian klik shif+enter
3. Ctrl+Shift+Enter, ini untuk membuka domain yang menggunakan .org. caranya adalah ketikkan nama domain kemudian klik ctrl+enter. contohnya, anda ingin membuka “
www.dikti.org” jadi ketiklah “dikti” kemudian klik Ctrl+Shift+Enter
2. Tweaking Firefox: 1. Lakukan dulu persiapan backing-up setting firefox di bagian paling bawah thread ini, karena hal tersebut merupakan satu-satunya cara mengembalikan setting firefox yang sudah di-tweak ke default
2. Ketik “about:config” di firefox anda kemudian enter
3. Maka akan keluar sebuah settingan untuk tweaking firefox
4. Untuk merubahnya, klik 2 kali dan masukkan data perubahannya
5. Jika data dibawah tidak terdapat dalam settingan default firefox, klik kanan pilih New. Untuk data berupa angka, pilih Integer, untuk true/false pilih Boolean.
- Untuk pengguna DSL: 1. Set “network.http.pipelining : true”
2. Set “network.http.proxy.pipelining : true”
3. Set “network.http.pipelining.maxrequests : 64″
4. Set “nglayout.initialpaint.delay : 0″
- Untuk pengguna ADSL: 1. Set “network.http.max-connections : 64″
2. Set “network.http.max-connections-per-server : 21″
3. Set “network.http.max-persistent-connections-per-server : 8″
4. Set “network.http.pipelining : true”
5. Set “network.http.pipelining.maxrequests : 100″
6. Set “network.http.proxy.pipelining : true”
7. Set “nglayout.initialpaint.delay : 0″
- Untuk pengguna Dial Up:
1. Set “browser.cache.disk_cache_ssl : true”
2. Set “browser.xul.error_pages.enabled : true”
3. Set “network.http.max-connections : 32″
4. Set “network.http.max-connections-per-server : 8″
5. Set “network.http.max-persistent-connections-per-proxy : 8″
6. Set “network.http.max-persistent-connections-per-server : 4″
7. Set “network.http.pipelining : true”
8. Set “network.http.pipelining.maxrequests : 8″
9. Set “network.http.proxy.pipelining : true”
10. Set “plugin.expose_full_path : true”
11. Set “signed.applets.codebase_principal_support : true”
12. Set “content.interrupt.parsing : true”
13. Set “content.max.tokenizing.time : 3000000″
14. Set “content.maxtextrun : 8191″
15. Set “content.notify.backoffcount : 5″
16. Set “content.notify.interval : 750000″
17. Set “content.notify.ontimer : true”
18. Set “content.switch.threshold : 750000″
3. Backing-up Setting Firefox: 1. Mulai dengan Start>Run>%appdata%\mozilla\firefox\profiles, lalu OK
2. Akan terlihat folder dengan nama random seperti "ud732v0a.default", lalu buka folder tersebut
3. Cari file bernama "prefs.js" di folder tersebut dan copy file tersebut ke folder lain yang aman
4. Lalu lakukan tweaking firefox seperti petunjuk di atas
5. Jika ingin mengembalikan setting firefox yang sudah di-tweak ke default, copy file "prefs.js" dari folder yang aman tadi, lalu paste file tersebut ke folder sebelumnya
6. Hal ini dimaksudkan agar setting firefox yang sekarang ditimpa oleh setting firefox yang sebelumnya
7. Untuk lebih jelasnya, lihat gambar di bawah
